Konon dengan berbekal “kartu pers” majalah dinding, Eko Setiawan pada saat menjabat redaktur mading sekolah, mendapat akses langsung ke panggung God Bless. Kejadian di abad lalu, saat kompetisi media massa belum mencapai ledakan blog seperti di abad XXI. Kendati demikian, saya gunakan juga “fasilitas” peliput milis dan blog sebagai kartu tanda masuk untuk dua reuni yang telah berlangsung di bulan Oktober 2008, bulan Syawal dalam kalender Qomariyah.
Reuni B-1 (aka. Krokus)
Pertama adalah pengumuman alumni Biologi-1 (B-1), lulus tahun 1988, yang secara spontan akan berkumpul di Kafe Cak Tawal, Jalan Jawa, sebelah SMP Negeri 3, Jember. Tiga nama saya pegang: Cak Tawal sendiri sebagai bohir kafe, Mbak Etha (Margaretha Ardhanari), dan Cak Adib (Tauladan M. Adib). Kebetulan yang menguntungkan: ketiganya teman sekelas di kelas 1. Artinya: seburuk-buruknya kondisi jika freepass peliput milis dan blog ditolak, mosok konco dewe tega rek nolak sakwise 20 tahun gak ketemu?
Sebelum libur datang, saya sudah membuat janji dengan M. Rofik, alumni Biologi-3, yang mendapat panggilan khusus dari Cak Ja’i (Achmad Sujayanto). Alasan panggilan (dengan rencana akan ditraktir) ini juga yang tambah mendorong saya berniat berangkat dari Balung.
Sampai di sana, seperti halnya reuni lain yang baru pertama diadakan atau sudah sangat lama tak bersua: perlu celingukan untuk sinkronisasi basisdata ingatan dan penampakan visual. Sebagian segera terdeteksi, sebagian lagi perlu beberapa jenak mendengarkan kisah kasih di SMA, untuk memperoleh riwayat yang lebih lengkap.
Agar tak berpanjang kata di tulisan awal ini, sila lihat langsung koleksi foto di bawah ini untuk reuni pertama, hari Jumat, 3 Oktober. Beberapa agenda yang dibahas malam itu akan saya paparkan ke tulisan berikutnya. Fotone ndhisik, rek.
Reuni Lulusan 1988
Keesokan harinya, Sabtu 4 Oktober, saya menyempatkan lagi mendatangi pertemuan yang “lebih akbar” (walaupun belum “akbar-akbar amat”) di R.M. Terapung, Mangli. Kali ini berkesan pertama menghadapi para pembesar, ditandai dengan penampakan yang lebih “kebapakan” walaupun setelah ketemu berlaku adagium: hilanglah semua “kejaiman”.
Tulisan ini juga tidak akan mengupas tuntas bom ketawa yang terjadi sepanjang reuni, karena kabarnya seperti membuka “Kotak Pandora”, membuka tutup botol dan menyebabkan jin-jin yang sebelumnya disekap di dalamnya gentayangan kembali.
Tapi bukan berarti tanpa warta, sekali lagi nikmati dulu foto-foto di bawah ini. Tulisan lebih rinci tentang materi pertemuan akan disusulkan berikutnya.
Bonus acara: profil beberapa figur yang berhasil dengan baik dijepret saat pamit meninggalkan acara.
Catatan:
- setiap foto di atas berisi tautan ke halaman di Flickr tempat foto disimpan;
- koleksi semua foto dapat dilihat di tag “Reuni SMA1JBR88 2008″;
- jika terdapat foto lain yang “ditemukan” berikutnya, akan disusulkan.
Popularity: 24% [?]








