Archive for May, 2008

RIZAL’S ROUTE : Expression Of An Inconvenience…

May 30th, 2008

Membaca postingan Rizal, membuat saya tergelitik untuk mencoba membuat peta perjalanan Rizal dari Rumah ke Sekolah yang demikian heroik-nya. Dengan dibantu peta download-an dari sebuah SMKN di Jember, saya coba telusuri satu per satu rute Rizal.

Akhirnya, saya berhasil menelusuri ke-7 rute tersebut. Nampak di peta, seperti tidak seberapa. Tapi pada kenyataannya, kita semua harus angkat topi untuk “nafsu” Rizal yang cukup besar guna menyalurkan energi jasmaninya yang “meluap-luap’

Mungkin Peta ini kurang jelas, tapi setidaknya bayangan di benak kita akan terjawab rasa penasarannya dengan mencermati “tekad” Rizal yang Ruarrrr Biasssahh itu..

Oya.. saya juga sisipkan posisi rumah teman-2 yang pernah saya kunjungi..

Rizal's Route

  • GARIS MERAH = naik Lin dari pinggir kali Bedadung (Lin A,B,N atau O) atau bis Damri (A atau B) turun bilang turun di Gladak kembar (turunnya biasanya di Almarhum Bank Duta), terus jalan kaki lewat gladak kembar bersam teman-teman seperjuangan.
  • GARIS BIRU = nah kalo telat biasanya aku lewat jalur alternative, naik Lin K, turun di Karimata deket Gunung Batu, terus jalan kaki sampai SMA 1 (asli kurang gawean tenan yo..). Harapannya sampai SMA 1 sekitar jam 8.00 pas jam istirahat pertama (soalnya bias langsung masuk kelas tanpa minta ijin ke guru jam pertama atau urusan asma guru BP). Paling-paling kalo gurunya kenal aku, beliau bilang, ‘Lo perasaan pas jam pelajaranku, kamu gak masuk ya Zal?’ he… he…
  • GARIS KUNING = Naik LIN ke arah Tawang Alun/Ajung terus turun di Al Huda, dari sini jalan alternatifnya juga banyak. Misalnya langsung naik lin A atau B (kalo B lewat Gebang),
  • GARIS UNGU = tapi kalo masih kurang seru, aku kadang naik Lin P, lewat Gebang Poreng terus turun di depan Rumah Sakit
  • GARIS BIRU LAUT = Jalan ke depan perhutani, terus naik lin K. Ini termasuk paling enak karena langsung ke Patrang , cuma nunggunya agak lama. Kalo sudah dapat Lin K enaknya tar di jalan Jawa, dapat pemandangan indah, cewek-cewek SMA 2 (he..he..)
  • GARIS PUTIH = Jalan kaki ke Kantor Pos deket alun-alun, terus naik Lin/Bis ke Patrang. Waduh, ini bikin keringetan, dilakukan Cuma kalo lagi suntuk atau agak stress di sekolah, jadi sambil jalan sambil merenung (sok sakti tenan )
  • GARIS HIJAU = Nah ini yang paling ekstrim, jalan kaki ke rumah. Biasanya lewat jalan Sumatera, jalan Kalimantan terus Mastrip, terus jalan sampai rumah di jalan Nanas. Wah ini dilakukan biasanya kalo lagi sangat stress atau untuk mbayar nadzar…misalnya kalo ulangan matematika dapat nilai bagus.. ya jalan kaki ke rumah. Biasanya sih sendirian, gak ada teman yang mau nemenin kalo yang ini (biasanya istrirahat sebentar di Sanggar Pramuka UNEJ, belakang PKM, ngobrol sama teman-teman pramuka di sana)

Popularity: 17% [?]

Mereka yang menukar nyawanya demi kelahiran anaknya….

May 29th, 2008

Sekitar Srowot (DIY)…BN HOLEC (prameks Jogja-Solo) 29 Mei 2008 06.12.13 WIB….. Nokia hitam menjerit ….tanda ada SMS masuk…. “Innalillahi wainnaillaihi rojiun…..Telah meninggal dunia,teman kita : FRIDA SAFRIANA DEWI…karena sakit di RS PKU Muhammadiyah Surakarta….Kami mohonkan maaf atas segala kesalahan beliau selama hidupnya ” …BNI Sentra Kredit Kecil Solo….. Berita itu begitu menghanyakkan aku…..menghantam telak….meningalkan rasa kehampaan yang dalam…..rasa itu selalu muncul setiap ada berita kematian kawa ato sodara yang sampai pada diriku…

FRIDA …secara pribadi ..bagiku yang barusan mendarat di Solo…bukanlah kawan dalam ati harfiah…karena aku gak pernah jumpa….sekadar kawan satu korps di Bank BNI…tapi berita kematiannya…sama mengejutkannya dengan berita kematian seorang Mbak Wulan….

sempat aku menengok dia…2 hari silam di ICU PKU Muhammadiyah…..dan keadaannya sudah sangat payah ….bertahannya beliau selain karena takdir yang belum dipastikan..Ventilator dan berbagai peralatan medik di PKU Muhamadiyah juga berandil besar…..FRIDA ..menjadi koma setelah pembuluh darah otaknya pecah lantaran tak tahan saat diberikan obat pemacu dalam usahanya melahirkan putra pertamanya yang direncanakan secara normal….lantaran ada riwayat Asthma dia tidak kuat mengawal kelahiran itu secara normal….tapi ketika obat pemacu diberikan…ternyata tubuhnya “kalah”….anaknya dimabil sehat secara caesar sectio….FRIDA ..harus dilarikan ke ICU…..

FRIDA …setelah bertahan …berkat doa da upaya semua dokter…paling tidak ada asa untuk menimang sang putra ….saat hari ke 9…pagi tadi….Allah SWT berkehedak lain…. FRIDA ..harus Syahid….pergi keharibaan Allah SWT…tanpa sempat mengetahui bahwa anak yang diprjuangkan dengan taruhan nyawanya….telah lahir selamat…..

FRIDA adalah Syahidah ..dalam pandangan dan keyakinan saya….karena dia hantarkan ..dia tukarkan nyawanya demi kelahiran anaknya…demi peradaban yang baru….. sejak bumi dihamparkan oleh Allah SWT…saya yakin jutaan wanita telah syahid demi kelahiran sang putra….jutaan wanita telah rela menukar nyawanya……

maka..jika..seorang berani melawan Ibunya ….apakah dia layak disebut sebagai manusia?…. Wanita adalah kemuliaan yang sesunguhnya……

Selamat jalan Kawan….Semoga Syurga adalah tempatmu yang kekal…..

untuk FRIDA….dan para syahidah…..

Popularity: 23% [?]

Mereka ….Menukar Nyawa untuk Anaknya…….

May 28th, 2008

Kereta BN HOLEC …Prambanan Express (gerbong 2)….06.10 WIB..sebuah SMS masuk… ” Innalillahi wainna illaihi roji’un….telah meninggal dunia teman kita : FRIDA SAFRIANA DEWI ..karena sakit di RS PKU Muhammaddiyah Solo. Kami mohonkan maaf atas segala kesalahan beliau selama hidupnya “ BNI Sentra Kredit Kecil Solo berita yang menghentak….FRIDA bukan kawan karib..bahkan kenal pribadipun tidak….dia teman satu corps belaka ….tapi setiap kehilangan seorang kawan ato sodara….kaki terasa dingin…..ada kehampaan karena kehilangan…

dua hari lalu aku sempat nengok beliau..di ICU PKU Muhammadiyah Solo (RS yang kondang gara-gara polisi Densus 88 mengambil paksa Ustadz Baasyir yang lagi sakit) ….dengan selang yang bersliweran di sekujur badan…alo alat Ventilator dan lainnya yang berbunyi ritmis….terus terang..melemparkan saya ..ke masa-masa saat harus menerima kenyataan anak keduaku MUHAMMAD RASHEED…harus berjuang di R NICU di RS Elizabeth Semarang……walau akhirnya Allah berkehendak dia harus pulang ke hadapanNYa….

Frida …adalah seorang ibu yang belum sempat menimang anak yang diperjuangkannya selama ini …karena asthma yang dideritanya…dia mengalami pecah pembuluh darah otak…ketika obat pemacu kelahiran diberikan dokter ….tak ayal setelah operasi cesar yang menolong anaknya …dia harus mengalamai coma ….dipertahankan hidupnya dengan mesin…. Saya sangat yakin…Frida kawan yang belum sempat aku jabat tangannya itu….senantiasa berjuang di bawah sadarnya untuk bisa kembali…kembali…untuk menimang anak yang didambakannya itu…. …setelah berjuang selama 9 hari …badannya menyerah jua…Allah memanggilnya pulang…..Dia seorang Syahidah…orang yang menukar nyawanya demi kelahiran anaknya ……

tercekat aku memandangi layar Nokia hitamku…..rasa dingin merayapi hatiku…sakit..dan…mematikan rasa sejenak…..selama dunia ini dihamparkan oleh Allah….entah berapa juta wanita yang jadi Syahidah…menukar

Popularity: 8% [?]

Dua tahun sudah bencana itu…

May 28th, 2008

28 Mei 2008

Hari ini tepat dua tahun semburan lumpur di Sidoarjo terjadi. Sudah banyak cerita duka, kepedihan, air mata, benci, amarah dan luka yang tertoreh dalam di hati warga Porong khususnya. Aku tak hendak mengajak itu semua, pun tak ingin membagi duka dan amarah. Biarlah semua yang sudah terjadi, karena waktu takkan berhenti dan juga tak mundur lagi. Kehidupan dan harapan yang lebih baik harus dimulai dari sekarang, sekalipun tampaknya harapan itu hanya setitik saja, tapi Sang Pencipta lebih tahu apa yang terbaik buat warga Porong.

Hari Jumat lalu, tanpa rencana sebelumnya aku meluncur begitu saja ke daerah lumpur di Porong. Sekedar ingin mendokumentasikan keadaan setelah 2 tahun lumpur mengoyak tanah Porong. Tidak ada maksud apapun, barangkali suatu saat anak cucu kita bisa melihat kondisi wilayah Porong yang sekarang. Karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. Foto-foto yang aku ambil bisa disimak disini :

http://flickr.com/photos/sevidiana/

Selamat menikmati, salam hangat buat semuanya

Popularity: 14% [?]

Radio Dangdut Jember

May 28th, 2008

Gara-gara baca tulisan Ekoz tentang Radio Suara Akbar beberapa waktu lalu, sayup-sayup terdengar suara Bang Jali dan Bang Samiun di telinga saya. Karena tak ada rekamannya, ya saya buatlah versi rakitan sendiri.

http://alifandi.multiply.com/music/item/9/Radio_Dangdut_Madura

Mohon maaf kosa katanya sangat terbatas, sudah abit tak ada lawan bicara. Mon bedhe pantun, mara engko’ e belei.

Popularity: 22% [?]

1000 Jalan ke SMA 1

May 23rd, 2008

Salah satu kriteria memilih sekolah selain kualitas sekolah adalah lokasi sekolah. Sebelum memutuskan untuk memilih SMA 1 dulu, aku menimbang-nimbang masalah transport ke sekolah. Harus naik angkot atau cukup naik sepeda pancalku saja..(maklum gak punya sepeda motor). Dulu pertimbanganku, kalo milih SMA 2, bosen lewat jalan Jawa terus, soalnya SMPku di SMP 3.

Angkot alias Lin kujadikan transportasi utama untuk menempuh perjalanan ke SMA 1 tercinta dalam rangka menuntut ilmu bagi masa depanku (bahasane gak karuan yo…) meskipun kadang Lin kadang tidak bias diandalkan. Soalnya, kalo jam 6.10 baru nyanggong di pinggir jalan, pasti Lin udah pada penuh dan hasilnya telat masuk sekolah.

Untuk berangkat ke sekolah banyak cara yang biasa kulakukan. Karena rumah di Patrang (belakang kamar mayat RSUD dr Subandi), maka cara paling mudah, naik Lin dari pinggir kali Bedadung (Lin A,B,N atau O) atau bis Damri (A atau B) turun bilang turun di Gladak kembar (turunnya biasanya di Almarhum Bank Duta), terus jalan kaki lewat gladak kembar bersam teman-teman seperjuangan. Kalo males jalan kaki kadang naik Lin lagi atau nggandol bus Damri. Dengan metode ini kadang sampai jam 6.30 gak dapat Lin juga, yo telat rek wong masuknya jam 6.30 (pas kelas 2 dan 3, kelas 1 aku masuk siang jadi jarang telat), nah kalo telat biasanya aku lewat jalur alternative, naik Lin K, turun di Karimata deket Gunung Batu, terus jalan kaki sampai SMA 1 (asli kurang gawean tenan yo..). Harapannya sampai SMA 1 sekitar jam 8.00 pas jam istirahat pertama (soalnya bias langsung masuk kelas tanpa minta ijin ke guru jam pertama atau urusan asma guru BP). Paling-paling kalo gurunya kenal aku, beliau bilang, ‘Lo perasaan pas jam pelajaranku, kamu gak masuk ya Zal?’ he… he…

Yang lebih seru adalah perjuangan untuk pulang ke rumah. Jalan alternatifnya sangat banyak.

  1. Naik LIN ke arah Tawang Alun/Ajung terus turun di Al Huda, dari sini jalan alternatifnya juga banyak. Misalnya langsung naik lin A atau B (kalo B lewat Gebang), tapi kalo masih kurang seru, aku kadang naik Lin P, lewat Gebang Poreng terus turun di depan Rumah Sakit
  2. Jalan ke depan perhutani, terus naik lin K. Ini termasuk paling enak karena langsung ke Patrang , cuma nunggunya agak lama. Kalo sudah dapat Lin K enaknya tar di jalan Jawa, dapat pemandangan indah, cewek-cewek SMA 2 (he..he..)
  3. Jalan kaki ke Kantor Pos deket alun-alun, terus naik Lin/Bis ke Patrang. Waduh, ini bikin keringetan, dilakukan Cuma kalo lagi suntuk atau agak stress di sekolah, jadi sambil jalan sambil merenung (sok sakti tenan )
  4. Nah ini yang paling ekstrim, jalan kaki ke rumah. Biasanya lewat jalan Sumatera, jalan Kalimantan terus Mastrip, terus jalan sampai rumah di jalan Nanas. Wah ini dilakukan biasanya kalo lagi sangat stress atau untuk mbayar nadzar…misalnya kalo ulangan matematika dapat nilai bagus.. ya jalan kaki ke rumah. Biasanya sih sendirian, gak ada teman yang mau nemenin kalo yang ini (biasanya istrirahat sebentar di Sanggar Pramuka UNEJ, belakang PKM, ngobrol sama teman-teman pramuka di sana)

Banyak cerita yang kita alami selama naik angkutan umum pergi atau pulang sekolah. Bercanda dengan teman, bercerita tentang kejadian seharian di sekolah, PDKT sama cewek yang diincer, atau pake gayanya Cak Eko, ngakali kondektur bis biar gak usah bayar…

Tahun 91 atau 92, Gladak Kembar di perbaiki, jadi Bus Damri jurusan Pakusari mesti muter lewat jl Sumatera terus ke jl Kalimantan, Mastrip, Sudirman… ini menyenangkan buatku, jadi tinggal jalan ke lampu merah Mastrip, sampai deh ke SMA 1… Memang masa-masa di SMA 1 sungguh menyenangkan, sampai perjalanan menuju kesana meninggalkan kesan yang dalam.

Popularity: 17% [?]

Retorika Keadilan

May 23rd, 2008

Karena Ibu Lorentina, ibu guru BK Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Bandung, memulai tulisannya dengan judul, Adilkah Hanya Guru yang Disalahkan? – sebuah pertanyaan retorika, saya ingin memulai dengan pikiran singkat: tentu tidak adil! Tidak dimaksudkan sebagai jawaban, karena retorika acapkali sudah mengarahkan penjawabnya pada simpulan tertentu.

Tidak hanya guru, setiap pihak tentu keberatan jika hanya dia yang disalahkan. Ini berlaku umum, namun sebelum salah-menyalahkan, coba dipikir dengan baik: sebenarnya siapa yang menyalahkan semata-mata pada guru? Persoalan di negara kita — hampir semua orang sudah menyadari — memang kompleks, berkelindan. (Kendati sangat mungkin penduduk negara lain juga akan menyebut seperti itu terhadap persoalan di negara mereka, jadi bukan istimewa juga sebenarnya.) Justru karena dalam kehidupan ini terdapat banyak faktor yang saling mempengaruhi, kita harus memilah, mengurai bagian atau sub-bagian yang diselesaikan terlebih dulu. Dalam ungkapan yang lebih umum: meletakkan sesuatu secara proporsional.

Look What Happens Inside

» Read more: Retorika Keadilan

Popularity: 11% [?]

Inilah lagu dolanan & guyonan anak-anak Jember tempo doeloe, ketika media televisi belum seramai kini.

May 20th, 2008

Ketika zamannya media televisi di negeri ini masih dikuasai oleh hanya satu stasiun televisi milik pemerintah, yang disebut TVRI, yang jam siarnya hanya dari sore jam lima hingga jam 12 malam sementara era global informatika dengan internetnya belum menyentuh pergaulan sosial manusia Indonesia, bermain dengan tetangga menjadi menu hiburan utama. Bayangkan betapa sedikitnya pilihan alternatif hiburan yang tersaji, dunia musikpun belum berkembang sehebat masa kini. Maka, bermain rame-rame di malam hari kala acara tv yang berisi lebih banyak doktrinasi kebijakan pemerintah penguasa yang dijamin membosankan menjadi pilihan yang menyenangkan. Inilah sebagian lirik lagu yang sebagian di antaranya seringkali dimodifikasi menjadi lirik yang jorok alias cabul ‘gak karuan’. Tetapi apapun itu, ini adalah bagian dari kreativitas manusia Pagah & Jember di Jawa juga… Inilah beberapa lagu itu:

  1. Mbok Sarijem (…) Dolanan dakon (…) Cacahe pitu(…), Menange songo(…). Nah, titik-titik di dalam kurung ini harusnya berisi satu suku kata lagi, yang jika disambung dengan suku kata di depannya, maknanya menjadi ‘Gak Karuan SALBUT’.
  2. Isuk-isuk njangan asem ayo sem
    Semar mendem, ayo ndem
    Ndemok silit…. gudiken, ayo ken
    Kendi dobol, ayo bol
    Bole pitik kleleran, ayo ran
    Rante kapal, ayo pal
    Palang Merah PPO, ayo o
    Opil garing……
  3. Jooouuummmmprit….!
    Peline cino kecepit!
  4. O… Ka Ka O…
    Perang Karo Jepang,
    Jepang mati kelepang, Mas Bambang karo Mbak Endang.
    Mbak Endang duwe adik,
    Dilungguhno dingklik,
    Tibo jungkir walik,
    Udele dicucuk pitik.
  5. Dur Salidur,
    ‘de mantri mangan bubur,
    lek gak entek digowo mabur.

Popularity: 28% [?]

Berita Duka

May 16th, 2008

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun

Telah berpulang ke Rahmatullah, rekan kita saudara kita :

S U C I W U L A N D A R I ( W U L A N)

Mantan Ketua OSIS SMA Negeri 1 Jember 1986-1987

(dalam usia 39 tahun)

Pada hari ini, 16 Mei 2008

Rumah duka : Perumahan Palem Semi Jl Panda 1 no 12 Karawaci, Tangerang, Banten

Ucapan duka cita, dapat menghubungi Bp Dientos (081586181381)

Semoga Almarhumah mendapatkan tempat yang layak disisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, Amin…

Popularity: 14% [?]

Lebih berjasa mana, tangan kanan atau tangan kiri?

May 11th, 2008

Jamak sudah di kalangan kita orang Indonesia, orang Jawa khususnya, yang menegur anaknya ketika hendak menerima pemberian sesuatu dari orang lain dengan mengatakan: “…ayo pakai tangan bagus!”. Maksud orang tua penegur itu adalah ‘pergunakan tangan kanan’ untuk menerima (memberi) sesuatu kepada (dari) orang lain sebagai suatu penghormatan dan standar kesopanan kepada orang lain. Kanan dalam banyak konteks budaya memang merupakan posisi yang lebih baik, terhormat, dimuliakan, dll. Ingat, orang bersalaman di belahan dunia manapun dengan tangan kanan, ketika makan orang lebih banyak mempergunakan tangan kanan untuk memegang sendok, lebih banyak orang yang mempergunakan tangan kanan dalam menulis daripada tangan kiri, memberi sesuatu kepada orang lain juga mempergunakan kanan ini.

Namun pada suatu ketika (& ini bukan konon), ada beberapa abang becak di jalanan di kampung Pagah (AREPA, Arek Pagah), Jember yang memperdebatkan mengenai tangan mana sesungguhnya yang paling berjasa bagi manusia. Seperti biasa, debat kusir kalangan tukang becak ini tanpa jelas juntrungnya dan dari mana asal muasalnya. Mereka asal berdebat sejauh apa yang mereka amati dan ketahui sambil tentu saja menanti orderan penumpang yang gak datang jua.

Dengan hati yang sedikit dongkol dan protes karena beberapa saat sebelumnya ada seorang ibu setelah memarahi anaknya tidak memakai ‘tangan bagus’ setelah menerima uang kembalian dari toko kelontong di dekatnya, seseorang dengan memancing bertanya:” Hayo… tangan mana yang lebih bagus dan berjasa, kiri atau kanan???” (dengan agak provokatif meminta tanggapan). Dengan spontan kawan sesama abang becak menimpali: “Kan… tadi sudah denger sendiri cak dari ibu itu, yaaa… tangan kanan longor..!!” Si penanya senyum-senyum memancing rasa penasaran menunggu jawaban dari kawannya yang lain, sembari menimpali: ” Goblok…! Ayo, siapa yang bisa jawab??”. Tiga orang sesudahnya sambil tertawa dan meremehkan memberikan jawaban yang sama, ya… tangan kanan. Sekali lagi oleh sang penanya dijawab: “Goblok semua… pantes kalian bisanya cuma mbecak!”.

Agak lama kemudian setelah lawan bicara sang penanya kehabisan akal dan mulai sewot dibilang (berkali-kali) goblok, barulah diungkap jawaban yang ‘dikehendaki’. Ini dia (dan pasti), TANGAN KIRI!

Kenapa? Menurut sang abang becak penanya tadi, karena tangan kanan itu pemalas!! Pendengar lainnya:…@#…!!????? “La Kok… bisa…??” Jawabnya, ya… tangan kanan itu sombong. Saat makan, salaman, dan hal-hal baik saja si tangan kanan ini mau bekerja! Nah, setelah kalian si manusia buang air besar & kecil siapa yang bekerja bersih-bersih Cawik/cewok kalau bukan tangan kiri? Hayo…!!

SETOEDJOE??

Popularity: 17% [?]