Jember-Koe

January 11th, 2008 by ariek 20 comments »

Tulisan dan photo K. Faiz mengenai Jember ditambah dgn artikel Kompas, Minggu, 6 Januari 2008, yang kebetulan mengulas sosok Dynand Fariz (DF) sebagai penggagas Jember Fashion Carnaval (JFC), ‘memaksa’ saya jadi belajar menulis. Sesuatu yang agak jarang ditemui dalam dunia kerja saya yang serba ‘koboi-koboian’ ini. Jadi jangan heran kalau tulisanku rodho ‘ngoboi’ alias ancur.Khusus mengenai DF, bukan JFC-nya yang menjadi fokus perhatian, tetapi pola pikir dari seorang DF yang menurut saya sangat menarik. Dan lebih menarik lagi kalau hal ini dikaitkan dengan perkembangan Jember saat ini, yang bagian kecilnya terlihat dari photo-photo K. Faiz. 

Paling tidak ada 3 poin yang bisa diambil dari pola pemikiran DF :

  1. Melihat dengan cara berbeda (dari kebanyakan orang)

Jujur saja, saya tidak pernah bisa membayangkan Jember akan menjadi pusat perhatian Mode/fashion (setidaknya itu yang bisa dilihat dari begitu banyaknya ulasan Media Dalam Negeri dan Luar Negeri mengenai JFC). Masyarakat Jember selama ini di kenal sebagai masyarakat agraris dengan kultur santri yang kuat khas masyarakat Tapal Kuda. Mungkin seorang Clifford Geertz-pun akan sedikit bingung melihat keunikan Jember ini, karena dia hanya mengelompokkan masyarakat Jawa dalam dikotomi Santri, Abangan dan Priyayi. Di Jember, ketiga komponen ini, nyaris tidak bisa dipisahkan dalam alur yang jelas, seperti masyarakat Jawa di Jawa Tengah. Dalam setiap studi yang berkaitan dengan masyarakat Jember, hampir selalu mengelompokkan kedudukan Jember di Jawa Timur dalam lingkup komunitas Santri Agraris, seperti halnya kota-kota  Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Lumajang sampai Pasuruan. Dengan pola pemikiran semacam ini, yang ada dalam benak kita adalah kalaupun Jember nantinya akan terkenal, pasti nggak jauh dari hal-hal yang berkaitan dengan Pertanian, Perkebunan, Pondok Pesantren, Kyai/Ulama, Santri dan seterusnya.Tetapi DF melihat Jember dengan cara berbeda. Jember justru punya potensi dalam hal  Mode/Fashion ataupun segala sesuatu yang berbau hedonisme, yang selama ini hanya didominasi oleh kota-kota Besar. DF adalah produk asli Jember dengan penambahan ’bumbu’ ilmu pengetahuan dari luar Jember (bahkan dari luar negeri). Melihat background dia, rasanya kita bisa memaklumi mengapa dia mempunyai kemampuan seperti itu. Baru-baru ini ada suatu survey dari harian Jawa Pos (saya lupa tanggalnya), yang membandingkan performance Kabupaten/Kodya di Jawa Timur. Perbandingan itu menyangkut hampir semua sektor di masyarakat, seperti Pendidikan, Sosial Budaya, Ekonomi . Yang memprihatinkan, hampir disemua kategori, Jember sekarang relatif tertinggal dibandingkan kabupaten/kodya di Jawa Timur. Rasanya kalau tidak ada terobosan yang ’Progressif Revolusioner”(meminjam istilah Kamerad Ekos), Jember akan semakin ketinggalan. Mungkin kita harus berpikir seperti DF untuk membuat Jember lebih berkembang. Saya percaya ’bahan baku’ Jember adalah bukanlah sekedar ’bahan baku’ yang ecek-ecek. Persilangan 2 budaya Jawa dan Madura yang membuat Jember nyaris tidak punya Budaya Asli, justru akan menghasilkan masyarakat yang cenderung egaliter dgn etos kerja yang hebat. Mungkin kalau diminta menuliskan orang Jember yang ’sukses’ dibidangnya,kita perlu berlembar kertas . Orang-orang ini adalah modal dasar berharga untuk mendapatkan pemikiran yang berbeda (baca : kreatif), seperti halnya DF. Sekarang tinggal gimana caranya membuat wadah buat orang hebat Jember agar mereka mau menuangkan ’ide gilanya’ untuk kemajuan Jember. 

  1. Kemampuan menuangkan pemikiran ( ke dalam penerapan lapangan).

Pemikiran bagus tanpa implementasi yang bagus, juga akan mubazhir alias sia-sia. Implementasi bagus juga tidak stagnan pada hal-hal yang sudah menjadi common sense selama ini, selama itu masih dalam koridor konsep pemikiran, implementasi tidak akan kehilangan esensinya. Mungkin kalau DF hanya terpaku pada penerapan mode/fashion dalam bentuk fashion show atau pembukaan boutique, JFC tidak akan terkenal begitu cepat atau bahkan akan mati cepat. Dengan cerdik dia memlih konsep Carnaval, yang bahkan dikota-kota besar di Indonesia, belum diterapkan. Pilihan ini tentunya juga sudah mempertimbangkan segala hal yang berkaitan dengan Jember. Saya pernah membaca tulisan dari DR Ayu Sutarto, Budayawan dari Univ. Jember, salah satu ciri Masyarakat Kultur Pendalungan, seperti halnya masyarakat Jember, adalah terbuka dan mempunyai kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Ketika memilih cara menerapkan konsep pemikiran kita di Jember, kita tidak perlu takut akan terjadi penolakan besar-besaran dari masyarakat Jember, selama kita yakin hal ini akan membawa masyarakat Jember ke arah yang lebih baik. Contoh, dengan tanpa bermaksud mempertentangkan pembukaan Lapter Notohadinegoro, selama itu akan membuka keterisolasian Jember, terutama keterisolasian intelektual, kenapa hal ini tidak diteruskan saja. Apalagi duit yang sudah dikeluarkan Pemda juga tidak sedikit. Penerapan Bulan Berkunjung Jember (BBJ) di Agustus, lebih diletakkan pada koridor Pariwisata. Kenapa tidak dikembangkan sebagai bulan penggalian intelektual agar semua ’bahan baku’ berpartisipasi dalam pengembangan Jember. 

  1. Berani mengambil resiko (dari penerapan pemikiran tersebut).

Tidak banyak orang yang mempunyai keberanian mengambil resiko dari konsekuensi penerapan konsep pemikirannya. Apalagi melihat karakter masyarakat Jember yang cenderung keras, ekspresif dan sedikit temperamental (benar nggak sich……?). DF berani menerobos hal ini. Tentunya keberanian ini bukanlah keberanian membabi buta, tetapi keberanian dengan juga mempertimbangkan segala aspek. Pilihan tema dan busana yang dikenakan peserta Carnaval sebagai contoh, bukanlah hal-hal yang serba ’terbuka’, tetapi tetap mempertimbangkan kondisi psikologis masyarakat Jember yang berkultur santri. Sebenarnya bupati Jember sekarang (MZA Jalal), sudah menunjukkan ’nyali’, ketika berani merubah dengan ekstrim tampilan alun-alun dengan berbagai macam fasilitas olahraga dan juga memberikan nuansa padang pasir di depan Masjid Jami’ Al Baitul Amien (lihat hasil jepretan K.Faiz di Gallery). Meskipun terkesan norak dan dipaksakan, tapi toch pada akhirnya Jember punya sesuatu yang ’dibanggakan’. Nyali itu harus terus dikembangkan ke hal-hal yang langsung bersentuhan dengan  masyarakat. Kalau Jember dikenal dengan daerah dengan angka anak putus sekolah yang besar, mengapa tidak ada keberanian untuk membebaskan saja uang SPP sampai SMA. Masalahnya tinggal di kemauan dan penempatan prioritas program dari Pemda dan Muspida Jember. Jember juga mempunyai Universitas Negeri yang bisa ’dipaksa’ untuk lebih berkontribusi terhadap perkembangan Jember. Ketika banyak orang pintar di Universitas ini turut berpartisipasi dalam pengembangan daerah lain, kenapa hal yang sama tidak terjadi di Jember. Ketika banyak orang miskin mengeluhkan biaya pengobatan dan obat yang makin tinggi, kenapa Jember tidak mempelopori untuk membebaskan biaya pengobatan bagi masyarakatnya yang kebetulan belum beruntung dari sudut materi. Rasanya problemnya bukan di kemampuan financial, tetapi, sekali lagi, kemauan dan setting prioritas program kerja. 

Akhirnya Jember mau jadi bagus atau tidak, semuanya berpulang pada masyarakat, pemimpin dan juga kita sebagai salah satu ’civitas academica’. Kalau DF saja bisa membuat Jember ’berbeda’ dengan kabupaten lain, maka konco-koncoku alumni SMA 1 Jbr, sing terkenal pinter-pinter, mesthine bisa melakukan lebih dari sekedar ’berbeda’, alias berbeda yang hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Jember. Yok opo, rek……?. 

Wallahualam bissowab.

Popularity: 19% [?]

Jember Trip 2008

January 10th, 2008 by faiz_sahly 31 comments »

Menjelang tanggal 31 Desember 2007, aku sedikit was-was. Rencana ke Jember untuk sowan orang tua dan njemput anak terancam gagal sebagai akibat banjir yang melanda wilayah Jateng dan Jatim. Luapan air Bengawan Solo yang makin menyebar, membuat jasa transportasi antar kota terganggu. Setelah cari info sana-sini, akhirnya tak tekati mabur dari Jogja ke Surabaya.

Senin jam 13.15 waktu Surabaya. Angin sejuk menerpa, sedikit mendung membuat suasana kota Surabaya terasa nyaman. Nggak seperti biasanya.. puanass. Aku nelpon Dr. Sevi dan Cak Ariek untuk melaporkan kehadiranku di Jawa Timur setelah hampir 2 tahun meninggalkannya. Tepat jam 2 siang, Bis Patas TJIPTO mengantarkan aku dan istri melalui kota “setengah mati” PORONG.

» Read more: Jember Trip 2008

Popularity: 35% [?]

Mau tinggal di mana kita?

January 5th, 2008 by sevi 18 comments »

Dalam perjalanan menuju Dinkes dengan seorang kolega kemarin pagi, di tengah angin kencang dan hujan deras yang mengguyur Sidoarjo, kami sempat terlibat pembicaraan ringan tentang bencana alam yang terjadi di negeri ini, terutama di Jawa Timur. Sekarang ini, dimanapun kita tinggal rasanya semua punya potensi untuk terkena bencana alam.

Dulu, kupikir tinggal di daerah dataran tinggi, semisal Malang akan menyenangkan sekali. Sudah hawanya sejuk, panorama alam indah, tanaman mudah tumbuh dan air yang selalu segar. Tapi tampaknya keadaan tsb. tidak selalu demikian adanya. Sekarang ini, tinggal di daerah tinggi, justru ancaman tanah longsor mengintai sewaktu-waktu, terutama saat musim hujan tiba.

Di daerah pesisirpun, sebenarnya menyenangkan juga. Sekalipun hawanya relatif lebih panas. Tetapi kita bisa dekat dengan laut, bisa melihat cakrawala luas, melihat matahari tenggelam atau terbit, asik juga. Tapi, kalau mengingat bahwa tiap saat tsunami bisa datang dengan tiba-tiba, banjir pasang air laut dan badai yang memporak porandakan semua yang ada di pesisir, tentu ada perasaan takut juga. Sangat manusiawi.

Bagaimana dengan di perkotaan? Wah, tentu saja enak sekali. Secara fasilitas, semua ada dan lengkap, tinggal pilih saja yang penting ada uang. Tapi, karena biasanya penduduk lebih padat, tentu saja kawasan pemukiman jadi lebih rapat, daerah resapan air berkurang karena banyaknya bangunan2, belum lagi perilaku masyarakat yang tidak disiplin menjaga kebersihan, sistem drainase yang asal saja, perencanaan tata ruang kota yang tidak holistik. Membuat permasalahan di kota lebih kompleks. Akibatnya, ketika musim kemarau, air susah didapat dan kadang berbau serta kotor. Sedangkan saat musim hujan, air cepat sekali meluap sekalipun hanya diguyur hujan deras 1-2 jam saja.

Bagaimana jika tinggal di daerah sekitar aliran sungai? Kalau melihat betapa hebatnya sungai Bengawan Solo menenggelamkan kota2 di sepanjang alirannya dan menghancurkan semuanya, aku ngeri juga membayangkan. Padahal di Jember saat kecil dulu, keluargaku tinggal di pinggir sungai Bedadung. Sampai kelas 4 SD, rumahku di daerah Tembaan (d/h jl. Untung Suropati), masuk gang, dan rumahnya berjarak 50 meter dari tepi sungai. Ketika musim panas menyenangkan sekali bermain di sungai. Berenang, cari ikan, atau sekedar duduk2 di bebatuan yang besar sambil menikmati sensasi kaki yang digigiti ikan kecil-kecil. Airnya masih jernih kala itu, ikan-ikan yang berenang tampak jelas, wah asik dah! Tapi jangan tanya kalau pas musim hujan. Air sungai Bedadung yang tadinya jernih, bisa berubah jadi coklat, lebar sungai jadi 2 kali lipat, permukaan air meninggi, belum lagi suaranya yang gemuruh. Serem! Hanya karena posisi sungainya yang dalam, kekhawatiran karena banjir tidak pernah ada. Entah sekarang, bagaimana kabar si Bedadung?

Lantas, dimana sebaiknya kita tinggal? Yah…, dimanapun kita tinggal kini, apapun dan bagaimanapun keadaannya, itulah tempat kita yang terbaik. Asal kita bisa menjaga, merawat dan mencintai lingkungan sekitar dan rumah kita, tentu akan menjadi tempat yang sehat, indah, nyaman dan menjadi tempat yang paling dirindukan saat kita pergi.

Tak terasa, percakapan pagi itu harus diakhiri karena sudah sampai di tujuan. Hujan masih deras, angin sudah berkurang kecepatannya, jalan raya Porong hari itu ditutup total karena tanggul jebol dan membanjiri jalan raya sampai setinggi dada. Benar-benar pagi yang suram, tapi banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran dan renungan.

Aku jadi ingat pertanyaan yang dilontarkan anak sulungku kepada ayahnya. “Pa, orang Amerika sekarang sudah merencanakan untuk tinggal di bulan, jika tanah di bumi sudah habis. Lalu kita orang Indonesia mau tinggal di mana?” Apakah kecemasan dan kekhawatiran yang akan kita tinggalkan untuk anak cucu kita? Kuharap tentu tidak.

Popularity: 13% [?]

Galarama, variety show pertama yang saya lihat

December 17th, 2007 by afton 22 comments »

Kembali ke tahun 1978 – 1987 an saat saya masih di jember mengambil program S3 (SD-SMP-SMA), tepatnya saat SD menjelang SMP, hiburan yang meriah dan murah (bahkan gratis) adalah nonton TV.

Waktu itu channel TV belum sebanyak sekarang , belum ada yang namanya Anteve, TPI, Indosiar, RCTI, SCTV, Gombal TV, Lativi, Trans 7, Trans TV, Metro TV dan TV2 lokal … adanya cuman TVRI stasiun Surabaya thok , itu pun jam on-air nya dari jam 17.00 diawali berita daerah, penyiarnya yang masih saya ingat, Arie Purnomo Adji, Rini Sugiyono dan Pungky Runkat (konon menurut kartolo, artinya mumPUNG saiKI duRUNG berangKAT… artinya waktu lahir dia ditinggal bapaknya transmigrasi .. hehe) dan diakhiri jam 12.00 dengan film2 favourite waktu itu semacam The Six Million Dollar Man, Bionic Woman, Chips, Barnaby Jones, Canon, Starsky and Hutch lan sak panunggalane..

Salah satu acara favorit saya di Prime Time jam 19.30 (sehabis warta berita nasional dan garuda pancasila .. ayo.. maajuu… majuuu..) adalah, Galarama ( menurut seorang produser TVRI Sby saat itu Agus Alfa, artinya adalah seGALA iRAMA) memang disitu ditampilkan segala irama lagu yang lazim ditampilkan waktu itu, ada jazz, pop dan sedikit ndangdut…. dan di tengah2 acara (ini biasanya yang ditunggu2) ada acara lawak oleh grup lawak lokal surabaya, yang pada waktu itu memang lagi banyak2nya.

Sejumlah penyanyi Galarama yang sempat saya ingat adalah Rita Monica (parasnya yg sendu selalu terngiang2) Johan Untung, Atik Choirul Bahri (ini juga sudah go nasional), Priyo sigit, Alm. Vicky Vendy dan alm Gombloh, di lapis kedua ada yulie koesnoe, Maharani Kahar, Dian Fakih dan Tyas Drastistiana (bukan daratista lho..), untuk jazz, yan masih saya inget , ada Bubi chen dan Mus Mujiono, untuk ndangdut ada Ida Sanjaya, Anna Sanjaya, Agus Helm, Khalik Dan sebagainya.

Grup Lawak yang saya ingat pernah dan rajin tampil di Galarama adalah Srimulat Surabaya (Asmuni, Isye, Edi Geyol, Bambang Gentholet, Pete, Tikno, Tessy, Toto Hidayat, Bandhempo, Bowo dan lainnya yang saya gak inget ), Surya Group (Alm Jalal, Hery Koko, Susy Sunaryo, Suprapto Wibowo/ esther dan George Sapulette), Kwartet S (Bambang, Jati, Joko dan Bagong), Semanggi Group (Blontang, Roy Markun, Mety, Dandy), Buana Grup (Tatang Gundul cs), dan group lawak lainnya yang ngetopnya dibawah yang sudah saya sebut di atas.

jam 20.30 Galarama sudah selesai, dilanjut Manasuka Siaran Niaga (commercial break berdurasi penuh 1/2 jam), trus Dunia Dalam Berita (program ini s/d sekarang masih ada di TVRI) dan setelah itu biasanya saya ketiduran… groookk.. groookkk..

Popularity: 31% [?]

Radio kita….”kacepot gule’na mera…”

December 8th, 2007 by ekoz_guevara 54 comments »

“..be’de kereman laguh de’ri Pak Marjuk ambik Bu’Marjuk..e…duson krajan Mayang…kanguy pak Sane’man..e duson panti..de’rema kabbare kakeh..ma’tak tao rem-kereman lagu pole…de el.el..”..akhirnya” kangguy ca kanca kabbih ..kaule Bang Jali abik Bang Same’on apameteah ge’lu….kacepot gule’na merah salah lopot kaule ambik bang Same’on nyo’oon sappora..”….

kemudian jreng..suara bang haji Rhoma Irama mengalun deras dari radio merek Telesonic..” dibalik kerudung..wajahmu tersembunyi…kau cantik alami anugerah Illahi…jreng-jreng”….

inget kan sama sapaan legendaris ini dari penyiar lagu-lagu dangdut yang kondang tahun delapan puluhan ( tapi aku agak lupa..ini di Radio Suara Akbar ato Radio Kartika ya?”….saya yakin mayoritas temen disini sangat familiar dengan kosa kata dan gaya bicara para penyiar radio di Jember…kombinasi bahasa Indonesia dicampur Madura..menelurkan sub genre bahasa Madura yang sangat Jember..( kalo orang-orang pasar pasti sangat hapal dengan gaya bahasa ini…ek-arek Gang Panili,Talangsari,Etan Pasar,Kp.Ledok,Kas-kasan..de el el…pasti sering terpapar gaya bahasa ini)…jika bahasa gaul semacam itu muncul di radio-radio AM kota Jember..maka yang tersisa di kita adalah senyum simpul geli yang asyik punya…( sulit gambarinnya)..Jaman itu Radio AM adalah sarana komunikasi antar warga yang sangat efektif dan meluas…salim kirim salam dan request lagu baik via surat ato via kupon salam-salaman dan request lagu yang bersifat Pra Bayar…kupon request lagu ini mesti beli di stasion Radio yang kita demenin..( ini kayaknya yang menginspirasi voucher pra bayar HP sekarang ya?..wkk..wkk..)..adalah episode yang sering ditunggu…oleh masyarakat Jember begitu juga kita remaja-remaja Jember….

Saat itu Radio FM belum ada di Jember…udara Jember dikuasai oleh The Big Three…Radio Suara Akbar…Radio Kartika dan Radio Khusus Pemerintah Daerah (RKPD) milik PEMDA….di urutan buncit seprti biasa R R I. Masing-masing mempunyai andalan acara untuk menggaet pangsa iklan segajah-gajahnya.untuk itu..segmentasi menjadi hal yang penting…karena mayoritas pecinta radio adalah masyarakat pedesaan yang senang membawa-bawa Radio di sawah-sawah dan kebetulan mayoritas adalah etnis Madura seperti Pak Marjuk dan Bu Marjuk yang sangat masyur itu maka program acara dikuasai oleh progam lagu-lagu dangdut dan kirim-kiriman salam via kupon pra bayar itu…dimana pembawa acaranya berbicara dengan bahasa Meduro pasar..yang gabungan antara Bahasa Medureh dan Bahasa Indonesia….di acara seperti itu ..para pengiklan berebut..sehingga tak terkadang terjadi blocking time spot iklan pada program-program yang favorit..jaman itu yang terkenal adalah iklan “Pil Kita” produksi Marguna Tarulata APK Farma…. obat dewa yg legendaris karena bisa menyembuhkan semua penyakit dari capek,encok,pilek ..sampek pusing-pusing karena ditolak gebetan..wkk.wkk..mana dikasik bonus tambahan energi kuat sehat lelaki..lagi..e el el…)..ya blocking ime ini karena pil itu untuk pasar para petani,nelayan,pedagang,sopir,tukang Kaceb dll…maka kombinasi antara lagu dangdut dan iklan-iklan “Pil Kita ” yang sangat deras menggelontor kuping pemirsa ini berhasil mempersuasi para pembaca untuk beli itu daripada pil…Penyiar acara semacam ini yang paling top Markotob adalah Bang Jali dan Bang Same’on tadi itu….

Kalo stasion Radio yang mendapat julukan avant garde bagi life style anak-anak muda Jember maka Radio Suara Akbar adalah nama legendarisnya…radio yang awalnya bermarkas di Jl.Truno joyo ( sebelah rumah Dr.Jakfal)…dan kemudian pindah ke Jl.Kartini di depan komplek SD Jember Kidul VI-IX….bisa dibilang sebagai market leader…selain influencenya pada kehidupan anak muda via lagu-lagu ato game or quiz saat acara diputar…RSA ini juga sangat dikenal sebagai Event Organizer konser-konser musik baik itu Rock ( kayak kerjasamanya dengan Log Zhelebour),Dangdut (sering jadi co promotor Rhoma Irama)..bahkan..untuk acara-acara PEMDA seperti publikasi acara Gerak Jalan Tradisional Tanggul Jember juga dijabanin ama Radio ini…

Acara yang paling aku sukai dari Radio ini tentu saja ” Rest and Relax Music “.yang diasuh oleh Kak Nana yang suaranya betul-betul membuai itu…acara yang durasinya 1 jam sejak jam 13.30 WIB ini ..adalah referensi utama remaja-remaja Jember…untuk lagu dan istilah-istilah yang lagi hype…acara itu jadi ajang saling kirim-kiriman salam untuk teman dan gebetan…apabila salah seorang dari kita kupon ato suratnya dibaca kak Nana maka bisa dipastikan besoknya ada respon dari teman-teman…selain suara mendayu kak Nana yang pas banget dengan jadwal leyeh-leyeh after School Hour itu…lagu-lagu yang dipilihnya juga top banget dan semua lagu barat….aku paling seneng kalo yang diputar lagunya Chicago “Hard To Say I’m Sorry”..Lionel Ritchie “Three Times Lady”..Rod Stewart “I Don’t Want To Talk about it”…lagu kesayangannya Tristina ” Love of My Life” dari Queen…..ato lagu kesukaan Ludi dari RockWell “Knife”….

Pada acara Rest and Relax music itu..kita juga jadi ngeh..siapa-siapa yang lagi pengen aksion dan PDKT ama para selebritis sekolah….juga jadi ngerti siapa-siapa saja para selebritis SMP1,SMP2,SMP3…ato SMA1,SMA2..dll…acara-acara kiriman lagu juga ajang promosi terselubung dari genk ato clique sekolah…tahu siapa aja anak-anak Lheytherrz…anak-anak Ethiopianz…anak-anak Candouraq…anak-anak TR..anak-anak Destroyer…Dhayax…Alpena..Bareta (Barisan Remaja Tampan) dlll….kalo hal unik lainnya adalah nama-nama pengirimnya aneh banget dan catchy…kayak Agus Arjamel..keren kan..tahu artinya Agus Arek Jalan Melati…ato…Omdhe Argedar (arek Gebang Darwo)..wkk..wkk..sorry cak guyon…. kalo yang termasuk aktif salam-salaman diangkatanku kayaknya yang teringat cuman Onix..ato..Reno Sari Palupi itu…terus Indra Lemkari de el el…aku sih gak pernah kirim-kiriman gitu….cuman pendengar saja…

Pengalaman laen yang teringat adalah..ketika aku saat SMA ikut lomba penyiar radio…dan aku melakonkan sebagai penyiar laga tinju nasional….saat itu sih masih hangat-hangatnya kehebatan para petinju Indonesia seperti Yani Hagler Dokolamo…Ellyas Pical..Dobrak Arter…Sambung.de el el..Maka aku ngikut lomba dan beraksi seolah-olah sedang menyiarkan langsung pertandingan tinju antara Yani Hagler Versus Dobrak Arter….nah saat paginya aku disamperin Pak Sudja’i (guru BePe)..beliau berkata “..ko ..kamu sukses nipu aku”..akh aku kaget ” apa pak?”…” itu semalam, aku pikir ada siaran tinju beneran di Radio Suara Akbar,,e alah,,ternyata kamu melu lomba penyiar olahraga to?…”…”..aku cuman tertawa kecut..”..Iya pak tapi kalah..wkk..wkk..” kayaknya karena aku terlalu serius memerankan seorang komentator tinju kayak Syamsul Anwar…yang menang malah yang bikin siaran lucu-lucuan….e alah…dikadali Radio Suara Akbar…

Kalo Chalengger marketnya Radio Suara Akbar adalah Radio Kartika yang di Jl. Kartini ujung di depannya Sekolah Pendidikan Guru (SPG)…radio in banyak menyiarkan sandiwara radio dan dangdut…cuman ada satu acara yang selalu saya tunggu pada Minggu malam…yaitu acara yang menyiarkan lagu-lagu Rock yang lagi hit…nama program acaranya aku lupa….di acara itu bener-bener di geber abis lagu-lagu rock yang lagi hits ato yang legendaris..kayak..”Final Countdown”nya Europe…” Runaway” Bon Jovi..” Smoke on The Water”nya Deep Purple ato “Tom Sawyer” Rush dan “In Trance” Scorpion…entah siapa mempengaruhi siapa…lagu-lagu yang dipilih biasanya yang sering muncul si scene-scene ato gig-gig musik di Jember.terutama yang dinyanyikan oleh La Villa dengan Anang Hermansyah sebagai vocalisnya (sekarang kuat gak dia nyanykan itu lagu ya?)..ato La Villa yang memilih lagu-lagu itu sebagai playlist konsernya … karena lagu-lagu itu sering diputar di Radio Kartika….

RKPD adalah Radio yang banyak mengulas masalah pembangunan dan acara penyuluhan pertanian…yang aku sangat inget cuman ..di pagi hari RKPD punya acara musik pengantar kerja yang penyiarnya punya suara Bariton yang sangat ciamik gak kalah dengan suara pak Sambas dari RRI Bandung yang kemudian jadi komentator TVRI itu….

kalo RRI sih acara yang paling hebat adalah…” Selamat Sore Bapak…Selamat Sore Ibuk…di sini Mas Rizal akan menyanyi..”..wkkk..wkkk…yap betul sekali acara yang menyiarkan anak-anak TK menyanyi dan berdeklamasi…bagi yang sodaranya ato tetangganya akan siaran pasti deh dah terjadi kehebohan selama seminggu itu…lagu yang terkenal adalah” Slamat sore pak..slamat sore bu..slamat sore semua…satu.dua..tiga..”..heboh..heboh..hayo siapa yang pernah siaran.TK di RRI tunjuk tangan….. RRI juga punya acara sandiwara radio yang sangat legendaris yaitu..” Butir-Butir Pasir di Laut ..episode Seribu Lima Ratus Limapuluh Lima..)..sandiwara Radio yang ceritanya mbulet gak karu-karuan dengan pengisi suaraa Maria Oentoe itu..entah sampek episode kapan berakhirnya….

Programa Radio yang juga menginfluence tentu saja Sandiwara Radio…sejak Saur Sepuh…Brama Kumbara…Mak Lampir de e el..aku gak pernah seneng sih…paling ikutan nimbrung saat drama seri yang isinya memedi alias horror itu…kalo yang ini porsinya Faiz Sahly yang tau rinci….

Saat mau kuliah di UGM.baru muncul radio FM swasta pertama di Jember..Prosalina FM..yang di deket Kodim itu..aku saat itu gak mantau banget..tapi katane sih sejak munculnya Prosalina lambat laun kejayaan The Big Three di kota Jember mulai pudar…jaman itu aku gak terlalu perhatiin…apalagi gaya bahasa yang diusung Prosalina FM gak nyenengin…para penyiarnya bergaya Jakartaan..dengan Lu-lu dan Gue-Gue gitu deh..dan..dong…gak nyenengin..mengusik kebanggaan sebagai anak Jember asli..dan aku gak merasa itu Radio bagi komunitas Jember..cuman..Prosalina FM hanya radio slundupan kapitalis media asal Jakarta yang gak ngerti tata krama bahasa ala Jember..kesellllll….banget…….lha wong Radio Suara Akbar gak gitu-gitu amat…tapi anehnya dia eksis juga lho…arek Jember emang berubah…wkk..wkk..wkk…

lagian aku juga dah jarang pulang…dan..lagi asyik asyiknya dengerin Geronimo FM,Unisi FM dan Retjo Buntung …ya iyalah…di Jogja..he.he..he..

tore tan tretan sedejeh…Kacepot Gullena mera..salah lopot kaule nyo’oon sappora

Popularity: 34% [?]

Serunya ulang tahun…..

December 5th, 2007 by sevi 39 comments »

Hari sabtu, 1 Desember kemarin, aku ngalup ke jember. Perjalanan seperti biasa , sambang ortu dan kakak. Kebetulan juga anakku yang kecil mau ultah yang ke 7, jadi sekalian dirayakan di sana sekalipun sekedar makan malam di RM. Lestari. Dan kebetulan yang menyenangkan juga, pas nunggu pesanan datang aku bisa ketemu sama Iwan Taruna dan ojobnya. Bersay hello, ngobrol dan hahahihi sebentar. Justru Ekos yang heboh, minta foto bersama segala. (lho kok ketemu Ekos pisan?)

Ngomong-ngomong soal ultah, pasti kita punya cerita seru tentang acara paling di tunggu-tunggu itu, apalagi kalau ada yang memberi kado di hari ultah. Aku ingat waktu jaman SD, saat itu musim kotak pensil yang pake magnit, trus ada kaca kecilnya, ada tempat khusus penggaris dan bahkan rautan pensilpun menyatu di kotak tsb. Bentuknya ada model2 binatang, kartun cantik warna pink…..duuuuh pokoke cute banget. Sayangnya, kotak pensilku sekalipun pake magnet, tapi yang kecil dan bentuknya kotak saja, maklum anak bapakku banyak jadi ga kuat kalau beli kotak pensil yang gede dan cute.  Sampai suatu ketika, saat ultah yang ke 10 , aku mengundang beberapa sahabat dekatku makan siang di rumah. Dan tahu nggak, beberapa hadiah ultah yang aku terima adalah kotak pensil warna pink, yang gede, cute, gambar kartun putri cantik… pokoknya impiankulah, dan jumlahnya gak tanggung-tanggung…ada 5 rek! Jadilah aku yang kegirangan , ganti2 kotak pensil tiap hari……nggaya tenan!

Saat aku klas 6 SD, aku punya wali kelas yang cantik, lembut dan sabar, wajahnya mirip foto ibu Kartini. Namanya bu Jum. Wah, aku dan teman sekelas sayang banget sama guruku satu itu. Sampai suatu hari aku dan konco dekatku, mencari tahu hari ultah bu Jum di kantor TU. Setelah tahu tgl ultahnya, aku sampaikan rencanaku ke teman sekelas kalau ingin merayakan ultah bu Jum. Teman2ku setuju kabeh, dan kami serkiler/urunan sak ikhlase, lek gak salah rata2 urunan 50 rupiah (jaman iku rek). Uang yang terkumpul dibelikan satu set gelas plus teko-nya, warnanya hijau muda yang harganya waktu itu Rp. 1500an (aku eling banget, soale aku karo ibuku sing tuku). Pas hari H-nya kami memberi kejutan, saat beliau masuk kelas kami spontan menyanyikan lagu ‘Selamat ulang tahun’ dan ‘Happy Birthday’ sambil memberikan kado ultah untuk beliau. Aku ingat sekali, bu Jum sampai berlinang airmata, tersenyum haru dan bicara terima kasih dengan suara tersendat-sendat. Kamipun puas dan ikut terharu, terlebih lagi beberapa waktu kemudian, aku tahu bahwa beliau menyimpan kado kami di lemari kaca ruang tamunya. Semoga beliau tetap sehat sekarang (aku tidak mendengar kabar terakhir beliau).  Setelah acara selesai, bu Jum mengajari lagu baru buat kami, judulnya ‘Amboina’ (itu lagu baru aku tahu dan lagunya indah sekali).

Kira2 begini liriknya : Duduk termenung di tepi pantai, nikmati malam purnama yang indah permai. Seakan beta ada di sana, di pantai Ambon dengan pasir putihnya….. Siang jadi kenangan, malam menjadi impian. Di pantai Amboina yang kukenang dan kucinta……hiks…hiks..hiks..

Masa SMP, sepertinya gak ada cerita tentang ultah. Nah…., yang seru itu acara ultah saat SMA. Tahu sendiri kan, saat klas II SMA, banyak teman2 cewek yang merayakan sweet seventeen. Sekalipun aku tidak merayakan ultah ke 17 ku, tapi waktu itu aku banyak sekali dapat undangan acara ultah 17an, hampir tiap minggu ada undangan ultah.

Ada satu acara ultah yang berkesan banget (dari segi menu yang terhidang…hehehe, dasar perut karet). Waktu itu klas II SMA, aku lupa nama yang ngundang (Eli apa ya?) sori lali jenenge, soale ga sekelas sih.  Rumahnya di daerah Kaliwates daerah PTP situ. Hari minggu siang itu, setelah rapat sispena aku meluncur ke rumah Eli bareng Sri Hidayati. Setelah masuk dan duduk lesehan, snack pertama keluar yaitu kue spiku dan  donat kentang guede-guede nan menggoda…., comot satu. Lalu ngobrol2, acara makan mulai. Menunya bakso pak Sabar (yang lagi top2nya), gado2, ayam goreng…..pokoke akeh banget dan enak2 tenan, tak incip kabeh menunya sekalipun dikit2. Habis makan ada acara potong kue tart, jane wis wareg tapi kue tart-nya menggoda juga, dimakan juga akhirnya. Tak pikir wis entek acara makannya, eh lha kok masih ada acara rujak manis, endi maneh irisan buahnya gede2, buahnya seger2, bumbune sawangane enak  banget…….yaaa sayang kalau dicuekin, makan lagi juga. Untungnya, celana panjang yang kupake model pinggangnya pake karet, jadi muat2 saja. Sri ini yang kerepotan karena mesti nyopot sabuk dan kancing celana jins-nya…..Alhasil saat pulang, gak iso ngadheg, mergo kekenyangan. Dan aku tidak makan sama sekali di rumah sampai besok paginya……

Di kelasku 3 Bio 3, acara ultah yo gak kalah seru rek. Aku dan bolo2, punya daftar ultah arek2 sak kelas. Biasanya beberapa hari sebelum seseorang ultah, aku dan bolo2 ngompori arek yang mau ultah, dan H-1 biasane aku nulis woro-woro gede2 neng papan tulis, kalau besok si A ultah, siap-siap jangan makan pagi atau makan siang karena ada traktiran dari A (bernada provokatif ….hehehe), dan diakhiri tanda tangan Sevi (menteri ulang tahun jare arek2). Macam2 yang dibawa saat ada yang ultah, sekedar makan bakso rame2 di pak Ri, bagi2 coklat fullcream (iki acarane Jovita), bawa  biscuit kaleng atau kacang kulit dll.

Ada satu yang berkesan dan aku ingat betul. Waktu itu si Oon (Wismadi Laksono, saiki jarene dadi camat di pulau garam) mau ultah. Seperti biasa aku provokasi dia untuk menyiapkan acara ultah. Karena responnya ’malu-malu’, no comment dan senyum2 saja, aku tidak berharap banyak sakjane, sekalipun ritual menulis woro2 tetap kulakukan seperti biasa. Eh lha kok pas hari H-nya, si Oon datang pagi2 ke sekolah bawa 2 kardus ukuran indomie, trus diserahkan ke aku. Katanya ini tolong dibagi ke anak2 untuk acara ultahnya.  Weeee….gantian aku yang surprise banget! karena di dalam kardus ada sudah terdapat banyak paket lemper dan satu kue lagi (lupa) yang dibungkus plastik dan diberi tissue kue , persis acara arisan ibu2 PKK. Jujur, waktu itu aku nyesel juga karena jadi ngrepoti ibune Oon sekaligus kudu ngguyu. Btw, tengkyu kuenya On!

Saat kuliah, aku punya genk cewek2 beranggota 6 orang.  Genk sekedar tempat curhat, diskusi, jalan2 atau ngumpul2 saja. Ritual ultah anggota genk-ku lumayan juga, ya karena faktor usia jadi acara ultah biasanya kami isi dengan wisata kuliner, mencoba tempat makan yang enak2 yang belum pernah di kunjungi (tentu saja yang ultah mbayari rek),  kado tetap saja model serkiler, tetapi tema untuk kado berubah tiap tahunnya. Jadi kalau tahun ini temanya tas, ya kadonya mesti tas semua. Kalau tahun depan temanya baju/kain, kadonya juga sesuai tema. Dan asiknya, tema yang diambil selalu kami diskusikan sebelumnya, juga berapa budget yang mesti dikeluarkan untuk beli kado. Artinya, kalau kami terima kado ya tahulah berapa kira2 harga kadonya dan beli di mana. Lha wong belanjanya mesti rame2 minus yang mau ultah , tahun ke tahun yo muter ae kayak susur…….

Popularity: 58% [?]

MAU DENGERIN LAGU LAGU HITS DI MASA SEKOLAH ?

November 29th, 2007 by omdhe 42 comments »

sAlAm kEnAl……

AKU LULUS SMPN1 JEMBER TAHUN 1984 DAN SMAN 1 JEMBER TAHUN 1987. AKU HAMPIR CAPEK MUTER-MUTER NAIK GOOGLE MENCARI YANG NAMANYA ALUMNI SMAN 1 JEMBER ATAU SMPN 1 JEMBER BARANGKALI ADA WEBSITE ATAU BLOG ATAU APALAH SEMACAMNYA ITU YANG JADI AJANG REUNI VIA DUNIA MAYA, SEKALIAN CARI INFORMASI TEMAN – TEMAN SESEKOLAH DULU APA KHABAR KALIAN ? SEKARANG AKU JADI RINDU MASA MASA SEKOLAH DULU DI ERA 80an SUNGGUH MASA YANG TAK MUNGKIN TERLUPAKAN. SOLUSI SEMENTARA SEBELUM AKU KETEMU KALIAN AKU COBA – COBA MULAI IKUTAN MILIS ATAU YANG SEJENISNYA. DI SITU AKU BISA SHARING SEGALA SESUATU YANG BERBAU 80an DIANTARANYA SHARING MP3. LUMAYANLAH AKU BISA MENDENGARKAN LAGI LAGU-LAGU TOP PADA SAAT ITU HE..HE..HE.. SELERA JADUL YA..? NGGAK APALAH YANG PENTING RINDUKU DI MASA ITU SEDIKIT TEROBATI, SOALNYA LAGU-LAGU MASA ITU UENAK TENAN… SIAPA SIH YANG NGGAK KENAL UENAKNYA KUMPULAN LAGU “LOVE SONG” DI MASA ITU. BELUM LAGI LAGU-LAGU POP KREATIF ATAU BAHKAN LAGU-LAGU MASA ITU YANG DIANGGAP NGGAK KREATIF SEMACAM LAGU CIPT. RINTO HARAHAP DKK. KALAU DIDENGARKAN SEKARANG WEH… KOYO’E MAK NYUS NING ATI…

MAU GABUNG…. MONGGO…..

(eh, mana yang alumni 87 ?)

Popularity: 40% [?]

Setahun + 179 hari

November 25th, 2007 by sevi 9 comments »

Menurut berita Jawa Pos tadi pagi, hari ini genap setahun + 179 hari bencana lumpur di Porong Sidoarjo sudah berlangsung. Setelah sekian lama, kira-kira seminggu yang lalu aku berkesempatan ‘jalan-jalan’ ke lokasi bencana. Diantar seorang teman baik, aku diajak berkeliling menyusuri lokasi bencana mulai dari sisi utara, timur, barat dan selatan. Sangat terbengong-bengong, karena tidak pernah membayangkan sampai separah dan sedemikian besar kerusakan yang terjadi. Pokoke serem, mengenaskan, memilukan…wah udan tangis pendeke…hehehe..

Cerita2 tentang bencana tsb. kupikir sudah banyak yang tahulah. Aku hanya berbagi cerita lewat beberapa gambar yang sempat kuambil. Silakan membayangkan sendiri kesedihan yang terjadi di sana. Jika ada yang singgah ke Sidoarjo, aku bersedia menjadi guide yang baik hati dan tidak sombong…..wkk…wkk….

Ini ada beberapa foto yang sempat kuambil gambarnya.

p1010085-edr.jpgp1010089-edr.jpgp1010092-edr.jpgp1010103-edr.jpgp1010108edr.jpgp1010130-edr.jpgp1010138-edr.jpg

Popularity: 23% [?]

GENK SEKOLAH……(Awas Bullying)

November 24th, 2007 by ekoz_guevara 25 comments »

TAWURAN….Genk Sekolah

Beberapa hari belakangan persoalan Genk meraja di media massa kita….diawali dengan perang POLDA Jabar dengan Genk Motor Bandung…yang telah bikin berang KomJen Soenarko..karena tingkat kebrutalan genk-genk motor ini dah mencapai perbuatan yang kriminal berat. Baru reda sebentar muncul kasus penindasan (bullying) kakak kelas terhadap adik kelasnya di SMA 34 Pondok Labu Jakarta. Usut punya usut ternyata pelaku bullying adalah para Jeger/brengos…yang tergabung dalam Genk Sekolah….Aku pribadi selalu mendua jika ditanya tentang keberadaan genk sekolah ini..di satu sisi sebagai ortu..keder juga melihat kebrutalan mereka ( sampek tangannya tugel rek….di idak-idak..huiiii..) tapi di sisi lain aku pernah juga ngegang saat sekolah dulu walo intensitas dan kenakalannya gak separah mereka-mereka ini…bahasa kerenya coba empati lah…Saat ini Genk telah bertransformasi dari genk-genk yang bergerak diluar Sekolah menjadi genk sekolah…beberapa yang exist antara lain sbb.

Warriors

Di Jakarta… Genk anak-anak SMA 70 Bulungan…ini bahkan Genk sekolah secara tradisi terbentuk setiap angkatan dan anggotanya adalah mayoritas angkatan itu misalnya LEGIUN (Angkt.2003), Salvozesta (2006),GARNIZOON (98),SPORADIZ (2006) …mereka ini selain menebar pesona lewat grafiti juga melalui Jacket angkatan..ato Blogger..Friendster bahkan Web khusus..gila…. Genk anak SMA 6 nama genknya GOR @ SIX….. Genk anak SMA 34 yang lagi bermasalah adalah REZTEAM (Rese Timpuk) kemudian GAZPER dengan inisial angkatan jadi ada GAZPER I sampek GAZPER X..mereka juga punya Web dan Friendster..hampir semua SMA punya Genk… alasan pendirian genk intinya sama…membentuk solidaritas untuk menghantam/tawuran dengan sekolah lain…walaupun mereka berkilah dengan bahasa-bahasa eufi,isme saat diinterview TV

Di Jogjakarta… Genk sekolah dibikin hanya oleh sebagian kecil murid-murid sekolah tersebut jadi sifatnya lebih kearah Genk murni, namun karena sifat keanggotaan eksklusif pada murid sekolah tersebut maka nama genk tersebut secara umum dimaknai sebagai “GENK SEKOLAH” . Berdasarkan prasasti dan iklan mereka di tembok-tembok se antero Jogja dan diskusi dengan beberapa pengamat Genk Jogja maka identifikasi adalah sebagai berikut… SMA 2 Jogja — NoCaZta SMA 4 Jogja —-, S M C SMA 5 Jogja — Roever SMA 6 Jogja— DEPAZTER (Depan Pasar Terban) sekarang ada yang baru G N B SMA 8 Jogja –CanteenBoyZ SMA 9 Jogja —GaNZa SMA 11 Jogja — SMUTEN SMA 11 Jogja — R E M

Genk SMA swasta SMA Muhamadiyah 1 — JOXZIN (Joko Sinting)…sekarang OESTAD SMA Muhamadiyah 2 — RANGER SMA Muhamadiyah 3 — GriXer SMA Muhamadiyah 7 — Respect SMA Kolese De Britto — LBD , LPZ (Laki-laki Penuh Doza), HIPPIES SMAK BOPKRI I —- NIGHT BOY SMAK BOPKRI II —- PASTOER , BOZER

Genk daerah sub urban kota Jogja SMA Banguntapan Bantul — B G Z SMA 1 Kalasan — SOC’S SMA 2 Ngaglik Sleman — D B Z SMA 2 Depok Sleman — BBC dan masih banyak lagi..laennya… Mereka mudah dikenali dari jacket dan sticker pada motor-motor mereka serta grafiti yang ditorehkan di tembok-tembok..insiden yang terjadi antara lain saling Menimpa (ngebom) Grafiti lawan di tembok-tembok kota Jogja…beberapa perkelahian yang terjadi biasanya bersifat “tradisi” pasca pertandingan sepakbola atau Basket ..BOPKRI 2 – PASTOER versus Muhamadiyah Satu (Muhi) OESTAD ..rebutan cewek misalnya anak-anak HIPPIES (Debritto) Vs anak-anak NIGHT BOY (BOPKRI I) ..berebut cewek-cewek SMA Katolik Stella Duce ..biasanya pasca sekolah ato pasca malam perpisahan (Prom nite)…

Kalo JEMBER gimana?….. Fenomena genk ini sudah ada sejak lama…bahkan jauh sebelum aku Sekolah dSMP ato SMA…dan ini merata di seluruh dunia kayaknya (eh..apa di Arab ada Genk juga ya?…wkkk..wkkk..). Bapakku (STM tahun 1965-1968) pernah cerita pada jamnnya udah ada genk-genk gondrong dengan celana cutbray ..yang dinamakan Crossboy ato Crossgirl. Kerjaannya pesta dan kebut-kebutan…beberapa juga terlibat perkelahian…di Jember itu..pada tahun 1960-1970 yang terkenal antara lain genk “Kelelawar hitam” sama ” Hantu Malam-HTM”..bapakku sih gak ikutan (ngakunya sih…) tapi cuman tau gitu….dan lewat posting ini coba kita refleksikan kehidupan Genk jaman kita dulu….

Tahun 1980an….. Sama dengan anak muda di daerah lain..keinginan selalu berada dalam kumpulan besar teman sebaya juga ada di Jember…bahkan sejak aku masih SD fenomena Genk ato kumpulan ini juga dah ada….saat itu emang sih saat itu aku sekedar meliat aja..dan gak terlibat bener…paling-paling ikutan ngumpul para anggota genk yang lagi latihan barbel ato push up…dan ikut dengerin rumpian yang sangar-sangar. Ciri khas anggota gank saat itu adalah berasal dari satu kampung aja…gak banyak yang berasal dari komunitas beda kampung ..biasanya pakek nama-nama lucu dengan modifikasi huruf yang aksi..misalnya MOHRNANKZ (dibaca “mornang”..bahasa madura yang artinya apa ya…jadi warna yang timbul saat Bisul(udun) mau pecah gitu…ini genk anak Gebang Darwo Timur)..ato GERPHAZ ( “gerpas’…bahasa meduro..artinya memukul dengan batang pohon..ini genk anak Kreyongan)..rata-rata pakek Z untuk kata-kata S ato J…misalnya JEMBER dadi ZHEMBER….gitu lah…kegiatan mereka ya gak jauh dari aksi-aksian aja..malam minggu cangkruk di Alun-alun ato depan Hotel Mars disebelah bIoskop Jaya…duduk-duduk aja..ngobrol…kalo ada kelompok lain ..saling liat…kalo gak lagek mabuk sih aman aja…tapi kalok pas gak pas maka yang terjadi adalah tawuran…saat itu gak ada yang pakek senjata tajam…pakek tangan kosong..maksimal pakek “rante Kalung” ato karakeling.Unjuk gigi kelompok ini biasanya muncul saat Gerak Jalan Tradisional Tanggul-Jember (Tajem), berlomba-lomba mereka tampil se aksi mungkin….kalo Mohrnank..pakek kaos putih lengan panjang dengan gambar wanita bugil memperlihatkan bagian dada yang MOHRNANK…wkkk…wkkk Kelompok lain juga tampil abis-abisan…pada saat itu belum tercatat keributan besar antar gang terjadi…..

Tahun 1982-1985…. ini masa-masa aku SMP…saat kelas satu sih belum ada yang ikut ato bikin Genk…tapi menginjak kelas 2 mulailah terbentuk komunitas-komunitas kecil lengkap dengan informal leadernya (jeger)..masing-masing sekolah pasti punya …di SMP 2 Jember..angkatanku saat itu punya beberapa informal leader yang paling menonjol adalah Yusap Marhaendra Putra ( tonggoku di Gebang..saat itu dia anggota Mohrnank yang dekat dengan genk besar di Gebang yaitu NYAMUK) dan Indra Lemkari ( anggota Destroyer yang dekat dengan anak-anak ALPENA Tegal Boto)….Selama di SMP 2 yang pernah terjadi adalah Tawuran dengan SMP1 yang juga banyak anggota Destroyer (basis genk destroyer emang di SMP 1)..saat itu kami gak tau persis apa masalahnya..tapi si Indra dan Yusap kayaknya diminta bantuan anak-anak kelas 3 yang lagi tawur dengan anak-anak SMP 1 ..kebanyakan anak-anak kelas 2 (termasuk aku) gak tau kalo terjadi tawuran itu..kita baru ngeh..setelah saat pulang banyak guru-guru SMP 2 dan SMP 1 berjaga-jaga di sekitar PEMDA dan alun-alun mengantisipasi bentrokan antar kedua sekolah mengingat saat itu berkembang isu akan ada saling serang…..selebihnya adalah perkelahian sporadis antar siswa yang masing-masing membawa backing anak=anak genk…tapi biasanya banyak yang berakhir damai…karena sejatinya antara masing-masing jeger Genk besar seperti NYAMUK(Gebang) dengan Halim sebagai panglima perang, ALPENA (anak Liar Pemakan Anjing-Tegalboto) dengan ketuanya Yanthit (saat ini anggota DPR) dan Jules, GenK ORETA (Talangsari) dan BESI TUA (talangsari) saling mengenal dan menghormati..jadi kalo ada pertikaian biasanya diusahakan selesai dengan damai…tapi kalo toh gak bisa didamaikan biasanya antar anggota yang bertikai di adu sampek gempor…… Pada saat itu juga telah muncul kelompok kecil (Klik-Klik) diantara para murid SMP..sehingga muncul Genk seperti Destroyer,Ethiopianz (SMP 2),Candourack (Makan tidur Berak-genk para orang tajir), Lheytherzz (another kelompok tajir) dll Disisi lain juga muncul genk-genk Sepeda BMX yang juga gak kalah banyak anggotanya ..yang terbesar antara lain KECHOVACX (baca Kecoak) yang mayoritas berasal dari Kebonsari dan Tegal boto…dan rivalnya MANZAZ (Manusia Jahanam) mayoritas Gebang-Kampungledok-kampungtengah dll….biasanya rivalitasnya terjadi saat ada minicross tapi juga sering bentrok saat konvoi malem mingguan..aku sempet gabung dengan anak-anak MANZAZ ini dan kami biasanya kumpul di alun-alun ato MARS…saat itu yang paling asyik adalah mengejar-ngejar anak yang lagi pacaran di alun-alun ato mahasiswa pacaran di sekitar kampus…woahh..saat mereka terbirit-birit lari kita kejar ( ± 100-200 sepeda) rasanya seneng banget gitu…kalo ditanya aku ikut karena apa..ya..karena ikut-ikutan aja..tapi sebenarnya juga karena saat itu kami iri aja ama anak-anak yang bersepeda motor ato bermobil…karena mayoritas anggota adalah dari kelompok ekonomi pas-pasan yang kemana-mana naek sepeda ontjhel….iri tanda tak mampulah…saat itu ada benih-benih perjuangan kelas rupanya..wkk..wkk..wkkk…

tahun 1985-1988 Pada periode SMA ini cerita tentang genk ini mesti dipilah menjadi 2 bagian satu Genk Sekolah dan kedua Genk Motor Pada tahun itu genk sekolah muncul bukan sebagai genk sekolah yang kayak Gazper ato Garnizoon di Jakarta itu..tapi yang muncul adalah dua macam bentuk genk… gen pertama adalah genk kelas yang muncul semata-mata hanya sebagai penanda/ato identitas belaka misalnya di angkatan 88 muncul Chernobyl Tribes (Bio 3),Mirage (Bio 4),Krokus(Bio1),Gymcata (F3),Social kinder (Sos1) de el el…kegiatannya ya jauh lah dari kegiatan tawuran ato sebagainya…yang agak kriminal ya..mungkin kegiatan tarohan bal-balan yo…. kemudian ada genk-genk pergaulan lainnya….yang biasanya untuk nongkrong tapi bilamana perlu ya berujung ama tawuran gitu..antara lain… ALPENA (Anak Liar Pemakan Anjing) —Tegal Boto Nyamuk — Gebang dan sekitarnya ORETA — Talangsari Gerphaz — Kreyongan SKR –genk anak kolong (ABRI) dari Sukorejo Besi Tua — Talangsari dan Chondro mayoritas Medureh Lheytherz — Socialite TR — gabungan anak SMA 1 dan SMA 2… banyak lagi sebenarnya tapi dah lupa sebagian… kalo saat di SMA ini banyak kejadian yang berujung tawuran…antara lain..

Insiden Zaenooll dengan anak-anak Widyatama

Insiden Cuk Dwi Sukoco — dengan anak-anak Widyatama..terus akhirnya anak-anak Widyatama disamperin satu persatu di rumahnya…dan Cuk mbawa Clurit….( ayo rik crito)

Insiden Dasuki — dengan anak-anak SMA 3…ini sampe berujung ke kepolisian karena timbul korban luka parah….

sebenarnya banyak juga insiden yang terjadi tapi undercover gitu…. tapi dari semua insiden tidak ada yang bersifat bullying pemerasan dan lain-lain yang dilatar belakangi relasi penindasan senior ama yunior (seperti kasus SMA 34)..rata-rata adalah kasus pribadi-pribadi dan biasanya cepet selesai….

kalo Genk Motor di Jember sih gak banyak..karena gak ada yang nyebut namanya secara jelas..kalopun ada biasanya dadi satu dengan aktivitas lainnya seperti Genk TR, Genk Destrouyer ato RX King Club yang dikomandani wandy ..biasanya isinya hanya trek-trekan dengan totoan di Jl.Diponegoro..ato..Bondowoso-Jember saat malam weekend…ato aksi nekat turun dari Rembangan tanpa lampu dan Rem,,,, insiden maut yang kuingat adalah Tabrakan 5 motor saat trek-trekan di depan hotel Mars yang menewaskan 2 orang dan 3 orang luka berat salah satunya adalah Benny (SMP 1) adik kelasku saat SD anak Gebang…..yang luka berat dan hampir ” selesai” ….

Cerita genk ini saat ini hanya sebagai pengingat masa silam yang jangan sampek nular ke anak-anak cucu kita ….dan yang terpenting dan yang perlu kita waspadai adalah genk sekolah saat ini lebih ganas dan tanpa batasan norma lagi..kriminal..itu kata yang tepat…so hati-hati..

Bullying (tindakan kekerasan antar siswa dalam sekolah) secara perlahan mulai terkuak dalam pendidikan di Indonesia mulai tingkat SD ( ada anak SD di BALI yang membunuh kawannya karena gak di beri contekan), Tingkat SMA ( kasus GAZPER -SMA 34 Jkt dan Blasius Adi murid Kolese Pangudi Luhur yang melapor kepada polisi karena dianaiaya seniornya …tapi setelah itu dia dimusuhi hampir oleh seluruh murid PL..sehingga harus keluar dari PL)… tingkat Mahasiswa (STPDN/IPDN beberapa mahasiswa tewas…san STTKD Curug –satu orang tewas). Kita mesti waspada karena selain tayangan kekerasan mudah di akses…sebagian orang tua tidak mau terlibat dalam mengawasi secara detil perilaku anak-anaknya ..kelakuan “pembiaran” atao menganggap masalah bullying adalah hal wajar dsb ..akan menyuburkan perilaku bullying ini. Apalagi anak-anak jaman sekarang secara fisik telah berbeda jauh dari generasi kita…mereka lebih kekar,besar.tinggi dan bandel…orangtua yang gak mau menegur perilaku hiperaktif ato perilaku “kasar” anakknya hanya agar tidak terlihat seperti mengekang ekspresi anak..sebenarnya hanya menanam bom waktu terjadinya bullying…terserah pada posisi apa anak berperan..sebagai pelaku bullying ato korban bullying…dan kalo itu terjadi situasinya akan sama saja…kita sebagi nortu akan rugi besar…wuikkk malah ceramah iki…he..he..he.. intinya satu JANGAN SAMPAI ANAK KITA MENJADI KORBAN atau PELAKU BULLYING itu saja…

WASPADALAH…WASPADALAH….

Popularity: 100% [?]

NONTOK PILEM……Influence

November 11th, 2007 by ekoz_guevara 28 comments »

Poster The Warriors Beberapa waktu silam aku beli DVD di amazon.com…pilem lawas banget dibuat tahun 1979 dan tak tonton di Jember sekitar 1980-1981an (SD kelas VI)…judulnya The Warriors..cerita tentang sebuah Gank bernama The Warriors di NY yang difitnah oleh lawannya sehingga dikejar-kejar oleh seluruh gank di NY..filem seru banget…akibat nontok pilem iki (di Bioskop Jaya) aku ambek temen-temenku ngawe pentungan yang dibuat mirip stick softball (yang dalam filem tersebut dipake oleh Gank tersebut) …klambi dikuntungi lengannya (seolah-olah rompi)terus gegernya digambari tengkorak lengkap dengan nama the Warriors …hampir sebulan penuh ..kita blebar-bleber di kampung dan jalanan Jember dengan atribut yang menyeramkan tersebut…..filem ini sangat hip…sehingga jadi pembicaran di kampungku..dan entah kebetulan pada saat itu di Jember sedang trend pakek sepatu canvas merk Warrior..ato dikenal sebagai sepatu “Warrior” (semua pasti punya)…nah temenku dengan pedenya mengatakan bahwa sepatu “Warrior” yang made in RRT (Republik Rahajat Tjina) yang dipakai oleh Michael Becks dan kawan-kawannya…kita saat itu percoyo aja (karena mana sempet kita nontok pilem di kelas 3 sambil ngamatin sepatu para pemainnya ….setelah 27 tahun kemudian tak tamatno tenanan…mereka emang pake sepatu kanvas tapi merknya Converse….wkkk..wkkk…

KarateKid Eh ndilalah Malam tadi di HBO disetel filem legendaris lainnya the Karate Kid (1984) yang dibintangi Ralp Machio,Elizabeth Shue dan Pat Morita…film teenager yang sangat menghibur saat itu..akibat filem tadi banyak anak-anak kemudian belajar ilmu beladiri entah karate,silat etc…kalo kita cukup belajar dewek di depan musholla kampung…pengaruh lainnya adalah di kampung kami akhirnya senang pake ikat kepala dari kain yang digambari motif jepang dengan spidol….kayaknya dulu jaman kita tuh yang namanya ritual nontok pilem adalah sesuatu yang mesti dilakukan…sesuatu yang jadi hiburan kolektif gitu….

Sejak SD aku sudah gemar sekali nonton filem….gara-garanya sampai usia 9 tahun keliling-keliling di perkebunan, yang gak ada bioskop kecuali layar tancap saat 17 agustus ato saat panen raya di perkebunan usai, nonton bioskop adalah kemewahan yang selalu di tunggu…kita sekeluarga nonton apabila mudik ke Jember dan itu saat-saat lebaran…bapakku kan sangat Rhoma Irama ..sehingga kalo pun nonton ya …pilem-pilem Wak Kaji dangdut itu…kayak “Begadang…” “Penasaran” dlll…dan ada lagi satu pilem sedih…”Ratapan Anak tiri” ato “Cinderella”..biasanya kalo gak di Sampurna yo Kusuma…Setelah sekolah di Jember..yang sering ngajak adalah kakek dan nenekku..dan favoritnya adalah Filem India…Amitabh Bachan,Hema malini,Keluarga Khapoor…..aku sih manut aja..lha wong gak ada preferensi lainnya…apalagi setelah nontok puilem ..Simbahku itu ngajakin “andok” (ato makan di warung)…biasanya Kupang Lontong dekat Toko Buku Handayani ato Soto ayam Gang Dahlok yang mak nyuss itu………….

Saat SMP kegemaran nontok pilem ini gak juga surut malah menjadi…biasanya kita nonton bareng teman sekolah tapi yang paling sering nonton sama teman sekampung…..waktu favorit kita adalah Sabtu siang saat bioskop mengadakan student show jam 13.00 ..asyik karena karcisnya setengah harga….biasanya saat pulang sekolah jam 12.00 aku dah ngibrit pulang..kalo sempat sih pulang dulu ke Gebang …ganti baju baru breeettttttttttt lari ke gedung bioskop…biasanya beberapa teman telah menunggu disono….Pilem yang paling menginfluence pada jaman SMP apa lagi kalo bukan “Breakdance” yang dibintangi Lucinda Dickey (kelly),Adolfo Quinones (ozone) dan Michael Chambers (Turbo) …sekejap saja deman tariuan breakdance meledak di Jember..bahkan seluruh Indonesia (liat e-mail Ivan tentang 80′s)…dari pojok-pojok kampung…alun-alun…tempat cangkrukan..bahkan sekolah..banyak anak yang mengerumuni Mini Compo yang menggelontorkan lagu-lagu rancak kayak…” Freakshow On The Dance Floor”, by The Bar-Kays ….”Reckless”,by Ice-T och Chris Taylor..dan tentu saja “Breakin’… There’s No Stopping Us”, oleh Ollie & Jerry….wah saat itu berlomba memakai gears yang mirip mereka….celana training gombrong…kaos..bandana dan sneakers syukur-syukur yang merk Nike ato Adidas kalo gak punya ya..kembali ke “Warrior” ato “Gazelle” deh…..anak-anak belajar berbagai jurus breakdance mulai gaya “Egyptian-King Tut” yang patah-patah….”Worm” yang berkelojotan di lantai…sampai yang paling berbahaya…”Head Spin”…(sampe ada larangan khusus dari rezim Orde baru untuk jurus yang satu ini…diperngeri ada rumour Michael Chambers AKA Turbo matek gara-gara leher patah saat head spin hiiii…hiiii…) pokoknya saat itu semua pengen bisa ngebreakdance..gak bisa breakdance berarti gak gaul…bahkan lomba breakdance banyak diadakan… fenomena Breakdance ini kembali muncul akhir-akhir ini ..tapi kalo anak sekarang tekniknya banyak yang bersifat akrobatik dan sangat berbahaya..bahkan Head Spin yang dulu merupakan jurus pamungkas yang paling top markotop..dan menunjukkan kedigdayaan seorang breakers…sekarang sih dianggap jurus cemen (cumak appetizer aja katanya) ..coba liat acara Lets Dance di Global TV…bahkan breaker sekarang kalo ada yang bawain “Robotix” “Egyptian-kingtut” “Head Spin” dibilang…oom-oom itu mah jurus OLD SKOOL…sialan….. setelah itu banyak film lainnya muncul kayak “Breakdance II”…”Bodyrock”…bahkan “Tari Kejang” yang sangat katrok itu…..

Btari Karlinda Kalo zaman SMA lain lagi….saat itu kan sudah jamannya namanya hormon testosteron mulai banyak-banyaknya sehingga giliran pilem-pilem romantis remaja…dan romantis dewasa yang jadi incaran…dulu itu bintang film yang paling hip adalah Edwige Fenech….si penggoda dari Italia…wah kalo ada filem ini kita dah mulai kasak kusuk ,o nonton…saat itu karena peraturan pembatasan umur sangat ketat..jangan cobak-cobak deh…kita mesti banyak bersiasat..kalo filemnya di Bioskop Jaya aja sih mudah baja karena penjaganya adalah pelatih bal-balan kita sehingga asal kita sudah macak gede (lengkap dengan topi dan brengos ditebelin) lolos aja…tapi kalo di Sampoerna sangat ketat ..filem saat itu yang hip adalah “Emanuelle” terus “Emanuelle & Mandinggo” de el el . kalo pilem yang teenager sih kayak “Catatan si Boy” ..anak-nak kemudian berduyun-duyun pake gaya rambut si Boy..dan bertingkah mBagusi…sok tampan semua..mulai pake sabun pembersih muka…dan shalat tepat waktu..wkk..wkk…yang punya mobil ..kaca spion tengah dikasih tasbeh…saking senengnya ama ini pilem …aku sampek 3 kali nonton ini pilem ..bukan tertarik sama ceritanya…tapi karena ada pemunculan (special appearance) gebetanku yakni. si Btari Karlinda mon amie yang berperan sebagai adiknya si Boy…pokoknya nonton tujuannya mo nketemu doski..Btari ..Btari…. yang lain adalah “Perkawinan Dini” disini yang mencuat adalah sosok Gladys Soewandi yang mata beloknya begitu menghipnotis……

Pilem laen yang meng influence adalah Arnold Swarzenegger dengan “Terminator”…saat itu tiba-tiba banyak anak yang pake kacamata hitam yang ditempeli schotchlite CS100…jaket kulit ato kulit imitasi hitam..numpak montor mbek ngebut….wajah dipasang keras bin sangar ala Arnold…koyok preman seminggu gak nguntal uwong…Kalo pilem RAMBO selain menginspirasi munculnya warung cangkrukan para demit-demit SMAN 1 di belakang sekolah….saat itu anak-anak pengen badannya kekar kayak Stallone…maka di kampungku diadakan Gymnasium ala Gebang..dengan bekal Barbel dan dumbel buatan dewek dari kaleng susu dan Cat yang diisi semen dan batu…lalu mbangun “Kerekan dengan pemberat batu” yang berfungsi sebagai pembentuk dada menjadi bidang….aku melok-melok rek..tapi efeknya baru dirasakan 15 tahun kemudian..akibat maen barbel dan kerekan yang tanpa teknik yang benar maka…saraf tulang belakangku kecepit ato dikenal sebagai Hernia Nucleus Purpolsus (HNP) yang menyebabkan aku gak bisa jalan…dan mesti di operasi..hiiii…hiii….( Boys don’t try this at home….)

Sebenarnya banyak perniknya soal nontok pilem ini…tapi aku pengen ada sharing dari tan tretan lainnya…tentang pilem..dan pengaruhnya.. berikut ini ada beberapa tulisan teman-teman tentang Perpileman di Jember yang tak comot dari milis angkatan 1988..check this out…

ini dari Ivan 13 Pebruari 2007 “aku eling ndisik pas kelas 3..nek gak salah iku pas sak wis e rapotan atau ujian.. pelajaran sik durung mulai.. dinone sabtu.. koncoku Heri Dwi Subagyo (akabri AD), anak e tentara, nduwe pas kanggo 2 orang nang kusuma..hari sabtu iku dinone abri nonton gratis ndik kono..kiro-kiro jam setengah sewelas aku karo Heri budal..tentara2 wis podo nang njero kabeh..tekan ngarepe pintu pemeriksaan, pas e diperikso.. irungku koq rodo2 mambu aroma gak pati enak..napas megap megap..e..e.. tiba’e jare Heri, nek para tentar iku sektas olah raga langsung nonton nang kono.. dadi gak sempat adus utowo semprot semprot nganggo cologne langsung happy-happy ria.. wah bayangno ae, khan ruangan biskop khan tertutup koyok ngono.. pohong ae iso langsung dadi tape ndik kono..ha..ha.. Tapi yo untunge aku karo Heri sik nganggo seragam, dadi gak oleh melbu.. selamat dah..he..he..paru paru tidak jadi kontaminasi

Hebat juga Kusuma iki sik onok nganti saiki.. nek gak salah jare Bapakku ndisik Kusuma iki jenenge Ambasador..cmiiw

Ivan

ini yang dari Firman kurniawan Kusuma memang potongan waktu masa lalu kita.Pas aku sik kelas 4-5 diajak Mas ku nonton film “Ateng The Godfather”. Dhuwit ngepas kanggo nonton kelas 3. Untuk nonton di gedung itu, pasti masih ingat, penonton dipisah berdasarkan kekuatan kantong : kelas 1, 2 dan 3. Kelas 3 paling murah, paling deket sama bintang filmnya dan nontonnya sambil ndangak. > > Untuk mengatasi ketidaknyaman itu Mas ku dhuwe ide, yok opo mbayare kelas 3 tapi kenikmatane kelas 1 ? Yuk tuku karcis dhisik, engkuk tak akali. Ya udah, setelah beli karcis kelas 3, diperiksa petugas dan diijinkan masuk, aku masuk mencari tempat duduk sesuai no karcis. > > Sementara jeda menunggu penonton memadati gedung, aku gerilya bareng Mas ku. Brobos ngisore kursi, baris demi baris. Aku gak ingat persis ada berapa baris kursi antara kelas 3 sampai kelas 1. Pokok e kesel banget. > > Deretan kursi kelas 3 terlampaui, brobos lagi baris-demi baris sambil mengincar tempat di kelas 1 yang kosong. Dengan penuh stamina dan ketabahan kelas 2 terlampaui. Pekerjaan belum usai, sebentar lagi sampai. > > Akhirnya perjuangan dan ketabahan berbuah sesuai usaha. Aku berdua dapat tempat yang layak di kelas 1. Saatnya menikmati. Tapi sayangnya tak lama menikmati buah yang manis, pemilik kursi yang berhak, datang. “Dik no piro?” tanyanya. “Yo, nomer iki”, jawab Masku, gak kurang galak. Karena orang tsb gak mau ribut, dia panggil petugas untuk mempertahankan haknya. Tibalah petugas yang berwajah kereng. “Dik koen mau lak nggowo karsis kelas 3 se,….Kok iso tekan kene. Koen mesti brobos yo…Ayo liwat ngisor opo meloncati kursi ?” Wah melayanglah kenikmatan kursi kelas 1. Urusannya gak sampai di situ, bukannya aku dan Mas ku dikembalikan ke kelas3, tapi malah gak oleh nonton, dikongkon mulih. “Koen gak usah nonton, opo tak wadulno wong tuwomu ?” Begitu ancam petugas pemeriksa karcis. Ya kepekso mulih ae….. > > Nah dengan ditayangkan gambar bioskop sampurna wingi di Koran Tempo, aku dadi kelingan. Ada potongan kisah hidup yang tersimpan di gedung tua itu. Walaupun tak mesti terjebak dalam kemasalaluan, sayang rasanya kalau gedung itu harus hilang, atau dialihfungsikan untuk penggunaan yang lain. Kusuma adalah gedung bioskop, yang pasti juga menyimpan penggalan-penggalan kisah yang lucu, mengharukan, menyebalkan dsbnya…dsbnya. > > Yok opo rek nek membentuk konsorsium pembiayaan gedung Kusuma, supoyo berfungsi kembali ? Cak Ekos, Yanar…gudange dhuwit ? Lurah Jember..Iwan taruna, Bagus ?

ini dari faiz Iwak Nila Nek mbahas dunia perbioskopan kota Jember, kudune ono sing luwih kompeten, tapi sayang masi wis dikontak bolak balik sik gak gelem mencungul.. Ndhy.. Andhyy.. metu Ndhy… Awakmu kan mbiyen dadi pusat info perfilman Jember, lha wong sing paling getol nyewo majalah “RIA FILM” nang sewan komik yo Andhy.. hi..hi..hii.. 8-)

Kusuma, Jaya, Sampurna, GNI/Jember Theater dan Indra.. adalah napak tilas perfilman masa lalu. Nek di kon crito, mesti duwe crito sing asik-asik jaman mbiyen.. Pancen cocok nek dilebokno nang Blog.. Piye Cak Mal..? Ditambah koleksi foto masa lalu.. tambah romantis..

Van, Heri “ABRI” sak iki nang endi ?

Wassalam, Faiz

Popularity: 37% [?]