STROKE NYARIS MERENGUT NYAWA SUAMIKU (by: Triani Widowati)

Penyakit stroke sebenarnya telah aku kenal jauh sebelum aku menikah, karena bapakku (almarhum) pernah terserang stroke sampai 3 kali. Namun sungguh aku tidak pernah menyangka kalau penyakit itu juga akan menyerang suamiku.

Kejadiannya memang sudah sekitar 3 tahun lalu, tapi dampaknya sungguh luar biasa pada suamiku, hingga saat ini dia belum pulih 100%, namun kami sungguh sangat beruntung karena Allah masih memberi kesempatan suamiku untuk sembuh, tetap hidup, dan lebih dekat dengan-Nya.

Sejak awal semestinya kami harus hati2, karena beberapa kali kalau suamiku salah makan, tensinya akan naik. Kalau tidak enak badan, kami pergi ke dokter, nebus obat dan sembuh. Sebenarnya beberapa dokter telah menyarankan agar selalu minum obat untuk mengontrol hipertensi. Namun suamiku menganggap enteng dan sempat marah2 karena dia tidak mau tergantung dengan obat apalagi kalau harus minum obat setiap hari. Mungkin karena dia merasa akan bisa jaga makanan dan mengimbangi dengan olah raga cukup.

Akan tetapi saat kami “didapuk” jadi panitia di acara pernikahan famili pada hari minggu tanggal 1 Mei 2005 di Graha Sativa Dolog Jatim, suamiku bener2 tergoda dengan secara diam2 (tanpa sepengetahuanku) makan daging kambing (kambing guling).

Setelah acara tersebut, besoknya (hari senin) suamiku masih bisa mengantar adikku ke Juanda untuk kembali ke Jakarta. Dan sempet menjemput aku di kantor. Akupun sudah pesankan tiket untuk suamiku ke Jakarta pada hari minggu Tanggal 8 Mei 2005 {sudah janjian sama kakaknya suamiku (yang juga berprofesi pelukis) untuk ikut bantu2 di acara pameran lukisan kakak di Jakarta dan sekalian ingin survei / cari tempat untuk pameran lukisan suamiku}.

Semestinya kami harus waspada atau pergi ke dokter saat hari selasa malam & rabu malam suamiku bilang kakinya kram2 (padahal ternyata maksud suamiku itu kakinya kesemutan). Dan agak aneh juga karena tidurnya pulas banget seperti orang kecapean. Tapi sama sekali kami tidak menyadari akan adanya bahaya yang mengancam. Hari Kamis saat dia jemput aku di kantor (jam 6 sore) dia bilang kepalanya pusing. Akupun santai aja, aku fikir dia lagi manja dan aku bilang kalau kepalaku juga pusing (emang lagi pusing sih he3) dan langsung nyelonong ke parkiran. Kami pun sempat mengisi bensin. Namun saat melaju beberapa saat (sampai depan bioskop Surabaya Teater) suamiku bilang kalau pusing banget dan akupun baru sadar kalau suamiku bener2 pusing berat. Akhirnya kamipun berhenti didepan bioskop Surabaya Teater. Akupun mulai memperhatikan dia dan tanya2 makan apa tadi, badannya panas apa enggak dll. Setelah berhenti sejenak, suamiku bilang kalo sudah mendingan dan ngajak langsung pulang aja. Baru beberapa meter melaju, mobil kami sudah nyrempet kendaraan lain untung yang kami srempet nyantai aja dan meneruskan perjalanan. Tapi feelingku sudah tidak enak, aku bilang ke suamiku “jangan pulang dulu, kita ke DKS (Dewan Kesenian Surabaya) aja” (pikirku kan kalau istirahat di sana lebih aman, dan disana banyak teman kalau ada apa2 kan banyak yang nolong). Akhirnya suamiku tidak jadi ambil jalur kanan (ke arah tol) namun jalan terus. Aku mulai panik saat suamiku nyetirnya oleng lagi aku pun memutuskan untuk berhenti lagi. Sedih juga rasanya kenapa aku nggak bisa nyopir dan selama ini nggak mau belajar nyopir. Tapi suamiku bilang nggak papa kan DKS dah deket. Tapi waktu tak bilang ya udah pakai sabuk pengaman lagi, anehnya suamiku kayak orang bingung cari2 di dashboard dan bicaranya dah gak jelas. Aku panik banget dan bilang kita naik taxi aja. Tapi suamiku bilang gak papa pelan2 aja, dan terus nyetir sambil tak bantu pegang setir karena takut oleng lagi. Lega banget ketika kami sampai DKS tapi ternyata waktu mau masuk ke DKS situasinya pas ramai sedangkan kondisi suamiku dah kelihatan lemas, akhirnya tak putuskan kami terus sedikit dan masuk ke parkiran Gedung DPRD tingkat II (sebelahnya DKS/ sebelah Bioskop Mitra). Begitu mobil berhenti, suamiku langsung pingsan. Akupun lari cari bantuan ke satpam Gedung. Akhirnya suamiku digotong masuk Gedung dan akupun mulai nelpon keluargaku sambil nangis dan panik luar biasa. Posisi kakakku ternyata dah sampai rumah (Sidoarjo), adikku masih di Kantor (Gresik), akupun telpon kakak suamiku yang untungnya posisinya pas berada di Surabaya. Alhamdulilah tidak begitu lama kakak iparku datang dan langsung mengantar ke PUSURA (yang baru aku sadar kalau hanya berada di seberang jalan). Begitu aku lapor, suster langsung membawakan kursi roda, namun baru aja masuk Pusura, suster bilang “Bu, bapak ini sudah lumpuh separuh, bapak terkena serangan stroke, sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapat penanganan serius” rasanya seperti tersambar petir bener2 aku shock luar biasa, namun aku harus berusaha tetep tenang dan berpikir cepat untuk menyelamatkan suamiku.

Aku putuskan ke Rumah Sakit terdekat (Dr Sutomo) dan langsung ke Unit Terpadu. Alhamdulilah ada 2 dokter yang langsung menangani suamiku dengan serius , akupun hanya bisa menangis, berdo’a dan memohon dokter untuk menyelamatkan suamiku. Untung dokternya sangat cekatan dan berbaik hati memberikan penjelasan tentang kondisi suamiku, memberikan saran2 dan menenangkan aku. Ternyata suamiku memang kena serangan Stroke (pendarahan di otak). Dokter bilang untung suamiku segera dibawa ke Rumah Sakit kalau sampai terlambat sedikit saja bisa fatal akibatnya dan penyembuhan akan lebih baik dilakukan dengan cara pengobatan, cuman kami harus bersabar karena itu membutuhkan waktu agak lama dan suamiku harus dirawat di rumah sakit paling tidak 3 mingguan untuk pengobatan dan memantau pendarahan otaknya. Jika dilakukan Operasi, resikonya bisa lebih besar apalagi suamiku masih relatif muda (waktu itu 39 tahun). Agak lega juga karena ada harapan suamiku bisa sembuh dan kami akhirnya mendapat kamar di Unit Stroke (Khusus untuk penderita Stroke) dan adikku pun datang menenangkan aku, membantu mengambilkan mobil yang kami parkir di depan Gedung DPRD tingkat II dan mengambilkan uang. Kakak Ipar dan keluarganya pun pulang ke Tuban dan adikku tak minta pulang aja karena besoknya dia kan harus ngantor, meski ngeri juga sebenarnya tinggal sendirian nunggui suami sakit di kamar rumah sakit yang besar. Tapi aku harus tetep tegar dan kuat.

Besoknya, aku pulang ke rumah diantar adikku ambil barang2 yang diperlukan di rumah sakit (biar gak riwa riwi). Satu minggu aku ambil cuti. Dan selanjutnya, rumah sakit menjadi rumah ke dua, karena berangkat ke kantor dari rumah sakit & pulang kantor langsung ke rumah sakit termasuk aktivitas mandi, makan, tidur dll. Untungnya Sibu (Ibu Mertua) yang sangat aku sayangi dan sangat menyayangi aku, datang dari Pacitan (dikabari kakak) dan ikut menemani di Rumah sakit. Ibuku sendiri sengaja tidak kami kabari dulu (takut kaget) karena juga memiliki Hipertensi dan posisi beliau pas berada di Jakarta.

Alhamdulilah kami mendapatkan dokter yang sangat baik dan telaten “Prof.dr. Saiful Islam” specialist syaraf, juga dokter lain dan para perawat yang ramah dan baik hati. Dua minggu suamiku tidak boleh duduk ataupun berdiri (hanya berbaring saja). Sehingga akupun harus sigap mengurus mandinya (seka), buang air kecil ataupun besar. Repotnya, suamiku tidak bisa bicara (pelo) dan ternyata lupa akan istilah2 dan nama2 benda. Seringkali kalau mau buang air kecil (pipis) dia hanya kaget dan kasih isyarat sampai aku harus mengajari untuk bisa bilang “pipis” atau (maaf) “pup/eek” karena sungkan ama suster karena sering ganti sprei. Tapi ya tetep aja belum bisa bilang pipis atau eek jadinya aku harus menunjukkan 2 alat penampung untuk bisa dipilih. Aku paling seneng kalau yang bagian mandiin pas cowok, jadinya aku bisa istirahat dan mengurus yang lain. Kalau dimandiin cewek, kasihan suamiku, dia pasti sungkan banget. He3.

Trenyuh juga waktu dokter Saiful datang dan kasih salam “Assalamuaikum”, suamiku hanya bisa tersenyum dan menjawab “ya”. Ditanya nama, apalagi alamat, sama sekali tidak bisa menjawab. Masih alhamdulilah suamiku masih bisa kenal aku dan bisa menyebut “istri saya”. Dia juga masih mengenal keluarga namun tidak bisa menyebut namaku maupun nama2 yang lain. Ada kejadian lucu, waktu dokter nunjukin gambar kelinci dan Tanya “gambar apa ini pak ?” suamiku jawab “istri saya” begitu juga waktu menunjuk foto lukisan kuda, suamiku jawab “istri saya” ha3 jadinya dokter, perawat, dokter2 muda dan kami semua pada tertawa. Ternyata suamiku hanya bisa ngomong “Ya” & “istri saya” dan ajaibnya beberapa hari kemudian suamiku bisa melafalkan surat “alfatikah” dengan lengkap dan bisa memanggil aku “adhek” (kebiasaannya memanggil aku dengan adhek). Tapi tetap saja tidak bisa menjawab salam dari dokter (baru sadar kalo kami di rumah memang tidak terbiasa mengucap salam. He3).

Meskipun perkembangan memory suamiku sangat lambat, namun aku sangat bersyukur karena hampir tiap hari ada perkembangan baik. Karena suamiku juga hobi menyanyi kami diminta bawa Tape recorder dan membawa kaset2 kesukaan suami. Kalau dari kamar pasien lain sering terdengar suara tangisan (ada yang meninggal) atau pengajian atau teriakan. Tapi dari kamar kami sering terdengar lagu “You raise me up” atau “kasih tak sampai (padi)” dari Tape Recorder yang diikuti dengan paduan suara dari para dokter muda & suster yang membimbing suamiku untuk mengingat lagu2 kesayangannya. Usaha dokter lumayan berhasil, suamiku bisa menirukan notasinya (tapi cuman hem4) tanpa bisa melafalkan kata2 nya.

Ada juga pengalaman cukup menakutkan, pada tengah malam atau dini hari suamiku terkadang ketakutan dan tak lama kemudian ada suara teriakan dan tangisan dari kamar lain (pasti ada yang meninggal). Akupun harus pinter2 menenangkan dan menutup pintu kamar rapat2. Kalau ada pasien yang sudah gawat, perawat akan kasih tau ke aku untuk siap2 ada suara2 jeritan dari kamar lain, dan biasanya aku akan menutup kamar rapat2 dan menghidupkan lagu dengan volume kecil untuk suamiku, sekedar mengalihkan perhatiannya. Biasanya yang meninggal itu pindahan dari rumah sakit lain (rumah sakit lain sudah angkat tangan) atau pasien stroke yang terlambat dibawa ke rumah sakit (dengan kasus pendarahan otak dengan cc yang sama dengan suamiku ada yang meninggal).

Setelah 2 minggu lebih, suamiku boleh duduk, boleh jalan2 aku dorong pakai kursi roda lihat2 sekeliling rumah sakit dan harus menjalani latihan terapi jalan. Alhamdulilah dengan susah payah bisa jalan tapi tetap harus kami papah jangan sampai jatuh. Hampir sebulan di Rumah Sakit, akhirnnya suamiku diperbolehkan pulang oleh dokter.

Oh ya, selama kami di rumah sakit, kendaraan kami terpaksa ikut nginep disana dan karena atas kemurahan hati pihak rumah sakit, kendaraan bisa kami pindahkan di dalam rumah sakit ikut parkir di parkir khusus dokter2. he3 (karena di rumah sakit ternyata tidak boleh parkir/ninggalin mobil terus menerus).

Kami pulang pakai kendaraan kami sendiri disopiri kenalannya kakak yang bekerja di rumah sakit.

Agak lega kami dah bisa berada di rumah. Namun perjuangan ternyata masih berat karena harus melatih suami menyebut benda2 yang ada di rumah. Mulai ini tembok, meja, kursi, piring, gelas dll, juga agar mengingat namanya sendiri (Hary Soebagyo) dan alamat rumah, dan karena suamiku berubah menjadi sangat sensitive dan emosional rasanya duniaku jadi terbalik-balik. Kami harus rutin kontrol ke dokter dari seminggu sekali, dua minggu sekali dan akhirnya satu bulan sekali. Juga kontrol ke labaratorium. Sudah tak ku hitung lagi berapa banyak biaya yang telah kami keluarkan apalagi kami harus riwa riwi naik taxi. Tapi melihat perkembangan suamiku semakin membaik ada rasa puas dan bersyukur yang luar biasa.

Dengan berjalannya waktu, dr,Saiful memintaku untuk melatih suamiku lebih mandiri lagi. Akhirnya kalo mau kontrol dokter, aku ijinkan dia ke kantorku sendirian naik Taxi atau bemo (jadi aku gak perlu pulang dulu dan bisa menghemat waktu dan uang taxi). Awalnya suamiku diantar sama pembantu. Lalu diantar pembantu sampai Joyoboyo. Lama2 bisa mandiri.

Ada banyak kejadian lucu, waktu aku dikantor, tiba2 suamiku telpon tanya aku sambil panik “dhek, tempat berkumpulnya bemo2 itu apa ya “? Untung aku cerdas “ Joyoboyo ta” ? Suamiku langsung seneng dan bilang oh ya, ya,ya langsung nutup telpon. Ternyata dia habis beli cat lukis dan bingung cari bemo jurusan joyoboyo tapi dia lupa namanya. He3. Dia juga jadi takut sama hujan dan petir. Kalo nyebut hujan “air yang jatuh” kalo menyebut pesawat “ yang terbang di atas” tapi giliran Tanya “tempat berkumpulnya pesawat” (maksudnya juanda) dia bisa ingat kata pesawatnya he3.

Sekitar satu setengah tahun kemudian, suamiku sudah banyak kemajuan akupun memberanikan diri bilang ke dokter kalo tabungan kami dah menipis gimana solusinya mengingat obatnya suamiku yang sangat mahal itu. Alhamdulilah dokter tidak marah dan beliau memberikan obat generik untuk darah tinggi dan kolestrolnya. Untuk obat syarafnya tidak bisa generic tapi dicarikan yang lebih murah. Demikian juga untuk vitamin mata.

Aku senang sekali waktu suamiku bisa sms lagi, meski kalau nulis atau balas sms masih lama banget. Diapun mulai bisa menyanyi meski sepotong-sepotong. Lagu pertama yang berhasil dia ingat dan dinyanyikan dengan lengkap adalah “ Tanah Airku” yang syairnya : “Tanah air ku tidak kulupakan, kan terkenang selama hidupku, biarpun saya pergi jauh dst” terharu juga karena bisa jadi itu bukti kalo dia cinta banget sama negeri ini. He3. Dia juga sudah bisa nyetir lagi, awalnya seputar perumahan, meningkat ke supermall (dekat rumah), ngantar aku ke kantor, ke sidoarjo dan ke gresik. Tapi terus terang aku sebenarnya kalo boleh memilih jangan nyetir dulu, tapi gimana lagi kan dia juga perlu memulihkan kepercayaan diri lagi. Cuman kalo malam hari, dia harus hati2 karena ternyata ada gangguan di luas pandangannya (penyempitan luas pandang). Kamipun agak lega karena suamiku tidak ada penyakit kencing manis. Semoga saja penglihatan suamiku bisa pulih total. Amin.

Setelah hampir tiga tahun suamiku berjuang melawan dampak stroke, alhamdulilah, kesabaranku mulai berbuah. Dia sudah mulai lebih sabar, bicara sudah lancar, lebih bersemangat hidup, aktif melukis lagi dan yang lebih penting, jadi rajin sholat. Secara fisik sepertinya dia sudah sehat namun masih ada kelemahan di memorynya. Memory yang lama2 ingat duluan. Memory yang baru2 ada beberapa yang belum pulih misalnya sampai sekarang dia belum bisa menyanyikan lagu2 favoritnya yang dia sukai sebelum stroke. Dia juga belum bisa ambil uang di ATM, dan meski membaca sudah mulai lancar, namun masih dieja seperti anak SD. He3. Tapi kami tidak boleh putus asa, kami yakin seiring berjalannya waktu, semuanya akan semakin membaik. Amin Ya Robbal Alamin.

Dikesempatan ini ijinkan sekali lagi kami mengucapkan syukur yang tak terhingga kepada Allah yang masih memberikan kesempatan suamiku hidup, terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dr.Syaiful Islam, para dokter, perawat dan petugas di RS Dr.Soetomo, Satpam di gedung DPRD II Surabaya, Petugas/suster di Pusura, keluarga besarku, keluarga besar suamiku, dewan direksi kantorku yang meluangkan waktu bezuk dan memberi obat china, rekan2 kantorku, rekan2 pelukis, beberapa kolektor lukisan, dan semua pihak yang sudah mencurahkan perhatian, bantuan, dorongan semangat dan doanya. Semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah diberikan kepada kami. Amin.

Banyak hikmah yang bisa kami ambil dari pengalaman tersebut a.l Kami semakin dekat dengan-Nya, aku semakin perhatian dan sayang ke suamiku (he3), kami lebih berhati2 menjaga makanan kami, aku lebih mandiri dan menjadi wanita yang kuat, aku jadi lebih berani naik bemo kemana-mana. Semoga pengalaman hidup kami ini, bisa bermanfaat buat pembaca & rekan2 semua untuk lebih berhati-hati. Wassalam.

98 thoughts on “STROKE NYARIS MERENGUT NYAWA SUAMIKU (by: Triani Widowati)”

  1. @cak Ekoz Multiply wis dibuka blockinge cak, wingi sore.. pas diblocking, aku karo omdhe ttp OL nganggo Proxy Site… (wah jan Multiplymania.. hehe)

  2. @Dhek Angeline: -Sorry banget baru jawab pertanyaannya. Soalnya Jumat kemaren, aku pulang cepat ada sahabat (jaman kuliah dulu) datang dari Jakarta (pulang kantor langsung ke tempat reuni). Sabtu kemaren ada acara pernikahan saudara. Baru sempet nengok blog lagi sekarang.Waktu aku kasih komentar terakhir, tulisanmu belum nongol di blog ini. Eh tiba2 malah nongol duluan. Maaf ya. -Ikut prihatin ya, dengan cobaan yang menimpa papa, semoga papa segera diberi kesembuhan, pulih seperti sedia kala dan seluruh keluarga diberikan kesabaran dan kerkuatan. Amin. -Untuk obat stroke (untuk syaraf) yang utama sih aku ingatnya Nootropil (waktu di rumah sakit Nootropil 3gr Inj atau kalo tablet nya Nootropil 1200 mg). Sekarang dah di ganti Sootropil1 200 (tablet). -Dari beberapa kwitansi Rmh sakit () dan beberapa resep () yang masih ada (yang lain dah pada kubuang/ilang. Maklum dah hampir 3 tahun) sbb: * Novalgin inj, Ranitidin inj, Nootropil 3 gr inj, prexum 4mg * Nootropil 1200mg, Urica 100mg, prexum 4mg, crestor 10 mg *Tanapres 5, Sotropil 1200, crestor 10 *Captensin 12,5 , Cetoros 800 (ini kayaknya juga obat syaraf), Vitaneuron tab. *Nootropil 1200mg, Captopril 25 mg (obat generic), Simvastatin 10 mg (Generic). -Waktu aku diberi obat cina (angkung) aku juga sempet ragu. Waktu Tanya dokter, dokternya cuman senyum aja. Tapi ada perawat senior bilang, boleh diminumkan tetapi harus cari waktu yang tepat (sebaiknya jam diantara minum obat pertama dan minum obat kedua). Misalnya minum obat pertama jam 6 pagi dan minum obat ke dua jam 12 siang. Maka obat china nya diminumkan jam 9 pagi. -Kalau papa stroke nya karena pendarahan di otak ya berarti sama kayak suamiku. Kalau bapak ku dulu, 3X stroke karena penyumbatan darah di otak (kayak papanya dhek Angeline waktu stroke pertama), cuman logikanya obatnya beda untuk pendarahan dan penyumbatan. -Papa diberi semangat terus dhek, tapi memang pulih nya agak lambat, jadi papa mesti sabar dan tetap semangat (karena itu yang lebih penting untuk penyembuhan pasca stroke). -Setelah ini, harus jaga makanan dan hal2 lain yang bisa memicu stroke lagi (baca pesen2 dari dr. Sevi juga ya yang juga ada di blog ini). Kalo pengalaman kami makanan yg termasuk pantangan : Kambing, gajih2 an, kacang mente, emping melinjo, lorjuk, telur puyuh, kuning telur, goreng gorengan (lebih baik dikukus). _Ok dhek semoga informasi ini berguna. Yang tabah dan sabar ya. Dan banyak banyak berdoa untuk papa. Semoga papa cepat sembuh. Amin.

  3. @Dhek Ekoz: Iya dhek, iwak nila kuah bonus jamu, bikin tambah sehat. Setuju reuni di gumuk kerang dengan menu iwak nila bakar.

    @Dhek Faiz: Tapi pakai resep dhek faiz Sahly aja ya (jangan resepnya suamiku, ntar meski temen2 tambah sehat tapi KO semua diatas gumuk karena kepaiten. Ntar bikin dr.Sevi kualahan ngurus orang KO, hi3)

    @Dhek Rizal: Ya pastilah Kalo pernah nggosongkan panci tapi gak sampai bolong. Tapi abis itu super hati2, kalo masak air tak tunggoni. Kalo enak2 lihat TV ada bau gosong, itu berarti suamiku mbolongne panci. he3. Kalo soal sejarah pertemuan, penerimaan cinta, pacaran jarak jauh (Sby-Semarang) dll, kayaknya perlu waktu khusus tuk njawab. Rasanya yang bikin hatiku luluh karena lihat kesungguhan kasih sayangnya dan kesetiaannya. Dan semoga aja hal itu bisa dia buktikan selamanya. amin.

    @Dhek Afton: Sayangnya istrinya yang harus pandai2 mengatur uang dan menabung. Dia emang termasuk suami yang baik, kalo dapat uang semuanya diserahkan aku, meski berapa detik kemudian dia nyodorin selembar kertas catatan kebutuhannya yang ternyata seabrek (Kalo punya uang hoby nya mborong : cat, kanvas, spanram, kuas, pigora. Sering juga dia menyelipkan dana untuk ganti ban mobil, service mobil dan tetek bengek untuk mobil. Maklum mobilnya dah kategori uzur. Kadang aku melongo juga, lho mana sisanya yang untuk ditabung? ha3).

    @Mbak Sungkawaningsih: Makasih atas pujiannya, semoga aku tetap semangat untuk bisa bersabar. Amin. Iya, sory banget aku emang agak gaptek. Dah nulis comentar di blog nya Izzah, tapi error lagi. Tapi bener2 aku angkat jempol untuk anak2 mbak ning yang cerdas (Izzah dan Furqon). Ok, teman2 bisa promosikan blog nya Izzah dan Furqon ke anak2 dan keponakan2 kita, ceritanya lucu2 lho. izzah-lutchu.blogspot.com dan furqon-man.blogspot.com

  4. @Irwansyah bukan mas, saya lulusan '87 kls Fisika-3, klo yg P-6 lulusan 86, itu Muhammad Ali Afthon, arek condro.

    btw, ini irwansyah pacarnya acha septriasa?… hehehe

  5. Dari baris2 awal saya curiga kalo kenal baik dg kisah ini. Ternyata betul, ini kisah ttg mas Hari. Saya kenal mas Hari, selain melukis juga suka menyanyi. Apalagi kalo sudah menyanyikan lagu the Panbers, bisa satu CD. Beliau juga suka masak, setidaknya pernah sekali saya dijamu. Saya juga ingat di malam hari menjelang lebaran 2003 atau 2002, mas Hari dan mbak Wiwid menyempatkan diri mengantarkan lembar2 seribuan baru yg akan saya tukar ke rumah saya di Sarirogo. Saya tidak tahu kalo mbak Wiwid (dulu saya kira Vivid) alumni SMA 1 Jember. Sekarang jenengan sama mas Hari tinggal dimana? Selamat dan salut atas kesabaran mbak Wiwid,semoga hasil lebih baik lagi dapat diperoleh berkat kesabaran itu. Salam hangat saya buat mas Hari.

  6. Hallo Mas Johny, wah surprise banget dapat komentar dari negeri nun jauh disana. Awalnya aku ragu2 siapa ini ya, tapi akhirnya inget juga. he3. Gimana kuliahnya lancar? Kami ikut bangga lho, sama mas Johny (suamiku kalau panggil Pak Johny. he3) lha wong dah lulus S2 dari UGM masih cari ilmu lagi di negeri orang. Salut Banget mas. Apa nyonya dan Katlea juga ikut ke Belanda? Apa njenengan juga alumni SMA kita tercinta ? alumni tahun berapa mas ? (aku jadi ingat kalo njenengan dari Jember). Dulu waktu ke rumah (masih di Sidokare Sidoarjo) kami jamu masakan apa ya? he3. Oh ya aku ingat, njengengan sama pak purnawan & jajaran dosen2 unair, juga sempet bezuk mas hary di rumah sakit. Thanks banget, semua itu jadi kekuatan mas hary tuk bangkit lagi. Kami sekarang tinggal di surabaya barat (Perumahan Pinus Asri Blok C-6 Lidah Wetan). Begitu aku tahu ada email dari mas johny aku langsung telpon mas hary dan mas koko. he3. Salam kembali dari suamiku dan dari mas koko.

  7. Makasih atas respons-nya. Saya hidup sebatang kara lagi di Belanda krn beasiswa tidak menjamin kehadiran keluarga. Tapi gak begitu masalah, internet mempermudah komunikasi. Yang enak lagi, disini saya dipanggil nama, tanpa embel2 titel "pak" spt di Surabaya, rasanya jadi lebih muda kembali…hehehee. Saya lulus th 1990 dari SMA 1 Jember, kalo mbak Wiwid th brp? Okay, sukses selalu mbak.

  8. inilah kekuatan Blog kita…. saya baca pertemuan dunia maya antara Johny Alfian Kusyairi ..my adek kelas..teman diskusi yang mantaps..dengan Mbak Wiwid..our Lovely mBakyu di blog ini….dah kenal lama…tapi gak sadar kalo satu alumni….

    yang saya tunggu-tunggu adalah…. pertemuan-pertemuan tak terduga seperti ini ada lagi..(asal gak ketemu PPR ae rek ..or Target yang mereject..hue..he..ha…)

    oke Brota and Sista… keep posting and comment ya….

    dari Slamet Riyadi straat Oslo… (sorry lagek sueneng mbalik ke Java..hua..ha..ha)

  9. @Mas Johny dan dhek Ekoz: lho bagaimana ini, lha kok ternyata "mas Johny" itu nama lengkapnya "Johny Alfian Kusyairi" lha berarti kan adiknya dhek Ivan dan adhek nya mas Anton. Dan berarti putranya Ibu Rosyidah. Lha padahal aku panggil dhek Ivan "DHEK" lha kok panggil njenengan "MAS" ya gak mungkin aku pindah panggil "Dhek" lha wong panjenengan dosen terhormat di almamaterku dan teman karib kakak ipar ku. he3. Lagi2 aku bener2 surprise.

    Apalagi ternyata mas johny baru lulus SMA tahun 1990 wah adik kelasku jauh di bawahku. Lha wong aku lulus SMA tahun 1986. Sempat kuliah di luar negeri juga (Fisip-Unmuh Jember) dan ketemu ibu Rosyidah. Baru Tahun 1987 masuk Fisip-Unair, jadi adik kelasnya mas koko srimulyo. Waktu bikin skripsi aku banyak diskusi dan minta petunjuk mas koko, alhamdulilah aku gak utang budi banget lha wong akhirnya beliau jatuh hati pada kakakku (mbak Vivin) dan jadi suaminya. he3. Ok, sukses juga buat mas Johny.

  10. @Mbak Triani : Salut atas kisah inspiratif yang insyaallah berujung bahagia. Saya jadi ingat mantan bos saya yang selama lebih 10 tahun mendampingi dan merawat istrinya yang mempunyai penyakit yang menahun. Namun bos ini masih bersyukur karena ditengah masa sakitnya, sang istri masih bisa diajak naik haji dan mendampingi anak-anaknya menikah. Padahal saat saat terakhir Bosku ini bernadzar apabila istrinya sembuh walaupun tidak bisa apa-apa dia akan merawat lebih intens lagi bahkan akan meninggalkan pekerjaan sambilanya sebagai dosen di beberapa PTS (Bos ku sudah pensiun). Namun Allah SWT ternyata lebih sayang daripada sang suami sehingga harus memanggil lebih cepat kembali ke sisi-Nya. @Mas-mas dan Mbak-mbak : Selamat deh bisa ketemu teman-teman lama via blog ini. Ada yang angkatan 91 apalagi yang di depkeu ? Keep contact ya ! Ya iyalah masak ya iya dong

  11. @Dhek satriyo, makasih juga cerita tentang bos nya, ternyata ada cerita yang lebih mengharu biru lagi. Jadi kami lebih bisa bersyukur karena suamiku bisa segera pulih kembali dan nggak sampai menahun seperti itu. Semoga beliau (almarhum) tentram dan damai di sisi-Nya. amin.

  12. Syukurlah happy ending utk klga ya mbak Wid. smga apa2 yg dinasehatkan Dokter tetap terus dilakukan utk kebaikan semuanya.Selamat.

  13. Thanks a lot mas pur, sorry baru tau ada coment dari panjenengan. Alhamdulilah suami sekarang tambah sehat, makin lancar membaca dan beberapa lagu dah inget 100%.

  14. mbak wiwid,sy skdr mo ksh info,bhw biasanya,yg namanya stroke,suka balik lagi(maaf bkn nakut2i)& ini disebabkan byk faktor,biasanya org yg pernah kena stroke,akan lebih sensitif & gmpg tersinggung, (mdh2an pak hari tdk)ini disebabkan krn ada sel syaraf yg terganggu,disamping itu,akibat dari makan obat yg terus menerus jg menimbulkan efek trhdp organ tubuh yg lain:ginjal misalnya,(istilahnya hilang satu penyakit,timbul penyakit yg lain)saran saya,agar proses penyembuhan lebih cepat&mencegah kambuh lagi,sekaligus menyehatkan kembali sel2 organ tubuh yg lain,bpk boleh minum produk herbal alami Tahitian NONI JUICE,dimana 27 kandungannya sdh di patentkan & 139 patent lagi akan menyusul.cocok utk segala umur(bahkan ibu hamil)utk segala jenis penyakit kronis,MOTTO PRODUK:Satu produk sejuta manfaat.selamat mencoba.0818782111

  15. @Dhek Aron: Memang aku dah di wanti2 banyak pihak kalau stroke cenderung terulang kalau kitanya gak super hati2. Tapi kami akan berupaya semaksimal mungkin agar stroke tersebut tidak terulang kembali. Aku selalu ingatkan suami untuk minum obat teratur, minum air putih yang banyak, mengharamkan makanan2 pantangan. Kalau masalah sensitif mudah tersinggung itu sih masih tapi alhamdulilah dah berkurang banyak banget. Dan beberapa minggu ini ada kemajuan yang sangat berarti, suamiku dah bisa lagi nggunakan ATM nya sendiri untuk ambil uang atapun dipakai belanja cat. he3. Ok, makasih banyak info minuman herbalnya.

  16. dear mbak wiwid,salam kenal ya..bgtu sy baca tulisan mba wid saya jadi terharu banget.suer…saat ini bapak saya juga lagi kena stroke udah 9 bl.sedang menjalani terapi tapi yg sangat susah adalah menumbuhkan kembali semangat bapak.kami anak2 dan terutama ibu agak kewalahan atau harus lebih sabar ya?saya tau merawat pasien stroke harus lebih ekstra panjang sabar dan ikhlas.ok mba wid good luck ya…

  17. dear dhek yunida, salam kenal juga. Sorry banget baru sempet buka email. Soalnya sejak pindah kantor ke jakarta, aku berjibaku ama email khusus dari kantor dan tambah kerja keras gak ada habis-habisnya sampai gak sempet nengok hotmail juga blog tercinta ini.he3. Makasih ya, semoga pengalamanku itu bisa bermanfaat buat dhek yunida. Pinginnya sih juga bisa bermanfaat buat orang2 yang masih sehat sehingga tgidak sampai kena stroke. tapi, hampir tiap hari ada aja temanku atau teman suami yang tiba2 juga mengalami stroke. wah sedih banget rasanya. Lebih sabar ngadepi bapak ya, memang perlu waktu untuk bisa memperbaiki kesehatan dan menumbuhkan semangat. Kamipun sekarang tidak segan2 bezuk teman dan kerabat yang kena stroke karena siapa tau kedatanganku & suami bisa membangkitkan semangat mereka lagi, khan kondisi suamiku dah luar bisa banget buat kami, meski belum sempurna seperti sedia kala. Ok, semoga bapak cepat sembuh. amin

  18. Assalamualaikum wr wb, saya baru baca cerita sampean mbak wied. Moga aq nggak salah sampean dari Sanggar Banyuwangi ya? Masih ingat aq nggak ya? Dulu qta sekelas diSMA1 Jember kan?? Lama kali aq nyari kbr sampean, berapa orang putra/i nya ?? Sekarang aq stay di Pekanbaru Riau Sumatera bersama istri dan 2 org putriku. (satu ding, so'ale sing sijine sekolah nde' Serang Banten klas loro SMP. Tapi aq sik durung tuwo lho…. maksudnye???? Mugo2 aq gak salah……

  19. @Mulyo Rejo: Waalaikum salam. Alhamdulilah aku juga kayaknya gak salah, dirimu adalah Sukmo Mulyo Rejo. Wah jauh banget di Pekanbaru. Salam kenal buat nyonya dan 2 putrimu. Berarti rencana ke Jakarta mau nengok putrimu ya. Bener ya, kabari aku. Eh di blog ini ada sungkawaningsih juga lho.

  20. Alhamdulillah,….. Finally I find you. Gmn cara supaya kita bisa contact, insyaallah nanti saya kenalin sama ibunya anak2. Saya beberapa kali ke Jember nyari Adji dll, tapi nggak jumpa, cuman sekali ketemu Awan sama Nunik secara kebetulan di pusat perbelanjaan, tapi itu belum cukup ngobati kangenku. Untuk Sungkowo apa kbr?? Dimana dia sekarang….. Saya ke Jakarta sekitar tanggal 20 Pebruari just for couple days aja.Tapi kalo ada Wiwid bisa nambah hari kali…supaya kita bisa banyak cerita…… Tolong emailmu sms ke hpku ini 0761.7732177 ato di 0812.680.1495 saya tunggu… Salam kenal ya buat mas mu….

  21. @Sukmo Mulyo Rejo: Setelah 23 tahun akhirnya tadi malam aku bisa mendengar suaramu kembali meski cuman sekejap karena dirimu pas ngaji. Bangga juga aku sebagai sahabat SMA mu, ternyata kamu semakin religius. Jujur aku sempet terpana denger suaramu, karena kok gak ada jawanya blas!!!!????. dan berwibawa banget gitu loh (sempet lupa kalo dah bapak bapak he3). Dan baru terjawab waktu tadi pagi you calling aku, yang ternyata sebelumnya sempat di jakarta bertahun-tahun dan dapet istri orang minang. Dan alhamdulilah akhirnya kepancing juga ngomong jowoan lagi ha3. Ok, sampai ketemu di acara reuni kita tgl 22. Syukur2 kalau misuaku pas datang aku bawa serta. Eh, makasih juga dah ngingatkan aku ternyata aku pernah kasih ayat (surat Ali Imron-139), jadi malu nih, aku sendiri disaat sedih dah melupakan ayat itu. Thanks ya, yang pasti aku bahagia banget bisa menemukan dirimu, dan gak sabar pingin cepet reunian. Aku tunggu kedatanganmu and keluarga di Jakarta.

  22. Bertambah rasa syukur saya kpd Allah SWT, semakin banyak nikmat yang diberikan kepada hambanya ini, sekarang aku dipertemukan dng salah seorang sahabatku yang 23th kami berpisah. Senang kali aku tri….. sampi jumpa nanti di Jakarta

  23. @Sukmo Mulyo Rejo: thanks ya dah kirimin aku fotomu di email. Cuman sayang banget aku kan ratu gaptek, aku belum begitu mudeng tuk masuk lebih detail ke face box mu, apalagi kirim2 foto segala. Apa yang mau dikirim, orang foto aja jarang banget. Abisnya gak pe de lagi, kok hasil fotoku gak semuda dan secantik dulu kala. ha3. Tapi fotomu masih sip………lah. aku masih bisa mengenal wajahmu.

  24. salam kenal m wiwid…..setelah sy bc tulisan mb sy jadi pengin menangis..karena saya juga mengalami persis yang mb wiwid alami… suami saya juga terkena stroke masih muda 33 tahun dan sempat koma 10 hari di rumah sakit…saya juga punya anak umur 2 thn.bener kata m wiwid karena cobaan ini yang menjadikan kita lebih mandiri ,kuat ng gampang nangis lagi…bedanya suami saya mungkin lebih parah…takan kanan dan kakinya masih kaku tapi saya tetap bersyukur..dan ikhlas seperti mb wiwid bilang.. makasih ya mb..telah memberikan saya kekuatan untuk bertahan dan berusaha lagi..TX

  25. @Dhek "Ida Ayu Lely Darlya":

    Salam kenal juga. Wah, cobaan dhek Ida Ayu lebih berat rupanya, apalagi suamimu terkena stroke masih sangat muda dan sempet koma. Nggak bisa saya bayangin panikmu saat itu. Tapi Tuhan masih memberi kesempatan sembuh itu sudah mukzizat luar biasa, semoga dengan bergantinya hari, suami dhek Ida semakin membaik dan sehat kembali. Semoga Dhek Ida dan suami juga diberikan kesabaran lebih, kekuatan, semangat (apalagi sudah dianugerahi si kecil) dan selalu dekat dengan Tuhan. Amin.

    Kalau sudah ada waktu, dhek Ida bisa berbagi cerita (kenapa sampai stroke, kiat2 untuk tegar dll)siapa tahu akan sangat bermanfaat buat kami semua.

    Saya juga tidak menyangka cobaan yang telah diberikan tuhan kepada kami dan kesabaran itu, telah membuahkan hasil yang luar biasa. Tak terasa dah 4 tahun lebih pasca stroke, suamiku dah mulai sabar kembali, dah gak nangisan lagi, bisa sendirian riwa riwi jakarta surabaya (tapi beraninya masih naik kereta. kalau naik pesawat takut salah masuk pesawat he3). Dia sudah enjoy melukis lagi. Meskipun masih ada beberapa kelemahan seperti: reflek berfikir kadang masih sangat lamban, lagu2 faforit belum bisa berhasil dinyanyikan, baca masih lambat, masih sering kedinginan, kadang kaki juga masih terasa berat. Tapi semuanya rasanya membaik setiap hari.

    Semoga Dhek Ida dan suami tetap SEMANGAT dan semoga suami lekas pulih kembali. Amin.

  26. Mbak Triani saya terharu membaca cerita mbak triani. Saat ini pakde ku juga mengalami stroke setelah 9 hari dirawat di Rumah sakit pakde ku diperbolehkan pulang oleh Dokter. Hanya keadaannya masih seperti pertama terkena stroke tetapi gula darah dan hipertensinya sudah normal. beberapa teman menyarankan untuk memberikan angkung, lalu saya coba browsing di internet unutk mencari tahu tentang angkung tersebut eh malah membuat saya bingung mbak, karena beberapa orang malah menyaran kan untuk tidak memberikan angkung kepada penderita stroke. Saya boleh minta sarannya mbak ketika suami mbak di berikan angkung berapa dosisnya dan kapan waktu di minumnya. Terima kasih ya mbak Triani.

  27. @Dhek Jason: Ikut prihatin juga dengan sakitnya pakdenya dhek Jason. Semoga segera diberikan kesembuhan. Amin. Soal Angkung, saya sendiri juga gak paham blas,tapi karena dulu saya dapat Angkung dikasih Direkturku dan konon denger2 mahal juga ya, so sayang kalo gak dimanfaatkan. Sempet konsultasi sama dokter malah gak dijawab cuman2 senyum2 aja. Tapi kata perawat senior, sebaikknya diberikan diantara jadwal minum obat dari dokter (jangan bersamaan dengan minum obat dari dokter). karena jadwal minum obat suamiku pagi (jam 6), siang (jam 12) dan sore, aku minumkan angkungnya jam 9 pagi. Aku juga dah lupa dulu berapa kali minum ya. Untuk kepastian dosis sebaiknya tanyakan ke toko obat Chinanya. Sekalian tanya apakah Angkung bisa untuk segala macam stroke (yang aku tau Stroke ada 2 macam. Stroke yang dikarenakan pendarahan otak kayak suamiku & Stroke yang dikarenakan penyumbatan otak seperti bapakku). Secara medis obat untuk kedua stroke itu kayaknya berbeda. Ok semoga segera dapat informasi lagi yang lebih akurat. Jangan lupa, tetap kasih semangat buat pak dhenya ya. karena "tetap semangat untuk bisa sembuh" adalah obat yang utama.

  28. Nama saya :Iwan/Sugiantoro Alamat : Surabaya Kota Saya mula2 pk 02.30 pipis tapi tidak biga kembali ke kamar tidur lagi karena vertigo,saya pegangan benda2 untuk ke kamar tidur,besuknya di bawa ambulance ke RSAL karena tidak bisa jalan,lalu di ct scan katanya tidak apa2,itu hal biasa Besuknya langsung pulang tetapi naik ambulance lagi dan sampai rumah,saya langsung telp adik ipar saya(dokter tapi tugasnya di luar pulau katanya saya stroke,lalu saya bawa ke RS Adi Husada di pegang dokter Frederick,katanya saya stroke dan besuknya di photo RMI,tertnyata memang stroke karena ada penyumbatan di otak kecil Stroke ke ! (5 Maret 2008) ,biasa stroke di otak besar/pusat dan sebagian anggota tubuh lumpuh,saya stroke di otak kecil dan anggota badan saya tidak lumpuh/normal Saya stroke tentang keseimbangan dan telinga kiri dengar kecil,sedang telinga kanan dengar normal Berjalan selama 6 bln,saya kira mau sembuh,jadi segala makanan saya makan tanpa terkecuali kesukaan saya sambal terasi Saya makan sambal terasi sedijit sekali,bukan sembuh tapi malah anfal Stroke ke 2 ( 6 September 2008),ternyata stroke ke 2 lebih parah dari stroke ke 1 ( Telinga dua-duanya dengar amt kecil sekali,lain dengan stroke ke 1 Cuma dengar kecil dan saya tidak bisa jalan selama 7 bulan,hanya di tempat tidur terus,akhirnya saya belajar jalan dan bisa jalan) Saya sekarang konsumsi obat propolis dan Sarang Semut udah 4 bulan,ada kemajuannya tapi super lama.kata penjualnua sembuh dalam 2 bulan,tetapi sampai sekarang belum sembuh Mungkin bpk/ibu punya obat yang mujadab,tolong saya diberitahu ya Terima kasih

  29. Hai dhek Iwan, trimakasih banyak dah mau berbagi cerita dan pengalaman disini. sorry banget baru sempet lihat blog lagi and bales. wah, saya baru tau juga ternyata stroke banyak dampaknya. yang saya tau cuman stroke karena pendarahan otak (kayak suami saya) san stroke karena penyumbatan otak (kayak bapak saya dan juga panjenengan). cuman saya gak perhatian sama otak besar atau otak kecil. he3. baca cerita dhek iwan, langsung saya infokan ke suami kalau terasi ternyata rawan juga (selama ini kami gak sadar), kalau nyambel kadang msh pakai terasi.dahsyat banget ya stroke nya dhek iwan hingga sempat gak bisa jalan sampai 7 bulan. kayaknya bagus juga tuh obatnya saya sering denger. cuman ada baiknya juga tetep konsumsi obat yang dari dokter. emang perkembangan pemulihan stroke sangat lamban. tapi gak terasa ada kemajuannya juga kok. emang harus sabar, dan butuh beberapa tahun untuk pulih. alhamdulilah suamiku dah banyak banget kemajuannya dan kami anggap dah sembuh lah meski blm pulih 100%. yang lebih penting lagi gimana caranya terhindar kena serangan stroke lagi. semoga dhek iwan segera sembuh pulih 100%. Tetap semangat dan selalu semangat. Amin.

  30. Assalamualaikum wr wb , suami sy jg stroke pecah pembuluh darah 30 maret 20 10 dan melakukan operasi kata dokter otaknya bengkak jd tempurungnya harus dibuka untuk jalan bengkak otaknya kl tdk dibuka takutnya otaknya krn atasnya keras ( tempurung kepala ) jd akan mengakibatkan penekanan ( bengkak ) ke samping mengenai otak yg sehat , kata dokternya operasi adalah menolong nyawanya , tp sekarang” banyak org yg bilang jangan melakukan operasi dl jd sembuhnya lama lah n kakulah dsb , yah bagaimana ya org kt dokternya begitu , tangan kiri suamiku masih lemah blm bisa normal dan di gerakan , bisa berjalan alhamdulillah , pengobatan sdh mcm” . Akupuntur yg biayanya 500 rb sekali datang mana 3 kali seminggu pun sdh dijalani dan tdk membuahkan hasil , kesana kesini kt sdh datangi , tp begini gini aja , usia suamiku 34 thn saat serangan , mohon berbagi pengobatan untuk stroke yg bagus k ada info , tqw . Ku berjuang dio tengah ketidak sukaan keluarga suamiku terhadapku , berat sekali ujiankun di tambah situasi keluarga pula , ake merasa sendirian di dunia , dgn kondisi suamiku yg tentu tdk boleh mendapat beban pikiran tentang keluhanku , mohon maaf trims

    1. Waalaikumsalam wr.wb. mohon maaf sebelumnya, karena baru tau ada coment masuk. semoga dhek mila diberikan kesabaran yang luas dan kekuatan dalam menghadapi ujian berat dari Allah. amin. kalau memang suami sudah dioperasi, ya positif thinking saja, mungkin memang itulah yang harus dilakukan. dalam kondisi seperti itu pasti sulit dan mungkin tidak ada kesempatan untuk mencari second opinion ke dokter lain. kondisi dhek mila jelas lebih berat dari saya karena yang paling dibutuhkan oleh suami kita adalah dukungan full dari kita istrinya juga keluarga kita. semoga dhek mila bisa lebih bersabar dan tetap bersemangat. dan kondisi sesulit apapun yang kita hadapi kadang kita memang tetap harus menjaga perasaan dan kondisi suami, jangan sampai terbebani dengan masalah yang kita hadapi.

  31. Kalau saya dulu dan sampai saat ini tetap berprinsip obat dokter harus jalan terus meski kadang kita coba alternatif lain (saya tidak berani ambil resiko melepas obat dokter). Di bulan bulan awal dan tahun tahun awal, memang obat syaraf / stroke sangat mahal, tapi itu semua bisa kita bicarakan dengan dokter gimana solusi terbaiknya agar sesuai dengan kondisi keuangan kita. karena ternyata ada obat kelas 1, kelas 2, kelas 3. dan beberapa obat (untuk darah tinggi dan kolesterol) ada yang generik. beruntung waktu itu kami tinggal di surabaya dan mendapat dokter yang sangat baik dan perhatian (dr.syaiful islam). dari pengalaman saya, berjalannya waktu dan kesabaran kita adalah obat mujarab juga. yang juga diperlukan suami adalah semangat dari kita bahwa stroke bisa sembuh. kita bisa ambil contoh dengan menceritakan mantan2 penderita stroke yang bisa pulih (ssttttt meski banyak juga yang gak bisa pulih 100% he he).

  32. Kondisi suami saya alhamdulillah rasanya sudah mencapai 90%. kadang kami harus berbesar hati mungkin memang tidak akan sembuh 100%, tapi dengan kondisi yang nyaris pulih seperti saat ini (sudah bisa pergi sendiri ke luar kota, sudah bisa nyetir mobil lagi, sudah bisa tersenyum dan tertawa lagi) sudah sangat bersyukur. dhek mila tidak sendirian. banyak pasangan yang juga mengalami cobaan seperti kita. semoga dhek mila tetap semangat dan senantiasa diberikan kesabaran dalam memberikan dukungan penuh untuk kepulihan kesehatan suami. semoga suami dhek mila segera diberikan kesembuhan. Amin Ya Robbal Alamin.

  33. Mbak Triani, saya eva dari Jakarta. Sungguh inspiratif tulisannya. Saat ini saya juga mengalami nasib yang hampir sama. Suami saya terserang stroke sabtu lalu. Memorynya hilang dan sulit mengucapkan kata2 yg jelas dicerna. Namun tulisan mbak Triana membesarkan hati saya, bahwa kemungkinan sembuh itu masih ada. Suami saya masih muda, baru 30 tahun. Terimakasih telah menginspirasi.

    1. Hallo dhek eva, mohon maaf baru melihat comentnya. Turut prihatin dengan sakitnya suaminya. Semoga segera diberikan kepulihan dan kesehatan. Dan semoga dhek eva diberikan kesabaran. Tetap semangat dan selalu semangat.

  34. Mba…, kisahnya sangat menginspirasi…dan menularkan semangat bagi keluarga2 yg memiliki anggota dg riwayat stroke… Sekitar 2 minggu yg lalu tepatnya tgl 11 agustus 2015 abang saya usia 38 tahun terkena stroke dgn perdarahan, tepatnya di otak sebelah kiri, sehingga fungsi anggota tubuh sebelah kanan terganggu. Kaki dan tangan kanan belum bisa digerakkan. Memory alhamdulillah sudah mulai membaik. Hanya saja kadang ketukar menyebutkan nama benda. Yang ingin saya tanyakan, pengobatan apa saja yg suami mba jalani sehingga alhamdulillah kondisi beliau hampir pulih seperti sediakala….? Terimakasih sebelumnya….

    1. Deat dhek tri nesya, mohon maaf baru nengok blok dan batu baca kisah kakaknya dan pertanyaannya. Strooke nya mirip stroke suamiku dulu. Dia juga pendarahaan otak kiri. Jadi fungsi organ tubuh bagian kanan yg bermasalah. Dia juga yg kena syaraf kata kata nama benda. Tertukar atau lupa. Kami waktu itu sangat bergantung pada obat dokter. Kebetulan dokternya juga sgt telaten jadi saya bisa menyontoh cara beliau saat melatih suami. Waktu itu juga dapat obat china sih. Maaf lupa namanya. Mesti baca kisah saya lagi. Semoga kakaknya lekas sembuh. Aamiin.

  35. Dear all, sebelumnya mohon maaf meski pahit saya akan sampaikan kalau memang benar utk yg pernah stroke sangat rawan kena lagi. Tidak hanya dari faktor makanan, tapi juga fimkran sepertinya. Only fyi mei 2013 lalu suami kena stroke lagi yg kedua. Meski hasil lab nya cukup bagus. Meski pendarahan otak di troke ke 2 ini tdk seluas pada stroke 1, namun ternyata cukup sulit pulihnya. Sempet bisa nyetir lagi. Tapi dah setahun lebih ini kondisinya tidak membaik. Jadinya saya larang nyetir dulu krn memang bisa membahayakan diri dan orang lain. Secara fisik sehat namun komunikasi sangat sulit krn banyak nama benda yg lupa. Apalagi 3 bulan setelahnya (agustus 2013) saya juga kena stroke ringan (penyumbatan pembuluh darah otak kanan sehingga sempat berdampak pada organ tubuh sebelah kiri. Untuk kondisi saya saat ini Alhamdulillah sudah pulih 99,9 persen. Namun tetep musti jaga agar stroke ringan tdk terulang. Mohon doanya semiga kondisi suami bisa membaik lagi. Aamiin. Tetap semangat dan tetap positif thinking ke Allah. Aamiin.

  36. slm mlm mbk wiwid nama saya ina..saat ini sy sedang menunggu papa sy di unit icu krn sdh 6hari di rawat akibat pendarahan otak sebelah kiri.. saya dan keluarga sdg menunggu papa melewati masa kritisnya slm 14hr di riang icu. dengan membaca kisah tegar mbk wiwid sy jd paham akan apa yg hrs sy lalui jika Tuhan Yesus memberikan kesempatan hidup papa ttp berkumpul di tgh kami keluarganya,dan dlm nama Tuhan mdh2an sy siap.. meski berat sbg anak sy ttp ingin papa berkumpul brsm kami apapun kondisinya. mohon doa utk kesembuhan papa saya ya..

  37. Assalamualaikum wr.wb. Masya Allah. Cerita yang mengharukan. Perkenalkan, saya juga adalah penderita stroke iskemik (penyumbatan) akibat diabetes. Sebenarnya kurang lebih enam bulan sebelum terkena stroke, saya sudah terdeteksi diabetes dan oleh dokter dianjurkan bahkan diajarkan cara menyuntik insulin sendiri dibagian perut. Tapi karena kebodohan saya dan terlalu mendengar kata orang bahwa insulin itu akan menyebabkan ketergantungan, maka cara itu saya tolak, dan bodohnya saya, saya tidak minta obat alternatif lain kepada dokter selain suntikan insulin tsb. (Sebenarnya mungkin ada obat yg berbentuk kapsul/pil). Begitulah, dengan bobot badan yang tidak proporsional (terlalu gemuk, karena tidak pantang makanan), akhirnya 14 april 2016 saya terkena stroke. Sekarang berat badan saya 60 kg, dari sebelumnya 86. Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan hidup, sekalipun tangan kiri dan kaki kiri masih kaku, belum bisa bergerak seperti sebelumnya, tapi sudah bisa setir mobil matik antar jemput anak sekolah dsb. Pengobatan yg saya lakukan adalah akupuntur dan bekam. Mudah2an bisa pulih kembali. Saya tinggal di Balikpapan. Wassalamualaikum wr.wb.

  38. Angin Duduk Pada satu ketika dimana Nabi Allah Sulaiman a.s duduk di singgahsananya, Maka datang satu Angin yang cukup besar, maka bertanya Nabi Allah Sulaiman siapakah engkau……?.

    Maka dijawab oleh Angin tersebut : akulah Angin Rihul Ahmar dan aku bila memasuki rongga anak Adam, maka lumpuh, keluar darah dari rongga, dan apabila aku memasuki otak anak Adam, maka menjadi gilalah anak Adam …

    Maka diperintahkan oleh Nabi Sulaiman a.s supaya membakar angin tersebut,maka berkatalah Rihul Ahmar kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa: Aku kekal sampai hari Kiamat tiba,tiada sesiapa yang dapat membinasakan Aku melainkan Allah SW T. Lalu Rihul Ahmar pun menghilang.

    Diriwayatkan cucu Nabi Muhammad SAW terkena Rihul Ahmar sehingga keluar darah dari rongga hidungnya.

    Maka datang Malaikat Jibril kepada Nabi SAW dan bertanya Nabi kepada Jibril.

    Maka menghilang sebentar,lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan do’a Rihul Ahmar kepada Nabi SAW kemudian dibaca do’a tersebut kepada cucu nya dan dengan sekejap cucu Rasulullah sembuh serta merta.

    Lalu bersabda Nabi SAW : Bahwa barang siapa membaca do’a stroke/do’a Rihul Ahmar…..walau sekali dalam seumur hidupnya, maka akan dijauhkan dari penyakit ANGIN AHMAR atau STROKE.

    Do’a menjauhkan terhindar dari angin ahmar dan penyakit kronik :

    اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر

    Allahumma inni a’uzubika minarrihil ahmar, waddamil aswad, waddail akbar…. Artinya : Ya Allah Tuhanku lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat.

    Panjangkanlah ke Group Keluarga, Sahabat kita yang tersayang…agar kita semua terhindar dari STROKE senantiasa dalam balutan sehat dan sejahtera…..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *