Tulisan tentang Gang SMA Dikutip untuk Buku

Blog seperti mati suri, malah ada pemilik akun di sini lupa bahwa grup alumni SMA ini masih punya blog. Tidak mengherankan, karena situasi di ranah maya sekarang ini memang didominasi oleh jejaring sosial dengan suasana yang tentu berbeda. Pengalaman para pembicara tentang kaitan blog dan jejaring sosial selalu menyebutkan bahwa, Blog dan jejaring sosial tidak dapat dicampur begitu saja, melainkan dapat dihubungkan dan menjadi saling menguntungkan. Walaupun harus diakui: sumber daya pengelola sangat mungkin terbatas dan ada pula faktor perasaan atau mood.

Sekilas kabar-kabar: grup angkatan di Facebook masih marak — setidaknya alumni tahun 1988. Saya pribadi “menyerah” untuk menghidupkan grup alumni secara keseluruhan. Tetap terasa keterkaitan pembicaraan (yang menjadikan diskusi terhubung) dipengaruhi oleh “suasana sepantaran”, yang memang sudah kenal dan berjumlah tidak terlalu banyak. Oleh karena itu warung di pojok jalan yang mini dan berkomunitas pengunjung yang tetap punya daya juang sendiri untuk hidup menghadapi waktu.

Demikian pula dengan milis yang dijaga dengan cara sederhana: kiriman surat elektronik dalam suatu bulan harus dijaga ada, supaya ikhtisar jumlah pesan yang datang di halaman depan di Yahoo! Groups selalu terisi, tidak ada yang bolong karena terlewat. Belakangan ada beberapa akun email anggota milis tampaknya terganggu oleh malware karena datang email tidak jelas. Untuk itu terpaksa ybs. distop dulu dari keanggotaan milis atau lebih tepatnya alamat email ybs. dianggap bermasalah, karena pemiliknya pun seperti tidak menyadari ada gangguan tsb.

Yang mengesankan: kabar dari Eko Setiawan, penulis blog yang sohor dengan rekaman kenangan masa lalu, mengingat jabatan reporter dan redaktur Majalah Dinding yang dipegangnya dulu. Di grup Facebook disebutkan oleh Ekos bahwa salah satu tulisan di blog ini, tulisannya juga, tentang gang di SMA — suatu fenomena pada periode 1980-an lalu, dikutip oleh salah satu buku, menjadi salah satu rujukan nostalgia. Ini menarik karena pemaparan oleh narasumber atau saksi mata sendiri seperti Ekos adalah aset penting untuk ditelaah.

Salinan kabar di Facebook

Klik gambar di atas untuk ukuran yang lebih besar

Oleh karena itu tuangkan kenangan dalam bentuk tulisan, walau barangkali perlu mengingat-ingat keras untuk memutar-ulang kenangan.

4 thoughts on “Tulisan tentang Gang SMA Dikutip untuk Buku”

  1. Saya dah lama sekali prihatin dengan turunnya mina kawan kawan alumni untuk salin berbagi cerita i blog ini..ya itu tadi..karena situs sirus jejaring sosial saat ini makin sexy dan gampang diakss via HP he he he ….apapun semoga tanun 2012 ini saya juga bisa berkontribusi lagi di blog ini untuk berbagi cerita…karena saya dah dapat account dan password dari admin….

    1. Betul, memang ini fenomena global, dari blog pribadi hingga media massa yang punya serdadu jurnalis pun mengalami hal ini. Tapi jangan khawatir, tulisan yang lebih panjang (dan mungkin lebih komprehensif) tetap lebih enak ditampilkan di blog dan dilanjut dibahas di sini atau hingga ke jejaring sosial.

      Terima kasih, Kamerad, masih akan eksis! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *