Ba’da salam sholat maghrib di awal ramadhan, terasa getar HPku. Masuk SMS dari istriku “bi, belum selesai ngajinya? Ummi pengin habis maghrib kita kumpul sekeluarga”. Serius amat istriku, kata-kata cinta yang biasanya mengawali SMS nggak nampak lagi. ada apa nih???
Sejurus kemudian, sesampainya dirumah kulihat anak-anaku udah rapi dengan baju kokonya. Si kecil ‘nida’ nampak cantik dengan mukena merah mudanya. Wajah mereka nampak gembira, seolah-olah mereka sedang menyambut datangnya tamu agung yang selalu dirindukan. Istriku, disudut kursi tamu sedang melantunkan kalam Ilahi. Tak terasa menetes air mataku, rutinitas aktivitas diluar membuatku lalai dalam menyambut ramadhan.
Setelah mandi kupanggil anak-anakku. Gazie, hanzhalah, tholhah, nida sini duduk melingkar dekat abi-ummi.
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. ba’da tahmid dan shalawat, kita harus bersyukur kepada Allah. Kalian tahu kenapa kita harus bersyukur? Karena kita bertemu dengan bulan ramadhan lagi, anakku saling berebut memberikan jawaban.
‘Ya, sebetulnya banyak sekali mengapa kita harus bersyukur. Misal, hidung gazie yang menghadap ke bawah dan bibir tholhah yang datar di bawah hidung tidak miring ke atas (vertical) dipipi. Kalian pernah berdo’a ‘Allohumma bariklana fi rajaban wa sya’ban wabalighna ramadhan?
‘Udah di ajari bi, tapi nggak pernah berdo’a’.
‘Nah betapa sayangnya Allah, kalian tidak pernah minta tetapi kalian diberi, diberi kesempatan bertemu dengan ramadhan. Makanya ramadhan kali ini harus jadi ramadhan terbaik. Apa yang mau kalian lakukan di bulan ini? Berapa target tilawah kalian?
‘Gazie 1 juz/ hari. Tholhah ½ juz. Hanzhalah 2 juz. Mendengar adiknya 2 juz, gazie menaikkan target jadi 3 juz’. Sholat traweh tiap malam, subuh berjamaah ke masjid. Trus habis subuh mau jalan-jalan.
tholhah, minta uang 500 setiap hari untuk infaq.
‘semangat kali kalian buat target, tapi ingat, target harus disesuaikan dengan kemampuan. Selama ini kalian tilawah hanya 5 halaman/ hari, sekarang target kalian 3 juz (60 hal) apa bisa?
Insya Allah, mudah-mudahan kami bisa memenuhi target.
mudah-mudahan Allah memberi kemampuan pada kita semua, menyelesaikan ramadhan dengan baik tidak hanya mendapat lapar dan dahaga.
Adzan isya’ udah terdengar. Yok, kita bersiap ke masjid, jangan sampai kita nggak kebagian tempat.
1 ramadhan 1429 h
banda aceh
Popularity: 11% [?]


alhamdulillah, mudah mudahan ibadah kita di bulan romadlon kali ini diterima oleh Alloh. Seneng deh sama jundi jundi kecil. salam dari budhe ato tante dari sidoarjo jatim.
Lama ndak pasang posting, rasa-2-nya gatel juga untuk kirim tulisan..
Alhamdulillah, ALLAH SWT masih memberi kesempatan saya untuk menangguk barokah Ramadhan tahun ini. Menjelang Ramadhan ini, kebetulan ada tiga kejadian yang semakin membuat saya merenungkan kembali segala sesuatu yang terjadi semenjak Puasa tahun lalu hingga saat ini.
Kejadian pertama :
Seminggu sebelum puasa, ada seorang tetangga di Perumnas yang meninggal. Beliau selama Ramadhan biasa dipercaya sebagai “komandan” taraweh alias ajudan dari Imam, yang bertugas memberi aba-aba menjelang shalat tarawih dilakukan. “Jabatan” semacam ini umum ditemukan bagi yang menjalankan tarawih 20 raka’at.
Dalam benak beliau, sebelum wafat, tentunya telah berangan-angan bahwa puasa mendatang saya akan begini, saya akan begitu dan sebagainya. Tapi apa mau di kata. ALLAH SWT berkehendak lain. Umurnya dicukupkan hingga seminggu menjelang Puasa. Buat sebagian orang tentu menyayangkan bahwa orang itu tidak ketemu dengan Ramadhan lagi. Tapi buat yang percaya bahwa Kehendak ALLAH SWT itu adalah selalu keputusan yang terbaik untuk hambanya, kemungkinan akan berucap ” Alhamdulillah.. “
Kejadian kedua :
Kematian yang terjadi hari Kamis lalu saat kita sedang menjalani hari ke-4 puasa. Seorang mantan gegedhug alias ” pak.. si bapak.. preman.. preman.. Ouw..Ouw..Ouw.. “, di dekat kantor di Wadaslintang.
Pada saat dia merasa kuat, perkasa dan jaya raya, dengan pongah dia menengadah seolah tak ada sesuatu yang akan menggoyahkan polahnya. Namun ALLAH SWT punya skenario yang lain. Beberapa bulan terakhir, nampaknya dia mengidap suatu penyakit yang serius.
Penampilannya yang garang, berbalik menjadi tak berdaya. Jangankan untuk petantang-petenteng, ngomong saja sudah nggak jelas dan untuk berjalan pun dia susah. Sampai akhirnya Izrail, the Angel Of Death was coming to get him.. Gotcha.. Inna Lillahi Wainna’Ilaihi Roji’un..
Sempatkah dia mengucap syahadat ? Sempatkah dia bertobat ? Hanya dia dan DIA lah yang tahu. Kami semua hanya mendoakan semoga sedikit kebaikan yang ada pada dirinya, bisa meringankan dosa-2 yang pernah dilakukannya dulu..
Kejadian ketiga :
Orangnya belum mati dan perbuatannya, kemungkinan masih akan dilakukan sampai Ramadhan usai bahkan mungkin untuk waktu-2 seterusnya.
Tahun lalu, orang ini cukup rajin shalat Maghrib atau Isya serta Tarawih di Masjid Perumnas kami. Tapi entah kenapa, tahun ini dia semakin jauh dari masjid bahkan di bulan Ramadhan ini, dia jadi motivator untuk memakmurkan pos kamling dengan ” Jam’iyyatul Gaple.. ” Dimulai sekitar jam 9.30 hingga pukul 2 dini hari. Adalah waktu yang cukup panjang untuk menggelar permainan gaple.
Pos kamling ini hanya berjarak 1.5 meter dari pagar masjid Perumnas. Masya ALLAH, saya gak habis pikir.. betapa ruginya dia. Yang jelas kesehatan badannya tergerogoti oleh endapan-2 nikotin juga fungsi-2 tubuh lainnya berkurang karena begadang setiap malam.
Andaikata ALLAH SWT berkenan mengutus malaikat Izrail menjemputnya, ketika jari jemarinya masih menjepit kartu balak, sungguh akhir yang mengenaskan di bulan Ramadhan yang mulia. Sebuah teladan yang tak pantas untuk seorang bapak yang selayaknya menjadi panutan dan kebanggan badi keluarganya. Kerugian yang tiada tara.. Naudzu billahi min dzalik..
Ketiga kejadian inilah yang belakangan ini mendorong saya untuk semakin berhati-hati mengisi hidup. Semoga kita-2 masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri setiap hari dan tidak masuk golongan orang yang merugi..
Ana tangis kelayung-layung,
tangise wong kang wedhi mati,
gedhongana, kuncenana,
yen wis mati mangsa wurunga,
ditumpakke kreta jawa,
rodane.. roda manungsa,
ditutupi ambynag-ambyang,
disirami banyune kembang,
duh Gusti ALLAH,
kula nyuwun pangapura,
ning sayange wis ora ana guna..
(dari sebuah lagu yang sering diputar setelah adzan maghrib di Prima FM Kebumen)
menurut aku, hidup itu pilihan, mau menggok ato mau lurus, kita sudah tau resikonya apa. lebih banyak bersyukurlah buat kita yg udah ada di jalur yg lurus. kita boleh mengingatkan sodara2 kita ato tetangga2 kita yg mungkin menurut kita kurang benar, tetapi jangan sekali2 MENCELA ato MENGHAKIMI mereka, dan tetap respect sama mereka, karena yang paling berhak mencela dan menghakimi mereka hanya Allah.
Alhamdulillah.. akhirnya ada yang posting lagi…. dan ..duh… sungguh menyentuh hati.
Alhamdulillah masih bisa ketemu romadhon lagi meski belum banyak yang bisa diperbuat oleh diri yang hina ini.
Paling gampang untuk mengingatkan orang memang dengan memperlihatkan bahwa kematian pasti akan datang, tidak bisa diduga, tidak bisa ditunda, atau dihindari. Jika saatnya tiba pasti akan datang juga.
Setiap pulang ke Jember saat Lebaran, salah satu hal yang sering diceritakan oleh Ibu atau Ayahku adalah daftar beberapa tetangga di Patrang yang telah meninggal dalam periode kepulanganku ke Jember… gak tahu motif mereka apa, tapi yang pasti terasa olehku bahwa semua yang pernah ada pasti akan pergi juga.. bahkan suatu ketika Ayah dan Ibuku juga akan pergi meninggalkanku..(walau sangat mungkin aku yang duluan hijrah ke alam barzah)…
Mumpung masih ngobrol soal kematian, hobbyku sejak dulu kalo pergi ke suatu tempat, yang tak jadikan patokan biasanya kuburan… eh gak tahunya itu menurun ke anakku.. Yah.. tuh ada makam disana.. yuk lewat kuburan yang sana Yah.. (weleh..welwh dadi gak nyambung… )
Maturnuwun Cak Fikik, Cak Faiz dan Mbak Anna, atas pencerahannya
kalo Cak Fikik dan Kyai Faiz sudah menceburkan untuk merenungi kejadian-kejadian seputar Ramadhlan dan tambahan berbagai cerita yang sangat kontemplatif….aku hanya bisa berkata “Allhamdulillah…kawan-kawanku masih bersedia mengingatkan aku dan kawan-kawan yang lain..”
kadang setelah 11 bulan bergelut sama hal duniawi yang selalu jadi fokus..kadang-kadang batin yang kering dan hampa…bisa bikin kita menjadi serba gak peduli kiri kanan….alias..cuek bebek …dengan lingkungan bahkan terkadang lupa sama yang membuat Hidup….
jadi cerita kontemplatif dalam tulisan kawan-kawan dapat memberikan pencerahan yang luar biasa…
terlebih jika seorang Rizal yang juga anggota jamaah Nahdliyin utama di Jember juga kerso…berbagi cerita kontemplatif via cerita “kuburan’ yang membikin kita surut sejenak untuk mikir….iyo-iyo..awake dhewe iku “deathman walking” juga..he..he..he..
For anna….setuju sista…sang hakim utama adalah Allah SWT….
@Dhek Fikik, dari hatiku yang paling dalam aku sangat kagum pada dirimu, istrimu dan anak2 mu. Ada semangat baru dalam dasar hatiku dan rasa syukur yang luar biasa, alhamdulilah kok ya masih ada keluarga bahagia yang begitu bahagia. Semoga senantiasa diberikan keimanan dan kebahagiaan. Jadi ingat betapa aku harus lebih berusaha untuk tidak menyia nyiakan bulan ramadhan ini apalagi aku selalu buka di kantor, sampai rumah suami dah selesai terawih, dan sering menunggu aku datang untuk berbuka puasa (nasi) bersama.
@Mbak ningsih: mana hasil karyanya, katanya mau dimasukkan blog kita ini? kok gak muncul2?