STROKE NYARIS MERENGUT NYAWA SUAMIKU (by: Triani Widowati)

Penyakit stroke sebenarnya telah aku kenal jauh sebelum aku menikah, karena bapakku (almarhum) pernah terserang stroke sampai 3 kali. Namun sungguh aku tidak pernah menyangka kalau penyakit itu juga akan menyerang suamiku.

Kejadiannya memang sudah sekitar 3 tahun lalu, tapi dampaknya sungguh luar biasa pada suamiku, hingga saat ini dia belum pulih 100%, namun kami sungguh sangat beruntung karena Allah masih memberi kesempatan suamiku untuk sembuh, tetap hidup, dan lebih dekat dengan-Nya.

Sejak awal semestinya kami harus hati2, karena beberapa kali kalau suamiku salah makan, tensinya akan naik. Kalau tidak enak badan, kami pergi ke dokter, nebus obat dan sembuh. Sebenarnya beberapa dokter telah menyarankan agar selalu minum obat untuk mengontrol hipertensi. Namun suamiku menganggap enteng dan sempat marah2 karena dia tidak mau tergantung dengan obat apalagi kalau harus minum obat setiap hari. Mungkin karena dia merasa akan bisa jaga makanan dan mengimbangi dengan olah raga cukup.

Akan tetapi saat kami “didapuk” jadi panitia di acara pernikahan famili pada hari minggu tanggal 1 Mei 2005 di Graha Sativa Dolog Jatim, suamiku bener2 tergoda dengan secara diam2 (tanpa sepengetahuanku) makan daging kambing (kambing guling).

Setelah acara tersebut, besoknya (hari senin) suamiku masih bisa mengantar adikku ke Juanda untuk kembali ke Jakarta. Dan sempet menjemput aku di kantor. Akupun sudah pesankan tiket untuk suamiku ke Jakarta pada hari minggu Tanggal 8 Mei 2005 {sudah janjian sama kakaknya suamiku (yang juga berprofesi pelukis) untuk ikut bantu2 di acara pameran lukisan kakak di Jakarta dan sekalian ingin survei / cari tempat untuk pameran lukisan suamiku}.

Semestinya kami harus waspada atau pergi ke dokter saat hari selasa malam & rabu malam suamiku bilang kakinya kram2 (padahal ternyata maksud suamiku itu kakinya kesemutan). Dan agak aneh juga karena tidurnya pulas banget seperti orang kecapean. Tapi sama sekali kami tidak menyadari akan adanya bahaya yang mengancam. Hari Kamis saat dia jemput aku di kantor (jam 6 sore) dia bilang kepalanya pusing. Akupun santai aja, aku fikir dia lagi manja dan aku bilang kalau kepalaku juga pusing (emang lagi pusing sih he3) dan langsung nyelonong ke parkiran. Kami pun sempat mengisi bensin. Namun saat melaju beberapa saat (sampai depan bioskop Surabaya Teater) suamiku bilang kalau pusing banget dan akupun baru sadar kalau suamiku bener2 pusing berat. Akhirnya kamipun berhenti didepan bioskop Surabaya Teater. Akupun mulai memperhatikan dia dan tanya2 makan apa tadi, badannya panas apa enggak dll. Setelah berhenti sejenak, suamiku bilang kalo sudah mendingan dan ngajak langsung pulang aja. Baru beberapa meter melaju, mobil kami sudah nyrempet kendaraan lain untung yang kami srempet nyantai aja dan meneruskan perjalanan. Tapi feelingku sudah tidak enak, aku bilang ke suamiku “jangan pulang dulu, kita ke DKS (Dewan Kesenian Surabaya) aja” (pikirku kan kalau istirahat di sana lebih aman, dan disana banyak teman kalau ada apa2 kan banyak yang nolong). Akhirnya suamiku tidak jadi ambil jalur kanan (ke arah tol) namun jalan terus. Aku mulai panik saat suamiku nyetirnya oleng lagi aku pun memutuskan untuk berhenti lagi. Sedih juga rasanya kenapa aku nggak bisa nyopir dan selama ini nggak mau belajar nyopir. Tapi suamiku bilang nggak papa kan DKS dah deket. Tapi waktu tak bilang ya udah pakai sabuk pengaman lagi, anehnya suamiku kayak orang bingung cari2 di dashboard dan bicaranya dah gak jelas. Aku panik banget dan bilang kita naik taxi aja. Tapi suamiku bilang gak papa pelan2 aja, dan terus nyetir sambil tak bantu pegang setir karena takut oleng lagi. Lega banget ketika kami sampai DKS tapi ternyata waktu mau masuk ke DKS situasinya pas ramai sedangkan kondisi suamiku dah kelihatan lemas, akhirnya tak putuskan kami terus sedikit dan masuk ke parkiran Gedung DPRD tingkat II (sebelahnya DKS/ sebelah Bioskop Mitra). Begitu mobil berhenti, suamiku langsung pingsan. Akupun lari cari bantuan ke satpam Gedung. Akhirnya suamiku digotong masuk Gedung dan akupun mulai nelpon keluargaku sambil nangis dan panik luar biasa. Posisi kakakku ternyata dah sampai rumah (Sidoarjo), adikku masih di Kantor (Gresik), akupun telpon kakak suamiku yang untungnya posisinya pas berada di Surabaya. Alhamdulilah tidak begitu lama kakak iparku datang dan langsung mengantar ke PUSURA (yang baru aku sadar kalau hanya berada di seberang jalan). Begitu aku lapor, suster langsung membawakan kursi roda, namun baru aja masuk Pusura, suster bilang “Bu, bapak ini sudah lumpuh separuh, bapak terkena serangan stroke, sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapat penanganan serius” rasanya seperti tersambar petir bener2 aku shock luar biasa, namun aku harus berusaha tetep tenang dan berpikir cepat untuk menyelamatkan suamiku.

Aku putuskan ke Rumah Sakit terdekat (Dr Sutomo) dan langsung ke Unit Terpadu. Alhamdulilah ada 2 dokter yang langsung menangani suamiku dengan serius , akupun hanya bisa menangis, berdo’a dan memohon dokter untuk menyelamatkan suamiku. Untung dokternya sangat cekatan dan berbaik hati memberikan penjelasan tentang kondisi suamiku, memberikan saran2 dan menenangkan aku. Ternyata suamiku memang kena serangan Stroke (pendarahan di otak). Dokter bilang untung suamiku segera dibawa ke Rumah Sakit kalau sampai terlambat sedikit saja bisa fatal akibatnya dan penyembuhan akan lebih baik dilakukan dengan cara pengobatan, cuman kami harus bersabar karena itu membutuhkan waktu agak lama dan suamiku harus dirawat di rumah sakit paling tidak 3 mingguan untuk pengobatan dan memantau pendarahan otaknya. Jika dilakukan Operasi, resikonya bisa lebih besar apalagi suamiku masih relatif muda (waktu itu 39 tahun). Agak lega juga karena ada harapan suamiku bisa sembuh dan kami akhirnya mendapat kamar di Unit Stroke (Khusus untuk penderita Stroke) dan adikku pun datang menenangkan aku, membantu mengambilkan mobil yang kami parkir di depan Gedung DPRD tingkat II dan mengambilkan uang. Kakak Ipar dan keluarganya pun pulang ke Tuban dan adikku tak minta pulang aja karena besoknya dia kan harus ngantor, meski ngeri juga sebenarnya tinggal sendirian nunggui suami sakit di kamar rumah sakit yang besar. Tapi aku harus tetep tegar dan kuat.

Besoknya, aku pulang ke rumah diantar adikku ambil barang2 yang diperlukan di rumah sakit (biar gak riwa riwi). Satu minggu aku ambil cuti. Dan selanjutnya, rumah sakit menjadi rumah ke dua, karena berangkat ke kantor dari rumah sakit & pulang kantor langsung ke rumah sakit termasuk aktivitas mandi, makan, tidur dll. Untungnya Sibu (Ibu Mertua) yang sangat aku sayangi dan sangat menyayangi aku, datang dari Pacitan (dikabari kakak) dan ikut menemani di Rumah sakit. Ibuku sendiri sengaja tidak kami kabari dulu (takut kaget) karena juga memiliki Hipertensi dan posisi beliau pas berada di Jakarta.

Alhamdulilah kami mendapatkan dokter yang sangat baik dan telaten “Prof.dr. Saiful Islam” specialist syaraf, juga dokter lain dan para perawat yang ramah dan baik hati. Dua minggu suamiku tidak boleh duduk ataupun berdiri (hanya berbaring saja). Sehingga akupun harus sigap mengurus mandinya (seka), buang air kecil ataupun besar. Repotnya, suamiku tidak bisa bicara (pelo) dan ternyata lupa akan istilah2 dan nama2 benda. Seringkali kalau mau buang air kecil (pipis) dia hanya kaget dan kasih isyarat sampai aku harus mengajari untuk bisa bilang “pipis” atau (maaf) “pup/eek” karena sungkan ama suster karena sering ganti sprei. Tapi ya tetep aja belum bisa bilang pipis atau eek jadinya aku harus menunjukkan 2 alat penampung untuk bisa dipilih. Aku paling seneng kalau yang bagian mandiin pas cowok, jadinya aku bisa istirahat dan mengurus yang lain. Kalau dimandiin cewek, kasihan suamiku, dia pasti sungkan banget. He3.

Trenyuh juga waktu dokter Saiful datang dan kasih salam “Assalamuaikum”, suamiku hanya bisa tersenyum dan menjawab “ya”. Ditanya nama, apalagi alamat, sama sekali tidak bisa menjawab. Masih alhamdulilah suamiku masih bisa kenal aku dan bisa menyebut “istri saya”. Dia juga masih mengenal keluarga namun tidak bisa menyebut namaku maupun nama2 yang lain. Ada kejadian lucu, waktu dokter nunjukin gambar kelinci dan Tanya “gambar apa ini pak ?” suamiku jawab “istri saya” begitu juga waktu menunjuk foto lukisan kuda, suamiku jawab “istri saya” ha3 jadinya dokter, perawat, dokter2 muda dan kami semua pada tertawa. Ternyata suamiku hanya bisa ngomong “Ya” & “istri saya” dan ajaibnya beberapa hari kemudian suamiku bisa melafalkan surat “alfatikah” dengan lengkap dan bisa memanggil aku “adhek” (kebiasaannya memanggil aku dengan adhek). Tapi tetap saja tidak bisa menjawab salam dari dokter (baru sadar kalo kami di rumah memang tidak terbiasa mengucap salam. He3).

Meskipun perkembangan memory suamiku sangat lambat, namun aku sangat bersyukur karena hampir tiap hari ada perkembangan baik. Karena suamiku juga hobi menyanyi kami diminta bawa Tape recorder dan membawa kaset2 kesukaan suami. Kalau dari kamar pasien lain sering terdengar suara tangisan (ada yang meninggal) atau pengajian atau teriakan. Tapi dari kamar kami sering terdengar lagu “You raise me up” atau “kasih tak sampai (padi)” dari Tape Recorder yang diikuti dengan paduan suara dari para dokter muda & suster yang membimbing suamiku untuk mengingat lagu2 kesayangannya. Usaha dokter lumayan berhasil, suamiku bisa menirukan notasinya (tapi cuman hem4) tanpa bisa melafalkan kata2 nya.

Ada juga pengalaman cukup menakutkan, pada tengah malam atau dini hari suamiku terkadang ketakutan dan tak lama kemudian ada suara teriakan dan tangisan dari kamar lain (pasti ada yang meninggal). Akupun harus pinter2 menenangkan dan menutup pintu kamar rapat2. Kalau ada pasien yang sudah gawat, perawat akan kasih tau ke aku untuk siap2 ada suara2 jeritan dari kamar lain, dan biasanya aku akan menutup kamar rapat2 dan menghidupkan lagu dengan volume kecil untuk suamiku, sekedar mengalihkan perhatiannya. Biasanya yang meninggal itu pindahan dari rumah sakit lain (rumah sakit lain sudah angkat tangan) atau pasien stroke yang terlambat dibawa ke rumah sakit (dengan kasus pendarahan otak dengan cc yang sama dengan suamiku ada yang meninggal).

Setelah 2 minggu lebih, suamiku boleh duduk, boleh jalan2 aku dorong pakai kursi roda lihat2 sekeliling rumah sakit dan harus menjalani latihan terapi jalan. Alhamdulilah dengan susah payah bisa jalan tapi tetap harus kami papah jangan sampai jatuh. Hampir sebulan di Rumah Sakit, akhirnnya suamiku diperbolehkan pulang oleh dokter.

Oh ya, selama kami di rumah sakit, kendaraan kami terpaksa ikut nginep disana dan karena atas kemurahan hati pihak rumah sakit, kendaraan bisa kami pindahkan di dalam rumah sakit ikut parkir di parkir khusus dokter2. he3 (karena di rumah sakit ternyata tidak boleh parkir/ninggalin mobil terus menerus).

Kami pulang pakai kendaraan kami sendiri disopiri kenalannya kakak yang bekerja di rumah sakit.

Agak lega kami dah bisa berada di rumah. Namun perjuangan ternyata masih berat karena harus melatih suami menyebut benda2 yang ada di rumah. Mulai ini tembok, meja, kursi, piring, gelas dll, juga agar mengingat namanya sendiri (Hary Soebagyo) dan alamat rumah, dan karena suamiku berubah menjadi sangat sensitive dan emosional rasanya duniaku jadi terbalik-balik. Kami harus rutin kontrol ke dokter dari seminggu sekali, dua minggu sekali dan akhirnya satu bulan sekali. Juga kontrol ke labaratorium. Sudah tak ku hitung lagi berapa banyak biaya yang telah kami keluarkan apalagi kami harus riwa riwi naik taxi. Tapi melihat perkembangan suamiku semakin membaik ada rasa puas dan bersyukur yang luar biasa.

Dengan berjalannya waktu, dr,Saiful memintaku untuk melatih suamiku lebih mandiri lagi. Akhirnya kalo mau kontrol dokter, aku ijinkan dia ke kantorku sendirian naik Taxi atau bemo (jadi aku gak perlu pulang dulu dan bisa menghemat waktu dan uang taxi). Awalnya suamiku diantar sama pembantu. Lalu diantar pembantu sampai Joyoboyo. Lama2 bisa mandiri.

Ada banyak kejadian lucu, waktu aku dikantor, tiba2 suamiku telpon tanya aku sambil panik “dhek, tempat berkumpulnya bemo2 itu apa ya “? Untung aku cerdas “ Joyoboyo ta” ? Suamiku langsung seneng dan bilang oh ya, ya,ya langsung nutup telpon. Ternyata dia habis beli cat lukis dan bingung cari bemo jurusan joyoboyo tapi dia lupa namanya. He3. Dia juga jadi takut sama hujan dan petir. Kalo nyebut hujan “air yang jatuh” kalo menyebut pesawat “ yang terbang di atas” tapi giliran Tanya “tempat berkumpulnya pesawat” (maksudnya juanda) dia bisa ingat kata pesawatnya he3.

Sekitar satu setengah tahun kemudian, suamiku sudah banyak kemajuan akupun memberanikan diri bilang ke dokter kalo tabungan kami dah menipis gimana solusinya mengingat obatnya suamiku yang sangat mahal itu. Alhamdulilah dokter tidak marah dan beliau memberikan obat generik untuk darah tinggi dan kolestrolnya. Untuk obat syarafnya tidak bisa generic tapi dicarikan yang lebih murah. Demikian juga untuk vitamin mata.

Aku senang sekali waktu suamiku bisa sms lagi, meski kalau nulis atau balas sms masih lama banget. Diapun mulai bisa menyanyi meski sepotong-sepotong. Lagu pertama yang berhasil dia ingat dan dinyanyikan dengan lengkap adalah “ Tanah Airku” yang syairnya : “Tanah air ku tidak kulupakan, kan terkenang selama hidupku, biarpun saya pergi jauh dst” terharu juga karena bisa jadi itu bukti kalo dia cinta banget sama negeri ini. He3. Dia juga sudah bisa nyetir lagi, awalnya seputar perumahan, meningkat ke supermall (dekat rumah), ngantar aku ke kantor, ke sidoarjo dan ke gresik. Tapi terus terang aku sebenarnya kalo boleh memilih jangan nyetir dulu, tapi gimana lagi kan dia juga perlu memulihkan kepercayaan diri lagi. Cuman kalo malam hari, dia harus hati2 karena ternyata ada gangguan di luas pandangannya (penyempitan luas pandang). Kamipun agak lega karena suamiku tidak ada penyakit kencing manis. Semoga saja penglihatan suamiku bisa pulih total. Amin.

Setelah hampir tiga tahun suamiku berjuang melawan dampak stroke, alhamdulilah, kesabaranku mulai berbuah. Dia sudah mulai lebih sabar, bicara sudah lancar, lebih bersemangat hidup, aktif melukis lagi dan yang lebih penting, jadi rajin sholat. Secara fisik sepertinya dia sudah sehat namun masih ada kelemahan di memorynya. Memory yang lama2 ingat duluan. Memory yang baru2 ada beberapa yang belum pulih misalnya sampai sekarang dia belum bisa menyanyikan lagu2 favoritnya yang dia sukai sebelum stroke. Dia juga belum bisa ambil uang di ATM, dan meski membaca sudah mulai lancar, namun masih dieja seperti anak SD. He3. Tapi kami tidak boleh putus asa, kami yakin seiring berjalannya waktu, semuanya akan semakin membaik. Amin Ya Robbal Alamin.

Dikesempatan ini ijinkan sekali lagi kami mengucapkan syukur yang tak terhingga kepada Allah yang masih memberikan kesempatan suamiku hidup, terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dr.Syaiful Islam, para dokter, perawat dan petugas di RS Dr.Soetomo, Satpam di gedung DPRD II Surabaya, Petugas/suster di Pusura, keluarga besarku, keluarga besar suamiku, dewan direksi kantorku yang meluangkan waktu bezuk dan memberi obat china, rekan2 kantorku, rekan2 pelukis, beberapa kolektor lukisan, dan semua pihak yang sudah mencurahkan perhatian, bantuan, dorongan semangat dan doanya. Semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah diberikan kepada kami. Amin.

Banyak hikmah yang bisa kami ambil dari pengalaman tersebut a.l Kami semakin dekat dengan-Nya, aku semakin perhatian dan sayang ke suamiku (he3), kami lebih berhati2 menjaga makanan kami, aku lebih mandiri dan menjadi wanita yang kuat, aku jadi lebih berani naik bemo kemana-mana. Semoga pengalaman hidup kami ini, bisa bermanfaat buat pembaca & rekan2 semua untuk lebih berhati-hati. Wassalam.

98 thoughts on “STROKE NYARIS MERENGUT NYAWA SUAMIKU (by: Triani Widowati)”

  1. kami salut akan perjuangan hidup yang dilakukan oleh ibu wiwid(kabag kami), semoga TUHAN selalu menjaga dan melindungi ibu wiwid sekeluarga. salam kasih sayang dari staff credit review Bank ICBC Indonesia kokkk lupa sate belum ditulissss

  2. mbak wiwid, saya ikut prihatin atas apa yang telah menimpa mbak dan keluarga. semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi saya (dan mungkin blogger sma1jbr yang lain) untuk lebih menghargai dan mensyukuri nikmat Allah atas kesehatan yang dianugerahkan kepada kita semua. terima kasih

  3. Makasih dhek Afton, iya dhek, kami juga jadi lebih mensyukuri kesehatan yang lebih banyak Allah berikan. Juga dengan kondisi suamiku sekarang yang sudah sangat membaik, rasanya seperti mendapat mukzizat dari Nya. Suamiku bisa tersenyum dan bersemangat lagi, menjadi anugerah yang tak terhingga. Thanks.

  4. Tulisan yang bagus Mbak Wied.. jadi pengingat juga kalo usia para penderita stroke sekarang sudah semakin muda.. dan kita-kita juga mesti hati-hati untuk selalu menjaga kesehatan kita.. secara 'default' kalo pesta perkawinan di daerah kita mesti ada sate, gule, ..yang kadar kolesterolnya cukup tinggi.. kalo di Jkt ini harus hati-hati jgn sering2 makan masakan padang..konon khabarnya 75% para penderita jantung disini penyuka masakan padang..

    Cheers

  5. wah jadi malu aku, kan masih latihan nulis. Ok, masakan padang dah tak masukkan black list. Thanks.

  6. tertegun sekali setelah membaca tulisanmu mbak Wid. Semoga selalu menjadi wanita yang luar biasa, hebat, tatag, sabar dan tetap menjadi wanita yang mencintai dan dicintai suami dan anak2 juga keluarga besar semua. Untuk penderita stroke yang penting memang dukungan dari orang terdekat sangat berperan dalam proses penyembuhannya, terutama untuk dukungan psikis. Sabar terus mbak, rajin kontrol dan ikuti semua anjuran dokter, Insyaallah akan membaik. Cepat sembuh ya

  7. Bener dhek, kesabaran ternyata menjadi kunci utama. Juga keikhlasan. Tapi alhamdulilah berkat kejadian itu, rasa sedih dan stress jadi gak mudah hinggap lagi. Keceriaan yang awalnya untuk menghibur suami malah terbawa terus. he3. Makasih banyak bu dokter sevi.

  8. Cuma bisa bilang hebat tenan sampeyan Mbak, sabar njalani semua… Semoga Allah selalu mencurahkan yang terbaik buat sampeyan sekeluarga..Amin

  9. Buat saya tulisan tentang kisah suami anda dan penyakit strokenya menjadi pelajaran berharga. Tapi judulnya ‘MERENGUT’ atau ‘MERENGGUT’ maksudnya? Beda satu huruf saja beda jauh dong artinya…

  10. @ Hai dhek rizal, Awalnya aku orang nya manja dan gak sabaran. he3. Tapi dengan adanya suami sakit, mau tidak mau harus sabar, gantian manjain suami dan ikhlas. Alhamdulilah sekarang aku dah berubah lebih sabar & ikhlas. Thanks doanya. @ Samuel: lho kok tiba2 comment mu nongol disini (nomor 1 lagi) berani berani nya kasih comment di sini. Ini bukan tempatmu nak, wong SMA mu di Sby. he3. Kalo soal makanan gak tak tulis lha wong tiap hari ada aja kiriman makanan. ha3. (sory banget temen2 maafkan samuel yg nekad nyelonong ke sini)

  11. Speech Less……!!. Mbak, panjenengan bener2 hebat…!!. Saya bisa membayangkan begitu luarbiasanya perjuangan mbak dan juga suami tercinta. Semoga ini jadi referensi berharga buat kami.

    Teruslah menulis untuk kami, mbak….! Maturnuwun.

  12. @Mas Bambang W.V.S: -Thanks koreksinya. Baru sadar kalu stroke gak bisa “merengut” he3 tapi merenggut. -Nama suamiku “Hary Soebagyo”, masih merintis jadi pelukis. Kalo pameran bersama dah sering, cuman beberapa tahun ini dia selektif banget (jarang mau pameran bersama). Kalo pameran tunggal baru 5 X. Satu keluarga pelukis semua. Kakak nya yang nomor 1 “Bung Joko” (Gresik). kakaknya yang nomor 2 “Mas Dibyo” (Tuban) kalo yang ini dah malang melintang dan sering pameran di luar. -Masih aktif melukis mas? lukisan2 mu yang pernah tak lihat di situs mu itu, ada di jember ta ?

    @Dhek Surya: Thanks atensi dan do’anya.

    @Dhek Ariek: Pinginya terus belajar menulis. tapi masalahnya pengalamanku gak enak gak enak. he3. contoh: aku punya pengalaman di meja operasi 3 X. Maybe next time, tak cari kata2 yang ceria dulu biar pembaca gak sedih. dan gak mengasihani aku. ha3.

    @Dhek Faiz: Thanks ya, sekalian tak komentari soalnya emailmu dah aku trima. Wah hebat juga bisa berburu suamiku di internet. Padahal susah banget soalnya wartawan sering nulis nama suamiku seenaknya sendiri. he3. Ayo, crita soal operasi kakimu yo.

  13. Tante wiwid… aku terharu mbaca perjuangan tante dan suami. Tante tegar banget, hebat! aku mau jadi wanita kayak tante, bisa sabar dan tetap berpikir tenang saat ada masalah. Yang bisa aku petik dari tulisan tante, aku harus lebih bisa menghargai waktu yang diberikan Allah sama aku. Aku juga harus menjaga diri, karena bila aku menjaga diri itu artinya selain aku menyayangi diri sendiri aku juga menghargai orang- orang di sekitarku yang sayang sama aku. Semoga Tante sekeluarga diberi kesehatan oleh Allah SWT. Iya- ya… inget Allah kapanpun, dimanapun, dalam situasi apapun bisa membuat kita tabah. Semangat Tante Wiwid!!!^_^

  14. hai dhek Zil, makasih ya aku di panggil tante (bukan nenek) he3. Tapi aku lebih suka lagi kalo aku dipanggil Mbak aja (jangan Mbah), maksudku biar aku gak cepet merasa tua. ha3. Ok, thanks ya, aku seneng sekali kalo ceritaku itu ternyata membawa manfaat bagi dhek Zilly dan teman2 lain. Tetap Semangat !.

  15. wah…mbak Wiwid dipanggil tante. Memang kita sudah tante2 ya mbak. Padahal pasien2ku seringkali keceplosan manggil aku mbak tuh..hehehe…

  16. Hii…semua…. aku baru baca tulisan mbak Wiwid secara khusus pagi ini (tak belain dateng jam 06.15 wita lho…supaya bacanya isok tenanan…..) Wah…ini dalam 48 jam aku sudah baca 2 p3ngalaman "Dzikrulmaut" menurut istilah Taufiq Ismail … 1. "Ganti Hati"..by Dahlan Iskan cerita deskriptif tentang perjuangan CEO Jawapos Group dalam melawan dan mengikhtiarkan kesembuhan LIVERnya yang kena Sirosis (kanker hati) hingga harus ganti/transplantasi hati..cerita yang sangat-sangat kontemplatif dan berguna bagi yang sedang menghadapi penyakit yang mendera kita…recomendded Book !!!!!

    1. "stroke nyaris merenggut nyawa suamiku"by mbak Wiwid cerita deskriptif kontemplatif dari mbak Wiwid saat merawat sang suami yang kena stroke…dengan bahasa yang mengalir lancar ..tulisan deskriptif yang maknyus punya…(ada baiknya ditulis panjang..dan deskipsinya di perdetil…buatkan novel pribadi…syukur-syukur mau di terbitkan..he..he..he..) cerita ketabahan seorang mbak Wiwid (salut mbakyu…salut…berat) dalam menghadapi ujian dari Allahh…sangat menyentuh dan memberikan amaran (warning) bagiku yang rada-rada bandel kalo disuruh berpantang makan…(sopo tahan rek..gak mangan Kepiting kenari telur masak rica-rica…ato sop kaki kambing Jakarta..ato Sate kambing Madura Barunawati..ato..ato…anggota Komunitas makanan kolesterol dunia lainnya..he..he..he) Kunci keberhasilan diet anti kolesterol kayaknya emang dari diri kita sendiri…berani gak enak makan…gak mudah tergoda …semoga aku bisa ya…(sampek sak iki kuncine durung ketemu iki…)

    kalo problemku juga sama kadar Kolesterol dan Asam Urat dalam darahku gak normal lagi…yah walo gak tinggi kolesterol terakhir 250 mg/dl (normale 200 mg/dL) dan Asam uratku 7,5 mg/dL (normale 7 mg/dL) dengan berat badan 90 Kg…nampaknya aku juga termasuk yang rentan kenak itu Stroke ( ya Allah semoga kau hindarkan hambamu ini….dari itu penyakit) nah problem utamaku adalah soal diet itu…apalagi di perantauan yang gak ada istri yag mengontrol….dan godaan makan selalu menghampiri..kayaknya 2 hari dalam seminggu adalah HARI KOLESTEROL SEDUNIA bagiku…alias mesti terpapar ajakan makan yang lemak-lemak itu…berat sangat kanak….

    so ada resep gak Bu Dokter Sevi,Pak Dokter Cak Moki?..ato tan tretan lainnya gimana diet turunin kolesterol yang baik…ato apa obat tradisional yang joss untuk menjaga kolesterol dan asam urat tetep normal?

    saat ini untuk menurunkan kolesterol aku minum…Simvastin 10 satu pil sebelum tidur dan Allopurinol 100 mg sebelum makan pagi…( para dokter dah tepat dosis gak tuh…he..he..he

    Untuk Mbak Wiwid dan Mas Hary Soebagiyo doa adikmu ini selalu untuk kesembuhan dan kebahagian anda berdua…

    PS.Sorry baru coment… seminggu ini gak sempat ngemek blog ini secara serius ( lagek persiapan mutasi ke BNI SKM Oslo..salah ding Solo….)

  17. @ Hai dhek Ekoz, “akhirnya datang juga”. Ketahuilah, aku nulis seperti ini awalnya terpicu sama ceritamu di “Bulog /Bujangan Lokal”. Gak sadar blas yo. He3. Dirimu cerita: saat jadi bulog: makan gak teratur, pola hidup gak sehat, kolesterol tinggi, asam urat tinggi. Saat gak jadi Bulog: malah berat badanmu melejit dari 75Kg menjadi 100kg. Waktu itu aku dah mau ngingetin agar hati2 soal makanan, tapi masih sungkan, lha wong baru kenal mosok dah kasih2 wejangan. Apalagi menyinggung berat badan. Ha3. Alhamdulilah ya sekarang berat badanmu dah turun jadi 90 kg. Soalnya suamiku juga wajib diet (dah berhasil turun 10 kg) dan sekarang diawasi ketat sama dokter. Iya dhek aku baru sadar kalo ternyata masih buanyak detail cerita yang berharga dan lucu2 yang lupa belum aku ceritakan.. Itu aja bikinnya pas malam mingguan. Lain kali aku sempurnakan lagi, siapa tau suatu saat berguna. Thanks ya dah bela belain masuk pagi, thanks pujian “mak nyus nya” dan do’a nya. Semoga dhek eko n kel juga diberikan kesehatan selalu. Amin

    @ Hai dhek dokter Sevi, lha iya, masio aku wis umure akeh, kok yo belum siap dipanggil tante ama Zilly. Hi3. Lha wong ponaanku yang panggil aku tante sik cilik2. Di kantor, anak buahku tak haramkan panggil aku bu. Kalo cabang luar kota di telpon panggil aku ibu, aku iseng2 nanya dia “kapan ya aku dapet bapakmu” he3.

  18. @Eh, hek Ekoz, ada yang kelupaan, berarti njenengan mau di mutasi ke Jawa (Solo) dong. Selamat ya, bisa deket lagi ama keluarga, tapi harus selalu ingat berat badannya, jangan naik lagi saat gak jadi Bulog. hi3.

  19. @cak EkozGuevara Selamat yo, sampeyan akhirnya di mutilasi (hehehe..) ke jawa juga, bisa tiap hari pulang ke Jogja donk…

  20. @Cak Eko Mengucapkan daripada kata selamet buat panjenengan, akhirnya kembali daripada ke pulau Jawa…Kalo cuma Solo-Jogja, naik becak juga sampek…maksude sampek kemng dengkule sing nggenjot 🙂

  21. Wah…wah…wah….kok dadi OOT tenanan, dan menyebut-nyebut kenya kenya sulistyo barang. Dadi bingung aku. Tapi kok malah ada ide bikin cerita ” Kiat kiat menjaga kesetiaan tapi masih bisa pecicilan”. hi3 “pecicilannya yang bertanggung jawab yo” he3.

  22. “Kenya-kenya sulistyo” itu artinya apa ya? seperti bhs jawa kromo ya.

    Selamat buat cak eko, yg sebentar lagi buka cabang baru di oslo.

  23. @Mbak Wiwid ditunggu cerita renungan lainnya..ojok lali sing iki di perdetil terus diprint..dikumpulin…terus dicetak..he..he..he

    @Cak Afton… Suwun Cak…rencanane tetep Kos di Solo 2 kali seminggu(Wednesday dan Friday-Monday isuk) pigi Jogja..naek Prambanan Exoress Raillines (gak airlines meneh)

    @Rizal… Suwun Zal..naik becak?..emang aku meh dadi manolan?

  24. @Ekos, Maksude Rizal.. Numpak becak Solo – Jogja, sing nggenjot gantian.. Lumayan kan iso kanggo program pelangsingan badan.. Tur maneh, ongkos becake iso separo harga, kan sing separo sampean sing nggenjot 🙂 Satu nasehat lagi, nek nang Prameks, gak usah golak-goleke kenalan, opo maneh Cah Wadon sing ayu. Ora usah mbagusi.. Mengko koyo aku, kepincut kenya kang sulistya ana nduwur Prameks jam 14.30 WIB dina Setu tahun 1998… wkk..wkk..wkk…

  25. @Faiz. kisah mu ngilingke karo lagune ebiet g ade :.. Cinta di Kereta Biru Malam.. hehe

    nek cak ekoz numpak KA, gak mungkin golek kenalan, soale lungguhan e mung cukup kanggo awake cak ekoz thok….. hehehe kelemon

  26. @Faiz… Lho cita-citaku malah arep membentuk KOMPENI (KOMunitas PramEks RailliNE) dadi penganti Mandala Airline..hua..ha..ha… dadine yen menghindari kenalan kok yo susah yo..hi..hi..hi… (sak ngertiku sing numpak prameks mbok-mbok dagang batik poros.. Pasar Klewer-Pasar MBeringharjao..

    @Cak Afton yen kenalan yo gak mungkin soale lungguhanne cukup kanggo awakku thok…terpaksane yen kenyone njaluk dipangku yo…gak nolak kan?..hua..ha..ha…

    jan Cak Afton iki lho…. lagek mbahas stroke kok malah OOT ..pangku memangku… dasar the Three Mas Kenthir

  27. @ Ekos, Nek dina Senin esuk, yo akeh "kenya-kenya sulistya".. 🙂 Wah asyik juga ide KOMPENI, coba di Google, mungkin sudah ada milis atau blog-nya, Koz. Mestinya banyak cerita yang bisa direkam selama perjalanan berlangsung, apalagi yang bermata "auto focus" laksana Canon S2-IS 5.0 MP. Semua bisa jadi berita, semua juga bisa jadi cerita.. Suk nek wis sidha jadi KOMPENI, sisan mbablas tekan Kutoarjo, mengko tak pethuk nang kana.. :))

    @ Lik Afton, Nek ekos sida mangku, mengko bakal ana conversation kaya Warkop Prambors biyen.. " Pas Prameks Penuh, nggak ada lagi tempat duduk " + : Mbak, dari pada capek berdiri, mau saya pangku.. ? – : " Mau, mas.." Setelah beberapa saat terjadi dialog lanjutan : + : Mbak, mbak-nya kerja di rumah sakit ? – : Lho kok tau, mas ? + : Iya, bajunya bawa obat.. – : O, iya.. ( kebetulan si mbak bawa obat ) Nggak berapa lama : – : Mas, masnya kerja di bengkel ? + ( setengah kaget ) : Lhoh, kok tau ? – : Iya .. DONGKRAK-nya naik turun nih… Kebetulan si Mas tadi bawa dongkrak.. 🙂 Eling, Lik ?

  28. @ Cak Surya Kenya = makhluk, orang (pria/wanita) Sulistya = bagus, elok, rupawan/cantik Jadi " Kenya-kenya sulistya ' adalah …. 🙂

    Memang benar, "Kenya Sulistya" masuk tataran Krama Madya. Biasa digunakan dalam cerita-2 basa jawa. Anda yang tertarik dengan cerita-2 berbahasa jawa bisa nengok di link berikut : http://www.mindzone-e.net/misc.html. Ada crita dunia hantu (Alaming lelembut), Crita lucu (Opo Tumon) dan Crita Aneh-aneh (Kok Rena-Rena)..

    For All, Maaf OOT, kampanye Cinta Budaya Lokal critane.. 🙂

  29. Artinya masih kurang jelas cak faiz. Apa ya artinya? Saya sedikit berbahasa jawa, apalagi kromo. Sebelumnya saya kira si "sulistya orang Kenya Afrika".

    Kog aku malah OOt. Sorry ya mbak.

  30. yo kan?… iki sik diskusi Afton-Faiz-Surya…wis amburadul dadak tekan si Sulistyo soko Kenya…berarti sik dulur karo Barack Obama yo?…

    lha yen Cak Afton-Rizal-Omdhe….hiiiii…hiiiiii ceritone isok jagading alam lelembut tenanan

    ayo-ayo ojok OOT…. soal sirius iki Seterookk…..dangerous problem for wong-wong over sehat (baca : Jedhut kayak iwak jibut)…. ada yang punya pengalaman lain?….

  31. @ Cak Surya KENYA SULISTYA : Cewek Cantik atau Cowok Cakep. Sampun jelas, Kang ?

    @ Ekos, Inyong wis njaluk ngapura nang ngarep, nek omongane dadi OOT. Lhah kawitane ya teka Sepur Prameks alias Prambanan Ekspress ndhisit koh..

    Balik maning nyang topik SETEROOK.. Pancen kudu eling lan waspadha, utamane kanggo sing seneng mangan enak. Pancen nek seneng njajan, pengine panganane sing murah tur enak. Bakul-2 panganan sok duwe panganggep nek langganane ora saben dina marani, dadine bumbu sing dicepakake digawe seenak mungkin. Embuh diakehi micine utawa liyan-2-ne.

    Liyane kuwi, penyebab Stroke sak jane ora mung teka panganan sing enak-2, sing artine nyerang wong-2 sing duwite akeh tur iso njajan, kaya Cak Ekos.. 🙂

    Nang warga masyarakat padhesan (Pedesaan), gejala peningkatan penderita asam urat, sing buntute isa tekan Stroke, yo mulai mundhak indeks-e. Nanging bab kuwi lumantar sebab sing liya.

    Nek nang dhesa, luwih disebabake kurange pola hidup sehat / menjaga pola makan sing sehat. Utamane teka penggunaan minyak goreng sing makaping kaping, nganti secara kimiawi wis ora layak dikonsumsi. Akibate, minyak sing kanggo nggoreng utawa numis kuwi malah dadi pemicu resiko serangan warna warni penyakit.

    Utawa, masakan sing kerep dingat-nget, otomatis kuwi ngedhunke nilai gizi masakan kuwi. Misale panganan dina iki ora enthek, disimpen nang kulka. Esuke dipanasi nang wajan. Tekan awan ya durung enthek, dipanasi maning. Akhire sore lagi enthek. Alih-alih arep ngirit ongkos, malah ketambahan resiko kena lara. Nek kepeksa arep manasi panganan turahan, becike dikukus wae sak wetara, ora usah suwe-2. Sing penting ora adem banget.

    Mulane, sebisa mungkin, konsumsi goreng-2-an utawa panganan nget-ngetan ya dikurangi. Syukur-2 nek padha seneng panganan sing dikukus. Senajan rasane kurang enak, tapi luwih sehat kanggone awak sampean sedaya.. 🙂

  32. @Cak Faiz Jadi Kenyo sulistyo maksdue Wong-wong cakep soko Kenya, terus wonge keno stroke.. Nek aku saiki malah latihan stoke… maksude pukulan stroke tenis….

    Prengas-prenges moco blog iki cuma salah satu tetapi menghindari stroke…. (opo iyo?..)

  33. @ Cak faiz Thank you. Masalah bhs saya hati-hati, karena saya pernah dikerjain waktu di bandung. Sekali waktu saya dikasih tahu istilah AWW dengan arti yg lain, pas saya ditanya senior saya, saya bilang saya mau AWW. Mereka ketawa, dasar Jember utara. Sorry sdh OOT lagi.

  34. sungguh…mengatakan'jadilah orang sabar' adalah lebih mudah bila dibandingkan dengan menjalani kesabaran sungguh…buah kesabaran adalah 'kemenangan' makanya dalam sebuah ayat dalam al qur'an surat ali imran ayat 200, sabar disebut 2x. selamat buat mbak wid, sehingga menjadi lebih dekat denganNya… sungguh…mbak wid telah memberikan keteladanan dalam hal kesabaran, layak untuk jadi contoh, dan mudah-mudahan terus diberi kesabaran sungguh…sangat berat, meneladani suatu kebaikan walaupun itu hanya "kesabaran". seolah-olah kita memiliki penyakit rabun dekat,nggak bisa melihat contoh nyata yang sangat dekat…kalah dengan nafsu sungguh…sate dan gule kambing emang enak sungguh…kari kambing dari aceh juga enak

  35. @Dhek Faiz: Betul apa yang dikatakan dhek Faiz. Kamipun sekarang jadi hati2 soal minyak goreng. Lha wong dulunya kami seneng sambel bawang atau brambang terus dikasih jlantah. hi3. Tapi emang uenak tenan. Tapi sekarang misuaku jadi kebacut hati2 nya. Minyak goreng baru satu gorengan dah gak boleh dipakai lagi. Jadinya sayang juga jlantahku masih bening. kalo masalah Blendrang, agak susah bencinya. Lha wong mulai kecil aku suka rebutan blendrang. dasar wong Jowo. he3.

    @DhekRizal: Setuju, baca blog apalagi komentar2nya yang lucu2 dan aneh bin ajaib, bikin kita terhibur dan pringas pringis. Mestinya masuk ke salah satu solusinya dr. Sevi untuk menghindari stroke. hi3.

    @Dhek Fikik, Kejadian itu memang mau tidak mau telah membuat aku tersadar bahwa hanya kesabaran yang paling diperlukan untuk menyembuhkan suamiku. Awalnya memang sangat berat karena aku harus selalu mengalah dan ter kaget-kaget karena suamiku jadi temperamental tapi disatu sisi mudah sekali menangis sampai sesenggukan. Aku sempat frustasi juga, tapi alhamdulilah cepat sadar bahwa hanya aku yang menjadi kunci utama pulih tidaknya suamiku. Semoga kita semua selalu diberi kesabaran dan selalu dekat dengan-Nya. Amin. Cuman dalam menghadapi makanan dari kambing, alhamdulilah aku boleh gak bersabar (kategori tekanan darah rendah). Sungguh suatu Anugerah dari-Nya. Tapi makannya harus sembunyi-sembunyi jangan sampai suami tergoda mencicipi lagi. he3.

  36. Waduh, saya takut juga terkena resiko stroke dan jantung koroner secara saya sejak kos di surabaya menu favourite saya masakan padang. Otak, cumi semuanya enak. Terus katanya telor puyuh itu ternyata kadar kolesterol nya paling tinggi ya?

  37. Wah Si Jaka….Long time no see kos-kosan …menu dietarynya anggota klan Kolesterol Mania semua…. "Sego Padang…lek segone Thok sih aman ..lha kancane…Gule Otax..gajeboh (kikil sapi sin huempukkks)..belum lagi randang Sapi….ckk..xkk…)"

    "Seafood…Cumi..iki gleks juga tapi yen akeh yok mendhem disko juga….ati-ati karo kerang-kerangan..criping-cripingan…kupang-kupangan…soale selat Madura gak cumak tercemar iku….diracuni…arek ITS luwih ngerti soal iki…"

    arek sak iki emang sehat-sehat menune…. mbiyen awak ..menu tengah bulannya..SEGO STEREO….Sego Tempe Loro…hua..ha..ha…"

    Menu awal bulan Internet…indomie telor Cornet….

  38. dear mbak Wiwid (atau mbak Triani?) saya tersentuh baca perjuangan mbak & suami. Saya ketemu blog ini pas sdg browse info ttg stroke. Saat ini papa saya lagi di rumah sakit karena stroke sejak minggu lalu. 2 tahun lalu pernah kena stroke ringan, krn penyumbatan darah di otak. Kembali normal kurang dari setahun. Tapi kali ini dari hasil ct scan didiagnosa krn pendarahan di otak krn hipertensi. Untungnya papa gak sampe pingsan, sadar terus. Hari ini, baru saja keluar dari icu pindah ke kamar biasa, tapi harus bedrest blm boleh bangun-bangun. Saya hanya bisa berdoa semoga dokter dan rumah sakit menangani dgn benar2 sampe tuntas. Soalnya kalo pindah2 rumah sakit lagi sementara masih blm stabil, kasihan papa saya.

    Waktu suami mbak masih dirumah sakit, apakah banyak yg menyuruh minum obat cina angkung? Banyak org yg bilang itu ke saya, tapi krn saya ragu, saya browse di internet.

    Obat apa saja yg suami mbak minum dari awal stroke sampai skarang?

    terima kasih mbak

    Angel

  39. Sori mbak Wid, tas mbales. Lukisan di situs MPku itu yang kebetulan hingga kini sebagian besar dr yg tampil itu msh kepegang. Sbagian kecilnya sdh di bawa orang lain, stlh sempat dipotret sblmnya. Ratusan yg lain gak jelas ada di mana… Sampe sekarang aq msh sediakan waktu utk hobiku musik & lukis tentunya…. Salam buat masnya 'Hari Subagyo'. Oya cak Hari ini dulu arek Jember juga?

  40. @ Mas bambang, asyik juga masih bisa nikmati hoby. Kalau aku yang bagian bantu suami ndata keberadaan lukisan. Cuman susahnya kalo kolektor beli terus dikasihkan sebagai hadiah ke orang lain atau dijual lagi he3. Pernah waktu aku dikantor periksa foto jaminan, lha kok terpampang lukisan nya mas hary. Padahal aku gak kenal blas. Ternyata dia temen baiknya kolektor nya mas hary dan merayu untuk bisa miliki lukisan itu dan ngganti uangnya. Mas Hary dan kakak2 nya, kelahiran PACITAN (Desa Mangunharjo-Kec.Arjosari). Dia SMA nya SMAN 1 Pacitan. Kuliahnya di Ikip Semarang (Jurusan Seni Musik-Piano) dan di Undip Semarang (Ekonomi) tapi endingnya pilih jadi pelukis. he3.

    @ Nak Jaka (eh dhek Jaka aja), hebat juga ya, anak kos masih bisa makan yang uenak2 gitu. Iya dhek, telur puyuh (kuningnya) kata dokter termasuk high risk. Mending jaga makanan dhek, karena juga beresiko kena asam urat.

    @Dhek Ekoz, jangan2 dhek Jaka makan2 enaknya cuma kalo habis dapat kiriman aja kayak dirimu dan aku dulu. ha3. Oh ya dhek Eko pepatah yang mengatakan "Lebih baik wanita dicintai dari pada mencintai" ada benarnya juga. Lha daripada ndlosor2. Ha3. Wah ini salah kamar ya.

  41. wah hari ini blog kita lagi sepi, aku tak crita biar ada yang kepancing. he3.

    Sebelum kena stroke, suamiku hoby dan jago masak. mulai bikin ikan asam2 manis, tahu cambah kuah sehat, sup, ayam kampung ukep pacitan, macem2 deh. Sampai pembantu kami sering protes, kok laki2 suka masak di dapur. Pastilah dia agak marah karena masakannya kalah enak ama misuaku. Tapi lama2 akhirnya dia ngerti emang suamiku hoby banget masak memasak. Yang diuntungkan ya aku wong aku gak hoby dan gak iso blas. Tapi kalo cuman masak air, Indomie goreng, Indomie godhog, telur ceplok, aku jago banget. hi3.

    Tapi setelah stroke, suamiku sempet stress juga, pingin masak, bumbunya lupa semua. Tanya pembantu bumbu gak pepek, Tanya istrinya tambah parah. Tapi seiring berjalannya waktu, dia dah mulai inget caranya masak ayam ukep andalannya. awalnya rasanya aneh, dia kecewa banget. setelah beberapa kali mencoba, dah lumayan cucok.

    Di rumah aku sering cerita tentang blog kita, dan temen2 di blog, termasuk dhek Faiz Sahly yang kerjanya juga berternak ikan nila. Lha kok minggu kemaren, tiba2 dia beli ikan nila dan memasaknya. Setelah masakan matang, dia menghidangkan dengan penuh kebanggakan. Dan aku surprise banget kok ya bisa ndapetin iwak nila. Dan kalo selama ini bayanganku iwak nila di bakar atau dibumbu nyemek2, lha kok ini dimasak kuah. ah gak papa, pikirku mungkin tambah seger. Baru nyoba satu sendok, aku dah bener2 surprise, lha gimana enggak wong rasanya kayak jamu (rasa kunir) dan agak pait. Yah, untuk menyenagkan hati suamiku aku terpaksa makan juga meski pilih yang kecil dan gak ambil kuahnya lagi. Habis itu terpaksa aku kapok gak nambah lagi. ha3.

  42. hua..ha..ha….. Iwak Nila kuah bonus jamu…. yang penting sehat ya gak mbak…. membaca strugglenya Mas Harry kita yang allhamdulillah diberikesehatan bisa senantiasa introspeksi…bahwa kadang kita ini terlalu banyak mengeluhkan situasi hidup kita…ya kerjaan lah..ya anak-anak…rumah…ato kesehatan…tapi kalok kita bisa melihat nikmat Allah secara Cover both side…kayaknya gak pada tempatnya mengeluh..ya gak…

    Kalo Reuni besar…pesta Nila Bakar ..di Gumuk Kerang kayaknya mak nyus ya..iz…

  43. Gampang nek soal nìla bakar. matakuliah tata boga entuk 'A' kok. mbak wid niru nabi nalika garwane masak kasìnen. ' kok sedikit makannya ?'.. 'saking enaknya ;-).. '

  44. @Mbak Wiwid Kalo masak air pernah sampai gosong gak?.. he..he.. Kalo aku sudah hasbi beberapa panci yang terpaksa harus bolong karena airnya sudah habis tapi tetep di panasin di atas kompor. Gimanapun rasanya kalo masak sendiri tetep enak menurutku. Kayaknya mesti cerita nih sapeyan kok bisa dapat suami yang baik hati dan tidak sombong kayak gitu…. padahal dulu ditolak habis-habisan khan?,…. (ceritane mancing-mancing cek cerito dowo maneh…he..he..)

  45. @Rizal suaminya mbak wiwid selain baik hati dan tidak sombong, juga rajin menabung lo ….:)

  46. @ Zal…. emang bojone Mbak Wiwid anggota Barung Hijau po piye?… lha kok sifatnya koyok Dasa Darma Pramuka…. "Baik hati dan tidak sombong…dahar limo ngaku siji-Darmaji…hua..ha..ha)

    @ Cak Afton…. gara-gara Multiply di banned ..gak isok kabar-kabari meneh iki…Si Omdhe kok sak iki ilang…ngambul be'ee gara-gara Multiply di banned

    @ Cak Amal… kiro-kiro sampek kapan Multiply di banned?

  47. assa.wr.wb Tri, aku jadi terkesima dengan critamu. aku sahbtmu sma gak mengira kalau Alloh memberikan ujian yang begitu istimewa. Mudah2an kamu lulus dan aku yakin itu semua tanda2 kasih sayang Alloh padamu. Alloh tak akan menguji hambanya melebihi kapasitas. Mudah2an aku dapat meniru kesabaranmu. Salam dari anakku, silakan komentar di shoutboxnya, ditunggu. Salam untuk alumni semua. Ada yang tahu kabar bu poerni dan pak rempet? Wassalam. Dari Sidoarjo, tetangga lumpur panas.

Leave a Reply