Jamak sudah di kalangan kita orang Indonesia, orang Jawa khususnya, yang menegur anaknya ketika hendak menerima pemberian sesuatu dari orang lain dengan mengatakan: “…ayo pakai tangan bagus!”. Maksud orang tua penegur itu adalah ‘pergunakan tangan kanan’ untuk menerima (memberi) sesuatu kepada (dari) orang lain sebagai suatu penghormatan dan standar kesopanan kepada orang lain. Kanan dalam banyak konteks budaya memang merupakan posisi yang lebih baik, terhormat, dimuliakan, dll. Ingat, orang bersalaman di belahan dunia manapun dengan tangan kanan, ketika makan orang lebih banyak mempergunakan tangan kanan untuk memegang sendok, lebih banyak orang yang mempergunakan tangan kanan dalam menulis daripada tangan kiri, memberi sesuatu kepada orang lain juga mempergunakan kanan ini.
Namun pada suatu ketika (& ini bukan konon), ada beberapa abang becak di jalanan di kampung Pagah (AREPA, Arek Pagah), Jember yang memperdebatkan mengenai tangan mana sesungguhnya yang paling berjasa bagi manusia. Seperti biasa, debat kusir kalangan tukang becak ini tanpa jelas juntrungnya dan dari mana asal muasalnya. Mereka asal berdebat sejauh apa yang mereka amati dan ketahui sambil tentu saja menanti orderan penumpang yang gak datang jua.
Dengan hati yang sedikit dongkol dan protes karena beberapa saat sebelumnya ada seorang ibu setelah memarahi anaknya tidak memakai ‘tangan bagus’ setelah menerima uang kembalian dari toko kelontong di dekatnya, seseorang dengan memancing bertanya:” Hayo… tangan mana yang lebih bagus dan berjasa, kiri atau kanan???” (dengan agak provokatif meminta tanggapan). Dengan spontan kawan sesama abang becak menimpali: “Kan… tadi sudah denger sendiri cak dari ibu itu, yaaa… tangan kanan longor..!!” Si penanya senyum-senyum memancing rasa penasaran menunggu jawaban dari kawannya yang lain, sembari menimpali: ” Goblok…! Ayo, siapa yang bisa jawab??”. Tiga orang sesudahnya sambil tertawa dan meremehkan memberikan jawaban yang sama, ya… tangan kanan. Sekali lagi oleh sang penanya dijawab: “Goblok semua… pantes kalian bisanya cuma mbecak!”.
Agak lama kemudian setelah lawan bicara sang penanya kehabisan akal dan mulai sewot dibilang (berkali-kali) goblok, barulah diungkap jawaban yang ‘dikehendaki’. Ini dia (dan pasti), TANGAN KIRI!
Kenapa? Menurut sang abang becak penanya tadi, karena tangan kanan itu pemalas!! Pendengar lainnya:…@#…!!????? “La Kok… bisa…??” Jawabnya, ya… tangan kanan itu sombong. Saat makan, salaman, dan hal-hal baik saja si tangan kanan ini mau bekerja! Nah, setelah kalian si manusia buang air besar & kecil siapa yang bekerja bersih-bersih Cawik/cewok kalau bukan tangan kiri? Hayo…!!
SETOEDJOE??
Popularity: 26% [?]


nek ngupil, ndelok silite pithik sing kate ngendhok karo cah lanang pipis nganggo tangan endi yo?….sak elingku sing sering tangan kiri.. yo bener cak…tangan kiri sing paling berjasa
ha..ha..ha…
sudah lama gak denger ato baca kata-kata “nista” pada jaman di Jember…”LONGOR”..hua..ha..ha…
mesti langsung misuh-misuh kita kalok dibilang “Longor” yo….
btw kayaknya cumak Jember yang punya kosa kata ini?…bener gak?…
sory OOT;
memangnya cuma jember ya yg punye kata “longor” ?
baru tau saya….
kata2 yg sudah saya uji di Surabaya sini dan ternyata cuman anak Jember yg ngerti adalah :
1. cerek. (kebanyakan hanya tau kata “medhit”)
2. kemenyek..(kebanyakan hanya tau kata “kemayu”).
3. metao…(kebanyakan hanya tau kata “kemeruh”)
4. hongkong.(kebanyakan hanya tau “othe-othe)
tp g tau lagi kalo experimen saya salah..
sebenarnya kata2 ‘Longor’ di Amerika pun udah ada… buktinya disana ada yang namanya ‘Eva Longor ia’.. hehe makin OOT
Ooo..
Jebul lik Afthon ini penggemar Desperate Housewives ya ?
Walaahh…… kok malah ‘LONGOR’ kabeh iki????
Kata ibuku doeloe, bentakan ‘longor’ itu omongan ‘becakan’. Jadi agak tabu ngatai/ngumpat saudara/teman sendiri dengan kata-kata itu. Lha… untungnya memang kisah ’si Tangan’ di atas juga dari obrolan cak tukang becak. Kalau anda-anda ngebahas kata itu, jadinya ya termasuk…………… juga! Hehe…he…
Sesama tukang becak ndak boleh melongor-longorkan…..
@Imil
Kalo Cerrek dan metao, di madura yo ada kosakata itu,
Kemenyek, wah ini kethoke khas Jember, dan yang lebih parah lagi jajan Hongkong, negoro sing iso dipangan wong Jember yo Hongkong.
Ning Probolinggo, disebut kue Tirem (bener gak Cak Sujak), ning Bandung disebut Bala-bala….
Sebenarnya inti ceritanya di “Tukang Becak”-nya atau “Tangan Kiri”-nya ? Buat aku, kedua-duanya sama-2 penting dan punya arti pada porsinya masing-2. Nggak ada yang lebih satu sama lain. Tukang Becak juga manusia. Nasib saja yang menentukan posisi mereka seperti yang ditulis mas Bambang.
Namun begitu, kehadiran Tukang Becak, lepas dari masalah yang sering timbul, manfaatnya cukup besar, terutama untuk negeri seperti Indonesia yang carut-marut tata kotanya. Banyak gang yang berliku-liku dan sempit, membuat Becak terasa berguna sebagai alat transportasi.
Sedangkan Tangan Kiri, nama lainnya adalah Tangan Pembersih. Apa yang dikerjakan oleh tangan kiri pada dasarnya adalah melakukan pembersihan terhadap segala macam kotoran yang kita keluarkan, baik dari dalam tubuh atau dari luar..
Faiz said “Sedangkan Tangan Kiri, nama lainnya adalah Tangan Pembersih…”
mangkane yo kosa kata yang bernuansa kiri iku medheni….
jaman Orde Soeharto mbiyen…orang akan takerjet setengah modhar…misal saat ada pertemuan di RT ato diskusi dan dihadiri aparat kemananan dan terutama intel…terus adaorang melakukan penilian atau protes atas kinerja pemerintah ..maka…kalo tiba-tiba ada aparat Ditsospol Pemda ato Babinsa ato pejabat yang sukaknya dim-mekodim… ngomong.”…pendapat sampiyan ini kekiri-kirian….sampiyan kayaknya sudah terpengaruh dengan apa yang menamakan dirinya ekstrim kiri…” ….hua..ha..ha…bisa seterok orang-orang….
karena kekiri-kirian artinya komunis…kalok komunis artinya PKI…kalo PKI berarti selesailah sudah nasib sampiyan..he..he..he
Kiri menjadi Pembersih Kedzoliman Orde Soeharto pada jaman itu kayaknya..he..he..he
Hasta La Victoria Siempre..
kalo Che emang kiri….maksudnya kalo berdiri selalu di sebelah kirinya Fidel Castro….
Ono meneh kata2 khas Jember:
@Roy
adalagi padanan kata rusuan (curang) … yaitu roceh … so kalo rusuan = rocean
hehe
Welcome back, Cak Roen,
La abit tak ketemu. E dimma bhei sampean, Cak ?
Dhe’ remmah kabbar Reunian se bakal e gelar dhe’ Riyaya’an dheggi’ ?
lucu cak ceritone,
Ono maneh sing mungkin ciri khas jember, atau mungkin cuma di kampung saya yaitu empal jagung alias dadar jagung.
Lek mangan di warung keputih surabaya, empal jagung = daging goreng dan dadar jagung.
Kue hongkong sedikit beda dengan bala-bala, kue hongkong bikinnya dicetak dengan sendok kuah, kue bala-bala ngak pake dicetak. Kue hongkong tidak digoreng sampai kering kayak bala-bala. Kadang-kadang ditengah kue hongkong ditambahin udang.
Lek di sidoarjo ono ote-ote porong sing terkenal. Rasane agak beda dg yg biasa dijual kebanyakan, selain ukurannya yg jumbo, tekstur kuenyapun lebih lembut, gurih ada campuran daun sledri di adonannya serta di bagian dalam kue berisi daging cincang yg lumayan banyak. Harga perbiji agak mahal siy, Rp. 5000, tp dijamin kenyang dan puuaaaaaass banget!
Kata FAIZ: “Sebenarnya inti ceritanya di “Tukang Becak”-nya atau “Tangan Kiri”-nya ? Buat aku, kedua-duanya sama-2 penting…”
Bender (ini khas Jember juga) Rek! Baik si tukang becak maupun tangan kiri memang ma-sama penting. Pentingnya, ide pentingnya keseimbangan kiri & kanan (perlakuan tangan) itu kok justru muncul dari tukang becak (yang notabene mereka sering dipinggirkan oleh aparat hingga kini - ke kiri!). Mereka merasa rokok lintingannya pun tidak akan jadi rokok kalau tidak ada tangan kiri.
Buat EKOZGUeVARA:
Sip….cak…!
Dim Mekodim juga istilah asli Jember tuh!
Buat SEVI, ……puihhhh dik cik larange ote-ote (padanan HONGKONG) Rp. 5.000! Di sebuah gang di Pagah masih ada loh Hongkong yang dijual Rp. 300 per biji, lomboknya ambil bebas sambil makan di tempat. Orangnya jual aneka gorengan, buka jam 15.00, sebelun magrib tiba sudah habis ludes terjual ke para tetangga. Bener nih….! Boleh cek sambil piknik ke kampung Pagah…hehe…!!
Onok maneh sing khas Jember rek..panganan..Kon*** kambing… hahaha
Kalau doudo alias puhung goreng itu istilah umum atau nggak? Jangan-jangan cuma di sekitar kampung saya.
Sewaktu saya main ke rumah Budhe di Bondowoso, di belakang bioskop Irama, ada beberapa anak kecil sedang main layang-layang di gang sempit. Melihat kami lewat salah satu anak itu bilang “Jangan ngucul di sini eh, ada orang lewa”
Ngucul layangan untuk kethengan itu istilah jember kan? Di kota lain orang biasanya bilang sambitan kalau nggak salah.
Makin OOT, dialog ini mungkin menggambarkan humor Jember yang menggigit.
A: Pak Iku sugih yo?
B: Terang ae, ngng ae gowo pecut?
A: Opo hubungane?
B: Saking cereke, te disosor menthok ae gak oleh.
Ini cerita dr Gembong Setiabudi yg tinggal di Jl yg dulu namany JL DI Panjaitan.
Buat Ivan: *** = thol, kan??
Buat Anton (cacake…) : Doudo alias pohong alias singkong goreng kayaknya istilah Jember juga!
Jl. DI Panjaitan sekarang jadi Jl. Wahid Hasyim.
Ada lagi istilah Jember: (maaf….jorok buanget!) Keceret tempe!
Ono maneh arane rondho royal = tape goreng, karo pak lempung = pisang di iris cilik2 trus di goreng karo tepung.
Cak Bambang….
iki kudu disambung dengan artikel tentang..kata kata khos..salah..kata khas dari Jember…”
kalo arek satra Uned ngerti..isok didadekno sekripsi iki..he..he..he….bahasa Jember emang khas…kolaborasi Jowo karo Meduro…tapi kadang-kadang menghasilkan bahasa mutan..yang aneh tapi khas….yo gak….
nambahi…
ada kosa kata khas jember utk menunjukkan penyesalan telah melakukan sesuatu : ‘kasta’
“kasta aku kawin karo arek iku…”
tp mungkin istilah ini udah jarang dipakai
vocabulary lain :
’sengak’ = awas. contoh “sengak koen!” = awas kamu!
‘perak’ = cuman. contoh “duwik e perak semene” = uangnya cuman segini
‘maara’ = ayolah/ please. contoh “maara jok ngono” = ayolah, jangan begitu..
demikian, smoga bisa untuk materi skripsi mahasiswa sastra Unej, hehe
Tak tambahi maneh:
Ngambul = nesu, misal- ojo ngambulan po’o
Leter = kemayu, misal duuh cik letere arek iku…
Sementara iku sik, ngko lek eling sing liyane ditambahi maneh. Selamat nggarap skripsi….:-D
(Jane sopo sing lg nulis skripsi se…)
“ngosok” = ngambul = ngambek
“wayang” = umbul = gambar
“soro” = nemen = parah/amat
“sothok” = surung = dorong
“jegug” = dipukul punggungnya dari belakang
“sawat” = balang = lempar
“bejo” = sanjang = omong
“godhak” = oyak = kejar
.. what else ? …
nah kan..inilah..the Most OOT blog in the world…
marra kanak….he..he..he
gelu..gelu…..alias ..sik..sik…
sing nggarai OOT tibake aku yo?….hua..ha..ha.
(mlayu nyHemeng..digodhak cak bambang dan Cak amal…..)
masih ada:
Thol mePathol = Dim meKodim
Jenggek = jegug (tulisan cak Faiz di atas)
Aadek koen! = Rasain lu!
Kardiman = Kareppa Dibik ngalak nyaMan, orang yang bertindak semaunya tanpa perhatian dengan sekitar. 4 kata ini sebetulnya asli kosa kata bahasa Madura, tapi di Jember muncul bersama-sama menjadi mutan baru yang khas Jember.
Tahu Brontak = Sejenis makanan (=tahu isi). Dinamakan demikian oleh oreng Jember, karena ketika digigit, disobek, dan dimakan isi dalam tahu bergerak memberontak ke segala arah.
Dalbo = Sebutan untuk orang yang bertubuh gemuk luar biasa.
Jedut = Dalbo.
Hayo…..boleh tambahin lagi…… cong!
Dalbo kayaknya sama dengan istilah Hoha… contohe “awake gedene sak hoha”
Haho = bodo nemen..
pethal = dicukur tapi gak roto
ceketer = (aku gak ngerti arti asline, tapi koyoke artine cuma segitu)…
Sopo sih sing lagi nggawe skripsi… opo perlu di gawe kamus Indonesia-Jember Jember-Indonesia ? (Emang Jember gak ning Indonesia)
Nambahi meneh… :
Co-ngoco = bohong
Corok = congek/ cairan telinga akibat sinusitis ………..(iyo, bender nggak bu dr.sevi?)
Combe = Asisten tukang obat jalanan
Godir = ager-ager / jelly
Ker-ker = kaki/tangan penuh bekas luka (yekk..)
Snouck (sengojo ejaane digawe aksi, cek gak ketoro) = Pekerja Seks Komersial
Nyuknyan = Bakso
Mindring = Abang Panci (tk kredit)
Mlijo = mbok2 penjual sayur kliling
Arbanat = kue semacam marshmallow, penjualnya bawa rebab/ biola bundar
kiro2 sekripsi ne wis mari durung?…wah sing nggawe skripsi iki jan guoblok tenan..
Dalbo itu padanan kata dari ” nek menDAL, tiBO..”
Dalbo itu singkatan kata dari ” nek menDAL, tiBO..”
@cak Afton
Ndisik pas kata Potot disebut ning tulisane sampeyan… wak suwe aku gak ngeh..opo iku potot… akhirnya inget juga nek ndisik onok daerah jenenge iku
Nek bagian Combe, Kerker,mendreng& snouck kok cek apale… koyoke emang sudah mengalami hal yang tidak terlupakan dengan kosakata-kosa kata iku?
coroken iku mergo otitis/infeksi dari telinga (bukan sinusitis-tak ralat yo mas).
Nyuknyan utawa bakso tak pikir mung istilah ndik Jember, tibane di Makasar aku yo menemukan istilah nyuknyan untuk menyebut bakso. Malah aku pernah makan di depot bakso RADJA NYUKNYAN,….enaaak tenan baksone.
