KOMIK……gak ada matinya….

12 April 2008 by ekoz_guevara Nostalgia

Godam ” …maka dipadang pembantaian itu bergabung seluruh kekuatan baik dan jahat di dunia untuk menuntaskan demdam kesumat antara ,mereka….di faksi kebaikan tampak Godam,Gundala,Maza,Aquanus,Kapten Mlaar yang dibantu jagoan-jagoan dari negara manca seperti Superman,Batman,Robin,Captain America,Sun Go Kong,Wonder Woman mempersiapkan serangan terakhir ke kubu kejahatan yang dimotori oleh Lex Luthor,Penguin,Octopus dan semua tokoh kejahatan. yang ada di dunia……”

itulah secuplik ingatan tentang perang dahsyat yang penghabisan dari sequel GODAM yang berjudul”BRUTAL”….aku begitu terlarut dari kedahsyatan aura permusuhan yang muncul dari gambar-gambar komik tersebut…sementara teman-temanku menggeloso di lantai rumah budeku yang dingin…Jember 1985 siang yang panas pada bulan puasa…adalah saat yang paling enak untuk membaca bareng-bareng komik-komik yang kami pinjam dari persewaan komik keliling yang 2 kali dalam seminggu menyambangi rumah budeku di Jl.Hassanudin Tugu itu…saat-saat berjuang menahan lapar tak terasa lagi…kaena larut dari kedahsyatan cerita-cerita dari komik tersebut….

Persewaan komik keliling adalah sebuah rombong ukuran 1 meter X 3 meter yang penuh sesak dengan berbagai macam komik,novel,buku cersil…dengan roda gerobak warna biru..sementara mas yang mempunyai persewaan adalah sosok umur 30 tahunan dengan baju lengan panjang,celana jeans cutbray ato kadang celana corduroy yang aksi…dipadu padan dengan kacamata rayban yang keren….rambutnya sebahu dengan gaya mumbul…kayak gaya penyanyi vicky vendy ( penyanyi top pada taun itu dari Sorbejeh)….dengan kesabaran yang luar biasa dia akan melayani kami-kami yang banyak maunya tetapi seret duitnya..he..he..he…

Kalo hari Rabu ato kamis siang (bubar sekolah) dari jauh terlihat …rombong warna biru ber gethebang-gedhebang mendekati Tugu Hassanudin..maka kita bersicepat merogoh kantong celana,ato lemari bahkan merengek kepada orang tua kami untuk diberi recehan buat urunan sewa komik…kita ber enam (aku dan 5 sepupuku) selalu urunan untuk bisa menyewa komik-komik kesenangan kita….soal siapa yang baca duluan ..dilakukan dengan bergilir…befitupun yang menentukan mo pinjam apa hari itu juga bergilir…… komik favorit kami adalah komik superhero asli Indonesia kayak Gundala,Godam,Maza,Aquanus dan Kapten Mlaar yang dibesut Hasmi….sayang aku lupa apa saja yang menjadi favoritku Beberapa yang jadi favorit lainnya adalah

Serial Si Tolol dan Jaka Sembung…karangan Djair…walau gambar komiknya gak sebagus Wid NS ato Jan Mintaraga tetapi ceritanya yang bersetting jaman VOC cukup menggetarkan dan membius kita-kita semua… “jaka sembung naik ojek…” pantun yang terkenal ini menunjukkan seberapa banyak fans jagoan dari Kandanghaur itu…

Serial silat dengan gambar romantik karangan Jan Mintaraga..aku lupa tokohnya…yang aku ingat dia mempunyai ilmu :Pukulan Tanpa Wujud”..gambar komiknya luarbiasa indah..

Serial Si Buta dari Goa Hantu dan Mandala dari ganes TH.. pokoknya kita begitub terhanyut dalam cerita-cerita yang menegangkan tersebut….kehebatan Ganes TH melakukan deskripsi daerah di tanah air membuat penasaran..allhamdulillah akhirnya aku sempat liat Kota Donggala yang menjadi setting cerita “PRAHARA di DONGGALA”..kota pelabuhan terkenal di teluk Palu ini memang menyimpan bangunan-bangunan kuno seperti yang digambarkan oleh beliau…wah….hebat pokoknya…

Kesukaannku pada komik bisa dibagi dalam beberapa episode…

Saat SD ..bacaan favoritku adalah Album Cerita Ternama…cerita-ceritanya sangat bermutu dengan gambar yang begitu mempesona …antara lain…Taras Bulba, Quo Vadis, The Three Musketeers, petualangan Old Shaterhand, Spartacus dll…..selain itu juga menyenangi komik yang ada di majalah seperti Kerajaan Trigan,STORM ato Coki Si pelukis cepat yang ada di majalah HAI..ato jagoan bola Roel Dijkstra….juga Deni si manusia ikan yang ada di majalah BOBO

saat SMP..bacaan favoritku adalah komik seperti Godam,Si Buta dari Goa Hantu,Mandala,Deni Manusia ikan dll…Selain itu udah mulai merambah ke komik mancanegara seperti Lucky Luke ..ato Petualangan Tin-Tin.karya Herge…dari “Harta Jarun Racham Merah”..”penerbangan 714″ yang bersetting Indonesia….sampai “Lotus Biru”….Sejuta topan badai adalah ungkapan favorit kami dari serial Tintin ini….pada saat SMP aku juga jadi anggota Perpustakaan Daerah yang di mesjid lama AL Baitul Amiin..disini aku pinjam Novelnya Karl May seperti petualangan Old Shaterhand dan Winnetou, Kara Ben Nemsi, dll…..

Saat SMA…mulai meninggalkan komik dan beralih kebacaan yang lebih banyak tulisannya dibandingkan gambarnya…kayak cersilnya Kho Ping Hoo…mulai Bu Kek Siansu, Bu Punsu dll…sehingga saat kita ngobrol dan bercanda mulai memasukkan idiom-idiom kho ping hoo misalnya kalo ada temenku yang play boy…pasti dipanggil Jay Hwa Cat (durjana pemetik Bunga)..kalo ada temanku ditolak cewek..maka cewek itu disebul MO Li (iblis wanita)..hua..ha..ha pada jaman SMA ini juga..mas si pemilik persewaan keliling membolehkan kita untuk meminjam novel Nick Carter atao novel dewasa lainnya kayak Marga T atau Ashadi Siregar yang novelnya “Cintaku di Kampus Biru” menndorongku untuk kuliah di UGM…he..he..he

Saat kuliah di UGM..bacaan favoriku adalah komik komik Jepang (Mangga) kayak Kungfu Boy, Slam Dunk, dll…komik adalah sarana pelepasan kejenuhan yang mengasyikkan pokoknya..disamping bacaan novel berat kayak Suro Bulldog,Forsythe,dll..yang kupinjam din persewaan depan Fotocopy Apollo di Jl.Kaliurang…..

Bagaimana serunya jaman komik yang mengharu biru jaman 1980an … ini ada kutipan dari TEMPO

Pembaca komik penghujung tahun 1960-an hingga awal 1980-an sangat mengenal nama Wid N.S., bersanding dengan nama-nama komikus besar semacam Yan Mintaraga (Rhapsody Dalam Sendu), Teguh Santoso (Sandhora ), Ganes T.H. (Si Buta dari Goa Hantu), Hans Jaladara (Panji Tengkorak), Hasmi (Gundala Putra Petir). Nama Wid kondang lewat seri komiknya, Godam. Saat itu Godam mencuri perhatian pecinta komik yang umumnya remaja, dari judul seri Tirani Biru di Negeri Godam, Black Magic, Sang Kolektor, Bocah Atlantis, Mentjari Djedjak Majat, hingga Mata Sinar X Godam.

Demam tokoh Superman di Amerika Serikat merambah ke Indonesia, salah satunya lewat sosok Godam. Tapi, Wid tak larut dengan kecenderungan menggarap bentuk figur superhero yang terinspirasi figur komik Amerika, semacam Superman atau Spiderman, dengan proporsi bentuk fisik Eropa: dada bidang, wajah cenderung muda. Wid justru menjadikan sosok Godam dan tokoh di dalam komiknya dengan bentuk fisik Asia. “Godam adalah superhero Melayu dengan fisik Melayu,” kata Hasmi, komikus dan sekaligus sobat kental Wid. Tak heran figur Godam terasa lebih membumi dan berhasil memuaskan fantasi remaja pecandu komik superhero berjubah yang membasmi kejahatan. “

kalo sekarang,…aku sih masih senang komik…tapi yang bernilai edukasi ..kayak Tele tubbies,dll…he..he..he..maksudnya harus suka karena itu adalah komik kesukaan Icha yang setiap saat disodorin ke aku…untuk dibacakan sebagai teman mo tidur…jika terdengar suara Icha ” ..apak..apak… abbies..abbies..lalaa..pooo…” sambil menyeret komik Teletubbiesnya…itu berarti tugas mulia untuk membacakan komik yang telah berulang-ulang kita bacakan …mesti dibaca ulang.lagi..untuk kesekian kalinnya..he..he..he…

kayaknya anakku akan meneruskan hobby baca komik….sehingga bapaknya bisa ngampung moco…hidup komik……..

komik opo favoritmu duluuuuuurrrrrrrrr ?????????

Popularity: 38% [?]

Print This Post Print This Post

29 Responses

  1. Kalau aku sih sudah suka membaca dongeng mulai SD, baik itu yang bergambar (komik) atawa yang minus gambar. Sejak klas 3 SD, aku sudah jadi anggota perpus Al Baitul. Tiap hari sepulang sekolah aku selalu berkunjung ke sana. Biarpun terik siang menyengat,, tidak mampu menghapus kesenanganku membaca. Biasanya aku pinjam 3-4 buku cerita semacam, Ciung Wanara, Cindelaras, Timun Mas, dibawa pulang. Sampai rumah dibaca tuntas, besok langsung dikembalikan. Begitu terus tiap hari sampai rasanya semua buku cerita di sana habis kubaca.
    Kalau komik, paling Tintin, Asterix dan komik2 yang ada di majalah macam Bobo, Kawanku, Tomtom, Hai.
    Aku mulai mengenal manga, sudah agak telat yaitu saat aku sudah jadi dokter muda. Waktu itu, kami di bagian Bedah dan masuk siklus jaga intern (tinggal di RS selama 1,5 bulan). Tentu saja suasana jadi boring, stres, dan menjemukan sekali. Eh, ternyata ada salah satu temanku yang membawa serial Kungfu boy komplit. Pertama aku sempat heran, kok asik sekali teman2ku pada duduk klesetan di ruang makan dokter berjejer-jejer, sambil senyum2, trus waktu aku lihat buku komik yang lagi dibaca oh Kungfu boy. Coba baca yang jilid 1 dulu, eh penasaran, lanjut ke jilid berikutnya dan akhirnya jadi kecanduan. Alhasil, aku juga masuk komunitas pembaca manga yang ikut klesetan dan antri nunggu giliran baca.
    Aku juga punya koleksi Detektif Conan jil 1-49 komplit. Conan aku kenal pertama kali, justru saat film animasinya diputar di Indosiar. Pertama melihat langsung jatuh hati dan pikirku waktu itu, kartun ini keren sekali karena mengajak penonton untuk ikut berpikir dan menganalisa. Dan ternyata film itu diadaptasi dari komik. Setelah itu, langsung deh perburuan komiknya dimulai. Selain Conan, aku juga ada beberapa koleksi manga punya anakku seperti Doraemon, Maruko, Sinchan, dll tapi tidak komplit. Khusus yang Conan, memang aku koleksi khusus, sampai2 teman anakku pada heran ketika tahu jika aku pembaca setia Conan. Mungkin aneh kali kok ibu2 suka baca komik anak2.
    Tapi memang Conan oke banget….ailapiu Conan! <3

    12. April 2008 - sevi
  2. Anakku juga suka baca. Sangat suka, bahkan terlalu suka. Selalu menghambur hamburkan uangnya tuk beli buku, tapi dia gak terlalu suka sama komik. Palingan, dia beli komik untuk di jiplak gambarnya. Dirumah, kami punya perpustakaan. Karena, seluruh anggota keluargaku pada pecinta buku. Sampai sampai rumahku berantakan, dimana mana ada buku berserakan. Huahahaha…

    12. April 2008 - sungkawaningsih
  3. Komik saat itu yang paling memberikan kesan padaku tidak lain tidak bukan hanyalah Jaka Sembung cs. Menurutku Djair dalam memaparkan komiknya bisa nyambung ke pembacanya. Setting jaman VOC dan kompeninya, nuansa Sunda yang cukup kental dengan Kandanghaur dan Gunung sembung, pesantren, jurus silatnya yang membumi, Jaka Sembung ( Kang Parmin )yang nggak sakti2 amat malah tersesan manusiawi banget. Seakan-akan kalo kita membacanya kita merasa bahwa kisah si Parmin ( “Serine” kok jenenge Parmin…) ini benar-benar terjadi.

    Bahkan Djair pernah mencoba memberikan ulasan mengenai hal-hal “keagamaan” di komik-komiknya berupa rahasia gerakan sholat, posisi sholat, wudhu, malaikat dsb.

    Salah satu yang unik juga dari Djair adalah gaya “nggambarnya” itu… walau terkesan pletat pletot, ndeso ( Bandingkan dengan stylenya Jan Mintaraga yang kalo nggambar wong ayu kok yo sexy abisss dan tampangnya typical cewe londo)tetapi justru itu menjadi nilai lebih dia…

    12. April 2008 - adib
  4. Ekoz,

    Kita punya banyak kesamaan selera bacaan.

    Album Cerita Ternama aku suka sekali. Dari situ aku mulai kenal Charles Dickens, Nikolai Gogol dan Hermann Melville. Setelah besar malah gak pernah baca novel penuhnya he he.

    Buku-buku Karl May juga sangat membekas di benakku. Aku ingat sekali buku-buku terbitan Pradnyaparamita di rumahku waktu itu sudah banyak termakan rayap, tapi aku lalap juga.

    Bagiku, Seri Timur Tengah lebih berkesan daripada petualangan Old Shatterhand di Amerika. Serasa saya dibawa ke zaman Kesultanan Turki Usmani. Dari Baghdad ke Istanbul, Di Pelosok-Pelosok Balkan, Kara Nirwan Khan di Albania, Di Negeri Skiptar dsb, hebat sekali pengarang dan penterjemahnya.

    Tintin sebentar lagi kalau tak salah akan jadi filem dg sutradara Peter Jackson. Tadi di kantor aku sepintas dengar siaran radio Birmingham lawan Everton. B’mingham punya pemain baru namanya Mauro Zarate. Aku jadi ingat lagi salah satu karakter di komik Tintin, lupa judulnya, di situ ada karakter bernama Jenderal Alcazar yg digulingkan oleh Jenderal Tapioca. Akhirnya Alcazar terpaksa hengkang ke Eropa jadi aktor sirkus dg nama Ramon Zarate. Ingatan saya ngelantur ke mana-mana.

    Komik-komik silat Indonesia seperti Djair dan Jan Mintaraga aku juga suka, meski kwalitas kertasnya payah dan baunya apek.

    13. April 2008 - alifandi
  5. Ah rupanya ada reuni mantan anggota Perpustakaan Islamic Center Jember tho disini ?

    Meskipun buku-2nya kurang terawat (biasanya karena keterbatasan dana), tapi tetap asyik lho pinjem buku di Islamic Center. Nek Sevi saking rajinnya tiap hari pinjam dan ngembalikan buku, lain lagi ceritaku.

    Aku jadi anggota bareng dengan Mas Ovan (mas-nya Okik). Yang rajin kami pinjam adalah serial Sapta Siaga serta cerita-2 yang berbau petualangan lainnya. Biasa tipikal cowok, sukanya yang aksi-aksi. Saking asyiknya, sampai ke Masjid Al Baitul Amin untuk Jumatan, buku itu dibawa. Pikirnya ” Ketimbang ribut ngomong dewe, mending moco buku karo ngrungokna khotbah.. ” Apik tho ? ;)

    Mengikuti pembagian waktunya Ekos, saat SD aku juga baca komik superhero Godam, Laba-laba Merah dan Gundala. Masih ada juga Kapten Mar, Nusantara dan jangan lupa HC Andersen, yang selalu happy ending dengan ” .. akhirnya mereka hidup berbahagia selama-lamanya… ”
    Bahkan sempat juga komik-2 itu dipopulerkan dalam mainan Kartu Kwartet. Yang paling berkesan adalah Kwartet Fantasi, yang menampilkan superhero dan pernik-2-nya, berupa mobil, senjata serta musuh-2-nya. Aku inget beli kwartetnya di MKD Sultan Agung. Salah satu mobil yang masih inget namanya adalah SILVER THUNDER-nya Gundala. Tapi seingatku, di komik Gundala nggak pernah naik mobil ya ? Wong larinya aja lebih kenceng dari mobil kok.. :(I)..

