DAN ANAK KECIL ITUPUN MENANGIS………..

Dari jauh tampak seorang laki-laki tua sedang berjalan, rancak beriringan bersama sandal jepitnya yang tinggal sepasang, perlahan tapi mengoreskan kesan , karena diwajahnya tampak  kesungguhan, dan dimatanya tampak penuh harapan.

Dan mesjid tua itu adalah tujuannya, tempat yang disana diharapkan ada pengakuan penhambaan dari Sang Kholiqnya.
Tiba-tiba tatapannya terhenti pada seorang anak kecil yang sedang mengambil wudhu’ sambil menangis, maka kakek itupun berkata, “Wahai anakku kenapa kamu menangis?“
Anak itupun menjawab “Kakek saya telah membaca ayat al-Qur’an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, “Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum” yang artinya, ” Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu. ” itulah sebabnya saya menangis  kek,  karena saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka” Maka berkata orang tua itu, “Wahai anak yang sholeh, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka.“
Berkata anak kecil itu, “Wahai Kakek, bukankah kakek orang yang berakal, tidakkah kakek lihat kalau orang menyalakan api,  maka yang pertama kali diletakkan adalah ranting-ranting kayu yang kecil terlebih dahulu, baru kemudian mereka letakkan kayu yang besar. Jadi tentulah aku yang kecil ini akan dibakar terlebih dahulu sebelum dibakar orang dewasa.” Kakek itupun tertegun, tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipinya, seraya berkata “Sesungguhnya anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang dewasa, maka bagaimanakah keadaan kami nanti?”
(Tanpa sadar usia ini sudah semakin bertambah dan seringkali lupa bahwa kita akan mengakhirinya)
Ya Alloh ampunilah dosa-dosa kami, keluarga kami, teman – teman kami yang telah mendahului dan teman – teman di blog ini yang aku cintai . Amin…………………………………………………
(Salam….Rofiq – Balung B3/88)

SEBUAH KERINDUAN

(Malam Jumat 20 Maret 2008)

Merinding aku dibuatnya ,ketika wajah wajah syahdu itu melantunkan -sebuah doa, berjamaah, dan penuh makna …… Tampak tatapan mereka seolah-olah jauh kesana. Menatap sebuah kerinduan………….. Kerinduan atas kekasihnya, yang telah membentangkan cahaya keimanan. Dari madinah bahkan terasa sampai di ujung timur pulau Jawa,Maka Selawatpun mengema………….. Terbayang olehku siroh perjalanannya. Terbayang olehku penghambaanya………

Ketika pintu syurga telah terbuka seluas luasnya sebagaimana dijanjikan Alloh Swt untuk baginda. Beliau masih sempat berdiri, rukuk dan sujud diwaktu sepi dimalam hari. Meski kakinya menjadi bengkak untuk kemahuan jiwanya yg tinggi Sayidatina Aisyah pernah bertanya, “Ya Rasululloh, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?” Dengan kelembutannya beliau bersabda, “Ya Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba Nya yang bersyukur.”

Subhanalloh…

(mudah mudahan kita bisa mencontohnya……….)

Terbayang sekali lagi olehku akhlaknyaYang ketika pakaiannya koyak, beliau menambal tanpa menyuruh istrinya Sayidatina Aisyah Ra pernah bercerita, “Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.” Jika mendengar Adzan beliau segera ke Masjid & segera kembali sesudahnya.

Dan pernah suatu ketika beliau pulang kerumah dalam kondisi yg lapar tapi tak menemukan apa-apa, maka Nabi bertanya, “belum ada sarapan ya Khumairoh?” Aisyah Ra pun menjawab, “Belum ada apa-apa ya Rosululloh.” Lantas Nabi berkata, “Kalau begitu hari ini aku puasa.” Tanpa sedikitpun tergambar rasa kesal di wajahnya. Karena Nabi pun pernah bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap istrinya.” Subhanalloh… (mudah-mudahan termasuk kita…)

Tersadar olehku sepotong hadist, “Sampaikan pesanku walau sepotong ayat.”

Dan saat ini Ya Rosululloh aku telah menyampaikanya walau lewat sepengal cerita

Selawat dan Salam untuk mu.

(ROFIQ BALUNG)