Florida Theater

November 20th, 2008 by johny Leave a reply »

Akhir tahun-tahun 70-an dan awal 80an, hampir setiap malam Minggu saya selalu menonton film India yang diputar di gedung bioskop Misbar (gerimis bubar) di jalan Trunojoyo. Asyik juga menonton di Misbar. Harga tiketnya murah sekali, kalo tidak salah ingat kurang dari seratus rupiah waktu itu. Mungkin nilai itu sekitar dua pertiga sampai setengah dari harga tiket di gedung bioskop lainnya. Selain itu ada jeda waktu istirahat setelah sekitar setengah pemutaran film. Penonton bisa jajan, pipis dll. Tapi seingat saya yang paling tidak enak waktu setengah permainan itu, selalu ada seorang ibu tua yang menjadi penonton setia yang selalu (maaf) pipis di tempat. Mungkin, cara pemutaran ini kurang lazim jikalau dibandingkan dengan pemutaran film di gedung-gedung bioskop GNI, Kusuma, Jaya atau Sampurna yang memutar film dari awal hingga tuntas habis. Eh, ternyata cara pemutaran film dengan jeda barang seperempat jam juga terjadi saat saya menonton film di Leiden. Jadi memberi kesempatan penonton untuk menghela nafas sejenak atau menyapa penonton lain yang baragkali dikenal.

Ternyata, Jember sudah punya gedung bioskop jauh lebih lama lagi. Di tahun 1930an, di Jember telah berdiri Florida Theater. Menilik dari namanya, cukup kosmopolit juga. Berdasar film yang diputar pun, agaknya Hollywood dan Bollywood belum sampai membanjiri Jember. Film Perancis dan Jerman menjadi santapan penonton bioskop di Jember. Gedung ini terletak di Schoolstraat. Saya tidak tahu persis dimana tempat itu berada. Di peta tahun 1922, yang saya temukan hanya nama Schoolweg, yang sekarang di jalan… apa ya? (Maaf saya lupa) Di sepanjang jalan bekas Bank Rakyat Indonesia, SD Katolik Santa Maria, (dulu ada) Sekolah Pendidikan Guru yang berhadapan dengan rumah makan Lestari. Mungkin schoolweg di tahun 30an meningkat peringkatnya menjadi schoolstraat.

Sebuah advertensi di koran lokal Jember pada awal tahun 1930an, Pembrita, memuat berita tentang film yang akan diputar dalam sepekan di Florida Theater.

Kabar tontonan

Dalem minggoe ini, seperti biasa, kombali “Florida” Theater pertoendjoeken film2 jang boleh dibilang mendjadi papatjangnja film jang djempol. Kita seboet sadja “Un Soir de Reveillon”, satoe film Fransch jang kotjak dan menarik, dengen Henri Garat dan Meg Lemmonnier sebagai bintangnja. Film ini moelai di poeter nanti malem dan dd. 21. sedeng doea malem beroentoennja aken dipoeter Ramon Navarro poenja “Daybreak”. Siap jang tida kenal nama Ramon Novarro, itoe Djanoko jang bikin banjak hatinja Srikandi memoekoel lebi keras? Dalem “Daybreak” nanti penonton boekan sadja bisa liat Ramon poenja roman, tapi djoega bisa denger soearanja. Dan dari Kemis sampe Saptoe, dalem “Facing the Music”, pembatja bisa ketawa sampe lebi dari poeas bila liat kotjaknja Stanley Lupino, jang terkenal dalem film “Sleepless Nights”. Dansa, menjanji, muziek dan ketawa!

Samentara Martha Eggerth poenja film “Leise Flehen Meine Lieder” dipertoendjoeken pada tanggal 27. Barang siapa jang perna denger soearanja Martha Eggerth, tentoe filmnja tida perloe moesti dipoedjiken lagi, kerna film apa sadja tentoe berharga boeat diliat djika sadja Martha Eggerth toeroet ambil bagian. Tanggal 28 ini film dimain poela dengen sekarang dibarengin sama serie film baroe “Perils of Pauline” (satoe serie film jang toetoerkan satoe kedjadian resia di Tiongkok). Dan dd. 29 serie film “Perils of Pauline” brikoet lain film jang amat loetjoe, ja itoe film “Cohens and Kellys in trouble”. Lebi djaoe pembatja dipersilahken priksa advertentie.

Ada yang tahu dimanakah gerangan Florida Theater berada? Ada pulakah diantara para warga sma1jember.info ini yang mungkin jadi kawan menonton saya di Misbar?

Popularity: 14% [?]

Advertisement

Leave a Reply