Panther…

“Ni hou ma?”
“Wo hen hou, xie xie,” balasku. Percakapan tadi bukan terjadi di Singapura, Hongkong ataupun Taiwan. Tetapi di kota Surabaya pertengahan Agustus 2008 yang lalu.

Secarik kertas dengan coretan-coretan yang berisikan perintah dari atasan untuk melakukan presentasi ke suatu perusahaan di Surabaya. Seketika aku teringat, jangan-jangan ini perusahaan di mana Mbak Wiwied, salah satu dedengkot blog SMA 1 Jember, bekerja. Walaupun yang disebutkan adalah nama lama perusahaan dan sekarang sudah diganti kepemilikan namun nama itu masih melekat dalam ingatan saya. Tapi untuk lebih meyakinkan hati, saya segera SMS ke mbak Wiwied. Ternyata benar adanya. “Wah, kita bisa re-unian dong,” kata Mbak Wiwied. Hahaha, ketemu aja belum pernah malah sudah ngajak reuni.

Hari yang dinantipun tiba. Pagi-pagi benar jam 4 sebuah Taxi Blue Bird sudah nyampe di depan rumah. Bahkan ayam yang bertugas untuk berkokokpun belum pada bangun jam segini..Akhir kata, jam 7 pagi saya mendarat di Bandara Juanda menggunakan Sriwijaya Air.. Menunggu teman sebentar yang naik pesawat lain, akhirnya kami bertiga meluncur ke pusat kota Surabaya.

Salah satu dari teman saya ini seringkali bertugas di Surabaya dan sangat menguasai lika liku tempat makan paling enak di sini. Dia bilang, dulu kalau bertugas sebulan di Surabaya pasti Berat Badan jadi naik 4-5 kilo..entah kalo Bau Badan, ada perubahan yang signifikan juga apa tidak.. saya nggak sempat nanya.

Sarapan sebentar, kami kemudian sampai di kantornya Mbak Wiwied ini sekitar 09.45. Disela-sela presentasi saya sempat menginformasikan keberadaanku dikantornya.. ”akhirnya datang juga” balasannya..hahaha.. kebanyakan nonton TV rupanya orang ini.. Ada tiga presentasi yang berbeda dan kebetulan saya kebagian yang pertama. Karena antara lain saya harus balik ke Jakarta lagi hari itu juga.

Saat giliran saya selesai, saya segera menelpon Mbak Wiwed ini dan kemudian duduk menunggu di ruang tamu. Karena belum pernah sekalipun bertemu saya belum bisa membayangkan seperti apa Mbak Wiwied ini. Dari jauh ada seorang wanita sambil membawa map tampak mendekati sambil cengar-cengir..karena saya belum yakin, ya saya diam aja.. terus dia bilang, “Ni hou ma?” “Wo hen hou, xie xie,” balasku, percakapan terpanjang dalam bahasa mandarin yang pernah saya lakukan selama ini..hehehe.

E..e..e.. ternyata oh ternyata.. ini adalah Mbak Triani Wiedowati alias Mbak Wiwied, salah satu dedengkot Blog SMA 1 tercinta ini.. yang komentar-komentarnya selalu dinantikan pada setiap tulisan.. (apalagi pada topik PPR ya Mbak.. hehe)

Mbak Wiwied ini orang yang ramah sekali..walaupun kedatangan saya bisa dibilang tidak tepat waktu, karena pada jam kantor dan beliau sibuk sekali.. bahkan sebenarnya ada tamu dari cabang Jakarta (salah satu atasannya) yang sedang berkunjung terpaksa beliau tinggalkan untuk menemui saya.. ck..ck..ck.. kalau bosnya ini kenal Meggy Z, mungkin dia akan menyanyikan “ teganya, teganya, teganya..“ hahaha..

Saya diajak ke lantai atas untuk melihat-lihat kantornya, dan dikenalkan ke semua orang sebagai long lost friend.

Sebenarnya mau ketemuan juga dengan Anna sebelum pulang.. cuman dia sedang ada miting dengan bosnya. Tau tuh, ngapain juga kerja pake piting-pitingan.. hahaha..

Petualangan sebenarnya terjadi ketika naik pesawat kembali ke Jakarta. Tiket yang saya dapat adalah untuk maskapai tertentu. Tapi ketika naik malah ke maskapai yang lain. Saya sudah tahu dari dulu kalau keduanya ini saudara dekat.. tapi gak menyangka juga kalau ternyata mereka itu seperti kembar siam…dempet di brutu..hehe

Jadwal seharusnya adalah 16.45.. tapi begitu check ini tertulis “Delay 40 menit”.. Lucunya tulisan delay ini tidak hanya untuk jurusan Jakarta saja, tetapi juga untuk jurusan lainnya..Makassar, Denpasar dsb.. ada sekitar 4 atau 5 tujuan.. woww.. kacau bener rupanya…

Menunggu adalah pekerjaan yang paling menyebalkan..tapi tidak ada yang bisa saya lakukan saat itu.. akhirnya pesawat diberangkatkan sekitar jam 18.30..baru tau aku kalau dari jam 16.45 ke 18.30 itu ternyata hanya “40 menit”.. tampaknya logika matematika ku tidak terlalu bagus sewaktu sekolah dulu.. atau mungkin pas pelajaran ini aku sedang mbolos..Atau mungkin juga, kalau orang maskapai ini dulu di ajar sama almh. Bu Purni kepalanya pasti sudah benjol-benjol semua..hahaha..

Akhirnya, setelah capek menunggu selama “40 menit” yang panjang itu diumumkan kalau pesawat sudah siap.. Pesawat ini adalah MD 82.. sedikit lebih panjang daripada Boeing 737..Karena nomor kursi saya 24 maka saya dianjurkan untuk naik dari belakang… ternyata naiknya dari belakang beneran..kayak kalo di pesawat Hercules..dari buntut..

Ketika sudah siap berangkat suara pesawat ini kenceng banget..kayak mesin diesel kalau pada mobil..saya liat ke atas.. petunjuk yang biasanya menunjukkan bahwa sabuk harus dalam keadaan terpasang hanya sebagian kecil yang menyala.. ketika pramugari sedang memperagakan keselamatan saya melihat ada brosur yang terjepit di kursi.. wow,.. ternyata berisikan doa doa keselamatan dari berbagai agama, berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Kalau untuk yang beragama Islam adalah surat Hud: 41. (“…Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.) dan ada lagi satu doa yang cukup panjang yang saya tidak sempat catat.

Waduh.. saya berkata dalam hati, semoga pesawat ini tidak menyerahkan perawatan dan keselamatan pesawatnya pada doa doa para penumpangnya saja. Terus terang saja, baru kali ini saya merasa takut bener naik pesawat. Saya yang tadi belum sempat sholat maghrib cepat-cepat bertayamum dan sholat di pesawat..

Suara mesin pesawat ini kenceng banget.. telinga ini berkali-kali berdengung..berkali-kali pula saya harus menutup hidung dan menelan ludah untuk menetralisir efek perdengungan ini..Dan baru kali ini saya mengalami telinga berdengung sebanyak ini.. Sewaktu di atas, saya sebenarnya juga pengen pipis.. tapi melihat keadaan pesawat yang seperti ini, saya jadi ragu-ragu.. jangan-jangan..jangan-jangan WC-nya…saya masih memikirkan apakah nanti tidak menimbulkan efek kerusakan di bumi…. takutnya WCnya bolong kayak di kereta api.. bisa-bisa para ilmuwan mengira itu hujan asam dan menghubung-hubungkannya dengan pemanasan global..padahal itu sebenarnya cuman hujan urine..hehehe

Akhirnya saya mengerti kenapa pesawat ini bisa murah.. jangan-jangan ini gak pakai avtur.. tapi pake solar.. pesawat versi Panther..cring..cring.. wus..wuss..wusss.

Bisnis yang menggiurkan..

Bapak hampir ketipu seperti Pak xxx modusnya sama akan ada konferensi international, supaya bapak menghubungi P. Rasio (kepala kanwil depdiknas) jatim terus bapak bilang ndak2, trs dianya menutup tlp kantor jam 12 kurang dikit kira2 sama dg Pak xxx saat itu.

Pukul 13.50 kemarin (11 juni 2008) saya menerima SMS dari Ibu mengabarkan informasi diatas. Tentang bisnis yang paling menguntungkan di Indonesia.. Ya, penipuan memang sudah dijadikan ladang bisnis yang sangat menggiurkan bagi sebagian orang yang suka tertawa pada penderitaan orang lain. Kurang dari seminggu yang lalu, rekan bapak saya yang bernama Pak xxx tertipu mentah-mentah sampai harus merelakan belasan juta rupiah tabungan yang telah disimpannya bertahun-tahun.. berapa sich gaji seorang dosen senior di Indonesia.. Untuk bisa menabung sedemikian beliau itu harus bermandikan darah dan air mata.. Kebetulan waktu itu Bapak saya sedang satu mobil dengan Pak xxx dalam perjalanan ke Surabaya. Ditengah perjalanan Pak xxx ini ditelpon oleh orang yang mengaku dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akan adanya undangan seminar di Jakarta. Biaya perjalanan akan ditanggung sehingga Pak xxx ini tidak perlu minta SPJ dari Universitas. Untuk itu Pak xxx diminta untuk menghubungi Pak Rasio dari Depdiknas Jatim. Tentu saja para penipu ini mencatut nama pejabat yang sebenarnya. Waktu itu Bapak saya sempat nyeletuk, “ koq tumben urusannya ke diknas jatim”. Mungkin Pak xxx ini sedang mengalami euphoria sehingga menjadi tidak waspada. Permainan ini sangat ditentukan oleh kecepatan dari para penipu untuk segera membujuk calon korbannya ke ATM. Kalau waktu terlalu lama, maka korban akan punya banyak kesempatan untuk berpikir secara rasional. Pak xxx ini kemudian menghubungi nomor pejabat gadungan yang dikasih oleh para penipu, dan diberitahu kalau biaya perjalanan untuk seminar di Jakarta akan segera ditransfer.. tolong dicek di ATM terdekat…akhirnya, seperti yang sudah sudah.. korban bertambah lagi..

Sejak dulu saya berpendapat bahwa bisnis yang paling menguntungkan di Indonesia adalah penipuan. Pasarnya tersedia.. sangat luas bahkan.. segmentasinya bermacam-macam.. ada untuk penipuan tenaga kerja (paling banyak), undian berhadiah, beasiswa, koperasi simpan pinjam (kospin).. bahkan penipuan kelamin.. hahaha.. dijanjikan untuk dinikahi setelah diutak atik ditinggalkan..

Ini seharusnya menjadi bahan yang sangat menarik untuk disertasi untuk bidang sosiologi atau antropologi.. bahan berita selalu ada.. paling tidak kalau berlangganan koran, minimal seminggu 3 kali ada berita tentang penipuan-penipuan dengan berbagai modus operandi.. Keserakahan dari para penipu dan sifat serba instan yang disukai oleh orang Indonesia menjadikan kasus-kasus ini tidak pernah sepi .. baik peminat ataupun korban..

Gimana ? mau berbisnis..? waspadalah.. waspadalah

Membaca Bahasa Tubuh

Pernahkan anda merasa bahwa orang yang berbicara dengan anda tidak bicara secara jujur? Atau merasa sangat tidak nyaman dengan lawan bicara anda? Atau sebaliknya? Bila demikian, anda sedang tidak sendirian. Bahkan semua orang didunia pasti pernah merasakan hal itu..Bila kita sedang berkomunikasi dengan orang lain, selain kata-kata yang kita ucapkan, tubuh kita mengeluarkan pula isyarat-isyarat yang mendukung ucapan kita, yang dikenal dengan Bahasa Tubuh.. sialnya, bila mulut bisa diajak kompromi untuk mengeluarkan kata-kata dusta, Bahasa Tubuh tidak demikian halnya.

Bahasa Tubuh bahasa inggrisnya adalah Body Language.. Tapi, kalau kita bilang Body Language, hampir bisa dipastikan orang akan mengira kita ngomongin senam Body Language.. hehehe..Riset membuktikan bahwa komponen komunikasi secara verbal (percakapan) kurang dari 35% dan lebih dari 65% komunikasi dilakukan secara non verbal (bahasa tubuh). Komunikasi akan terjadi secara efektif bila ada kesesuaian antara apa yang diomongkan dengan gerak gerik tubuh yang mendukung.  Bila kita merasa bahwa lawan bicara kita sedang tidak jujur dengan kita sebenarnya karena ada gerak-gerik tubuh tertentu yang tidak sesuai dengan yang diucapkan. Misalnya kita bilang bahwa makanannya enak sekali, tetapi cara makan kita tidak lahap dan sedikit demi sedikit..

Banyak manfaat yang bisa diperoleh bila kita menguasai bahasa tubuh ini. Baik positif maupun negatif. Saya ingat dulu sewaktu saya baru lulus SMA pernah main ke Jakarta bersama Arief Pangayoman. Di Blok M ada orang yang menjual handuk-handuk yang  digulung dan dibungkus kertas warna putih semua. Di dalam handuk-handuk itu ada hadiahnya. Jadi kita seperti membeli kucing dalam karung. Saya lupa harga jualnya, tapi kira-kira 3 bungkus seharga seribu atau lima ribu. Penjual ini di kelilingi oleh orang-orang yang ingin sekedar melihat atau tertarik untuk membeli. Dengan suara lantang.. ” Ayo, dipilih ..dipilih.. dipilih”…bungkusan digonta ganti.. Herannya, siapapun orang yang ditawari dia selalu berhasil membuatnya membeli. Saya ingat posisi tangan saya selalu bersedekap bila melihat hal-hal semacam ini. Saat itu sayapun berharap untuk ditawari, tidak untuk membeli, tetapi untuk menolaknya mentah-mentah.

Tetapi tidak pernah ada penawaran untuk saya. Teman saya si Arief ini memang selalu jago ketika mengamati hal-hal yang di luar kebiasaan. Dia melihat bahwa orang-orang yang ditawari mempunyai posisi yang sama.. saya lupa posisi seperti apa yang dibilang Arief, cuman saya sekarang bisa membayangkan kira-kira posisi kepala agak tertarik miring kekiri, tangan terbuka atau salah satu tangan memegang dagu, dsb..dsb  

Seorang penjual yang baik tidak akan pernah menawari saya.. kenapa?.. Karena posisi  kedua tangan saya yang bersedekap. Bahasa Tubuh saya mengatakan bahwa saya tidak tertarik sama sekali dengan barang yang anda tawarkan..

Para pencopet juga termasuk orang-orang yang ahli membaca bahasa tubuh. Ada dua orang kenalan. Yang satu orangnya kecil mungil, sementara satunya lagi tinggi besar. Dua orang ini dulunya pernah sama-sama ambil S2 di Jakarta. Tahu sendiri Jakarta khan surganya para pencopet.. apalagi bagi para pengguna kendaraan umum.. Kedua orang ini sering bepergian bersama dengan kendaraan umum yang sama. Herannya orang yang tinggi besar ini justru sering kecopetan sementara yang kecil mungil tidak pernah sama sekali. Pencopet bisa mengenali orang-orang yang kurang waspada ditengah keramaian.

Sama halnya dengan percakapan yang terdiri dari kata-kata untuk membuat kalimat, bahasa tubuh juga tidak berdiri sendiri. Tetapi ada sekumpulan isyarat atau gerak-gerik yang akan membuat semacam ’kalimat’ untuk dimengerti artinya. Tangan digaruk-garukkan ke leher bisa jadi diartikan dia sedang tidak bicara jujur, tapi bisa jadi dia memang sedang gatal beneran..

Para ahli Bahasa Tubuh ini kalau di negara-negara maju seperti Amerika sering dimanfaatkan untuk menilai kata-kata yang dilontarkan oleh para politisi.. apakah dia mengucapkan sesuatu dengan tulus atau sekedar cari muka saja. Sewaktu ada kasus Bill Clinton dan Monica Lewinsky, ada foto Bill Clinton sedang menutup mulutnya dengan kedua jari telunjuk kanan kirinya. Ada kecenderungan orang kalo berbohong selalu menutupi mulutnya. Pada anak kecil akan terlihat langsung menutupi mulutnya, sedangkan pada usia dewasa cara menutupinya sudah semakin canggih.. tidak secara langsung.. misalnya dengan tangan yang pura-pura menyentuh hidung, atau seperti Bill Clinton tadi..

Jadi, jangan coba-coba berbohong.. bahasa tubuh anda tidak akan pernah bisa diajak kompromi..

Kematian yang sia-sia…

Dua hari yang lalu (Selasa 11 Maret 2008) di harian Kompas ada berita yang menyebutkan 35 orang telah tewas akibat kecelakaan lalu lintas di DKI (atau Jabotabek) akibat adanya lubang-lubang di jalanan.. belum lagi bicara tentang ratusan orang cedera.. (sorry gak dapat link-nya).. terus tempo hari ada truk container terbalik..dan banyak lagi yang semua bermuara dari lebih banyaknya lubang daripada jalan benernya.. lebih ironis lagi di berita Kompas Rabu 12 Maret, pendapatan DKI dari pajak kendaraan ini mencapai Rp 4,58 trilyun.. yak, bener TRILYUN.. itu duit semua lho, gak ada yang daun..hehehe..

Kalau ditelaah lebih dalam lagi sebenarnya angka-angka tersebut bukan sekedar angka statistik yang mati. Saya melihat ada potensi bangsa yang dirugikan disini akibat adanya pembiaran lubang-lubang berdiri menganga oleh pemerintah (pusat ataupun pemda).. saya tidak kenal satupun yang meninggal.. bagi yang ditinggalkan, bila yang meninggal adalah pencari nafkah utama (ayah), bisa dipastikan sang ibu pasti terpontal-pontal mencari nafkah untuk anak-anaknya..untuk biaya sehari-hari, biaya sekolah dll.. bisa jadi sang anak terputus sekolahnya karena kekurangan biaya.

Kembali ke potensi bangsa tadi. Maksud saya adalah, bagaimana jika seandainya kecelakaan tidak terjadi.. untuk skala yang lebih kecil, tingkat keluarga.. maka pemasukan keluarga akan tetap lancar, biaya sehari-hari tertutupi,anak-anak bisa sekolah setinggi mungkin. Untuk skala yang lebih besar, bangsa dan negara..bagaimana seandainya.. satu saja diantara korban yang tewas itu sebenarnya orang yang pintar dibidangnya.. taruhlah misalnya peneliti dibidang obat-obatan.. yang sebenarnya dibenak orang tersebut sedang berpikir untuk menemukan obat untuk penyakit kanker atau HIV/Aids.. atau orang tersebut adalah seorang calon pebisnis ukm yang sedang merintis usaha, yang mungkin saja pada nantinya akan merupakan usahawan sukses yang bisa menyerap ribuan tenaga kerja.. atau anak dari korban ternyata pinter, dan pada suatu saat bisa menang hadiah NOBEL.. atau banyak lagi seandainya seandainya yang lain… tapi tidak dapat terjadi karena adanya kematian yang dini akibat lubang-lubang jalanan..

Ini yang saya maksud sebagai POTENSI BANGSA yang dirugikan dengan adanya kematian yang sia-sia tersebut..Padahal ini baru ngomongin korban yang disekitar Jakarta aja.. belum diwilayah lain..

Mungkin nanti akan ada yang berkomentar bahwa kematian adalah takdir dan kita tidak bisa menghindarinya.. memang, tapi “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu merubahnya sendiri”.. Kita bisa lihat bahwa di negara-negara maju tingkat kecelakaan bisa ditekan seminim mungkin karena mereka menerapkan aturan-aturan yang ketat.. (dan juga jalan2 yang mulus)..

Seperti SBY pernah bilang, “Kalau negara lain bisa kenapa kita tidak bisa”.. Ditunggu keseriusan pemerintah dalam menghindarkan rakyatnya dari kematian yang sia-sia ini.. Kalau DKI sich sekarang sudah punya ahlinya..he..he

This Used to be My Playground…

Sebenarnya iki tulisan rodo kasep pisan..(sakdurunge dikomentari hehehe)..Lebaran 2007 kemarin, anak-anakku ngajak main ke sungai.. sudah beberapa kali saya menyampaikan kalau rumah Kakek & Nenek dekat sungai. Saya menjanjikan dua atau tiga hari kemudian dengan catatan mereka bisa bangun pagi.. 

Hari yang dinantikan tiba, seingat saya Sabtu. Pagi-pagi kami berangkat dari rumah menyeberang jalan Moh Seruji terus ke arah bagian belakang Diploma (?) ke kali Bedadung. Sudah lama sekali saya tidak main kesana.. mungkin sekitar 20 an tahun. Jalan menurun sedikit curam. Dulu sewaktu aku SMP dan SMA masih sering main ke seorang sahabat yang kini telah tiada. Dulu kalau main petasan di jalan-jalan sering dimaki orang, maka kamipun mainnya di kali Bedadung ini. Dulu jarak antara bibir sungai dan rumah lumayan jauh, sekarang .. sudah dekat sekali. Bukan karena sungainya semakin lebar, tetapi karena orangnya sudah semakin banyak.. 

Begitu tiba ditempat..yak ampuuun !!..aku lupa.. sudah terlalu lama memang tidak pernah kesini… jam-jam gini ini khan waktunya orang lagi mandi.. banyak cewek-cewek, ibu-ibu, cowok-cowok, bapak-bapak.. semua orang dah ada disini.. kayak permen Nano Nano  aja, ramai rasanya…  diantara batu-batu besar dan kecil.. aku jadi malu sendiri..he..he..he.. maklum sudah lama gak mandi di kali..sudah lama gak main di kali..  

Akhirnya kami mbalik kucing..pulang lagi.. menunggu agak siangan.. kira-kira jam 10 kami sudah tiba ditempat semula.. masih ada orang-orang mandi tetapi tidak sebanyak pagi tadi..

Anak-anakku senang banget bisa mandi dikali.. pengalaman pertama yang sangat mengasyikkan.. kasian ya anak-anakku ini.. mau mandi dan main di kali aja nunggu diajak pulang kampung dulu.. sewaktu aku masih kecil,  dulu kalo mau main ke kali ya tinggal berangkat.. kalo gak ke kali Bedadung ya yang di daerah belakang rumah.. gak tau namanya, tapi kalau dari arah Patrang ke arah Tebek.. gak terlalu jauh dari RS dr Soebandi.. 

Atau kalau pas ke rumah kakek & nenek di Yosowilangun, Lumajang, kami sering main-main di kali Bondoyudho yang hanya sepelemparan batu dari  rumah.. main gedebog pisang.. cuman heran aja dulu, kalo dinaikin koq tenggelam juga tuh.. gak kayak di filem-filem..hahaha..Kalo jaman dulu siapa sich yang gak pernah mandi di kali..?  Bisa dibilang itu tempat bermain alternatif selain di halaman rumah (dan halaman rumah tetangga).. 

This used to be my playground This used to be my childhood dream This used to be the place I ran to Whenever I was in need of a friend Why did it have to end And why do they always say

Don’t look back Keep your head held high Don’t ask them why Because life is short And before you know You’re feeling old And your heart is breaking Don’t hold on to the past Well that’s too much to ask….(Madonna:  This Used to be My Playground – OST A League of  Their Own)

Kantin Jember.. kini tinggal kenangan…

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan  teka-teki dari seorang teman .. “Apa yang kasih isyarat belok kiri tapi beloknya ke kanan, kasih isyarat belok kanan tapi beloknya ke kiri..?” 

jawabannya… GATOTKACA…. bener juga si Gatot itu kalau tangane ndhaplang ke kiri & kaki kirinya diangkat doi malah belok zigzag  ke kanan, begitu sebaliknya….

 hahaha.. ingatanku  melayang ke masa kanak-kanak.. awal-awal SD.. ketika itu aku punya koleksi komik-komik wayang yang berupa komedi.. semar, gareng, petruk, bagong..  ceritanya tidak panjang-panjang… paling-paling 2-4 halaman terus ganti cerita..cerita-cerita konyol terutama tentang Petruk & Gareng.. kira-kira kalo sekarang mirip dengan buku-buku Doraemon.. 

Juga ada cerita-cerita  wayang yang lebih serius (kalo gak salah karya RA Kosasih, tapi bukan yang buku tebal).. disitu diceritakan Gatotkaca yang sakti mandraguna.. otot kawat balung wesi  (keringet wedang kopi..hehe).. bisa terbang.. 

Visualisasi di komik dimana Petruk yang hidungnya panjang banget dan Gatotkaca yang bisa terbang membuat saya pingin sekali nonton yang sebenarnya… masa’ sich ada orang hidungnya panjang.. masa’ sich ada orang bisa terbang ..seingatku Ayah yang ngasih tahu kalo ada pertunjukan wayang orang dimana kita bisa ngelihat Petruk dan Gatotkaca.. tapi dimana ?? ada yang tahu  ?? 

Di Kantin… yup, disana dulu tiap malam minggu ada pertunjukan wayang orang.. Kantin ini lokasinya kalo dari alun-alun kearah Pagah..lewat SMP 2, lampu merah.. satu gedung lagi (PLN ??).. dah, disitu sebelahan .. gedungnya berwarna hijau tentara..  

Penasaran banget saya dengan bayangan saya terhadap Petruk dan Gatotkaca ini.. begitu pertunjukan sudah dimulai saya jadi agak kecewa.. ternyata si Petruk hidungnya biasa-biasa aja.. dan Gatotkaca juga gak terbang..Gatotkacanya kapan terbang? . koq gak terbang-terbang sich?.. aku tungguin terus sampe selesai..tetap gak terbang juga.. busyet dech.. kuciwa aku.. pertunjukannya pakai bahasa jawa kromo inggil.. dimana saya tidak biasa mendengarnya, sehingga agak kesulitan juga untuk mengerti..  

Sampai dirumah saya ceritakan ke anggota keluarga yang lain kalo si Petruk ini hidungnya gak kayak di buku…hidungnya biasa-biasa, kayak kita juga.. ha.ha.ha ..  Tapi ya itu.. dasar anak kecil.. saya masih penasaran .. siapa tahu Petruk ada yang mancung  beneran.. dan juga  saya suka nonton tariannya maka saya masih sering nonton wayang orang ini.. biasanya acara ini selesai sekitar jam 11-12 malam…   

Sudah bertahun-tahun kantin tersebut hampir tak bersisa.. bahkan saya kira bangunan utamanya sudah hancur..dan ditutupi seng.. tinggal bangunan sebelah selatan yang masih dipakai untuk pangkas rambut.. (entah Toko Buku Santo Yusup yang dibalik itu masih ada atau nggak..) 

Seperti nasib berbagai tempat pertunjukan kesenian tradisional di kota-kota lain di Indonesia, Kantin di Jember inipun kini tinggal kenangan…  

Sayup-sayup terdengar suara (alm.) mas John Lennon.. 

There are places I’ll remember all my life

Though some have changed

Some forever not for better

Some are gone and some remained

All these places had their moments………

(In My Life – The Beatles)

Buka pintu..

buka pintu buka pintu, beta mau masuke siolah nona nona beta, adalah di mukae beta panggil tidak menyahut, buka pintu juga tidak mau siolah nona beta mau masuke he he he he buka pintu buka pintu, beta mau masuke siolah nona nona beta, adalah di mukae ada anjing gonggong betae, ada hujan basah betae siolah nona beta mau masuke he he he he Sering dengar lagu ini nggak di Jember? Dulu sewaktu aku kecil ada seorang pengamen yang sering keluar masuk kampung. Orangnya agak tua tapi dandy. Biasa pakai topi bundar (agak kayak koboi tapi gak melengkung keatas), terus baju lengan panjang warna cerah, rompi dan bersepatu. Orangnya selalu ceria..  

Berbeda dengan pengamen-pengamen sekarang yang begitu menerima uang langsung menghentikan lagunya, pengamen tua ini memang seorang entertainer sejati. Beliau  selalu menghabiskan lagu-lagunya baru kemudian berhenti. Biasanya selalu ada anak-anak yang mengikuti dibelakangnya untuk ikut menikmati suara emasnya.. buka pintu buka pintu beta mau masuke… lagu andalannya. Berkali-kali saya mendengarnya dan rasanya tak pernah bosan untuk mendengarnya berkali-kali lagi.

Pernah pada suatu saat saya sedang sendiri di rumah.. tiba-tiba terdengar suara pengamen ini.. tidak ada sepeserpun uang disaku ..mau bilang tidak ada orang dirumah, koq sayang sekali rasanya.. sayapun duduk di sepeda motor yang diteras sambil memandang beliau sambil menikmati suara emas dan gayanya bermain gitar..woww.. begitu selesai, saya baru bilang..”tidak ada orang dirumah Pak”.. ” waah, koq nggak dari tadi bilangnya” sahutnya.. Begitu dia keluar dari halaman, segera saya kunci pintu rumah dan mengikuti beliau berkeliling di kompleks perumahan kami bersama  teman-teman lainnya..“Permisi….buka pintu buka pintu beta mau masuke… ” 

Tentang Mini Reuni di Omah Sendok 3 Agustus

Reuni Jum’at malam kemarin berlangsung meriah dan menyenangkan ..walaupun tidak ada acara yang khusus, cuman sekedar pul-kumpul saja.  Apalagi banyak diantara teman-teman yang sudah lama tidak saling berjumpa. Ada yang tetap badannya, ada juga yang semakin kurus.. dan banyak lagi yang semakin melaar.. 

