JEMBER…Kinclong Rek?

Jember Kids Baru kemaren aku balek dari Jember…setelah 3 tahun gak balik..adalah saat menyenangkan bisa menginjakkan lagi kaki di nGebang..my home town…sejak masuk ke Rambipuji suasananya emang dah berubah…ada poster dan spanduk galak sekali..” ..Rakyat Jember tolak Prostitusi dan Lokalisasi..!!!”….membentang di daerah dekat KALPUT or white River..daerah lampu merah legendaris di Jember….masuk ke seputaran Tawang alun..aha..warung Bebas malah tambah besar ( inget ketika lulusan ama Genk Biologi 3 ..nyobain warung yang menganut all you can eat..dulu rp. 1.500..)..terus di prapatan Mangli..ada rencana pembangunan perumahan elite di dekat rel sepur…katanya sih..lengkap ama mall segala…setelah lewat daerah Al Huda yang sekarang semrawut karena Pedagang Kaki Lima bebas merdeka menjajah area trotoar yang dulu steril dari keruwetan..akhirnya sampe juga di nGebang Kemundung sekarang namanya Bungur ( namanya cemen banget…) dan semrawut juga karena Lapangan sepakbola kami telah berubah jadi Pasar…. Malamnya ketika pergi ke alun-alun…wooow….semarang dengan lampu hias yang berkilauan…sementara itu warga jember pada bersante..anak-anak mudanya asyik bermaen basket di dua lapangan yang cukup representatif lengkap dengan papan fiberglassnya….di tengah lapangan beberapa kelompok bocah maen sepakbola dibawah guyuran lampu yang setara dengan kekuatan lampu stadion Notohadinegoro..benar-benar gilang gemilang…esok paginya ketika menempatkan lebih lama di laun-alun..suasana yang energetik menyeruak…beberapa orang tua dan remaja memadati jogging track…sementara anak-anak dan keluarga bermaen di kids playground….disisi laen ada yang bermaen volleyball…dan yang paling bikin iri ya itu tadi…2 lapangan basket juga rame dengan anak-anak muda yang berpeluh mendribble bola..lay up..sedikit medium shoot….ada rebound cantik…wah…permaen mereka gak kalah dengan anak muda di Yogyakarta,Jakarta ato Balikpapan…yang membedakan ..hanya beberapa anak tidak pakai sepatu…nekaat bener..kayaknya mereka dah kebal sama lecet dan cedera angkle …suasana gembira,energetic dan hommy…menegaskan emang sebuah kota butuh sekali sebuah taman bermaen…walau tidak segemerlap Taman menteng di Jakarta …keberadaan Alun-alun jember yang telah disulap jadi sangat ramah bagi community mengambanrkan ada semangat perbaikan yang sustainable…moga-moga aja…karena terus terang capek juga ndenger berita di media massa…tentang korupsi mantan Bupati…ontran-ontran penyelewengan dana pendidikan di FK Unej (bener gak sih Roen?)..ato sumpah pocong dukun santet di Silo….begitu liat alun-alun sebagai halaman depan kota jember ..ada semangat positif untuk berubah..pembangunan kayaknya sudah ramah bagi komunitas jember….sayang karena cuman 3 hari gak banyak yang bisa aku liat….tetapi aku kok yakin kalo ada semangat kebersamaan..harusnya Jember bisa lebih baik dari sekarang….

Laopo Neng Kene, Rek?

Iya, setelah mendaftar, terus masuk di dapur blog ini, terus laopo rek? — apa yang dapat dikerjakan?

Ya bermacam-macamlah… Tentu saja semua diawali dengan menulis, itu yang disebut “apa saja.” Bebas saja, tidak perlu direncanakan terlalu sulit. Tidak perlu punya obsesi ngganyeng. Bukan tidak boleh, tapi ben ndang nulis, rek! — supaya segera menulis!

Tertarik? Segera daftar. Oh ya, kemarin ada pendaftar baru, saya sambut deh…

heart.jpeg

Setiap Bulan Tiada Lowong

Dulu ada salah satu obsesi yang dicetuskan oleh salah satu anggota mailing list bahwa setiap bulan harus ada email masuk, tidak boleh ada yang lowong. Oke, kita coba… ada saja yang dikirimkan, sekalipun tidak selalu berupa topik khusus.

Tapi akhirnya ada juga satu bulan yang terlewat — pada lali rek, gak ana sing ngelingno. Yaitu Mei 2006, seperti terlihat di bawah ini…

Tampilan milis SMA 1 Jember angkatan 88

Klik untuk melihat tampilan yang lebih jelas.

CANGKRUK…..Night Life Style

80px-lambang_jember.png Cangkruk….mungkin kata yang sangat familiar ini hanya ditemukan di komunitas wong arek ( Gerbangkertosusilo…) dan pedalungan aka daerah tapal kuda (Probolinggo-Situbondo-Bondowoso-Banyuwangi-Jember-Lumajang)..untuk menyebut sebuah aktivitas hangout di malam hari…biasanya tempat yang disukai adalah dipinggir jalan,pos kamling, atawa mulut gang sebuah kampung…..kalo jamannya saya dulu cangkruk ya identik engan ngobrol ngalor ngidul dengan topik yang berujung pada masalah cewek..atau..diramein dengan maen kertu atawa gaple…yang rodok nakal biasanya diiringi dengan prilaku yang agak crime…totoan dan ngombe Bir jowo aleas tuak..tapi topik universal seperti bal-balan adalah yang menjadi topik favorit…di Ngebang Kemundung…kami punya tempat hangout yang sangat strategis yaitu di depan Tugu proklamasi kampung tepat di engghok-engghokkan Jl. Bungur menuju Gebang Porenx asyiknya tempat itu adalah tempat mabgkal favorit tukang bakso dan tukang becak sehingga suasanya jarang sepi…waktu kumpulnya ditandai dengan kenteng di tiang listrik dan setelah acara Aneka Ria safari bakdo Dunia Dalam Berita…satu persatu para cangkruer bermunculan dan ngobrol lah kita….keasyikannya adalah dari suasana akrab yang terbangun pada malam-malam itu..biasanya kalo pas hari libur acara cangkruk ini bisa berakhir saat adzan subuh atau minimal jam 3 dinihari….pada waktu itu para tetua kampung gak keberatan dan malah senang..kadang ada saja tetua kampung yang nyumbang penganan atau sekedar seceret teh….karena bagi lingkungan keberadaan para cangkruker ini sekaligus sebagai bantuan pengamanan Siskamling….itu saat tahun 1980-1990an…pada tahun 2000an ketika pulang dan bernit untuk bergabung dengan komunitas cangkruk-er dari generasi yang lebih muda ( kelahiran 1980an), sepupuku melarang tuk gabung…karena situasinya dah berubah…cangkruk di Tugu sekarang sebaiknya dihindari…karena aktivitas crimenya ternyata pada taun-tau itu semakin tinggi porsinya…kalo dulu paling banter minumnya tuak ato bir…saat itu dah mulai merambah ke Mansion,Topi mirinx, vodka….dan barang-barang ngegirisi llainnya…akibatnya para tetua kampung dah gak pada simpati ama mereka…sering terjadi acara cangkruk kemudian diakhiri dengan adu jotos karena mabuk ..dan peserta cvangkruk sekarang tak lagi berasal dari kampung sendiri..udah bercampur dengan pendatang-pendatang dari luar lingkungan yang awalnya merupakan temannya teman teman sekampung…..dan gak sedikit peserta cangkruxer dari luar ini membawa bad influence sehingga konkow-konkownya malah menjurus ke arah crime….malah pernah akibat mabuk mereka mengganggu orang yang melintas..dan cilakanya yang diganggu anggota Brigif 9 Kostrad…ya udah…besoknya dicarilah mereka oleh tentara-tentara itu….yah terkadang kalo pas pulang Jember…bayangan night life jaman muda dulu ingin diulang lagi..namun apa daya zaman sudah berubah……mangkanya saat pulang Jember acara cangkruknya diadakan ditempat yang agak mahalan dikit….warung ketan di bawah jembatan penyeberangan kali Jompo atau Warung ketan depan GOR Argopuro di daerah Pasar tanjung..tepatnya depannya gangnya Rudi Siam Pratama (Bio-3) atau gangnya ehmmm–ehmmmnya Firman Kurniawan..(hiii Bro pa kabar?..wkkkkk..wkkkk)……kalau di sono yang berubah cuman harganya…tapi tetap aja terjangkau….kongkownya emang gak seenak kalo rame-rame dengan teman sekampung…tapi tetap asyik menlihat Jember di malam hari……jadi kalo mau hang out di Jember mudah saja….cari ujung gang kampung terdekat atau pergi ke warung ketan dan nikmati malam dengan sepiring ketan dele ditambah jahe anget..mak nyusss….eit jangan lupa juga..ditambah tempe goreng pake lombok klethus…..

Badge, béd

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, tidak ada badge atau béd, tapi sudah menjadi percakapan umum zaman dulu bahwa logo sekolah yang dipasang di saku baju adalah béd. Sebelumnya setiap sekolah punya logo masing-masing dan setelah Depdikbud (sekarang Depdiknas) saat itu memberlakukan keseragaman béd untuk semua sekolah, simbol tersebut hilang – lebih tepatnya tidak digunakan.

Mungkin juga Ekoz adalah kolektor barang-barang antik yang sangat tinggi nilainya, misalnya topi pet khas Che Guevara (lho, barangkali… kan boleh saja berandai-andai). Yang jelas, pada saat orang lain terkesiap dan berpaling ke simbol Big Brother seperti Yahoo!, Google, atau raksasa Internet lain, pangreh salah satu bank nasional di Kalimantan ini malah mencomot simbol legenda klasik, hikayat kilau-kemilau, dari Tanah Jember.

Continue reading “Badge, béd”

MADING SMAN 1….(The Beginning)

Sejak aku SD Jember Kidul VII…belakang Bioskop Kusuma yang legendaris itu……menulis berita seakan dah jadi obsesi tersendiri….awalnya sih tugas rutin  untuk nyiapin mading kelas oleh pak guru Bahasa Indon …aku ingat betul judulnya “Pentjulikan jenderal NATO oleh Brigade Merah”…. nyontek dari KOMPAS langganane budheku … ditulis pakek vulpen pilot dengan kertas kuarto yang digarisi …. dipermanis…dengan potongan gambar Brigjen L Dozier (jendral NATO yang diculik) dari KOMPAS …..setelah itu …sepertinya aku yakin takdirku adalah sebagai wartawan…..Masuk SMPN 2 …disini bakatku gak tersalur …. maklum seleksi ketat berlaku untuk para kontributor majalah sekolah si MINI (namanya) ….bentuknya adalah setengah kuarto dan stensilan…lengkap dengan gambarnya …..jadi tulisanku masih masuk katagori MADING aja….yang tak kan terlupa dari majalah itu adalah ketika angkatanku harus menjadi suksesor redaksi tahun 1984-1985 (kelas 2 dan 3 awal) …editor gambarnya adalah trio Pagah (yang akhirnya masuk SMAN1JBR 88)…Joni (Fisika/ITS), Poer (Fisika/UNEJ) dan Winanto (Fisika/UNUD) …mereka bisa hasilkan ilustrasi bahkan script comics dari gambar langsung pada master stensilan…dan hasilnya ciamik…sulit sekali lho bikinnya ….nah ketika SMAN 1 barulah …aku dapat kesempatan luas untuk berekspresi …karena akhirnya aku menjadi …..anggota Dewan Redaksi MAJALAH DINDING SMAN 1 JEMBER…..bagi sebagian orang mungkin Naif betul arek nGebang iki …. dadi pengurus Mading ae girangnya gak ketulungan …..Bersama Haris the Bata Boy…kita punya obsesi agar MADING bisa dilirik siswa yang lewat lontrong depan gerbang sekolah….sukur-sukur bisa jadi sumber informasi …..nah disaat awal launching …ide yang muncul adalah hal-hal yang remeh temeh….saduran dari intisari…vignet (gambar ruwet)…TTS.. dan cerpen ….tak di nyana nyelonong satu karya fenomenal dari Pagah….karikature Pak Imam (the OSIS chief Supervisor) dengan penampakan yang sangar nginpeksi upacara bendera…karya Sigit Brengos (Sos 1 – sejak kuliah di Filsafat UGM aku dah gak jumpa dia lagi…ada yang tau?) ini langsung jadi bahasan yang sengit…mengingat hal sensitif itu dapat serta merta merubah hari launching MADING sekaligus menjadi hari pemBreidelan terhadapnya….tapi kata akhirnya adalah Tayang….benar juga….dari isi mading yang banyak itu….karikature Sigit yang jadi sorotan utama para pihak…. tapi Allhamdulillah gak ada teguran dari BP maupun Pak Imam sendiri ….aman sekali …. Pada launching kedua…isinya masih datar aja…paling-paling ditambah berita pertandingan antar kelas (biasanya ulasane condong mbelani kelase dhewe-dhewe…he…he…he…)..atau resensi kaset…yen iki diikuti usaha agak keras melunakkan hati Ludi agar sudi minjemin cover kaset Metalnya ditempel di Mading (dengan resiko ilang)….Pada terbitan ketiga …..Sigit kirim karikatur meneh…digambarin …BP (bimbingan dan Penyuluhan) yang paling ditakuti oleh siswa…bahkan bagi para aktivis ngeplas 9boso aluse mbolos)… @ Rambo-cafe.com…di plesetkan sebagai Badan Peradilan siswa …lengkap dengan gambar Malaekat el maut duduk di kursi roda bawa….sabit rumput Eropah…yang medheni banget ….. begitu sore ditempel….jam 9 pagi…Redaksi dipanggil oleh BP (pak Sudjai and Co…) … diinterogasi dan di”bimbing&disuluh” ….intinya beliau-beliau tidak berkenan dengan personifikasi BP sebagai Malaekat El Maut ….Redaksi sih oke-oke aja…namun menjadi tidak oke setelah sang kontributor dipanggil dan di introgasi lagi ….akhirnya kita mau bikin perlawanan ….nah kita cari tau …apa itu kode etik Wartawan Indonesia versi PWI (saat itu AJI belum lahir) ….berkat jasa baek Firman …didapatlah buku saku PWI itu dari kakaknya yang redaksi majalah Equilibrium (?) FE -UNBRAW ….wah gagah rasanya …bisa punya bahan ndebat guru BP…Redaksi akhirnya maju lagi ke BP untuk menunjukkan bahwa tak bolehlah BP sebagai pihak yang tersentil memanggil kontributor karena intimidasi itu bisa mematikan kreativitas ….alih-alih bisa nglunakin hati guru BP…kita malah kena ceramah jilid dua tanpa bisa melawan dengan sepadan …. tapi saat keluar ruang BP…kita merasa telah jadi WARTAWAN beneran karena diinterogasi pihak berwenang lantaran sebuah karikatur yang kritis…he…he…he..( Ge Er abis pokoknya…) sisi bagusnya adalah ….ada perasaan yang sensasional tatkala adrenalin naek saat debat dengan guru BP dalam memperjuangkan “kebebasan berekspresi” versi tahun 1986an….perasaan yakin bahwa jurnalis adalah panggilan jiwaku ..rasanya..semakin jelas di hati ini ….sejak itu dorongan untuk me lakukan liputan langsung sangat tinggi …mulailah seri liputan  Konser Rock muncul berturut-turut….mulai saat God Bless manggung (hanya dengan nunjukin kartu pelajar bisa naik ke atas stage bareng wartawan beneran)….Grass Rock…konser Ita Purnamasari di Bondowoso….LaVilla dengan Louie sang BASSIST kidal….Morgenster dengan Anang yang tak dinyana jadi penyanyi kondang saat ini….atau The Lheytherrzz dengan Doddy Isnaeni yang sekarang jadi punggawa KAHITNA….dan ada sensasi yang muncul tatkala rekan-rekan siswa mengerumuni MADING membaca liputan-liputan terkini kita….akhirnya pada kelas 3 awal…setelah proyek MADING jalan….muncullah ide menggarap proyek menerbitkan majalah sekolah SMAN 1 JEMBER yang pertama….memakai pola si MINI …kita bikin majalah dengan basis stensilan dengan comic strip by Joni  arek PJKA……sayang proyek ini hanya menyisakan kekecewaan…dari usulan 500 eksemplar….oleh Pak Imam (sebagai otoritas utama kegiatan OSIS) disetujui hanya 100 eksemplar …bukan karena keterbatasan dana jadi kendalanya …tapi ketidak yakinan akan kemampuan redaksi…yang jadi perkara…akhirnya majalah yang dinamai BIAS ( BulletIn SMA Satu) naik stensil dan sold out  dalam sekejap (lha wong dibagi gratis)….setelah jadi dan ternyata hasilnya gak malu-maluin…pak Imam minta kita mencetak sampai 500 ex…Redaksi ogah…dengan alasan master stensil rusak…padahal kita keki aja ama beliaow yang telah meremehkan kemampuan kita …( itu sebabnya gak banyak alumni tahu kalo kita pernah bikin Bulletin sekolah stensilan..karena di stensil terbatas) …. setelah di UGM ..keinginan untuk selalu nulis dan jadi reporter kian menjadi…sempat jadi Reporter Koran Wawasan untuk rubrik UGM….dan beberapa tulisan masuk majalah intern fakultas…seneng sekalee….tapi ternyata di UGM juga …cita-cita jadi wartawan harus direvisi ulang….secara sadar harus diakui…kemampuan menulisku gak juga membaik masih gitu-gitu aja…sementara rekan-rekan Mahasiswa yang lain menghasilkan tulisan yang punya kaliber nasional seperti anak Pers mahasiswa “Balairung UGM” dan “Clapeyron”-FT.Sipil UGM ….eh ternyata saat di BNI ….dunia jurnalistik tak juga lepas dari takdirku….aku dijadikan reporter Majalah internal BNI – “SINERGI” dan beberapa tulisanku masuk di majalah Serikat Pekerja BNI ..karena tulisanku dianggap terlalu “subversif”… bikin banyak bos gerah…setelah 2 tahun penunjukkan sebagai reporter gak diperpanjang…ya udah goodbye lagi deh ama dunia jurnalistik…bagiku dunia tulis menulis itu mengasyikkan betul….awalnya hanya dari kontributor MADING..sampai ke Majalah beneran walaupun versi  internal corporate …… kegemaran menulis ternyata bisa jadi alat kontemplasi dan anti stress yang manjur…itu yang aku rasakan….dan setelah agak males nulis…aku bersyukur bisa masuk milis alumni sma1 88..sehingga semanfatku muncul lagi … dan senengnya lagi cak amal berkenan bikinin blog ini…. sehingga hobby menulis dan kebebasan berekspresi menemukan bentuk idealnya pada masa kini …. sehingga aku tergerak mengasah lagi kemampuan menulis, minimal di blog ini…Ada hal yang aku sesali…seandainya pada masa SMA dulu … aku dan temen-temen Redaksi Mading mencium bakat-bakat menulis yang hebat dari temen-temen …seperti Cak Amal…Firman..dll… mungkin kita dah bisa bikin majalah SMAN 1 JEMBER yang hebat……itulah salah satu nostalgia yang kuinget tentang masa SMA dulu….tentang MADING dan GeEr merasa dah jadi wartawan …padahal cuman kontributor MADING….Wkkkkkk …..Wkkkkk…Wkkkk

Mereka ternyata ..Beyond my Expectation!!!!

Balikpapan isuk-isuk isih uadeeem…..bakdo subuh ndelok DVD “Eskul “…(biasa …rutinitas weekend arek kos-kosan….ngene iki rek nasibe wong ngolek upo tekan sebrang…wis tuek yok kos ae’) …aku penasaran dengan kontroversi seputar film ini pasca  kemenanggannya di FFI 2006 ..yang dipermasahkan oleh Masyarakat Perpile’man Indonesia…maklum arep ndelok versi layar lebare’….ndek Balikpapan gak gedung Bioskop sing nggenah…ada bioskop model GNI tahun 1985an…tapi sing disetel film medhen-medheni tok….eh kok OOT (out of Topic)…Gini…Filmnya bagus dan cukup menyentuh…tentang anak SMA yang ditindas oleh kawan-kawannya…terus nekad dan nyandera para intimidatornya…terjadi sedikit keriuhan …dan Dooor….si Penyandera bunuh kediri…sad end….abis nonton terus aku mikir opo seperti itu dunia anak SMA saat ini (film ini diinspirasikan oleh kisah nyata)…saling pamer…intimidasi…dll…dadi kesannya dunia yang harusnya menjadi landasan masa depan mereka kok suram abis….trus masa depan seperti apa yang akan mereka dapatkan?…jadi para Birokrat yang suka Menggunting dalam lipatan..pejabat korup…Politikus yang bener-bener tikus …ato jadi pengusaha hitam.?….semua serba gelap….. dan saya kok yakin apa yang menjadikan kita saat ini ….apa juga ada andil pengalaman pribadi pada masa-masa SMA kita dulu ?…pendapat pribadiku.. betapa masa-masa SMA kita di Jember begitu patut disyukuri ….datar …nyaris tanpa gejolak….paling-paling kejadian yang jadi riak adalah peristiwa kayak.. berantem dengan anak Widyatama seperti awal kita masuk….mbolos di Rambo terus disergap guru….atau paling gawat insiden perobekan jok motor (isih kelingan kawan-kawan)…ato..kehilangan spion …busi…dan shock breker ( ini tak alami senndiri) di parkiran motor….selebihnya manis-manis aja..itu seingatku lho? … tapi yang bikin aku surprise …ternyata banyak teman-teman saat ini yang pilihan kerja dan minatnya ternyata beda dengan dugaan “ideal” saya saat SMA dulu …. ada yang memang bisa ditebak ….Prof. Bangbang van Porenk, Yudhie Setyanto dan Firman Kurniawan….our intelegent friend…diprediksi akan berkecimpung di dunia keilmuan ….prediksiku  cocok sekali dengan  saat ini …..Sevidiana Wahidiah dipredict jadi Dokter ….yo cocok ….Terus Haris Hermawan dadi entrepreneur yo cocok…nah yang beyond my expectation ternyata banyak …conto…Dr.Iwan Taruna  dan Dr.Ida Baguz …lha kok dadi dosen …padahal prediksiku akan jadi birokrat dan profesional dunia  bisnis ….lalu Arix Tohari predictku dadi dosen juga …malah jadi marketer product yang energik punya …. bahkan aku gagal nebak kawan sejak SMP …Mirza the Cordutz van Semboro yang terkenal sebagai salah satu aktivis Rambo cafe …malah dadi birokrat keuangan… Dan our moderator Ikhlasul Amal yang tak predict dadi Physics scientist ..malah tulisan-tulisannya sangat humanis gaya arek-arek Sociology …terus Faiz Sahly yang orangnya gaul abis dan pecinta musik-musik pemberontakan yang tak predict gak akan tahan kerja di birokrasi …eh malah dadi birokrat di Fishery dept…wah-wah you’re  beyond my expectation my friend … aku yakin perubahan pilihan-pilihan kerja dan minat lebih banyak ditentukan saat kita di Perguruan Tinggi …bukannya terpola sejak SMA karena sebagian besar kita nampaknya mempunyai ingatan masa SMA yang nyaris sama …. datar…nglundung…tanpa gejolak yang bisa membanting arah pada pilihan yang sama sekali beda dengan yang kita bayangkan dulu …sehingga tak cukup ada relevansinya dengan masa kini kita …termasuk saya..yang kecebur di bank…bukannya menjadi sinder kebun yang dulu jadi impian masa SMA ku…..dan keputusan itu sangat dipengaruhi pengalaman-pengalaman di PT…..tapi yang terpenting apapun pilihan kita…yang terpenting dinikmati saja…..jadi pertanyaannya apa yang menjadi faktor pembalikan arah cita-cita temen-temen?…kalo saya pengalaman PT yang berperan besar ….saat SMA gejolaknya terlalu datar untuk membuat sebuah pembalikan …..itu saja ….so my friend What’s the crucial reason that made you beyond my expectation ? …….

“Mailing List” Alumni

Syukurlah ada Internet dan email: sekalipun setelah lulus hubungan antarteman tidak terurus, akhirnya karena ketemuan, tetap ingin saling kontak, disediakan mailing list teman-teman atau alumni. Untung juga Yahoogroups awet, sehingga untuk lulusan 1988, setelah disediakan pada November 1999 sampai sekarang awet rajet. Atau bahasa kasarnya: orangnya itu-itu saja.

Namun tetap ada sensasi: eh, si Fulan muncul juga akhirnya. Diikuti oleh secuil kaget-kagetan dan kemudian bercerita ke utara dan ke selatan, berarti dari daerah Arjasa sampai Kencong! Setelah itu mereda dan kemudian syukur-syukur jika ada kerja sama saling profit — atau saling benefit.

Alumni tahun berapa saja dari SMA 1 Jember yang sudah memiliki mailing list? Entah. Namun jika ada kabar coba kontak pengelola situs ini agar alamat Web mailing list dapat diikutkan ke daftar di sini.

Oh ya, dulu ada situs Alumni.Net. Entah kabarnya, saya sendiri juga sudah malas memeriksa mereka.