Mereka yang menukar nyawanya demi kelahiran anaknya….

29 May 2008 by ekoz_guevara Pengalaman Hidup

Sekitar Srowot (DIY)…BN HOLEC (prameks Jogja-Solo) 29 Mei 2008 06.12.13 WIB….. Nokia hitam menjerit ….tanda ada SMS masuk…. “Innalillahi wainnaillaihi rojiun…..Telah meninggal dunia,teman kita : FRIDA SAFRIANA DEWI…karena sakit di RS PKU Muhammadiyah Surakarta….Kami mohonkan maaf atas segala kesalahan beliau selama hidupnya ” …BNI Sentra Kredit Kecil Solo….. Berita itu begitu menghanyakkan aku…..menghantam telak….meningalkan rasa kehampaan yang dalam…..rasa itu selalu muncul setiap ada berita kematian kawa ato sodara yang sampai pada diriku…

FRIDA …secara pribadi ..bagiku yang barusan mendarat di Solo…bukanlah kawan dalam ati harfiah…karena aku gak pernah jumpa….sekadar kawan satu korps di Bank BNI…tapi berita kematiannya…sama mengejutkannya dengan berita kematian seorang Mbak Wulan….

sempat aku menengok dia…2 hari silam di ICU PKU Muhammadiyah…..dan keadaannya sudah sangat payah ….bertahannya beliau selain karena takdir yang belum dipastikan..Ventilator dan berbagai peralatan medik di PKU Muhamadiyah juga berandil besar…..FRIDA ..menjadi koma setelah pembuluh darah otaknya pecah lantaran tak tahan saat diberikan obat pemacu dalam usahanya melahirkan putra pertamanya yang direncanakan secara normal….lantaran ada riwayat Asthma dia tidak kuat mengawal kelahiran itu secara normal….tapi ketika obat pemacu diberikan…ternyata tubuhnya “kalah”….anaknya dimabil sehat secara caesar sectio….FRIDA ..harus dilarikan ke ICU…..

FRIDA …setelah bertahan …berkat doa da upaya semua dokter…paling tidak ada asa untuk menimang sang putra ….saat hari ke 9…pagi tadi….Allah SWT berkehedak lain…. FRIDA ..harus Syahid….pergi keharibaan Allah SWT…tanpa sempat mengetahui bahwa anak yang diprjuangkan dengan taruhan nyawanya….telah lahir selamat…..

FRIDA adalah Syahidah ..dalam pandangan dan keyakinan saya….karena dia hantarkan ..dia tukarkan nyawanya demi kelahiran anaknya…demi peradaban yang baru….. sejak bumi dihamparkan oleh Allah SWT…saya yakin jutaan wanita telah syahid demi kelahiran sang putra….jutaan wanita telah rela menukar nyawanya……

maka..jika..seorang berani melawan Ibunya ….apakah dia layak disebut sebagai manusia?…. Wanita adalah kemuliaan yang sesunguhnya……

Selamat jalan Kawan….Semoga Syurga adalah tempatmu yang kekal…..

untuk FRIDA….dan para syahidah…..

Popularity: 34% [?]

Print This Post Print This Post

8 Responses

  1. Semua memang pasti berpulang kepada NYA…tapi ceritamu koz, menyentuh perasaan ku sebagai kaum hawa, kondisi seperti itu juga pernah kutemui pada seorang yang aku tak pernah mengenalnya. Tapi dengan anak dan bapaknya kami sekeluarga cukup dekat. Sebuah perjuangan yang luar biasa untuk menjalankan dan menghadirkan sebuah kehidupan baru..hamba Allah yang baru
    Semoga dengan begitu ente-ente bise pade tambeh sayang mbik your soulmate

    30. May 2008 - ika
  2. sampai sekarang angka kematian ibu saat melahirkan di Indonesia masih yang tertinggi di Asia Tenggara. Pemerintah juga tidak lelah melakukan program2 kesehatan, tapi aku heran juga kenapa kok angkanya mulai jik jaman aku kuliah sampai sekarang ini, sekalipun angkanya sudah menurun tapi masih selalu kalah dengan negara2 lain.
    Masalah kesehatan di Indonesia ini begitu ruwet, kompleksnya. Mungkin karena wilayah yang luas, jumlah penduduknya banyak sekali, keberadaan dokter di Indonesia tidak merata, wis akeh banget lah.
    Yang penting, kalau jadi suami, jadilah suami Siaga. Yang jadi istri, jadilah istri yang bisa dibanggakan oleh keluarga.

    30. May 2008 - sevi
  3. ALLAHUAKBAR…!!!
    i will always you mom…………

    terimakasih cerita ini telah menggelitik dan mengguncangkan otakku yang udah belasan tahun aku gak pulang…..

    aku hanya seonggok daging busuk yang telah durhaka kepada ortu…..

    bagaimanapun, aku masih mencintai kalian ya Bapak-Ibu…, meski aku kurang setuju dengan “cara” didikanmu itu….

    Ya, Allah… masihkah ada pintu maaf untuk aku?

    Terima kasih kepada penulis….,
    aku akan pulang………..

    lelaki
    -long way from home-

    31. May 2008 - dd
  4. Kisahmu mengingatkan pada “Ibu kita” Kartini, yg meninggal setelah beberapa hari melahirkan anak pertamanya.

    01. June 2008 - Johny
  5. @Alhamdulilah tulisan dhek ekoz telah menggetarkan hati banyak rekan termasuk aku. Aku menjadi semakin ikhlas dan kuat dengan apa yang telah Allah takdirkan buat aku.

    Setahun lalu 4 dokter bilang aku tidak hamil, tapi yang ada di perut aku adalah KISTA dan harus segera dioperasi. Padahal aku dah sempat test ke lab hasilnya positif hamil. Waktu operasi tiba, aku masih kurang yakin kalau aku tidak hamil. Aku cuma bisa wanti2 ke dokter, dok ngoperasinya hati2 ya dok, takutnya ntar pas didalamnya bener2 ada anaknya, jangan sampai dia terluka. Karena aku sering merasakan gerakan2 dalam perutku. Untung dokternya sabar dan membesarkan hatiku “pasti bu, saya akan berhati-hati sekali”. Lega banget rasanya karena aku sudah merasa berusaha dengan sangat untuk meyelamatkan “anakku”. Akhirnya akupun ikhlas dioperasi dengan segala konsekuensinya dan tak lupa berdoa “Ya Allah, aku pasrahkan semuanya hidup matiku, anak atau penyakit, dan keselamatanku pada-Mu. Aku yakin, Engkau akan memberikan yang terbaik untukku”. Begitu aku sadar dari operasi yang berlangsung berjam-jam (karena ada 2 kista di kanan dan kiri) aku hanya bisa bersyukur pada Allah. Alhamdulilah Allah masih menyelamat aku pada operasi itu dan memberikan aku kesempatan untuk hidup kembali meski ternyata prediksi seluruh dokter benar bahwa benar2 yang dioperasi adalah kista bukan “anakku”. Pasti Allah maha tahu, kenapa waktu itu aku tidak hamil beneran tapi hanya penyakit.

    @ “maka..jika..seorang berani melawan Ibunya ….apakah dia layak disebut sebagai manusia?…. Wanita adalah kemuliaan yang sesunguhnya……” Setuu dhek ekoz, jangankan berani melawan, membuat ibu sedih secara tidak sengaja saja rasanya kita telah kehilangan peluang ke surga. Seberat apapun kekurangan yang ada di ibu kita, anak yang harus mengerti, memahami dan ikhlas. Karena itu salah satu ujian kita untuk bisa mencapai surga. Bukankah “Surga ada di telapak kaki ibu”.

    @Turut berbahagia dan bangga melihat “dd” yang telah menemukan “kesadaran, pencerahan hati dan kebesaran hati untuk segera pulang “sowan” ke ortu. Pintu maaf selalu terbuka untuk kita para anak. Good Luck.

    02. June 2008 - triani widowati
  6. jadi kangen sama Bapak dan Ibu. Lebaran kemaren mgga pulang ke jember, Lebaran tahun ini kayaknya ngga pulang ke jember juga. Kasihan my sweet baby terlalu kecil. Insyaallah juga setelah lebaran eyang jember mau datang ke betawi, Alahamdulillah. Masih 4 bulan lagi untuk bisa mencium tangan Bapak dan Ibu.

    18. June 2008 - satriyo
  7. @Dhek/mas Satriyo: aku juga jadi inget waktu dulu mudik kalau dah dekat rumah rasanya bahagia luar biasa ingin segera ketemu ibuk dan bapak. Setelah bapakku wafat, kalau aku kangen, ketemu dalam mimpipun rasanya dah bahagia banget. he3. Berbahagialah masih memiliki kedua orang tua lengkap. Selamat juga atas babynya.

    18. June 2008 - triani widowati
  8. @ Mbak Triani Widowati : Terimakasih atas ucapan selamatnya. Bapak dan Ibu meski sudah berusia 63 tahun tapi fisiknya masih sehat. Semoga Allah selalu mengampuni dosa-dosa orang tua kita dan mengasihi mereka sebagaimana mereka mengasihi kita sejak kita masih di dalam kandungan (bukan hanya sejak kecil). Amin. Doa yang indah

    30. June 2008 - satriyo

Leave a Reply