Archive for the ‘Cerita-cerita Enteng’ category

Kematian yang sia-sia…

March 13th, 2008

Dua hari yang lalu (Selasa 11 Maret 2008) di harian Kompas ada berita yang menyebutkan 35 orang telah tewas akibat kecelakaan lalu lintas di DKI (atau Jabotabek) akibat adanya lubang-lubang di jalanan.. belum lagi bicara tentang ratusan orang cedera.. (sorry gak dapat link-nya).. terus tempo hari ada truk container terbalik..dan banyak lagi yang semua bermuara dari lebih banyaknya lubang daripada jalan benernya.. lebih ironis lagi di berita Kompas Rabu 12 Maret, pendapatan DKI dari pajak kendaraan ini mencapai Rp 4,58 trilyun.. yak, bener TRILYUN.. itu duit semua lho, gak ada yang daun..hehehe..

Kalau ditelaah lebih dalam lagi sebenarnya angka-angka tersebut bukan sekedar angka statistik yang mati. Saya melihat ada potensi bangsa yang dirugikan disini akibat adanya pembiaran lubang-lubang berdiri menganga oleh pemerintah (pusat ataupun pemda).. saya tidak kenal satupun yang meninggal.. bagi yang ditinggalkan, bila yang meninggal adalah pencari nafkah utama (ayah), bisa dipastikan sang ibu pasti terpontal-pontal mencari nafkah untuk anak-anaknya..untuk biaya sehari-hari, biaya sekolah dll.. bisa jadi sang anak terputus sekolahnya karena kekurangan biaya.

Kembali ke potensi bangsa tadi. Maksud saya adalah, bagaimana jika seandainya kecelakaan tidak terjadi.. untuk skala yang lebih kecil, tingkat keluarga.. maka pemasukan keluarga akan tetap lancar, biaya sehari-hari tertutupi,anak-anak bisa sekolah setinggi mungkin. Untuk skala yang lebih besar, bangsa dan negara..bagaimana seandainya.. satu saja diantara korban yang tewas itu sebenarnya orang yang pintar dibidangnya.. taruhlah misalnya peneliti dibidang obat-obatan.. yang sebenarnya dibenak orang tersebut sedang berpikir untuk menemukan obat untuk penyakit kanker atau HIV/Aids.. atau orang tersebut adalah seorang calon pebisnis ukm yang sedang merintis usaha, yang mungkin saja pada nantinya akan merupakan usahawan sukses yang bisa menyerap ribuan tenaga kerja.. atau anak dari korban ternyata pinter, dan pada suatu saat bisa menang hadiah NOBEL.. atau banyak lagi seandainya seandainya yang lain… tapi tidak dapat terjadi karena adanya kematian yang dini akibat lubang-lubang jalanan..

Ini yang saya maksud sebagai POTENSI BANGSA yang dirugikan dengan adanya kematian yang sia-sia tersebut..Padahal ini baru ngomongin korban yang disekitar Jakarta aja.. belum diwilayah lain..

Mungkin nanti akan ada yang berkomentar bahwa kematian adalah takdir dan kita tidak bisa menghindarinya.. memang, tapi “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu merubahnya sendiri”.. Kita bisa lihat bahwa di negara-negara maju tingkat kecelakaan bisa ditekan seminim mungkin karena mereka menerapkan aturan-aturan yang ketat.. (dan juga jalan2 yang mulus)..

Seperti SBY pernah bilang, “Kalau negara lain bisa kenapa kita tidak bisa”.. Ditunggu keseriusan pemerintah dalam menghindarkan rakyatnya dari kematian yang sia-sia ini.. Kalau DKI sich sekarang sudah punya ahlinya..he..he

Popularity: 26% [?]

TERIMA KASIH CINTA : Sebuah renungan dari Ika Listyaningtyas

March 12th, 2008

Poster Filem ayat-ayat cinta ”cerita renungan ini adalah coretan Ika Listyaningtyas Van Gebang…angkatan 88..katane sih belum ndaftar di Blog sehingga blon bias upload..so dia titip untuk diuploadkan…sudah lama seharusnya tulisan ini di upload ..berhubung saat ini lagi ada momentum meledaknya filem ayat-ayat cinta..kayaknya tulisan beliau jadi relevan banget…check this out”

Di penghujung bulan February ini, ……. Ada sedikit coretan yang sekedar ingin kutuang, untuk menggores satu percikan tentang bulan yang penuh dengan cerita, terutama bagi para pemuda pemudi…seperti kita-kita waktu 20 an tahun yang lalu kali yee…

Pagi masih teramat pagi, maklum kota Depok termasuk daerah bagian Jawa yang paling bontot terima cahaya hangat itu …. Kasak kusuk terjadi disana sini, maklum anak-anak SMA dengan segala ceritanya,

aku kadang hanya bisa tersenyum dalam hati saat kadang secara tidak sengaja telinga ini mendengar bisak bisik mereka, dan obrolan mereka tentang cinta. CINTA???? Yo’i…yang kata orang sih, satu rasa yang tak akan pernah berubah sepanjang masa…. (Berubah sih enggak…tapi ngebunglon???…hehehe)

“Bu, cinta itu apa?” Tanya salah seorang anak didikku..Aku yo kaget, karena tadinya dia kupanggil ngadep hanya untuk sekedar menanyakan kemerosotan prestasinya. Dengan sedikit agak nyengir aku coba aja masuk ke dunianya. CINTA??? Apa ya????

Meluncurlah cerita tentang cinta yang dirasakan pemuda di depanku, sambil mendengarkan dengan penuh pengertian aku perhatikan sosoknya. Tinggi sedang, badan tegap, Kulit agak sawo matang, bersih, rambut sedikit ikal, hidung mancung….ah…cakep juga, tapi… kenapa dengan cintanya????

Akhirnya dengan kekuatan yang setengah menerawang dan kata-kata penuh keoptimisan aku sampaikan padanya ” sekarang kan sudah kelas III, di kesampingkan dulu lah!!! Tak kan lari gunung di kejar, kalaupun jodoh tak kan kemana, yang penting sekarang.. Fokus dan berprestasilah” Klise…sangat klise…padahal lho, semua itu kan juga tetap harus diikhtiarkan..yo enggak???

Kalo menyikapi saat usia sudah banyak begini…Aku meng iya kan, tapi sempet terlintas jua, dulu saat masih se usia mereka????, aku bertanya juga dalam hati…mbiyen aku piye yo??? Hehehe “Tahu enggak mbak, gara-gara aku gak bisa ungkapkan perasaanku pada orang yang dulu kucintai, aku benar-benar kehilangan dia!!” kata salah satu teman wanitaku beberapa bulan yang lalu, waktu ada acara talk show tentang cinta di salah satu sekolah di Depok.

“Yaaaeyaaalaaah, zaman kita kan pamali, nekad begitu” komentarku padanya sambil ketawa ngikik…walah walah..Gak kebayang!..nembak cowok gitu loh!!! Kalau di terima? Kalau dianya nyengiiiir doang….Phyuuuh!!!! mau disembunyikan dimana muka ini, ke sekolah pake masker or ber topeng??

Cinta memang ternyata banyak warna, dan aku berterima kasih banyak pada sang cinta, sang Maha penuh Cinta…seiring perjalanan sang waktu aku memahami apa itu cinta (Versi masing-masing bisa gak sama lah)..cinta kasih orang tua, karena saat ini aku berada di posisi seperti mereka, cinta sahabat, yang ternyata hingga saat ini masih terjaga rapi (…tak cangking awak2mu rek…), cinta seseorang yang dikirim Allah untuk temani hari-hariku, cinta seorang putri yang diamanahkan oleh Sang Maha Cinta padaku…..dan koq aku jadi teringat kisah teman wanitaku tadi, sambil mencoba meng explore diri, meneropong hati, mencuri kejujuran diri… Jangan-jangan, sebenarnya ada yang masih menempati sudut hati, yang bisa jadi ternyata kisahnya seperti yang tertulis diatas tadi…’ora tekan’ hehehe…. Heiiiii….atau…. ada juga yang ternyata saat ini tengah berbaris di belakangku????

Popularity: 32% [?]

This Used to be My Playground…

March 11th, 2008

Sebenarnya iki tulisan rodo kasep pisan..(sakdurunge dikomentari hehehe)..Lebaran 2007 kemarin, anak-anakku ngajak main ke sungai.. sudah beberapa kali saya menyampaikan kalau rumah Kakek & Nenek dekat sungai. Saya menjanjikan dua atau tiga hari kemudian dengan catatan mereka bisa bangun pagi.. 

Hari yang dinantikan tiba, seingat saya Sabtu. Pagi-pagi kami berangkat dari rumah menyeberang jalan Moh Seruji terus ke arah bagian belakang Diploma (?) ke kali Bedadung. Sudah lama sekali saya tidak main kesana.. mungkin sekitar 20 an tahun. Jalan menurun sedikit curam. Dulu sewaktu aku SMP dan SMA masih sering main ke seorang sahabat yang kini telah tiada. Dulu kalau main petasan di jalan-jalan sering dimaki orang, maka kamipun mainnya di kali Bedadung ini. Dulu jarak antara bibir sungai dan rumah lumayan jauh, sekarang .. sudah dekat sekali. Bukan karena sungainya semakin lebar, tetapi karena orangnya sudah semakin banyak.. 

Begitu tiba ditempat..yak ampuuun !!..aku lupa.. sudah terlalu lama memang tidak pernah kesini… jam-jam gini ini khan waktunya orang lagi mandi.. banyak cewek-cewek, ibu-ibu, cowok-cowok, bapak-bapak.. semua orang dah ada disini.. kayak permen Nano Nano  aja, ramai rasanya…  diantara batu-batu besar dan kecil.. aku jadi malu sendiri..he..he..he.. maklum sudah lama gak mandi di kali..sudah lama gak main di kali..  

Akhirnya kami mbalik kucing..pulang lagi.. menunggu agak siangan.. kira-kira jam 10 kami sudah tiba ditempat semula.. masih ada orang-orang mandi tetapi tidak sebanyak pagi tadi..

Anak-anakku senang banget bisa mandi dikali.. pengalaman pertama yang sangat mengasyikkan.. kasian ya anak-anakku ini.. mau mandi dan main di kali aja nunggu diajak pulang kampung dulu.. sewaktu aku masih kecil,  dulu kalo mau main ke kali ya tinggal berangkat.. kalo gak ke kali Bedadung ya yang di daerah belakang rumah.. gak tau namanya, tapi kalau dari arah Patrang ke arah Tebek.. gak terlalu jauh dari RS dr Soebandi.. 

Atau kalau pas ke rumah kakek & nenek di Yosowilangun, Lumajang, kami sering main-main di kali Bondoyudho yang hanya sepelemparan batu dari  rumah.. main gedebog pisang.. cuman heran aja dulu, kalo dinaikin koq tenggelam juga tuh.. gak kayak di filem-filem..hahaha..Kalo jaman dulu siapa sich yang gak pernah mandi di kali..?  Bisa dibilang itu tempat bermain alternatif selain di halaman rumah (dan halaman rumah tetangga).. 

This used to be my playground This used to be my childhood dream This used to be the place I ran to Whenever I was in need of a friend Why did it have to end And why do they always say

Don’t look back Keep your head held high Don’t ask them why Because life is short And before you know You’re feeling old And your heart is breaking Don’t hold on to the past Well that’s too much to ask….(Madonna:  This Used to be My Playground – OST A League of  Their Own)

Popularity: 20% [?]

Kantin Jember.. kini tinggal kenangan…

March 5th, 2008

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan  teka-teki dari seorang teman .. “Apa yang kasih isyarat belok kiri tapi beloknya ke kanan, kasih isyarat belok kanan tapi beloknya ke kiri..?” 

jawabannya… GATOTKACA…. bener juga si Gatot itu kalau tangane ndhaplang ke kiri & kaki kirinya diangkat doi malah belok zigzag  ke kanan, begitu sebaliknya….

 hahaha.. ingatanku  melayang ke masa kanak-kanak.. awal-awal SD.. ketika itu aku punya koleksi komik-komik wayang yang berupa komedi.. semar, gareng, petruk, bagong..  ceritanya tidak panjang-panjang… paling-paling 2-4 halaman terus ganti cerita..cerita-cerita konyol terutama tentang Petruk & Gareng.. kira-kira kalo sekarang mirip dengan buku-buku Doraemon.. 

Juga ada cerita-cerita  wayang yang lebih serius (kalo gak salah karya RA Kosasih, tapi bukan yang buku tebal).. disitu diceritakan Gatotkaca yang sakti mandraguna.. otot kawat balung wesi  (keringet wedang kopi..hehe).. bisa terbang.. 

Visualisasi di komik dimana Petruk yang hidungnya panjang banget dan Gatotkaca yang bisa terbang membuat saya pingin sekali nonton yang sebenarnya… masa’ sich ada orang hidungnya panjang.. masa’ sich ada orang bisa terbang ..seingatku Ayah yang ngasih tahu kalo ada pertunjukan wayang orang dimana kita bisa ngelihat Petruk dan Gatotkaca.. tapi dimana ?? ada yang tahu  ?? 

Di Kantin… yup, disana dulu tiap malam minggu ada pertunjukan wayang orang.. Kantin ini lokasinya kalo dari alun-alun kearah Pagah..lewat SMP 2, lampu merah.. satu gedung lagi (PLN ??).. dah, disitu sebelahan .. gedungnya berwarna hijau tentara..  

Penasaran banget saya dengan bayangan saya terhadap Petruk dan Gatotkaca ini.. begitu pertunjukan sudah dimulai saya jadi agak kecewa.. ternyata si Petruk hidungnya biasa-biasa aja.. dan Gatotkaca juga gak terbang..Gatotkacanya kapan terbang? . koq gak terbang-terbang sich?.. aku tungguin terus sampe selesai..tetap gak terbang juga.. busyet dech.. kuciwa aku.. pertunjukannya pakai bahasa jawa kromo inggil.. dimana saya tidak biasa mendengarnya, sehingga agak kesulitan juga untuk mengerti..  

Sampai dirumah saya ceritakan ke anggota keluarga yang lain kalo si Petruk ini hidungnya gak kayak di buku…hidungnya biasa-biasa, kayak kita juga.. ha.ha.ha ..  Tapi ya itu.. dasar anak kecil.. saya masih penasaran .. siapa tahu Petruk ada yang mancung  beneran.. dan juga  saya suka nonton tariannya maka saya masih sering nonton wayang orang ini.. biasanya acara ini selesai sekitar jam 11-12 malam…   

Sudah bertahun-tahun kantin tersebut hampir tak bersisa.. bahkan saya kira bangunan utamanya sudah hancur..dan ditutupi seng.. tinggal bangunan sebelah selatan yang masih dipakai untuk pangkas rambut.. (entah Toko Buku Santo Yusup yang dibalik itu masih ada atau nggak..) 

Seperti nasib berbagai tempat pertunjukan kesenian tradisional di kota-kota lain di Indonesia, Kantin di Jember inipun kini tinggal kenangan…  

Sayup-sayup terdengar suara (alm.) mas John Lennon.. 

There are places I’ll remember all my life

Though some have changed

Some forever not for better

Some are gone and some remained

All these places had their moments………

(In My Life – The Beatles)

Popularity: 33% [?]

Makanan, jajanan dan ketemu artis

October 26th, 2007

dsc00243.JPGdsc00235.JPGdsc00224.JPGdsc00218.JPG

Satu gambar bisa bercerita banyak hal, mau dibuat satu dua kalimat bisa, mau bermain dengan kalimat-kalimat puitis dan indah ala Andrea Hirata pun oke. Terserah saja. Begitu juga gambar-gambar yang sempat kujepret di atas. Aku memberi kesempatan untuk berimajinasi terhadap gambar di atas.

Dan ada sedikit cerita perjalanan ke Makasar kemarin, memenuhi request Ekos. Berikut ceritanya adik-adik sayang…..

Mudik ke Makasar kemarin, sebenarnya cukup lama juga, sekitar 10 hari. Tapi karena salah prediksi, akhirnya ada beberapa hari yang terlewatkan di rumah saja. Jadi terasa singkat, karena ada beberapa tempat makanan yang wajib dikunjungi saat ke Makasar tidak sempat dicicipi karena terbatasnya waktu.

Beberapa makanan yang sempat dicicipi selama di sana, adalah pisang eppe’ di Tanjung Bunga, coto Makasar, dan sop konro. Agak menyesal karena belum sempat mencicipi ikan bakar khas Makasar di Pohtere’. Tempat terakhir ini, beberapa waktu lalu sempat dikunjungi oleh SBY. Tempatnya biasa saja sebenarnya, di daerah pelabuhan dan perkampungan nelayan tradisional tapi soal rasa……rrruarr biasa! Enyak-enyak…! Buat yang mau ke Makasar jangan lupa ikan bakar di Pohtere’ .

Sop konro yang terkenal sop konro Karebosi. Malam itu, rame-rame ke tempat tsb. Saat asik makan, tiba-tiba beberapa orang lelaki masuk berombongan. Dan duduk pas di meja sebelah kami. Agak surprise karena mereka adalah The Titans…….Wah, heboh sekali orang-orang yang duduk di meja kami. Opo maneh aku. Anakku tak provokasi untuk foto dengan mereka. Akhirnya aku pasang wajah ramah dan sedikit SKSD jadilah anak2ku berfoto sama mas Andika cs. Guanteng-ganteng tenan arek-arek saiki…..

Sayang juga, aku belum sempat menikmati coto kuda, karena belum-belum sudah dibilang nanti begini begitulah. Ya sudah, tamune nurut ae. Pun juga teddong palu basa, gagal juga diicipi. Padahal sudah mau membuat reportase buat Rizal. Sori dik, ntik pasti kucoba deh. Atau barangkali Rizal dulu yang sudah mencicipi, bisa cerita ke saya.

Popularity: 9% [?]

TELEVISI

October 24th, 2007

TELEVISI

Mohon maaf atas kalau mengganggu..

Walau jarang nonton karena waktu habis untuk bekerja dan bermacet ria di kota jakarta, selintas tayangan nya sudah membuat kami para orang tua resah. Rasa khawatir selalu membayangi, ketika kekerasan fisik dan mental, sinetron percintaan anak2 kecil berseragam secara vulgar tampil dilayar kaca, cerita mistik yang membuat syirik. Sungguh tayangan-tayangan tidak bermutu dan tidak menididik, bahkan membodohi. Memang ada TV yang berusaha untuk membuat yang tayangan yang baik…seperti Metro dengan Eagle award..dll, atau acara semacam cerdas cermat jaman dulu…

Tidak bisa dipungkiri bahwa menyuburnya kekerasan yang terjadi saat ini juga akibat pengaruh tayangan Televisi. Penetrasinya sungguh luar biasa

Orang “bijak..?” berkata:Ya…masyarakat kita kan sudah dewasa…sudah bisa memilah mana yang baik dan mana yang harus dihindari. Hmm masih saja berkilah…

Satu cuplikan berita Suara karya (4/1007);Menanggapi sorotan tajam Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap tayangan sinetron di TV swasta, Ketua Umum Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) KAMI ILYAS balik menuding KPI belum maksimal pengontrolan terhadap tayangan-tayangan Televisi. Dari 10 TV swasta hanya 3 yang keuangannya mapan, 7 diantaranya payah, bahkan diambang kebangkrutan. Untuk 7 TV tersebut pasti lebih memilih acara yang “diminati” masyarakat yang memiliki rating tinggi.

Untuk orang tua macam saya dan istri yang harus mengayuh sampan berdua, kegelisahan makin menjadi ketika saat tertentu terdengar kata2 “aneh” dengan nada tinggi keluar dari si kecil. Setelah ditanya dari mana asal kata “aneh” tersebut, jawabnya televisi.

Kita semua adalah korban, apakah kita hanya bisa mengeluh seperti tulisan ini, atau kah kita bisa berbuat lebih….KPI hanya bisa menghibau, MUI begitu, bahkan Presiden sekalipun….

Kekuatan sebenarnya ada ditangan kita semua….Apakah perlu hari tanpa telivisi…bayangkan kekuatannya….berapa puluh bahkan ratus juta kerugian TV swasta….kita bisa menekan mereka….kita bisa membuat mereka membuat tayangan yang lebih baik….untuk anak kita, untuk masyarakat kita.. Ekos dan temen2 ..pls…kalian pasti punya ide yang lebih cemerlang..

Aku ingin membeli tv 72 inchi…Untuk bisa aku nikmati….Bersama sanak famili….Menyenangkan punya televisi…Lihat dunia yang berwarna-warni…Asal jangan acaranya basi….Cuma bikin keqi…Aku ingin muncul di tv…Buat acara sendiri…Bukan gossipnya selebriti…Harus yang lebih berisi (TELEVISI by NAIF)

Popularity: 11% [?]

IDUL FITRI 1428 H dalam kenangan (posting ulang..)

October 22nd, 2007

( He..he..he, judule kurang kreatif. Njiplak tulisane Jeng Sevi )

Untuk alasan yang cukup kuat, Idul Fitri 1428 ini adalah tahun ke-2 saya nggak pulang ke Jember. Tahun 2007 merupakan tahun penuh ujian, khususnya pasca kecelakaan Mei lalu, yang mengharuskan saya untuk pensiun sementara dari jalanan Magelang – Wadaslintang.

Vonis dokter yang mengharuskan saya menjalani operasi pencabutan pin dan sekrup dari lutut saya, pada Juni 2008 nanti, membuat saya menahan hasrat untuk bisa bersua dengan keluarga serta sanak kerabat lainnya di hari raya Idul Fitri, yang begitu dinanti oleh kebanyakan masyarakat kita.

Sebenarnya, dari sudut pandang lain, mudik menjelang Idul Fitri menimbulkan “ketakutan” tersendiri bagi sebagian orang. Di layar Tivi atau di radio, setiap hari dilaporkan bagaimana situasi menjelang lebaran di pelabuhan, stasiun atau bandara. Repotnya, sumpeknya, gerahnya, ruwetnya serta amarahnya orang-2 dalam upaya “ngalap” berkah lebaran. Bahkan sampai-2 puasa ramadhan di 10 hari terakhir jadi terkikis kekhidmatannya, sekedar untuk bisa mudik.. Emann tenan..

<

p> Bersyukurlah bagi teman-2, yang tahun 2007 ini bisa mudik ke tanah leluhur masing-2 tanpa perlu mengalami kerepotan seperti yang tergambar di layar tivi anda. Perjalanan yang nyaman dan menyenangkan adalah idaman, meski diakui tidak semua bisa mendapatkan..

<

p> Idul Fitri tahun ini merupakan berkah ( dan cobaan ) bagi saya. Kejutan pertama datang pada hari Minggu, 7-10-2007. Ibu dan adik-2 saya datang dari Jember. Alhamdulillah.. Rasa syukur yang tak tergantikan. Betul-2 kejutan yang menyenangkan.. ditiliki wong tuwo, adik-adik lan keponakan sing lucu-lucu. Kemeriahan selama 3 hari 2 malam di Magelang, betul-2 terasa seperti seteguk air di padang tandus.

<

p> Malam itu juga, kami melepas rindu dengan bertukar kabar masing-2, cerita-2 seru masa lalu dan masa kini. Nggak Cuma yang tuwo-2, sing cilik-2 juga nggak mau kalah, ngobrol sampai jam 1 malem. Dan subuh sudah bangun, langsung ambil sepeda dan main bareng sampai siang. Bisa dibayangkan, terakhir ketemu Januari 2005 saat masih umur 3 dan 6.5 tahun, sekarang sudah umur 4.5 dan 8 tahun. Jann ngecipriss buangett ngobrolnya..

<

p> Akhirnya, Rabu 10-10-2007, rombongan Jember harus kembali ke base camp di Jalan Nias III/5.. Buat yang gede, bisa melepaskan kepergian rombongan dengan lila legawa. Sing repot adalah mbujuk cilikane.. mesti pake tipu-2 karena sudah mau katut ikut ke Jember. Syukurlah kalau akhirnya “ Problem Solved.. “ Rumah kembali sepi, untuk sementara tak ada lagi canda tawa serta teriak gembira bocah-2 cilik.. Tapi itu tak berlangsung lama. Kesibukan lain pun menunggu.. “Ketegangan” menunggu ketetapan Pemerintah “ Jum’at atau Sabtu lebarannya.. ? “ bersyukurlah buat teman-2 yang sudah punya ketetapan hari, sehingga bisa mudik dengan tanpa was-was lagi.

<

p> Tiap kali ada liburan lebaran, bagi kami petani-petani ikan di wadaslintang, mesti sedikit tegang nunggu ketetapannya. Ngurusi ikan ibarat ngurusi bocah, nggak boleh lengah agar masalah bisa dihindarkan dengan sebaik-baiknya. Piket jaga dan piket ngasih pakan mesti diatur, agar target produksi tetap terpenuhi. Mungkin petani ikan bisa dianggap orang-2 yang mbalelo sama kebijakan Pemerintah yang “kontra produktif” dalam hal cuti bersama. Tobat kalau liburnya pemerintah dituruti, ikannya bisa “gering” ora ndaging.. Makanya, tiap ditanya soal cuti bersama, jawabannya selalu sama : “H +2 sudah masuk kerja”.. Nek iwak ora kopen, awak yo iso ora kopen pisan sedulur….

<

p> Akhirnya Idul Fitrinya tiba. Masjid Jami Magelang agak longgar, karena sebagian Saudara kita sudah Shalat sehari sebelumnya. No problem….. Yang jadi problem adalah sebagian saudara kita yang Jumat sudah nggak puasa, tapi Sabtu baru Shalat ‘Id-nya.. Mon oreng madureh ngocak : “KARDI” alias “ KARepa DIbik”. Sedih lho melihat mereka bikin aturan sendiri. Alasan yang dilontarkan cukup menggelikan “ Lhah.. timbangane salah loro, mendingan salah siji..” Mas’udnya : Daripada berdosa karena puasa di tanggal 1 Syawal, yang susah untuk menghapus dosanya. Lebih baik berdosa karena tidak puasa 1 hari, yang lebih mudah menebusnya.

<

p> Akhirnya, mereka-2 ini mengambil keputusan sendiri dengan sudah nggak puasa karena takut dosa haramnya puasa 1 Syawal, tapi Shalat ‘Id pada hari berikutnya karena takut dirasani tonggone.. Ahh… Subhanallah…. Padahal, dari beberapa pendapat yang bisa dipercaya, bila sudah yakin dengan satu ketetapan, mesti mengikuti ketetapan itu secara menyeluruh. (Buat teman-2 yang mantap dengan pilihannya.. Good Choice, My Friend )

Kalau nuruti kemauan sendiri, bukannya cuma salah satu, malah salah semua pemikirannya. ( Correct me If I’m wrong ). Hal ini menjadi kegelisahan saya, karena pendapat-2 awam yang seperti ini kurang mendapat tanggapan media massa. Hanya perselisihan tanggal saja yang punya porsi besar di halaman-2 utama mereka. Kasihan kan.. Orang bingung, jadi tambah mbingungi..

<

p> Maaf, kalau kegelisahan ini saya tulis. Saya anggap kita semua yang nge-blog disini cukup punya wawasan luas. Sehingga bisa mengerti masalahnya. Ini bukan SARA lho, Cak, Mbakyu.. Tapi masalah ini benar-2 ada di sekitar panjenengan semua. Silakan diperhatikan pada Idul Fitri mendatang, andaikata ada indikasi perbedaan penetapan harinya, akan banyak orang-2 yang bersikap begitu.. So, masalah ini menarik untuk diperhatikan sekaligus dikomentari demi kebaikan bersama.. Setuju ?

<

p> Nah, cool down lagi.. Hingga akhirnya tanggal 16-10-2007, saya berkesempatan sowan ke Dalem Kasepuhan Sawit Sari Anggrek Bi Tri Ngayogyakarta Hadiningrat. Adalah KGPGW ( Kanjeng Gusti Pangeran Gedhe Wetenge) Eko Guevara Setiawan yang menyambut sendiri kehadiran saya bersama keluarga. Suasana hangat mengiringi obrolan-2 kami. Waktu sejam berlalu tanpa terasa, hingga pertanda mahrib akan tiba mengingatkan saya agar segera undur diri pamitan untuk kembali ke Magelang. Setiap kali ketemu teman lama, selalu saya upayakan untuk bisa berfoto bersamanya, agar semua bisa tahu seperti apa kondisi real-nya teman kita sekarang ini..

<

p> Ahh.. sudah cukup panjang yaa.. Stop disini dulu. Ngasih kesempatan yang lain untuk nulis atau ngomentari.. Tulis.. tulis..tulis……….

Tabik..

Popularity: 94% [?]

Antara meminta dan memberi

October 7th, 2007

Lebaran tinggal menghitung hari. Seperti sudah lazim dan menjadi budaya (sejak kapan ya?), kebiasaan mengirim parcel dan bingkisan lebaran tampak marak di mana-mana. Larangan pemerintah untuk mengirim parcel kepada para pejabat, tampaknya hanya membuat tiarap sesaat saja, karena banyak pihak yang berkepentingan dengan berkirim parcel. Mulai dari pengusaha parcel, produsen mamin dan pernak-pernik parcel, para pejabat, pengusaha dan jaringannya yang memiliki banyak kepentingan.

Saya tidak mengerti dan sering bertanya sendiri, apakah dengan berkirim parcel menunjukkan bahwa masyarakat kita adalah masyarakat yang mempunyai budaya untuk saling memberi atau budaya untuk meminta atau budaya tidak punya malu?

5 hari yang lalu, klinik tempat saya bekerja mendapat surat resmi dari kelurahan dan koramil setempat (kebetulan lokasinya persis di depan klinik saya), yang meminta secara terus terang untuk mengirim bingkisan lebaran buat kepala desa dan perangkatnya. Bingkisan harus sudah diserahkan paling lambat tgl 5 oktober di kelurahan. Tentu saja permintaan tsb. ditolak mentah2 oleh bos saya. Begitu juga surat dari koramil, beberapa hari setelah surat dikirim, seorang anggota koramil datang ke tempat saya untuk menanyakan respon surat. Respon dari bos saya idem.

Hal serupa juga dialami oleh perusahaan tempat suami saya bekerja (dan mungkin juga banyak perusahaan lain). Adalah hal yang rutin, jika setiap tahun perusahaan2 selalu diminta oleh kelurahan, kecamatan, polsek, koramil setempat (dengan dalih untuk keamanan lebaran) untuk mengirim bingkisan bagi komandan dan aparatnya serta lurah, camat dan perangkatnya. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan berlaku sampai sekarang.

Kalimat apa yang tepat untuk kasus di atas?

Bukan saya hendak mendiskreditkan pihak2 tertentu dengan menuliskan nama instansi di atas. Tapi suka tak suka, mau tak mau itulah yang terjadi di tengah-tengah kita. Jadi tidak perlu ada yang marah atau kebakaran jenggot. Sekedar untuk tahu dan menjadi renungan saja. Pun juga tidak perlu kita menggeneralisasi kondisi itu, karena saya yakin selalu ada perkecualian di dunia ini.

Buat yang memang ingin berbagi rejeki atas nikmat yang sudah diberikan Allah, mungkin berbagi dengan orang-orang yang dekat dan ada di sekitar kita lebih terasa nikmatnya. Mungkin kepada bapak pengangkut sampah yang sudah bekerja menjaga kebersihan sekitar rumah, penjaga keamanan yang ada di lingkungan rumah, OB di tempat kerja yang dengan berpeluh-peluh membuat ruangan kerja kita jadi bersih dan wangi, penjual sayur keliling, atau abang becak yang mengantar jemput sekolah anak2.

Jadi, kalau parcel diidentikkan dengan saling memberi dan berbagi, yang hanya diberikan saat lebaran. Ada hal lain yang lebih bernilai dan lebih langgeng dengan berbagi yang bisa kita berikan setiap saat tanpa perlu menunggu lebaran tiba. Bukankan senyum, sapaan ramah dan tulus, sekedar berbincang sejenak dengan orang-orang yang dekat dan ada di sekitar kita adalah hal indah yang bisa kita lakukan sehari-hari?

Selamat bersiap-siap mudik, jaga kesehatan buat semuanya, maaf kalau ada kata yang tak berkenan. Selamat lebaran.

Popularity: 6% [?]

SARAPAN ….berjuta rasanya…

August 29th, 2007

Isuk-isuk wis dijak mbahas makanan enak…sopo maneh lek gak cak Amal sing takok tentang Sate Kambing Barunawati di depan Pelabuhan Semayang Balikpapan yang ketenarannya sudah sampai ke tanah priangan sana….lha tambahan maneh pagi ini Balikpapan lagek udan dueress sokok subuh mau…suasana yang menggiurkan untuk ngobrol pagi hari sebelum menyongsong tugas yang cukup banyak menjelang posoan iki ( lek iso posoan kerjaan menipis gak padet lagi..ben isok ngibadah maring Gusti kang moho Agung…cieeeeee…niat yang begitu mulia….)….mak blebet our lovely CSM (cleaning Service Manager iki plesetan soko Customer Service Manager…jabatan yang pernah disandang our Boss janar Siswanto) kalo dikantor lain adalah OB, lewat di ruangan…”..sini-sini…beliin sarapan dong” Koncoku manggil …”beli apa pak?”….”..belikan Nasi Kuning untuk Sarapan ya?” perintahnya…..nah kusambar aja moment itu “..emang ada yang mau Tahlilan nih pakek nasi kuning sagala tea?…dasar bubuan Banjar”….” sialan lu dasar Jember NU pikirannya tahlilan melulu?”..wkkkk…wkkk…wkkk…seisi ruangan gerrr-gerran… nah secepat kilat topik pembicaraan beralih ke masalah sarapan ini…yang ternyata emang berbeda didaerah-daerah luar Jember…

Aku jadi ingat dengan sarapan di Jember …standar umum kalo kita sarapan di warung saat itu adalah Nasi rawon ato nasi Pecel…mulai dari warung Yu Ti di NGebang…Warung Rambo di belakang SMA kita ato warung penyedia sarapan di antero Jember pasti akan menyediakan menu legendaris ini ….bahkan ketika di dulu masih sering nitip motor di rumah Balok alias Marsudi yang rumahnya di belakang Polantas Jember depan SMA kita..kita sering banget disuruh sarapan disono sama ibuknya yang baik banget dan ketemunya ya Pecel utowo Rawon….

Kalo saat di Jogja dulu sarapan yang paling umum adalah Gudeg Jogja yang manis banget itu…pertama kali ngrasain sarapan gudeg ya saat diajak Edy Arjanto …kita makan gudeg Jl. Kaliurang yang penjualnya duduk di Lintjak bolong…menu kos-kosan adalah nasi+gudeg+krecek lombok+ayam suwir (daging ayam hasil cabikan paha utowo dhodho menthok…jadi bukan ayam utuh) ditambah tempe…ato telur “mendelik”…itu-tuh telur rebus yang diparo….rasanya sih udah gak manis banget….sekarang sih menu sarapan ini dah bervariasi ada SGPC (segoPecel), bubur ayam,ato nasi remas Stereo ..eh Nasi rames stereo (sego tempe loro) …..

Saat tinggal di Semarang menu sarapannya beda lagi …kalo pas gak sarapan dirumah mesti beli Soto Bangkong plus sate kerang yang mak nyuss….utowo nasi Pindang ( ini bukan nasi campur iwak pindang lho)…kalo di Semarang menu untuk sarapannya banyak didominasi makanan dengan kuah-kuahan yang mbludak seperti daerahnya yang sering kebanjiran…kalo lagi di Pekalongan (pas dinas) makanya Nasi Lengko ..sedang di Tegal ato Brebes biasanya nasi Saoto (soto pakek taoco..kebayang gak anehnya) ..Kalo pas di Solo sarapannya sih paling enak ya nasi liwet (nasi semi mblenyek lauknya iwak pithik)…..mak nyuzzzzz….

nah kalo pas di Balikpapan….ini yang seru….sebagai daerah yang tidak ada penduduk yang bener-bener asli maka berbagai jenis masakan etnik diketemukan untuk sarapan….

Bagi wong Jowo…disini bisa pilih pecel,soto lamongan,soto ambengan, nasi remas, de el el….ya rasanya seperti aslinya deh..karena wong Jawa temur buanyak disini….

Bagi urang Banjar dan nDayak …paling prefer sarapan dengan nasi kuning dengan lauk kering tempe,sejumput mie kuning,ndok Mendhelik ditambah suiran daging ayam …dan uniknya mereka begitu menggemari weird menu ini …walo aku sering ngeledek…siapa nih yang lagi ada slametan utowo …emang sedang ada tahlilan ya?…wkkk..wkk..aneh aja gitu ngelihat mereka dengan penuh gusto menyantap sarapan nasi kuning yang biasanya di kalangan wong Jember cumak hadlir di momen-momen khusus kayak slametan,tujuhbelasan,hajian,..utowo tahlilan….

Kalo orang mBugis dan Makassar beda meneh …sarapannya Coto Makassar yang full kolesterol itu ..gimana gak…makanan berkuah yang dimakan pakek ketupat (tuh kan aneh lagi…kupatan bakdo kok mben ndino lho..) dengan kuah kental kelapa yang isinya jerohan sapi seperti usus,handuk (babat),tetelan lan sak panunggalane…wah pokoknya begitu seminggu berani sarapan ini secara simultan …maka kita akan mendelik melihat hasil medical Check up kita yang tiba-tiba angka Cholesterol darah kita yang melesat naik diatas 200 mg/l…eh iya suaminya dokter Sevi kan wong makassar..kiranya beliau sangat berkompeten menganalisa makanan heroik ini dari sisi medisnya ….tapi kalo rasanya topp banget..apalagi kalok badan kita lagi not delicious utowo terkenak meriang bellina syndrome…belilah coto makasssar tambahi sambel sekuatnya dan kecap…ditanggung meriang ilang..badan sueger..kringat ndlewer …pokoknya makanan ini betul-betul kayak nama Gruprock terkenal “Blood-Sweat and Tears” ..(bikin darah mendidih hangat,keringat(sweat) ndlewer dan airmata (tears) nyumber tak terkendali)..

Bagi Orang Manado (disini termasuk etnis besar juga) sarapan paginya adalah bubur Tinotuan (ato Bubur manado …ingat Cak Amal.. bubur Menado bukan Bibir Menado) …makanan khas kawanua ini terdiri dari bubur ditambah sayuran kangkung,bayam dan ubi sedangkan lauknya ikan asin ato tongkol (ikan today baca ikan tudeh..)..pokoknya campur dicampur menjadi satu (ah Hajjah Elly yang tau ramuannya nih)…aku belum pernah makan sih…tapi kawanku kalo makan bubur tinotuan ini pake acara merem melek keasyikan….

kalo orang Betawi/Jakarte pesen sarapannya sih standar Bubur Ayam ato Nasi uduk ato lontong sayur ..yah makanan ini sih kayak makanan yang sering dijumpai di event breakfast-breakfast hotel tapi dengan kekompletan yang jauh dibawah standar…aku pernah nyobain…tapi perasaan jado kayak orang yang lagi sakit di Jember Klinik dan diharuskan makan bubur saring ..oalah…wong sehat kok sarapannya bubur….tapi yang namanya bubur ayam jakarta ini makanan yang menjajah hampir di sudut-sudut negeri ini..lha wong terus ketemu..gak di Banjarmasin,Nunukan,Tarakan,Palu,Suroboyo..ketemu terus…kayaknya sudah jadi menu wajib sarapan hotel deh….

Mungkin yang sangat-sangat khas Balikpapan adalah sarapan Bakpao goreng ( dikenal dengan nama mantow) yang isinya daging Rusa atau payau….kalo di sini yang paling terlkenal adalah mantaow Blue Sky dan mantaow warung MIKI depan Balikpapan plaza..pernah nyoba?

Sarapan adalah ritual pagi yang harus aku lakuin…kata jurnal ilmiah…orang yang terbiasa sarapan lebih kuat daya tahannya terhadap penyakit dibandingkan yang gak suka sarapan…kayaknya bener tuh…aku saat masuk SMP dulu pernah tumbang semaput gara-gara ikut upacara penyambutan murid baru gak sarapan..wkk…wkk…wkkk…ngarang tenan to…btw penjelasan medisnya kita tunggu ahlinya dari Sidoarjo…..

So bagaimana sarapan anda hari ini?……

Popularity: 13% [?]

Buka pintu..

August 27th, 2007

buka pintu buka pintu, beta mau masuke siolah nona nona beta, adalah di mukae beta panggil tidak menyahut, buka pintu juga tidak mau siolah nona beta mau masuke he he he he buka pintu buka pintu, beta mau masuke siolah nona nona beta, adalah di mukae ada anjing gonggong betae, ada hujan basah betae siolah nona beta mau masuke he he he he Sering dengar lagu ini nggak di Jember? Dulu sewaktu aku kecil ada seorang pengamen yang sering keluar masuk kampung. Orangnya agak tua tapi dandy. Biasa pakai topi bundar (agak kayak koboi tapi gak melengkung keatas), terus baju lengan panjang warna cerah, rompi dan bersepatu. Orangnya selalu ceria..  

Berbeda dengan pengamen-pengamen sekarang yang begitu menerima uang langsung menghentikan lagunya, pengamen tua ini memang seorang entertainer sejati. Beliau  selalu menghabiskan lagu-lagunya baru kemudian berhenti. Biasanya selalu ada anak-anak yang mengikuti dibelakangnya untuk ikut menikmati suara emasnya.. buka pintu buka pintu beta mau masuke… lagu andalannya. Berkali-kali saya mendengarnya dan rasanya tak pernah bosan untuk mendengarnya berkali-kali lagi.

Pernah pada suatu saat saya sedang sendiri di rumah.. tiba-tiba terdengar suara pengamen ini.. tidak ada sepeserpun uang disaku ..mau bilang tidak ada orang dirumah, koq sayang sekali rasanya.. sayapun duduk di sepeda motor yang diteras sambil memandang beliau sambil menikmati suara emas dan gayanya bermain gitar..woww.. begitu selesai, saya baru bilang..”tidak ada orang dirumah Pak”.. ” waah, koq nggak dari tadi bilangnya” sahutnya.. Begitu dia keluar dari halaman, segera saya kunci pintu rumah dan mengikuti beliau berkeliling di kompleks perumahan kami bersama  teman-teman lainnya..“Permisi….buka pintu buka pintu beta mau masuke… ” 

Popularity: 11% [?]