Cerita ini bisa merusak reputasi seorang teman sesama lulusan SMA satu, jadi tolong disebarluaskan he he. Caveat lainnya adalah cerita ini agak jorok, mohon maaf kalau menyinggung pembaca yang norma susilanya lebih ketat dari saya.
Waktu itu kami bertiga lulusan SMA1 baru diterima di UGM. Saya dan teman ini, sebut saja H main ke tempat kos seorang teman SMA1 lainnya, Rico Amanto yang juga pernah tampil di blog ini, di daerah Pogung Baru.
Dasar mahasiswa pemalas kurang kerjaan, kami akhirnya main kartu dg beberapa teman lain. Si H waktu itu sedang penuh jerawat dan sering mengeluh bahwa segala macam pengobatan ternyata tidak mujarab. Entah bagaimana Rico kemudian nyeletuk, Ke’ono kathok jerone arek wedho…iso waras, sambil terus main kartu.
Si H langsung menjawab “Mari, wis” , …kami semua terperangah mendengar jawabannya karena Rico setahuku cuma bergurau. Mari di sini dipakai dalam pengertian Jember, bukan dalam pengertian Yogya yang berarti sembuh. Si H waktu itu wajahnya masih seperti permukaan bulan.
Permainan kartu terhenti dan si H kemudian bercerita panjang lebar bagaimana dia mencuri celana dalam dari jemuran rumah kos campurnya. Rupanya dia meminta dua orang kawan sekosnya untuk berjaga-jaga sementara dia dengan gerak cepat menyambar jemuran. Bagi yang kenal kota Yogya, dia waktu itu kos di samping RS Sarjito di sebuah rumah yang kebanyakan dihuni mahasiswi berjilbab.
Aku jadi ingat cerita ini lagi karena baca posting Rico di salah satu halaman ini dan tertawa sendiri. Please excuse my immature sense of humour.
Jadi kalau anda pernah kehilangan jemuran, jangan-jangan dipakai si pencuri untuk pengobatan alternatif.
Oh ya, saya sudah lama sekali nggak ketemu si H tapi saya lumayan yakin dia gak akan marah karena cerita ini saya sebarkan.
Popularity: 21% [?]
