<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Alumni SMA 1 Jember &#187; Nostalgia</title>
	<atom:link href="http://sma1jember.info/tag/nostalgia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sma1jember.info</link>
	<description>Alumni Berkisah tentang Jember</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jan 2012 22:16:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<!-- podcast_generator="podPress/8.8" - maintenance_release="8.8.4" -->
		<copyright>Copyright &#xA9; Alumni SMA 1 Jember 2010 </copyright>
		<managingEditor>ikhlasulamal@yahoo.com (Alumni SMA 1 Jember)</managingEditor>
		<webMaster>ikhlasulamal@yahoo.com (Alumni SMA 1 Jember)</webMaster>
		<category>posts</category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Alumni Berkisah tentang Jember</itunes:summary>
		<itunes:author>Alumni SMA 1 Jember</itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name>Alumni SMA 1 Jember</itunes:name>
			<itunes:email>ikhlasulamal@yahoo.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://sma1jember.info/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://sma1jember.info/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Alumni SMA 1 Jember</title>
			<link>http://sma1jember.info</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Usia Jember Lebih Tua daripada Surabaya</title>
		<link>http://sma1jember.info/2011/04/usia-jember-lebih-tua-daripada-surabaya/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2011/04/usia-jember-lebih-tua-daripada-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 01:11:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jember, rek!]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[jember]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seruji]]></category>
		<category><![CDATA[tembakau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Fakta yang mengejutkan&#8230; eh fakta bukan ya&#8230; dari http://beritajatim.com/detailnews.php/6/Politik_&#38;_Pemerintahan/2011-04-04/97181/Usia_Jember_Lebih_Tua_daripada_Surabaya Senin, 04 April 2011 08:30:22 WIB Reporter : Oryza A. Wirawan Jember (beritajatim.com) &#8211; Usia Kabupaten Jember diperkirakan lebih tua daripada usia Kota Surabaya. Ada situs yang menyatakan Jember mulai ada di tahun 1088. Ihwal tahun kelahiran Jember ini tertera di situs prasasti Congapan yang berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fakta yang mengejutkan&#8230; eh fakta bukan ya&#8230;</p>

<p>dari http://beritajatim.com/detailnews.php/6/Politik_&amp;_Pemerintahan/2011-04-04/97181/Usia_Jember_Lebih_Tua_daripada_Surabaya</p>

<p><span>Senin, 04 April 2011 08:30:22 WIB
</span> Reporter :                 Oryza A. Wirawan</p>

<p><strong>Jember (beritajatim.com)</strong> &#8211; Usia  Kabupaten Jember diperkirakan lebih tua daripada usia Kota Surabaya. Ada  situs yang menyatakan Jember mulai ada di tahun 1088.</p>

<p>Ihwal tahun kelahiran Jember ini tertera di situs prasasti Congapan  yang berada di Desa Karangbayat Kecamatan Sumbersari. &#8220;Di situ tertulis  &#8216;tlah sanak pangilanku&#8217; yang artinya tahun 1088,&#8221; kata Didik  Purbandriyo, Koordinator Balai Pelestarian Peninggalan Purbakal  Kementerian Budaya dan Pariwisata.</p>

<p>Jika ini menjadi acuan, maka usia Jember saat ini mencapai 923 tahun.  Bandingkan dengan Surabaya yang berusia sekitar tujuh abad. Namun,  tidak seperti Surabaya yang dipastikan tanggal berdirinya pada 31 Mei,  masih sulit mengidentifikasi tanggal pasti lahirnya Jember.</p>

<p>Kendati sudah ada prasasti Congapan yang mengonfirmasi tahun  tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember lebih memilih menggunakan  staatsblad nomor 322 tentang Bestuurshervorming, Decentralisastie,  Regentschappen Oost Java. Pengesahnya adalah Gubernur Jenderal De  Graeff. Di situ disebutkan, status Jember ditingkatkan dari afdeeling  menjadi regentschap, per 1 Januari 1929. Regentschap setara dengan  kabupaten. Inilah yang kemudian dijadikan acuan tanggal lahir Jember.</p>

<p>Didik tidak tahu persis kenapa tahun lahir bikinan Belanda itu yang  dijadikan acuan. Yang terang, di Jember ada banyak situs yang  menunjukkan usia Jember sudah sangat tua.</p>

<p>&#8220;Kalau dilihat di kitab Negara Kertagama, Jember hanya perlintasan  turne (perjalanan) Hayam Wuruk ke daerah selatan,&#8221; kata Didik.</p>

<p>Kelurahan Mangli dulu juga kerajaan kecil di bawah Blambangan.  &#8220;Perang Sadeng yang termasyhur itu juga diperkirakan terjadi di daerah  Kecamatan Balung sekarang. Perang Sadeng kemungkinan ada di sana, karena  di Balung sampai Kecamatan Semboro ada temuan benteng,&#8221; kata Didik. <strong>[wir]</strong></p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=415&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2011/04/usia-jember-lebih-tua-daripada-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikit Jejak Sejarah Pahlawan Jember</title>
		<link>http://sma1jember.info/2011/02/sedikit-jejak-sejarah-pahlawan-jember/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2011/02/sedikit-jejak-sejarah-pahlawan-jember/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 02:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jember, rek!]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Rizal]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jember]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seruji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin bosen ya baca postinganku tentang sejarah Jember, tapi ya gimana lagi, aku suka banget belajar sejarah, meskipun gak kuliah di Ilmu sejarah&#8230; Apalagi itu soal sejarah hal-hal yang dekat dengan kita.. sejarah Jember misalnya. Nah mumpung baru Februari kemarin sempat pulang ke Jember, ya tak mangfaatken,,(yang bener manpaatkan, munfaatkan atau manfaatkan ya..) untk napak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin bosen ya baca postinganku tentang sejarah Jember, tapi ya gimana lagi, aku suka banget belajar sejarah, meskipun gak kuliah di Ilmu sejarah&#8230; Apalagi itu soal sejarah hal-hal yang dekat dengan kita.. sejarah Jember misalnya. Nah mumpung baru Februari kemarin sempat pulang ke Jember, ya tak mangfaatken,,(yang bener manpaatkan, munfaatkan atau manfaatkan ya..) untk napak tilas tempat-tempat yang bersejarah.. Yuk mulai ceritanya.</p>

<p><a href="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/02/DSCF4183.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-401" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/02/DSCF4183-225x300.jpg" alt="Achmad Rizal van Patrang" width="225" height="300" /></a> Nah , kalo memasuki Kota Jember dari arah Surabaya, pasti ketemu sama patung ini (Kecuali naik Kereta Api).. letaknya pas diujung doubleway, jalan Hayam Wuruk, Kaliwates Jember. Taruhan deh.. gak banyak yang tahu ini sebenarnya patung siapa dan dalam rangka apa dan kenapa kok menunjuknya ke arah Timur.. Kok gak ngacung ke atas, kok gak mengacung pake 3 jari.. Metal &#8230; atau jari tengah he..he.. sing iki saru  <img src='http://sma1jember.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>

<p>Lah kenapa kok pake ngerangkul temannya yang terlihat terluka, kok gak berpelukan kayak teletubbies.. dan banyak pertanyaan kenapa yang lain.. Tapi itu kan buat orang yang kritis.. tapi juga buat orang yang kurang kerjaan kayak aku.</p>

<p>Kalo patung ini didekati, tidak ada informasi satupun yang tersisa di prasasti di bawah patung. jang kosong, cuma marmer hitam tanpa tulisan apapun&#8230;. sumpah deh..kalo gak percaya lihat nih di foto berikutnya.</p>

<p>Lho, terus buat apa bikin patung terus gak ada penanda/informasi satupun tentang maksud monumen itu didirikan, mestinya kan ada imfo-nya, jadi gak cuma jadi penghias jalan, tapi jadi bahan untuk dikenang warga Jember.</p>

<p><span id="more-400"></span></p>

<p>Beruntung sekali aku sempat membaca prasasti monumen yang mulai usang itu pada jaman dahulu kala he..he&#8230;</p>

<p><a href="../wp-content/uploads/2011/02/DSCF4185.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-402" src="../wp-content/uploads/2011/02/DSCF4185-225x300.jpg" alt="Achmad Rizal van Patrang" width="225" height="300" /></a></p>

<p>Aku lupa kapan tepatnya membaca prasasti sebelum lenyap seperti saat ini. Tapi yang aku ingat, monumen di ujung doubleway Jember ini dalam rangka mengenang gugurnya Letkol Moch Serudji dan dr Soebandi di Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbul Sari, tanggal 8 Februari 1949.  Ini sekaligus menjawab beberapa pertanyaan di atas,patungnya ada 2 orang menunjukkan 2 pejuang itu.. yang katanya sih beliau gugur hampir bersamaan.</p>

<p>Tangan yang menunjuk ke arah Timur untuk menunjukkan tempat dimana beliau berdua gugur, di dekat Gunung Mumbul. yang membentang di sebleh Timur Kota Jember.</p>

<p>Nah, pertanyaan berikutnya, dimana Beliau berdua dimakamkan?.. Aku dulu curiga makam beliau berdua di pemakaman umum di Kaliwates, beberapa meter dari lokasi Patung berada, makanya aku dulu sempat blusukan mencari makamnya..:) orang yang aneh he..he.. eh ternyata bukan disitu makamnya ..tertipu aku ..</p>

<p>Makam Letkol M Serudji terletak di daerah Patrang, masuk Kelurahan Jember Lor, kalau dari Jl Sudirman, masuk ke Jalan Belimbing, nanti ada TPU Kreyongan, atau bisa dari Jalan Jambu, deket Tepbek, makam Beliau di atas Bukit dengan cungkup yang lumayan menonjol dibanding makam yang lain.</p>

<p><a href="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/02/DSCF4171.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-403" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/02/DSCF4171-300x225.jpg" alt="Achmad Rizal van Patrang" width="300" height="225" /></a></p>

<p>Pertama kali mengunjungi makam ini bulan Agustus 1992, saat akan memulai kegiatan Nalasud (Napak Tilas Letkol Moh Sroedji) yang diadakan oleh Pramuka UNEJ. Nah nama Ambalan dan Racana Pramuka UNEJ untuk Putra diambil dari nama Brigade Damarwulan pimpinan Letkol M Sroedji (Untuk putri nama ambalan/racananya Srikandi).</p>

<p>Dulu sebelum tahu ini makam Letkol Moch Sroedji ini, aku sudah biasa modar-mandir di pemakaman ini, biasanya dalam rangka mencari jangrik atau ngejar layangan <img src='http://sma1jember.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>

<p>Nah sekarang menginjak ke tokoh Pahlawan yang kedua yaitu dr Soebandi yang namanya diabadikan sebagai nama RSUD dr Soebandi di Patrang.</p>

<p><a href="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/02/DSCF4180.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-404" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/02/DSCF4180-225x300.jpg" alt="Achmad Rizal van patrang" width="225" height="300" /></a> Makam dr Soebandi ada di urutan 2 di TMP Baratan, Jember, di sebelah Brigdjen Pit Soendoro, yang meninggal sekitar tahun 71. Nah ini masalah lagi, padahal kan dr Soebandi gugur tahun 1949, kok makamnya urutan kedua. Jadi aku curiga, Beliau ini awalnya tidak dimakamkan di TMP tapi di tempat lain baru kemudian dipindahkan ke TMP.</p>

<p>Iya, mungkin kasusnya sama dengan Almarhum kakekku yang meninggal di satu pertempuran di Pamekasan kemudian baru beberapa tahun kemudian dipindahkan jasadnya ke TMP Panglegur di Pamekasan. Kakekku namanya Sersan Misrul, namanya diabadikan sebagai salah satu jalan di Pamekasan.</p>

<p><a href="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/02/DSCF41761.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-406" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/02/DSCF41761-225x300.jpg" alt="Achmad Rizal van Patrang" width="225" height="300" /></a>Pusara dr Soebandi tampak tidak terawat, informasinya juga tidak lengkap, sehingga kalo hanya melihat makamnya orang tidak bisa tahu kapan meninggalnya. Atau mungkin data lengkapnya tersedia di kantor di depan TMP ya?</p>

<p>Sayang sekali kalo orang Jember sendiri tidak paham akan sejarahnya sendiri, kalo gak masyarakat jember sendiri sopo maneh yang akan menghargai jasa pahlawan Jember.</p>

<p>Ohya, aku napak tilas ini dianter sama keponakanku yang kuliah di UNEJ&#8230; dia heran dan baru tahu tentang hal-hal yang kutunjukkan padanya&#8230; la wong Om-nya emang orang kurang kerjaan.. <img src='http://sma1jember.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=400&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2011/02/sedikit-jejak-sejarah-pahlawan-jember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Palagan Jumerto, Saksi Perjuangan Rakyat Jember</title>
		<link>http://sma1jember.info/2011/01/palagan-jumerto-saksi-perjuangan-rakyat-jember/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2011/01/palagan-jumerto-saksi-perjuangan-rakyat-jember/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 03:15:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jember, rek!]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Rizal]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jember]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[Tulsan ini mungkin masih berkaitan dengan tulisanku yang lama tahun 2008 Desa Jumerto, Patrang, Jember, menyimpan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan NKRI. Tiga belas anggota Brimob dan 20 warga setempat tewas karena ditembus peluru pasukan Cakra dari KNIL Belanda yang berniat menduduki Indonesia. Monumen Palagan Jumerto yang berdiri di depan Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang, tetap kukuh. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulsan ini mungkin masih berkaitan dengan <a href="http://sma1jember.info/2007/11/hari-pahlawan-pahlawan-pahlawan-lokal-jember/">tulisanku yang lama tahun 2008 </a></p>

<p>Desa Jumerto, Patrang, Jember, menyimpan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan NKRI. Tiga belas anggota Brimob dan 20 warga setempat tewas karena ditembus peluru pasukan Cakra dari KNIL Belanda yang berniat menduduki Indonesia.
<a href="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/01/Monumen1.jpg"><img class="size-medium wp-image-381 alignright" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/01/Monumen1-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>
Monumen Palagan Jumerto yang berdiri di depan Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang, tetap kukuh. Deretan nama 13 anggota Brimob Polri dan 20 warga setempat tertulis jelas pada monumen yang diresmikan 1 Juli 1984 oleh Kapolda Jawa Timur saat itu, Mayjen Polisi Soedarmadji.</p>

<p>Kapolres Jember saat itu, Letkol Polisi H Soemardiono, juga tertulis di monumen tersebut. Dua bambu runcing, logo Brimob, logo Polri, serta logo Polda Jatim, pun terpampang di monumen bersejarah tersebut.</p>

<p>Tidak banyak yang tahu sejarah monumen setinggi 10 meter tersebut. Para saksi mata peristiwa maut itu sudah tiada. Kini tinggal anak dan para cucu saksi mata yang tetap mengenang sejarah kepahlawanan 13 anggota Brimob dan 20 warga Jumerto tersebut.</p>

<p>Suhadi, salah seorang warga Ju­merto, menyatakan mendapatkan cerita kepahlawanan itu dari Abdarullah, ayahnya yang meninggal lima bulan lalu. Dia kemudian men­ceritakan peristiwa Palagan Jumerto. Kejadian tersebut bermula dari kedatangan 13 anggota Brimob yang mendapatkan tugas patroli keliling Jawa Timur (Jatim).</p>

<p>&#8220;Tiga belas anggota Brimob itu baru datang dari perjalanan panjang,&#8221; kata Suhadi. Sebelum menginap di Desa Jumerto, mereka menempuh perjalanan dari Lumajang, Malang, dan Blitar. &#8220;Ayah saya lupa harinya. Saat itu 1949,&#8221; tambahnya.</p>

<p><span id="more-380"></span></p>

<p>Lebih lanjut dia bercerita, karena sudah kelelahan, mereka memutuskan bermalam di Desa Jumerto. &#8220;Ketika sampai di Desa Jumerto, mereka bertemu Pak Yakub (salah satu warga),&#8221; tuturnya.</p>

<p><a href="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/01/Monumen2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-383" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/01/Monumen2-280x300.jpg" alt="" width="280" height="300" /></a>Saat ketemu Pak Yakub, salah seorang anggota Brimob memin­ta ditunjukkan rumah kepala de­sa. Memang, selama perja­lanan, mereka pasti mampir di rumah perangkat desa setempat. Termasuk saat datang ke Desa Jumerto. &#8220;Oleh Pak Yakub, mere­ka diajak ke rumah sesepuh desa bernama Pak Asmar,&#8221; ujarnya. Pak Asmar merupakan kakek Suhadi.</p>

<p>Nah, saat itulah KNIL -tentara bentukan Belanda- ternyata juga datang ke Desa Jumerto. Mereka membagi-bagikan gula untuk mengambil hati warga Jember. Kedatangan tentara KNIL tersebut tidak disadari anggota Brimob.</p>

<p>Paginya, tentara KNIL yang bersenjata lengkap langsung me­nyerbu 13 anggota Brimob yang sedang beristirahat. Mendapatkan serangan tiba-tiba, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka dengan mudah dihabisi.</p>

<p>Ratusan warga yang berniat me­­nolong akhirnya juga menjadi korban. Setidaknya 20 warga Desa Jumerto tewas karena di­tembus peluru tentara KNIL. Abdurra, anak Pak Asmar yang mengantarkan anggota Brimob, juga tertembak. Padahal, saat itu Abdurra berniat merawat anggota Brimob yang gugur.
<a href="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/01/Daftar.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-382" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2011/01/Daftar-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>
Menurut kesaksian Bpk Asmar selain korban dari Brimob 13 anggota yang gugur dan rakyat 20 orang yang meninggal serta korban penganiayaan dan perkosaan, di pihak Belanda juga banyak yang tewas karena pada saat itu ada seorang warga yang ditanya oleh pasukan Belanda dimana tempat persembunyian pasukan Brimob, mereka menunjukan ke arah tentara Belanda sehingga terjadi tembak menembak sesama pasukan Belanda dari kesalah pahaman ini, banyak pasukan Belanda yang tewas tetapi jumlahnya tidak diketahui dengan pasti sampai sekarang.</p>

<p>Sumber :</p>

<p><a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;rid=99342">http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;rid=99342</a></p>

<p><a href="http://fendyaditiya.wordpress.com/2008/09/07/palagan-jumerto-monumen-yang-terpinggirkan/">http://fendyaditiya.wordpress.com/2008/09/07/palagan-jumerto-monumen-yang-terpinggirkan/</a></p>

