Bal-balan Eropa wis Mulai…… Goalll !!!!!!!!!!!!

2 Hari ini posting di milis ataupun blog sedang sepi. Mungkin karena ada libur dobel, segenap personil dan keluarga atau kolega menyempatkan diri menikmati libur. Terutama yang tinggal di kawasan metropolis, dimana kemacetan sehari-hari sudah menjadi “sego jangan” kata orang jawa alias makanan pokok harian.. Kesempatan libur ganda tak boleh dilewatkan bersama orang-orang terkasih. Sekedar untuk melemaskan oto, melepas kepenatan dan menghirup udara segar serta suasana yang berbeda. Milis dan blog prei ndhisit laah…

Malam ini saya menunggu bergulirnya liga Inggris (liga prancis sudah mulai minggu lalu) , liga jerman, liga Italia dan liga Spanyol. Liga Inggris, Italia dan Spanyol adalah liga yang sering ditayangkan di tivi kita. Meskipun indikasi tarif sewa penayangan makin mahal, nampaknya tidak menyurutkan niat pemilik tivi kita untuk memuaskan para penggila bola negeri ini.

Para bolamania tentu sudah nggak sabar untuk membuktikan aksi-2 maut pemain bola top seperti Cristiano Ronaldo, Didier Drogba, Fernando Torres, Arjen Robben atau Kaka. Bursa transfer pemain sepakbola di liga eropa nilainya kadang-kadang ” make no sense, my man..” alias ” eduannn.. duwit kok dibuang-buang..”, saat kita membaca nilai transfer pemain yang angkanya milyaran rupiah. Bahkan sempat tercetus upaya klub real Madrid untuk membeli Kaka dari AC Milan dengan angka menembus trilyunan rupiah..

Buat kita yang di Indonesia, adalah suatau berkah (?) bahwa bisa nonton liga-liga sepakbola eropa dan juga dunia dengan gratis, meski kadang mendongkol juga kalau diselingi iklan pas seru-serunya menggiring bola. Dibandingkan di negara lain, kita nggak perlu repot-2 ngrogoh kocek untuk berlangganan saluran khusus sekedar memuaskan mata dan telinga dengan tayangan spektakuler tersbut. Bayangkan, waktu piala dunia Jerman 2006 dulu, orang-2 di eropa harus rela mbayar untuk nonton, sementara kita disuguhi SCTV tanpa dipungut sepeserpun. Paling-2 tagihan listrik sedikit naik, karena tivi kita menyala lebih lama untuk ditonton ( atau kita ditonton tivi.. lantaran ketiduran duluan ? ) atau perlu duit ekstra untuk beli snack dan kopi..

Imbas dari seringnya disuguhi tayangan bola, membuat banyak anak muda Indonesia bermimpi untuk bisa bermain bola seperti idola mereka. Membuat pemain timnas kita di Piala Asia kemarin bersemangat banget untuk menegakkan bendera merah putih di Gelora Bung Karno. Meski akhirnya kalah, sementara ini, timnas asuhan Ivan Kolev ini dikenang sebagai salah satu timnas yang bersemangat baja dan tak kenal lelah..Semoga jerih payah pengusaha tivi Indonesia membawa manfaat untuk persepakbolaan negeri ini. Malu dong.. punya 200 juta orang tapi nggak bisa bikin timnas yang hebat seperti negara-negara Afrika atau Asia lainnya.. Sugeng Rawuh Dumatheng Liga Inggeris sak piturute.. Goallll…………….!!!!!!!!!

( untuk mengenang kejayaan sepakbola antar kelas saat kita kelas 1 SMA dulu…)

Memanjakan diri sendiri, kenapa tidak…?

Tadi siang selepas kerja, saat berbincang dengan seorang teman, sempat terlontar kalimat dariku…..hore..!!kini saatnya memanjakan diri sendiri. Sang teman sempat tergelitik bertanya, apa maksudnya?

Memanjakan diri sendiri, adalah istilah yang biasa kupakai saat aku merasa suntuk, capek dan bosan dengan segala rutinitas sehari-hari, mungkin di tempat kerja, di rumah, anak2 yang kadang rewel deelel. Saat-saat seperti itu, kadang kita perlu melakukan sesuatu yang bisa membuat kita merasa relax, nyaman, merdeka, mencoba menikmati hasil jerih payah kita untuk kesenangan kita sendiri (terlalu egois…..?) kurasa tidak.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memanjakan diri sendiri. Mengerjakan hobi di masa muda, berjalan-jalan sendirian di tempat yang kita sukai, makan di tempat paling enak, nonton, baca buku, memancing ataupun sekedar masuk dalam kamar, nyalakan AC, setel lagu evergreen dan pesan sama anak-anak jangan ribut , mama mau tidur. Lalu biarkan imajinasi kita melayang, menyusuri lorong ingatan masa lalu yang indah. Dijamin deh, setelah memanjakan diri kita merasa fresh dan pikiran tetap jernih.

Wacana memanjakan diri sendiri sering aku sampaikan, saat aku berinteraksi dengan perempuan-perempuan perkasa, para pekerja pabrik (di salah satu tempat kerjaku). Di sela-sela konsultasi , kerap aku jelaskan bahwa kita para perempuan boleh loh sekali-sekali menikmati hasil jerih payah kita sendiri. Mungkin menyisihkan sebagian uang hasil kerja, terus dikumpulkan dan nanti bisa dipakai untuk membeli atau melakukan apa saja yang kita diinginkan (hal yang mungkin sulit bagi mereka, di tengah himpitan beban ekonomi). Tapi tentu harus dijelaskan dan dapat ijin dari suami. Kenapa aku lakukan itu? Ya bagaimana tidak, mereka hampir tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Waktu dan tenaga mereka habis untuk bekerja di pabrik, mengurus pekerjaaan domestik di rumah, melayani suami dan anak deelel. Di usia 40an garis-garis penuaan sudah terukir jelas, kulit yang keriput, wajah yang kuyu, mungkin inilah gambaran banyak perempuan Indonesia di tengah beban ekonomi yang begitu berat.

Pernah ada kejadian, setelah berbincang tentang perlunya memanjakan diri sendiri. Beberapa waktu kemudian, ada salah satu pekerja yang datang berkonsultasi, dia datang dengan wajah yang merah seperti kepiting rebus (sepertinya alergi obat), setelah kutanya..kenapa wajahnya bu, kok jadi merah gitu?….Si ibu sambil malu-malu bilang,..kata dokter disuruh memanjakan diri sendiri, saya pengen wajah saya jadi putih, tapi kok jadi gini?….alamak!!!! Salah siapa?

Jadi teman, kalau kita lagi suntuk atau bingung nggak tahu mesti bagaimana, boleh kok kalau mau memanjakan diri sendiri….? Siapa takut….?

Atau mungkin ekos kangen berat sama aku, boleh aja memanjakan diri sendiri terbang dari borneo ke surabaya, tak jemput awakmu Coz!! Ha…ha…ha….

Mau tahu yang kukerjakan untuk memanjakan diri hari ini? Hmmm. ikutan spa dengan aromaterapi……duuh nikmatnya dunia……..