Sang Saka Merah Putih atau Hinomaru ya?

JFC meet The KAIGUN..
JFC meet The KAIGUN..

Posting pertama saya setelah sekian bulan ” minggat ” ke Facebook dan berkubang dengan virus-virus FB yang betul-betul melenakan dan meninabobokkan.

Pagi ini saya membuka situs Suaramerdeka.com. Pada halaman utamanya, terpampang foto salah satu peserta karnaval tahunan di kota Jember, yang perlahan tapi pasti, bakal menjadi salah satu ikon budaya kota Jember, yaitu JEMBER FASHION CARNAVAL. Tahun ini adalah pergelaran JFC yang ke-8.

Demikian isi berita foto yang saya kutip dari suara merdeka.com ” Seorang peserta mengenakan kostum merah putih sedang mengikuti Jember Fashion Carnival di Jember Jawa Timur. (reuters- smcn) ” (Ganbar sebelah kiri).

Sepintas mencermati foto tadi, pikiran saya lantas beralih ke salah satu Band Metal asal Jepang, yang konon pernah digandrungi penikmat musik metal sejagad, tidak terkecuali di kota Jember, yaitu LOUDNESS. Band yang kondang dengan sederetan lagu pilihan antara lain : Run For Your Life (paling sering dinyanyikan oleh band rock jawa timuran), Let It Go ( pernah dinyanyikan Anang dan Morgenster di Stadion Notohadinegoro), Crazy Nights serta So Lonely.

Setelah googling sebentar, akhirnya saya dapatkan foto sampul album ” THUNDER IN THE EAS.T ” ( Gambar sebelah kanan), yang merupakan pintu pembuka bagi Loudness untuk menapak ke pelataran musik dunia. Lalu saya googling lagi dengan kata kunci “Hinomaru “, untuk memastikan saya tidak salah memilih judul posting kali ini.  “Hinomaru” adalah sebutan untuk bendera negara Jepang.

Dengan tidak mengurangi respek saya terhadap jerih payah desainer kita, anggapan saya bahwa beliau ingin mengangkat tema yang terkait dengan suasana menyambut perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 64 di tahun 2009 ini. Dalam fantasi saya, desain itu seolah menggambarkan kemegahan kepak sayap burung garuda yang kokoh dan megah. Andai saja desain itu bisa dilengkapi dengan semacam alat, yang bisa menerbangkan si peragawan untuk melayang-layang di angkasa.. ahh, tentu lebih hebat rasanya.

Namun demikian, kembali kepada perasaan saya yang telah “teracuni” dengan bayangan  “hinomaru“, saya mat-matke kok desain itu lebih mirip ke bendera “saudara tua” kita ya.. ketimbang Sang Saka Merah Putih kita. Apakah nasionalisme saya mulai luntur ya?

Semoga tidak! Respon ini saya buat sebagai apresiasi positif sekaligus kritik konstruktif kepada para desainer peserta JFC untuk tetap berkarya dan menggali ide-ide lokal untuk diwujudkan menjadi issue-issue global. Agar desainer kita makin memperluas wawasan serta mempertajam visi, sehingga desain yang awalnya bernafas ” Nasionalis “, tidak menjadi Nasionalisme Bercabang..

Matur nuwun.

5 thoughts on “Sang Saka Merah Putih atau Hinomaru ya?”

  1. menurut hemat saya Bro…. “klaim” bahwa sayap-sayap itu merujuk kepada merah putih boleh juga..cuman karena kekerapan warna merah putih pada sayap yang mencapai 9 pasang merah putih maka terlihat seperti warna bendera Angkatan Laut Jepang (bendera matahari versi Thunder in the East) itu memang lebih identik dengan Kaigun (AL jepun)..kan kalok Hinomatru asli cuman bendera putih pakek buletan merah….. apalagi versi Thunder in the east itu ada plipit “hitam” sebagai aksennya….

    by the way…warna merah putih pada design sayap itu emang sangat “eye catching”….makanya sempat nyelonong sebagai foto di Suaa Merdeka ….hari ini KOMPAS juga menayangkan foto JFC…..salut untuk panitia,Dynand Fariz dan pemkab…atas konsistensinya menggelar JFC…

  2. Betul, Cak. Untuk yang punya mata "awas" dan kebetulan penggemar LOUDNESS sejati, kesan bahwa itu THUNDER IN THE EAST atau bendera KAIGUN akan lebih kental. Makanya saya kasih penekanan bahwa ini adalah kiritik kronstruktif, agar maksud awal untuk menggelorakan semangat berbangsa, tidak menjadi bercabang ke bangsa yang lain..

  3. termasuk kita berdua kan Iz…Loudness fans…. Akira takasaki-Munetaka Higuchi-Minoru Niihara-Masayoshi Yamashita …tentu punya alasan yang kuat kenapa memakai bendera KAIGUN untuk cover album THUNDER IN THE EAST …salah satunya karena eye catching itu..

  4. Kebayang nek pas angin gede.. opo gak katut iku sing nganggo kostum….. Maju terus JFC (hiks.. gak pernah nonton langsung ning Jember..hiksss)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *