Selamat Bertemu di Blog, Suara Akbar!

Terima kasih kepada Mas Ramadhany yang akhirnya menemukan juga tulisan “Kacepot Gullena Mera…” di blog ini. Ikut menyapa dan mengingatkan kita semua tentang Radio Akbar yang kabarnya sekarang sudah menyediakan edisi streaming segala. Ya iyalah, di masa seperti ini, sudah tipis beda teknologi antara Jember atau Jakarta — setidaknya dibanding masa lalu.

Dulu saya tidak mengerti: bagaimana sih cara meminta lagu di Radio Akbar itu? Ada yang bilang –waktu itu– katanya perlu beli semacam kartu terus dikirim ke stasiun radio. Barangkali lumayan sebagai penghasilan tambahan dengan membeli kartu tersebut (yang berharga murah meriah). Atau juga mungkin lewat kartu pos. Entahlah. Yang jelas jika saya dengar radio swasta di Bandung, kota saya tinggal saat ini, para penyiar sudah sibuk menyebutkan pesan seperti dari Yahoo! Messenger atau Facebook. Jadi masukan dari pendengar dan luaran ke publik sudah berdampingan dengan media baru, Internet.

Karena Internet juga blog ini dipertemukan langsung dengan Radio Akbar, tentu saja setelah diracik oleh koki cerita masa lalu, Cak Ekoz, yang sekarang bertugas menjaga pundi-pundi bank nasional.

He, he, he… selalu menyenangkan bercerita masa lalu, sekaligus bernostalgia. Yang pahit terasa lucu, yang manis tentu bertambah indah…

Tabik, semua.

7 thoughts on “Selamat Bertemu di Blog, Suara Akbar!”

  1. "kacepot gullena mera…menawi lopot, nyo'on saporah" radio suara akbar…… Masa SMA….aku baru mulai akrab dengan yang namanya kekentalan sebuah persahabatan..Real persahabatan bagiku..kami ber 9 kala itu…dengan semangat 45, tak jarang aku menunggu pukul 23.00, saat mulai acara kirim2an salam dimulai… Terkadang terlonjak diri ini kala sang penyiar menyebutkan nama kami, biasanya Ivan yang paling enak meng aksesnya (karena dia sudah punya telepon rumah) Bila aku yang kebagian..aku harus memutar otak..mensetting alasan pada ortu untuk bisa ke Misbar (tempat terdekat yang ada telepon umumnya)…lantas berlari lagi…cepet-cepet pengen dengar salam untuk 8 kawanku yang lain yang kukirimi lagu…tapi aku lupa, lagu apa yang suka ku kirim atau yang kami dapat dari kawan lainnya..bagiku..ndak penting..yang penting..salamnya itu lho!!!..dan bila senin tiba..tinggal cekikikan ngebahas sesuatu yang sebenarnya gak aneh..tapi kenapa saat itu..asyiik aja

    Mengenang kalian kawan : Ivan, Andik, Heri, Juni, Nur, Diah, Dani dan Mien..terima kasih untik hari2 kemarin hingga hari ini…

  2. He3 iya, dulu sampai bela belain ke radio suara akbar untuk bales mengirim salam & lagu. cuman karena agak jauh dari kosa kos san, jadinya lebih sering mampir ke RRI (deket ama sekolahan dan deket ama kos kos san). Itupun karena ada penggeraknya "Sungkawaningsih". he3. Lagunya waktu itu bisa milih, cuman kalo dah dipilih orang lain, harus milih yang lain atau manut ama pilihan penyiarnya. tapi emang bener kata dhek ika, justru acara titip salam nya itu yang lebih utama (bukan lagu yang dikirimkan) ha3

  3. Jamanku Prosalina yang biasa jadi tempat kirim-kiriman salam, waktu itu stasiunnya masih di depan Kodim…. Kalo pas SMA udah jarang dengerin radio… gak ngerti ngopo wae aku pas SMA ya?

  4. mantap ada reminder anyar iki… saya pikir ..pembelian kupon rem-kereman lagu itu adalah bentuk awal dari voucher pra bayar yo..ha..ha..ha…lek arep kirim ke Agus Arjamel (arek jalan melati) opo Pak Marjuk bik Bu Marjuk…kudu beli kupon dulu …. tapi Raduio Suara Akbar,Radio Suara Kartika dan RKPD lah yang paling menorehkan memori masa lalu sampai saat ini… belom nyobak radio streamingnya Radio Suara Akbar ki..ada yang sudah nyobak..

    cak amal takok..supaya fotoku mencungul ndek komentar carane piye yo? koyok faiz iku lho…opo Rizal sing onok photone

  5. Nek pengen ono fotone, digunting soko fotone sampeyan terus ditempelno ning nggon fotone Cak.. he..he…

Leave a Reply