<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Alumni SMA 1 Jember &#187; klinik</title>
	<atom:link href="http://sma1jember.info/tag/klinik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sma1jember.info</link>
	<description>Alumni Berkisah tentang Jember</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jan 2012 22:16:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<!-- podcast_generator="podPress/8.8" - maintenance_release="8.8.4" -->
		<copyright>Copyright &#xA9; Alumni SMA 1 Jember 2010 </copyright>
		<managingEditor>ikhlasulamal@yahoo.com (Alumni SMA 1 Jember)</managingEditor>
		<webMaster>ikhlasulamal@yahoo.com (Alumni SMA 1 Jember)</webMaster>
		<category>posts</category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Alumni Berkisah tentang Jember</itunes:summary>
		<itunes:author>Alumni SMA 1 Jember</itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name>Alumni SMA 1 Jember</itunes:name>
			<itunes:email>ikhlasulamal@yahoo.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://sma1jember.info/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://sma1jember.info/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Alumni SMA 1 Jember</title>
			<link>http://sma1jember.info</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Bernostalgia di Jember Klinik</title>
		<link>http://sma1jember.info/2009/12/jember-klinik/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2009/12/jember-klinik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 00:28:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jember, rek!]]></category>
		<category><![CDATA[jember]]></category>
		<category><![CDATA[klinik]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[smp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Jika pada kesempatan mudik lebaran tahun ini, akhir September lalu, saya berkesempatan pulang ke &#8220;tanah kelahiran&#8221; Balung, kecamatan di sebelah selatan Kab. Jember, dan tidak sempat berkunjung ke Kota Jember yang kian ramai, bulan November lalu sebaliknya: datang dan menginap di Kota Jember dan tidak sempat menjenguk Balung. Seperti biasa, ini bagian dari acara perjalanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika pada kesempatan mudik lebaran tahun ini, akhir September lalu,
saya berkesempatan pulang ke &#8220;tanah kelahiran&#8221; Balung, kecamatan di
sebelah selatan Kab. Jember, dan tidak sempat berkunjung ke Kota
Jember yang kian ramai, bulan November lalu sebaliknya: datang dan
menginap di Kota Jember dan tidak sempat menjenguk Balung.</p>

<p>Seperti biasa, ini bagian dari acara perjalanan dinas ke Surabaya,
saya tumpangi dengan melanjutkan ke Jember karena nenek sedang
dirawat inap di Rumah Sakit Jember Klinik. Dengan keyakinan
mengingat perjalanan Surabaya-Jember sejak zaman kuliah, santai saja
saya naiki bus Akas jurusan Jember dari Terminal Purabaya,
Surabaya/Sidoarjo, pada pukul 17.30, dan sampai di Terminal
Tawangalun Jember, sekitar pukul 22. Taksi selanjutnya mengantarkan saya
hingga di R.S. Jember Klinik, yang di beberapa spot saya lihat
disingkat JeKlin.</p>

<p><span id="more-331"></span></p>

<p>Selama masa sekolah lanjutan pertama saya pernah beberapa kali ikut
menginap di sana, sewaktu almarhum ayah dirawat, ibu, dan jika tidak
salah bude juga. Karena waktu itu saya sudah kos di Jember dan
Jember Klinik tidak jauh dari SMP Negeri&nbsp;3 tempat saya
bersekolah, menjenguk keluarga yang sedang diopname menjadi kegiatan
rutin yang mudah.</p>

<p>Saya telepon keluarga di Balung, <q>Apa sekarang masih ada waktu
besuk (<i>bezoek</i>) seperti dulu di Jember Klinik?</q> Adik ipar
saya menegaskan hal itu tidak ada lagi, malah ditambahi &#8220;jawaban
politis&#8221; oleh adik saya, <q>Sejak reformasi, hal-hal seperti itu
sudah tidak ada lagi. Langsung saja datang dan masuk.</q></p>

<p>Benarlah, sampai di sana, saya langsung memindai daftar pasien,
menuju gedung yang dimaksud, cukup bertanya kepada seorang suster
jaga di meja resepsionis, dan ketemu kamar rawat nenek. Semalam saya
tinggal di sana bersama anggota Keluarga Balung yang memang menjaga
nenek. Keesokan pagi, sambil menelusuri beberapa bagian rumah sakit,
saya jadi membanding-bandingkan dengan pengalaman di masa lalu.</p>

<p>Di akhir 1980-an lalu, saya ingat sering bertugas mengirimkan bahan
pakaian atau makanan karena praktis penjaga pasien tidak seleluasa
sekarang keluar-masuk rumah sakit. Teringat juga kantin di dalam
rumah sakit yang saat itu satu-satunya tempat jajan di dalam dan
bonus untuk saya jika sedang menginap adalah coklat favorit, Full
Cream buatan Welco. Saat itu belum ada Silver Queen atau Cadbury.</p>

<p>Pagi hari juga sangat hening saat itu, selain jumlah penjaga pasien
yang lebih sedikit, belum ada acara televisi di pagi hari.
Benar-benar Minggu yang &#8220;mencekam&#8221; jika saya sedang menginap di
sana; pulang ke tempat kos pun di sore hari, terkadang mengambil
arah memutar melewati Jalan Kartini, juga senyap.</p>

<p>Untuk merekam kenangan, saya potret bagian klasik yang tak akan
terlupakan dan masih juga dipertahankan sampai saat ini di bangunan
lama, yaitu pola pintu dan jendela. Dengan ukuran yang super-besar,
mengingatkan saya pada gaya klasik bangunan &#8220;peninggalan Belanda&#8221;,
di pagi hari saat para perawat membuka ventilasi tersebut adalah
nostalgia tersendiri.</p>

<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/4101905024/" title="Classic Patterns by Ikhlasul Amal, on Flickr"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2577/4101905024_d5cd7039d1.jpg" width="375" height="500" alt="Classic Patterns" /></a></p>

<p>Tidak lama kemudian terdengar aktivitas dari kompleks di sebelah
rumah sakit, oh ya&#8230; SMP Negeri&nbsp;2 yang juga klasik. Di jalanan
depan rumah sakit dan SMP tersebut saya kenang kebaikan teman-teman
SMP yang mengajak saya naik sepeda mereka, termasuk bertemu Cak
Bambang Lelono, tokoh sentral di lingkungan akademis SMP&nbsp;3.
(Saya belum pernah satu kelas dengan Bambang sejak SMP hingga SMA
dan benar-benar kenal dengan dia dimulai dari sepanjang perjalanan
bersepeda tsb.)</p>

<p>Beberapa jam kemudian saya sudah harus meninggalkan Jember dengan
kereta api, menuju Surabaya, kemudian bergabung dengan teman kembali
lagi ke Bandung. Praktis hanya sekitar dua belas jam di Jember, di
tempat yang sangat sempit, namun nostalgia dalam pikiran memaknai
lebih luas dari ruang nyata, lebih jauh dari waktu yang terasa cepat
lewat.</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=331&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2009/12/jember-klinik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

