Buku Tamu

Mohon jangan lupa bahwa blog kita ini memiliki Buku Tamu.

Asal muasalnya: beberapa komentar dianggap di luar topik (atau dikenal sebagai OOT) karena mohon dimaklum begitu bertemu di bangku warung ya mengobrollah ke sana dan sini. Belum lagi jika memang yang ingin memasang tulisan itu “sekadar” uluk salam, panggil-panggil teman dekat, (dulu) pujaan hati, atau berteriak lantang komando untuk angkatan.

Diakomodasi akhirnya dalam bentuk Buku Tamu.

Boleh dikata berikutnya tumplek bleg di sana. Tanpa urutan, tanpa pengelompokan, seperti halnya buku tamu kondangan. Perbedaannya: di buku tamu hajatan tanpa komentar, hanya menyebut identitas, alamat, dan tanda tangan. Di web harus ada komentar, cetusan hati, ajakan menyapa.

Begitulah, saya sambil sedikit menggeleng kepala juga melihat jumlah entri di Buku Tamu hari ini sudah 364 pesan. Dijejer dalam 30 lebih halaman. Muncul pertanyaan: apakah teman-teman yang dipanggil oleh “teriakan” di Buku Tamu sempat membaca, ya? Beberapa dalam bentuk pertanyaan seperti rencana agenda reuni atau sekadar berbagi kota domisili.

Semoga saja, sempat menjadi manfaat, mempertemukan yang terpisah, atau menjadikan kerukunan baru. Di hari seperti ini, seperti melawan Goliath bernama Facebook untuk urusan sosial seperti ini. Jadi prinsip yang masih dipegang: akomodasi semua kanal.

Yang paling mengesalkan tentu para asongan yang berjualan dari barang fisik hingga harapan, termasuk yang sudah mencurigakan seperti menambang untung dari tipu-tipu berkedok arisan. Untuk yang seperti ini saya berusaha menghalau.

Iki acara pul-kumpul Cak, masak sampeyan adol abab ngapusi nganggo impen-impen duit nganti milyaran?

5 thoughts on “Buku Tamu”

    1. Betul, sedang ada gangguan, semoga dapat segera diperbaiki. Sebelumnya buku tamu tsb. sering diserang pesan spam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *