Sekilas info ‘Stroke’ terkini

April 3rd, 2008 by sevi Leave a reply »

Tulisan ini sekedar berbagi informasi tentang Stroke, yang merupakan manifestasi gangguan fungsi tubuh yang disebabkan kelainan di otak dan timbulnya tiba-tiba. Juga terinspirasi oleh tulisan mbak Wiwid yang luar biasa menyentuh, suatu pengalaman hidup yang mengharu biru dan cerita yang sangat sering saya dengar dari keluarga pasien yang mengalami serangan stroke.

Tanpa basa basi, beberapa hal yang perlu diketahui sebagai faktor resiko stroke adalah:

  1. Faktor resiko yang tidak dapat diubah, yaitu
    • genetik, artinya orang yang mempunyai riwayat keluarga menderita stroke berpotensi untuk terkena stroke;
    • orang yang sudah pernah kena stroke, beresiko terkena stroke lagi (berulangnya dalam kurun waktu 5 tahun mencapai 15%-40%);
    • usia yang bertambah tua cenderung lebih beresiko.
  2. Faktor resiko yang dapat diubah, artinya dapat dikelola dan diperbaiki, misalnya pola hidup yang tidak sehat dan tidak seimbang seperti kurang olahraga, merokok, obesitas, minum alkohol berlebihan, penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kolesterol tinggi dan kencing manis/diabetes. Dari faktor-faktor di atas, yang tersering menimbulkan serangan stroke adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, diabetes dan merokok.

Waspadai gejalanya. Satu ciri khas gejala stroke adalah timbul mendadak tanpa ada keluhan sebelumnya. Beberapa gejala yang perlu dikenali adalah rasa baal/lemah di wajah, kaki, tangan yang timbul mendadak, terutama pada satu sisi tubuh (kadang hal ini tidak disadari oleh penderita), sulit memakai alas kaki, sulit memakai pakaian atau tiba-tiba terjatuh. Bicara menjadi pelo, sulit mengerti pembicaraan dan sulit bicara, mulut mencong, gangguan penglihatan, nyeri kepala hebat, tidak sadar atau kehilangan keseimbangan (beberapa gejala dialami oleh suami mbak Wiwid). Pada keadaan tertentu, bisa juga disertai muntah hebat dan mengompol.

Stroke merupakan kasus gawat darurat, sehingga harus segera ditangani. Karena semakin dini mendapatkan penanganan medis maka kerusakan otak yang sifatnya berat dapat dihindari. Periode waktu 3 jam setelah serangan adalah periode emas untuk melakukan penanganan stroke, karena masih ada kesempatan waktu untuk menyelamatkan kerusakan sel otak yang terjadi.

Perlu diketahui juga bahwa anggapan jika stroke adalah milik mereka yang usia tua adalah tidak tepat, karena usia mudapun termasuk rentan terkena stroke. Waspadalah!

Istilah mencegah lebih baik daripada mengobati adalah suatu hal yang amat mungkin dilakukan. Tak perlu biaya mahal untuk mencegah stroke, cukup dimulai dari hal sederhana dalam aktivitas sehari-hari, misalnya:

  1. Periksa rutin tekanan darah, kadar gula, kolesterol darah secara rutin. Sesekali pemeriksaan jantung.
  2. Jika sudah menderita penyakit-penyakit tersebut di atas, pastikan untuk selalu rutin kontrol ke dokter dan mengkonsumsi obat secara teratur.
  3. Stop merokok saat ini juga.
  4. Hindari alkohol.
  5. Olahraga rutin, dianjurkan yang ringan namun rutin, bukan yang berat namun jarang.
  6. Konsumsi makanan sehat yang rendah lemak, rendah garam, tinggi serat.
  7. Jika obesitas, mulailah program diet, kalau perlu konsultasi dengan dokter. (Lain waktu aku akan menulis pengalaman melawan obesitas, ‘the true story’ )
  8. Waspada dan kenali gejala stroke seperti di atas, jika terjadi segera cari pertolongan dokter.

Inti dari tulisan di atas adalah mencegah dan mengelola faktor resiko merupakan cara yang paling tepat untuk mencegah serangan stroke. Semoga bermanfaat buat semua. Jaga nikmat kesehatan yang sudah diberikan Allah buat kita. Dan semoga sehat selalu buat kita dan orang-orang terdekat yang kita cintai. Amin.

(disarikan dari ‘Dokter Kita’, Jan 2008)

Salam dari Sidoarjo.

Popularity: 21% [?]

Advertisement

Leave a Reply