ibu dan rinduku

December 21st, 2008 by ika Leave a reply »

Emak….ibu….bunda….mama….ambuk….

Nama-nama itu begitu indah menghiasi relung hati, tidak terikat siap yang mengucapkan, maupun sang waktu…Sebutan itu seakan tak pernah akan mampu ditindas oleh apapun..tetap megah dan tetap mampu membahana, mengisi relung-relung kalbu

 

Ribuan kilo, jarak yang kau tempuh

Lewati rintangan untuk aku anakmu

……. Ibu by Iwan Fals

 

Nada-nada yang indah

Selalu terurai darinya

Tangisan nakal dari bibirku

Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci

Tlah mengangkat tubuh ini

Jiwa raga dan seluruh hidup

Telah dia berikan

—–Bunda by Melly G

 

Hanya memberi tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia

 

Untaian syair yang menjadi begitu indah untuk disenandungkan dan merebut seluruh jiwa yang tak kan mampu memungkirinya, bagaimanapun keberadaan beliau, kita sangat mencintainya, kita sangat menghormatinya dan menempatkan beliau di tempat yang paling agung dalam hati kita. Jerih payahnya tak kan terganti..rangkaian doa-doa yang dipanjatkannya menjadi ukiran yang manis yang bersemayam dalam diri kita…oh Ibu

 

Perasaanku muncul pertama kali dari yang sempat kuingat adalah saat mengikuti persami saat masih SMP. Perjalanan dari sekolah ke rembangan kala itu, merangkaikan kepenatan jiwa yang meretas hati, bahwa tiba-tiba betapa aku tidak tahan dalam perjalanan jauh tanpanya,  Rindu itu tiba-tiba menyeruak dan hatiku pengen berlari pulang..jadilah sepanjang perjalanan bersama sofia, kami berlari dan meneriakkan…”ibu…….”

 

Bersyukur, tanggal 22 Desember 2008 ini, aku bisa menikmatinya bersama ibu yang alhamdulillah sedang ada di Depok, seperti masa-masa dulu, setiap hari yang bersejarah itu, kami (aku dan adik-adik) selalu berusaha mengambil alih seluruh pekerjaan yang biasa di handle ibu, termasuk memasak, dan pada hari itu, di masa itu, kami menyadari bahwa tak mudah menjadi seorang ibu, apalagi dengan peran ganda yang disandang ibu…dan yang paling manis di saat moment itu, ibuku yang tipe seorang ibu yang tidak banyak bicara, tetap akan ke dapur dan membuatkan kami kue kelapa mutiara yang di kukus…wah aku rindu makanan itu…

 

..oh ibu, sampai kapanpun tak kan mampu kubalas pengorbananmu….hanya doa dan doa untukmu…ibu…..

Popularity: 14% [?]

Advertisement

Leave a Reply