Panther…

September 13th, 2008 by ivan 22 comments »

“Ni hou ma?”
“Wo hen hou, xie xie,” balasku. Percakapan tadi bukan terjadi di Singapura, Hongkong ataupun Taiwan. Tetapi di kota Surabaya pertengahan Agustus 2008 yang lalu.

Secarik kertas dengan coretan-coretan yang berisikan perintah dari atasan untuk melakukan presentasi ke suatu perusahaan di Surabaya. Seketika aku teringat, jangan-jangan ini perusahaan di mana Mbak Wiwied, salah satu dedengkot blog SMA 1 Jember, bekerja. Walaupun yang disebutkan adalah nama lama perusahaan dan sekarang sudah diganti kepemilikan namun nama itu masih melekat dalam ingatan saya. Tapi untuk lebih meyakinkan hati, saya segera SMS ke mbak Wiwied. Ternyata benar adanya. “Wah, kita bisa re-unian dong,” kata Mbak Wiwied. Hahaha, ketemu aja belum pernah malah sudah ngajak reuni.

Hari yang dinantipun tiba. Pagi-pagi benar jam 4 sebuah Taxi Blue Bird sudah nyampe di depan rumah. Bahkan ayam yang bertugas untuk berkokokpun belum pada bangun jam segini..Akhir kata, jam 7 pagi saya mendarat di Bandara Juanda menggunakan Sriwijaya Air.. Menunggu teman sebentar yang naik pesawat lain, akhirnya kami bertiga meluncur ke pusat kota Surabaya.

Salah satu dari teman saya ini seringkali bertugas di Surabaya dan sangat menguasai lika liku tempat makan paling enak di sini. Dia bilang, dulu kalau bertugas sebulan di Surabaya pasti Berat Badan jadi naik 4-5 kilo..entah kalo Bau Badan, ada perubahan yang signifikan juga apa tidak.. saya nggak sempat nanya.

Sarapan sebentar, kami kemudian sampai di kantornya Mbak Wiwied ini sekitar 09.45. Disela-sela presentasi saya sempat menginformasikan keberadaanku dikantornya.. ”akhirnya datang juga” balasannya..hahaha.. kebanyakan nonton TV rupanya orang ini.. Ada tiga presentasi yang berbeda dan kebetulan saya kebagian yang pertama. Karena antara lain saya harus balik ke Jakarta lagi hari itu juga.

Saat giliran saya selesai, saya segera menelpon Mbak Wiwed ini dan kemudian duduk menunggu di ruang tamu. Karena belum pernah sekalipun bertemu saya belum bisa membayangkan seperti apa Mbak Wiwied ini. Dari jauh ada seorang wanita sambil membawa map tampak mendekati sambil cengar-cengir..karena saya belum yakin, ya saya diam aja.. terus dia bilang, “Ni hou ma?” “Wo hen hou, xie xie,” balasku, percakapan terpanjang dalam bahasa mandarin yang pernah saya lakukan selama ini..hehehe.

E..e..e.. ternyata oh ternyata.. ini adalah Mbak Triani Wiedowati alias Mbak Wiwied, salah satu dedengkot Blog SMA 1 tercinta ini.. yang komentar-komentarnya selalu dinantikan pada setiap tulisan.. (apalagi pada topik PPR ya Mbak.. hehe)

Mbak Wiwied ini orang yang ramah sekali..walaupun kedatangan saya bisa dibilang tidak tepat waktu, karena pada jam kantor dan beliau sibuk sekali.. bahkan sebenarnya ada tamu dari cabang Jakarta (salah satu atasannya) yang sedang berkunjung terpaksa beliau tinggalkan untuk menemui saya.. ck..ck..ck.. kalau bosnya ini kenal Meggy Z, mungkin dia akan menyanyikan “ teganya, teganya, teganya..“ hahaha..

Saya diajak ke lantai atas untuk melihat-lihat kantornya, dan dikenalkan ke semua orang sebagai long lost friend.

Sebenarnya mau ketemuan juga dengan Anna sebelum pulang.. cuman dia sedang ada miting dengan bosnya. Tau tuh, ngapain juga kerja pake piting-pitingan.. hahaha..

Petualangan sebenarnya terjadi ketika naik pesawat kembali ke Jakarta. Tiket yang saya dapat adalah untuk maskapai tertentu. Tapi ketika naik malah ke maskapai yang lain. Saya sudah tahu dari dulu kalau keduanya ini saudara dekat.. tapi gak menyangka juga kalau ternyata mereka itu seperti kembar siam…dempet di brutu..hehe

Jadwal seharusnya adalah 16.45.. tapi begitu check ini tertulis “Delay 40 menit”.. Lucunya tulisan delay ini tidak hanya untuk jurusan Jakarta saja, tetapi juga untuk jurusan lainnya..Makassar, Denpasar dsb.. ada sekitar 4 atau 5 tujuan.. woww.. kacau bener rupanya…

Menunggu adalah pekerjaan yang paling menyebalkan..tapi tidak ada yang bisa saya lakukan saat itu.. akhirnya pesawat diberangkatkan sekitar jam 18.30..baru tau aku kalau dari jam 16.45 ke 18.30 itu ternyata hanya “40 menit”.. tampaknya logika matematika ku tidak terlalu bagus sewaktu sekolah dulu.. atau mungkin pas pelajaran ini aku sedang mbolos..Atau mungkin juga, kalau orang maskapai ini dulu di ajar sama almh. Bu Purni kepalanya pasti sudah benjol-benjol semua..hahaha..

Akhirnya, setelah capek menunggu selama “40 menit” yang panjang itu diumumkan kalau pesawat sudah siap.. Pesawat ini adalah MD 82.. sedikit lebih panjang daripada Boeing 737..Karena nomor kursi saya 24 maka saya dianjurkan untuk naik dari belakang… ternyata naiknya dari belakang beneran..kayak kalo di pesawat Hercules..dari buntut..

Ketika sudah siap berangkat suara pesawat ini kenceng banget..kayak mesin diesel kalau pada mobil..saya liat ke atas.. petunjuk yang biasanya menunjukkan bahwa sabuk harus dalam keadaan terpasang hanya sebagian kecil yang menyala.. ketika pramugari sedang memperagakan keselamatan saya melihat ada brosur yang terjepit di kursi.. wow,.. ternyata berisikan doa doa keselamatan dari berbagai agama, berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Kalau untuk yang beragama Islam adalah surat Hud: 41. (“…Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.) dan ada lagi satu doa yang cukup panjang yang saya tidak sempat catat.

Waduh.. saya berkata dalam hati, semoga pesawat ini tidak menyerahkan perawatan dan keselamatan pesawatnya pada doa doa para penumpangnya saja. Terus terang saja, baru kali ini saya merasa takut bener naik pesawat. Saya yang tadi belum sempat sholat maghrib cepat-cepat bertayamum dan sholat di pesawat..

Suara mesin pesawat ini kenceng banget.. telinga ini berkali-kali berdengung..berkali-kali pula saya harus menutup hidung dan menelan ludah untuk menetralisir efek perdengungan ini..Dan baru kali ini saya mengalami telinga berdengung sebanyak ini.. Sewaktu di atas, saya sebenarnya juga pengen pipis.. tapi melihat keadaan pesawat yang seperti ini, saya jadi ragu-ragu.. jangan-jangan..jangan-jangan WC-nya…saya masih memikirkan apakah nanti tidak menimbulkan efek kerusakan di bumi…. takutnya WCnya bolong kayak di kereta api.. bisa-bisa para ilmuwan mengira itu hujan asam dan menghubung-hubungkannya dengan pemanasan global..padahal itu sebenarnya cuman hujan urine..hehehe

Akhirnya saya mengerti kenapa pesawat ini bisa murah.. jangan-jangan ini gak pakai avtur.. tapi pake solar.. pesawat versi Panther..cring..cring.. wus..wuss..wusss.

Popularity: 21% [?]

Reuni Kecil di Belakang Panggung

September 10th, 2008 by Ikhlasul Amal 20 comments »

Cerita ini dua bulan lalu, baru sekarang sempat diangkat ke sini. Sedikit banyak membawa-bawa cerita alumni, jadi bolehlah dituturkan sebagai entri blog.

Pada kunjungan adik saya, alumni SMA Negeri 1 Jember juga, ke Bandung bulan Juli lalu, kami melihat baliho berisi informasi acara Opick naik panggung di GOR Saparua. Ono acarane Opick, yuk ndelok, komentar adik dan kami tetapkan untuk menonton beberapa hari kemudian.

Adik saya, Ahmad Fitri Sholeh, memang pernah menyebut tahu Opick waktu masih sekolah dulu. Saya pikir pernah melihat atau sekadar berhalo-halo pada masa itu.

Ternyata, di belakang panggung, mereka bereuni kecil: jadi di tempat kos-kosan adik saya, si Opick ini sering datang, mengobrol dengan mereka, dan waktu masih main band era SMA tersebut, salah satu pemainnya ada di tempat kos adik. Termasuk salah satu konco petualangnya tinggal di Kec. Balung, kampung kami, sehingga jadi meriah curi waktu reunian di belakang pentas tersebut.

Opick and Fitri

Iyo, sak marine deweke lungo neng Jakarta, wis suwe aku gak tau pethuk, dadi iki kesempatan ketemu Cak Ropik, demikian penjelasan adik.

Ooo… jebule!

Bonus: ikut berpose bersama penyanyi sohor, barangkali dapat tombo ati

A Shot Gift from My Brother

Popularity: 16% [?]

1 ramadhan

September 4th, 2008 by fikik 6 comments »

Ba’da salam sholat maghrib di awal ramadhan, terasa getar HPku. Masuk SMS dari istriku “bi, belum selesai ngajinya? Ummi pengin habis maghrib kita kumpul sekeluarga”. Serius amat istriku, kata-kata cinta yang biasanya mengawali SMS nggak nampak lagi. ada apa nih???

Sejurus kemudian, sesampainya dirumah kulihat anak-anaku udah rapi dengan baju kokonya. Si kecil ‘nida’ nampak cantik dengan mukena merah mudanya. Wajah mereka nampak gembira, seolah-olah mereka sedang menyambut datangnya tamu agung yang selalu dirindukan. Istriku, disudut kursi tamu sedang melantunkan kalam Ilahi. Tak terasa menetes air mataku, rutinitas aktivitas diluar membuatku lalai dalam menyambut ramadhan.

Setelah mandi kupanggil anak-anakku. Gazie, hanzhalah, tholhah, nida sini duduk melingkar dekat abi-ummi.

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. ba’da tahmid dan shalawat, kita harus bersyukur kepada Allah. Kalian tahu kenapa kita harus bersyukur? Karena kita bertemu dengan bulan ramadhan lagi, anakku saling berebut memberikan jawaban.

‘Ya, sebetulnya banyak sekali mengapa kita harus bersyukur. Misal, hidung gazie yang menghadap ke bawah dan bibir tholhah yang datar di bawah hidung tidak miring ke atas (vertical) dipipi. Kalian pernah berdo’a ‘Allohumma bariklana fi rajaban wa sya’ban wabalighna ramadhan?

‘Udah di ajari bi, tapi nggak pernah berdo’a’.

‘Nah betapa sayangnya Allah, kalian tidak pernah minta tetapi kalian diberi, diberi kesempatan bertemu dengan ramadhan. Makanya ramadhan kali ini harus jadi ramadhan terbaik. Apa yang mau kalian lakukan di bulan ini? Berapa target tilawah kalian?

‘Gazie 1 juz/ hari. Tholhah ½ juz. Hanzhalah 2 juz. Mendengar adiknya 2 juz, gazie menaikkan target jadi 3 juz’. Sholat traweh tiap malam, subuh berjamaah ke masjid. Trus habis subuh mau jalan-jalan.

tholhah, minta uang 500 setiap hari untuk infaq.

‘semangat kali kalian buat target, tapi ingat, target harus disesuaikan dengan kemampuan. Selama ini kalian tilawah hanya 5 halaman/ hari, sekarang target kalian 3 juz (60 hal) apa bisa?

Insya Allah, mudah-mudahan kami bisa memenuhi target.

mudah-mudahan Allah memberi kemampuan pada kita semua, menyelesaikan ramadhan dengan baik tidak hanya mendapat lapar dan dahaga.

Adzan isya’ udah terdengar. Yok, kita bersiap ke masjid, jangan sampai kita nggak kebagian tempat.

1 ramadhan 1429 h

banda aceh

Popularity: 9% [?]

VISA ON ARRIVAL

August 5th, 2008 by Anna Widjajanti 10 comments »

This unforgettable story was happened in October 2003 when I would participate International Furniture Fair (INDEX) in Dubai, UAE and High Point International Furniture Fair, High Point, North Carolina, USA. Ticket + Visa untuk USA udah siap sebulan sebelum hari H. Nah, pas seminggu sebelum hari H, temenku sempat nanya, :”mbak Anna, visa ke Dubai gimana mbak? “ aku bilang kalo visa ke Dubai sama kayak tahun kemaren, pake visa on arrival. Tapi… aku ragu, lalu aku langsung telpon organizer, BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional or NAFED)) apakah ke Dubai masih tetap pake visa on arrival. But oh my God!!!!! Ternyata jawaban dari BPEN adalah bukan visa on arrival lagi!!!!!. Aku panik banget,tapi aku langsung contact perwakilan kita yg di Jakarta untuk segera mengurusnya, dan di hari yg sama, aku kirim pasportku ama passport temenku ke Jakarta dengan one day delivery service courier. Aku gak tau informasi itu karena aku gak ikut Indonesian group, karena aku masih harus berlanjut ke High Point Fair setelah INDEX Dubai selesai. Nah, untungnya travel agent yg ditunjuk oleh BPEN bersedia membantu mempercepat proses visa.

Biasanya kalo ikut pameran ke luar dan aku berdua ama temenku, aku nggak pernah ikut rombongan. Aku selalu arrange sendiri karena biaya jadi jauh lebih murah. Nah karena arrange sendiri, aku ketinggalan informasi. Aku juga gak nanya2 secara details, nggampangin gitu lho.

Express visa diupayakan akan selesai pada tanggal keberangkatan, and visa akan di antar ama orang kita yg di Jakarta langsung ke bandara Soekarno Hatta.

Pas hari H, rute pertama adalah Surabaya- Jakarta. Pesawat yang seharusnya take off jam 12 siang, ternyata harus di tunda dengan alasan yg gak jelas, padahal kan aku udah harus berada di Bandara Soekarno Hatta jam 4 sore untuk berlanjut ke Singapore (rute selanjutnya adalah Singapore – Bangkok – Istanbul – Dubai – New York – Washington DC – Greensboro). Schedule udah connect sampe balik Jakarta.

Setelah mencak2, teriak2, ngamuk2, kasih ancaman kalo pihak airlines harus ganti semua biaya kalo aku gak bisa connect dengan flightku karena adanya keterlambatan itu, akhirnya aku + temenku dipindah ke airlines lain di business class, and pihak airlines yg delay itu yang menanggung biaya tiket baru.

Tapi pindah ke airlines lain itu, bukan inisiatif dari pihak airlines yang telat itu. Ngamuk2nya kan nggak sekali ngamuk, tapi pas setelah ngamuk pertama, aku langsung cek seat di airlines lain. Ada seats untuk 2 orang, tapi di business class. Ya udah, aku langsung booking untuk 2 orang, tapi aku bilang kalo yg bayar adalah si airlines yg telat itu. They understood me well.

Setelah ngamuk2 lagi dengan sangat hebat, dan memaksa pihak airlines untuk bayar tiket baru, trus setelah mereka foto copy semua tiketku, telpon sana telpon sini, akhirnya mereka bersedia membayar tiket baru business class untuk 2 orang.

Setelah nyampe di Jakarta dengan selamat, ternyata orang kita masih ada di UAE Embassy, Visa blom selesai!!!!! Lebih panik lagi, karena sampe jam 3 sore orang kita masih blom dapat visanya, padahal pesawat (Garuda) akan take off ke Singapore jam 4 sore. Karena udah ngerasa pasti kita nggak bisa terbang dengan flight yg jam 4 sore itu, aku langung ke counter airlines lain untuk tujuan ke Singapore. Ternyata yg masih ada 2 seat untuk tujuan Singapore adalah Air France, take off jam 6 sore . Aku langsung booking 2 seats, tetapi diperbolehkan untuk tidak langsung membayar, sampe visa datang.

Dan Visa baru bisa dikeluarkan UAE Embassy jam 4 sore, tapi koq ndilalah si pembawa visa terjebak macet!!!!!!! Duniaku seolah mau runtuh guys!!!!!! Orang kita yg bawa visa nyampe bandara jam 6.30, and the only one flight which could bring us had been taken off…..untuk beberapa saat kita berdua lemes…. selonjoroan di lantai, hopeless…..

Tapi pasti ada jalan. Kita langsung cari hotel, aku telpon travel agent yg di Surabaya (fortunately aku simpan no HP si customer service, meskipun udah malam tetapi mbak customer service masih mau mendengarkan dan melayani karena udah langganan). Atas saran mbak CS, besok paginya aku pergi ke airlines office (Turkish airlines) untuk ganti ke flight berikutnya, sedangkan yang dari Jakarta Singapore, akan di handle oleh travel agent Surabaya.

Tapi gak semudah itu, karena flight berikutnya (rute Singapore – Bangkok – Istanbul – Dubai ) udah full, gak ada seat blas, tetapi mereka akan usahain semaksimal mungkin, setelah aku jelasin semuanya kenapa aku gak GO SHOW.

Tahun 2003 kan masih seru2nya tentang teroris , dan waktu itu emang ada warning untuk orang Indonesia yg mau visit ke Dubai, nggak semuanya boleh gitu lho, makanya proses visanya agak sulit.

Setelah dari airlines office, aku langsung kirim surat by fax ke head office Turkish airlines yg di Istanbul. Aku jelasin semua kenapa aku gak bisa GO SHOW, trus aku request supaya diberikan 2 seats, karena aku harus ada di Dubai sebelum pameran di mulai. Aku gak ngerti prosesnya bagaimana, yang pasti aku harus tinggal di Jakarta selama 4 hari untuk dapat konfirmasi apakah ada 2 seats atau tidak, nanti pihak airlines yang di jakarta akan memberikan konfirmasi by phone.

Hari ke empat di Jakarta, pas makan siang dan udah pasrah banget, dan yg bisa kita lakukan hanya berdo’a, akhirnya aku ditelpon, dan Alhamdulillah ya Allah, confirmed, aku dapat seats, and semua flightku terconnect kembali……..

Kita berdua selamat sampe Dubai, dan hanya punya waktu 1 hari untuk persiapan pameran, tetapi karena ada salah satu buyer kita yg di Dubai yg care banget, sehingga beliau mengirim beberapa workers-nya untuk bantu build up barang pameran.

Setelah pameran Dubai selesai, tujuan selanjutnya adalah ke High Point dengan rute Dubai – Istanbul – New York – Washington DC – Greensboro. Dari Istanbul ke New York, kita cuma berdua waktu itu yang dari Indonesia, tapi petugas imigrasi di Istanbul gak pandang bulu, meskipun kita berdua perempuan,tetapi harus melalui pemeriksaan or interogasi tepatnya yg sangat details, di cek lamaaaaa banget di computer mereka, sehingga kita berdua adalah passengers terakhir yg boarding.

Nah, pas sampe New York, karena antrian yang sangat panjang, sehingga untuk sampe ke terminal lain untuk tujuan ke Washington DC jadi telat, ketinggalan pesawat lagi…. tapi untungnya masih ada flight berikutnya, dan masih ada seat juga untuk 2 orang. Ya udah, akhirnya aku ikut flight berikutnya. Semua penumpang udah naik, pesawat udah mulai jalan, (pesawat kecil yg untuk rute coast to coast itu lho), tapi koq muter muter aja yaaaa….. (waktu itu aku merem, karena ngantuk, malah aku sempet berpikir, apakah untuk ke Greensboro, pesawat gak perlu terbang yaaaa, koq dari tadi muter murer mulu, gak terbang2. Eh…. Trus mandeg, penumpang di suruh turun semua, trus di suruh balik ke waiting room lagi, trus beberapa saat, suruh ambil bagasi milik masing2, dan ternyata, pesawat nggak bisa terbang karena ada kerusakan mesin, dan penerbangan di tunda besok pagi. Ya ampun….

Kita bingung kan…. kalo besok, kita harus tidur dimana?????? Sebenarnya telat kan salah kita yaaaa…. bukan salah airlines…. tapi daripada kleleran di bandara, aku langsung bicara ke petugas airlines. Aku bilang ama dia, kalo harus berangkat besok, pihak airlines harus nyediain hotel buat aku ama temenku, nggak lucu kan kalo harus kleleran di bandara. Akhirnya si petugas tadi telpon2, trus aku suruh nunggu sebentar, tapi aku nggak beranjak dari meja dia, trus setelah beberapa saat , aku di kasih voucher hotel, dikasih petunjuk untuk keluar melalui pintu tertentu, karena 24 hour shuttle service udah siap untuk antar ke RAMADA PLAZA HOTEL JFK, keren banget.

Besok paginya,perjalanan lancar sampe Greensboro, tidak ada hambatan apapun. I got a lot of fun there, sampe balik lagi ke Surabaya.

Sejak saat itu, aku jadi kapok banget, aku gak mau ceroboh lagi, aku lebih prepare lagi, dan aku jadi lebih deket lagi ama Allah, karena aku percaya Allah bener2 sayang ama aku, and I believe that it was a kind of a miracle.

Popularity: 15% [?]

URBAN LIFE STYLE?

July 17th, 2008 by ekoz_guevara 41 comments »

Beberapa hari silam, saat chatting dengan kandidat doctor Pemasaran UI, Firman Kurniawan (SMAN1-88), dia melontarkan pertanyaan yang sama dengan beberapa rekan yang mengetahui kepindahanku dari Balikpapan ke Solo… Firman ask .”wah enak sekarang..bisa pulang pergi dari Solo ke Jogja”…. saat kujawab “ aku gak nglaju (pulang pergi tiap hari)..aku kos di Solo…”.. beliaow nanyak “ Lho kan cuman sejam?…itu jauh lebih cepet daripada pekerja Jakarta yang berumah di Bogor,Tangerang..bisa 2 jam’an baru tiba di rumah…bahkan lebih…” Aku berpikir “ wah iya juga ya….tapi dengan jam kerja yang gak pasti..kadang ada meeting after work hour ato ketemu ama relasi yang kadang sampek malam ..kayaknya lebih safe Kos aja..he..he..he” Aku njawab sekenanya aja “ tapi bos..aku pulang setiap Rebo malem balik Solo kamis subuh…dan pulang lagi Jum’at malem dan balik Solo lagi Senin Subuh…gitu bos jadi..2 kali seminggu ketemu keluarga…kalo ditambah weekend ya 3 hari ketemu deh…jauh lebih baik dibanding saat tugas di balikpapan yang pulangnya baru bisa 3 minggu sekali.

BN Holec ...Prameks Kutoarj-Jogja-Solo Saat beberapa kali pulang ke Jogja dengan KRDE Prambanan Ekspress….baru ketahuan kalo yang pulang-pergi dari Jogja –Solo ternyata banyak juga…..terlihat wajah-wajah yang sama selalu naik dan turun di stasiun yang sama…..mayoritas sih ibu-ibu ato nonik-nonik…emang bagi orang yang terbiasa dengan kehidupan serba tergesa gesa kayak di Jabodetabek…melewatkan kesempatan pulang-pergi dari rumah ke kantor yang hanya 1 jam itu terasa mengada=-ngada….tapi bagiku yang terbiasa dengan ritme …30 menit sebelum jam 08.00 baru sampai kantor…mengejar-ngejar kereta sejak subuh (KRDE Prameks paling pagi adalah 05.45 WIB) untuk bisa sampai kantor sebelum 08.00 Wib..dan harus terburu-buru ninggalin kantor jam 17.00 teng..karena KRDE yang paling enak adalah yang 17.45 WIB itu ..kok kayaknya nyiksa betul…padahal sebagai pekerja bank yang berada dijalur Marketing…kadang jam 17.00 wib masih ada di lokasi pabrik klien ato lagi meeting internal yang gak mungkin dipercepat ato ditinggalin….dideadline waktu kok terasa menyiksa….sebenarnya bisa aja naek bis (24 jam selalu ada) namun membayangkan sampai rumah jam 22.00 Wib ..dan anak-istri kadang harus terbangun untuk bukain pintu dan setelahnya bangun shubuh untuk ngejar kereta pagi (Si Asti yang sulung belum bangun tentunya….kalo Ica sih jam 03.00 WIB dah tereak-tereak dia…) kok rasanya gak worthed gitu….belum lagi resiko telat masuk kantor…dan kemrungsungnya itu lho…bisa-bisa ngrusak ritme kerja hari itu…..untungnya istriku malah ndukung aku kos…kasian mungkin liat suaminya kemrungsung setiap paginya..he..he..he….mangkanya sebagai jalan tengahnya setiap Wednesday sore pulang…dan weekend tetirah di Jogja….weekday at downtown and weekend at suburban..masak Jogja disamakan dengan sub urbannya Solo?…

Tak piker-pikir jaman sekarang ini….jauhnya tempat kerja dengan rumah tinggal menyebabkan pola hubungan social bahkan di dalam keluarga sangat berbeda dengan jaman kita dulu..kayaknya jaman dulu meliat orang berangkat kerja jam 07.00 Wib dan 15.00 Wib dah sarungan ato maen bulutangkis di rumah..kayak bapakku yang kerja di PTP XXVI… ato pakde Jo yang kerja di Perusahaan swasta ato Cak Mat yang kerja di PEMDA Jember….kayaknya asyik betul gitu..deket keluarga dan sore dah bisa kongkow ama tetangga…terus dilanjut Bulutangkis,sepaktakraw ato Volley ball tergantung sedang apa musimnya he..he..he..lha kalok pas musim layangan ya bapak-bapak itu juga nimbrung kok…ato..ikut kegiatan Doro Racing di sawah sono…dan kalok malamnya iso ikut arisan tahlil..barzanji ndek Musholla ato sekadar reriungan di Musholla sambil nunggu isya’ tiba….pokoknya sore dan malam adalah tempat kehidupan sosial masyarakat idup….bagi saya..hal-hal kayak gitu jadi mimpi dan nostalgi belaka….tapi sekarang dah mending kalok Minggu pagi isok Bulutangkis bareng tetangga di sawitsari yang kebetulan adalah kawan-kawan dosen Faperta dan FE UGM yang dulu dah kenal saat kuliah…jadi yo rodok ada dunia sosialitanya lah….asyiik juga..walo gak seheboh dan seheroik kenangan sore dan malam di Kampung Gebang Kemundung at Jember….. Sampeyan gimana?…

Popularity: 23% [?]

“Henohenomoheji”

July 16th, 2008 by abc 9 comments »

Henohenomoheji, sebuah frase yang terdiri dari beberapa hiragana (huruf dasar bahasa jepang): he(へ) no(の) he(へ) no(の) mo(も) he(へ) ji(じ) . Yang kalau ditulis jadi membentuk wajah manusia:

Menarik,kan?

Biasa di pasang di wajah-wajah orang-orangan sawah. Yang berarti udah membudaya sejak lama. Di beberapa tokoh di manga (komik jepang) pun ada:

  • In the popular anime Naruto, the character Kakashi Hatake’s face is the subject of an entire episode (no. 101), in which his students try to remove his mask. Against one of them he uses a decoy (scarecrow) of himself, with the Henohenomoheji drawn on the face; which is appropriate enough, given that his name (Kakashi) means “scarecrow” in Japanese. Also, Kakashi is able to summon a small pack of eight dogs, all of which have the Henohenomoheji on their backs.
  • In the anime One Piece, Igaram makes dummies with the Henohenomoheji face to impersonate Luffy, Zoro, and Nami.
  • In the MSX game Parodius, one of the bosses is based on this.
  • In the Sega Genesis game Crusader of Centy, a puppet controlled by a boss has this for a face.
  • In the popular anime Digimon, the Digimon Nohemon, a scarecrow Digimon, has Henohenomoheji on its face.
  • In the Nintendo DS game Animal Crossing: Wild World, the visitor Blanca’s face is that of a Henohenomoheji, and can be altered to the player’s own design.
  • In the PlayStation 2 video game Ōkami, characters are represented with a Henohenomoheji icon floating above their heads whenever they are too far to be seen.
  • In the PlayStation 2 video game Chulip, the generic factory workers all have Henohenomohe faces.
  • In the anime The Melancholy of Haruhi Suzumiya, a brief scene in episode 11 showed Koizumi’s fleet with a crew full of Henohenomoheji.
  • In the manga Ranma ½, the title character Ranma Saotome often wears the Henohenomoheji face.
  • Mangaka Yuu Watase is often portrayed in a Henohenomoheji mask.
  • In the anime Mononoke, the Medicine Seller briefly wears a Henohenomoheji on his blank face during the Noppera-bō arc before restoring his own.
  • In the anime Samurai Champloo, the baseball catcher doll in episode 23 “Baseball Blues” has a Henohenomeheji on its face.
(wikipedia.org)

Di bahasa indonesia ada nggak ya?

Meskipun sederhana, budaya ini tetap dijaga. salut juga sih. Sekaligus malu, karena budaya ku sendiri sudah ada yang kulupakan. Bahasa krama (bahasa halus jawa) sudah lupa, padahal sekarang sedang belajar bahasa-bahasa halus/merendah dalam bahasa jepang, yang notabene sama seperti bahasa krama juga.

Bicara tentang bahasa, sabtu kemarin di masjid Osaka, orang Mesir memberi pelajaran bahasa Arab,dan sedikit logat Mesir. Di awali dengan cara menulis dan membaca huruf arab. Setelah memperhatikan, dan sedikit latihan pengucapan, ternyata ada beberapa pengucapan yang berbeda dengan yang diajarkan padaku waktu kecil. Tetapi, sayangnya kemarin hanya belajar sampai huruf ke 7 (خ), sedangkan sabtu ini aku gak bisa ke masjid. Karena lusa, Jumat 18 Juli, insayaallah, aku terbang ke indonesia untuk tanggal 20 nya terbang lagi ke Vietnam untuk ikut IPhO (International Physics Olympiad) 2008 di Hanoi, Vietnam.

Mohon Doanya semoga bisa membawa nama baik Indonesia.

Oh,ya baru ingat, aku bertemu seorang alumni SMA 1 Jember yang sekarang di Jepang: Achmad Chamdani Eka P , angkatannya, mungkin, tahun-tahun dekat tahun kelahiranku, 1990. Dan waktu pengajian aku bertemu dosen ITB , maaf, lupa namanya, yang sedang berkunjung ke Jepang, yang juga alumni SMA 1 Jember.

sekali lagi, Mohon Doanya semoga bisa membawa nama baik Indonesia.

Popularity: 19% [?]

3S, Seminar, Shopping & Sowan

July 2nd, 2008 by rizal 16 comments »

Sejak awal tahun 2008, sudah ngincer tuh satu seminar di Yogya yang namanya SNATI (Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi) yang tiap tahun di selenggarakan oleh UII (Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta). Di sela-sela waktu ngajar, paper disiapkan untuk dikirim. Nah pada saat yang ditentukan, paper dikirim secara online ke server seminar. Wah terbayang tar ke Yogya, seminar sekalian jalan-jalan sama anak-istri, soalnya istriku tak tulis juga namanya sebagai penulis 2 (dia juga dosen di PT yang sama cuma beda jurusan). Sebenarnya tanpa ada seminarpun bisa aja ke Yogya, tapi kalo pake acara seminar khan enaknya ongkos jalannya dikasih sama Institusi (gak mau rugi ceritanya… :)

Pas pengumuman paper yang diterima, aku gak terima email konfirmasi… waduh ada yang salah nih. Padahal teman-teman yang lain yang papernya diterima atau tidak tetep dapat email dari panitia. Wah rencana ke Yogya buyar nih… Tapi beberapa minggu kemudian ada email dari panitianya..”Maap, server kami rusak, jadi paper yang ada disitu ilang deh….Jadi anda diminta mengirim ulang papernya”… weleh..weleh aya-aya wae.. tapi tetap papernya dikirim ulang dan akhirnya diterima dengan sukses.. Asyik.

Menjelang hari H, tiket didapat (wah kebagiannya Lodaya Malam, kelas Bisnis, yang Eksekutif habis) dan segala sesuatu dipersiapkan, terus kontak-kontak Cak Faiz buat minta alamat Cak Eko (soalnya setahuku tempat Cak Eko di dekat jalan kaliurang). Anakku dengan gembiranya bilang ..Jogja.. (kayak iklan rokok di TV). Nah ada yang diluar rencana pas mau berangkat, ternyata Bapak & Ibu mertua mau berangkat ke Yogya juga dari Semarang supaya bisa ketemu cucunya dan anak mantunya yang baik hati ini. Pas sampai Stasiun Tugu Yogya, wah Yangkung dan Yangti udah nunggu di Stasiun (Emang enak kalo punya mertua yang baik hati dan tidak sombong..) jadi enak. Singkat cerita. Pagi aku seminar di UII, anak &istriku sama Bapak-Ibu , jalan-jalan. Sambil seminar kontak-kontak Cak Eko buat janjian ketemu di pesanggrahannya.

Jam 13, belum juga kelar itu seminar, aku cabut ke Pasar Beringharjo dengan rombongku (maksudnya rombongananku) belanja-belanja. Tapi dasar si Shafa, di Beringharjo bukannya jalan-jalan malah minta maen odong-odong sama maen mandi bola (jan tenan arek iki). Jam 4 hampir sampai, waktu yang disepakati buat ketemu Cak Eko aku cabut dari sana. Mampir bentar ke Yu Jum buat beli gudeg kendilnya. Terus lanjut ke Sawitsari.

Duh ternyata Cak Eko yang dulu cuma dilihat di blognya ternyata gak jauh beda dengan aslinya, tetep akrab meskipun baru sekali ketemu, nada bicaranya khas Jember (Cak Faiz gaya bicaranya juga mirip, kalo di telpon lo), dan yang pasti beeesaaarrrr (he..he… kalo di sebelah ada istilah ABG ayah baru gendut, kalo menurutku Cak Eko pantesnya menyandang gelar KRT, Kanjeng Raje Tabuk.. sorry Cak guyoon). Kenalan sama Istri, anak dan mertuanya, ngobrol-ngobrol kemana-mana, dan minum teh hangat di sore yang cerah, membuat aku jadi agak blank (iki mimpi opo tenanan yo… dadi speechless, mangkane Cak Eko dadi tertipu seolah-olah diriku wonge meneng, padahal bingung :)

Ok, singkat cerita, sore itu serasa mimpi, pengalaman sing gak akan terlupakan, ketemu KRT Ekoz Guevara sing mbahurekso blog sma1jember.info . Sayang banget waktune sempit banget, dadi gak biso mampir ning padepokane Cak Faiz mergo wis bengi nemen, dadi langsung balik Semarang. Dadi terinspirasi, nek ono rejone jaman, aku tak dolan ning omahe Cacak-cacak & Mbakyu-mbakyu sing ngramekno blog ini… (bahasane koyok Cak Afthon wae.. nek ono rejane jaman.. dasar penggemar kartolo :) ). Sambil jalan-jalan, sambil menjalin tali silaturrahim dengan sesama alumni SMA 1.

Popularity: 17% [?]

Bisnis yang menggiurkan..

June 12th, 2008 by ivan 21 comments »

Bapak hampir ketipu seperti Pak xxx modusnya sama akan ada konferensi international, supaya bapak menghubungi P. Rasio (kepala kanwil depdiknas) jatim terus bapak bilang ndak2, trs dianya menutup tlp kantor jam 12 kurang dikit kira2 sama dg Pak xxx saat itu.

Pukul 13.50 kemarin (11 juni 2008) saya menerima SMS dari Ibu mengabarkan informasi diatas. Tentang bisnis yang paling menguntungkan di Indonesia.. Ya, penipuan memang sudah dijadikan ladang bisnis yang sangat menggiurkan bagi sebagian orang yang suka tertawa pada penderitaan orang lain. Kurang dari seminggu yang lalu, rekan bapak saya yang bernama Pak xxx tertipu mentah-mentah sampai harus merelakan belasan juta rupiah tabungan yang telah disimpannya bertahun-tahun.. berapa sich gaji seorang dosen senior di Indonesia.. Untuk bisa menabung sedemikian beliau itu harus bermandikan darah dan air mata.. Kebetulan waktu itu Bapak saya sedang satu mobil dengan Pak xxx dalam perjalanan ke Surabaya. Ditengah perjalanan Pak xxx ini ditelpon oleh orang yang mengaku dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akan adanya undangan seminar di Jakarta. Biaya perjalanan akan ditanggung sehingga Pak xxx ini tidak perlu minta SPJ dari Universitas. Untuk itu Pak xxx diminta untuk menghubungi Pak Rasio dari Depdiknas Jatim. Tentu saja para penipu ini mencatut nama pejabat yang sebenarnya. Waktu itu Bapak saya sempat nyeletuk, “ koq tumben urusannya ke diknas jatim”. Mungkin Pak xxx ini sedang mengalami euphoria sehingga menjadi tidak waspada. Permainan ini sangat ditentukan oleh kecepatan dari para penipu untuk segera membujuk calon korbannya ke ATM. Kalau waktu terlalu lama, maka korban akan punya banyak kesempatan untuk berpikir secara rasional. Pak xxx ini kemudian menghubungi nomor pejabat gadungan yang dikasih oleh para penipu, dan diberitahu kalau biaya perjalanan untuk seminar di Jakarta akan segera ditransfer.. tolong dicek di ATM terdekat…akhirnya, seperti yang sudah sudah.. korban bertambah lagi..

Sejak dulu saya berpendapat bahwa bisnis yang paling menguntungkan di Indonesia adalah penipuan. Pasarnya tersedia.. sangat luas bahkan.. segmentasinya bermacam-macam.. ada untuk penipuan tenaga kerja (paling banyak), undian berhadiah, beasiswa, koperasi simpan pinjam (kospin).. bahkan penipuan kelamin.. hahaha.. dijanjikan untuk dinikahi setelah diutak atik ditinggalkan..

Ini seharusnya menjadi bahan yang sangat menarik untuk disertasi untuk bidang sosiologi atau antropologi.. bahan berita selalu ada.. paling tidak kalau berlangganan koran, minimal seminggu 3 kali ada berita tentang penipuan-penipuan dengan berbagai modus operandi.. Keserakahan dari para penipu dan sifat serba instan yang disukai oleh orang Indonesia menjadikan kasus-kasus ini tidak pernah sepi .. baik peminat ataupun korban..

Gimana ? mau berbisnis..? waspadalah.. waspadalah

Popularity: 27% [?]

Membaca Bahasa Tubuh

June 11th, 2008 by ivan 11 comments »

Pernahkan anda merasa bahwa orang yang berbicara dengan anda tidak bicara secara jujur? Atau merasa sangat tidak nyaman dengan lawan bicara anda? Atau sebaliknya? Bila demikian, anda sedang tidak sendirian. Bahkan semua orang didunia pasti pernah merasakan hal itu..Bila kita sedang berkomunikasi dengan orang lain, selain kata-kata yang kita ucapkan, tubuh kita mengeluarkan pula isyarat-isyarat yang mendukung ucapan kita, yang dikenal dengan Bahasa Tubuh.. sialnya, bila mulut bisa diajak kompromi untuk mengeluarkan kata-kata dusta, Bahasa Tubuh tidak demikian halnya.

Bahasa Tubuh bahasa inggrisnya adalah Body Language.. Tapi, kalau kita bilang Body Language, hampir bisa dipastikan orang akan mengira kita ngomongin senam Body Language.. hehehe..Riset membuktikan bahwa komponen komunikasi secara verbal (percakapan) kurang dari 35% dan lebih dari 65% komunikasi dilakukan secara non verbal (bahasa tubuh). Komunikasi akan terjadi secara efektif bila ada kesesuaian antara apa yang diomongkan dengan gerak gerik tubuh yang mendukung.  Bila kita merasa bahwa lawan bicara kita sedang tidak jujur dengan kita sebenarnya karena ada gerak-gerik tubuh tertentu yang tidak sesuai dengan yang diucapkan. Misalnya kita bilang bahwa makanannya enak sekali, tetapi cara makan kita tidak lahap dan sedikit demi sedikit..

Banyak manfaat yang bisa diperoleh bila kita menguasai bahasa tubuh ini. Baik positif maupun negatif. Saya ingat dulu sewaktu saya baru lulus SMA pernah main ke Jakarta bersama Arief Pangayoman. Di Blok M ada orang yang menjual handuk-handuk yang  digulung dan dibungkus kertas warna putih semua. Di dalam handuk-handuk itu ada hadiahnya. Jadi kita seperti membeli kucing dalam karung. Saya lupa harga jualnya, tapi kira-kira 3 bungkus seharga seribu atau lima ribu. Penjual ini di kelilingi oleh orang-orang yang ingin sekedar melihat atau tertarik untuk membeli. Dengan suara lantang.. ” Ayo, dipilih ..dipilih.. dipilih”…bungkusan digonta ganti.. Herannya, siapapun orang yang ditawari dia selalu berhasil membuatnya membeli. Saya ingat posisi tangan saya selalu bersedekap bila melihat hal-hal semacam ini. Saat itu sayapun berharap untuk ditawari, tidak untuk membeli, tetapi untuk menolaknya mentah-mentah.

Tetapi tidak pernah ada penawaran untuk saya. Teman saya si Arief ini memang selalu jago ketika mengamati hal-hal yang di luar kebiasaan. Dia melihat bahwa orang-orang yang ditawari mempunyai posisi yang sama.. saya lupa posisi seperti apa yang dibilang Arief, cuman saya sekarang bisa membayangkan kira-kira posisi kepala agak tertarik miring kekiri, tangan terbuka atau salah satu tangan memegang dagu, dsb..dsb  

Seorang penjual yang baik tidak akan pernah menawari saya.. kenapa?.. Karena posisi  kedua tangan saya yang bersedekap. Bahasa Tubuh saya mengatakan bahwa saya tidak tertarik sama sekali dengan barang yang anda tawarkan..

Para pencopet juga termasuk orang-orang yang ahli membaca bahasa tubuh. Ada dua orang kenalan. Yang satu orangnya kecil mungil, sementara satunya lagi tinggi besar. Dua orang ini dulunya pernah sama-sama ambil S2 di Jakarta. Tahu sendiri Jakarta khan surganya para pencopet.. apalagi bagi para pengguna kendaraan umum.. Kedua orang ini sering bepergian bersama dengan kendaraan umum yang sama. Herannya orang yang tinggi besar ini justru sering kecopetan sementara yang kecil mungil tidak pernah sama sekali. Pencopet bisa mengenali orang-orang yang kurang waspada ditengah keramaian.

Sama halnya dengan percakapan yang terdiri dari kata-kata untuk membuat kalimat, bahasa tubuh juga tidak berdiri sendiri. Tetapi ada sekumpulan isyarat atau gerak-gerik yang akan membuat semacam ’kalimat’ untuk dimengerti artinya. Tangan digaruk-garukkan ke leher bisa jadi diartikan dia sedang tidak bicara jujur, tapi bisa jadi dia memang sedang gatal beneran..

Para ahli Bahasa Tubuh ini kalau di negara-negara maju seperti Amerika sering dimanfaatkan untuk menilai kata-kata yang dilontarkan oleh para politisi.. apakah dia mengucapkan sesuatu dengan tulus atau sekedar cari muka saja. Sewaktu ada kasus Bill Clinton dan Monica Lewinsky, ada foto Bill Clinton sedang menutup mulutnya dengan kedua jari telunjuk kanan kirinya. Ada kecenderungan orang kalo berbohong selalu menutupi mulutnya. Pada anak kecil akan terlihat langsung menutupi mulutnya, sedangkan pada usia dewasa cara menutupinya sudah semakin canggih.. tidak secara langsung.. misalnya dengan tangan yang pura-pura menyentuh hidung, atau seperti Bill Clinton tadi..

Jadi, jangan coba-coba berbohong.. bahasa tubuh anda tidak akan pernah bisa diajak kompromi..

Popularity: 25% [?]

DAN ANAK KECIL ITUPUN MENANGIS………..

June 10th, 2008 by rofiq 6 comments »

Dari jauh tampak seorang laki-laki tua sedang berjalan, rancak beriringan bersama sandal jepitnya yang tinggal sepasang, perlahan tapi mengoreskan kesan , karena diwajahnya tampak  kesungguhan, dan dimatanya tampak penuh harapan.

Dan mesjid tua itu adalah tujuannya, tempat yang disana diharapkan ada pengakuan penhambaan dari Sang Kholiqnya.
Tiba-tiba tatapannya terhenti pada seorang anak kecil yang sedang mengambil wudhu’ sambil menangis, maka kakek itupun berkata, “Wahai anakku kenapa kamu menangis?“
Anak itupun menjawab “Kakek saya telah membaca ayat al-Qur’an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, “Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum” yang artinya, ” Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu. ” itulah sebabnya saya menangis  kek,  karena saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka” Maka berkata orang tua itu, “Wahai anak yang sholeh, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka.“
Berkata anak kecil itu, “Wahai Kakek, bukankah kakek orang yang berakal, tidakkah kakek lihat kalau orang menyalakan api,  maka yang pertama kali diletakkan adalah ranting-ranting kayu yang kecil terlebih dahulu, baru kemudian mereka letakkan kayu yang besar. Jadi tentulah aku yang kecil ini akan dibakar terlebih dahulu sebelum dibakar orang dewasa.” Kakek itupun tertegun, tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipinya, seraya berkata “Sesungguhnya anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang dewasa, maka bagaimanakah keadaan kami nanti?”
(Tanpa sadar usia ini sudah semakin bertambah dan seringkali lupa bahwa kita akan mengakhirinya)
Ya Alloh ampunilah dosa-dosa kami, keluarga kami, teman – teman kami yang telah mendahului dan teman – teman di blog ini yang aku cintai . Amin…………………………………………………
(Salam….Rofiq – Balung B3/88)

Popularity: 21% [?]