Toponimi Jember, Yuk berbagi cerita

Pada suatu hari, seonggok buku kecil karangan T Bachtiar, ahli geologi dari Bandung, dengan malu-malu masuk ke dalam tasku. Tentunya setelah kutebus dengan beberapa lembar kertas yang ditandatangani Gubernur Bank Indonesia. Judulnya Toponimi Bandung… waduh  opo ikut toponimi.

Mas Wiki bilang Topnimi adalah bahasan ilmiah tentang nama tempat, asal-usul, arti, penggunaan, dan tipologinya. Bagian pertama kata tersebut berasal dari  bahasa Yunani tópos (τόπος) yang berarti tempat dan diikuti oleh ónoma (ὄνομα) yang berarti nama. Toponimi merupakan bagian dari onomastika, pembahasan tentang berbagai  nama [1]. Nah Toponimi ini bisa lokasi atau objek yang alami seperti sungai atau buatan misalnya nama kota atau daerah.  Nah dalam buku-nya T bachtiar tersebut dibahas toponimi banyak tempat di Bandung sehingga pembaca paham sejarahnya.

Di posting beberapa abad lalu di blog ini (lebay deh..) sebenarnya sudah beberapa kali disinggung beberapa kampung yang  khas seperti Tempean, Kapuran, Babian, Kapuran atau Kalianyar. Sayangnya karena tidak menempati ruang khusus maka istilah-istilah itu kurang bisa ditelusuri. Mosok sih sebagai warga Jember gak penasaran kok ada Kali Jompo, bukan Kali Wredatama.. Kok onok daerah jenenge Condro, Talangsari, Tegal Boto dan Tegal Batu. Oposih bedane Tegal Besar karo Tegal Gede, kok ada Umbulsari dan Mumbulsari.

Nah mumpung blog ini punya rame-rame ayok berkontribusi untuk mengumpulkan toponimi daerah daerah di Jember. Kebetulan ada satu artikel di Kompasiana yang berusaha memecahkan toponimi dari Puger. Penulisnya R Z Hakim, arek Baratan sebelah Taman Makam Pahlawan. Berikut petikannya

“Saya pernah mendengar kisah tentang Buyut Jirin, sayang sekali belum pernah serius reportase untuk kemudian mencatatnya. Yang sudah ada di draft malah cerita rakyat di sekitar rumah Mas Lozz, Balung Lor (dekat dengan Puger). Dikabarkan bahwa yang membabat tanah di sana adalah seorang pelarian dari Mataram bernama Mbah Budeng. Saat Mbah Budeng (beserta pengikutnya) mbabat alas, mereka menemukan tulang belulang manusia. Itulah kenapa akhirnya daerah tersebut diberi nama Balung”[2]

Ini beberapa yang aku ngerti :

  1. Jembatan jarwo : Jembatan jarwo adalah jembatan yang meghubungkan Jl Sudirman dengan Jalan Mastrip, beberapa orang menyebut dengan nama Jembatan mastrip. Nama ini terpampang di Pos Polisi di Lampu Merah pertigaan Jl Sudirman, Jl Mastrip dan JL Seruji. Dinamakan Jembatan Jarwo karena jembatan ini dibangun pada jaman Bupati Jembar tahun 1957-1964. Jembatan ini dibangun tahun 1961. Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan daerah Patrang dengan Tegal Boto  dengan Patrang terkait dengan pembangunan kampus Unej (masih bernama Unita). Kalo diperhatikan, jembatan penghubung antara daerah Tegal Boto dengan pusat Kota Jember hanya ada 3, Jembatan Jarwo, Jembatan Semanggi dan Gladak Kembar.
  2. Kali Anyar : Kali Anyar adalah sebutan buat turun dari Lin di depan Jalan Nanas,  Patrang. Nama ini tidak pernah menjadi nama resmi karena nama ini muncul karena dulu ada Depot Kali Anyar di seberang Jalan Nanas (Jl Seruji). Pemilik Depot ini Pak Gozali, dan beroperasi tahun 1980-an. Untuk data lebih jelas biar dibahas oleh Mas Anton Alifandi atau Mas Ivan
  3. Gladak Kembar : Sopo sing gak kenal karo Gladak Kembar. Gladak/Gladag artinya Jembatan, Kembar artinya yo kembar, dua atau lebih yang identik. Dinamakan Gladak Kembar karena ada 2 jembatan yang serupa dimana yang sebelah timur untuk mobil, truk atau kendaraan besar sedangkan yang sebelah barat untuk dokar, becak, sepeda dan motor. Konon dulunya Gladak Kembar ini dulunya kecil dan sangat menanjak sehingga muatan kendaraan dibatasi cuma 3 ton [3]. Gladak Kembar diperbaiki sehingga menjadi seperti sekarang pada tahun 1991-an, sehingga kendaraan yang menuju SMA 1 dari yang  biasanya lewat Gladak Kembar dialihkan ke Jembatan Jarwo. Enaknya, aku bisa naik Bus E dari Lampu Merah Mastrip.. lebih deket 😀
  4.  Patemon : Patemon diambil dari kata temu, yand artinya pertemuan. Daerah yang dinamakan Patemon biasanya terdapat pertemuan anak sungai dengan sungai induknya J. Di Jember paling tidak ada 2 daerah yang bernama Patemon. Yang pertama di Tanggul yang terkenal dengan pemandian patemonnya dan daerah Antirogo.
  5. Wetan kantor : Wetan kantor artinya sebelah Timur Kantor. Daerah ini terletak di sebelah timur BRI, Madiri dan Bank Jatim. Dinamakan demikian karena daerah ini terletak di sebelah Timur daerah perkantoran di Jembar yaitu daerah Lun-Alun (gak salah tulus loh) dan sekitarnya
  6. Glayer : Daerah ini terdapat di dekat Jembatan Semanggi dekat Jember Klinik.  Asal mula namanya adalah dyer atau tempat pengeringan kayu, jadi plesetan itu ternyata dikenal sejak dulu kala.
  7. Tembaan : Daerah Tembaan terletak di sekitar jalan Ahmad Yani sebelah Timur sampai pinggir Kali Bedadung. Batasanya sampai pertigaan Trunojoyo.  Dinamakan Tembaan karena pada Jaman Jepang daerah tersebut dijadikan tempat latihan tembak. Setelah jaman kemerdekaan daerah tersebut tidak lagi digunakan sebagai lapangan tembak tapi istilah Tembaan tetep digunakan.
  8. Lambau : daerah ini di dekat Taman Makam Pahlawan, Baratan. Didekat Rel Kereta Api menuju Perumnas Patrang. Sebenarnya ini plesetan dari Landbouw yang artinya Pertanian. Di dekat sini memang ada kantor pertanian di pinggir jalan Slamet Riyadi (dulu Jalan pahlawan )dan kebun mangga di seberang rel KA.
  9. Sabtuan : Daerah ini di Tegal Besar, yaitu di pasar Hewan Tegal Besar. Dinamakan Sabtuan karena hati pasarannya hari Sabtu.
  10. Gebang : Gebang diambil dari nama pohon Gebang (Corypha Utan) yang bentuknya seperti palem dengan daun seperti daun lontar. Katanya pohon ini hanya berbuah sekali dalam hidupnya, seperti pohon pisang. Daerah lain yang memakai nama Gebang di Indonesia seperti Pulo Gebang, Bantar Gebang
  11. Becak Atom : sebenarnya ini nama toko di Jalan Coktoaminoto yang berjualan onderdil becak, letaknya di tikungan dekat jalan Gajah Mada

Itu beberapa yang bisa kumpulkan, beberapa sumbernya terpercaya, beberapa agak ngawur he.he…  Ayo.. lain mana, biar kita kumpulkan biar jadi bahan pengetahuan buat arek-arek Jember lainnya…

Beberapa sumber.. cuma sedikit, soalnya pengen cepet-cepet diupload, sambil jalan nanti di-edit lagi…

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Toponimi
  2. http://sejarah.kompasiana.com/2013/04/30/menelusuri-toponimi-puger-551489.html
  3. http://ujangsarwono.wordpress.com/2009/12/01/sejarah-jember-tempo-dulu/

11 thoughts on “Toponimi Jember, Yuk berbagi cerita”

  1. Topppp….wah kudu takok sopo knapa daerahku disebut Gebang Kemundung?lek Gebang Darwo…karena daerah gebang yg jl Bungur itu dibukak pertma kali sama Mbah Buyut Darwo….

  2. Kapuran : diambil dari kata kapur di tambah akhiran-an atrinya tempat yang ada atau banyak kapurnya. DI Jember paling tidak ada 2 tempat dengan nama Kapuran. pertama Gang Kapuran, tempatnya di Jl DI Panjaitan dekat RRI. Dinamakan Gang Kapuran karena ada yang jual Kapur di depan gang. Kedua Jl Kapuran di daerah Puger, di daerah ini banyak pabrik kapur yang diambil dari bukit kapur di daerah Grenden, Puger. Kontibusi dari Wiwit, via FB diedit seperlunya, ditambah seadanya..

  3. "Comboran itu juga di HOS Cokroaminoto, tepatnya di seberang Ampera, comboran berarti istal kuda (karena dulu mungkin bekas tempat dokar ngetem) tahun 60-70 an dulu daerah situ juga pernah dikenal dengan nama "Standplaat" karena pernah jadi terminal oplet. Kalo Wetan Kantor setahuku adalah daerah sebelah timur Kantor Kabupaten." komen Cak Afton di http://sma1jember.info/2008/01/lenyapnya-jalan-im

  4. Omah jaman cilikanku biyen nang tembakan gang sumur bor. Maksude jl. Untung Suropati (waktu itu) gg.6. Krn di depan gang 6, ada sumur bor tempat orang beli air utk dipakai masak. Tempat lapangan tembak itu kalau gak salah sekarang jadi SPBU.

  5. Seputar Gebang iku akeh tempat yang isinya berdasarkan tanda tanda geografis atau agronomis… Gebang Tungul …iku daerah Gebang yang paling tinggi tepatnya area diatas standplat /terminal bis lawas…sak iki jalan opo yo? aku gak apal…..Gebang Kemundung : yo jelas ini daerah Gebang bawah (Jl.Bungur ..sekarang) yang dulu banyak pohon kemundung…Gebang Taman …daerah Gebang di atasnya Gebang Tunggul lokasi kolam renang (taman) jaman baheula di Jember ..nah yang gak ngerti aku opo asbabun nuzulnya GEBANG PORENG??…sekarang Jl.Mangar??….

  6. Poreng = puring? Mungkin dulu banyak tanaman puring di daerah situ. Atau mungkin dulu bekas kompleks makam? Kan di lokasi makam biasanya banyak tanaman puring. *ilmu gothak gathuk

  7. Babian itu kan dulunya memang peternakan babi.. di antara jalan sunan ampel dan jl. raden patah (SD Al Furqan). Jaman saya TK, tukang becak mengenalnya sebagai Pothot (kalo ga salah nama lokalisasi juga dulu)

  8. @Sevi..bisa jadi begitu karena di Gbang Poreng paling tidak ada 2 makam besar yang banyak tanaman puringnya

    @Rizal/…siyahhhh mak tagge plesedan kanak..ha ha ha jare lagune oma irama " poreng …poreng…se lempo kalak…." ha ha ha

    @Rifqi..Pothot? dulu sayup sayup pernah engar nama itu tapi gak ngeh juga kalo berkonotasi dengan ..lokalisasi..seperti KaLPUT ATAU wHITE RIVER yang legendaris itu.

  9. @Cak Eko, ternyata Gebang itu dari nama pohon Gebang.. (Cotrypha Utan).. sejenis dengan palem yang daunnya seperti lontar (siwalan). Konon pohon ini hanya berbuah sekali dalam hidupnya.. koyok wit gedang nek ngono yo.. Nama yang sama di tempat lain seperti Pulo Gebang, Bantar Gebang..

  10. Sepuntene yo kabeh?aku arek madiun oleh usul gk?muga blh ya?gimana kalau PUGER itu berasal dr bahasa PAUGERAN yg artinya anutan atau PANUTAN?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *