Lebih berjasa mana, tangan kanan atau tangan kiri?

May 11th, 2008 by bambang Leave a reply »

Jamak sudah di kalangan kita orang Indonesia, orang Jawa khususnya, yang menegur anaknya ketika hendak menerima pemberian sesuatu dari orang lain dengan mengatakan: “…ayo pakai tangan bagus!”. Maksud orang tua penegur itu adalah ‘pergunakan tangan kanan’ untuk menerima (memberi) sesuatu kepada (dari) orang lain sebagai suatu penghormatan dan standar kesopanan kepada orang lain. Kanan dalam banyak konteks budaya memang merupakan posisi yang lebih baik, terhormat, dimuliakan, dll. Ingat, orang bersalaman di belahan dunia manapun dengan tangan kanan, ketika makan orang lebih banyak mempergunakan tangan kanan untuk memegang sendok, lebih banyak orang yang mempergunakan tangan kanan dalam menulis daripada tangan kiri, memberi sesuatu kepada orang lain juga mempergunakan kanan ini.

Namun pada suatu ketika (& ini bukan konon), ada beberapa abang becak di jalanan di kampung Pagah (AREPA, Arek Pagah), Jember yang memperdebatkan mengenai tangan mana sesungguhnya yang paling berjasa bagi manusia. Seperti biasa, debat kusir kalangan tukang becak ini tanpa jelas juntrungnya dan dari mana asal muasalnya. Mereka asal berdebat sejauh apa yang mereka amati dan ketahui sambil tentu saja menanti orderan penumpang yang gak datang jua.

Dengan hati yang sedikit dongkol dan protes karena beberapa saat sebelumnya ada seorang ibu setelah memarahi anaknya tidak memakai ‘tangan bagus’ setelah menerima uang kembalian dari toko kelontong di dekatnya, seseorang dengan memancing bertanya:” Hayo… tangan mana yang lebih bagus dan berjasa, kiri atau kanan???” (dengan agak provokatif meminta tanggapan). Dengan spontan kawan sesama abang becak menimpali: “Kan… tadi sudah denger sendiri cak dari ibu itu, yaaa… tangan kanan longor..!!” Si penanya senyum-senyum memancing rasa penasaran menunggu jawaban dari kawannya yang lain, sembari menimpali: ” Goblok…! Ayo, siapa yang bisa jawab??”. Tiga orang sesudahnya sambil tertawa dan meremehkan memberikan jawaban yang sama, ya… tangan kanan. Sekali lagi oleh sang penanya dijawab: “Goblok semua… pantes kalian bisanya cuma mbecak!”.

Agak lama kemudian setelah lawan bicara sang penanya kehabisan akal dan mulai sewot dibilang (berkali-kali) goblok, barulah diungkap jawaban yang ‘dikehendaki’. Ini dia (dan pasti), TANGAN KIRI!

Kenapa? Menurut sang abang becak penanya tadi, karena tangan kanan itu pemalas!! Pendengar lainnya:…@#…!!????? “La Kok… bisa…??” Jawabnya, ya… tangan kanan itu sombong. Saat makan, salaman, dan hal-hal baik saja si tangan kanan ini mau bekerja! Nah, setelah kalian si manusia buang air besar & kecil siapa yang bekerja bersih-bersih Cawik/cewok kalau bukan tangan kiri? Hayo…!!

SETOEDJOE??

Advertisement

Leave a Reply