Sing nggarap skripsi wis sampai bab piro rek….
kalo taker?
kayaknya basa Madura asli ini ya?
biasanya di awali kata “mak”
contoh : mak taker ngono rek?
skripsi nya jik asistensi ng dosen pembimbing
@Rizal
hahaha… tibake sampeyan yo familiar dg istilah “snouck” hurgronye…
sdikit OOT nih, sesuai saranmu di postingan sebelumnya ttg Garut, kmrn 2 hari + kelg nginep di Hotel & pemandian Sabda Alam (depan danau Dariza) Garut, bagus banget.. tp gak sampe pantai Santolo baseman…
iki sik tekan bab 2….tak tambai ae…
diKothas = dikethak tapi posisi tangan miring nyrempet ndas…
Gek-Medhigek = sok jagoan =dim mekodim
Mornang = uddun sing arep pecah..abang njemumuk..
digendhir = hukuman saat kalah maen nekeran (marblean) yaitu tangan dijatuhi neker dari jarak mata kita…
Disathak = hukuman saat kalah maen nekeran dengan cara menghantamkan neker ke mata kaki…rasane sakek kanak….
Assyiruttt = kata khas kalok makanan terasa lezat padanan kata “Mak nyuss” kata Umar Kayam…
Arnong = slada air..kesukaan Arnong Swarzenegger
sik..sik..sik…kok malah dadi kamus Medhuro-Indonesia iki…
@ Ekoz,
Gak papa, nanti tak teruske ke Azis Saefoeddin agar ditambahkan ke dalam Kamus madura-indonesia-nya ..
Tambahan dikit
Tompes = matek, tewas, kalah
perak = cuma, tanjung perak = tanjung cuman
Untuk godher, alias podeng, aku selalu dadi bahan tertawaan teman-teman kalo makan siang. Di tempat lain cuma Jember yang ada makanan namanya godher…
Nambah dikit Juga. Di Talangsari (mungkin juga yang lain) dikenal istilah “Rah” artinya “Diancam”.
Contoh : Ati-ati koen nek mleaku liwat kono, Koen dirah karo si-A, soale mari ngantem adhike”
tambah maneh….
Cengel= “chengel”= ngeselin…..
Carpak ler keleran = bohong yang luarbiasa sadis….
ngok-mrongok = ngomong sendiri sambil kesel….
Co0lbutt = Coolock Buttjock= omong selalu bohong
a pok-pak = Harmoko=hari-hari omong kosong
Gung-Gungan = selalu cari perhatian deg ulahnya
apraa kahhh = opo jareee?…perkataan yg melecehkan
itu tambahanne…..
yen setiap anggota blog ini…setiap hari nyumbang minimal 2 kata sehari..kayaknya jadi tuh Kamus Jemberian
Kalo
cerekkeng = pelit banget
jegug = memukul punggung, biasane nggo kepalan tangan atau sikut
cukup dua dulu… sesuai dengan anjuran Bos Ekoz
wis tekan bab piro saiki skripsine, mosok sik bab 2 ae rek
iki tak tambahi :
tambeng = nakal
sir-siran = pacaran
angak ho..!! : hangat oy!!. kata tsb sumabng pikiran dr temen; entah kenapa mendengar kata ini orang selalu mengasumsikan sama yg enggak2…
mur-nylemur : mengalihkan pembicaraan/topik…
‘Boh’ -> menyatakan kaget, koyoke asale soko meduro ‘Beh’
siah…siah padhe acator apah kakabbi riah…adduh elmoh…makaloar gendegge beng sebeng..tako’ ta’ e koca’ ta’ andi’ sempenan prokem madure’en..je’ ngarosak tata bahasa se bedeh…kalamon bahasa indonesia ca’en gunakan bahasa indonesia yang baik… kodhuna de’iyeh kiah e dhelem acator caca madure’en kodhuh ngangguy tata krama se bender…..
bahasa madureh ariyah tang kebanggaan…rassana tak nyaman sakaleh ka kopeng mon ngedingagi caca se tak sasuai kaangguyna
Boh…. palang! Jek ngosok cak Sujak! Sabbeeerrr….! Pangapora gi…?! Geneka beneh tadek kaangguyepon, tape perak abahas berema reng Jember andik cak koca’an madureh acampor jebeh seh pas dedi ‘mutan’ se laen ben daerah laenepon. Kadinto cak Sujak, pangapora abdina gih!!??
Masak engak arowah Cak Sudjak….nak kanak eddinak…lakar agejjek bei..makkana padhe’ angaloaragih sempenan besah Jemberan…alias..Jebbeh benni….Meddhureh tak paddhe ..tak iye…bahasa MUTAN…he..he..he…Sakkalangkong….
apa lagi ya….simpenan bahasa Mutanku…
1. Gedhakan tok…..ngancam doang gak ada bukti…
2. Ancor esenna tellor…..habislah sudah….
@Cak Ekoz:
“Onok layangan NYUWET rek…..ayuk digodak……mbek senggeken!”
“Ayuk main ngitsingitan rek…opo dakgodakan…!”
Hahaha…
Lucu pisan tibake, masio ndisik suwi nin Jember & familiar ambek kata2 iku, sik pancet ae lucu hahaha..
Ono maneh iki kalimate wong Jember :
“Puh cek pintere arek iki?”
“Timbang koen…”
“Tak gasak koen…”
“Keket ta…awas koen molene engkok yo…”
Mgkn ada yg mau inisiatif bikin “kamus Gaul wong Jember”? Sopo weruh iso dadi trademark/budaya khas wong Jember…
wah kayaknya ide NanangNafi cukup brilian rek, ayo sopo sing iso memfasilitasi. Ben ndang mari skripsine….
Kamus gaul wong jember…?????
Boleh juga…
Tapi inget.
Lha wong kita juga sering melupakan bahasa nasional kita, ya kan???
Nyumbang 2 kata sesuai anjuran Mas Eko
Gunaknong Bato Kletak : Ndeso banget
Gendak’an : Pacaran
Kalo perlu bahasa mutan jember di berdiri sendiri dan diawali dengan pendirian di Fak sastra Unej (atau Uned = Univ Negeri Djember) Jurusan Bahasa Mutan Jemberan (nyamana ngawu-ngawu rowa)
(Satriyo: Nyumbang 2 kata sesuai anjuran Mas Eko)
Pak-po’ ae = Podo wae/sama saja.
NgGelibet = Mondar-mandir.
Ngomongin bahasa,
Baru saja terdengar lagunya PADI, yang liriknya..
…
Terang saja.., aku merindunya.
Terang saja.., aku …
Karna dia.., Karna dia … begitu indah
haha.., Maksute Terang..,iku.. lak “Tentu saja”
Yo..endah.toh, krung-ngu-ne…??
(Satriyo: Nyumbang 2 kata sesuai anjuran Mas Eko)
Kemecer = (-Rasa Jeruk-)
Ndra-Wasi = (-Rasa Was was-).
‘Arek iku lek numpak motor, ndrawasi…’
Papan Billboard (iklan Rokok terkenal), - Diprapatan Pondok Indah-Lebak Bulus, JKT., bunyinya:
“Siapa Cepat dia yang ‘Paten’”
Wah..,iki Jemberisasi opo?
Paten=Tokcer=Mantap.
tambahan meneh….
Internasional punya = Kualitas bagus
ini dipakek kalok menjajakan dagangan para Mc Laren di Pasar LaweTh Gebang …isal
“…iki lho cak Shock Breker sing apik..walok gaweann doarjo tapi kualitase International punya…”
utowo pas nontok bal-balan PERSID..tendangan Amrizak Pribadi sokok jarak 50 meter terus masuk…maka penonton akan bilang…
“wuahhhh tendanganne Internasional punya…”
Mak Tager =..Kok sampek gitu…
“siah-siah gur naksir arek kampung Ledok gayane Mak tager ngono….”
he..he.he..
gara-gara Cak Sugie Simbiosa mecungul…dadine pengen nambahi kosa katane JEMBERIAN…
Hi, friends,
You want to get an extra money, please open :
http://www.asianinvesta.com/?id=muhammadjusuf
Thanks
Muhammad Jusuf
Mobile: 6281586626439
Home: 6221-8750745
“pakmetepak…..heheh..!!”
“apanpan..”
Wah, Muhammad Jusuf dari Grameen Bank, Bangladesh, sampe sempat-sempate ndelok blog e SMA 1 rek…kate mbagi mbagi duit maneh..Aku merasa tersanjung di kunjungi oleh Pemenang Nobel perdamaian 2006 ..hehehe
Jangan2 Bpk.Muhammad Yusuf salah kamar. Lebih cocok masuk ke tulisannya dhek Ivan “Bisnis yang menggiurkan”. Tetap waspada.