Pernahkan anda merasa bahwa orang yang berbicara dengan anda tidak bicara secara jujur? Atau merasa sangat tidak nyaman dengan lawan bicara anda? Atau sebaliknya? Bila demikian, anda sedang tidak sendirian. Bahkan semua orang didunia pasti pernah merasakan hal itu..Bila kita sedang berkomunikasi dengan orang lain, selain kata-kata yang kita ucapkan, tubuh kita mengeluarkan pula isyarat-isyarat yang mendukung ucapan kita, yang dikenal dengan Bahasa Tubuh.. sialnya, bila mulut bisa diajak kompromi untuk mengeluarkan kata-kata dusta, Bahasa Tubuh tidak demikian halnya.
Bahasa Tubuh bahasa inggrisnya adalah Body Language.. Tapi, kalau kita bilang Body Language, hampir bisa dipastikan orang akan mengira kita ngomongin senam Body Language.. hehehe..Riset membuktikan bahwa komponen komunikasi secara verbal (percakapan) kurang dari 35% dan lebih dari 65% komunikasi dilakukan secara non verbal (bahasa tubuh). Komunikasi akan terjadi secara efektif bila ada kesesuaian antara apa yang diomongkan dengan gerak gerik tubuh yang mendukung. Bila kita merasa bahwa lawan bicara kita sedang tidak jujur dengan kita sebenarnya karena ada gerak-gerik tubuh tertentu yang tidak sesuai dengan yang diucapkan. Misalnya kita bilang bahwa makanannya enak sekali, tetapi cara makan kita tidak lahap dan sedikit demi sedikit..
Banyak manfaat yang bisa diperoleh bila kita menguasai bahasa tubuh ini. Baik positif maupun negatif. Saya ingat dulu sewaktu saya baru lulus SMA pernah main ke Jakarta bersama Arief Pangayoman. Di Blok M ada orang yang menjual handuk-handuk yang digulung dan dibungkus kertas warna putih semua. Di dalam handuk-handuk itu ada hadiahnya. Jadi kita seperti membeli kucing dalam karung. Saya lupa harga jualnya, tapi kira-kira 3 bungkus seharga seribu atau lima ribu. Penjual ini di kelilingi oleh orang-orang yang ingin sekedar melihat atau tertarik untuk membeli. Dengan suara lantang.. ” Ayo, dipilih ..dipilih.. dipilih”…bungkusan digonta ganti.. Herannya, siapapun orang yang ditawari dia selalu berhasil membuatnya membeli. Saya ingat posisi tangan saya selalu bersedekap bila melihat hal-hal semacam ini. Saat itu sayapun berharap untuk ditawari, tidak untuk membeli, tetapi untuk menolaknya mentah-mentah.
Tetapi tidak pernah ada penawaran untuk saya. Teman saya si Arief ini memang selalu jago ketika mengamati hal-hal yang di luar kebiasaan. Dia melihat bahwa orang-orang yang ditawari mempunyai posisi yang sama.. saya lupa posisi seperti apa yang dibilang Arief, cuman saya sekarang bisa membayangkan kira-kira posisi kepala agak tertarik miring kekiri, tangan terbuka atau salah satu tangan memegang dagu, dsb..dsb
Seorang penjual yang baik tidak akan pernah menawari saya.. kenapa?.. Karena posisi kedua tangan saya yang bersedekap. Bahasa Tubuh saya mengatakan bahwa saya tidak tertarik sama sekali dengan barang yang anda tawarkan..
Para pencopet juga termasuk orang-orang yang ahli membaca bahasa tubuh. Ada dua orang kenalan. Yang satu orangnya kecil mungil, sementara satunya lagi tinggi besar. Dua orang ini dulunya pernah sama-sama ambil S2 di Jakarta. Tahu sendiri Jakarta khan surganya para pencopet.. apalagi bagi para pengguna kendaraan umum.. Kedua orang ini sering bepergian bersama dengan kendaraan umum yang sama. Herannya orang yang tinggi besar ini justru sering kecopetan sementara yang kecil mungil tidak pernah sama sekali. Pencopet bisa mengenali orang-orang yang kurang waspada ditengah keramaian.
Sama halnya dengan percakapan yang terdiri dari kata-kata untuk membuat kalimat, bahasa tubuh juga tidak berdiri sendiri. Tetapi ada sekumpulan isyarat atau gerak-gerik yang akan membuat semacam ’kalimat’ untuk dimengerti artinya. Tangan digaruk-garukkan ke leher bisa jadi diartikan dia sedang tidak bicara jujur, tapi bisa jadi dia memang sedang gatal beneran..
Para ahli Bahasa Tubuh ini kalau di negara-negara maju seperti Amerika sering dimanfaatkan untuk menilai kata-kata yang dilontarkan oleh para politisi.. apakah dia mengucapkan sesuatu dengan tulus atau sekedar cari muka saja. Sewaktu ada kasus Bill Clinton dan Monica Lewinsky, ada foto Bill Clinton sedang menutup mulutnya dengan kedua jari telunjuk kanan kirinya. Ada kecenderungan orang kalo berbohong selalu menutupi mulutnya. Pada anak kecil akan terlihat langsung menutupi mulutnya, sedangkan pada usia dewasa cara menutupinya sudah semakin canggih.. tidak secara langsung.. misalnya dengan tangan yang pura-pura menyentuh hidung, atau seperti Bill Clinton tadi..
Jadi, jangan coba-coba berbohong.. bahasa tubuh anda tidak akan pernah bisa diajak kompromi..
Popularity: 39% [?]


@Dhek Ivan, ternyata cocok juga lho kalau jadi Psikiater. he3. Menarik banget ceritanya, jadinya merasa wajib belajar tentang body language biar orang lain gak salah tafsir (paling nggak biar gak nemen2 lah). Kadang aku merasa harus menyimpan suatu rahasia terlebih dahulu. Terkadang teman lain ternyata sudah tahu. Dan aku pun pura2 belum tahu. Ternyata, tetap aja temenku bisa nebak kalau dari body languageku aku dah tahu duluan. ha3. Emang bener2 susah.
Perempuan terutama ibu-ibu cenderung lebih pandai membaca bahasa tubuh orang lain. Soalnya komunikasi antara ibu dan bayinya adalah melalui bahasa tubuh ini. Si ibu selalu tahu apa yang diinginkan oleh si bayi walaupun si bayi belum bisa ngomong apa-apa. Juga sewaktu si bayi baru belajar ngomong, si ibu selalu apa yang dimaksud..padahal sang bapak masih bingung mendengarkan perkataan si bayi.. itulah salah anugerah terindah Allah swt untuk kaum ibu..
Ibu yo pinter moco bahasa tubuh Bapak yo, Van ?
Nek bapake wis glibat-glibet terus, mesti ono karepe..:)
Freedie Mercury sings :
” Look at me, I’ve gotta a case of Body language..” (dari Queen’s Album-Hot Space 1982 - Body Language)
@Faiz,
Wah, aku durung tekan kono pelajarane.. pas training e tekan pelajaran moco body language pasangane iku aku gak melbu.. hahahaha..
@Dhek Faiz: Gimana ya kalau iwak nila ber body language.He3. Wah OOT itu ya.
Van Ivan…..koyoke ndek Ekonomi gemiyen gak tau diajari “mbody Language” gitu yo….
ojok-ojok awakmu mbiyen mbrobos melu kuliah ndek Psikologi yo?…hua..ha..ha…
sambil lek ngolek rek…hua..ha..ha..
sing jelas pelajaran Body Langguages sangat penting bagi pemasar…termasuk tukang mendring koyok aku iki…
nice post…
hahaha iyo Kos.. tapi khan onok hasile.. bojoku arek psikologi..
Body Language ini banyak manfaatnya.. terutama untuk orang yang banyak berhubungan dengan orang lain.. KPK, Polisi, HRD,misalnya.. mereka bisa tahu seseorang bicara jujur apa tidak.. kalo masih belum ngaku juga, ya tinggal bilang kalo usaha permata dan buka bengkel.. hahaha
Dapet istri soko nglibet ning fakultas psikologi Mas Ivan?.. he..he.. Berarti Mas Ivan wis terbukti ampuh… buktine wong psilologi wae gak ngerti nek wis diapusi..
@Dhek Rizal: Kalau lihat mahirnya dhek ivan pada ilmu psikologi, kayaknya waktu mrospek istrinya dulu, dia sampai ikutan kuliahnya, lha pas materinya “body language”. he3
Wah baru ketemu blog ini yah aku.
Aku juga alumni SMAN1 Jember angkatan P24 kalau gak salah tahun 1984.
Waktu Itu Kepala Sekolah I Made Rempet.
Guru Matematika saya pak Ramli.
Guru Agama Pak Iman
Ayo rek kalau ada teman-teman yang kenal aku, maapir donk.
Aku Sekarang tinggal di Surabaya dan Pandaan.
Salam kenal an kangen….
Selamat datang Cak Sumintar Angkatan 84
jangan lupa kirim cerito