<p>Jika berminat mengunjungi monumen ini, bisa ke perempatan Slawu, terus ke timur arah Jumerto. Kira-kira 4 km sampai ke depan Monumen yang berdekatan dengan Balai Desa Jumerto dan Masjid Syuhada.</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=380&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2011/01/palagan-jumerto-saksi-perjuangan-rakyat-jember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SALAH SEBUT DI PATRANG</title>
		<link>http://sma1jember.info/2010/03/salah-sebut-di-patrang/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2010/03/salah-sebut-di-patrang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:34:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jember, rek!]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Rizal]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jember]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Kebetulan bulan Januari 2010 kemarin, aku berkesempatan untuk jalan-jalan ke Palembang, Sumatera Selatan. Selain Jembatan Ampera-nya yang membentang diatas sungai Musi, pempek dan durennya ada hal lain yang membuat aku terkesan. Di Palembang, jalan-jalan protokol dinamakan dengan nama-nama terasa asing bagi orang yang baru menginjakkan kaki di Palembang. Beberapa nama jalan itu misalnya Jalan Kapten [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebetulan bulan Januari 2010 kemarin, aku berkesempatan untuk jalan-jalan ke<a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=2046371&amp;id=1000298462"> Palembang, Sumatera Selatan</a>. Selain Jembatan Ampera-nya yang membentang diatas sungai Musi, pempek dan durennya ada hal lain yang membuat aku terkesan. Di Palembang, jalan-jalan protokol dinamakan dengan nama-nama terasa asing bagi orang yang baru menginjakkan kaki di Palembang. Beberapa nama jalan itu misalnya Jalan Kapten Rivai, Jalan Mayor Ruslan, Jalan Mayor Salim, Jalan Ki Ronggo Wirosentiko, Jalan Kapten Anwar Sosro, Jalan Letnan Dua Rozak dan masih banyak nama jalan lain yang menggunakan nama orang yang aku gak kenal. Dari bincang-bincang dengan teman yang tinggal di Palembang barulah aku ‘ngeh’ bahwa  nama-nama yang dipampang di jalan-jalan di kota Palembang terkait dengan peristiwa <a title="5 hari di Palembang" href="http://lianaindonesia.wordpress.com/2006/11/09/jejak-sejarah-pertempuran-5-hari-5-malam/" target="_blank">Pertempuran 5 Hari Palembang yang heroik di 1-5 Januari 1947</a>.</p>

<p>Dibandingkan di Jember sebenarnya tidak terlalu istimewa, karena di Jember juga ada Jalan M Seruji, Jalan dr Subandi, JalanR Sudarman..tapi di Jember cuma sedikit sedangkan di Palembang..beuh.. banyak banget <img src='http://sma1jember.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-357"></span></p>

<p>Awal Maret kemarin, Alhamdulillah ada kesempatan pulang kampung sambil menunaikan tugas dari kantor eh.. salah menunaikan tugas dari kantor sekalian pulang kampung. Seperti biasa dari Bandung naik Turangga dari Stasiun Hall jam 7 malam kemudian dilanjutkan dengan MutiaraTimur dari Stasiun Gubeng jam 9.15 keesokan harinya. Sampai di Jember sekitar jam 1 siang. Dari Stasiun Jember, aku naik becak supaya leluasa menikmati pemandangan dari Stasiun Jember sampai rumahku di Patrang. Awalnya tidak ada yang mengganggu, tapi di daerah Jalan Muh Seruji, di sebelah bekas Kampus Prodi Keperawatan UNEJ ada yang mengganggu mataku. Ada tulisan nama Jalan KH.Moch  Seruji.. makgubraak&#8230;.</p>

<p><a href="http://arl.blog.ittelkom.ac.id/blog/short-cv/"><img class="alignleft size-medium wp-image-358" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2010/03/khmseruji-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>

<p>Walah.. kok KH. Moch. Seruji&#8230;. loh emang kalo ada nama Mochammad, harus Kyai Haji? Dan yang lebih parah lagi, nama jalan ini merupakan nama resmi lengkap dengan kode posnya, artinya pihak Pemda-pun tidak tahu lagi siapa itu Moch. Seruji.</p>

<p>Moch. Seruji atau nama lengkapnya Letkol Mokh Seruji (<a title="TNI Hijrah" href="/Users/endang/Documents/Pribadi/SejarahJEmber/Buku%20Sekitar%20Hijrah%20TNI.htm">Dalam buku “Sekitar TNI Hijrah” terbitan Dinas Sejarah Militer Angkatan Darat tahun 1982</a>) merupakan Komandan Brigade Damarwulan, yang gugur di Desa Karang Kedawung, Mumbulsari, 8 Februari 1949. Saking populernya beliau sampai namanya tidak hanya diabadikan di Jember, tapi juga dipakai sebagai nama jalan di Situbondo (daerah Patokan), di Lumajang (Kecamatan Kota), di Kediri (daerah Gurah), dan di beberapa tempat di Jember (Patrang, Gambirono dan kalo tidak salah di Panti juga ada jalan Seruji). Nama beliau tidak hanya dipakai sebagai nama jalan tapi juga nama Universitas. Selain Univ. Mochammad Seruji di Jember, setahuku juga ada <a title="univ seruji lumajang" href="http://www.pdp.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=909">Univ. M Seruji di Lumajang </a>(Omdhe.. bener gak?&#8230;).. Nah lo…<a href="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2010/03/PSPer1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-360" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2010/03/PSPer1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>

<p>Terlepas Beliau (Letkol M Seruji ) kelahiran Jember atau bukan (yang ini jelas aku gak tahu, harus pergi ke makam beliau di Kreoyang kalo pengen tahu beliau kelahiran mana) rasanya jasa-jasanya tidak boleh dilupakan begitu saja. Katanya sih bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, mosok jasa Moch Seruji dilupakan begitu saja oleh orang Jember. Katanya juga Pemda Jember tidak berniat mendirikan monumen Moch Seruji seperti halnya Monumen Gerbong Maut di Bondowoso (<a title="Usulan Monumen Moch Seruji" href="http://www.mediaindonesia.com/citizen_read/224" target="_blank">Media Indonesia, Rabu, 28 Oktober 2009, ditulis <strong>Marlutfi Yoandinas</strong></a>). Mungkin Patung Moch Seruji di depan kantor Pemkab Jember dianggap cukup menjadi bukti penghargaan buat beliau?&#8230;.<a title="Sejarah Jember" href="http://blogjember.blogspot.com/2009/01/jember-dulu-dan-sekarang.html"><img class="alignleft size-full wp-image-361" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2010/03/image63.png" alt="achmad Rizal" width="148" height="99" /></a></p>

<p>Sebagai pribadi aku mengusulkan adanya muatan lokal di SD tentang Jember, baik secara histori maupun geografi. Mosok wong Jember gak tahu berapa jumlah kecamatan di Jember,  gak tahu potensi di Jember apa saja, objek wisata di Jember apa aja. Seingatku jaman kelas 3 SD dulu sempat ada mata pelajaran Mata Angin, yang isinya pengetahuan  tentang Jember. Bukunya tipis, covernya warna hijau dengan lambang Kabupaten Jember. Di dalamnya ada peta Kabupaten Jember,  gunung-gunung yang ada di wilayah Jember, potensi tiap kecamatan dan lain-lain. Nah, apa sekarang masih ada mata pelajaran itu ya?&#8230;.</p>

<p>Nah..kalo sekarang saja Letkol Moch Seruji diubah jadi KH Moch Seruji, aku kuatir Letkol Slamet Riyadi (kebetulan di Jember juga ada Jalan Slamet Riyadi dan kebetulan di Patrang) nanti ditulis dengan Jl. KH. Slamet Riyadi.. padahal <a title="slamet riyadi" href="http://permesta.8m.net/relates/artikel_kawilarang_Kehormatan_Kopassus.html" target="_blank">Letkol Slamet Riyadi yang gugur di Fort Victoria di Ambon dalam rangka memberantas RMS</a> nama lengkapnya adalah Ignatius Slamet Riyadi&#8230; Opo tumon KH Ignatius Slamet Riyadi &#8230;</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=357&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2010/03/salah-sebut-di-patrang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jeneng Kelas di SMA 1 Jember</title>
		<link>http://sma1jember.info/2009/12/jeneng-kelas-di-sma-1-jember/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2009/12/jeneng-kelas-di-sma-1-jember/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 04:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Rizal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Gak salah kalo jaman SMA itu dikatakan jaman yang paling menyenangkan, soalnya sekolah masih nyantai, boleh gak terlalu serius dan ketemu teman-teman seumur yang lagi lucu-lucunya. Kegiatannya selain belajar pasti maen bareng genk atau teman sekelas. Dengan motivasi meningkatkan kekompakan teman-teman sekelas biasanya  kelasnya dikasih nama yang seru-seru yang mencerminkan jiwa atau semangat kelas. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gak salah kalo jaman SMA itu dikatakan jaman yang paling menyenangkan, soalnya sekolah masih nyantai, boleh gak terlalu serius dan ketemu teman-teman seumur yang lagi lucu-lucunya. Kegiatannya selain belajar pasti maen bareng genk atau teman sekelas. Dengan motivasi meningkatkan kekompakan teman-teman sekelas biasanya  kelasnya dikasih nama yang seru-seru yang mencerminkan jiwa atau semangat kelas.</p>

<p>Di tulisan ini Aku pengen sharing tentang obrolanku dengan Cak ekoz, salah satu penggiat Blog SMA 1 Jember ini yang terkenal dengan daya ingatnya yang Ruuuarrr Biaaasa tentang  beberapa nama kelas yang sempat atau masih diingatnya. Obrolan ini sebenarnya kami lakukan pas bulan Ramadhan tahun 2008, cuma gak sempat ditulis untuk disebar lewat blog ini mengingat betapa malasnya diriku. Tapi membaca koment Cak Eko yang dengan memelas di posting  “<a title="Permanent Link to Selamat Berulang Tahun Kesepuluh, Milis 1988" href="../2009/11/milis-1988/"><strong>Selamat Berulang Tahun Kesepuluh, Milis 1988</strong></a>”, diriku jadi tergerak untuk nulis&#8230;</p>

<p><span id="more-336"></span></p>

<p>Beberapa nama kelas angkatan 88 misalnya:</p>

<p>Chernobyl Tribes &#8211;&gt; Children Biologi Three is the Best, asli singkatane mekso, kenapa Chernobil? Mungkin karena terinspirasi reaktor nuklir Chernobil di Rusia yang bocor tahun 80-an.</p>

<p>MIRAGE         &#8211;&gt; Kami rakyat Biologi Empat (iki asli singkatane lebih mekso)</p>

<p>KROKUS        &#8211;&gt; Bio satu (kayaknya Cak Eko lupa nih singkatannya apa.. tumben lali wong iki ) tapi dari perkenalnnya <a href="http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&amp;gid=54076375930#/topic.php?uid=54076375930&amp;topic=8419">Cak Faiz</a> aku dapat info singkatannya Kelompok Remaja Ogah Ketinggalan Urusan Sekolah, sungguh nama yang indah dan mencerminkan pribadi yang rajin belajar, baik hatidan tidak sombong.</p>

<p>Gymcata         &#8211;&gt; Generasi Muda fisika Tiga (ini singkatannya agak nyambung dikit)</p>

<p>Warsinem     &#8211;&gt; Warga Siji Enem, nama kelas ini begitu sederhana dan me-Indonesia, Warsinem koncone Painem dan Poniyem ..he..he&#8230;</p>

<p>Silicon         &#8211;&gt; SIji LImo CONnection, &#8230; asli singkatan yang cerdas dan cermat he..he.. meskipun jare Cak Ekoz sering di plesetkan jadi Silih-Silihan Kon**** he..he.. sungguh perbuatan yang hina he.he..</p>

<p><img class="alignnone size-full wp-image-337" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2009/12/test.jpg" alt="BeMySelf Fisika '93" width="604" height="453" /></p>

<p>Kalo yang aku ingat dan pernah baca  ada beberapa nama kelas, misalnya :</p>

<p>Wildcat &#8211;&gt; Fisika 1 ’94 ,  ini bukan singkatan, tapi nama aja (apa anak-anaknya kayak kucing garong ya?&#8230;.. )</p>

<p>Be My Self  &#8211;&gt; Fisika 1 ’93, jaketnya sempat nongol di <a href="http://www.facebook.com/home.php?#/photo.php?pid=30087251&amp;op=2&amp;o=all&amp;view=all&amp;subj=54076375930&amp;aid=-1&amp;oid=54076375930&amp;id=1298031323">facebook</a></p>

<p>kinetic  &#8211;&gt; kind generation of third physic, kelas <a href="http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&amp;gid=54076375930#/topic.php?uid=54076375930&amp;topic=8419">Cak Priyo Agricoach</a></p>

<p>Tazmania &#8211;&gt; Fisika Tiga Mania, angkatan 93 ya…</p>

<p>Gravitasie &#8211;&gt; kelasnya Cak Ivan angkatan ’88 , fisika berapa Cak ?</p>

<p>RASTA= Rombongan Arek Sosial Top Abis, 3S-1 angkatan 2008, yang katanya <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1234144770">PowAnk</a> jaketnya keren abis</p>

<p>PenthaPhy) &#8211;&gt; 2IPA5 tahun’e kapan ya Cak <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1434677634">Rico Ananto</a></p>

<p>Wis ah contone wis akeh, sekarang gantian lakone cerito jeneng kelase dewe he..he..jreeeeng&#8230;</p>

<p>Kalo aku dulu dikelas Fisika 3 jadi namanya susah deh bikn yang pas, akhirnya dengan inisiatip pribadi Aku mengusulkan nama FISTELEK singkatan dari FISIKA TELU REK!! Nah Fisika Telu Rek ini masih ada singkatannya lagi Teler Endel Lucu dan Umek tapi Rajin Enerjik Kreatif, pokok mekso banget tapi yang penting cukup untuk menunjukkan sifat kelasnya yang arek-arek’e umek dan endel tapi tetep rajin dan kreatif, buktinya kelas kami pernah kami cat dengan warna hijau lumut kayak Rumah Sakit DKT dan meja kami jadikan buku catetan buat persiapan ulangan he..he..(nakal kok bangga&#8230;. perbuatan yang aneh)</p>

<p>Apa semua setuju dengan nama itu? Jelas tidak.. protes dan unjuk rasa hadir ke diriku atas usulan nama kelas yang sangat kereen itu&#8230; tapi karena tidak ada nama lain yang diusulkan tetep wae nama itu yang dipakai meskipun dengan hati yang tidak ikhlas dari beberapa warga kelas. Untunya kami gak sempat bikin jaket kelas, kebayang ada tulisan Telek di jaket    he..he..</p>

<p>Nah hayo Cak,Mbak,Dik, Rek&#8230; jeneng kelasmu opo? Ceritane yaopo&#8230; yuk cerita disini..</p>

<p>Dari Achmad Rizal, warga FISTELEK ‘94, Fisika Telu Rek, Teler Endel Lucu dan Umek tapi Rajin Enerjik dan Kreatip he..he.. jan mekso tenan</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=336&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2009/12/jeneng-kelas-di-sma-1-jember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bernostalgia di Jember Klinik</title>
		<link>http://sma1jember.info/2009/12/jember-klinik/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2009/12/jember-klinik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 00:28:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jember, rek!]]></category>
		<category><![CDATA[jember]]></category>
		<category><![CDATA[klinik]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[smp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Jika pada kesempatan mudik lebaran tahun ini, akhir September lalu, saya berkesempatan pulang ke &#8220;tanah kelahiran&#8221; Balung, kecamatan di sebelah selatan Kab. Jember, dan tidak sempat berkunjung ke Kota Jember yang kian ramai, bulan November lalu sebaliknya: datang dan menginap di Kota Jember dan tidak sempat menjenguk Balung. Seperti biasa, ini bagian dari acara perjalanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika pada kesempatan mudik lebaran tahun ini, akhir September lalu,
saya berkesempatan pulang ke &#8220;tanah kelahiran&#8221; Balung, kecamatan di
sebelah selatan Kab. Jember, dan tidak sempat berkunjung ke Kota
Jember yang kian ramai, bulan November lalu sebaliknya: datang dan
menginap di Kota Jember dan tidak sempat menjenguk Balung.</p>

<p>Seperti biasa, ini bagian dari acara perjalanan dinas ke Surabaya,
saya tumpangi dengan melanjutkan ke Jember karena nenek sedang
dirawat inap di Rumah Sakit Jember Klinik. Dengan keyakinan
mengingat perjalanan Surabaya-Jember sejak zaman kuliah, santai saja
saya naiki bus Akas jurusan Jember dari Terminal Purabaya,
Surabaya/Sidoarjo, pada pukul 17.30, dan sampai di Terminal
Tawangalun Jember, sekitar pukul 22. Taksi selanjutnya mengantarkan saya
hingga di R.S. Jember Klinik, yang di beberapa spot saya lihat
disingkat JeKlin.</p>

<p><span id="more-331"></span></p>

<p>Selama masa sekolah lanjutan pertama saya pernah beberapa kali ikut
menginap di sana, sewaktu almarhum ayah dirawat, ibu, dan jika tidak
salah bude juga. Karena waktu itu saya sudah kos di Jember dan
Jember Klinik tidak jauh dari SMP Negeri&nbsp;3 tempat saya
bersekolah, menjenguk keluarga yang sedang diopname menjadi kegiatan
rutin yang mudah.</p>

<p>Saya telepon keluarga di Balung, <q>Apa sekarang masih ada waktu
besuk (<i>bezoek</i>) seperti dulu di Jember Klinik?</q> Adik ipar
saya menegaskan hal itu tidak ada lagi, malah ditambahi &#8220;jawaban
politis&#8221; oleh adik saya, <q>Sejak reformasi, hal-hal seperti itu
sudah tidak ada lagi. Langsung saja datang dan masuk.</q></p>

<p>Benarlah, sampai di sana, saya langsung memindai daftar pasien,
menuju gedung yang dimaksud, cukup bertanya kepada seorang suster
jaga di meja resepsionis, dan ketemu kamar rawat nenek. Semalam saya
tinggal di sana bersama anggota Keluarga Balung yang memang menjaga
nenek. Keesokan pagi, sambil menelusuri beberapa bagian rumah sakit,
saya jadi membanding-bandingkan dengan pengalaman di masa lalu.</p>

<p>Di akhir 1980-an lalu, saya ingat sering bertugas mengirimkan bahan
pakaian atau makanan karena praktis penjaga pasien tidak seleluasa
sekarang keluar-masuk rumah sakit. Teringat juga kantin di dalam
rumah sakit yang saat itu satu-satunya tempat jajan di dalam dan
bonus untuk saya jika sedang menginap adalah coklat favorit, Full
Cream buatan Welco. Saat itu belum ada Silver Queen atau Cadbury.</p>

<p>Pagi hari juga sangat hening saat itu, selain jumlah penjaga pasien
yang lebih sedikit, belum ada acara televisi di pagi hari.
Benar-benar Minggu yang &#8220;mencekam&#8221; jika saya sedang menginap di
sana; pulang ke tempat kos pun di sore hari, terkadang mengambil
arah memutar melewati Jalan Kartini, juga senyap.</p>

<p>Untuk merekam kenangan, saya potret bagian klasik yang tak akan
terlupakan dan masih juga dipertahankan sampai saat ini di bangunan
lama, yaitu pola pintu dan jendela. Dengan ukuran yang super-besar,
mengingatkan saya pada gaya klasik bangunan &#8220;peninggalan Belanda&#8221;,
di pagi hari saat para perawat membuka ventilasi tersebut adalah
nostalgia tersendiri.</p>

<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/4101905024/" title="Classic Patterns by Ikhlasul Amal, on Flickr"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2577/4101905024_d5cd7039d1.jpg" width="375" height="500" alt="Classic Patterns" /></a></p>

<p>Tidak lama kemudian terdengar aktivitas dari kompleks di sebelah
rumah sakit, oh ya&#8230; SMP Negeri&nbsp;2 yang juga klasik. Di jalanan
depan rumah sakit dan SMP tersebut saya kenang kebaikan teman-teman
SMP yang mengajak saya naik sepeda mereka, termasuk bertemu Cak
Bambang Lelono, tokoh sentral di lingkungan akademis SMP&nbsp;3.
(Saya belum pernah satu kelas dengan Bambang sejak SMP hingga SMA
dan benar-benar kenal dengan dia dimulai dari sepanjang perjalanan
bersepeda tsb.)</p>

<p>Beberapa jam kemudian saya sudah harus meninggalkan Jember dengan
kereta api, menuju Surabaya, kemudian bergabung dengan teman kembali
lagi ke Bandung. Praktis hanya sekitar dua belas jam di Jember, di
tempat yang sangat sempit, namun nostalgia dalam pikiran memaknai
lebih luas dari ruang nyata, lebih jauh dari waktu yang terasa cepat
lewat.</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=331&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2009/12/jember-klinik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KAMPANYE : &#8220;Carpak ler keleran..Carpak ler keleran&#8221;</title>
		<link>http://sma1jember.info/2009/03/kampanye-carpak-ler-kelerancarpak-ler-keleran/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2009/03/kampanye-carpak-ler-kelerancarpak-ler-keleran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 01:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekoz_guevara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[jember]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini (16/03) adalah awal dari masa kampanye terbuka (baca musim pawai,konvoi,dan kadang kala ada bonus rusuhnya juga), atau kampanye yang sangat Indonesia. Gegap gempita ,hura hura dan jauh dari esensinya. Sebenarnya telah beberapa saat kampanye parpol untuk pemilihan calon anggota legislatif berkelindan di sekitar. Dimulai dari berbagai iklan Gerindra yang sampai-sampai anakku yang terkecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2009/03/kampanye5.jpg" alt="kampanye terbuka (diambil dari detik.com)" width="518" height="383" class="alignleft size-full wp-image-256" />
Hari ini (16/03) adalah awal dari masa kampanye terbuka (baca musim pawai,konvoi,dan kadang kala ada bonus rusuhnya juga), atau kampanye yang sangat Indonesia. Gegap gempita ,hura hura dan jauh dari esensinya. Sebenarnya telah beberapa saat kampanye parpol untuk pemilihan calon anggota legislatif  berkelindan di sekitar. Dimulai dari berbagai iklan Gerindra yang sampai-sampai anakku yang terkecil apal banget dan selalu berkata lirih mendesah&#8230; <em>Ge-Rin-Dra</em> ..setiap wajah Prabowo yang tiba-tiba menjadi sosok sangat humanis dan pro rakyat ..muncul di televisi. Lalu disusul dengan iklan-iklan ”Hidup adalah Perbuatan” si Sutrisno Bachir, yang akhirnya jadi olok-olok dimana-mana&#8230; juga..iklan simultan sang Capres gagal&#8230;Rizal Malallaranggeng yang sebenarnya sangat bagus dari sisi penggambaran alam Indonesia tapi akhirnya dihentikan karena kehabisan ”energi”.., dan tentu saja iklan kontroversial Soeharto guru bangsa versi PKS itu. Kemudian dilanjutkan dengan bertebaran wajah-wajah para caleg dengan bentuk poster foto yang mungkin penggambaran terbaik wajah mereka selama  hidup mereka dengan segala slogan yang terkadang garing, bahkan cenderung menggelikan jikalau mereka tak terlalu pede untuk tampil sendiri maka dengan tanpa ijin mereka bisa menggandeng  Barack Obama ato David Beckham (biasanya favorit caleg Golkar) lantaran si spice boy itu punya nomer punggung ”23” saat maen di Real Madrid.  Disusul kemudian berbagai macam talkshow di TV yang kadang-kadang bikin perut mual dengan segala tingkah polah para caleg yang mencoba menjadi problem solver bagi semua masalah bangsa ini&#8230;dari soal Tambang sampai PKL, dari soal Kurs Rupiah sampai cara meningkatkan prestasi sepakbola Nasional. Dan off course,&#8230;itu semua hanya appetizer belaka&#8230;dan inilah..main Coursenya&#8230;kampanye terbuka dengan raungan motor yang  garang, goyang dahsyat para pedangdut yang lupa telah ada UU pornografi dan porno aksi dan juga pekik semangat yang terasa garing di telinga&#8230;tapi ya itulah&#8230;kampanye tanpa konvoi dan penyanyi dangdut ibarat sayur tanpa garam ,..hambar&#8230;.</p>

<p>Well aku gak akan cerita kampanye tahun ini.,,, aku mau share cerita kampanye masa silam. Sebagai anak kebun &#8230;yang masih teringat tentang keriuhan kampanye  menggelora adalah di tahun 1977, saat itu bapakku dadi Zijnder Pabrik di salah satu kebun di Glenmore Banyuwangi. Di masa itu dengan 3 partai yang tersisa PPP,GOLKAR dan PDI, tentu tak serriuh rendah sekarang. Aroma persaingan nyaris tak ada, Apalagi di kebun, tak satupun berani masang tanda gambar selain Golkar, wal hasil dimana-mana yang ditemui adalah gambar beringin,warna kuning dan gambar jari mengacungkan tanda Victory yang misti dibaca ”2” nomer urut Golkar. Pertemuan umum (kampanye terbuka) yang saya ikuti adalah saat Ibu Direktur Utama dan Bapak direktur utama PTP dari Jember kerso rawuh dan memberikan ”santiaji” kepada para kawulonya para buruh kebun di Glenmore, walau masih kecil moment itu sangat melekat di memoriku&#8230;malam itu kampanye diawali dengan tari-tarian penyambutan, lalu koor puja puji bagi pemerintah dan negara  dari paduan suara dadakan buruh kebun yang tentu saja pas-pasan penampilannya dan tentu saja santiaji dari ibu Dirut yang sangat piawai menggiring dengan setengah memaksa para karyawan untuk memilih GOLKAR pada Pemilu itu, pidato bahasa Indonesia diselipi bahasa Madura yang fasih itu juga ditimpali dengan yell yang digerakkan para <strong>”combe”</strong> yang membaur bersama karyawan di braak pertemuan kebun karet itu. <strong>”  Golkar Menang, Pancasila jaya,Pembangunan Terus”</strong> di ulang-ulang sampai saatnya si ibu turun pangung dan inilah kemudian yang diganti hiburan orkes melayu yang anehnya tak satupun berani membawakan lagu-lagu Rhoma Irama yang sebenarnya lagi ngetop saat itu kayak <em>”Penasaran”</em> dan <em>”Begadang” </em>tentu saja ada alasannya &#8230;para pemain orkes itu gak mau bunuh diri menyanyikan lagu-lagu si raja dangdut yang saat itu menjadi ikon partai pesaing Golkar, karena bisa menggulingkan periuk nasinya&#8230;.</p>

<p>Lima tahun kemudian 1982, tatkala aku sudah sekolah di Jember. Ritual kampanye pada waktu itu tetap menarik aku ikuti, mungkin lebih karena adanya keramaian sebagai tontonan daripada sebuah kesadaran untuk memahami dunia politik yang saat itu rasanya sama saja. Siang-siang itu aku ikut menggelosor di alun-alun kota jember yang dihadiri ratusan orang beratribut Banteng. Sama seperti kampanye 5 tahun sebelumnya, keriuhan kampanye terbuka selalu diawali dengan nyanyi, lalu pidato-pidato monotoon dengan intonasi jurkam yang dimiri miripkan suara Bung Karno dengan akhiran ”&#8230;ken ” yang khas,, dan diakhiri dengan peragaan mencoblos gambar banteng di spanduk besar oleh <strong>Soenawar Soekowati</strong> petinggi PDI dari Jakarta, aku inget sekali ikut berbaur berusaha mendekati si bapak berjas merah itu. Gemuruh massa emang bener-bener memantik adrenalin&#8230;wuiihhhh&#8230;Siang yang sangat sedappp.</p>

<p>Kampanye yang lebih dahsyat adalah kampanye akhir GOLKAR beberapa hari kemudian, siang itu rasanya alun-alun kota Jember gak bisa menampung gelombang peserta kampanye yang mengalir dari seantero kabupaten.Truk-truk perkebunan dengan karyawan yang berjejal memuntahkan orang-orang bekaos kuning dari baknya, para pedagang kagetan juga bederet-deret di sekitar alun-alun dari pedagang es tung-tung sampek penjual kacang rebus meraup rezeki dari keriuhan peserta kampanye. Suara riuh rendah yel penyemangat menyembur ke angkasa ..tetep dengan jargon yang sama ”Golkar Menang ,Pancasila Jaya,Pembangunan Terus”. Tapi yang menyedot perhatian khalayak siang terik itu adalah kemunculan sorang local hero,seorang <em>real leader</em> bahkan <strong>the real bupati of jember forever</strong></em>&#8230;.<strong>Bapak Abdoel Hadi.</strong> Beberapa hari sebelum kampanye akhir memang beredar isu dan desas-desus bahwa panutan yang dekat dengan rakyat itu berkampanye untuk PPP alias ”Ka’bah” dan tidak lagi bersama Golkar. Tentu saja ini berita besar, apalagi nama besar pak Doel Hadi ini ibarat magnet untuk mendulang suara (vote getter), jika benar pak Doel Hadi ikut PPP wah bisa kacau perolehan Golkar di daerah basis NU yang secara tradisional akan lebih cenderung memilih PPP sebagai partai fusi sejumlah partai islam apalagi tanda gambar Ka’bah sangat  mudah menarik minat rakyat yang ikut nyoblos. Golkar berusaha mematahkan itu dengan memunculkan Pak Abdoel Hadi di kampanye terakhir sekaligus menepis isu berpindahnya sang vote getter ke PPP. Maka dipenghujung kampanye dan Jurkam secara menggelora menyampaikan bahwa ada partai yang telah menghembuskan isu berpalingnya sang voe getter dari Golkar adalah isu sampah dan bohong alias <strong>”car pak ler kele ran”.</strong>.”<strong>kebohongan besar tak termaafkan”</strong>..maka seiring kemunculan Pak Abdoel Hadi ke panggung kampanye dan menyatakan masih tetap bersama GOLKAR &#8230;maka peserta kampanye berteriak histeris dengan meneriakkan hujatan kepada partai penyebar isu bahwa mereka adalah pembohong..maka&#8230;sore itu kampanye ditutup dengan yel-yel yang memekakkan telingga ” carpak ler ke leren..cerpek ler keleran..carpak lerkeleran”. Maka sepanjang perjalanan pulang ke Gebang maka tanpa sadar aku juga mengummankan   kata-kata ritmis ”carpak ler-keleran..carpak ler keleran..”&#8230;&#8230;..</p>

<p>So untuk tahun ini sampai 2014 nanti siapakah Caleg yang berjanji di saat kampanye dan mengingkarinya di saat menjabat akan disumpahi oleh pemilihnya dengan kata-kata ”carpak ler keleran”? Kita tunggu  saja&#8230;..</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=255&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2009/03/kampanye-carpak-ler-kelerancarpak-ler-keleran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

