Archive for the ‘Nostalgia’ category

DJEMBER …jaman Voor de Oorlog….

April 13th, 2008

Kantor Pos Jember Jaman Belanda Saat mampir di site multiplynya Johny Alfian Khusyairi (http://jalfian.multiply.com)….adiknya Anton Timur Alifandi dan Ivan Syahbana Khusyairi..ketemu tulisan bagus dengan gaya bahasa yang sangat jadul..voor de orloog…jaman Blendhe….atas Djasa baik daripada beliaow dapatlah cerita masa silam di upload… (katanya di dapat dari Suara Soerabaia tahun 1920 …check this out…

ini liputan wartawan soera soerabaia tentang kantor post Jember Tiong Gwan toelis:

Keadaan kota Djember sekarang ini keliatan bagoesnja. Di sini soedah banjak sekali didirikan roemah2 baroe, begitoelah roemah jang paling modern.Selainja itoe, semoea roemah bedak sekarang pada dirombak dan dibikin baroe. Kantoor post, jang kita tempo doeloe pernah oesik lantaran kotornja, hingga tiada pantes diseboet postkantoor, sekarang ini djoega tiada maoe ketinggalan. Tempo doeloe bila orang ada keperloean di kantor post selaloelah moesti saling mendesak, sebab tempatnja ada terlaloeh ketjil, tetapi sekarang aken diadaken anem local dan roeangannja aken lebih loeas lagi.

Tetapi sedang keadaan roemah2 pada berobah mendjadi baikan, adalah straatnja Djember selaloeh tinggal membikin poebliek poenja tjomelan. Bila ada toeroen oedjan ketjil sadja, soedah tjoekoep membikin straat Djember berobah mendjadi laoetan loempoer. Tetapi bila tiada toeroen oedjan, lantas itoe laoetan loempoer mendjadi kebon deboe, hingga bila ada angin sedikit sadja, lantas itoe deboe mengeboel ke antero djoeroesan. Ini tentoe sadja meroegikan bagi prikesehatan.Terlebih lagi bila ada auto djalan, wah, djangan harap orang bisa bernapas, bila tiada maoe makan deboe.Betoel sekarang ini di tepi-tepi straat orang moelain adaken solokan, tetapi tiada begitoe dalem, hingga satoe kali ada toeroen oedjan, aernja bila mengalir di sitoe solokan soedah tertoetoep loempoer poela.

Kita harep sadja ini keada’an bisa berobah.

sedangkan ini tentang masuknya listrik di Djember

Penerangan electris

Correspondent kita wartaken dari Djember. Semalem djoestroe taon baroe imlik bagi bangsa Tionghoa, antero lampoe electris di Djember lantas dikasi menjalah, jaito boeat pertama kalinja ini penerangan diadaken di Djember. Antero pendoedoek brada sanget girang dengen adanja ini verassing dari B.E.M. jang telah pilih hari begitoe djitoe boeat moelain kasi njalah penerangan terseboet.

Oeang abonement dari ini penerangan akan direken moelain 1 Maart j.ad. hingga itoe penerangan sedari sekarang dikasi dengan prodeo.

Dengan adanja ini lampoe electris didoega sang maling nanti mati koetoenja, sebab lama Djember memang terkenal ada tempatnja

yang paling menarik dari tulisan tentang Jember pada masa silam adalah bahasanya…yang sangat nostalgik…

kalo pengen liat Jember pada jaman koeno check this site… http://132.229.193.133/kitlv/servlet/proxy

Popularity: 28% [?]

Menyesal di Roti Sentral

April 13th, 2008

Sebagai selingan pecel dan sambel tempe, waktu kecil dulu dangkadang saya disuruh ibu beli roti di Toko Sentral di Jalan Raya.  Saya bicara zaman pra Wina Bakery ini, tapi waktu belum begitu banyak saingan pun, Roti Sentral gak gitu enak. Agak manis dan tak begitu padat berisi. Maaf kalau ada sodara pemilik Toko Sentral di komunitas ini. 

Ragam sajian roti Sentral saya sudah lupa tapi penjualnya saya ingat sampai sekarang.  Waktu itu dia sudah setengah tua dan tidak terlalu banyak bicara. Di tembok samping  terpampang foto berpigura ketika dia masih muda, dengan celana pendek putih dan kaos gelap menjabat tangan Presiden Sukarno.

Menurut bapak saya,  dia adalah The San Liong (Tee San Liong, nggak jelas ejaan yang betul).  Dari tulisan koran-koran, saya kemudian tahu bahwa dia adalah salah satu trio maut PSSI tahun 1950an,  Ramang-Djamiat Dalhar-San Liong.

Beberapa tahun lalu saya dengar/baca bahwa San Liong sudah meninggal dunia.  Sebagai penggemar sepakbola, saya menyesal tidak pernah berkenalan atau paling tidak berjabat tangan dengan dia.

Ketika saya ketik di Google, ternyata tidak banyak tulisan tentang dia, masih lebih banyak tentang  Phua Sian Liong alias Januar Pribadi.  Mungkin kawan-kawan di sini ada yang lebih tahu tentang dia?

Saya kira dia merupakan salah satu tokoh besar asal Jember. Kalau meminjam analogi Manchester United, Ramang-Djamiat-San Liong ibarat holy trinity Denis Law-George Best- Bobby Charlton.

Orang Jember lainnya yang saya ingin kenal adalah Mulyadi alias Ang Tjing Siang, finalis All England tahun 1973 pemain Piala Thomas. Juli nanti sambil pulang ke Jember, sesudah makan pecel lele di Lestari, saya ingin berfoto sama dia.

Popularity: 23% [?]

KOMIK……gak ada matinya….

April 12th, 2008

Godam ” …maka dipadang pembantaian itu bergabung seluruh kekuatan baik dan jahat di dunia untuk menuntaskan demdam kesumat antara ,mereka….di faksi kebaikan tampak Godam,Gundala,Maza,Aquanus,Kapten Mlaar yang dibantu jagoan-jagoan dari negara manca seperti Superman,Batman,Robin,Captain America,Sun Go Kong,Wonder Woman mempersiapkan serangan terakhir ke kubu kejahatan yang dimotori oleh Lex Luthor,Penguin,Octopus dan semua tokoh kejahatan. yang ada di dunia……”

itulah secuplik ingatan tentang perang dahsyat yang penghabisan dari sequel GODAM yang berjudul”BRUTAL”….aku begitu terlarut dari kedahsyatan aura permusuhan yang muncul dari gambar-gambar komik tersebut…sementara teman-temanku menggeloso di lantai rumah budeku yang dingin…Jember 1985 siang yang panas pada bulan puasa…adalah saat yang paling enak untuk membaca bareng-bareng komik-komik yang kami pinjam dari persewaan komik keliling yang 2 kali dalam seminggu menyambangi rumah budeku di Jl.Hassanudin Tugu itu…saat-saat berjuang menahan lapar tak terasa lagi…kaena larut dari kedahsyatan cerita-cerita dari komik tersebut….

Persewaan komik keliling adalah sebuah rombong ukuran 1 meter X 3 meter yang penuh sesak dengan berbagai macam komik,novel,buku cersil…dengan roda gerobak warna biru..sementara mas yang mempunyai persewaan adalah sosok umur 30 tahunan dengan baju lengan panjang,celana jeans cutbray ato kadang celana corduroy yang aksi…dipadu padan dengan kacamata rayban yang keren….rambutnya sebahu dengan gaya mumbul…kayak gaya penyanyi vicky vendy ( penyanyi top pada taun itu dari Sorbejeh)….dengan kesabaran yang luar biasa dia akan melayani kami-kami yang banyak maunya tetapi seret duitnya..he..he..he…

Kalo hari Rabu ato kamis siang (bubar sekolah) dari jauh terlihat …rombong warna biru ber gethebang-gedhebang mendekati Tugu Hassanudin..maka kita bersicepat merogoh kantong celana,ato lemari bahkan merengek kepada orang tua kami untuk diberi recehan buat urunan sewa komik…kita ber enam (aku dan 5 sepupuku) selalu urunan untuk bisa menyewa komik-komik kesenangan kita….soal siapa yang baca duluan ..dilakukan dengan bergilir…befitupun yang menentukan mo pinjam apa hari itu juga bergilir…… komik favorit kami adalah komik superhero asli Indonesia kayak Gundala,Godam,Maza,Aquanus dan Kapten Mlaar yang dibesut Hasmi….sayang aku lupa apa saja yang menjadi favoritku Beberapa yang jadi favorit lainnya adalah

Serial Si Tolol dan Jaka Sembung…karangan Djair…walau gambar komiknya gak sebagus Wid NS ato Jan Mintaraga tetapi ceritanya yang bersetting jaman VOC cukup menggetarkan dan membius kita-kita semua… “jaka sembung naik ojek…” pantun yang terkenal ini menunjukkan seberapa banyak fans jagoan dari Kandanghaur itu…

Serial silat dengan gambar romantik karangan Jan Mintaraga..aku lupa tokohnya…yang aku ingat dia mempunyai ilmu :P ukulan Tanpa Wujud”..gambar komiknya luarbiasa indah..

Serial Si Buta dari Goa Hantu dan Mandala dari ganes TH.. pokoknya kita begitub terhanyut dalam cerita-cerita yang menegangkan tersebut….kehebatan Ganes TH melakukan deskripsi daerah di tanah air membuat penasaran..allhamdulillah akhirnya aku sempat liat Kota Donggala yang menjadi setting cerita “PRAHARA di DONGGALA”..kota pelabuhan terkenal di teluk Palu ini memang menyimpan bangunan-bangunan kuno seperti yang digambarkan oleh beliau…wah….hebat pokoknya…

Kesukaannku pada komik bisa dibagi dalam beberapa episode…

Saat SD ..bacaan favoritku adalah Album Cerita Ternama…cerita-ceritanya sangat bermutu dengan gambar yang begitu mempesona …antara lain…Taras Bulba, Quo Vadis, The Three Musketeers, petualangan Old Shaterhand, Spartacus dll…..selain itu juga menyenangi komik yang ada di majalah seperti Kerajaan Trigan,STORM ato Coki Si pelukis cepat yang ada di majalah HAI..ato jagoan bola Roel Dijkstra….juga Deni si manusia ikan yang ada di majalah BOBO

saat SMP..bacaan favoritku adalah komik seperti Godam,Si Buta dari Goa Hantu,Mandala,Deni Manusia ikan dll…Selain itu udah mulai merambah ke komik mancanegara seperti Lucky Luke ..ato Petualangan Tin-Tin.karya Herge…dari “Harta Jarun Racham Merah”..”penerbangan 714″ yang bersetting Indonesia….sampai “Lotus Biru”….Sejuta topan badai adalah ungkapan favorit kami dari serial Tintin ini….pada saat SMP aku juga jadi anggota Perpustakaan Daerah yang di mesjid lama AL Baitul Amiin..disini aku pinjam Novelnya Karl May seperti petualangan Old Shaterhand dan Winnetou, Kara Ben Nemsi, dll…..

Saat SMA…mulai meninggalkan komik dan beralih kebacaan yang lebih banyak tulisannya dibandingkan gambarnya…kayak cersilnya Kho Ping Hoo…mulai Bu Kek Siansu, Bu Punsu dll…sehingga saat kita ngobrol dan bercanda mulai memasukkan idiom-idiom kho ping hoo misalnya kalo ada temenku yang play boy…pasti dipanggil Jay Hwa Cat (durjana pemetik Bunga)..kalo ada temanku ditolak cewek..maka cewek itu disebul MO Li (iblis wanita)..hua..ha..ha pada jaman SMA ini juga..mas si pemilik persewaan keliling membolehkan kita untuk meminjam novel Nick Carter atao novel dewasa lainnya kayak Marga T atau Ashadi Siregar yang novelnya “Cintaku di Kampus Biru” menndorongku untuk kuliah di UGM…he..he..he

Saat kuliah di UGM..bacaan favoriku adalah komik komik Jepang (Mangga) kayak Kungfu Boy, Slam Dunk, dll…komik adalah sarana pelepasan kejenuhan yang mengasyikkan pokoknya..disamping bacaan novel berat kayak Suro Bulldog,Forsythe,dll..yang kupinjam din persewaan depan Fotocopy Apollo di Jl.Kaliurang…..

Bagaimana serunya jaman komik yang mengharu biru jaman 1980an … ini ada kutipan dari TEMPO

Pembaca komik penghujung tahun 1960-an hingga awal 1980-an sangat mengenal nama Wid N.S., bersanding dengan nama-nama komikus besar semacam Yan Mintaraga (Rhapsody Dalam Sendu), Teguh Santoso (Sandhora ), Ganes T.H. (Si Buta dari Goa Hantu), Hans Jaladara (Panji Tengkorak), Hasmi (Gundala Putra Petir). Nama Wid kondang lewat seri komiknya, Godam. Saat itu Godam mencuri perhatian pecinta komik yang umumnya remaja, dari judul seri Tirani Biru di Negeri Godam, Black Magic, Sang Kolektor, Bocah Atlantis, Mentjari Djedjak Majat, hingga Mata Sinar X Godam.

Demam tokoh Superman di Amerika Serikat merambah ke Indonesia, salah satunya lewat sosok Godam. Tapi, Wid tak larut dengan kecenderungan menggarap bentuk figur superhero yang terinspirasi figur komik Amerika, semacam Superman atau Spiderman, dengan proporsi bentuk fisik Eropa: dada bidang, wajah cenderung muda. Wid justru menjadikan sosok Godam dan tokoh di dalam komiknya dengan bentuk fisik Asia. “Godam adalah superhero Melayu dengan fisik Melayu,” kata Hasmi, komikus dan sekaligus sobat kental Wid. Tak heran figur Godam terasa lebih membumi dan berhasil memuaskan fantasi remaja pecandu komik superhero berjubah yang membasmi kejahatan. “

kalo sekarang,…aku sih masih senang komik…tapi yang bernilai edukasi ..kayak Tele tubbies,dll…he..he..he..maksudnya harus suka karena itu adalah komik kesukaan Icha yang setiap saat disodorin ke aku…untuk dibacakan sebagai teman mo tidur…jika terdengar suara Icha ” ..apak..apak… abbies..abbies..lalaa..pooo…” sambil menyeret komik Teletubbiesnya…itu berarti tugas mulia untuk membacakan komik yang telah berulang-ulang kita bacakan …mesti dibaca ulang.lagi..untuk kesekian kalinnya..he..he..he…

kayaknya anakku akan meneruskan hobby baca komik….sehingga bapaknya bisa ngampung moco…hidup komik……..

komik opo favoritmu duluuuuuurrrrrrrrr ?????????

Popularity: 32% [?]

This Used to be My Playground…

March 11th, 2008

Sebenarnya iki tulisan rodo kasep pisan..(sakdurunge dikomentari hehehe)..Lebaran 2007 kemarin, anak-anakku ngajak main ke sungai.. sudah beberapa kali saya menyampaikan kalau rumah Kakek & Nenek dekat sungai. Saya menjanjikan dua atau tiga hari kemudian dengan catatan mereka bisa bangun pagi.. 

Hari yang dinantikan tiba, seingat saya Sabtu. Pagi-pagi kami berangkat dari rumah menyeberang jalan Moh Seruji terus ke arah bagian belakang Diploma (?) ke kali Bedadung. Sudah lama sekali saya tidak main kesana.. mungkin sekitar 20 an tahun. Jalan menurun sedikit curam. Dulu sewaktu aku SMP dan SMA masih sering main ke seorang sahabat yang kini telah tiada. Dulu kalau main petasan di jalan-jalan sering dimaki orang, maka kamipun mainnya di kali Bedadung ini. Dulu jarak antara bibir sungai dan rumah lumayan jauh, sekarang .. sudah dekat sekali. Bukan karena sungainya semakin lebar, tetapi karena orangnya sudah semakin banyak.. 

Begitu tiba ditempat..yak ampuuun !!..aku lupa.. sudah terlalu lama memang tidak pernah kesini… jam-jam gini ini khan waktunya orang lagi mandi.. banyak cewek-cewek, ibu-ibu, cowok-cowok, bapak-bapak.. semua orang dah ada disini.. kayak permen Nano Nano  aja, ramai rasanya…  diantara batu-batu besar dan kecil.. aku jadi malu sendiri..he..he..he.. maklum sudah lama gak mandi di kali..sudah lama gak main di kali..  

Akhirnya kami mbalik kucing..pulang lagi.. menunggu agak siangan.. kira-kira jam 10 kami sudah tiba ditempat semula.. masih ada orang-orang mandi tetapi tidak sebanyak pagi tadi..

Anak-anakku senang banget bisa mandi dikali.. pengalaman pertama yang sangat mengasyikkan.. kasian ya anak-anakku ini.. mau mandi dan main di kali aja nunggu diajak pulang kampung dulu.. sewaktu aku masih kecil,  dulu kalo mau main ke kali ya tinggal berangkat.. kalo gak ke kali Bedadung ya yang di daerah belakang rumah.. gak tau namanya, tapi kalau dari arah Patrang ke arah Tebek.. gak terlalu jauh dari RS dr Soebandi.. 

Atau kalau pas ke rumah kakek & nenek di Yosowilangun, Lumajang, kami sering main-main di kali Bondoyudho yang hanya sepelemparan batu dari  rumah.. main gedebog pisang.. cuman heran aja dulu, kalo dinaikin koq tenggelam juga tuh.. gak kayak di filem-filem..hahaha..Kalo jaman dulu siapa sich yang gak pernah mandi di kali..?  Bisa dibilang itu tempat bermain alternatif selain di halaman rumah (dan halaman rumah tetangga).. 

This used to be my playground This used to be my childhood dream This used to be the place I ran to Whenever I was in need of a friend Why did it have to end And why do they always say

Don’t look back Keep your head held high Don’t ask them why Because life is short And before you know You’re feeling old And your heart is breaking Don’t hold on to the past Well that’s too much to ask….(Madonna:  This Used to be My Playground – OST A League of  Their Own)

Popularity: 22% [?]

Kantin Jember.. kini tinggal kenangan…

March 5th, 2008

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan  teka-teki dari seorang teman .. “Apa yang kasih isyarat belok kiri tapi beloknya ke kanan, kasih isyarat belok kanan tapi beloknya ke kiri..?” 

jawabannya… GATOTKACA…. bener juga si Gatot itu kalau tangane ndhaplang ke kiri & kaki kirinya diangkat doi malah belok zigzag  ke kanan, begitu sebaliknya….

 hahaha.. ingatanku  melayang ke masa kanak-kanak.. awal-awal SD.. ketika itu aku punya koleksi komik-komik wayang yang berupa komedi.. semar, gareng, petruk, bagong..  ceritanya tidak panjang-panjang… paling-paling 2-4 halaman terus ganti cerita..cerita-cerita konyol terutama tentang Petruk & Gareng.. kira-kira kalo sekarang mirip dengan buku-buku Doraemon.. 

Juga ada cerita-cerita  wayang yang lebih serius (kalo gak salah karya RA Kosasih, tapi bukan yang buku tebal).. disitu diceritakan Gatotkaca yang sakti mandraguna.. otot kawat balung wesi  (keringet wedang kopi..hehe).. bisa terbang.. 

Visualisasi di komik dimana Petruk yang hidungnya panjang banget dan Gatotkaca yang bisa terbang membuat saya pingin sekali nonton yang sebenarnya… masa’ sich ada orang hidungnya panjang.. masa’ sich ada orang bisa terbang ..seingatku Ayah yang ngasih tahu kalo ada pertunjukan wayang orang dimana kita bisa ngelihat Petruk dan Gatotkaca.. tapi dimana ?? ada yang tahu  ?? 

Di Kantin… yup, disana dulu tiap malam minggu ada pertunjukan wayang orang.. Kantin ini lokasinya kalo dari alun-alun kearah Pagah..lewat SMP 2, lampu merah.. satu gedung lagi (PLN ??).. dah, disitu sebelahan .. gedungnya berwarna hijau tentara..  

Penasaran banget saya dengan bayangan saya terhadap Petruk dan Gatotkaca ini.. begitu pertunjukan sudah dimulai saya jadi agak kecewa.. ternyata si Petruk hidungnya biasa-biasa aja.. dan Gatotkaca juga gak terbang..Gatotkacanya kapan terbang? . koq gak terbang-terbang sich?.. aku tungguin terus sampe selesai..tetap gak terbang juga.. busyet dech.. kuciwa aku.. pertunjukannya pakai bahasa jawa kromo inggil.. dimana saya tidak biasa mendengarnya, sehingga agak kesulitan juga untuk mengerti..  

Sampai dirumah saya ceritakan ke anggota keluarga yang lain kalo si Petruk ini hidungnya gak kayak di buku…hidungnya biasa-biasa, kayak kita juga.. ha.ha.ha ..  Tapi ya itu.. dasar anak kecil.. saya masih penasaran .. siapa tahu Petruk ada yang mancung  beneran.. dan juga  saya suka nonton tariannya maka saya masih sering nonton wayang orang ini.. biasanya acara ini selesai sekitar jam 11-12 malam…   

Sudah bertahun-tahun kantin tersebut hampir tak bersisa.. bahkan saya kira bangunan utamanya sudah hancur..dan ditutupi seng.. tinggal bangunan sebelah selatan yang masih dipakai untuk pangkas rambut.. (entah Toko Buku Santo Yusup yang dibalik itu masih ada atau nggak..) 

Seperti nasib berbagai tempat pertunjukan kesenian tradisional di kota-kota lain di Indonesia, Kantin di Jember inipun kini tinggal kenangan…  

Sayup-sayup terdengar suara (alm.) mas John Lennon.. 

There are places I’ll remember all my life

Though some have changed

Some forever not for better

Some are gone and some remained

All these places had their moments………

(In My Life – The Beatles)

Popularity: 26% [?]

Pak Imam… Ahh..! Beliau telah pergi..

March 3rd, 2008

Berita ini saya posting dari SMS Cak Ludi yang saya terima tgl 3 Maret 2008 pk. 08.17 : ” Kemaren my wife telp Ny. Yanuar, kata Ny. Yanuar minggu lalu, tepatnya sabtu P. Imam, his father telah berpulang..” (saya edit, dengan tidak mengurangi inti berita..)

Kami turut berduka yang sedalam-dalamnya atas wafatnya, Pak Imam Churmen, salah satu guru favorit kita di SMA 1 Jember dulu. Beliau selalu hadir di hati dan pikiran kita, ketika kenangan tentang SMA 1 maelintas.. Semoga ALLAH SWT menerima amal baik beliau serta mengampuni dosa dan kesalahnnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapinya.Biasanya, kalau mau bikin tulisan di blog, aku konsep lebih dulu agar tulisan cukup enak dibaca. Tapi kali ini adalah postingan dadakan. Terkait dengan SMS yangaku terima dari Cak Ludi tadi pagi.

Pak Imam Churmen, mungkin bisa dijadikan salah satu ikon guru Favorit SMA 1 Jember. Pertemuan singkat yang cuma 1 tahun, memberi kesan tersendiri bagiku tentang segala yang bisa kuingat dari beliau.

Yamaha V-75 warna merah, yang sudah dicat ulang adalah motor yang setia mengantar beliau ke SMA 1 untuk berbagi ilmu dengan kita murid-2-nya. Buku FIQH ISLAM (kalau gak salah lihat) adalah kitab yang pasti beliau bawa dan baca sesaat sebelum memulai pelajarannya. Gaya beliau yang jenaka, membuat waktu 1,5 jam nggak ada rasanya. Srett..srett… rampung sudah pelajaran agama.. Meski terkesan sangar, beliau belum pernah sekalipun marah di kelas B-1. Satu lagi yang melekat erat adalah saat beliau masuk kelas sambil mengunyah makanan dan tersenyum-senyum.. aku jadi tersenyum dan mbatin ” Namanya orang nek luwe yo lumrah tho.. “

Selamat jalan Pak Imam.. Kami tidak akan melupakanmu..

Popularity: 15% [?]

PASAR…dimana rupiah dihargai…

February 21st, 2008

pedagang bawang pasar tanjung Liburan kemaren aku antar istri ke pasar Kranggan di Jogja …ini agak istimewa..biasanya my wife ini kalo ke pasar gak pernah ngajak aku…karena tau biasanya aku males ..he..he..he

Pasar Kranggan ini adalah salah satu pasar utama di Jogja…kondangnya hanya kalah ama Pasar mBeringharjo….di Pasar dekat Tugu Jogja ini yang paling banyak dijual sebenarnya aneka kembang untuk ritual nyekar ke kuburan ….pagi itu tujuan utamanya adalah beli Ayam Kampung, Bumbon,Bawang putih, dan Lele…serta brotowali untuk Ica….Begitu memasuki gerbang pasar maka suasana hiruk pikuk ..hilir mudik manuasia .lengkap dengan lantai becek dan tumpukan barang dagangan yang gak beraturan..langsung menguasai aura pagi itu…..Pasar adalah bentuk nyata dari sebuah emansipasi karena sebenarnya penguasa pasar adalah para mbok-mbok bakul…kaum adam hanya hadir untuk pekerjaan yang berat ato yang butuh mental lebih..misalnya jadi kuli angkut ato jagal daging…di Kranggaan dominasi kaum wanita nyata sekali..mulai dari yang jual bumbon..ayam sampek arang ,,kaum hawa dari berbagai usia…dengan pakaian khas jawa….kebaya dan jarit …menjadi actor-aktor utama ekonomi…makin siang hiruk pikuk semakin tak terperi…keringat sudah membasahi kaosku…sementara itu kita harus menyesuaikan posisi diri untuk memiringkan badan ke kiri ke kanan jikalau ada kuli angkut lewat…..

Di Kranggaan…nilai rupiah begitu terhormat…jika Rp.500 di luar pasar hanya untuk parker motor ato beli relaxa….di Kranggaan ..banyak barang bisa dibeli dari Rp. 500 itu…bisa bumbon (sekerat kunci,kunyit,laos dan sere)…cabe rawit…tomat…atau cebisan bunga kol…berharga sekali…mungkin diantara kita dah lama tidak berurusan dengan Rp.500 ini dalam transaksi dagang harian except bayar parker ato bayar Kamar mandi umum untuk sekedar buang air kecil…( bahkan pengamen aja melirik ganas kalo kita beri Rp.500 ini..)…Di Kranggaan kita tiba-tiba merasa kaya dengan uang Rp.5.000 ato Rp.10.000 yang gak berarti banyak di Carreffour,Giant,ato Hypermart….terus terang ke pasar krangaan adalah perjalanan batin yang menyejukkan untuk selalu bersyukur dengan nikmat Allah SWT yang kadang kita anggap remeh..semisal.. Rp.500 tadi…

Pergi ke pasar sebenarnya ritual biasa bagiku..dulu…ketika masih SD dan SMP aku sering menemani Mbah Putriku untuk belanja..terutama pada minggu ato saat mau lebaran….kalo hanya harian sih biasanya kita dulu belanja di pasar krempyeng(darurat) yang ada di Kampung Ledok …karena namanya pasar darurat maka yang diualpun jauh daripada lengkap….biasanya yang aku incar saat di ajak belanja adalah jajanan pasar..kayak Cenil,ketan,Gatot,Thiwul dll….saat itu harganya luar biasa murah..kalo ke los ikan yang paling tak recommend ama si Mbahku adalah iwak Nous (cumi-cumi) sama ikan Lemuru yang saat itu sekilo hanya seribu…tapi biasanya si Mbah agak ogah-ogahan kalo aku nunjuk ikan Lemuru….walopun rasanya lezat…namun baunya amis bianget….he..he..he..he

Kalo lebaran dan butuh barang agak berkualitas biasanya beliau menyempatkan beli umbo rampe lebaran..kayak tepung terigu,essence untuk buat sirup,kismis,daging sampi,dll di Pasar Tanjung….sekaligus membelikan baju ato sarung untuk alm.Eyang kakung….PASAR TANJUNG adalah ikon jember pada tahun 1970-1980an…pasar modern pada jamannya ini terkenal dengan pagarnya yang dari aluminium…bahkan dulu saat awal dibuka ..di atas bangunan pasar terdapat arena bermain anak-anak kayak time zone jaman sekarang..tentu dengan versi Old Skool…dermolen dan ombak segoro… Sebagai pasar sentral di kota Jember ..Pasar Tanjung menyediakan kebutuhan yang sangat lengkap dari makanan,sayuran,buah-buahan,pecah belah,elektronik, garmen and fashion bahkan obat kuat juga ada….pokoknya one stop shopping….masing-masing komiditi menempati bloknya sendiri-sendiri sehingga nuansa tertib dan teratur sangat terasa..itu duluuuu…kalok sekarang wah kayaknya acakadut tuh di dalamnya….

Istriku kalo pulang ke Jember paling seneng belanja di Pasar Bungur…ini adalah relokasi pasar darurat (krempyeng)..dengan mengokupasi lapangan sepakbola kebangaan arek-arek Hassanudin….pasar dekat pabrik Tehel ini lumayan rame ..di depan ada kios permanent yang menjual sembako dan dibelakangnya lapak-lapak dan meja panjang tempat para bakul meletakkan barang dagangannya…..barang yang dijual di pasar itu adalah bahan yang sangat segar dan baru maka jangan heran jika berangkat ke pasar jam 08.00 wib ..kita gak akan dapat apa-apa lagi….semuanya ludesss….harganyapun bikin istriku betah….gimana gak harga tomat segar Rp.1.000/kg….harga sayuran (bayem,mronngih,sawi,slada air-arnong …(kayak arnong swazeneggerrr…),kacang panjang,,buncis ) rata-rata Rp.500 – Rp.1000, …cabe merah bahkan hanya Rp.2.000…dan di pasar Bungur …Rp. 1.000 udah dapat sop-sopan (satu ikat seledri,kentang,wortel,gobis,bawang prei…) murah sangadh…apalagi iwak wader,,,iwak berkong..iwak lele..yang seger-seger itu sangatlah mura disbanding di Krangaan Jogja sekalipun….jadi dengan Rp.15.000- Rp.20.000 kita bisa masak lengkap untuk hari itu….murah sangadhhhh kan…makanya kalo pulang Jember kita selalu makan-makanan nostalgia..kayak sambel dengan lalapan Arnong,..lauknya iwak wader dan berkong….tempe dan tahu…wuahhhhhh enak sangadhhhh…..kayaknya merdeka betul yang hidup di Jember ..lebih murah dari hidup di Jogja,Semarang apalagi Balikpapan…

Pasar legendaries lainnya yang sering tak kunjungi kala masih remaja dahulu adalah.. 1.Pasar Conthong…dekat stasiun KA serta dekat betul dengan SMP 2 untuk beli jajan pasar sebelum sekolah

2.Pasar nGebang….segala makanan untuk burung ada kroto,pur,pisang..juga dijual sdegala macam ikan hias dan makanannya….serta merangkap pasdar buah..lokasi di bekas Misbar…

3.Pasar Lawed Ngebang…pasar loak legendaries yang menempati bekas terminal..untuk tukar tambah celana jeans ato spion dengan karcis bioskop…he..he..he aku pernah dapat helm half face standar SNI ..dengan harga murah …maybe hasil colongan kok murah sangadh

4.Pasar Johar lama….pasar loak untuk beli majalah bekas (Hai,Gadis,Aktuil,Selecta,Intisari) dan buku bekas ..disini aku dapat beli buku Pengantar Sosiologi karya Soerjono Soekanto

5.Pasar GNI..kalo ini kita lewati jikalau jalan kaki dari SMA1 ke Gebang..namanya aku lupa daerah apa/…

Gitu kawan pengalaman dengan pasar di Jember…ada banyak nostalgia yang tertinggal di beceknya los-los pasar…dan kerinduan akan gaya bicara keras-keras para bakul itu ..dan yang penting…di Pasar kita belajar menghargai Rupiah…

Popularity: 23% [?]

PARA PENGGEMAR RAHASIA (PPR)……

February 17th, 2008

bTAR

Jaman SMP ato SMP alias jaman teenager adalah saat tinggi-tingginya keinginan tuk bisa dekat dengan lawan jenis…. ….Gak yakinlah kalo diantara para penggemar blog ini …ada yang sama sekali gak mengalami episode ini….episode paling kita ingat..tentang seseorang yang saat itu begitu istimewa..bagi kita dan hidup kita…Episode yang jika kita kenang sekarang akan bikin dada masih deg-degan..adrenalin naik…kaki kringetan…rasanya kembali jadui teenager lagi….kayak lagunya Maia Estianty…

“ Aku mau makan..ingat kamu Aku mau tidur ingat kamu….. Aku mau be’ol ..ingat kamuuuuuuuuuuuuuuuuu,,,uhu,,uhu,,,,”

Ya itu …yang namanya jatuh cintrong itu…bikin sesuatunya dadi indah dan aneh…. Kallo kata cak Omdhe…” cumak ndelok genteng omae ae wis ndredeg…he..he.he….”

Saat SMP ato SMA itu…terjadi secara tidak sadar terjadi segregasi komunitas yang sebenarnya cukup mencolok…antara anak-anak yang kategori “selebritis” alias yang terkenal di sekolahan ..yang didominasi oleh cewek cakep ato kaya…ato cowok ganteng,Cowok puinter bianget ato cowok yang nakale pollll…..dan anak-anak kebanyakan ..yang cenderung nglinding aja..gak diliat..dan gak masuk itungan…ada ato tiadanya gak ngaruh …dalam komunitas sekolah itu…dan kayaknya yang begini ini jumlahnya mayoritas…dan aku masuk kategori terakhir ini…..anybody…”.Ekos?”..”.Ekos Who? “ Gitu paling yang diucapin para selebritis jika ditanya kenal “Ekos anak nGebang yang guanteng poll itu?”…wkkk..wkkk….

Bukan berarti kalangan Marginal ini gak juga dihinggapi syndrome seneng dan demen ama salah satu selebritis sekolah ato siswi yang gak masuk selebritis secara umum namun dimata yang menyenangi termasuk High Quality Jomblo….kaum marginal ini biasanya sangat tidak Pede…dan mempunyai ciri-ciri

  • Gak punya keberanian untuk sekadar mengasih sinyal-sinyal pada yang didemenin..apalagi menggunakan jurus hara-kiri…malam minggu langsung mendatangi rumah gebetannya …gak mungkinlah…..
  • tingkah lakunya kalo di depan yang ditaksir diusahakan cool gak nyolok….cuek bebek…tapi hatinya gelisah berat…
  • Kalo amprokan ama yang ditaksir malah senewen….negur engak ya? Negur engak ya? sebenarnya pengen ngobrol tapi ya itu tadi gak berani mengawalinya kalopun ngobrol sebatas “boleh pinjem buku catatannya gak?”…itupun dilakukan setelah mengumpulkan segenap keberanian dan merapal aji-aji Semar Melet….
  • kalopun mau meluahkan perasaan biasanya via kirim-kiriman lagu di radio…itupun pakek nama samaran…sehingga sinyal gak ketangkap
  • kalok malam minggu sekedar mutar-mutarin rumah si doi…sambil berdoa moga-moga gak ada yang ngapeli…moga-moga gak ada yang parker motor didepan rumahnya….tapi walo keadaan aman terkendali ..tetap aja dia gak berani turun dan ngetok pintu…pokoknya thawaf di depan rumah si doi ..sampek bensin motor mau abis….
  • Kalo meluahkan perasaannya biasanya via diary….ato yang punya keberanian bisa curhat ama temen deketnya…wah kalo para penggemar rahasia ini dah gathering…maka ceritanya pasti menggebu-ngebu dengan wajah yang merah dadu….tapi ya itu sebatas itu aja….

kalo sampeyan semua pernah mempunyai salah satu ciri di atas…marilah bergabung kepada Komunitas PARA PENGGEMAR RAHASIA itu…

Aku termasuk paling muda di kelas…karena kelahiran tahun 1970 dan temen-temenku sebagian besar kelahiran 1969 maka aku selalu memposisikan sebagai si junior jika berinteraksi di kelas…dan menganggap temen sekelasku sebagai kakakku …dan emang bener …sejak SMP dan SMA aku gak pernah memendam rasa ama teman satu angkatan…artinya aku bukan penggemar rahasia bagi kawan sebangku,sekelas ato sesekolah…he.he..he..padahal aku termasuk beruntung mempunyai teman angkatan yang kategorinya selebritis abis…kalo di SMPN 2 di jamanku….kawan-kawan cewekku kayak Tristina,Ninung, dll..yang kondangnya gak cuman di satu angkatan ato kakak-kakak tingkat..bahkan dah lintas sekolahan…..apalagi saat SMA 1 yang terkenal ..maka jumlah selebritis di angkatan 88 bukan main lagi….kayak RN,DEH ,NK,YI,SW,HD,LL,YN,RP,IL …dll (mohon maaf nama sengaja disamarkan… bagi yang termasuk selebritis dan mempunya komunitas penggemar Rahasia tapi belum disebut….mohon maaf karena daya ingat hamba mulai menurun..) itu yang saat itu dalam kondisi available (jomblo)…lha yang dah occupied banyak..kayak EM,NKR,NN,HL dll…pokoknya mbludak pakdhe…..nah dengan stok selebritis yang kayak gitu buanyak maka gak heran…banyak terbentuk komunitas penggemar rahasia pada salah satu selebritis tersebut….misalnya Si A, Si K, Si Y, Si X adalah komunitas penggemar HD….lalu Si YS,Si Tk,, Si AF,Si RF adalah komunitas penggemar rahasianya RN…dll….sepak terjang..gerak gerik para penggemar rahasia untuk menarik perhatian yang didemeninnya ini heboh banget…ada yang gampang ditebak….ada yang perlu observasi mendalam baru bisa diyakini kalo si A ini masuk Kelompok Penggemar rahasianya si YI …atau ada yang bisa memendam rahasia itu sampek saat ini…gak ada yang tahu baik temennnya ato cewek/cowok yang ditaksirnya…pokoknya seru bianget..aku dapat melakukan penggolongan ini setelah melakukan observasi yang dalam dan lama..he..he..he..kayak intel aja… biasanya saat ngobrol-ngobrol dari satu kumpulan ke kumpulan lain terkuaklah satu persatu anggota-anggota kelompok Penggemar Rahasia ini…ato memergoki sang penggemar rahasia lagi memandang syahdu kepada cewek yang ditaksirnya….ato…memergoki motor si X parkir di depan rumah selebritis A..ato beberapa motor secara berjamaah diparkir berendeng di depan rumah selebritis N…kayak ada acara kondangan gitu… asyikkk banget….dan sejauh ingatanku belum pernah terjadi dalam persaingan sehat itu berakhir dengan perseteruan fisik….pokoknya aman dan terkendali….sampai akhir SMA satu persatu kelompok Pengemar rahasia ini bubar dengan sendirinya….seiring telah dipilihnya salah satu anggota Penggemar Rahasia ini oleh cewek yang ditaksirnya….dan yang gagal…bisa meratapi nasibnya…memendam rasa cinta tak terbalas sampai detik ini..wakakakak..kaka….ato yang lain mengarahkan lamarannya untuk bergabung ke komunitas Penggemar Rahasia si anu..ato ikut komunitas penggemar rahasianya adik kelas…ekspansi ke Sekolah lain….ato kayak Adib nekat join sama kelompok penggemar rahasia kepada kakak kelas…wkkk..wkk..sorry dib….

Menjadi Para Penggemar Rahasia ini bisa jadi beban psikologis yang gak enteng….bagi anggota kelompok penggemar rahasia ….sampai saat ini ada yang merasa misinya belum tuntas…selalu ada urusan yang belum selesai…ada hal yang harusnya dia sampaikan langsung kepada yang ditaksirnya apapun resikonya saat SMA itu yang belum kesampaian sampai sekarang…dan dia penasaran dan ingin message itu sampai kepada cewek yang ditaksirnya itu….ada yang merasa perlu menyatakan diri kepada seseorang yang didemeninnya bahwa dulu aku termasuk penggemarmu lho….ada yang berkeinginan ketemu ama seseorang yang ditaksirnya sementara si cewek dityakini juga punya rasa yang sama… hanya karena salah mengirim dan menterjemahkan sinyal-sinyal saling demen itu… maka sampai saat ini masih ada urusan belum kelar…ato baru tahu kalo si X ini adalah penggemar rahasianya namun karena saat itu sinyalnya gak jelas dan si cowok gak ngomong maka jalinan kisah cinta itu gak pernah terjadi, ada yang malah jadi sahabatan ama yang ditaksirnya walopun dulu pernah direject ..he..he..he………..banyak persoalan yang belum tuntas…banyak keinginan masih di awing-awang..banyak rasa penasaran yang masih sering muncul di mimpi malam hari….

Aku yakin banyak yang memerankan dirinya menjadi penggemar rahasia di saat SMP dan SMA…dan ..sampai saat ini merasa ada sesuatu yang belum selesai dari perjalanan masa silam itu……..

Ada satu kata yang tak ingat dari seorang selebritis SMA kita yang termasuk mempunyai penggemar yang berjibun..”…seandainya waktu bisa diputar ulang..mungkin ceritanya akan berbeda. Kalo aku tau dulu dia dulu demen ama aku…mungkin kita bisa jadian….karena sebenarnya aku juga memendam rasa yang sama…Dulu saat SMA itu…”…ohhhhh so sweetttt…………………………..

Popularity: 29% [?]

Sebuah Buku Hitam BASIC

February 17th, 2008

Di salah satu tahun — saya agak lupa tatkala kelas 3 SMP atau sudah tahun pertama di SMA, yang berarti sekitar 1984/1985 — di salah satu gedung sebelah Kantor Pos Jember, depan alun-alun (jika saya tak keliru: salah satu gedung di kompleks Pengadilan Negeri waktu itu) diselenggarakan pameran buku. Sepeda hitam Phoenix yang saya gunakan selama kos di Jember mengantarkan saya menjenguk acara tersebut.

Sebuah buku berukuran sedang menarik perhatian saya: bersampul hitam, di atasnya kuning, dan judul berwarna putih, Pemrograman BASIC. Rincian buku tersebut sudah terlupakan — hanya saya ingat terbitan Gramedia, barangkali warisan dua puluh tahun lalu itu masih tersimpan di perpustakaan keluarga saya di Balung, Jember, entah, belum saya periksa lagi.

» Read more: Sebuah Buku Hitam BASIC

Popularity: 18% [?]

KONTEK.. KONTEK.. ROJER.. ROJER.. 73..88.. CHERIOO..

February 8th, 2008

Udara kota Jember pada era tahun 85 – 89 diramaikan oleh suara-suara “merdu” remaja pria dan wanita yang mengudara secara “tak resmi” lewat frekuensi 140 MHz. Pada masa itu komunitas tukang nge-brik atau breaker alias penggemar komunikasi radio gelombang 2 meteran menjamur di seantero Jember, mulai dari kawasan Tanggul hingga ke daerah Mayang dan sekitarnya. Bahkan untuk yang bermodal kuat, tingkat komunikasinya sudah lintas kabupaten bahkan antar propinsi. Istilah kerennya AKAP atau AKDP, pinjem terminologinya bis umum..

Kala itu, komunitas radio terbagi atas 3 jenis kelompok yaitu kelas 2 meteran, 17 meteran dan 80 meteran. Untuk 2 meteran, saat itu didominasi oleh anak-anak SMA dan kelompok mahasiswa. Disamping itu, ternyata sejumlah bapak dan ibu ternyata juga menyukai komunikasi ini. Tercatat frekuensi bersejarah yang menonjol dan cukup dikenal adalah : 292, 333 (Triple Three), 484, 710 (Land Rock), 745 (Sweet Dreams) dan 750 (English Channel).

Frekuensi 292 didominasi oleh breaker dari SMA 1 dan 2. Sukses mengorbitkan beberapa nama yang cukup populer di masanya, antara lain Andi Irawan, Otto Budiharjo, Deni Setiawan, Ludi Haryanto, Iwan Zombie, Hendra Cordova, Albertus Rudi dan aku sendiri. Sementara itu teman-teman SMA 2 yang cukup tenar diwakili oleh Irasari Irawati (omahe ngGebang, Koz..), Adyo Bawono (yang kondhang dengan andheng-2-nya), Rina Rosanti (arek Sentot Prawirodirjo, Lik Afton..) dan Henika (tonggone Irawan F-3..).

Kala itu pesawat yang paling beken di kalangan breaker bujet cekak adalah HT ICOM 2ht_alinco.jpg N. Untuk dial gelombangnya masih pakai jari jemari. Sementara yang kelas lebih tinggi pakai HT/Rig Kenwood atau Alinco, yang sudah full digital untuk scanning frekuensinya. HT digital memungkinkan sepasang breaker untuk ngebrik secara Simplex Duplex alias beda frekuensi. Misalnya 1 orang di 142.920 Mhz, yang laian bisa di 145.920 MHz. Fungsi ini sangat “berguna” buat yang suka “mojok”. Mojok adalah istilah ngobrol asyik berdua, cowok cewek, tanpa mau diganggu kehadiran breaker lain. Mojok sendiri bisa jatuh ke pengertian negatif, nek uthekke breakere error poll.. wk.wk.wk.wk….

Nama lain dari mojok adalah ” Love On The Air ” atau ” Bercinta Di Udara “, yang selanjutnya dipopulerkan lewat lagunya (Alm) Farid Hardja..

Berkenalan nama samaran lewat gelombang radio Lima sembilan tujuh tiga angka untuk kamu Ber-QSO lalu cerio cup ah cup ah cup ah Di udara kita bertemu kupanggil namamu

Papa Alpha Carlie Alpha Romeo Mengajakmu gombal di udara Memang cinta asyik dimana saja Walau di angkasa……

Hahaha.. break break Hahahahahahahahaha.. break break Hahaha.. break break Hahahahahahahahaha.. break dong

Obrolan yang umum buat kami saat itu berkisar seputar pelajaran serta kegiatan keseharian di sekolah. Pas kecanduan ngebrik, pulang sekolah sing di-eling cuma HT thok. Kadang-2 tanpa ganti seragam, ambil nasi sama minum langsung nongkrong di depan HT dan buka warung. Warung ini adalah frekuensi tetap tempat kami sering nongkrong. Setelah sampai di 292, terus panggil-2 supaya teman-2 yang lain keluar juga. Kadang-2 sampai setengah jam nggak ada juga yang naik. Akhirnya HT dibiarkan on sampai muncul breaker lainnya. Bisa juga sambil di-Jam (Dipencet terus tombol PTT-nya) dan diputerkan lagu atau radio. Ini juga cara ampuh untuk memancing breakermania lainnya.

Yang paling sabar dan gak pernah marah kalau “gugah-gugah” orang adalah Cak Andhy Irawan. Saking telatennya nunggoni warung, beliau mendapat gelar kehormatan “Pak Net”. Kadang-2, Cak Andi malah gak ikut ngobrol, cuma ngatur lalu lintas briker yang keluar masuk. Biasane, kalau ada cewek masuk dan bersuara merdu, cowok-2-e pada rebutan pingin kenal dan ngobrol. Sampai-2 waktu ngobrol-nmya dimeniti oleh pak net, biar yang lain gak iri. Nah kalau sudah ada yang sreg banget, akhirnya pasangan ini mengundurkan diri untuk pindah frekuensi. ” Naik 10, naik 20 atau naik sekian ” artinya pindah frekuensi dari 292+10 = 302, 292+20= 312 dst..dst.. Kalau sudah cocok banget, biasanya bikin warung dengan kode tertentu. Tapi tempat ketemuannya tetap di 292. “Dik/ Mas ke warung atas..” itu ajakan untuk mojoknya…

Tapi sebenarnya fungsi radio 2 meteran ini nggak cuma untuk ngobrol ngalor ngidul thok. Bisa juga kami bertukar info pelajaran atau untuk diskusi pelajaran yang susah-susah. Aku merasa terbantu dengan obrolan yang begini. Terutama kalau akan ada ulangan lisan. Wah gede banget manfaatnya.. Lumayan bisa dapat bocoran. Kan membantu orang tua nek nilai ulangane apik ?

Ngebrik memang asyik, terutama sing punya Insomnia, cocok tenan. Direwangi tekan mbengi. Perkara di sekolah bakal ngantuk, itu urusan nanti. Yang penting marem bisa ngobrol semaleman. Aku pernah nyoba ngebrik, kira-2 sampai jam 3 pagi, pas malam minggu. Waduh, sesuke nguanthuk poll. Maklumlah waktu itu mata dan badan belum terbiasa diajak melekan. Kalau sekarang sih wis kulino..

Tapi, itulah, namanya juga kecanduan, seringkali bawa efek negatif. Gara-2 ngbrik, nilai raportku di semester 3 (kelas 2) sempat turun. Akhirnya HT kukembalikan ke Om-ku (iyo dhing, aku nyilih..), setelah ayahku mengingatkan kalau tugasku adalah belajar, bukannya brik-brikan terus. Semester 4, aku malah dibelikan oleh ibu HT Icom 2N. Langsung wae tak ragadi. Aku beli antenna Slim Jim (sing kaya peniti) dan antenna super stick untuk kepentingan adventure.

Meski masih masuk kelas pas-pasan, tapi karena posisi Talangsari cukup strategis, mulailah aku berani unjuk kuat-kuatan atau adoh-adohan jangkauan dengan teman-2 yang punya perangkat serupa. Biasane adu kekuatan sampai Tanggul. Siapa yang masih terdengar jelas dan bisa nutupi suara briker lainnya, itulah pemenangnya.

Lumayanlah dengan adanya radio ini (meski ilegal, wong gak duwe Call sign), bisa bantu orang tua ngirit pulsa telpon. Tapi sering juga jengkel kalau lagi asyik ngebrik, tiba-tiba frekuensinya di-jam atau ditutup oleh briker dengan daya radio yang besar apalagi kelau ditambah booster. Wis.. tumpess… Kalau masih ada yang tembus, biasane stasiune Albertus Rudi yang dipandhegani Cak Andhy, ngabari ke yang lain agar pindah frekuensi untuk melanjutkan obrolan kami yang terganggu.

Ketika mulai aktif jadi pengurus Sispena, manfaat radio ini besar sekali untuk menunjang komunikasi di lapangan. Dibanding dengan radio 11 meteran, meski lebih kuat jangkauannya, tapi dimensi radio yang lebih besar dan mahal, jelas diluar kemampuan kocek-2 kami, juga faktor kepraktisannya yang enak digenggam, membuat radio 2 meteran sangat populer di kalangan briker Jember kala itu.

KOPI DARAT Setelah komunitas terbentuk dan jumlah anggotanya cukup banyak. Mulailah kasak-kusuk untuk ketemu di darat. Biasanya mengambil tempat di rumah salah seorang briker. Untuk dananya didapat dari tarikan sumbangan sukarela (sing wis ditetepno panitia) kepada brikermania tersebut. Kalau anggotanya, sudah banyak yang kenal, acaranya bisa berlangsung meriah dan hangat.

Sebaliknya kalau belum banyak kenal, meski acara sudah dikemas dengan permainan yang menarik atau MC yang atraktif, suasana “dingin” masih terasa. Lha iyo, wong sik entas kenal. Tapi, usai acara, biasanya mulai pendekatan personal terhadap briker yang dikarepi. Selanjutnya.. terserah anda…

Dengan acara kumpul-2 ini, briker bisa kenalan dengan apa adanya. Nggak pake tipu-tipu, karena sudah di-absen duluan oleh panitia. tapi kalau kopi darat sendiri-sendiri, ceritanya jadi lain. Setlah terpikat suara merdu pasangan nge-briknya, si briker cowok semangat banget untuk kenalan di darat. Malahan melakukan investigasi ke teman-2 lainnya apaklah pernah kenal dengan briker cewek yang dimaksud. Bila dirasa mantap, kopi darat must go on. Syukur nek cocok karo karepe, biasane briker cowok ini nakalan, nek ceweknya nggak cocok dengan bayangan biasane mblenjani janji atau ngajukan teman lainnya untuk disuruh ngaku sebagai dirinya.. wk.wk.wkk.wkk… Dasar ulo.. he.he.he.he…

JAMAN INTERKOM-an Seiring dengan ramainya radio 2 meteran, mulailah sebagian briker yang gak punya HT atau sering ngebrik tapi minjem, untuk reka-reka agar bisa ngebrik sendiri. Interkom adalah pilihannya. Anda pasti ingat ketika antar kampung terjulur kabel, bahkan hingga 4-5 kanal jaringan interkom, yang semuanya dimaksudkan agar bisa menjalin komunikasi seperti briker 2 meteran. Namanya kesenangan, pasti diragadi habis-habisan.

Segi positif komunikasi adalah nambah relasi dan merekatkan hubungan antar warga sekitar. Tapi efek negatif pun mulai bermunculan. Suami yang lari dengan istri orang lain atau sebaliknya adalah salah satunya. Dan yang parah, si jagad interkom ada yang ngaco dengan cara memasukkan setrum ke jaringan interkom. Terang saja, yang pegang radio interkom langsung njenggirat karen kesetrum. Bahkan katanya ada yang sampai pingsan. Ketika suasana semakin nggak kondusif dan mungkin mulai bosan dengan suara yang itu-itu juga, pelan-2 popularitas interkom mulai surut. Hingga akhirnya berhenti sama sekali.

Nah, itulah kisah “CHATTING” Jaman mbiyen.. Asyik nggak asyik, tergantung sing ngrasakno.. Nuwun..

Popularity: 24% [?]