Cerita ini bisa merusak reputasi seorang teman sesama lulusan SMA satu, jadi tolong disebarluaskan he he. Caveat lainnya adalah cerita ini agak jorok, mohon maaf kalau menyinggung pembaca yang norma susilanya lebih ketat dari saya.
Waktu itu kami bertiga lulusan SMA1 baru diterima di UGM. Saya dan teman ini, sebut saja H main ke tempat kos seorang teman SMA1 lainnya, Rico Amanto yang juga pernah tampil di blog ini, di daerah Pogung Baru.
Dasar mahasiswa pemalas kurang kerjaan, kami akhirnya main kartu dg beberapa teman lain. Si H waktu itu sedang penuh jerawat dan sering mengeluh bahwa segala macam pengobatan ternyata tidak mujarab. Entah bagaimana Rico kemudian nyeletuk, Ke’ono kathok jerone arek wedho…iso waras, sambil terus main kartu.
Si H langsung menjawab “Mari, wis” , …kami semua terperangah mendengar jawabannya karena Rico setahuku cuma bergurau. Mari di sini dipakai dalam pengertian Jember, bukan dalam pengertian Yogya yang berarti sembuh. Si H waktu itu wajahnya masih seperti permukaan bulan.
Permainan kartu terhenti dan si H kemudian bercerita panjang lebar bagaimana dia mencuri celana dalam dari jemuran rumah kos campurnya. Rupanya dia meminta dua orang kawan sekosnya untuk berjaga-jaga sementara dia dengan gerak cepat menyambar jemuran. Bagi yang kenal kota Yogya, dia waktu itu kos di samping RS Sarjito di sebuah rumah yang kebanyakan dihuni mahasiswi berjilbab.
Aku jadi ingat cerita ini lagi karena baca posting Rico di salah satu halaman ini dan tertawa sendiri. Please excuse my immature sense of humour.
Jadi kalau anda pernah kehilangan jemuran, jangan-jangan dipakai si pencuri untuk pengobatan alternatif.
Oh ya, saya sudah lama sekali nggak ketemu si H tapi saya lumayan yakin dia gak akan marah karena cerita ini saya sebarkan.
Popularity: 33% [?]


lha terus hasilnya yak opo mas Anton, si H kuwi iso “mari” tenan po ora…
(tujuan e takok, arep nyoba’ soale.. hehehe)
Setahuku dia masih bergelut dg jerawat sampai bertahun-tahun kemudian. Si H ini orangnya lucu dan waktu itu kami sering main bareng. Pake metode konvensional aja Afthon, kalau perlu obat resep minta Sevi.
setahuku ada tuh istilah penyimpangan perilaku yang suka mencuri baju dalam untuk mendapatkan kepuasan seksual (saya lupa istilahnya, tapi gak beda jauh dengan perilaku semacam kleptomania). Dari cerita mas Anton ini, mungkin definisi yang saya maksud bukan penyimpangan perilaku seksual, tapi jangan2 para lelaki yang jerawatan? Who knows?
@lik Afthon,
Sik Eling, lik ?
Si Mas “H” kuwi kudu diwenehi japa mantra ” Hai.. kinthi-kinthi sati, kathokan ubon padoku, di dalam batang tubuhku.. “..
katokan olehmu ubun padoku… tepatnya .. hahaha
Mas Anton…..
Cak H iku pancen kenthir kok…..aseli….
(hua..ha..ha..ha..ha…)
I know him….the Crazy Boy….still Crazy till I graduated from UGM…
Kok ya ada kisah nyata “heroik” seperti ini. he3. Aku cuman kuatir cerita ini akan menginspirasi kaum hawa yang punya problem yang sama. wahai para adam, berhati-hatilah juga menjemur underwear mu. hi3.
Sevi, saya kira dia memang frustrasi, putus asa dan tolol jadi satu tapi gak sampai lah kalau punya persoalan psikiatri spt yang kamu duga. Seperti kata Ekoz, bahasa Yogyanya bocahe kenthir. Mungkin Ekoz perlu undang dia ke blog ini, spy dia bisa pake hak jawab.
@ Cak Anton,
Tapi sekarang si Mas H sudah berkeluarga, mas ?
Wah bakal ada pengakuan terbuka no.. Tapi luwih jentel ketimbang “mafia Senayan” yo, mas..
Selain dibuat obat jerawan, daleman biasanya juga dibuat penangkal hujan. Di beberapa daerah di Jember, kalo punya hajatan terus udan deres, daleman yang punya rumah di lempar ke atas genteng. Dipercaya, hujannya bakalan segera reda..
Percaya ato tidak ? yo terserah panjenengan…
(emang iso nggo obat jerawat, pengoperasiannya gimana?….)
Mas Anton….
Cak H..yang kita panggil si H gileh ini gak tau juga dimana beliau…karena setelah sempat mBambung dan keluar (cuti) dan ndaftar ulang lagi dan dapat pengakuan sebagai angkatan 1989/1990…kita sempet sak kosan selama 1 tahun…sehingga insiden yg dimaksud aku tau…cuman janjjange dia salah ambil lho..lha celdam yang diusapkan ke dia punya wajah itu emang celdam cewek…cuman dia bukan”cewek” seutuhnya…..dia yang diambilnya celdamnya adalah cewek “lines” lho..hua.ha..ha..ha…ha..mangkane gak waras-waras itu Djerawat…..
cewek “lines” iku opo Ekoz? Gak ngerti aku. Banyak hal yg bisa kita ceritakan tentang dia. Tp jangan sampai kawan-kawan kita salah sangka, dikira semua orang Paleran spt dia
Aku dua tahun sekos dg yg disebut Ekoz si-H Gileh. Memang dia kenthir, kata yg kerap disebutnya sendiri. Jerawat, atau mungkin “wudun”/”buddun” di wajah,karena ukurannya yg besar2, masih saja menghiasi wajahnya.
@Mas Anton…
Cewek lines..mosok gak reti rek?……….
iki typical cewek yang kemudian macak cowok..ngrokok..suarane diantep-antepno…gak tau ngawe rok..dan memacari cewek beneran….
alias cewek Lespiano…salah Lesbian….
mangkane Si H gile gak mungkin sembuh djerawate..karena katoknya itu sejatine yo katoke Cowok…hua..ha..ha
Ta…. gak bakal sembuh tuh jerawat kalo cuma pake CD cewe yang udah dicuci. Mustinya pake CD yg udah seminggu lalu baru lepas tugas, setelah bertugas seminggu berturut-turut! Dijamin bakalan…….INfEKSI!!!! (Penyakit lainnya lagi)