“Jalur Tebu” Kereta Api Jember Wilayah Selatan

Saya punya hutang janji menulis untuk Cak Ekoz al-Guevara: tentang perkeretaapian di wilayah Jember Selatan. Sekaligus saya tersadarkan bahwa di antara kita ada yang belum sempat menyadari jalur eksotis kereta api di selatan. Jangan khawatir, bagi saya pun sayup-sayup karena sangat sedikit ingatan tentang kereta api ini.

Membentang di sebelah utara sungai besar dan instalasi perairan dari desa Curah Malang, Kec. Rambipuji, hingga desa Tutul, Kec. Balung, terdapat rel kereta api hasil pencabangan di pertigaan sohor Kaliputih, Rambipuji. Di sisi selatan sungai terdapat jalan raya penghubung Jember-Lumajang, yang digunakan hingga sekarang. Bak “jalur sutera”, prasarana ini memang sengaja dibangun sejak era kolonial untuk membuka perdagangan antarkota.

Continue reading ““Jalur Tebu” Kereta Api Jember Wilayah Selatan”

Jeneng Kelas di SMA 1 Jember

Gak salah kalo jaman SMA itu dikatakan jaman yang paling menyenangkan, soalnya sekolah masih nyantai, boleh gak terlalu serius dan ketemu teman-teman seumur yang lagi lucu-lucunya. Kegiatannya selain belajar pasti maen bareng genk atau teman sekelas. Dengan motivasi meningkatkan kekompakan teman-teman sekelas biasanya  kelasnya dikasih nama yang seru-seru yang mencerminkan jiwa atau semangat kelas.

Di tulisan ini Aku pengen sharing tentang obrolanku dengan Cak ekoz, salah satu penggiat Blog SMA 1 Jember ini yang terkenal dengan daya ingatnya yang Ruuuarrr Biaaasa tentang  beberapa nama kelas yang sempat atau masih diingatnya. Obrolan ini sebenarnya kami lakukan pas bulan Ramadhan tahun 2008, cuma gak sempat ditulis untuk disebar lewat blog ini mengingat betapa malasnya diriku. Tapi membaca koment Cak Eko yang dengan memelas di posting  “Selamat Berulang Tahun Kesepuluh, Milis 1988”, diriku jadi tergerak untuk nulis…

Continue reading “Jeneng Kelas di SMA 1 Jember”

Bernostalgia di Jember Klinik

Jika pada kesempatan mudik lebaran tahun ini, akhir September lalu, saya berkesempatan pulang ke “tanah kelahiran” Balung, kecamatan di sebelah selatan Kab. Jember, dan tidak sempat berkunjung ke Kota Jember yang kian ramai, bulan November lalu sebaliknya: datang dan menginap di Kota Jember dan tidak sempat menjenguk Balung.

Seperti biasa, ini bagian dari acara perjalanan dinas ke Surabaya, saya tumpangi dengan melanjutkan ke Jember karena nenek sedang dirawat inap di Rumah Sakit Jember Klinik. Dengan keyakinan mengingat perjalanan Surabaya-Jember sejak zaman kuliah, santai saja saya naiki bus Akas jurusan Jember dari Terminal Purabaya, Surabaya/Sidoarjo, pada pukul 17.30, dan sampai di Terminal Tawangalun Jember, sekitar pukul 22. Taksi selanjutnya mengantarkan saya hingga di R.S. Jember Klinik, yang di beberapa spot saya lihat disingkat JeKlin.

Continue reading “Bernostalgia di Jember Klinik”