Di Luar Riuh Rencana Reuni: Terjujur Versi Integritas UN

Bukan, tulisan kali ini bukan tentang agenda Seribu Alumni Pulang Kampung, tetapi lebih dalam lagi: SMA Negeri 1 Jember meraih peringkat keenam nasional sekolah paling jujur dan terbaik se-Jawa Timur berdasarkan Indeks Integritas UN 2015. Benar, begitulah adanya.

Berita peringkat nasional:

Di penghujung tahun lalu, Kemdikbud mengeluarkan daftar 503 sekolah dengan indeks integritas UN tertinggi dan konsisten selama enam tahun. Para kepala sekolah dari 503 institusi jenjang SMP dan SMA sederajat itu pun diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Mendikbud Anies Baswedan dan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dari daftar tersebut, berikut sekolah paling jujur se-Indonesia, seperti dirangkum Okezone, Selasa (6/1/2016).

Sumber: Sekolah Paling Jujur Se-Indonesia

Continue reading “Di Luar Riuh Rencana Reuni: Terjujur Versi Integritas UN”

Usia Jember Lebih Tua daripada Surabaya

Fakta yang mengejutkan… eh fakta bukan ya…

dari http://beritajatim.com/detailnews.php/6/Politik_&_Pemerintahan/2011-04-04/97181/Usia_Jember_Lebih_Tua_daripada_Surabaya

Senin, 04 April 2011 08:30:22 WIB Reporter : Oryza A. Wirawan

Jember (beritajatim.com) – Usia Kabupaten Jember diperkirakan lebih tua daripada usia Kota Surabaya. Ada situs yang menyatakan Jember mulai ada di tahun 1088.

Ihwal tahun kelahiran Jember ini tertera di situs prasasti Congapan yang berada di Desa Karangbayat Kecamatan Sumbersari. “Di situ tertulis ‘tlah sanak pangilanku’ yang artinya tahun 1088,” kata Didik Purbandriyo, Koordinator Balai Pelestarian Peninggalan Purbakal Kementerian Budaya dan Pariwisata.

Jika ini menjadi acuan, maka usia Jember saat ini mencapai 923 tahun. Bandingkan dengan Surabaya yang berusia sekitar tujuh abad. Namun, tidak seperti Surabaya yang dipastikan tanggal berdirinya pada 31 Mei, masih sulit mengidentifikasi tanggal pasti lahirnya Jember.

Kendati sudah ada prasasti Congapan yang mengonfirmasi tahun tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember lebih memilih menggunakan staatsblad nomor 322 tentang Bestuurshervorming, Decentralisastie, Regentschappen Oost Java. Pengesahnya adalah Gubernur Jenderal De Graeff. Di situ disebutkan, status Jember ditingkatkan dari afdeeling menjadi regentschap, per 1 Januari 1929. Regentschap setara dengan kabupaten. Inilah yang kemudian dijadikan acuan tanggal lahir Jember.

Didik tidak tahu persis kenapa tahun lahir bikinan Belanda itu yang dijadikan acuan. Yang terang, di Jember ada banyak situs yang menunjukkan usia Jember sudah sangat tua.

“Kalau dilihat di kitab Negara Kertagama, Jember hanya perlintasan turne (perjalanan) Hayam Wuruk ke daerah selatan,” kata Didik.

Kelurahan Mangli dulu juga kerajaan kecil di bawah Blambangan. “Perang Sadeng yang termasyhur itu juga diperkirakan terjadi di daerah Kecamatan Balung sekarang. Perang Sadeng kemungkinan ada di sana, karena di Balung sampai Kecamatan Semboro ada temuan benteng,” kata Didik. [wir]

Sedikit Jejak Sejarah Pahlawan Jember

Mungkin bosen ya baca postinganku tentang sejarah Jember, tapi ya gimana lagi, aku suka banget belajar sejarah, meskipun gak kuliah di Ilmu sejarah… Apalagi itu soal sejarah hal-hal yang dekat dengan kita.. sejarah Jember misalnya. Nah mumpung baru Februari kemarin sempat pulang ke Jember, ya tak mangfaatken,,(yang bener manpaatkan, munfaatkan atau manfaatkan ya..) untk napak tilas tempat-tempat yang bersejarah.. Yuk mulai ceritanya.

Achmad Rizal van Patrang Nah , kalo memasuki Kota Jember dari arah Surabaya, pasti ketemu sama patung ini (Kecuali naik Kereta Api).. letaknya pas diujung doubleway, jalan Hayam Wuruk, Kaliwates Jember. Taruhan deh.. gak banyak yang tahu ini sebenarnya patung siapa dan dalam rangka apa dan kenapa kok menunjuknya ke arah Timur.. Kok gak ngacung ke atas, kok gak mengacung pake 3 jari.. Metal … atau jari tengah he..he.. sing iki saru  🙂

Lah kenapa kok pake ngerangkul temannya yang terlihat terluka, kok gak berpelukan kayak teletubbies.. dan banyak pertanyaan kenapa yang lain.. Tapi itu kan buat orang yang kritis.. tapi juga buat orang yang kurang kerjaan kayak aku.

Kalo patung ini didekati, tidak ada informasi satupun yang tersisa di prasasti di bawah patung. jang kosong, cuma marmer hitam tanpa tulisan apapun…. sumpah deh..kalo gak percaya lihat nih di foto berikutnya.

Lho, terus buat apa bikin patung terus gak ada penanda/informasi satupun tentang maksud monumen itu didirikan, mestinya kan ada imfo-nya, jadi gak cuma jadi penghias jalan, tapi jadi bahan untuk dikenang warga Jember.

Continue reading “Sedikit Jejak Sejarah Pahlawan Jember”

YANG MENARIK DI STASIUN KERETA API JEMBER

Alhamdulillah kemarin tanggal 4-6 Februari aku mendapat kesempatan pulang kampung ke Jember… dan yang lebih menyenangkan lagi kepulanganku ini  kalo menurut istilah Cak Fikik adalah PUBIDI.. PUlang atas BIaya Dinas… soalnya aku ditugaskan oleh kantor untuk menghadiri resepsi pernikahan teman sekantor di Genteng, Banyuwangi.

Nah sebagai PBKA (Penggemar Berat Kereta Api) ya mesti KA tak jadikan pilihan utama sebagai alat trasnportasi yang akan membawaku ke kampung halaman tercinta. Meskipun hati agak dag-dig-dug soalnya gak sampai seminggu sebelumnya terjadi terjadi kecelakaan KA di Stasiun Langensari, Banjar yang menewaskan 3 orang (salah seorang dari korban adalah mahasiswiku). Tapi masalah jodoh, rejeki dan umur itu kan urusan ALLAH, dengan Bismillah aku berangkat ke Jember. Dan kalo naik KA pasti berhentinya di Staasiun KA, yo jelas mosok numpak sepur mudune ning terminal..

Continue reading “YANG MENARIK DI STASIUN KERETA API JEMBER”

SEJARAH JEMBER.. dari Kompasiana

Mumpung lagi nemu tulisan bagus di kompasiana tulisan dari Saiful Rahman,

Tulisannya panjang dan sangat serius,… cuoocoook buat yang serius pengen tahu sejarah Jember.. Monggo dinikmati

Sejarah kabupaten Jember yang saya baca pada situs resmi PEMKAB Jember dibentuk berdasarkan Staatsbland Nomor 322 tanggal 9 Agustus 1928 dan sebagai dasar hukum, mulai berlaku tanggal 1 Januari 1929. Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan ketentuan tentang penataan kembali pemerintah desentralisasi di wilayah Provinsi Jawa Timur, antara lain dengan menunjuk Regenschap Djember sebagai masyarakat kesatuan hukum yang berdiri sendiri. Secara resmi ketentuan tersebut diterbitkan oleh Sekretaris Umum Pemerintah Hindia Belanda (De Aglemeene Secretaris) G.R. Erdbrink, 21 Agustus 1928. oleh karena itu hari jadi kabupaten jember ditetapkan 1 januari dan dirayakannya setiap tahun. (baca di http://jemberkab.go.id)

Diskursus hari jadi kabupaten Jember tersebut diuraikanlah jejak-rekam yang pada umumnya bersumber dari arsip-arsip atau manuskrip yang ditulis tangan warga belanda dan dikuatkan dengan adanya situs-situs bangunan peninggalan belanda yang masih berdiri kokoh sampai sekarang. Menurut Tri Candra dalam makalah International Conference on Urban History, di Surabaya, August 2004, mengurai bahwa proses kapitalisasi oleh perusahaan perkebunan partikelir belanda di daerah Besuki merupakan suatu penanda fase pertumbuhan dan berkembangnya secara nyata Jember sebagai kota. Pada titik inilah kemudian Jember lahir sebagai kota industri perkebunan. Ia adalah sebuah kota yang lahir dari sebuah proses modernisasi kota-kota Hindia, sebagai akibat dari sistem perusahaan bebas yang dianut sebagai prinsip umum ekonomi sejak masuknya kapital besar, periode akhir abad XIX. (Candra, Tri: 2004).

Tak Jauh beda dengan Tri Candra, Edy Burhan Arifin menjelaskan sejarah perkembangan pesat peradaban jember sebagai wilayah industri perkebunan ditentukan oleh semakin merebaknya perusahaan swasta belanda di wilayaha jember utara dan Jember tengah.

Adapun yang merintis usaha perkebunan swasta di Jember ialah George Birnie yang pada tanggal 21 Oktober 1859 bersama Mr. C. Sandenberg Matthiesen dan van Gennep mendirikan NV Landbouw Maatsccappij Oud Djember (NV. LMOD) yang semula bergerak di bidang perkebunan tembakau, namun kelak kemudian hari merambah pada perkebunan aneka tanaman seperti kopi, cacao, karet dsb. (Brosur NV. LMOD:1909). Usaha George Birnie tersebut menarik minat para ondernemer Belanda lainnya untuk menanamkan usahanya dan mendirikan perkebunan di daerah Jember, sehingga dalam waktu yang relatif singkat berdiri perkebunan swasta di daerah ini seperti Besoeki Tabac Maatscappij, Djelboek Tabac Maatscacppij dll. Kehadiran sistem perkebunan swasta ini membawa perubahan-perubahan sosial dan ekonomi pada masyarakat dan yang terpenting terjadinya perubahan status kota Jember pada tahun 1883 yakni yang semula distrik menjadi regentschap sendiiri terpisah dari Bondowoso. Sehubungan dengan berubahnya status kota Jember, maka pemerintah pusat mengadakan perombakan struktur pemerintahan dan digalakkan pembangunan infrastuktur seperti perombakan struktur pemerintahan dan digalakkan pembangunan infrastuktur seperti jembatan, jalan dan yang terpenting dibukanya jalur kereta api dari Surabaya menuju Probolinggo dan terus ke Jember, serta dari Jember menuju Panarukan yang berfungsi sebagai pelabuhan untuk mengangkut produk komoditi eksport pada desenia ke sembilan abad XIX. (Burhan, Edi: 2006)

Continue reading “SEJARAH JEMBER.. dari Kompasiana”

Reuni Kelas Biologi 1 Alumni 1988

Acara ketemuan berlangsung pada tanggal 3 Oktober, dimulai sekitar jam 19.00.

Di mana tempat sohor yang disebut Kafe Cak Tawal tersebut? Inilah “kekacauan” pertama karena saya sok yakin tidak mencatat nomor telepon genggam Cak Suja’i dan semua teman di konferensi YM sebelumnya hanya menyebut Kafe Cak Tawal, sonder nama resmi di sana. Menanyakan nama pemilik kafe di Jalan Jawa tentu bisa salah maksud: barangkali Cak Tawal dikenal dengan panggilan lain atau orang-orang di sana belum tentu tahu pemilik kafe ybs.

Tapi ini Jember, jangan terlalu seriuslah! Bukan Batavia yang perlu lompatan publikasi di media nasional seperti Omah Sendok, bukan Bandung yang memiliki manager Hotel Bel Air yang juga disitir media cetak. Di Jember, ritme turun, sinyal 3G beralih ke GPRS, dan manusia kembali menemukan “tanah air”, yaitu tanah dengan genangan air atau bechek kata salah satu selebritas simbol penutur non-pribumi.

Sekali putar, bersama Rofiq yang menemani saya datang ke acara reuni, kami mencari spot keramaian (boleh juga disebut hotspot, karena konsumsi kalor sebanding dengan jumlah manusia). Tidak salah Mbak Etha “dipajang” di beranda pinggir trotoar. Saya sudah membayangkan keceriaannya, teringat perannya sebagai pemandu sorak kelas saat kami bersama di tahun ajaran pertama SMA. Manusia memang dianugerahi pengenalan pola-suara, dan itu melengkapi deskripsi visual postur tubuh dan muka. (Harris pun pada pertemuan lain keesokan harinya mengaku melihat hadirin sudah tua, tapi cekakakan — bukan “cekikikan” — miliknya tak parau dimangsa sekian pancaroba.)

Alhasil, trio Cak Tawal-Cak Adib-Mbak Etha (ketiganya dari kelas 1-5), mengantarkan saya pada persentuhan dengan lorong masa lalu. Teristimewa terhadap pihak perempuan yang memang sebagian pernah saya kenal kemudian lupa, sebagian lagi benar-benar belum sempat berkenalan. Praktis satu botol minuman dingin dan satu gelas es jus minuman pembuka tandas untuk mencocokkan data dan bertukar metadata saat ini. Harta, tahta, dan wanita diterjemahkan sebagai, “kendaraan-rumah”, “posisi di kantor”, dan “pasangan hidup.” Berkuasa atau dikuasai, itulah tiga fitnah yang dikendalikan umat manusia hingga akhir zaman.

Foto di atas diambil oleh Cak Adib dan merujuk pada tautan ke akun Flickr miliknya.

Continue reading “Reuni Kelas Biologi 1 Alumni 1988”

Bisnis yang menggiurkan..

Bapak hampir ketipu seperti Pak xxx modusnya sama akan ada konferensi international, supaya bapak menghubungi P. Rasio (kepala kanwil depdiknas) jatim terus bapak bilang ndak2, trs dianya menutup tlp kantor jam 12 kurang dikit kira2 sama dg Pak xxx saat itu.

Pukul 13.50 kemarin (11 juni 2008) saya menerima SMS dari Ibu mengabarkan informasi diatas. Tentang bisnis yang paling menguntungkan di Indonesia.. Ya, penipuan memang sudah dijadikan ladang bisnis yang sangat menggiurkan bagi sebagian orang yang suka tertawa pada penderitaan orang lain. Kurang dari seminggu yang lalu, rekan bapak saya yang bernama Pak xxx tertipu mentah-mentah sampai harus merelakan belasan juta rupiah tabungan yang telah disimpannya bertahun-tahun.. berapa sich gaji seorang dosen senior di Indonesia.. Untuk bisa menabung sedemikian beliau itu harus bermandikan darah dan air mata.. Kebetulan waktu itu Bapak saya sedang satu mobil dengan Pak xxx dalam perjalanan ke Surabaya. Ditengah perjalanan Pak xxx ini ditelpon oleh orang yang mengaku dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akan adanya undangan seminar di Jakarta. Biaya perjalanan akan ditanggung sehingga Pak xxx ini tidak perlu minta SPJ dari Universitas. Untuk itu Pak xxx diminta untuk menghubungi Pak Rasio dari Depdiknas Jatim. Tentu saja para penipu ini mencatut nama pejabat yang sebenarnya. Waktu itu Bapak saya sempat nyeletuk, “ koq tumben urusannya ke diknas jatim”. Mungkin Pak xxx ini sedang mengalami euphoria sehingga menjadi tidak waspada. Permainan ini sangat ditentukan oleh kecepatan dari para penipu untuk segera membujuk calon korbannya ke ATM. Kalau waktu terlalu lama, maka korban akan punya banyak kesempatan untuk berpikir secara rasional. Pak xxx ini kemudian menghubungi nomor pejabat gadungan yang dikasih oleh para penipu, dan diberitahu kalau biaya perjalanan untuk seminar di Jakarta akan segera ditransfer.. tolong dicek di ATM terdekat…akhirnya, seperti yang sudah sudah.. korban bertambah lagi..

Sejak dulu saya berpendapat bahwa bisnis yang paling menguntungkan di Indonesia adalah penipuan. Pasarnya tersedia.. sangat luas bahkan.. segmentasinya bermacam-macam.. ada untuk penipuan tenaga kerja (paling banyak), undian berhadiah, beasiswa, koperasi simpan pinjam (kospin).. bahkan penipuan kelamin.. hahaha.. dijanjikan untuk dinikahi setelah diutak atik ditinggalkan..

Ini seharusnya menjadi bahan yang sangat menarik untuk disertasi untuk bidang sosiologi atau antropologi.. bahan berita selalu ada.. paling tidak kalau berlangganan koran, minimal seminggu 3 kali ada berita tentang penipuan-penipuan dengan berbagai modus operandi.. Keserakahan dari para penipu dan sifat serba instan yang disukai oleh orang Indonesia menjadikan kasus-kasus ini tidak pernah sepi .. baik peminat ataupun korban..

Gimana ? mau berbisnis..? waspadalah.. waspadalah

Berita Duka

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun

Telah berpulang ke Rahmatullah, rekan kita saudara kita :

S U C I W U L A N D A R I ( W U L A N)

Mantan Ketua OSIS SMA Negeri 1 Jember 1986-1987

(dalam usia 39 tahun)

Pada hari ini, 16 Mei 2008

Rumah duka : Perumahan Palem Semi Jl Panda 1 no 12 Karawaci, Tangerang, Banten

Ucapan duka cita, dapat menghubungi Bp Dientos (081586181381)

Semoga Almarhumah mendapatkan tempat yang layak disisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, Amin…