Beruntung saya jadi panitia dalam acara ini, paling tidak saya tahu siapa-siapa yang berencana untuk datang. Sehingga saya bisa sudah bisa mempersiapkan bayangan teman-teman ketika masih di SMA dulu. Sambil mereka-reka kira-kira akan seperti apa bentuknya sekarang. 

Irawan paling awal datang setelah saya, kira-kira jam 18.30. Tidak banyak perubahan padanya karena saya sudah beberapa kali bertemu di Jakarta. Kemudian ada seorang cewek berjilbab merah celingak-celinguk .. Yani, sambil tersenyum-senyum. Tak seberapa lama kemudian, teman seangkatan kita yang paling terkenal di jagat teknologi informasi, Ikhlasul Amal, datang. Puyeng dia..Dia baru dijemput oleh Ely.. ”Waduh, aku longgo ning ngarep, cewek-cewek (Ely, Hesti & Lisa) ndik mburi ramene gak karu-karuan.”  Amal ini berangkat dari Bandung naik travel dan secara gak sengaja berada dalam satu mobil dengan Lisa. Agak mengherankan bagi saya kenapa mereka tidak janjian aja dulu untuk berangkat bareng.. ternyata oh ternyata.. mereka sama-sama tidak yakin akan penampakan lawannya..ha..ha.. kalo justifikasi Amal, ” aku khan pemalu di dunia nyata.” ..weleh..weleh.. 

Ngobrol berempat di meja aku, Yani, Irawan, Amal. Tiba-tiba Amal, ” lho, iki Yani yo?” Totok kemudian datang.. Langsung salaman dengan Yani. “waduh aku lali nggak ngandani yani nek onok reuni. Nek ngandhani saiki iso di penthungi aku”. Yani langsung ngakak, tapi dengan wajah yang polos aku ngeliat kesempatan untuk ngerjain kawan kita ini. “ dikandhani saiki ae Tok, paling gak popo” sementara di sebelahku si Irawan bisik-bisik. “ sing ngarep iku Yani khan.? He..he..  ternyata si Yani ini tampaknya mengalami metamorfosa sehingga dalam waktu yang cukup singkat 3 teman kita ini sampai tidak mengenalinya.. 

Firman berkantor di tempat yang sama dengan Ely. Sama-sama  sewa tempat disana. Konon khabarnya, si empunya rumah adalah teman kuliah Firman dan adalah juga teman ngajinya Ely.  

Kemudian berturut-turut Ria Asrin dan Ika datang.. kalau Ria ini mulai dulu sudah gede, jadi segede apapun tampaknya kita-kita akan tetep mengenalinya..ha..ha.. sori Ri..  Pengusaha kita, Ninis Ariyansyah datang bersama Farida Gurmiyati. Dua orang ini teman akrab mulai kelas 1 di  SMP 3 sampai sekarang. Dan kemarin itu juga kemana-mana juga bareng.. ck..ck..hebat euy.. 

Hari Jum’at kemarin adalah hari terakhir masa kampanye pilkada Jakarta. Kemacetan terjadi dimana-mana. Terutama di sekitar Senayan dan Kuningan. Sewaktu menentukan pertemuan ini tanggal 3 Agustus, saya tidak mengira bahwa ada kampanye ini. Jadi mohon maaf bagi para peserta yang terjebak dalam kemacetan ini.. Terutama Hamim, Ekos, Ludi, Endang yang sudah berupaya dengan keras untuk dapat datang ke acara ini.Total hadir di Omah sendok ada 27 orang, urut abjad; Agus April, Andhy Irawan, Andreas D, Eddy Geyol, Eka Oktavia, Ekos, Ely, Endang Mulyaningsih, Farida Gurmiyati, Firman, Hamim, Hendra Witjaksono, Hesty, Ika Listya, Ikhlasul Amal, Irawan, Ivan, Lisa, Ludy, Ninis, Noersjam (Arik), Ria Asrin, Tauladan, Toto, Yanar, Yani & Yayak. 

Ada beberapa orang yang tidak bisa datang karena panggilan tugas: Yudhie, Rudy Patter, Kordut. Juga karena saya terlambat menghubungi yaitu Mien (ex B4)..