Tombo Sepi

PERUBAHAN NAMA KAMPUNG

Embong atawa Kampoeng Tengah? Pembatja tentoe djoega taoe jang Pembrita adaken perobahan pada adres dari kantoor boeat Redactie dan Administratie, boekan? Itoe perobahan beroepa robah “Kampoeng Tengah” mendjadi “Embong Tengah”. Sebabnja kita adaken itoe perobahan, ialah kerna djalanan jang biasanja diseboet Kampoeng Tengah djoega mempoenjai banjak gang gang di sebelah kiri dan kanannja, gang gang mana djoega dikasi nama Kampoeng Tengah, hingga tentoe ssadja bisa terbitken kekliroean kekliroean jang semoestinja tida sampe dilakoeken bila orang tida mendjadi bingoeng dengan itoe nama Kampoeng Tengah, boeat djalanan besar dan boeat kampoeng kampoeng jang berada di kiri kananja djalanan jang kita maksoedken di atas. Soepaia bisa diadaken perbedahan dalem nama dan dengen begitoe singkirken banjak kekliroean, maka dengan ini kita voorstel soepaia djalanan besar, dari Hoofdstraat sampe Djaganstraat, djalanan mana tadinja biasa diseboet Kampoeng Tengah, dirobah mendjadi Embong Tengah, sedeng itoe nama Kampoeng Tengah tetep boeat gang gang jang berada di kiri dan kanannja Embong Tengah. Kita pertjaja dan harep fihak jang berwadjib (Regentschapsraad) djoega bisa setoedjoe dengen ini perobahan jang diinginken oleh semoea orang jang tinggal di sepandjangnja djalanan terseboet.

RESTORAN

Restaurant “Sangkoeriang” Embong Tengah Djember Tiap Saptoe dan Minggoe:

Lontong tjapgome Satee – manis Soemenep Ijs Hoenkwee Bika Ambon d.l.l

SALON

Djembersch Permanenthuis en Coiffeurssalon Societeitstraat – Djember Telf. No. 61 boeat Njonja2, Toean2 dan anak. Adres jang satoe-sa- toenja boeat: permanentwave (bikin kriting dengen tang- goengan 6 boelan), watergolf, onduleeren, tjoetji ramboet, tjat ramboet dan rawat aer-moeka, menoeroet sijsteem dr. Rado. Kita selaloe goenaken barang2 dari dr. Radoe, oentoek rawat aer-moeka

    Njonja W. Becker.

Buat Pengusaha Kos

Mengelola tempat kos memang membutuhkan kreatifitas. Kenyamanan kamar, keindahan lingkungan tinggal dan fasilitas dikondisikan yang memiliki daya tarik. Tentu, harga menjadi daya tarik yang lain. Selain menyediakan fasilitas tempat tidur, meja belajar dan lemari pakaian di kamar, sebagian kos menyediakan fasilitas telepon, air minum gratis serta dapur dan perlengkapannya. Sebagian kos lain bahkan punya usaha ekstra untuk menjadikan tempat kos-nya menjadi semacam “one stop living”. Warung makan, wartel, persewaan komputer dan warung internet dan laundry didirikan di area tempat kos. Itu sebagian jenis tempat kos yang saya ketahui di Yogya dan di Jember belakangan ini.

Ternyata ada jenis kos yang barangkali agak lain dari yang ada sekarang. Sebuah tempat kos yang menyediakan juga semacam kursus mata pelajaran sekolah dan pendidikan ketrampilan dalam mengurus rumah tangga. Simaklah kutipan iklan dari koran lokal Jember, Pambrita, di tahun 1934 ini:

Continue reading “Buat Pengusaha Kos”

Florida Theater

Akhir tahun-tahun 70-an dan awal 80an, hampir setiap malam Minggu saya selalu menonton film India yang diputar di gedung bioskop Misbar (gerimis bubar) di jalan Trunojoyo. Asyik juga menonton di Misbar. Harga tiketnya murah sekali, kalo tidak salah ingat kurang dari seratus rupiah waktu itu. Mungkin nilai itu sekitar dua pertiga sampai setengah dari harga tiket di gedung bioskop lainnya. Selain itu ada jeda waktu istirahat setelah sekitar setengah pemutaran film. Penonton bisa jajan, pipis dll. Tapi seingat saya yang paling tidak enak waktu setengah permainan itu, selalu ada seorang ibu tua yang menjadi penonton setia yang selalu (maaf) pipis di tempat. Mungkin, cara pemutaran ini kurang lazim jikalau dibandingkan dengan pemutaran film di gedung-gedung bioskop GNI, Kusuma, Jaya atau Sampurna yang memutar film dari awal hingga tuntas habis. Eh, ternyata cara pemutaran film dengan jeda barang seperempat jam juga terjadi saat saya menonton film di Leiden. Jadi memberi kesempatan penonton untuk menghela nafas sejenak atau menyapa penonton lain yang baragkali dikenal.

Ternyata, Jember sudah punya gedung bioskop jauh lebih lama lagi. Di tahun 1930an, di Jember telah berdiri Florida Theater. Menilik dari namanya, cukup kosmopolit juga. Berdasar film yang diputar pun, agaknya Hollywood dan Bollywood belum sampai membanjiri Jember. Film Perancis dan Jerman menjadi santapan penonton bioskop di Jember. Gedung ini terletak di Schoolstraat. Saya tidak tahu persis dimana tempat itu berada. Di peta tahun 1922, yang saya temukan hanya nama Schoolweg, yang sekarang di jalan… apa ya? (Maaf saya lupa) Di sepanjang jalan bekas Bank Rakyat Indonesia, SD Katolik Santa Maria, (dulu ada) Sekolah Pendidikan Guru yang berhadapan dengan rumah makan Lestari. Mungkin schoolweg di tahun 30an meningkat peringkatnya menjadi schoolstraat.

Continue reading “Florida Theater”

Hollandsche Sociëteit te Djember

Sebagian orang Jember menyebut gedung ini dengan “socitet”, sesuai dengan namanya dulu. Sebagian lagi, lebih suka menyebutnya dengan “Bhayangkara”. Para kenek lin fasih sekali menyebutnya sebagai satu pos perhentian penting. Selain untuk acara internal kepolisian resort Jember, gedung ini juga disewakan untuk umum. Kalangan umum, kerap menggunakannya sebagai tempat penyelenggaraan Pesta Pernikahan. Di samping gedung tersebut berdiri pula TK yang mungkin dijalankan oleh ibu-ibu Korps Bhayangkara, organisasi para polwan atau istri-istri para polisi.

Belakangan, jika pulang ke Jember, saya senang sekali menyempatkan untuk membeli Mie Ayam yang berada di jalan kecil di sebelah utaranya, jl. Veteran. Rasanya mantap, bisa jadi alternatif pengganti paling baik jika tidak berhasil mendapatkan Bakmi di sebelah SMP 2. Warung mie ayam ini sebetulnya lebih menempel di dinding Balai Penelitian Perkebunan. Sementara yang menempel di dinding gedung Bhayangkara (GB) ialah tukang tambal ban.

Continue reading “Hollandsche Sociëteit te Djember”