“Investor Malaikat” untuk Membangun Kampung Halaman

Di acara reuni alumni angkatan di perguruan tinggi, saya mengobrol dengan teman yang sudah berhasil menjadi pengusaha di ibukota dan salah satu ide yang dia paparkan adalah “investor malaikat” untuk alumni perguruan tinggi yang bersedia mengembangkan bisnis di kampung asalnya. Latar belakang pendidikan si calon pelaku bisnis menjadi pertimbangan juga; sesuatu yang pantas menurut saya, karena dengan demikian tidak sia-sialah ybs. belajar di perguruan tinggi sesuai kesukaannya.

Ada tiga poin yang saya catat:

  1. Sebagian besar mahasiswa perguruan tinggi datang dari daerah yang jauh (sebagian besar dari pedesaan) dan kemudian menetap di kota-kota besar tempat perguruan tinggi tsb. atau sekitarnya. Saya dan teman-teman yang ikut mengobrol saat itu termasuk dalam kelompok ini.
  2. Lulusan perguruan tinggi ini dibekali ilmu pengetahuan dan teknologi yang perlu dibumikan menjadi bisnis yang prospektif di tempat asal mereka atau sekitarnya. Dengan demikian terjadi proses membumikan ilmu pengetahuan dan mengembalikan manfaat pendidikan mereka ke masyarakat yang selama ini turut andil secara langsung atau tidak langsung pada proses pendidikan kita semua.
  3. Kandidat yang berminat menyusun proposal rencana bisnis, hasilnya dievaluasi, dan dihubungkan dengan investor yang bersedia berinvestasi. Model investasi yang dibayangkan seperti “joint venture”.

Ide menarik dan saya yakin dalam bentuk/skala berbeda sudah terpikir oleh pihak-pihak lain. Karena sekarang yang lebih penting tindakan daripada wacana belaka, boleh juga hal ini dipikirkan alumni SMA di sini.

1 thought on ““Investor Malaikat” untuk Membangun Kampung Halaman”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *