“Jangan Hanya Pul-Kumpul…”

Pertanyaan penting dan agaknya senantiasa muncul berkaitan dengan alumni dan kegiatan yang diselenggarakan adalah ihwal model acara reuni, acara pul-kumpul, atau reriungan. Hampir semua klub memiliki gaya masing-masing untuk bersosialisasi dan untuk klub alumni: dorongan bertemu, menyegarkan ingatan setelah terbawa masa dalam bilangan dasawarsa akan lebih kuat. Apalagi berkah Web 2.0 sudah di depan mata: aneka jejaring sosial kian memudahkan peserta untuk merencanakan hingga menyelenggarakan kegiatan tambahan, yaitu dalam bentuk pertemuan, kopdar.

Sekali dua pertemuan di awal tentulah elok: spontanitas, acara mengalir, dan semua dalam hasrat untuk berjumpa lagi. Hampir semua penyelenggara pertemuan awal sudah disibukkan oleh cara paling praktis menghubungi sebanyak mungkin calon peserta dan tidak perlu repot menyajikan acara. Pembawa acara dadakan, sponsor todongan, hingga penyaji hiburan tanpa naskah pun tampil spontan.

Langkah berikutnya yang perlu pertimbangan. Acara itu sendiri harus cukup menarik untuk diulang dan jangan sampai bertabur kehambaran.

Persoalan penting lain adalah sorotan publik — atau, dalam hal ini, bagian dari komunitas tersebut yang beritikad baik memikirkan acara. Tidak mudah lagi menyebut “makan-makan”, karena tidak etis di tengah kondisi sekitar yang “perlu makan seadanya.” Perlu tindakan atau hasil nyata, yang biasanya di forum disebut: reuni jangan hanya begitu, tapi harus membawa manfaat buat sesuatu yang dijadikan ikatan bersama.

Untuk alumni SMA tentu ikatan bersama tadi adalah sekolah atau daerah yang ditinggalkan.

Format paling praktis lazimnya penggalangan sumber daya yang dapat dialirkan ke sekolah/daerah. Format lainnya adalah mempertemukan penyediaan dan tuntutan, misalnya pertemuan para investor sumber daya dengan mereka yang memerlukan akses.

Saya tidak dalam kapasitas mengusulkan formulasi yang lebih pas, apalagi jika diingat suasana setiap angkatan alumni bervariasi — kendati dapat saja pengelompokannya bukan berdasar angkatan alumni, melainkan jenis lainnya. Yang jelas: saya ingat di grup SMA Negeri 1 Jember di Facebook ada yang sudah mengingatkan perlunya, “acara reunian itu jangan hanya pul-kumpul.”

Jadi, seperti apa, ya?

Coba saja usulkan di komentar tulisan ini: barangkali kandidat penyelenggara kegiatan reuni mendapat inspirasi atau setidaknya tahu potensi yang dapat dikembangkan.

Terima kasih sebelumnya.

22 thoughts on ““Jangan Hanya Pul-Kumpul…””

  1. Sebuah kegelisahan yang sama…. sejak jejarng sosial macam Facebook dan internet bukan hal yang "mahal" lagi..maka secara simultan hampir tiap hari berbagai kawan lama ditemukan kembali…. teman saat SMAN 1 JEMBEr..(trakhir ..semalam baru kontak sama Christine…kawan Bio 3 yang gak bersua sejak 19 tahun silam…)…kawan di Faperta UGM…Kawan di Faperta UNED..kawan di MM UGM..kawan di SMP 2..bahkan kawan saat SD Jember Kidul VII…. ujung dari semuanya adalah ajakan Reuni….

    Reuni yang pernah saya ikuti antara lain…. Reuni SMAN 1 JEMBER yang di Omah Sendok 2007 dan Mangli 2008 Reuni faperta UGM di 2007…. dan sama juga sih awalnya…euforia kebersamaan yang sangat menggetarkan…dan diakhiri kerinduan akan langkah nyata setelahnya…jadi tepat sekali .".acara Reuni jangan hanya pul-kumpul.."…apa mo bikin yayasan?…apa mo bikin koperasi?..apa mo bikin usaha bersama…yang jelas butuh hal konkrit…

    boleh kita mencontoh model kekompakan alumni Akademi Militer (AKMIL)…semisal Angkatan 65 punya Tidar Bakti Tiada Akhir (TIBTA), Angkatan 87 punya KEKAL 87 ..dll…semuanya berawal dari kumpul-kumpul terus mengarah pada pembentukan yayasan dan bisnis….

    kalok untuk case SMAN 1 JEMBER saya membayangkan terbentuknya KELUARGA ALUMNI SMAN 1 JEMBER yang aktif tentu saja….dengan kepengurusan daerah yang juga aktif…seingat saya pernah ada IKSMAGRI JEMBER (Ikatan Keluarga SMA negri JEMBER) yang pernah berkongres di Tawang Mangu sekitar tahun 1992 an…saat itu saya,Ivan syahbana dan Eddy Arjanto…ikut diminta bantuan jadi panitia…penyelenggaranya melibatkan Prof.Ikhlasul Amal (rektor UGM),Prof.Joedoro Soedarsono (UGM) , Laksamana Ghoffar Soewarno,Letkol Budi santoso dll…dihadiri sekitar 100an orang dari jabodetabek,Jateng-DIY dan Jatim…setelahnya diikuti beberapa kali pertemuan untuk mewujudkan sebuah yayasan dan bisnis ..tapi tak tahu juga apakah klemudian juga berjalan….karena setelah sibuk dengan tugas akhir saya gak lagi ikut didalamnya…jadi usul saya…kita perlu bertanya ke Sekolah ..apakh telah terbentuk organisasi alumni yang resmi?…baru kemudian kita akan bergerak ke arah pembentukan jika belum ada atau penguatan jika sudah ada….karena blog kita ini sudah ditautkan (diakui) dalam blog resmi sekolah..maka sebagai kepala suku (moderator) kayaknya sah saja jika kita bertanya ya gak….. “>http://www.web.sman1jember.sch.id/

    kalo bicara secara teknis ..mungkin alurnya begini 1.Bikin Reuni Akbar Lintas Angkatan dengan workshop/seminar bisa tentang Perguruan Tinggi dan Dunia Kerja dengan pembicara dari alumni yang jadi dosen,praktisi IT,pengusaha dll..di sekolah,aksi sumbang buku, aksi sumbang doku….

    2.Bikin Organisasi Alumni resmi jika belum ada 3.Bikin langkah konkrit penguatan aksi organisasi jika organisasi sudah ada… 4. Bikin yayasan sosial untuk beasiswa bagi siswa SMAN 1 Jember 5. Bikin organisasi bisnis yang kongkrit ..misalnya membuat kantin sekolah yang lebih representatif dengan Bakso Pak Rie sebagai iconnya…

    itu dulu deh…..

  2. Assalamualaikum Wr Wb

    Cak Amal, urun rembug……………. pada prinsipnya saya sepakat dan mudah2an yg lainnya sepakat, tapi embrionya digagas dulu. optional dari Cak Ekoz bisa dipertimbangkan. Yang penting isu ini dikembangkan (sambil dikipas2i, kalau perlu di kasih backing powder untuk lebih berkembang. step selanjutnya: 1. Woro2 untuk jadi sukarelawan pengagas ; 2. Pengagas ketemu, buat program sesuai usulan Cak Ekos atau mungkin ada ide segar lainnya. 3. aplikasi reuni by planning pengagas. ide lain yang mungkin dapat disambungkan dengan gagasan Cak Ekoz. adalah 1. Bursa Beasiswa 2. Bursa kerja dari unit kerja kita masing2 atau unit kerja terkait lainnya. sebagai rasa peduli pada wong jember khususnya SMA 1. DawuH Kanjeng Nabi SAW " Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi manusia yang lain". Gimana Cak Amal lan Cak Ekos ?

  3. saya setuju! Kebetulan saya jadi wakil sekretaris II DPD APERSI JATIM, mungkin sedikit pengalaman organisasi saya bisa bantu…..

  4. saya setuju & mendukung sepenuhnya…. Kebetulan saya sekarang Wakil Sekretaris II DPD APERSI JATIM, mungkin sedikit masalah organisasi saya bisa bantu…. Oh ya perkenalkan saya lulusan 91

  5. Yang penting ada yang mau ngerjain nggak? Sepengetahuan saya, mulai dulu dari berbagai macam kumpulan selalu ada ide 'jangan cuma kumpul-kumpul'.. tapi giliran untuk menindaklanjuti selalu ngeles, si A,B,C saja yang banyak waktunya kalau aku sibuk dan sebagainya..nanti aku akan dukung.. sama juga bohong dech..alias omdo.. ide sebesar dan sebagus apapun tidak akan jadi apa-apa sebelum dilaksanakan..'take action'..

  6. setuju cak Amal kita ojok pul kumpul tok trus ku mlaku nang lun alun, bgm klo spt yg th 92 itu saya kira IKSMAGRI itu bagus, kpn kita kumpul, skrg tugas di laut, saya lulusan 85

  7. kita harus mulai…. Jg cuma omong2 tok! Hayo dibuat koordinator kecil dulu…. Buat plan langkah demi langkah, bagaimana menurut anda?

  8. OOalah rek… ojo ribut gimana mau ngada'in organisasi keluarga alumni, Bisa tapi butuh waktu dll yang nggak sdikit. Klo mau reuni ya adakan,kalau mau bentuk keluarga ya adakan gak usa konfirmasi ke sekolah,skrang lagi sibuk. Lebe bae kesejahteraan alumni perhatikan.Berilah bea siswa pd ade-ade,lenggapi perbustakaan dng.koleksi buku-buku baru sampeyan, pasti barokah. Oke salam kenal aku alumni th 1980

  9. sepi dan terlupakan, apakah nanti ada reuni eks warung kita ini. Sabar Bror, musim kadang harus berganti, tapi saatnya nanti kita akan jumpa lagi.

  10. @Dhek Ekoz: oke banget lho ide2 mu. kapan ya yayasan sosial & kantinnya bisa terealisasi, semoga deh gak hanya impian kita. amin

  11. @Dhek Rizal: sekarang lagi jaya jayanya orang terkena virusnya. tapi emang dahsyat banget bisa nyari temen kita sejak jaman TK hi3. Semoga deh gak lama lagi blok ini ramai kembali.

  12. bagaimana kalau yayasannya di bentuk dulu…agar ada wadahnya…jadi kan nyaman mon mau ngapa-ngapain….?????

  13. tak gendong…eh tak dukung pendapate ika,kita bikin aja yayasan, para pentolan sma kita tunjuk sebagai pendiri misal yanar, ekos, dan ikhlasul amal…trus pengurusnya kayaknya bu guru kita ika listianingtias nampaknya ada waktu untuk jadi ketua, disamping itu ivan yang udah ke jember bisa juga jadi nominasi…trus kita iuran untuk buat akte notaris dan pendaftaran ke depkuham…setelah itu beraktivitas yang tidak muluk2 tetapi menunjukkan bahwa lembaga itu ada, dan semakin lama semakin banyak yang bisa kita kerjain

  14. mulai aja… kan banyak alumni yang masih ada di Jember, yang diluar kota jember pasti mendukung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *