<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Alumni SMA 1 Jember</title>
	<atom:link href="http://sma1jember.info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sma1jember.info</link>
	<description>Alumni Berkisah tentang Jember</description>
	<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 05:51:52 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>ada maXiat di Idul Fitri&#8230;</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/10/ada-maxiat-di-idul-fitri/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2008/10/ada-maxiat-di-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 05:51:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faiz_sahly</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ayo Lebih Baik!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Rabu lalu, saya bersama isteri dan anak, berkesempatan menunaikan Shalat Ied di Masjid Agung yang terletak di pusat kota Magelang. Kenangan akan Shalat Idul Fitri di Masjid Jami’ Al Baitul Amien seakan bisa terobati di sana. Apalagi saya sudah 3 kali Idul Fitri tidak mudik ke Jember.

 

Namun lebih dari itu, yang berkesan mendalam di hati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Rabu lalu, saya bersama isteri dan anak, berkesempatan menunaikan Shalat Ied di Masjid Agung yang terletak di pusat kota Magelang. Kenangan akan Shalat Idul Fitri di Masjid Jami’ Al Baitul Amien seakan bisa terobati di sana. Apalagi saya sudah 3 kali Idul Fitri tidak mudik ke Jember.</p>

<p class="MsoNormal"> </p>

<p class="MsoNormal">Namun lebih dari itu, yang berkesan mendalam di hati adalah isi khotbah Ied-nya. Disampaikan oleh khatib, bahwa pada tanggal 1 Syawal ini, Iblis beserta jajarannya sedang mempersiapkan diri untuk menyibukkan kita dengan segenap kebahagian dan kegembiraan dalam menyambut Idul Fitri ini. Luapan kegembiraan yang bisa jadi tak terbatas, perlahan menyeret kita yang tidak mawas diri untuk malah mendekati kemungkaran dan menjauhi kema’rufan.</p>

<p class="MsoNormal"> </p>

<p class="MsoNormal">Contoh pertama yang paling nyata diawali dari memandang remeh Ibadah Sunnah. Seperti kita tahu, Khutbah Shalat Ied (Fitri dan Adha) kan “cuma” Sunnah Muakkadah hukumnya. Jadi kalau anda tidak mengikuti, ya nggak apa-apa.. Hal ini terutama terjadi pada kaum wanita yang dengan tidak sabar segera melepas mukenanya saat khutbah masih berlangsung, dengan dalih : “Sumuk.. “, “ Selak mulih, wis ditunggu sedulur-sedulure..”, “Selak lunga mudik.. “ serta beragam “ Selak..” yang lainnya.. Kaum prianya pun jadi “ panas” juga melihat keberanian kaum wanita melolos mukenanya. Mereka jadi tidak mau kalah. Tapi kaum adam tidak lantas membalas dengan mencopot sarungnya, tapi segera mengemasi sajadah dan segera berlalu dari Masjid..</p>

<p class="MsoNormal"> </p>

<p class="MsoNormal">Dari sedikit orang yang sudah nggak bisa menahan nafsu ini, akhirnya iblis mendapat jalan untuk ngipas-ngipasi jamaah yang lainnya. “ Ayo.. mulih wae.. wong mung sunnah wae kok, yen ditinggal ora dosa.. “. Akhirnya makin banyaklah yang meninggalkan masjid sebelum sempurna rangkaian ibadah Shalat Id-nya. Di Masjid Al baitul Amien, petugas/Ta’mir bahkan sampai harus “bersaing” dengan khatib hanya untuk mengingatkan jamaah untuk tidak bubar sebelum khutbah selesai. Nah, kalau dihitung hitung, Ramadhan baru berlalu +/- 12 jam, tapi sungguh teramat disayangkan, Ramadhan tidak berbekas apa-apa di hati mereka..</p>

<p class="MsoNormal"> </p>

<p class="MsoNormal">Selanjutnya, sepulang dari Masjid yang penuh ketergesaan, ketidak mampuan menahan diri itu pun berlanjut. Melihat beragam makanan yang uenak-enak tersaji di meja makan, mendorong mereka untuk sebanyak mungkin bisa menikmatinya. Bahkan mungkin sampai perutnya “ kemlekaren.. “ alias wuarreg pol. Maklumlah,<span>  </span>1 bulan nggak pernah sarapan. Kapan lagi bisa begini, wong Idul Fitri itu cuma datang setahun sekali kok ya..</p>

<p class="MsoNormal"> </p>

<p class="MsoNormal">Puas dengan makanan di rumah, dilanjutkan dengan berkunjung ke tetangga serta handai taulan. Di situ pun setali tiga uang, suguhan yang enak-enak kembali ditemui. Apalagi kalau ada hidangan yang punya nilai historis tinggi, pastilah akan dicicipi…</p>

<p class="MsoNormal">“ Mangga di pun kedhapi.. “..</p>

<p class="MsoNormal">Dalam kondisi begini, perut kita yang telah 1 bulan terkondisi tenang, otomatis menjadi kaget dan bekerja extra keras.. nggiling dan nggiling terus. Bukan nggak mungkin, resiko terkena penyakit dadakan sangat besar di hari yang suci ini..</p>

<p class="MsoNormal"> </p>

<p class="MsoNormal">Buat yang tua-tua, mungkin akan menyudahi rangkaian sillaturrahim saat mendengar adzan Dzuhur berkumandang, yang dengan segera mengambil air untuk berwudlu dan menjalankan Shalat. Namun, ternyata masih banyak yang lebih eman dengan “njung –unjung”nya. “ Ah.. Shalat Dzuhur mengko wae.. nanggung iki, lagi asyik ngobrol karo sedulur.. Suwe ora ketemu jee..“ Mungkin begitu pikirnya…</p>

<p class="MsoNormal"> </p>

<p class="MsoNormal">Sementara itu, buat yang muda-muda atau yang merasa bersemangat muda, biasanya dengan dalih memeriahkan Idul Fitri, banyak digelar ragam hiburan. Yang paling rame biasanya panggung hiburan ndangdhut atau band. Wis.. dengan kemeriahan yang luar biasa, semua larut dalam kegembiraan yang luar biasa pula. Bahkan tak jarang miras dan narkoba-pun ikut bicara. Sungguh teramat disayangkan.. Naudzu billahi min dzalik.</p>

<p class="MsoNormal"> </p>

<p class="MsoNormal">Patut menjadi keprihatinan kita bersama, bahwa semestinya fitrah manusia yang terlahir suci dan hanya untuk beribadah kepada Sang Khaliq semata, bergeser sedemikian jauh maknanya. Hanya hura-hura dan hura-hura belaka yang nyata buat mereka…</p>

<p class="MsoNormal"> </p>

<p class="MsoNormal">Bila yang seperti ini cara kita merayakan Idul Fitri, jangan lah berharap akan perbaikan perilaku. Jangan pula berharap adanya niatan memperpanjang barokah Ramadhan pada bulan-bulan berikutnya..</p>

<p class="MsoNormal">Lalu apatah guna berpuasa ?</p>

<p class="MsoNormal"><span> </span></p>

<p class="MsoNormal"> </p>

<p class="MsoNormal">Ngrumangsani akeh salah karo kanca-kanca kabeh,</p>

<p class="MsoNormal">Tulusing pangapura teka panjenengan kabeh sing dhak arep-arep..</p>

<p class="MsoNormal">Matur nuwun..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2008/10/ada-maxiat-di-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keyword &#8230;.</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/09/keyword/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2008/09/keyword/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 09:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekoz_guevara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ayo Lebih Baik!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[ini ada titipan tulisan dari Ika Listyaningtyas (class of 88)

Sabtu pagi menjelang subuh kulirik HaPe yang tiba-tiba menyala danberbunyi.. SMS masuk &#8220;Ka, tolong buka emailmu&#8221;. Singkat sekali, smsdari seorang sahabat. Sesudah subuhan, karena pagi hari itu tidak ada kegiatan yang harus aku kerjakan aku langkahkan kaki menujukomputer dan menyalakannya.

Wich…sudah lama aku tak buka email-email…upps banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>i<em>ni ada titipan tulisan dari <strong>Ika Listyaningtyas</strong> (class of 88)</em></p>

<p>Sabtu pagi menjelang subuh kulirik HaPe yang tiba-tiba menyala danberbunyi.. SMS masuk &#8220;Ka, tolong buka emailmu&#8221;. Singkat sekali, smsdari seorang sahabat. Sesudah subuhan, karena pagi hari itu tidak ada kegiatan yang harus aku kerjakan aku langkahkan kaki menujukomputer dan menyalakannya.</p>

<p>Wich…sudah lama aku tak buka email-email…upps banyak juga yang belum kubaca, utamanya dari milis sma tercintaku….pandanganku terhenti pada satu nama, kubuka dan kulihat tanggal nya..sudah tiga hari yang lalu…sebenarnya isinya sederhana…&#8221;Tolong beri aku keywords untuk ikhlas…aku harus berikanHape E-90 ke dosenku, dia pengen, mbak..dan suamiku setuju&#8221;…Aku tidak tahu harus menulis apa, aku jawab via sms &#8220;beri aku waktu, aku hanya merasa koq berlebihan sekali…besok bisa ketemu di UI?&#8221; yang kemudian dijawab &#8220;OK, CU….&#8221;</p>

<p>Ikhlas…sering banget aku mendengar kata-kata ini, dan sering juga aku menghujamkan makna kata ini dalam hatiku…tapi meminta orang lain untuk ikhlas? Memberikan keywords pulak??!!, untuk hal dimana jiwa terikat pada kebendaan, aku tak punya keywords apapun…kuhela nafas panjang…..panjang banget malah, karena ngerasa koq ya berat banget… masih terbayang HP E-90 itu, biasanya kami berdua bertemu di tempat-tempat  yang biasa ada hot spot-nya…, aku biasanya langsung buka program wLAN yang ada di HP itu, untuk buka internet gratis …sambil makan, cerita dan kemudian mengomentari email-email yang dikirimkan teman-teman , baik yang lucu-lucu maupun yang bisa membuat mata kita berdua berkaca-kaca karena kisah yang begitu sedih…HaPe itu juga  menjadi idolaku, tapi belum mau kumiliki, satu-satunya alasan yang kupunya
adalah..terlalu mahal untuk dompetku dan ukurannya weleh dah nyaris kayak bawa batako hehehe…dan sekarang dia mau memberikannya ke orang lain??? Hatiku berbisik…mbok yo kekne aku…hehehe…dasar!!!….(wah, kalo  beneran di kasih, aku bakalan gak bisa mainin lagi deh….)
Allah memang Maha Mengatur, dikesempatan buka puasa bersama anak-anak disebuah yayasan Yatim piatu di Depok sore itu, di hari itu juga, seorang teman mengangsurkan sebuah buku sambil berbisik ` untukmu…bacalah..&#8217;Allah..kusebut nama-Nya saat membaca judulnya.</p>

<p>Buat Apa Shadaqoh?-</p>

<p>”Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian  harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya (QS. Ali Imran: 92).</p>

<p>Dikisahkan  Abu Thalhah ra. Beliau adalah orang Anshar yang paling kaya di Madinah, dan yang dia cintai adlah sebuah taman yang terkenal dengan nama Biyarha. Dan ketika ayat ini turun, beliau bergegas  menuju Rasulullah Saw. Dan berkata&#8221;  Harta yang paling kucintai adalah Biyarha ini. Mulai sekarang , harta ini menjadi shadaqah karena Allah. Aku berharap semoga ini menjadi kebaikan dan menjadi simpanan di sisi Allah. Gunakan kebun ini, wahai Rasulullah,
terserah dirimu…&#8221; 
Ternyata begitu juga pada Zaid ibn Haritsah &#8220;Ya Allah, Engkau tahu bahwa tak ada harta yang lebih kucintai daripada kudaku ini .Aku terpekur merenunginya….sambil berkaca pada diri ini, Apa
yang sudah kukasih ke Allah, dan sanggupkah aku untuk menyerahkan pada Allah sesuatu yang paling kucintai??? Sambil menginstropeksi diri ini aku ingat akan janjiku, kepikir juga untuk mengirimkan email ini pada sahabatku itu sebagai bahan perenungan, kutuliskan firman Allah tadi berikut berlomba-lombanya para sahabat Rasulullah saw dalam menyikapi ayat tersebut dan kutambahkan Tiada satupun yang terjadi tanpa kehendak Allah SWT… kemudian kutekan SEND . Kukirim juga sms padanya &#8220;Aku hanya mampu mengirimimu sebuah hikmah, buka email, besok saat ketemu kita bahas, CU&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2008/09/keyword/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Panther&#8230;</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/09/panther/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2008/09/panther/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 15:46:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Alumni]]></category>

		<category><![CDATA[Cerita-cerita Enteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[“Ni hou ma“?..“Wo hen hou, xie xie“, balasku..Percakapan tadi bukan terjadi di Singapura, Hongkong ataupun Taiwan. Tetapi di kota Surabaya pertengahan Agustus 2008 yang lalu.

 

Secarik kertas dengan coretan-coretan yang berisikan perintah dari atasan untuk melakukan presentasi ke suatu perusahaan di Surabaya. Seketika aku teringat, jangan-jangan ini perusahaan di mana Mbak Wiwied, salah satu dedengkot blog [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;"><em><span style="SV;">“Ni hou ma“</span></em><span style="SV;">?..<em>“Wo hen hou, xie xie</em>“, balasku..Percakapan tadi bukan terjadi di Singapura, Hongkong ataupun Taiwan. Tetapi di kota Surabaya pertengahan Agustus 2008 yang lalu.</span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Secarik kertas dengan coretan-coretan yang berisikan perintah dari atasan untuk melakukan presentasi ke suatu perusahaan di Surabaya. Seketika aku teringat, jangan-jangan ini perusahaan di mana Mbak Wiwied, salah satu dedengkot blog SMA 1 Jember, bekerja. Walaupun yang disebutkan adalah nama lama perusahaan dan sekarang sudah diganti kepemilikan namun nama itu masih melekat dalam ingatan saya. Tapi untuk lebih meyakinkan hati, saya segera SMS ke mbak Wiwied. Ternyata benar adanya. ”wah, kita bisa re-unian dong” kata Mbak Wiwied.. hahaha.. ketemu aja belum pernah malah sudah ngajak reuni..</span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Hari yang dinantipun tiba. Pagi-pagi benar jam 4 sebuah Taxi Blue Bird sudah nyampe di depan rumah. Bahkan ayam yang bertugas untuk berkokokpun belum pada bangun jam segini..Akhir kata, jam 7 pagi saya mendarat di Bandara Juanda menggunakan Sriwijaya Air.. Menunggu teman sebentar yang naik pesawat lain, akhirnya kami bertiga meluncur ke pusat kota Surabaya.<span style="yes;">   </span></span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Salah satu dari teman saya ini seringkali bertugas di Surabaya dan sangat menguasai lika liku tempat makan paling enak di sini. Dia bilang, dulu kalau bertugas sebulan di Surabaya pasti Berat Badan jadi naik 4-5 kilo..entah kalo Bau Badan, ada perubahan yang signifikan juga apa tidak.. saya nggak sempat nanya.</span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Sarapan sebentar, kami kemudian sampai di kantornya Mbak Wiwied ini sekitar 09.45. Disela-sela presentasi saya sempat menginformasikan keberadaanku dikantornya.. ”akhirnya datang juga” balasannya..hahaha.. kebanyakan nonton TV rupanya orang ini.. Ada tiga presentasi yang berbeda dan kebetulan saya kebagian yang pertama. Karena antara lain saya harus balik ke Jakarta lagi hari itu juga. </span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;"><span style="SV;">Saat giliran saya selesai, saya segera menelpon Mbak Wiwed ini dan kemudian duduk menunggu di ruang tamu. Karena belum pernah sekalipun bertemu saya belum bisa membayangkan seperti apa Mbak Wiwied ini. Dari jauh ada seorang wanita sambil membawa map tampak mendekati sambil cengar-cengir..karena saya belum yakin, ya saya diam aja.. </span><span style="DE;">terus dia bilang.. <em>“Ni hou ma“</em>?..<em>“Wo hen hou, xie xie</em>“, balasku.. percakapan terpanjang dalam bahasa mandarin yang pernah saya lakukan selama ini..hehehe..</span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;"><span style="DE;">e..e..e.. ternyata oh ternyata.. </span>ini adalah Mbak Triani Wiedowati alias Mbak Wiwied.. <span style="DE;">salah satu dedengkot Blog SMA 1 tercinta ini.. yang komentar-komentarnya selalu dinantikan pada setiap tulisan.. (apalagi pada topik PPR ya Mbak.. hehe)</span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Mbak Wiwied ini orang yang ramah sekali..walaupun kedatangan saya bisa dibilang tidak tepat waktu, karena pada jam kantor dan beliau sibuk sekali.. bahkan sebenarnya ada tamu dari cabang Jakarta (salah satu atasannya) yang sedang berkunjung terpaksa beliau tinggalkan untuk menemui saya.. ck..ck..ck.. kalau bosnya ini kenal Meggy Z, mungkin dia akan menyanyikan “ teganya, teganya, teganya..“ hahaha..</span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya diajak ke lantai atas untuk melihat-lihat kantornya, dan dikenalkan ke semua orang sebagai <em>long lost friend</em>. </span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Sebenarnya mau ketemuan juga dengan Anna sebelum pulang.. cuman dia sedang ada miting dengan bosnya. Tau tuh, ngapain juga kerja pake piting-pitingan.. hahaha..</span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;"><span style="yes;"> </span></span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Petualangan sebenarnya terjadi ketika naik pesawat kembali ke Jakarta. Tiket yang saya dapat adalah untuk maskapai tertentu. Tapi ketika naik malah ke maskapai yang lain. Saya sudah tahu<span style="yes;">  </span>dari dulu kalau keduanya ini saudara dekat.. tapi gak menyangka juga kalau ternyata mereka itu seperti kembar siam&#8230;dempet di brutu..hehe</span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;"><span style="yes;"> </span></span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;">Jadwal seharusnya adalah 16.45.. tapi begitu check ini tertulis <strong>“Delay 40 menit”</strong>.. Lucunya tulisan <em>delay</em> ini tidak hanya untuk jurusan Jakarta saja, tetapi juga untuk jurusan lainnya..Makassar, Denpasar dsb.. ada sekitar 4 atau 5 tujuan.. woww.. kacau bener rupanya…</span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;">Menunggu adalah pekerjaan yang paling menyebalkan..tapi tidak ada yang bisa saya lakukan saat itu.. akhirnya pesawat diberangkatkan sekitar jam 18.30..baru tau aku kalau dari jam 16.45 ke 18.30 itu ternyata hanya “40 menit”.. tampaknya logika matematika ku tidak terlalu bagus sewaktu sekolah dulu.. atau mungkin pas pelajaran ini aku sedang mbolos..Atau mungkin juga, kalau orang maskapai ini dulu di ajar sama almh. Bu Purni kepalanya pasti sudah benjol-benjol semua..hahaha..</span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;">Akhirnya, setelah capek menunggu selama “40 menit” yang panjang itu diumumkan kalau pesawat sudah siap.. Pesawat ini adalah MD 82.. sedikit lebih panjang daripada Boeing 737..Karena nomor kursi saya 24 maka saya dianjurkan untuk naik dari belakang&#8230; ternyata naiknya dari belakang beneran..kayak kalo di pesawat Hercules..dari buntut..</span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Ketika sudah siap berangkat suara pesawat ini kenceng banget..kayak mesin diesel kalau pada mobil..saya liat ke atas.. petunjuk yang biasanya menunjukkan bahwa sabuk harus dalam keadaan terpasang hanya sebagian kecil yang menyala.. ketika pramugari sedang memperagakan keselamatan saya melihat ada brosur yang terjepit di kursi.. wow,.. ternyata berisikan doa doa keselamatan dari berbagai agama, berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia dan Inggris. <span style="SV;">Kalau untuk yang beragama Islam adalah surat Hud: 41. </span>(<span class="gen">&#8220;…Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.&#8221; Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.) dan ada lagi satu doa yang cukup panjang yang saya tidak sempat catat.</span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span class="gen"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Waduh.. saya berkata dalam hati, semoga pesawat ini tidak menyerahkan perawatan dan keselamatan pesawatnya pada doa doa para penumpangnya saja. <span style="SV;">Terus terang saja, baru kali ini saya merasa takut bener naik pesawat.<span style="yes;">  </span>Saya yang tadi belum sempat sholat maghrib cepat-cepat bertayamum dan sholat di pesawat..</span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Suara mesin pesawat ini kenceng banget.. telinga ini berkali-kali berdengung..berkali-kali pula saya harus menutup hidung dan menelan ludah untuk menetralisir efek perdengungan ini..Dan baru kali ini saya mengalami telinga berdengung sebanyak ini.. Sewaktu di atas, saya sebenarnya juga pengen pipis.. tapi melihat keadaan pesawat yang seperti ini, saya jadi ragu-ragu.. jangan-jangan..jangan-jangan WC-nya&#8230;saya masih memikirkan apakah nanti tidak menimbulkan efek kerusakan di bumi&#8230;. takutnya WCnya bolong kayak di kereta api.. bisa-bisa para ilmuwan mengira itu hujan asam dan menghubung-hubungkannya dengan pemanasan global..padahal itu sebenarnya cuman hujan urine..hehehe</span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Akhirnya saya mengerti kenapa pesawat ini bisa murah.. jangan-jangan ini gak pakai avtur.. tapi pake solar.. pesawat versi Panther..cring..cring.. wus..wuss..wusss..</span></span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>

<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2008/09/panther/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Reuni Kecil di Belakang Panggung</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/09/reuni-kecil/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2008/09/reuni-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 22:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Alumni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini dua bulan lalu, baru sekarang sempat diangkat ke sini.
Sedikit banyak membawa-bawa cerita alumni, jadi bolehlah dituturkan
sebagai entri blog.

Pada kunjungan adik saya, alumni SMA Negeri 1 Jember juga, ke
Bandung bulan Juli lalu, kami melihat baliho berisi informasi acara
Opick naik panggung di GOR
Saparua. Ono acarane Opick, yuk ndelok, komentar adik dan kami tetapkan
untuk menonton beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini dua bulan lalu, baru sekarang sempat diangkat ke sini.
Sedikit banyak membawa-bawa cerita alumni, jadi bolehlah dituturkan
sebagai entri blog.</p>

<p>Pada kunjungan adik saya, alumni SMA Negeri 1 Jember juga, ke
Bandung bulan Juli lalu, kami melihat baliho berisi informasi acara
Opick naik panggung di <abbr title="Gelanggang Olahraga">GOR</abbr>
Saparua. <q><i>Ono acarane Opick, yuk ndelok</i>,</q> komentar adik dan kami tetapkan
untuk menonton beberapa hari kemudian.</p>

<p>Adik saya, Ahmad Fitri Sholeh, memang pernah menyebut tahu Opick
waktu masih sekolah dulu. Saya pikir pernah melihat atau sekadar
berhalo-halo pada masa itu.</p>

<p>Ternyata, di belakang panggung, mereka bereuni kecil: jadi di tempat
kos-kosan adik saya, si Opick ini sering datang, mengobrol dengan
mereka, dan waktu masih main band era SMA tersebut, salah satu
pemainnya ada di tempat kos adik. Termasuk salah satu konco
petualangnya tinggal di Kec. Balung, kampung kami, sehingga jadi
meriah curi waktu reunian di belakang pentas tersebut.</p>

<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/2664994221/" title="Opick and Fitri by Ikhlasul Amal, on Flickr" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/www.flickr.com');"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3047/2664994221_db7c804738_m.jpg" width="240" height="180" alt="Opick and Fitri" /></a></p>

<p><q><i>Iyo, sak marine deweke lungo neng Jakarta, wis suwe aku gak tau
pethuk, dadi iki kesempatan ketemu Cak Ropik</i>,</q> demikian penjelasan
adik.</p>

<p><i>Ooo&#8230; jebule!</i></p>

<p>Bonus: ikut berpose bersama penyanyi sohor, barangkali dapat <i>tombo ati</i>&#8230;</p>

<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/2664963937/" title="A Shot Gift from My Brother by Ikhlasul Amal, on Flickr" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/www.flickr.com');"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3207/2664963937_0303cf33b9_m.jpg" width="240" height="180" alt="A Shot Gift from My Brother" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2008/09/reuni-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>1 ramadhan</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/09/1-ramadhan/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2008/09/1-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 08:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fikik</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ayo Lebih Baik!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Ba’da salam sholat maghrib di awal ramadhan, terasa getar HPku. Masuk SMS dari istriku “bi, belum selesai ngajinya? Ummi pengin habis maghrib kita kumpul sekeluarga”. Serius amat istriku, kata-kata cinta yang biasanya mengawali SMS nggak nampak lagi. ada apa nih???

Sejurus kemudian, sesampainya dirumah kulihat anak-anaku udah rapi dengan baju kokonya. Si kecil ‘nida’ nampak cantik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ba’da salam sholat maghrib di awal ramadhan, terasa getar HPku. Masuk SMS dari istriku “bi, belum selesai ngajinya? Ummi pengin habis maghrib kita kumpul sekeluarga”. Serius amat istriku, kata-kata cinta yang biasanya mengawali SMS nggak nampak lagi. ada apa nih???</p>

<p>Sejurus kemudian, sesampainya dirumah kulihat anak-anaku udah rapi dengan baju kokonya. Si kecil ‘nida’ nampak cantik dengan mukena merah mudanya. Wajah mereka nampak gembira, seolah-olah mereka sedang menyambut datangnya tamu agung yang selalu dirindukan. Istriku, disudut kursi tamu sedang melantunkan kalam Ilahi. Tak terasa menetes air mataku, rutinitas aktivitas diluar membuatku lalai dalam menyambut ramadhan.</p>

<p>Setelah mandi kupanggil anak-anakku. Gazie, hanzhalah, tholhah, nida sini duduk melingkar dekat abi-ummi.</p>

<p>Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. ba’da tahmid dan shalawat, kita harus bersyukur kepada Allah. Kalian tahu kenapa kita harus bersyukur? Karena kita bertemu dengan bulan ramadhan lagi, anakku saling berebut memberikan jawaban.</p>

<p>‘Ya, sebetulnya banyak sekali mengapa kita harus bersyukur. Misal, hidung gazie yang menghadap ke bawah dan bibir tholhah yang datar di bawah hidung tidak miring ke atas (vertical) dipipi. Kalian pernah berdo’a ‘Allohumma bariklana fi rajaban wa sya’ban wabalighna ramadhan?</p>

<p>‘Udah di ajari bi, tapi nggak pernah berdo’a’.</p>

<p>‘Nah betapa sayangnya Allah, kalian tidak pernah minta tetapi kalian diberi, diberi kesempatan bertemu dengan ramadhan. Makanya ramadhan kali ini harus jadi ramadhan terbaik. Apa yang mau kalian lakukan di bulan ini? Berapa target tilawah kalian?</p>

<p>‘Gazie 1 juz/ hari. Tholhah ½ juz. Hanzhalah 2 juz. Mendengar adiknya 2 juz, gazie menaikkan target jadi 3 juz’. Sholat traweh tiap malam, subuh berjamaah ke masjid. Trus habis subuh mau jalan-jalan.</p>

<p>tholhah, minta uang 500 setiap hari untuk infaq.</p>

<p>‘semangat kali kalian buat target, tapi ingat, target harus disesuaikan dengan kemampuan. Selama ini kalian tilawah hanya 5 halaman/ hari, sekarang target kalian 3 juz (60 hal) apa bisa?</p>

<p>Insya Allah, mudah-mudahan kami bisa memenuhi target.</p>

<p>mudah-mudahan Allah memberi kemampuan pada kita semua, menyelesaikan ramadhan dengan baik tidak hanya mendapat lapar dan dahaga.</p>

<p>Adzan isya’ udah terdengar. Yok, kita bersiap ke masjid, jangan sampai kita nggak kebagian tempat.</p>

<p>1 ramadhan 1429 h</p>

<p class="MsoNormal">banda aceh</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2008/09/1-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>VISA ON ARRIVAL</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/08/visa-on-arrival/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2008/08/visa-on-arrival/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 02:31:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anna Widjajanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[This unforgettable story was happened in October 2003 when I would participate International Furniture Fair (INDEX) in Dubai, UAE and High Point International Furniture Fair, High Point, North Carolina, USA.  Ticket + Visa untuk USA udah siap sebulan sebelum hari H.  Nah, pas seminggu sebelum hari H, temenku sempat nanya, :”mbak Anna, visa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>This unforgettable story was happened in October 2003 when I would participate International Furniture Fair (INDEX) in Dubai, UAE and High Point International Furniture Fair, High Point, North Carolina, USA.  Ticket + Visa untuk USA udah siap sebulan sebelum hari H.  Nah, pas seminggu sebelum hari H, temenku sempat nanya, :”mbak Anna, visa ke Dubai gimana mbak? “ aku bilang kalo visa ke Dubai sama kayak tahun kemaren, pake visa on arrival.  Tapi… aku ragu, lalu aku langsung telpon organizer, BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional or NAFED)) apakah ke Dubai masih tetap pake visa on arrival. But  oh my God!!!!! Ternyata jawaban dari BPEN adalah bukan visa on arrival lagi!!!!!. Aku panik banget,tapi aku langsung contact perwakilan kita yg di Jakarta untuk segera mengurusnya, dan di hari yg sama, aku kirim pasportku ama passport temenku ke Jakarta dengan one day delivery service courier.  Aku gak tau informasi itu karena aku gak ikut Indonesian group, karena aku masih harus berlanjut ke High Point Fair setelah INDEX Dubai selesai. Nah, untungnya travel agent yg ditunjuk oleh BPEN bersedia membantu mempercepat proses visa.</p>

<p>Biasanya kalo ikut pameran ke luar dan aku berdua ama temenku, aku nggak pernah ikut rombongan. Aku selalu arrange sendiri karena biaya jadi jauh lebih murah. Nah karena arrange sendiri, aku ketinggalan informasi. Aku  juga gak nanya2 secara details, nggampangin gitu lho.</p>

<p>Express visa diupayakan akan selesai pada tanggal keberangkatan, and visa akan di antar ama orang kita yg di Jakarta langsung ke bandara Soekarno Hatta.</p>

