Berita Duka

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun

Telah berpulang ke Rahmatullah, rekan kita saudara kita :

S U C I W U L A N D A R I ( W U L A N)

Mantan Ketua OSIS SMA Negeri 1 Jember 1986-1987

(dalam usia 39 tahun)

Pada hari ini, 16 Mei 2008

Rumah duka : Perumahan Palem Semi Jl Panda 1 no 12 Karawaci, Tangerang, Banten

Ucapan duka cita, dapat menghubungi Bp Dientos (081586181381)

Semoga Almarhumah mendapatkan tempat yang layak disisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, Amin…

Lenyapnya Jalan Imam Syafi’i di Jember

Suatu hari di tahun 90’an waktu masih kuliah di Surabaya, saya berkesempatan mudik ke Jember, biasa.. sowan orangtua (tapi alasan utamanya sih, kente’an duwit.. maklum anak kost dan waktu itu ATM belum ngetrend)

Setiba di Jember, saya kaget dua kali, Pertama : jalur jalur jalan utama yang seumur hidup udah familiar, tiba2 banyak yang berubah, terutama di seputaran bioskop Sampurna (dulu), Johar Plasa, dan kawasan Jompo. Yang Kedua: beberapa Jalan sudah “lenyap“, tentunya bukan karena dimakan Tsunami, tapi nama jalan ternyata banyak yang berubah, dan sebagian lagi dipakai oleh nama jalan yang lain …

Jl. Diponegoro/Imam Bonjol menjadi –> Jl. Gajahmada, Jl. Teuku Umar menjadi –> Jl Hayam Wuruk, Jl. Mangunsarkoro menjadi –> Jl Gatot Subroto, Jl. Imam Syafi’i menjadi –> Jl Diponegoro, Jl. Pattimura menjadi –> Jl.Melati, Jl. Melati menjadi Jl. Dr. Sutomo, Jl. Kenanga menjadi –> Jl. Wahid Hasyim, Jl Wahid Hasyim menjadi –> Jl. Kenanga (?), Jl. Agus Salim menjadi–> Jl. Kacapiring(?), Jl. Ronggowarsito menjadi–> Jl. Nusa Indah, Jl. Hasanuddin menjadi –> Jl. Bungur, Jl. Untung Surapati menjadi –> Jl. A Yani, Jl Bromo menjadi –> Jl. Dahlia, Jl. Pelita menjadi –> Jl. Jayanegara, Jl Yos Sudarso (depan sekolah kita) menjadi –> Jl. Mayjend Panjaitan, Jl. Mayjen Panjaitan menjadi –> Jl. KH Ahmad Dahlan, Jl. Khairil Anwar menjadi –> Letjend Soeprapto, Jl Setiakawan Asia Afrika menjadi –> Jl. WR Supratman (tadinya WR supratman disamping Johar Plasa), dan beberapa nama jalan lain yang saya tidak hafal perubahannya

Apa yang menjadi alasan Pemda Jember waktu itu untuk merubah2 nama jalan di atas, sampai sekarang belum jelas, ada yang bilang untuk memudahkan nama2 jalan tersebut dikelompokkan atas klasifikasi masing-masing, misalnya untuk kelompok nama bunga di daerah ngGebang dan sekitarnya, ada yang bilang untuk penataan kembali nama-nama jalan, ada yang bilang agar pak tukang pos lebih giat lagi belajar menghapal nama jalan, ada juga yang bilang agar pengusaha percetakan dan disain grafis kebanjiran order.. dsb.

Tapi yang menarik, ada alasan yang sedikit politis, karena Imam Syafi’i dan KH Wahid Hasyim adalah panutan warga Nahdliyin, maka pemda dan DPRD yang waktu itu didominasi orang-orang Muhammadiyah, berusaha me’lenyap’kan nama Imam Syafi’i, dan memindahkan KH Wahid Hasyim ke jalan yang lebih kecil, sambil memunculkan nama Jl.KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), tapi tentu alasan ini juga masih katanya anu, ..katanya ini, ..katanya itu…. jadi masih perlu dipertanyakan kebenarannya.

Mungkin temen2 disini ada yang tahu alasan sebenarnya?..

Wallahu a’lam bish showab..

Galarama, variety show pertama yang saya lihat

Kembali ke tahun 1978 – 1987 an saat saya masih di jember mengambil program S3 (SD-SMP-SMA), tepatnya saat SD menjelang SMP, hiburan yang meriah dan murah (bahkan gratis) adalah nonton TV.

Waktu itu channel TV belum sebanyak sekarang , belum ada yang namanya Anteve, TPI, Indosiar, RCTI, SCTV, Gombal TV, Lativi, Trans 7, Trans TV, Metro TV dan TV2 lokal … adanya cuman TVRI stasiun Surabaya thok , itu pun jam on-air nya dari jam 17.00 diawali berita daerah, penyiarnya yang masih saya ingat, Arie Purnomo Adji, Rini Sugiyono dan Pungky Runkat (konon menurut kartolo, artinya mumPUNG saiKI duRUNG berangKAT… artinya waktu lahir dia ditinggal bapaknya transmigrasi .. hehe) dan diakhiri jam 12.00 dengan film2 favourite waktu itu semacam The Six Million Dollar Man, Bionic Woman, Chips, Barnaby Jones, Canon, Starsky and Hutch lan sak panunggalane..

Salah satu acara favorit saya di Prime Time jam 19.30 (sehabis warta berita nasional dan garuda pancasila .. ayo.. maajuu… majuuu..) adalah, Galarama ( menurut seorang produser TVRI Sby saat itu Agus Alfa, artinya adalah seGALA iRAMA) memang disitu ditampilkan segala irama lagu yang lazim ditampilkan waktu itu, ada jazz, pop dan sedikit ndangdut…. dan di tengah2 acara (ini biasanya yang ditunggu2) ada acara lawak oleh grup lawak lokal surabaya, yang pada waktu itu memang lagi banyak2nya.

Sejumlah penyanyi Galarama yang sempat saya ingat adalah Rita Monica (parasnya yg sendu selalu terngiang2) Johan Untung, Atik Choirul Bahri (ini juga sudah go nasional), Priyo sigit, Alm. Vicky Vendy dan alm Gombloh, di lapis kedua ada yulie koesnoe, Maharani Kahar, Dian Fakih dan Tyas Drastistiana (bukan daratista lho..), untuk jazz, yan masih saya inget , ada Bubi chen dan Mus Mujiono, untuk ndangdut ada Ida Sanjaya, Anna Sanjaya, Agus Helm, Khalik Dan sebagainya.

Grup Lawak yang saya ingat pernah dan rajin tampil di Galarama adalah Srimulat Surabaya (Asmuni, Isye, Edi Geyol, Bambang Gentholet, Pete, Tikno, Tessy, Toto Hidayat, Bandhempo, Bowo dan lainnya yang saya gak inget ), Surya Group (Alm Jalal, Hery Koko, Susy Sunaryo, Suprapto Wibowo/ esther dan George Sapulette), Kwartet S (Bambang, Jati, Joko dan Bagong), Semanggi Group (Blontang, Roy Markun, Mety, Dandy), Buana Grup (Tatang Gundul cs), dan group lawak lainnya yang ngetopnya dibawah yang sudah saya sebut di atas.

jam 20.30 Galarama sudah selesai, dilanjut Manasuka Siaran Niaga (commercial break berdurasi penuh 1/2 jam), trus Dunia Dalam Berita (program ini s/d sekarang masih ada di TVRI) dan setelah itu biasanya saya ketiduran… groookk.. groookkk..