Tulisan berikut berisi beberapa foto dalam ukuran medium yang berpotensi pemuatan halaman secara utuh lebih lambat dibanding biasanya. Terima kasih.
Foto diambil oleh Ahmad Fitri Sholeh
Saya menikmati memotret dalam kegiatan keseharian: terkadang menyengaja datang di sebuah acara untuk memotret, namun lebih sering lagi melesakkan tombol kamera begitu terdapat hal yang dianggap perlu dipotret. Kamera paling praktis yang tersedia di telepon genggam, sedangkan yang lebih serius saya sebut sebagai “alat produksi” karena nawaitu saya adalah mereproduksi rekaman momen dan berbagi dengan khalayak.
Fotografi bukan tentang spesifikasi kamera, sedangkan momen yang indah saya percayai terjadi di setiap waktu, tinggal kita merasa cocok atau perlu merekamnya, atau membiarkannya lewat. Saya menikmati perdebatan “seni untuk seni” atau “seni untuk rakyat”, seraya tetap berkeputusan bahwa saya tidak perlu memilih salah satu secara ekstrem dan menafikan yang lain. Sesekali sentuhan yang indah diperlukan, sedang pada saat lain asas manfaat yang digunakan.
Setiap berkesempatan menjenguk Jember, saya selalu mempersiapkan alat pemotretan karena keinginan untuk bersama Jember, kota kelahiran saya, bercerita kepada dunia. Jember yang bercerita kepada dunia, karena ia memiliki deposit keindahan alam dan kebudayaan sublim yang disebut “subkultur Pendalungan”, dan saya hanyalah satu dari sekian penutur. Sedikit yang saya tahu: dua pantai di daerah Jember Selatan, yakni Papuma-Watu Ulo dan Puger, menyimpan keindahan dahsyat.
Belum lagi bentang pegunungan dan masih banyak yang saya sendiri belum ada daya untuk menjelajah.
Rekaman aktivitas manusia juga tak kalah menarik: setidaknya seremoni seperti Jember Fashion Carnaval — lepas dari kontroversi yang ditimbulkan, dan keseharian manusia di dalamnya. Tentu tak cukup ungkapan dalam media apapun menggambarkannya secara utuh, namun demikian fragmen representasinya tetap perlu sebagai pratilik siapapun yang penasaran dengan Jember.
Saya bukan fotografer, lebih-lebih yang dibekali ilmu fotografi secara formal, melainkan keniscayaan zaman ini telah melahirkan gagasan baru yang disebut photoblogging, yaitu sebuah upaya menggoreskan jurnal ibarat aktivitas blog dalam bentuk foto. Di Flickr saya pajang jurnal tersebut, ibarat berpameran sepanjang hari.
Untuk menggambarkan fotografi yang lebih artistik dan diterima oleh lingkungan sosialnya di Flickr, Sevidiana Wahidiah, penulis di blog ini juga, menyajikan etalase koleksi foto jarak-dekat dan permainan warna-cahaya, seperti diakui sendiri olehnya sebagai, “Fans [fotografi] makro.”
“Ingin menghadirkan Jember di ranah maya”, itu tekad saya.
Setelah aktif di forum photoblogger Bandung, tempat tinggal saya sekarang, photoblogger Indonesia, saya menyediakan sebuah ruang untuk Surabaya di Flickr. Akhirnya sampailah Jember, bagian dari koleksi pribadi dan saya yakin nanti akan bertambah dengan kian maraknya aktivitas blog yang niscaya membawa blog-foto juga.
Mewadahi hal tersebut, saya sediakan dua grup di Flickr,
- Jember Kota Terbina, berisi koleksi foto secara umum tentang Kota dan Kabupaten Jember.
- Jember Fashion Carnaval, berisi koleksi foto khusus tentang kegiatan Jember Fashion Carnaval.
Saat ini kedua grup tersebut baru beranggota dua orang, setelah saya cari pengguna Flickr yang memiliki koleksi seperti yang diinginkan. Grup di Flickr memang hanya dikhususkan untuk pengguna Flickr dan pemilihan ini semata-mata sesuai tempat saya berkegiatan photoblog. Sebagai pencetus grup tersebut, saya mengajak jika di antara pembaca blog ini termasuk pengguna Flickr dan ingin berbagi koleksi foto tentang Jember, ayo bergabung. Semangat yang diutamakan adalah berbagi.
Saya sendiri berusaha mengaktifkan kegiatan photoblogging di Bandung, tempat tinggal saat ini. Besar harapan aktivitas serupa mulai ditumbuhkan di Jember dan barangkali berkesempatan, kita dapat bertemu darat atau lazim disebut kopdar. Kendati koleksi foto saya tentang Jember terbatas hasil kunjungan, inilah cara sederhana saya untuk tetap terpaut dengan tempat lahir dan dibesarkan.
Catatan: tautan yang disediakan pada foto-foto di atas merujuk ke Flickr.
Popularity: 19% [?]