<p>Pas hari H, rute pertama adalah Surabaya- Jakarta. Pesawat yang seharusnya take off jam 12 siang, ternyata harus di tunda dengan alasan yg gak jelas, padahal kan aku udah  harus berada di Bandara Soekarno Hatta  jam 4 sore untuk berlanjut ke Singapore (rute selanjutnya adalah  Singapore – Bangkok – Istanbul – Dubai – New York – Washington DC – Greensboro). Schedule udah connect sampe balik Jakarta.</p>

<p>Setelah mencak2, teriak2, ngamuk2, kasih ancaman kalo pihak airlines harus ganti semua biaya kalo aku gak bisa connect dengan flightku karena adanya keterlambatan itu, akhirnya aku + temenku  dipindah ke airlines lain di business class, and pihak airlines yg delay itu yang menanggung biaya tiket baru.</p>

<p>Tapi pindah ke airlines lain itu, bukan inisiatif dari pihak airlines yang telat itu. Ngamuk2nya kan nggak sekali ngamuk, tapi pas setelah ngamuk pertama, aku  langsung cek seat di airlines lain. Ada seats untuk 2 orang, tapi di business class. Ya udah, aku langsung booking untuk 2 orang, tapi aku bilang kalo yg bayar adalah si airlines yg telat itu. They understood me well.</p>

<p>Setelah ngamuk2 lagi dengan sangat hebat, dan memaksa pihak airlines untuk bayar tiket baru, trus setelah mereka foto copy semua tiketku, telpon sana telpon  sini, akhirnya mereka bersedia membayar tiket baru business class untuk 2 orang.</p>

<p>Setelah nyampe di Jakarta dengan selamat, ternyata orang kita masih ada di UAE Embassy, Visa blom selesai!!!!! Lebih panik lagi, karena sampe jam 3 sore orang kita masih blom dapat visanya, padahal pesawat (Garuda) akan take off ke Singapore jam 4 sore. Karena udah ngerasa pasti kita nggak bisa terbang dengan flight yg jam 4 sore itu, aku langung ke counter airlines lain untuk tujuan ke Singapore. Ternyata yg masih ada 2 seat untuk tujuan Singapore adalah Air France, take off jam 6 sore . Aku langsung booking 2 seats, tetapi diperbolehkan untuk tidak langsung membayar, sampe visa datang.</p>

<p>Dan Visa baru bisa dikeluarkan UAE Embassy jam 4 sore, tapi koq ndilalah si pembawa visa terjebak macet!!!!!!! Duniaku seolah mau runtuh guys!!!!!!
Orang kita yg bawa visa nyampe bandara jam 6.30, and the only one flight which could bring us had been taken off…..untuk beberapa saat kita berdua lemes…. selonjoroan di lantai, hopeless…..</p>

<p>Tapi pasti ada jalan. Kita langsung cari hotel, aku telpon travel agent yg di Surabaya (fortunately aku simpan no HP si customer service, meskipun udah malam tetapi mbak customer service masih mau mendengarkan dan melayani  karena udah langganan). Atas saran mbak CS, besok paginya aku pergi ke airlines office (Turkish airlines) untuk ganti ke flight berikutnya, sedangkan yang dari Jakarta Singapore, akan di handle oleh travel agent Surabaya.</p>

<p>Tapi gak semudah itu, karena flight berikutnya (rute Singapore – Bangkok – Istanbul – Dubai ) udah full, gak ada seat blas, tetapi mereka akan usahain semaksimal mungkin, setelah aku jelasin semuanya kenapa aku gak GO SHOW.</p>

<p>Tahun 2003 kan masih seru2nya tentang teroris , dan waktu itu emang ada warning untuk orang Indonesia  yg mau visit ke Dubai, nggak semuanya boleh gitu lho, makanya proses visanya agak sulit.</p>

<p>Setelah dari airlines office, aku langsung kirim surat by fax ke head office Turkish airlines yg di Istanbul. Aku jelasin semua kenapa aku gak bisa GO SHOW, trus aku request supaya diberikan 2 seats, karena aku harus ada di Dubai sebelum pameran di mulai. Aku gak ngerti prosesnya bagaimana, yang pasti aku harus tinggal di Jakarta selama 4 hari untuk dapat konfirmasi apakah ada 2 seats atau tidak, nanti pihak airlines yang di jakarta akan memberikan konfirmasi  by phone.</p>

<p>Hari ke empat di Jakarta, pas makan siang dan udah pasrah banget, dan yg bisa kita lakukan hanya berdo’a, akhirnya aku ditelpon, dan Alhamdulillah ya Allah, confirmed, aku dapat seats, and semua flightku terconnect kembali……..</p>

<p>Kita berdua selamat sampe Dubai, dan hanya punya waktu 1 hari untuk persiapan pameran, tetapi  karena ada salah satu buyer kita yg di Dubai yg care banget, sehingga beliau mengirim beberapa workers-nya untuk bantu build up barang pameran.</p>

<p>Setelah pameran Dubai selesai, tujuan selanjutnya adalah ke High Point dengan rute Dubai – Istanbul – New York - Washington DC - Greensboro. Dari Istanbul ke New York, kita cuma berdua waktu itu yang dari Indonesia, tapi petugas imigrasi di Istanbul gak pandang bulu, meskipun kita berdua perempuan,tetapi harus melalui pemeriksaan or interogasi tepatnya yg sangat details, di cek lamaaaaa banget di computer mereka, sehingga kita berdua adalah passengers terakhir yg boarding.</p>

<p>Nah, pas sampe New York, karena antrian yang sangat panjang, sehingga untuk sampe ke terminal lain untuk tujuan ke Washington DC  jadi telat, ketinggalan pesawat lagi…. 
tapi untungnya  masih ada flight berikutnya, dan masih ada seat juga untuk 2 orang. Ya udah, akhirnya aku ikut flight  berikutnya. Semua penumpang udah naik, pesawat udah mulai jalan, (pesawat kecil yg untuk rute coast to coast itu lho), tapi koq muter muter aja yaaaa….. (waktu itu aku merem, karena ngantuk, malah aku sempet berpikir, apakah untuk ke Greensboro, pesawat gak perlu terbang yaaaa, koq dari tadi muter murer mulu, gak terbang2. Eh…. Trus mandeg, penumpang di suruh turun semua, trus di suruh balik ke waiting  room lagi, trus beberapa saat, suruh ambil bagasi milik masing2, dan ternyata, pesawat nggak bisa terbang karena ada kerusakan mesin, dan penerbangan di tunda  besok pagi. Ya ampun….</p>

<p>Kita bingung kan…. kalo besok, kita harus tidur dimana?????? Sebenarnya telat kan salah kita yaaaa…. bukan salah airlines…. tapi daripada kleleran di bandara, aku langsung bicara ke petugas airlines. Aku bilang ama dia, kalo harus berangkat besok, pihak airlines harus nyediain hotel buat aku ama temenku, nggak lucu kan kalo harus kleleran di bandara. Akhirnya si petugas tadi telpon2, trus aku suruh nunggu sebentar, tapi aku nggak beranjak dari meja dia, trus setelah beberapa saat , aku di kasih voucher hotel, dikasih petunjuk untuk keluar melalui pintu tertentu, karena 24 hour shuttle service udah siap untuk antar ke RAMADA PLAZA HOTEL JFK, keren banget.</p>

<p>Besok paginya,perjalanan lancar sampe Greensboro, tidak ada hambatan apapun. I got a lot of fun there, sampe balik lagi ke Surabaya.</p>

<p>Sejak saat itu, aku jadi kapok banget, aku gak mau ceroboh lagi, aku lebih prepare lagi, dan aku jadi lebih deket lagi ama Allah, karena aku percaya Allah bener2 sayang ama aku, and I believe that it was a kind of a miracle.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2008/08/visa-on-arrival/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>URBAN LIFE STYLE?</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/07/urban-life-style/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2008/07/urban-life-style/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 10:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekoz_guevara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita-cerita Enteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/2008/07/urban-life-style/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari silam, saat chatting dengan kandidat doctor Pemasaran UI, Firman Kurniawan (SMAN1-88), dia melontarkan pertanyaan yang sama dengan beberapa rekan yang mengetahui kepindahanku dari Balikpapan ke Solo…
Firman ask .”wah enak sekarang..bisa pulang pergi dari Solo ke Jogja”….
saat kujawab “ aku gak nglaju (pulang pergi tiap hari)..aku kos di Solo…”..
beliaow nanyak “ Lho kan cuman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari silam, saat chatting dengan kandidat doctor Pemasaran UI, Firman Kurniawan (SMAN1-88), dia melontarkan pertanyaan yang sama dengan beberapa rekan yang mengetahui kepindahanku dari Balikpapan ke Solo…
Firman ask .”wah enak sekarang..bisa pulang pergi dari Solo ke Jogja”….
saat kujawab “ aku gak nglaju (pulang pergi tiap hari)..aku kos di Solo…”..
beliaow nanyak “ Lho kan cuman sejam?&#8230;itu jauh lebih cepet daripada pekerja Jakarta yang berumah di Bogor,Tangerang..bisa 2 jam’an baru tiba di rumah…bahkan lebih…”
Aku berpikir “ wah iya juga ya….tapi dengan jam kerja yang gak pasti..kadang ada meeting after work hour ato ketemu ama relasi yang kadang sampek malam ..kayaknya lebih safe Kos aja..he..he..he”
Aku njawab sekenanya aja “ tapi bos..aku pulang setiap Rebo malem balik Solo kamis subuh…dan pulang lagi Jum’at malem dan balik Solo lagi Senin Subuh…gitu bos jadi..2 kali seminggu ketemu keluarga…kalo ditambah weekend ya 3 hari ketemu deh…jauh lebih baik dibanding saat tugas di balikpapan yang pulangnya baru bisa 3 minggu sekali.</p>

<p><a href="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2008/07/prameks2.jpg"><img src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2008/07/prameks2-300x224.jpg" alt="BN Holec ...Prameks Kutoarj-Jogja-Solo" width="300" height="224" class="alignnone size-medium wp-image-210" /></a>
Saat beberapa kali pulang ke Jogja dengan KRDE Prambanan Ekspress….baru ketahuan kalo yang pulang-pergi dari Jogja –Solo ternyata banyak juga…..terlihat wajah-wajah yang sama selalu naik dan turun di stasiun yang sama…..mayoritas sih ibu-ibu ato nonik-nonik…emang bagi orang yang terbiasa dengan kehidupan serba tergesa gesa kayak di Jabodetabek…melewatkan kesempatan pulang-pergi dari rumah ke kantor yang hanya 1 jam itu terasa mengada=-ngada….tapi bagiku yang terbiasa dengan ritme …30 menit sebelum jam 08.00 baru sampai kantor…mengejar-ngejar kereta sejak subuh (KRDE Prameks paling pagi adalah 05.45 WIB) untuk bisa sampai kantor sebelum 08.00 Wib..dan harus terburu-buru ninggalin kantor jam 17.00 teng..karena KRDE yang paling enak adalah yang 17.45 WIB itu ..kok kayaknya nyiksa betul…padahal sebagai pekerja bank yang berada dijalur Marketing…kadang jam 17.00 wib masih ada di lokasi pabrik klien ato lagi meeting internal yang gak mungkin dipercepat ato ditinggalin….dideadline waktu kok terasa menyiksa….sebenarnya bisa aja naek bis (24 jam selalu ada) namun membayangkan sampai rumah jam 22.00 Wib ..dan anak-istri kadang harus terbangun untuk bukain pintu dan setelahnya bangun shubuh untuk ngejar kereta pagi (Si Asti yang sulung belum bangun tentunya….kalo Ica sih jam 03.00 WIB dah tereak-tereak dia…)  kok rasanya gak worthed gitu….belum lagi resiko telat masuk kantor…dan kemrungsungnya itu lho…bisa-bisa ngrusak ritme kerja hari itu…..untungnya istriku malah ndukung aku kos…kasian mungkin liat suaminya kemrungsung setiap paginya..he..he..he….mangkanya sebagai jalan tengahnya setiap Wednesday sore pulang…dan weekend tetirah di Jogja….weekday at downtown and weekend at suburban..masak Jogja disamakan dengan sub urbannya Solo?&#8230;</p>

<p>Tak piker-pikir jaman sekarang ini….jauhnya tempat kerja dengan rumah tinggal menyebabkan pola hubungan social bahkan di dalam keluarga sangat berbeda dengan jaman kita dulu..kayaknya jaman dulu meliat orang berangkat kerja jam 07.00 Wib dan 15.00 Wib dah sarungan ato maen bulutangkis di rumah..kayak bapakku yang kerja di PTP XXVI… ato pakde Jo yang kerja di Perusahaan swasta ato Cak Mat yang kerja di PEMDA Jember….kayaknya asyik betul gitu..deket keluarga dan sore dah bisa kongkow ama tetangga…terus dilanjut Bulutangkis,sepaktakraw ato Volley ball tergantung sedang apa musimnya he..he..he..lha kalok pas musim layangan ya bapak-bapak itu juga nimbrung kok…ato..ikut kegiatan Doro Racing di sawah sono…dan kalok malamnya iso ikut arisan tahlil..barzanji ndek Musholla ato sekadar reriungan di Musholla sambil nunggu isya’ tiba….pokoknya sore dan malam adalah tempat kehidupan sosial masyarakat idup….bagi saya..hal-hal kayak gitu jadi mimpi dan nostalgi belaka….tapi sekarang dah mending kalok Minggu pagi isok Bulutangkis bareng tetangga di sawitsari yang kebetulan adalah kawan-kawan dosen Faperta dan FE UGM yang dulu dah kenal saat kuliah…jadi yo rodok ada dunia sosialitanya lah….asyiik juga..walo gak seheboh dan seheroik kenangan sore dan malam di Kampung Gebang Kemundung at Jember…..
Sampeyan gimana?&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2008/07/urban-life-style/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Henohenomoheji&#8221;</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/07/henohenomoheji/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2008/07/henohenomoheji/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 11:41:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abc</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita-cerita Enteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Henohenomoheji, sebuah frase yang terdiri dari beberapa hiragana (huruf dasar bahasa jepang):
he(へ)  no(の) he(へ) no(の) mo(も) he(へ) ji(じ) . Yang kalau ditulis jadi membentuk wajah manusia:



Menarik,kan?

Biasa di pasang di wajah-wajah orang-orangan sawah. Yang berarti udah membudaya sejak lama.
Di beberapa tokoh di manga (komik jepang) pun ada:



    In the popular anime Naruto, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Henohenomoheji, sebuah frase yang terdiri dari beberapa hiragana (huruf dasar bahasa jepang):
he(へ)  no(の) he(へ) no(の) mo(も) he(へ) ji(じ) . Yang kalau ditulis jadi membentuk wajah manusia:</p>

<p><a href="http://bp2.blogger.com/_uaOQTAI5JD0/SH3PuZ0KeVI/AAAAAAAAAOo/gL0NWuHvAd0/s1600-h/henohenomoheji.jpg" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/bp2.blogger.com');"><img style="pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_uaOQTAI5JD0/SH3PuZ0KeVI/AAAAAAAAAOo/gL0NWuHvAd0/s320/henohenomoheji.jpg" border="0" alt="" /></a></p>

<p>Menarik,kan?</p>

<p>Biasa di pasang di wajah-wajah orang-orangan sawah. Yang berarti udah membudaya sejak lama.
Di beberapa tokoh di manga (komik jepang) pun ada:</p>

<blockquote>
<ul>
    <li><span style="78%;">In the popular anime Naruto, the character Kakashi Hatake&#8217;s face is the subject of an entire episode (no. 101), in which his students try to remove his mask. Against one of them he uses a decoy (scarecrow) of himself, with the Henohenomoheji drawn on the face; which is appropriate enough, given that his name (Kakashi) means &#8220;scarecrow&#8221; in Japanese. Also, Kakashi is able to summon a small pack of eight dogs, all of which have the Henohenomoheji on their backs.
</span></li>
    <li><span style="78%;">In the anime One Piece, Igaram makes dummies with the Henohenomoheji face to impersonate Luffy, Zoro, and Nami.
</span></li>
    <li><span style="78%;">In the MSX game Parodius, one of the bosses is based on this.
</span></li>
    <li><span style="78%;">In the Sega Genesis game Crusader of Centy, a puppet controlled by a boss has this for a face.
</span></li>
    <li><span style="78%;">In the popular anime Digimon, the Digimon Nohemon, a scarecrow Digimon, has Henohenomoheji on its face.
</span></li>
    <li><span style="78%;">In the Nintendo DS game Animal Crossing: Wild World, the visitor Blanca&#8217;s face is that of a Henohenomoheji, and can be altered to the player&#8217;s own design.
</span></li>
    <li><span style="78%;">In the PlayStation 2 video game Ōkami, characters are represented with a Henohenomoheji icon floating above their heads whenever they are too far to be seen.
</span></li>
    <li><span style="78%;">In the PlayStation 2 video game Chulip, the generic factory workers all have Henohenomohe faces.
</span></li>
    <li><span style="78%;">In the anime The Melancholy of Haruhi Suzumiya, a brief scene in episode 11 showed Koizumi&#8217;s fleet with a crew full of Henohenomoheji.
</span></li>
    <li><span style="78%;">In the manga Ranma ½, the title character Ranma Saotome often wears the Henohenomoheji face.
</span></li>
    <li><span style="78%;">Mangaka Yuu Watase is often portrayed in a Henohenomoheji mask.
</span></li>
    <li><span style="78%;">In the anime Mononoke, the Medicine Seller briefly wears a Henohenomoheji on his blank face during the Noppera-bō arc before restoring his own.
</span></li>
    <li><span style="78%;">In the anime Samurai Champloo, the baseball catcher doll in episode 23 &#8220;Baseball Blues&#8221; has a Henohenomeheji on its face.</span></li>
</ul>
<span style="85%;"><span style="78%;">(wikipedia.org)</span>
</span></blockquote>

<p>Di bahasa indonesia ada nggak ya?</p>

<p>Meskipun sederhana, budaya ini tetap dijaga. salut juga sih.  Sekaligus malu, karena budaya ku sendiri sudah ada yang kulupakan. Bahasa krama (bahasa halus jawa) sudah lupa, padahal sekarang sedang belajar bahasa-bahasa halus/merendah dalam bahasa jepang, yang notabene sama seperti bahasa krama juga.</p>

<p>Bicara tentang bahasa, sabtu kemarin di masjid Osaka, orang Mesir memberi pelajaran bahasa Arab,dan sedikit logat Mesir. Di awali dengan cara menulis dan membaca huruf arab. Setelah memperhatikan, dan sedikit latihan pengucapan, ternyata ada beberapa pengucapan yang berbeda dengan yang diajarkan padaku waktu kecil. Tetapi, sayangnya kemarin hanya belajar sampai huruf ke 7 (<span style="180%;"><span dir="rtl">خ</span></span>), sedangkan sabtu ini aku gak bisa ke masjid. Karena lusa, Jumat 18 Juli, insayaallah, aku terbang ke indonesia untuk tanggal 20 nya terbang lagi ke Vietnam untuk ikut IPhO (International Physics Olympiad) 2008 di Hanoi, Vietnam.</p>

<p>Mohon Doanya semoga bisa membawa nama baik Indonesia.</p>

<p>Oh,ya baru ingat, aku bertemu seorang alumni SMA 1 Jember yang sekarang di Jepang: Achmad Chamdani Eka P , angkatannya, mungkin, tahun-tahun dekat tahun kelahiranku, 1990. Dan waktu pengajian aku bertemu dosen ITB , maaf, lupa namanya, yang sedang berkunjung ke Jepang, yang juga alumni SMA 1 Jember.</p>

<p>sekali lagi, Mohon Doanya semoga bisa membawa nama baik Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2008/07/henohenomoheji/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>3S, Seminar, Shopping &#38; Sowan</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/07/3s-seminar-shopping-sowan/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2008/07/3s-seminar-shopping-sowan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 05:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[Achmad Rizal]]></category>

		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[

Sejak awal tahun 2008, sudah ngincer tuh satu seminar di Yogya yang namanya SNATI (Seminar Nasional Aplikasi Teknologi  Informasi) yang tiap tahun di selenggarakan oleh UII (Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta). Di sela-sela waktu ngajar, paper disiapkan untuk dikirim. Nah pada saat yang ditentukan, paper dikirim secara online ke server seminar. Wah terbayang tar ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-206" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2008/07/barengcak-ekoz_resize-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>

<p>Sejak awal tahun 2008, sudah ngincer tuh satu seminar di Yogya yang namanya <a href="http://snati.informatika.web.id/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/snati.informatika.web.id');">SNATI</a> (Seminar Nasional Aplikasi Teknologi<span style="yes;">  </span>Informasi) yang tiap tahun di selenggarakan oleh <a href="www.uii.ac.id">UII</a> (Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta). Di sela-sela waktu ngajar, paper disiapkan untuk dikirim. Nah pada saat yang ditentukan, paper dikirim secara online ke server seminar. Wah terbayang tar ke Yogya, seminar sekalian jalan-jalan sama anak-istri, soalnya istriku tak tulis juga namanya sebagai penulis 2 (<a href="http://www.stttelkom.ac.id/staf/ARL/index_files/Page909.htm" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/www.stttelkom.ac.id');">dia juga dosen di PT yang sama cuma beda jurusan</a>). Sebenarnya tanpa ada seminarpun bisa aja ke Yogya, tapi kalo pake acara seminar khan enaknya ongkos jalannya dikasih sama Institusi (gak mau rugi ceritanya… <img src='http://sma1jember.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>

<p>Pas pengumuman paper yang diterima, aku gak terima email konfirmasi… waduh ada yang salah nih. Padahal teman-teman yang lain yang papernya diterima atau tidak tetep dapat email dari panitia. Wah rencana ke Yogya buyar nih… Tapi beberapa minggu kemudian ada email dari panitianya..”Maap, server kami rusak, jadi paper yang ada disitu ilang deh….Jadi anda diminta mengirim ulang papernya”… weleh..weleh aya-aya wae.. tapi tetap papernya dikirim ulang dan akhirnya diterima dengan sukses.. Asyik.</p>

<p>Menjelang hari H, tiket didapat (wah kebagiannya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Lodaya" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/id.wikipedia.org');">Lodaya Malam</a>, kelas Bisnis, yang Eksekutif habis) dan segala sesuatu dipersiapkan, terus kontak-kontak Cak Faiz buat minta alamat Cak Eko (soalnya setahuku tempat Cak Eko di dekat jalan kaliurang). Anakku dengan gembiranya bilang ..Jogja.. (kayak iklan rokok di TV). Nah ada yang diluar rencana pas mau berangkat, ternyata Bapak &amp; Ibu mertua mau berangkat ke Yogya juga dari Semarang supaya bisa ketemu cucunya dan anak mantunya yang baik hati ini. Pas sampai Stasiun Tugu Yogya, wah Yangkung dan Yangti udah nunggu di Stasiun (Emang enak kalo punya mertua yang baik hati dan tidak sombong..) jadi enak. Singkat cerita. Pagi aku seminar di UII, anak &amp;istriku sama Bapak-Ibu , jalan-jalan. Sambil seminar kontak-kontak Cak Eko buat janjian ketemu di pesanggrahannya.</p>

<p>Jam 13, belum juga kelar itu seminar, aku cabut ke <a href="www.yogyes.com/en/yogyakarta-tourism-object/places-of-interest/beringharjo/">Pasar Beringharjo </a>dengan rombongku (maksudnya rombongananku) belanja-belanja. Tapi dasar si Shafa, di Beringharjo bukannya jalan-jalan malah minta maen odong-odong sama maen mandi bola (jan tenan arek iki). Jam 4 hampir sampai, waktu yang disepakati buat ketemu Cak Eko aku cabut dari sana. Mampir bentar ke <a href="http://banicosmo.multiply.com/photos/album/43" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/banicosmo.multiply.com');">Yu Jum </a>buat beli gudeg kendilnya. Terus lanjut ke Sawitsari.</p>

<p>Duh ternyata Cak Eko yang dulu cuma dilihat di blognya ternyata gak jauh beda dengan aslinya, tetep akrab meskipun baru sekali ketemu, nada bicaranya khas Jember (Cak Faiz gaya bicaranya juga mirip, kalo di telpon lo), dan yang pasti beeesaaarrrr (he..he… kalo di sebelah ada istilah ABG ayah baru gendut, kalo menurutku Cak Eko pantesnya menyandang gelar KRT, Kanjeng Raje Tabuk.. sorry Cak guyoon). Kenalan sama Istri, anak dan mertuanya, ngobrol-ngobrol kemana-mana, dan minum teh hangat di sore yang cerah, membuat aku jadi agak blank (iki mimpi opo tenanan yo… dadi speechless, mangkane Cak Eko dadi tertipu seolah-olah diriku wonge meneng, padahal bingung <img src='http://sma1jember.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>

<p><a href="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2008/07/cakekoakuvera_resize.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-207" src="http://sma1jember.info/wp-content/uploads/2008/07/cakekoakuvera_resize-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>

<p>Ok, singkat cerita, sore itu serasa mimpi, pengalaman sing gak akan terlupakan, ketemu KRT Ekoz Guevara sing mbahurekso blog sma1jember.info . Sayang banget waktune sempit banget, dadi gak biso mampir ning padepokane Cak Faiz mergo wis bengi nemen, dadi langsung balik Semarang. Dadi terinspirasi, nek ono rejone jaman, aku tak dolan ning omahe Cacak-cacak &amp; Mbakyu-mbakyu sing ngramekno blog ini… (bahasane koyok Cak Afthon wae.. nek ono rejane jaman.. dasar penggemar kartolo <img src='http://sma1jember.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). Sambil jalan-jalan, sambil menjalin tali silaturrahim dengan sesama alumni SMA 1.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2008/07/3s-seminar-shopping-sowan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis yang menggiurkan..</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/06/bisnis-yang-menggiurkan/</link>
		<comments>http://sma1jember.info/2008/06/bisnis-yang-menggiurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 03:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita-cerita Enteng]]></category>

		<category><![CDATA[Warta Berita]]></category>

		<category><![CDATA[atm]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis menggiurkan]]></category>

		<category><![CDATA[penipuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Bapak hampir ketipu seperti Pak xxx modusnya sama akan ada konferensi international, supaya bapak menghubungi P. Rasio (kepala kanwil depdiknas) jatim terus bapak bilang ndak2, trs dianya menutup tlp kantor jam 12 kurang dikit kira2 sama dg Pak xxx saat itu.

Pukul 13.50 kemarin (11 juni 2008) saya menerima SMS dari Ibu mengabarkan informasi diatas. Tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bapak hampir ketipu seperti Pak xxx modusnya sama akan ada konferensi international, supaya bapak menghubungi P. Rasio (kepala kanwil depdiknas) jatim terus bapak bilang ndak2, trs dianya menutup tlp kantor jam 12 kurang dikit kira2 sama dg Pak xxx saat itu.</p>

<p>Pukul 13.50 kemarin (11 juni 2008) saya menerima SMS dari Ibu mengabarkan informasi diatas. Tentang bisnis yang paling menguntungkan di Indonesia.. Ya, penipuan memang sudah dijadikan ladang bisnis yang sangat menggiurkan bagi sebagian orang yang suka tertawa pada penderitaan orang lain. Kurang dari seminggu yang lalu, rekan bapak saya yang bernama Pak xxx tertipu mentah-mentah sampai harus merelakan belasan juta rupiah tabungan yang telah disimpannya bertahun-tahun.. berapa sich gaji seorang dosen senior di Indonesia.. Untuk bisa menabung sedemikian beliau itu harus bermandikan darah dan air mata.. Kebetulan waktu itu Bapak saya sedang satu mobil dengan Pak xxx dalam perjalanan ke Surabaya. Ditengah perjalanan Pak xxx ini ditelpon oleh orang yang mengaku dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akan adanya undangan seminar di Jakarta. Biaya perjalanan akan ditanggung sehingga Pak xxx ini tidak perlu minta SPJ dari Universitas. Untuk itu Pak xxx diminta untuk menghubungi Pak Rasio dari Depdiknas Jatim. Tentu saja para penipu ini mencatut nama pejabat yang sebenarnya. Waktu itu Bapak saya sempat nyeletuk, <em>“ koq tumben urusannya ke diknas jatim”</em>. Mungkin Pak xxx ini sedang mengalami <em>euphoria</em> sehingga menjadi tidak waspada. Permainan ini sangat ditentukan oleh kecepatan dari para penipu untuk segera membujuk calon korbannya ke ATM. Kalau waktu terlalu lama, maka korban akan punya banyak kesempatan untuk berpikir secara rasional. Pak xxx ini kemudian menghubungi nomor pejabat gadungan yang dikasih oleh para penipu, dan <span style="yes;"> </span>diberitahu kalau biaya perjalanan untuk seminar di Jakarta akan segera ditransfer.. tolong dicek di ATM terdekat&#8230;akhirnya, seperti yang sudah sudah.. korban bertambah lagi..</p>

<p>Sejak dulu saya berpendapat bahwa bisnis yang paling menguntungkan di Indonesia adalah penipuan. Pasarnya tersedia.. sangat luas bahkan.. segmentasinya bermacam-macam.. ada untuk penipuan tenaga kerja (paling banyak), undian berhadiah, beasiswa, koperasi simpan pinjam (kospin).. bahkan penipuan kelamin.. hahaha.. dijanjikan untuk dinikahi setelah diutak atik ditinggalkan..</p>

<p>Ini seharusnya menjadi bahan yang sangat menarik untuk disertasi untuk bidang sosiologi atau antropologi.. bahan berita selalu ada.. paling tidak kalau berlangganan koran, minimal seminggu 3 kali ada berita tentang penipuan-penipuan dengan berbagai modus operandi.. Keserakahan dari para penipu dan sifat serba instan yang disukai oleh orang Indonesia menjadikan kasus-kasus ini tidak pernah sepi .. baik peminat ataupun korban..</p>

<p>Gimana ? mau berbisnis..? waspadalah.. waspadalah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sma1jember.info/2008/06/bisnis-yang-menggiurkan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
