<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Alumni SMA 1 Jember</title>
	<atom:link href="http://sma1jember.info/feed/rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sma1jember.info</link>
	<description>Alumni Berkisah tentang Jember</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Aug 2010 07:15:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<!-- podcast_generator="podPress/8.8" - maintenance_release="8.8.4" -->
		<copyright>Copyright &#xA9; Alumni SMA 1 Jember 2010 </copyright>
		<managingEditor>ikhlasulamal@yahoo.com (Alumni SMA 1 Jember)</managingEditor>
		<webMaster>ikhlasulamal@yahoo.com (Alumni SMA 1 Jember)</webMaster>
		<category>posts</category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Alumni Berkisah tentang Jember</itunes:summary>
		<itunes:author>Alumni SMA 1 Jember</itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name>Alumni SMA 1 Jember</itunes:name>
			<itunes:email>ikhlasulamal@yahoo.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://sma1jember.info/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://sma1jember.info/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Alumni SMA 1 Jember</title>
			<link>http://sma1jember.info</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>dari Anda untuk senyum mereka</title>
		<link>http://sma1jember.info/2010/08/dari-anda-untuk-senyum-mereka/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2010/08/dari-anda-untuk-senyum-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 06:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zilfana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Lebih Baik!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab- kitab, dan nabi- nabi, dan memberikan harta yang dicintaiya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang- orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke  barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada  Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab- kitab, dan nabi- nabi, dan  memberikan harta yang dicintaiya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang  miskin, orang- orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta,  dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan  menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan  orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa  peperangan. Mereka itulah orang- orang yang benar, dan mereka itulah  orang- orang yang bertakwa.&#8221; (Al Baqarah : 177)</p>

<p>Kami  purnawirawan kelas Sosial 1 SMASa angkatan lulus 2007, mengadakan  kegiatan bakti sosial pada bulan Ramadhan ini. Bertempat di Yayasan  Penolong Pendidikan Pengajaran Anak Yatim &#8220;RAUDLATUL AKBAR&#8221; yang  beralamat di Jl. Jend Basuki Rachmad no. 58 Telp. 7783822, 400 m Selatan  Yorn Armed 8 Tegal Besar Kec. Kaliwates Kab. Jember. Yayasan Penolong  Pendidikan Pengajaran Anak Yatim Raudlatul Akbar Jember adalah salah  satu yayasan yang bergerak dibidang pendidikan untuk menolong anak- anak  yatim, keluarga tidak mampu dan terlantar, fakir- fakir miskin. Yayasan  pimpinan Drs. H. Moch Zain Ali Ridlo ini didirikan sejak 1980, dimana  beliau sebelumnya telah mendirikan yayasan pendidikan anak yatim pertama  di Kabupaten Jember, yaitu di daerah gebang pada tahun 1969.Pada Tahun  pelajara 2010/ 2011 Raudlatul Akbar mengasuh:</p>

<p>TK/RA           : 75 siswa</p>

<p>MI          : 59 siswa</p>

<p>MTs         : 76 siswa</p>

<p>MA          : 22 siswa</p>

<p>Kursus Keterampilan :   2</p>

<p>siswaJumlah  keseluruhan nanda asuh 234 siswa, sebagian siswa dipenuhi keperluan  sehari- hari termasuk seragam dan biaya sekolahnya.</p>

<p>Kepedulian  teman- teman purnawirawan Sosial 1 ini tentunya ingin direalisasikan  bersama dengan para dermawan agar dapat meringankan beban saudara kita  yang kurang beruntung. Rencananya kami akan menyumbangkan beras, pakaian  layak pakai, buku- buku, serta perangkat ibadah. Apabila Saudara turut  pula ingin menyisihkan sebagian harta utuk saudara di Raudlatul Akbar,  dapat ditransfer ke rekening mandiri 143-000-501-5209 atas nama Zilfana  Izzatul Lailiyah (085743528555), atau dapat diatar ke alamat Jl. Sumatera gang VII  no.61, Sumbersari, Jember. Penyerahan bantuan paling lambat tanggal 18  Agustus 2010, atas perhatian dan bantuan saudara kami hanya dapat  mengucapkan terima kasih yang sebesarnya, hanya Allah yang dapat  membalasnya.</p>

<p>Terima kasih ﻿^^</p>


<a href='http://sma1jember.info/2010/08/dari-anda-untuk-senyum-mereka/yayasan/' title='yayasan'>yayasan</a>
<a href='http://sma1jember.info/2010/08/dari-anda-untuk-senyum-mereka/yayasan2/' title='yayasan2'>yayasan2</a>

<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=370&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2010/08/dari-anda-untuk-senyum-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SALAH SEBUT DI PATRANG</title>
		<link>http://sma1jember.info/2010/03/salah-sebut-di-patrang/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2010/03/salah-sebut-di-patrang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:34:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jember, rek!]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Rizal]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jember]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Kebetulan bulan Januari 2010 kemarin, aku berkesempatan untuk jalan-jalan ke Palembang, Sumatera Selatan. Selain Jembatan Ampera-nya yang membentang diatas sungai Musi, pempek dan durennya ada hal lain yang membuat aku terkesan. Di Palembang, jalan-jalan protokol dinamakan dengan nama-nama terasa asing bagi orang yang baru menginjakkan kaki di Palembang. Beberapa nama jalan itu misalnya Jalan Kapten [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebetulan bulan Januari 2010 kemarin, aku berkesempatan untuk jalan-jalan ke<a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=2046371&amp;id=1000298462"> Palembang, Sumatera Selatan</a>. Selain Jembatan Ampera-nya yang membentang diatas sungai Musi, pempek dan durennya ada hal lain yang membuat aku terkesan. Di Palembang, jalan-jalan protokol dinamakan dengan nama-nama terasa asing bagi orang yang baru menginjakkan kaki di Palembang. Beberapa nama jalan itu misalnya Jalan Kapten Rivai, Jalan Mayor Ruslan, Jalan Mayor Salim, Jalan Ki Ronggo Wirosentiko, Jalan Kapten Anwar Sosro, Jalan Letnan Dua Rozak dan masih banyak nama jalan lain yang menggunakan nama orang yang aku gak kenal. Dari bincang-bincang dengan teman yang tinggal di Palembang barulah aku ‘ngeh’ bahwa  nama-nama yang dipampang di jalan-jalan di kota Palembang terkait dengan peristiwa <a title="5 hari di Palembang" href="http://lianaindonesia.wordpress.com/2006/11/09/jejak-sejarah-pertempuran-5-hari-5-malam/" target="_blank">Pertempuran 5 Hari Palembang yang heroik di 1-5 Januari 1947</a>.</p>

<p>Dibandingkan di Jember sebenarnya tidak terlalu istimewa, karena di Jember juga ada Jalan M Seruji, Jalan dr Subandi, JalanR Sudarman..tapi di Jember cuma sedikit sedangkan di Palembang..beuh.. banyak banget <img src='http://sma1jember.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-357"></span></p>

<p>Awal Maret kemarin, Alhamdulillah ada kesempatan pulang kampung sambil menunaikan tugas dari kantor eh.. salah menunaikan tugas dari kantor sekalian pulang kampung. Seperti biasa dari Bandung naik Turangga dari Stasiun Hall jam 7 malam kemudian dilanjutkan dengan MutiaraTimur dari Stasiun Gubeng jam 9.15 keesokan harinya. Sampai di Jember sekitar jam 1 siang. Dari Stasiun Jember, aku naik becak supaya leluasa menikmati pemandangan dari Stasiun Jember sampai rumahku di Patrang. Awalnya tidak ada yang mengganggu, tapi di daerah Jalan Muh Seruji, di sebelah bekas Kampus Prodi Keperawatan UNEJ ada yang mengganggu mataku. Ada tulisan nama Jalan KH.Moch  Seruji.. makgubraak&#8230;.</p>

<p><a href="http://arl.blog.ittelkom.ac.id/blog/short-cv/"><img class="alignleft size-medium wp-image-358" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2010/03/khmseruji-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>

<p>Walah.. kok KH. Moch. Seruji&#8230;. loh emang kalo ada nama Mochammad, harus Kyai Haji? Dan yang lebih parah lagi, nama jalan ini merupakan nama resmi lengkap dengan kode posnya, artinya pihak Pemda-pun tidak tahu lagi siapa itu Moch. Seruji.</p>

<p>Moch. Seruji atau nama lengkapnya Letkol Mokh Seruji (<a title="TNI Hijrah" href="/Users/endang/Documents/Pribadi/SejarahJEmber/Buku%20Sekitar%20Hijrah%20TNI.htm">Dalam buku “Sekitar TNI Hijrah” terbitan Dinas Sejarah Militer Angkatan Darat tahun 1982</a>) merupakan Komandan Brigade Damarwulan, yang gugur di Desa Karang Kedawung, Mumbulsari, 8 Februari 1949. Saking populernya beliau sampai namanya tidak hanya diabadikan di Jember, tapi juga dipakai sebagai nama jalan di Situbondo (daerah Patokan), di Lumajang (Kecamatan Kota), di Kediri (daerah Gurah), dan di beberapa tempat di Jember (Patrang, Gambirono dan kalo tidak salah di Panti juga ada jalan Seruji). Nama beliau tidak hanya dipakai sebagai nama jalan tapi juga nama Universitas. Selain Univ. Mochammad Seruji di Jember, setahuku juga ada <a title="univ seruji lumajang" href="http://www.pdp.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=909">Univ. M Seruji di Lumajang </a>(Omdhe.. bener gak?&#8230;).. Nah lo…<a href="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2010/03/PSPer1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-360" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2010/03/PSPer1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>

<p>Terlepas Beliau (Letkol M Seruji ) kelahiran Jember atau bukan (yang ini jelas aku gak tahu, harus pergi ke makam beliau di Kreoyang kalo pengen tahu beliau kelahiran mana) rasanya jasa-jasanya tidak boleh dilupakan begitu saja. Katanya sih bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, mosok jasa Moch Seruji dilupakan begitu saja oleh orang Jember. Katanya juga Pemda Jember tidak berniat mendirikan monumen Moch Seruji seperti halnya Monumen Gerbong Maut di Bondowoso (<a title="Usulan Monumen Moch Seruji" href="http://www.mediaindonesia.com/citizen_read/224" target="_blank">Media Indonesia, Rabu, 28 Oktober 2009, ditulis <strong>Marlutfi Yoandinas</strong></a>). Mungkin Patung Moch Seruji di depan kantor Pemkab Jember dianggap cukup menjadi bukti penghargaan buat beliau?&#8230;.<a title="Sejarah Jember" href="http://blogjember.blogspot.com/2009/01/jember-dulu-dan-sekarang.html"><img class="alignleft size-full wp-image-361" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2010/03/image63.png" alt="achmad Rizal" width="148" height="99" /></a></p>

<p>Sebagai pribadi aku mengusulkan adanya muatan lokal di SD tentang Jember, baik secara histori maupun geografi. Mosok wong Jember gak tahu berapa jumlah kecamatan di Jember,  gak tahu potensi di Jember apa saja, objek wisata di Jember apa aja. Seingatku jaman kelas 3 SD dulu sempat ada mata pelajaran Mata Angin, yang isinya pengetahuan  tentang Jember. Bukunya tipis, covernya warna hijau dengan lambang Kabupaten Jember. Di dalamnya ada peta Kabupaten Jember,  gunung-gunung yang ada di wilayah Jember, potensi tiap kecamatan dan lain-lain. Nah, apa sekarang masih ada mata pelajaran itu ya?&#8230;.</p>

<p>Nah..kalo sekarang saja Letkol Moch Seruji diubah jadi KH Moch Seruji, aku kuatir Letkol Slamet Riyadi (kebetulan di Jember juga ada Jalan Slamet Riyadi dan kebetulan di Patrang) nanti ditulis dengan Jl. KH. Slamet Riyadi.. padahal <a title="slamet riyadi" href="http://permesta.8m.net/relates/artikel_kawilarang_Kehormatan_Kopassus.html" target="_blank">Letkol Slamet Riyadi yang gugur di Fort Victoria di Ambon dalam rangka memberantas RMS</a> nama lengkapnya adalah Ignatius Slamet Riyadi&#8230; Opo tumon KH Ignatius Slamet Riyadi &#8230;</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=357&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2010/03/salah-sebut-di-patrang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Jalur Tebu&#8221; Kereta Api Jember Wilayah Selatan</title>
		<link>http://sma1jember.info/2009/12/kereta-api-jember-selatan/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2009/12/kereta-api-jember-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 03:54:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jember, rek!]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[jember]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[tebu]]></category>
		<category><![CDATA[tembakau]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Saya punya hutang janji menulis untuk Cak Ekoz al-Guevara: tentang perkeretaapian di wilayah Jember Selatan. Sekaligus saya tersadarkan bahwa di antara kita ada yang belum sempat menyadari jalur eksotis kereta api di selatan. Jangan khawatir, bagi saya pun sayup-sayup karena sangat sedikit ingatan tentang kereta api ini. Membentang di sebelah utara sungai besar dan instalasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya punya hutang janji menulis untuk Cak Ekoz al-Guevara: tentang
perkeretaapian di wilayah Jember Selatan. Sekaligus saya tersadarkan
bahwa di antara kita ada yang belum sempat menyadari jalur eksotis
kereta api di selatan. Jangan khawatir, bagi saya pun sayup-sayup
karena sangat sedikit ingatan tentang kereta api ini.</p>

<p>Membentang di sebelah utara sungai besar dan instalasi perairan dari
desa Curah Malang, Kec. Rambipuji, hingga desa Tutul, Kec. Balung,
terdapat rel kereta api hasil pencabangan di pertigaan sohor
Kaliputih, Rambipuji. Di sisi selatan sungai terdapat jalan raya
penghubung Jember-Lumajang, yang digunakan hingga sekarang. Bak
&#8220;jalur sutera&#8221;, prasarana ini memang sengaja dibangun sejak era
kolonial untuk membuka perdagangan antarkota.</p>

<p><span id="more-342"></span></p>

<p>[field name=iframe]</p>

<h2>Ada apa di selatan zaman dulu?</h2>

<p>Di desa Tutul hingga Kencong terdapat lahan tebu sangat luas yang
memasok pabrik gula di Kencong. Pabrik gula Kencong ini berada di
sektor selatan, melengkapi sektor utara yang ditempati pabrik gula
juga di Semboro dan Jatiroto, Kab. Lumajang. Tidak berlebihan jika
Kencong termasuk salah satu cikal-bakal sejarah pabrik gula Belanda.
Lengkap dengan kompleks pabrik berupa loji hingga tanah lapang
publik yang dapat disaksikan sekarang, sejarah Kencong dapat
ditelusuri hingga <a href="http://www.google.co.id/search?hl=en&amp;as_q=kentjong+suikerfabriek&amp;as_epq=&amp;as_oq=&amp;as_eq=&amp;num=10&amp;lr=lang_nl&amp;as_filetype=&amp;ft=i&amp;as_sitesearch=&amp;as_qdr=all&amp;as_rights=&amp;as_occt=any&amp;cr=&amp;as_nlo=&amp;as_nhi=&amp;safe=images">hikayat awal industri gula Belanda</a>. Jawa Timur
sendiri merupakan penopang utama industri gula nasional, walau
kondisi pabrik-pabrik gula peninggalan Belanda tersebut mengenaskan.</p>

<p>Komoditi tambahan yang diangkut dari daerah selatan adalah beras dan
tembakau. Sudah menjadi tradisi lokal di masa itu beberapa rumah
besar memiliki lumbung dan tempat penjemuran padi keluarga. Di era
Orde Baru, sebuah lumbung besar Badan Urusan Logistik (Bulog)
didirikan di Jambearum, Kec. Puger, untuk menampung beras hasil
panen.</p>

<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/2931345663/" title="Morning Blue by Ikhlasul Amal, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3225/2931345663_30de4abe1c.jpg" width="500" height="333" alt="Morning Blue" /></a></p>

<p>Akan halnya tembakau, di tahun 1960-an, sudah lazim bagi saudagar
setempat berniaga membawa rajangan daun-daun kering tembakau hingga
Kebumen, Jawa Tengah. Keluarga besar kami yang berasal dari dua
simpul pendatang Bojonegoro dan Pulau Bawean, diduga migran
perdagangan ini. Acara menimbang daun tembakau, <a href="http://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/sets/72157607960932770/">sejumlah gudang
bambu</a>, dan konvoi pekerja bersepeda di sore hari, adalah fenomena
turun-temurun yang masih tersisa hingga sekarang.</p>

<p>Dengan pertimbangan ekonomi seperti di atas, masuk akal jika
dibuatkan rel kereta api dan jalan raya penghubung lewat Balung atau
Ambulu, Kasiyan, Kencong, Gumukmas, Yosowilangun, hingga Lumajang.
Tidak berlebihan pula seandainya sungai besar yang diapit tersebut
terhindar dari kebiasaan buruk dijadikan ruang mandi terbuka,
miniatur wisata sungai ala kota-kota di Belanda dapat
diselenggarakan.</p>

<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/2930722674/" title="Gumelar, Balung, Jember of East Java by Ikhlasul Amal, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3249/2930722674_ca4486d29d.jpg" width="500" height="375" alt="Gumelar, Balung, Jember of East Java" /></a></p>

<h2>Kereta api primadona masa lalu</h2>

<p>Di masa sebelum taman kanak-kanak, berarti sekitar tahun 1974, saya
sering menyempatkan diri duduk di belakang rumah nenek, di pinggir
sungai besar tadi, dan menyaksikan kereta api lewat dari arah utara,
Jember, menuju selatan, Lumajang. Stasiun kereta api tidak jauh dari
rumah nenek, sehingga kereta api sudah mulai melambat. Di sebelah
kanan terdapat jembatan besi kokoh bekas rel ke arah timur, Ambulu.
Saya tidak pernah melihat kereta api ke arah Ambulu ini, hanya
kisah-kisah para tetua di keluarga menyebut pengalaman mereka
mengangkut tembakau ke sana. Bukti yang masih dapat dilihat saat itu
adalah bekas jalur kereta dan jembatan di atas Sungai Bedadung.</p>

<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/4024752452/" title="I Hope It's Real River Beauty by Ikhlasul Amal, on Flickr"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2481/4024752452_c1544595fa.jpg" width="333" height="500" alt="I Hope It's Real River Beauty" /></a></p>

<p>Satu-satunya pengalaman mengesankan yang masih saya ingat adalah
acara keluarga ke Lumajang naik kereta api. Yang tersisa dalam
bayangan saya adalah gerbong ekonomi, berbangku kayu panjang
berjejer, dan setiap orang duduk menghadap jendela. Mirip seperti
gerbong barang yang disulap menjadi gerbong penumpang. Karena hanya
sekali itu bepergian naik kereta yang saya ingat dan faktor usia
masih kecil juga, boleh dikata saya tidak memiliki ingatan yang
memadai tentang &#8220;naik kereta api jalur tebu Jember-Lumajang&#8221;
tersebut.</p>

<p>Tentang stasiun Balung pun saya hanya ingat dulu juga ditempati
kantor pos yang sibuk melayani surat, tabungan nasional, dan
pengiriman barang (paket). Tampaknya urusan korespondensi dititipkan
kereta api dan setelah jalur kereta api dihentikan, bangunan
tersebut masih ada di kompleks stasiun. Hingga di tahun 1980-an
pemerintah memindahkan kantor pos dari kompleks stasiun ke pinggir
jalan besar di Balungkulon dan praktis angkutan surat-menyurat
dititipkan ke bus Akas tujuan Lumajang.</p>

<p>Kompleks stasiun Balung masih ada saat ini, di sebelah barat
perempatan utama pertemuan jalur Rambipuji-Balung dan Ambulu-Balung.
Saksi sejarah yang sunyi karena memang tidak terawat, menjadi tempat
penampungan gelandangan, dan belum tahu juga kelanjutan lahan milik
PT&nbsp;Kereta Api Indonesia (KAI) yang saat ini terbengkalai.</p>

<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/2512723430/" title="Balung Old Train Station by Ikhlasul Amal, on Flickr"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2264/2512723430_d0d44b39a6.jpg" width="500" height="375" alt="Balung Old Train Station" /></a></p>

<p>Cerita menarik lain: pada saat saya dan adik kanak-kanak, kami
sering bermain &#8220;sepur-sepuran&#8221; berbekal buku daftar perjalanan
kereta api tahun 1960-an se-Indonesia (Jawa dan Sumatera). Buku
tersebut berisi daftar yang sangat rinci dari nama kereta api dan
nomor serinya, asal dan tujuan perjalanan, dan waktu kedatangan dan
keberangkatan di setiap stasiun. Tidak ada orang tua yang sempat
bercerita tentang buku tersebut, namun dugaan saya dibeli oleh kakek
yang sempat berdagang tembakau hingga Kutoarjo, Jawa Tengah.</p>

<p>Saya tidak pernah mendapati buku perjalanan kereta api selengkap itu
setelahnya. Barulah pada tahun 2001 saat saya mendapat kesempatan
tinggal di Groningen, Belanda, saya melihat buku seperti itu,
<a href="http://nl.wikipedia.org/wiki/Spoorboekje"><i>Spoorboekje</i></a>, dijual di toko buku di stasiun Groningen Centraal. Format utamanya masih
mirip, dalam bentuk tabel, tentu saja gaya penyajiannya sekarang
sudah modern. Dengan kata lain, pada saat pemesanan karcis kereta
api sudah dilayani secara daring (<i>online</i>) di Belanda, buku
klasik seperti yang terdapat di &#8220;Hindia Belanda&#8221; masih dicetak dan
dijual!</p>

<p>Pertanyaan penting dalam konteks yang lebih luas: seberapa jauh kita
sanggup konsisten, istiqomah, mempertahankan infrastruktur layanan
publik yang baik? Alih-alih bongkar-pasang hapus yang lama, bikin
yang baru, nyaris tanpa upaya perawatan. Saya sempat membaca rencana
pembangunan <a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=113545">kereta api super cepat Jakarta-Bandung-Cirebon</a>: apakah
itu yang benar-benar kita perlukan jika menghidupi hajat orang
banyak seperti Kereta Rel Diesel (KRD) Bandung-Cicalengka belum juga
dapat menjadi layanan transportasi yang nyaman dan dapat diandalkan?</p>

<p>Di grup Indonesian Railway Pictures di Flickr disebutkan <a href="http://www.flickr.com/groups/irp/discuss/72157622729767210/">beberapa jalur
kereta api ditutup karena dianggap tidak layak secara ekonomis</a>. Pada
saat kereta api Jember-Lumajang ditutup pun, angkutan umum antarkota
(sebenarnya angkutan yang disediakan perorangan, bukan layanan
publik pemerintah) mulai meningkat dan &#8220;hukum rimba ekonomi&#8221; memukul
kereta api dengan telak. Sekarang ini, angkutan antarkota tersebut
ganti merana dipukul kepemilikan sepeda motor yang sudah berlebih.
Artinya, jika diserahkan kepada &#8220;hukum persediaan dan keperluan&#8221;
publik, arah penyediaan transportasi publik kita menjadi seenaknya,
tidak ekonomis dalam skala luas, dan sangat rentan dalam hal faktor
keamanan di ruang publik. Sederhana saja: coba pertimbangkan
pergeseran pengangkutan tebu, dari kereta api kemudian truk. Sekarang
ini, sebagian komoditas pertanian diangkut dengan memaksakan diri
di atas sepeda motor.</p>

<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/2760904767/" title="Preparing for Cattle Feeding* by Ikhlasul Amal, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3190/2760904767_db0d40e82e.jpg" width="500" height="333" alt="Preparing for Cattle Feeding*" /></a></p>

<p>Saya membayangkan transportasi berbasis kereta api yang lebih baik,
tetap pada fungsinya sebagai transportasi cepat massal, lebih
daripada bernostalgia keelokan perkeretaapian di sektor selatan
Jember.</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=342&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2009/12/kereta-api-jember-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jeneng Kelas di SMA 1 Jember</title>
		<link>http://sma1jember.info/2009/12/jeneng-kelas-di-sma-1-jember/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2009/12/jeneng-kelas-di-sma-1-jember/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 04:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Rizal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Gak salah kalo jaman SMA itu dikatakan jaman yang paling menyenangkan, soalnya sekolah masih nyantai, boleh gak terlalu serius dan ketemu teman-teman seumur yang lagi lucu-lucunya. Kegiatannya selain belajar pasti maen bareng genk atau teman sekelas. Dengan motivasi meningkatkan kekompakan teman-teman sekelas biasanya  kelasnya dikasih nama yang seru-seru yang mencerminkan jiwa atau semangat kelas. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gak salah kalo jaman SMA itu dikatakan jaman yang paling menyenangkan, soalnya sekolah masih nyantai, boleh gak terlalu serius dan ketemu teman-teman seumur yang lagi lucu-lucunya. Kegiatannya selain belajar pasti maen bareng genk atau teman sekelas. Dengan motivasi meningkatkan kekompakan teman-teman sekelas biasanya  kelasnya dikasih nama yang seru-seru yang mencerminkan jiwa atau semangat kelas.</p>

<p>Di tulisan ini Aku pengen sharing tentang obrolanku dengan Cak ekoz, salah satu penggiat Blog SMA 1 Jember ini yang terkenal dengan daya ingatnya yang Ruuuarrr Biaaasa tentang  beberapa nama kelas yang sempat atau masih diingatnya. Obrolan ini sebenarnya kami lakukan pas bulan Ramadhan tahun 2008, cuma gak sempat ditulis untuk disebar lewat blog ini mengingat betapa malasnya diriku. Tapi membaca koment Cak Eko yang dengan memelas di posting  “<a title="Permanent Link to Selamat Berulang Tahun Kesepuluh, Milis 1988" href="../2009/11/milis-1988/"><strong>Selamat Berulang Tahun Kesepuluh, Milis 1988</strong></a>”, diriku jadi tergerak untuk nulis&#8230;</p>

<p><span id="more-336"></span></p>

<p>Beberapa nama kelas angkatan 88 misalnya:</p>

<p>Chernobyl Tribes &#8211;&gt; Children Biologi Three is the Best, asli singkatane mekso, kenapa Chernobil? Mungkin karena terinspirasi reaktor nuklir Chernobil di Rusia yang bocor tahun 80-an.</p>

<p>MIRAGE         &#8211;&gt; Kami rakyat Biologi Empat (iki asli singkatane lebih mekso)</p>

<p>KROKUS        &#8211;&gt; Bio satu (kayaknya Cak Eko lupa nih singkatannya apa.. tumben lali wong iki ) tapi dari perkenalnnya <a href="http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&amp;gid=54076375930#/topic.php?uid=54076375930&amp;topic=8419">Cak Faiz</a> aku dapat info singkatannya Kelompok Remaja Ogah Ketinggalan Urusan Sekolah, sungguh nama yang indah dan mencerminkan pribadi yang rajin belajar, baik hatidan tidak sombong.</p>

<p>Gymcata         &#8211;&gt; Generasi Muda fisika Tiga (ini singkatannya agak nyambung dikit)</p>

<p>Warsinem     &#8211;&gt; Warga Siji Enem, nama kelas ini begitu sederhana dan me-Indonesia, Warsinem koncone Painem dan Poniyem ..he..he&#8230;</p>

<p>Silicon         &#8211;&gt; SIji LImo CONnection, &#8230; asli singkatan yang cerdas dan cermat he..he.. meskipun jare Cak Ekoz sering di plesetkan jadi Silih-Silihan Kon**** he..he.. sungguh perbuatan yang hina he.he..</p>

<p><img class="alignnone size-full wp-image-337" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2009/12/test.jpg" alt="BeMySelf Fisika '93" width="604" height="453" /></p>

<p>Kalo yang aku ingat dan pernah baca  ada beberapa nama kelas, misalnya :</p>

<p>Wildcat &#8211;&gt; Fisika 1 ’94 ,  ini bukan singkatan, tapi nama aja (apa anak-anaknya kayak kucing garong ya?&#8230;.. )</p>

<p>Be My Self  &#8211;&gt; Fisika 1 ’93, jaketnya sempat nongol di <a href="http://www.facebook.com/home.php?#/photo.php?pid=30087251&amp;op=2&amp;o=all&amp;view=all&amp;subj=54076375930&amp;aid=-1&amp;oid=54076375930&amp;id=1298031323">facebook</a></p>

<p>kinetic  &#8211;&gt; kind generation of third physic, kelas <a href="http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&amp;gid=54076375930#/topic.php?uid=54076375930&amp;topic=8419">Cak Priyo Agricoach</a></p>

<p>Tazmania &#8211;&gt; Fisika Tiga Mania, angkatan 93 ya…</p>

<p>Gravitasie &#8211;&gt; kelasnya Cak Ivan angkatan ’88 , fisika berapa Cak ?</p>

<p>RASTA= Rombongan Arek Sosial Top Abis, 3S-1 angkatan 2008, yang katanya <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1234144770">PowAnk</a> jaketnya keren abis</p>

<p>PenthaPhy) &#8211;&gt; 2IPA5 tahun’e kapan ya Cak <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1434677634">Rico Ananto</a></p>

<p>Wis ah contone wis akeh, sekarang gantian lakone cerito jeneng kelase dewe he..he..jreeeeng&#8230;</p>

<p>Kalo aku dulu dikelas Fisika 3 jadi namanya susah deh bikn yang pas, akhirnya dengan inisiatip pribadi Aku mengusulkan nama FISTELEK singkatan dari FISIKA TELU REK!! Nah Fisika Telu Rek ini masih ada singkatannya lagi Teler Endel Lucu dan Umek tapi Rajin Enerjik Kreatif, pokok mekso banget tapi yang penting cukup untuk menunjukkan sifat kelasnya yang arek-arek’e umek dan endel tapi tetep rajin dan kreatif, buktinya kelas kami pernah kami cat dengan warna hijau lumut kayak Rumah Sakit DKT dan meja kami jadikan buku catetan buat persiapan ulangan he..he..(nakal kok bangga&#8230;. perbuatan yang aneh)</p>

<p>Apa semua setuju dengan nama itu? Jelas tidak.. protes dan unjuk rasa hadir ke diriku atas usulan nama kelas yang sangat kereen itu&#8230; tapi karena tidak ada nama lain yang diusulkan tetep wae nama itu yang dipakai meskipun dengan hati yang tidak ikhlas dari beberapa warga kelas. Untunya kami gak sempat bikin jaket kelas, kebayang ada tulisan Telek di jaket    he..he..</p>

<p>Nah hayo Cak,Mbak,Dik, Rek&#8230; jeneng kelasmu opo? Ceritane yaopo&#8230; yuk cerita disini..</p>

<p>Dari Achmad Rizal, warga FISTELEK ‘94, Fisika Telu Rek, Teler Endel Lucu dan Umek tapi Rajin Enerjik dan Kreatip he..he.. jan mekso tenan</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=336&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2009/12/jeneng-kelas-di-sma-1-jember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bernostalgia di Jember Klinik</title>
		<link>http://sma1jember.info/2009/12/jember-klinik/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2009/12/jember-klinik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 00:28:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jember, rek!]]></category>
		<category><![CDATA[jember]]></category>
		<category><![CDATA[klinik]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[smp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Jika pada kesempatan mudik lebaran tahun ini, akhir September lalu, saya berkesempatan pulang ke &#8220;tanah kelahiran&#8221; Balung, kecamatan di sebelah selatan Kab. Jember, dan tidak sempat berkunjung ke Kota Jember yang kian ramai, bulan November lalu sebaliknya: datang dan menginap di Kota Jember dan tidak sempat menjenguk Balung. Seperti biasa, ini bagian dari acara perjalanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika pada kesempatan mudik lebaran tahun ini, akhir September lalu,
saya berkesempatan pulang ke &#8220;tanah kelahiran&#8221; Balung, kecamatan di
sebelah selatan Kab. Jember, dan tidak sempat berkunjung ke Kota
Jember yang kian ramai, bulan November lalu sebaliknya: datang dan
menginap di Kota Jember dan tidak sempat menjenguk Balung.</p>

<p>Seperti biasa, ini bagian dari acara perjalanan dinas ke Surabaya,
saya tumpangi dengan melanjutkan ke Jember karena nenek sedang
dirawat inap di Rumah Sakit Jember Klinik. Dengan keyakinan
mengingat perjalanan Surabaya-Jember sejak zaman kuliah, santai saja
saya naiki bus Akas jurusan Jember dari Terminal Purabaya,
Surabaya/Sidoarjo, pada pukul 17.30, dan sampai di Terminal
Tawangalun Jember, sekitar pukul 22. Taksi selanjutnya mengantarkan saya
hingga di R.S. Jember Klinik, yang di beberapa spot saya lihat
disingkat JeKlin.</p>

<p><span id="more-331"></span></p>

<p>Selama masa sekolah lanjutan pertama saya pernah beberapa kali ikut
menginap di sana, sewaktu almarhum ayah dirawat, ibu, dan jika tidak
salah bude juga. Karena waktu itu saya sudah kos di Jember dan
Jember Klinik tidak jauh dari SMP Negeri&nbsp;3 tempat saya
bersekolah, menjenguk keluarga yang sedang diopname menjadi kegiatan
rutin yang mudah.</p>

<p>Saya telepon keluarga di Balung, <q>Apa sekarang masih ada waktu
besuk (<i>bezoek</i>) seperti dulu di Jember Klinik?</q> Adik ipar
saya menegaskan hal itu tidak ada lagi, malah ditambahi &#8220;jawaban
politis&#8221; oleh adik saya, <q>Sejak reformasi, hal-hal seperti itu
sudah tidak ada lagi. Langsung saja datang dan masuk.</q></p>

<p>Benarlah, sampai di sana, saya langsung memindai daftar pasien,
menuju gedung yang dimaksud, cukup bertanya kepada seorang suster
jaga di meja resepsionis, dan ketemu kamar rawat nenek. Semalam saya
tinggal di sana bersama anggota Keluarga Balung yang memang menjaga
nenek. Keesokan pagi, sambil menelusuri beberapa bagian rumah sakit,
saya jadi membanding-bandingkan dengan pengalaman di masa lalu.</p>

<p>Di akhir 1980-an lalu, saya ingat sering bertugas mengirimkan bahan
pakaian atau makanan karena praktis penjaga pasien tidak seleluasa
sekarang keluar-masuk rumah sakit. Teringat juga kantin di dalam
rumah sakit yang saat itu satu-satunya tempat jajan di dalam dan
bonus untuk saya jika sedang menginap adalah coklat favorit, Full
Cream buatan Welco. Saat itu belum ada Silver Queen atau Cadbury.</p>

<p>Pagi hari juga sangat hening saat itu, selain jumlah penjaga pasien
yang lebih sedikit, belum ada acara televisi di pagi hari.
Benar-benar Minggu yang &#8220;mencekam&#8221; jika saya sedang menginap di
sana; pulang ke tempat kos pun di sore hari, terkadang mengambil
arah memutar melewati Jalan Kartini, juga senyap.</p>

<p>Untuk merekam kenangan, saya potret bagian klasik yang tak akan
terlupakan dan masih juga dipertahankan sampai saat ini di bangunan
lama, yaitu pola pintu dan jendela. Dengan ukuran yang super-besar,
mengingatkan saya pada gaya klasik bangunan &#8220;peninggalan Belanda&#8221;,
di pagi hari saat para perawat membuka ventilasi tersebut adalah
nostalgia tersendiri.</p>

<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/4101905024/" title="Classic Patterns by Ikhlasul Amal, on Flickr"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2577/4101905024_d5cd7039d1.jpg" width="375" height="500" alt="Classic Patterns" /></a></p>

<p>Tidak lama kemudian terdengar aktivitas dari kompleks di sebelah
rumah sakit, oh ya&#8230; SMP Negeri&nbsp;2 yang juga klasik. Di jalanan
depan rumah sakit dan SMP tersebut saya kenang kebaikan teman-teman
SMP yang mengajak saya naik sepeda mereka, termasuk bertemu Cak
Bambang Lelono, tokoh sentral di lingkungan akademis SMP&nbsp;3.
(Saya belum pernah satu kelas dengan Bambang sejak SMP hingga SMA
dan benar-benar kenal dengan dia dimulai dari sepanjang perjalanan
bersepeda tsb.)</p>

<p>Beberapa jam kemudian saya sudah harus meninggalkan Jember dengan
kereta api, menuju Surabaya, kemudian bergabung dengan teman kembali
lagi ke Bandung. Praktis hanya sekitar dua belas jam di Jember, di
tempat yang sangat sempit, namun nostalgia dalam pikiran memaknai
lebih luas dari ruang nyata, lebih jauh dari waktu yang terasa cepat
lewat.</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=331&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2009/12/jember-klinik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Berulang Tahun Kesepuluh, Milis 1988</title>
		<link>http://sma1jember.info/2009/11/milis-1988/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2009/11/milis-1988/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 00:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cyber, cong!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Kendati Cak Sigit sudah memindahkan kerajinannya menulis kalimat bijak dari mailing list ke status Facebook, dia tetap seorang yang awas terhadap hal kecil namun penting, yaitu keberkahan dari kelahiran. Secara filosofis, kata &#8220;kelahiran&#8221; dapat bermakna &#8220;diadakan&#8221;, &#8220;diejahwantakan&#8221;, dan kian panjang dalam diskusi-diskusi hakikat eksistensi diri. Berat, berat, abot rek, nek nggowo-nggowo gagayaan kayak ngono! Padahal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kendati Cak Sigit sudah memindahkan kerajinannya menulis kalimat bijak dari <i>mailing list</i> ke status Facebook, dia tetap seorang yang awas terhadap hal kecil namun penting, yaitu <a href="http://groups.yahoo.com/group/sma1jbr88/message/5210">keberkahan dari kelahiran</a>. Secara filosofis, kata &#8220;kelahiran&#8221; dapat bermakna &#8220;diadakan&#8221;, &#8220;diejahwantakan&#8221;, dan kian panjang dalam diskusi-diskusi hakikat eksistensi diri. Berat, berat, <i>abot rek, nek nggowo-nggowo gagayaan kayak ngono</i>!</p>

<p>Padahal, praktisnya: <strong>milis alumni 1988 SMA Negeri 1 Jember genap berusia sepuluh tahun</strong> sejak pertama kali disediakan, 15 November 1999. Selamat untuk warga <i>mailing list</i>!</p>

<p><span id="more-327"></span></p>

<img src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2009/11/screenshot-01.png" alt="Aktivitas &quot;mailing list&quot; alumni tahun 1988" width="426" height="283" class="size-full wp-image-328" />

<p>Dibuat saat saya masih <i>ngalap fulus</i> di Kota Minyak Balikpapan, di sela-sela kegiatan-sedikit-bingung di luar jam kerja, para anggota generasi awal adalah mereka yang berkesempatan lebih dulu menikmati layanan Internet negeri ini: sebagian di lingkungan kampus, sebagian beruntung di kantor yang sudah menyediakan koneksi Internet, dan seperti saya yang datang ke Warnet di Balikpapan saat itu, harus ke kantor pos.</p>

<p>Anggota terus bertambah dan hanya satu masa yang disesali bolong tanpa email: Mei 2006. Terpaksa satu masa tersebut terlewat. Keadaan juga sudah berubah: dulu sulit mendapatkan teman yang sudah akrab dengan Internet, sekarang koneksi Internet sudah di mana-mana dan ketemu teman malah di Facebook. Alhasil, tidak selalu otomatis bersedia atau perlu diajak bergabung di milis. (Atau, jangan-jangan malah sudah nyaris lupa: apa email itu? Hehehe)</p>

<p>Tidak perlu risau: zaman sekarang bukan ihwal dominasi media, justru semua lini dikepung, bagai laskar menyerbu jalur! Semua diakomodasi, sesanggupnya. Jika tidak sanggup, ya ciptakan kepala suku baru di tempat-tempat lain.</p>

<p>Kira-kira begitu: percayalah, Facebook pun bukan selalu <i>killer application</i>. Sebagai contoh, jika sudah turun gunung bikin rencana ketemuan di Jember: SMS jauh lebih praktis!</p>

<p>Selamat berulang tahun kesepuluh untuk <i>mailing list</i>. Insya Allah akan terus melaju.</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=327&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2009/11/milis-1988/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Tamu</title>
		<link>http://sma1jember.info/2009/11/buku-tamu/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2009/11/buku-tamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 10:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabinet Dapur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Mohon jangan lupa bahwa blog kita ini memiliki Buku Tamu. Asal muasalnya: beberapa komentar dianggap di luar topik (atau dikenal sebagai OOT) karena mohon dimaklum begitu bertemu di bangku warung ya mengobrollah ke sana dan sini. Belum lagi jika memang yang ingin memasang tulisan itu &#8220;sekadar&#8221; uluk salam, panggil-panggil teman dekat, (dulu) pujaan hati, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon jangan lupa bahwa blog kita ini memiliki <a href="http://http://sma1jember.info/buku-tamu/">Buku Tamu</a>.</p>

<p>Asal muasalnya: beberapa komentar dianggap di luar topik (atau dikenal sebagai <abbr title="Out of Topic">OOT</abbr>) karena mohon dimaklum begitu bertemu di bangku warung ya mengobrollah ke sana dan sini. Belum lagi jika memang yang ingin memasang tulisan itu &#8220;sekadar&#8221; uluk salam, panggil-panggil teman dekat, (dulu) pujaan hati, atau berteriak lantang komando untuk angkatan.</p>

<p>Diakomodasi akhirnya dalam bentuk Buku Tamu.</p>

<p><span id="more-323"></span></p>

<p>Boleh dikata berikutnya <i>tumplek bleg</i> di sana. Tanpa urutan, tanpa pengelompokan, seperti halnya buku tamu <i>kondangan</i>. Perbedaannya: di buku tamu hajatan tanpa komentar, hanya menyebut identitas, alamat, dan tanda tangan. Di web harus ada komentar, cetusan hati, ajakan menyapa.</p>

<p>Begitulah, saya sambil sedikit menggeleng kepala juga melihat jumlah entri di Buku Tamu hari ini sudah 364 pesan. Dijejer dalam 30 lebih halaman. Muncul pertanyaan: apakah teman-teman yang dipanggil oleh &#8220;teriakan&#8221; di Buku Tamu sempat membaca, ya? Beberapa dalam bentuk pertanyaan seperti rencana agenda reuni atau sekadar berbagi kota domisili.</p>

<p>Semoga saja, sempat menjadi manfaat, mempertemukan yang terpisah, atau menjadikan kerukunan baru. Di hari seperti ini, seperti melawan Goliath bernama Facebook untuk urusan sosial seperti ini. Jadi prinsip yang masih dipegang: akomodasi semua kanal.</p>

<p>Yang paling mengesalkan tentu para asongan yang berjualan dari barang fisik hingga harapan, termasuk yang sudah mencurigakan seperti menambang untung dari tipu-tipu berkedok arisan. Untuk yang seperti ini saya berusaha menghalau.</p>

<p><i>Iki acara pul-kumpul Cak, masak sampeyan adol abab ngapusi nganggo impen-impen duit nganti milyaran?</i></p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=323&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2009/11/buku-tamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Bertemu di Blog, Suara Akbar!</title>
		<link>http://sma1jember.info/2009/10/selamat-bertemu/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2009/10/selamat-bertemu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 06:16:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jember, rek!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih kepada Mas Ramadhany yang akhirnya menemukan juga tulisan &#8220;Kacepot Gullena Mera&#8230;&#8221; di blog ini. Ikut menyapa dan mengingatkan kita semua tentang Radio Akbar yang kabarnya sekarang sudah menyediakan edisi streaming segala. Ya iyalah, di masa seperti ini, sudah tipis beda teknologi antara Jember atau Jakarta &#8212; setidaknya dibanding masa lalu. Dulu saya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih kepada Mas Ramadhany yang akhirnya <a href="http://sma1jember.info/2007/12/radio-kitakacepot-gulena-mera/comment-page-2/#comment-8284">menemukan juga tulisan &#8220;Kacepot Gullena Mera&#8230;&#8221;</a> di blog ini. Ikut menyapa dan mengingatkan kita semua tentang Radio Akbar yang kabarnya sekarang sudah menyediakan edisi <i>streaming</i> segala. Ya iyalah, di masa seperti ini, sudah tipis beda teknologi antara Jember atau Jakarta &#8212; setidaknya dibanding masa lalu.</p>

<p>Dulu saya tidak mengerti: bagaimana sih cara meminta lagu di <a href="http://www.suaraakbar.com/">Radio Akbar</a> itu? Ada yang bilang &#8211;waktu itu&#8211; katanya perlu beli semacam kartu terus dikirim ke stasiun radio. Barangkali lumayan sebagai penghasilan tambahan dengan membeli kartu tersebut (yang berharga murah meriah). Atau juga mungkin lewat kartu pos. Entahlah. Yang jelas jika saya dengar radio swasta di Bandung, kota saya tinggal saat ini, para penyiar sudah sibuk menyebutkan pesan seperti dari Yahoo! Messenger atau Facebook. Jadi masukan dari pendengar dan luaran ke publik sudah berdampingan dengan media baru, Internet.</p>

<p>Karena Internet juga blog ini dipertemukan langsung dengan Radio Akbar, tentu saja setelah diracik oleh koki cerita masa lalu, Cak Ekoz, yang sekarang bertugas menjaga pundi-pundi bank nasional.</p>

<p>He, he, he&#8230; selalu menyenangkan bercerita masa lalu, sekaligus bernostalgia. Yang pahit terasa lucu, yang manis tentu bertambah indah&#8230;</p>

<p>Tabik, semua.</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=316&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2009/10/selamat-bertemu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meh Pitulasan .. ana sing luput ya ?</title>
		<link>http://sma1jember.info/2009/08/meh-pitulasan-ana-sing-luput-ya/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2009/08/meh-pitulasan-ana-sing-luput-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 02:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faiz_sahly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Lebih Baik!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Sebentar lagi, tepatnya hari SENIN PAHING kita Bangsa Indonesia akan mengenang dan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2009. Secara resmi, negara kita sudah berusia 64 tahun. Kalau diukur dari umur manusia, maka umur segitu sudah terbilang &#8220;lampu Kuning banget&#8221; bahkan condong kemerah-merahan alias umur siap-siap untuk dijemput oleh Malaikat Izrail. Sebab, menurut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-306" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2009/08/bendera51-300x212.jpg" alt="bendera5" width="300" height="212" /></p>

<p>Sebentar lagi, tepatnya hari SENIN PAHING kita Bangsa Indonesia akan mengenang dan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2009. Secara resmi, negara kita sudah berusia 64 tahun. Kalau diukur dari umur manusia, maka umur segitu sudah terbilang &#8220;<strong><em>lampu Kuning banget</em></strong>&#8221; bahkan condong kemerah-merahan alias umur siap-siap untuk dijemput oleh Malaikat Izrail. Sebab, menurut Islam, umur sebuah umat mengikuti umur Nabinya. Kalau nabi Muhammad wafat pada umur 63 tahun, maka umur rata-rata umat Islam berkisar pada usia 60 tahunan, kurang atau lebih.</p>

<p>Tapi, kalau dikaitkan dengan umur sebuah negara, 64 tahun itu bisa terbilang masih bocah atau bisa jadi sudah dewasa. Lho kenapa masih bocah? Apakah masih kurang contoh bagi kita tentang perilaku pejabat negara atau tokoh masyarakat yang begitu <em>mbocahi</em> alias tidak bisa bersikap sebagai panutan, yang bisa mengayomi dan melindungi. Kampanye Pemilu Legislatif 2009 yang baru saja berlalu sudah membuktikan bahwa banyak diantara kita masih terbilang <em>mbocahi</em> dalam bertindak.</p>

<p><em>Kabeh pada rebutan panggonan kanggo masang gendera..</em></p>

<p><em>Kabeh pada rebutan pameran janji ..</em></p>

<p><em>Kabeh uga pada rebutan mblenjani janji, nek dong ora kepilih</em> (<em>utawa nek kepilih .. </em>)</p>

<p><em>Kepiye Jal ?</em></p>

<p>Eit.. tapi bangsa kita sebenarnya juga sudah cukup dewasa. Terbukti saat Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, rakyat dengan penuh sukacita mendatangi TPS untuk memberikan dukungan kepada Calon yang dipercayainya. Alhasil, pasca pemilu tidak terjadi kerawanan yang berujung kepada kerusuhan atau pun keributan seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Semua berjalan dengan baik hingga akhirnya tanggal 17 Juli 2009 hari Jumat Legi, kita semua dikejutkan oleh njebglug-nya bom di Hotel <em>Je Dabelyu Marriot</em> dan <em>Ritz Charlton</em>.</p>

<p>Gara-gara jeblugan bom ini pulalah, sobat kita Cak Eko Setiawan menjadi gundah lantaran tim balbalan sing kondhang sak jagad, idola beliauw .. tidak jadi maju ke tampil untuk melawan pasukan pak Benny Dollo. Beragam spekulasi bergulir dan menggelinding cepat menabrak logika awam tentang apa motif kejadian-kejadian itu. Tak luput pula motif spekulatif bernada ngawur bahwa yang njeblugke bom itu disuruh sama Liverpool ( .. dalam bahasa Cak Ekos : Looserpool .. ) atau kongkonane Mas Drogba bahkan mungkin Propesor Wenger, yang kita tahu merupakan lawan-lawan berat MU di kompetisi Liga Inggris kemarin, sekarang dan esok nanti ..</p>

<p>Pasca pengeboman ini pun, kita melihat kembali perilaku mbocahi dari punggawa negeri ini, yang saling bersilat lidah di media untuk membela atau memojokkan pihak lain. Sungguh tidak patut untuk disaksikan apalagi diikuti. Untuk orang-orang sekelas beliauw, semestinya dipaparkan fakta-fakta strategis untuk mencegah terulangnya jeblugan bom semacam itu, menenangkan rakyat sekaligus menggugah rakyat untuk tetap bersatu dan waspada. Bukannya melansir berita yang meresahkan bahkan bisa memecah belah persatuan warga yang sejauh ini juga masih pasang surut kondisinya.</p>

<p>Tapi, sudahlah.. Sementara ini, semua sudah berlalu dengan ditetapkannya sejumlah nama sebagai pelaku utama jeblugan bom tersebut. Tercatat ada Ibrahim <em>The Florist</em>, Dani Dwi Permana <em>si Bocah Gundah</em>, Nana Ichwan Maulana, Eko Peyang dan Air Setiawan <em>Asy Syahid</em> ( ? .. jare sing ndukung .. ) yang resmi beraksi dalam insiden itu. Sejenak kita bisa lega dengan temuan ini.</p>

<p>Kembali ke Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Yang jelas, malam Senin besok, di desa-desa, kampung-kampung, perumahan-perumahan, masjid atau tempat ibadah lainnya, bakal diselenggarakan acara Tirakatan Pitulasan untuk memperingati perjuangan para pahlawan dalam membebaskan negeri ini dari cengkeraman penjajah kala itu. Terlepas pula dari sinyalemen .. (waduh opo kuwi .. ternyata artine <em>indication; suspicion; assumption</em>) .. bahwa sejatinya bangsa dan negara kita ini belum merdeka. Terbukti dengan laporan berbagai analis keuangan tentang makin membelitnya utang negara kita, makin tidak dihormatinya kedaulatan kita, makin merosotnya derajat kehidupan kita serta berbagai tendensi negatif yang menerpa bangsa ini terus menerus.</p></p>

<p>Saya lantas berpikir, &#8220;Apa yang salah dengan bangsa dan negara ini ya?&#8221; Tercetus satu hal di benak saya. Kita ini ngakunya bangsa yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa. Tapi coba tengok saat kita memperingati acara Pitulasan. Benarkah kita benar-benar menghadirkan Tuhan di hati dan lingkungan kita ? Rangkaian acara Pitulasan yang dikemas dalam berbagai lomba, baik itu lomba anak-anak atau pun orang dewasa, hampir dipastikan tidak lebih sekedar &#8220;<em>Pantes-pantese nek Pitulasan yo nggawe lomba-lomba sing rame ..</em>&#8221; bahkan tidak sedikit yang terbilang konyol dan tidak patut dipertontonkan dimuka publik. Misal saja, Bal-balan ibu-ibu dengan mengenakan sarung. Dimana kalau musik dibunyikan, semua peserta harus berhenti dan berjoget dulu hingga musik dimatikan. Atau pula bal-balan bapak-bapak dengan mengenakan daster. <em>Opo yo patut koyo ngono kuwi ? Wong tuwo kok mung didadekake geguyon bocah ..</em></p></p>

<p>Juga saat rangkaian itu ditutup dengan Pentas Pitulasan atau Malam Tirakatan, upaya mewarnai dengan penuh rasa syukur kok makin tipis juga. Hampir semua acara mengedepankan kegembiraan, yang kadang berlebihan. Wujud syukur serta keprihatinan terhadap nasib negara dan bangsa serta wujud terima kasih kepada mereka yang telah menyabung nyawa untuk negeri ini, seperti makin jauh saja.. Betapa gundahnya hati para pejuang negeri ini di alam penantian ketika menyaksikan kita lalai untuk bersyukur kepada Tuhannya .. <em>Duh, Gusti .. Nyuwun agunging pangaksami ..</em></p>

<p>Kalaupun dalam acara itu juga dipanjatkan doa-doa, sepertinya hanya sebagai kepantasan seremonial saja. Bagaimana doa bisa didengar oleh Tuhan, kalau kita yang memanjatkan hanya sebatas di bibir. Sedangkan hati kita berada di tempat lain .. Akankah malaikat mau mendekat untuk menjemput doa kita dalam suasana yang penuh hingar bingar seperti itu? Ah, sungguh kita makhluk yang dhalim dan pelupa..</p>

<p>Yah .. <em><em>ambegan gede</em></em> ..kalau yang seperti ini semakin ditradisikian dan diturun temurunkan, dimanakah kemerdekaan sejati kita sebagai manusia, yang oleh Tuhan dijadikan sebagai makhluk yang paling mulia, yang berakal dan (semestinya) bisa membedakan hal yang benar atau batil. Yang semestinya tugas kita hanyalah untuk beribadah kepada-Nya?</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=307&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2009/08/meh-pitulasan-ana-sing-luput-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Saka Merah Putih atau Hinomaru ya ?</title>
		<link>http://sma1jember.info/2009/08/sang-saka-merah-putih-atau-hinomaru-ya/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2009/08/sang-saka-merah-putih-atau-hinomaru-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 00:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faiz_sahly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita-cerita Enteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Posting pertama saya setelah sekian bulan &#8221; minggat &#8221; ke Facebook dan berkubang dengan virus-virus FB yang betul-betul melenakan dan meninabobokkan. Pagi ini saya membuka situs Suaramerdeka.com. Pada halaman utamanya, terpampang foto salah satu peserta karnaval tahunan di kota Jember, yang perlahan tapi pasti, bakal menjadi salah satu ikon budaya kota Jember, yaitu JEMBER FASHION [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_301" class="wp-caption aligncenter" style="width: 674px"><img class="size-large wp-image-301   " src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2009/08/jfc091-1024x566.jpg" alt="JFC meet The KAIGUN.." width="664" height="366" /><p class="wp-caption-text">JFC meet The KAIGUN..</p></div>

<p>Posting pertama saya setelah sekian bulan &#8221; minggat &#8221; ke Facebook dan berkubang dengan virus-virus FB yang betul-betul melenakan dan meninabobokkan.</p>

<p>Pagi ini saya membuka situs Suaramerdeka.com. Pada halaman utamanya, terpampang foto salah satu peserta karnaval tahunan di kota Jember, yang perlahan tapi pasti, bakal menjadi salah satu ikon budaya kota Jember, yaitu <strong><em>JEMBER FASHION CARNAVAL</em></strong>. Tahun ini adalah pergelaran JFC yang ke-8.</p>

<p>Demikian isi berita foto yang saya kutip dari suara merdeka.com &#8220; Seorang peserta mengenakan kostum merah putih sedang mengikuti Jember Fashion Carnival di Jember Jawa Timur. (reuters- smcn) &#8221; (Ganbar sebelah kiri).</p>

<p>Sepintas mencermati foto tadi, pikiran saya lantas beralih ke salah satu Band Metal asal Jepang, yang konon pernah digandrungi penikmat musik metal sejagad, tidak terkecuali di kota Jember, yaitu LOUDNESS. Band yang kondang dengan sederetan lagu pilihan antara lain : <em>Run For Your Life</em> (paling sering dinyanyikan oleh band rock jawa timuran), <em>Let It Go</em> ( pernah dinyanyikan Anang dan Morgenster di Stadion Notohadinegoro), <em>Crazy Nights</em> serta <em>So Lonely</em>.</p>

<p>Setelah googling sebentar, akhirnya saya dapatkan foto sampul album &#8221; <strong><em>THUNDER IN THE EAS</em></strong><strong>.<em>T</em></strong> &#8221; ( Gambar sebelah kanan), yang merupakan pintu pembuka bagi Loudness untuk menapak ke pelataran musik dunia. Lalu saya googling lagi dengan kata kunci &#8220;Hinomaru &#8220;, untuk memastikan saya tidak salah memilih judul posting kali ini.  &#8221;Hinomaru&#8221; adalah sebutan untuk bendera negara Jepang.</p>

<p>Dengan tidak mengurangi respek saya terhadap jerih payah desainer kita, anggapan saya bahwa beliau ingin mengangkat tema yang terkait dengan suasana menyambut perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 64 di tahun 2009 ini. Dalam fantasi saya, desain itu seolah menggambarkan kemegahan kepak sayap burung garuda yang kokoh dan megah. Andai saja desain itu bisa dilengkapi dengan semacam alat, yang bisa menerbangkan si peragawan untuk melayang-layang di angkasa.. ahh, tentu lebih hebat rasanya.</p>

<p>Namun demikian, kembali kepada perasaan saya yang telah &#8220;teracuni&#8221; dengan bayangan  &#8221;<strong><em>hinomaru</em></strong>&#8220;, saya <em>mat-matke </em>kok desain itu lebih mirip ke bendera &#8220;<em>saudara tua</em>&#8221; kita ya.. ketimbang <strong>Sang Saka Merah Putih</strong> kita. Apakah nasionalisme saya mulai luntur ya?</p>

<p>Semoga tidak! Respon ini saya buat sebagai apresiasi positif sekaligus kritik konstruktif kepada para desainer peserta JFC untuk tetap berkarya dan menggali ide-ide lokal untuk diwujudkan menjadi issue-issue global. Agar desainer kita makin memperluas wawasan serta mempertajam visi, sehingga desain yang awalnya bernafas &#8221; Nasionalis &#8220;, tidak menjadi <em><strong>Nasionalisme Bercabang</strong>.. </em></p>

<p>Matur nuwun.</p>
<img src="http://sma1jember.info/?ak_action=api_record_view&id=295&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2009/08/sang-saka-merah-putih-atau-hinomaru-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