    Disamping komik-2 tadi ada komik bernafas agama dengan judul Siksa Neraka, Saleh dan Karma, Khalid bin Walid serta kisah-2 nabi yang lain, yang aku baca saat SD. Penuh dengan nasehat yang dalam. Memudahkan kita mengingat perilaku para tokoh-2-nya serta akibat dari segala perbuatannya tersebut.

    Menginjak SMP, serbuan komik asing tambah rame. Komik tidak lagi hanya berformat setengah folio, tapi kertas lebar. Serial Tintin dan ACT masih mendominasi, diselingi kemunculan tokoh-2 baru seperti Lucky Luke, Tanguy & Laverdure, Michael Valiant ( filmnya asyik loh..) dll. Akibatnya, komik-2 lokal mulai tersisih dari rak-2 buku toko Handayani, Sumber Ilmu maupun Abdi Jaya.

    Saat SMA, sudah makin tak terhitung judul-2 komik import. Sampai-2 gak inget lagi pernah baca apa. Dan di bangku kuliah, mulailah perkenalan kembali dengan suhu Kho Ping Hoo. Tapi yang paling monumental adalah MUSASHI. Bagaimana tidak ? Epik yang cukup tebal (7 buku), disewa secara patungan, ternyata berakhir dengan ” Lhoh bukune nang nggone sopo sak iki ? ” Rasanya perlu bantuan detektif Conan untuk melacak hilangnya buku Musashi itu.. :))

    Dulu, para ortu kita sering marah melihat anaknya keseringan baca komik. Tapi, saat ini komik sudah beragam isinya. Lorry Connick, seorang komikus, berhasil menyajikan komik tentang fisika, kimia dan ilmu-2 lainnya secara menarik. Bahkan ada sebuah buku tentang ” Understanding Comics “, ternyata ulasannya begitu teknis dan mendalam, malah agak sulit mencerna dan perlu dibaca berulang untuk dipahami. Hal ini menunjukkan bahwa komik tidak lagi sekedar kumpulan gambar. Tapi komik bisa bermanfaat lebih dari itu. Tinggal mau diisi apa dan bagaimana meramunya.. :)

    13. April 2008 - faiz.sahly
  6. cak ekos iki pancen sip tenan menggali ide untuk dituangkan dalam tulisan..aku wae mikir gak mari2 nggolek ide opo sing kate ditulis…
    cak ekos kaleburna panjenengan ce’ samina sareng kauleh bektoh gi’ na’kanak, bedeh pole cak caretah komik se gi’ tak kasebut sareng panjenengan, kadiyeh SAFAN (majlah Ananda) se gayana mitorot kauleh terinspirasi derih gayana KAISAR TRIGAN, bedeh pole caretah e majalah ananda se terinpirasi derih film CHIPS namong menabi edisi indonesia ajudul Tom Gumilar dan Jarot Sudarpa…
    Acator masalah Tin Tin kauleh paleng seneng ka tokoh detektif Thompson & Thompson, kember se sering konyol marge dunguh ben Kapten Haddock se sial maloloh…
    Kauleh terpaksa membudayakan bahasa panekah sabeb panekah bahasa leluhur se mungkin e jember deddi bahasa reh sa’areh jugen…ponapa pole benyak siaran radio semangken se gi’ ngangguy bahasa madure’en…sakalangkong…

    13. April 2008 - sujak
  7. hua..ha..ha..ha ternyata banyak juga para penggemar comics di blog kita ini…..
    @Sevi….
    yah emang kungfu boy itu membius sekali…mana gambarnya bagus banget lagi…
    ada satu komik yang aku suka…cerita anak kecil yang buandellnya gak ketulungan tapi jagoan maen olahraga pedang-pedangan dari rotan…wuaduh aku lali olahraga apa iku…pokoknya yang maen pakek baju pelindung juga helem dari kayu….
    kata-kata khasnya “…kote..kote..kote…!!!!” waktu mengayunkan pedang rotan ke kepala lawan….
    komik ini asli lucu…bianget malah….

    @Adib…
    setuju dib DJAIR memberikan pelajaran berharga soal nasionalisme yang agamis..lewat sosok Kang Parmin…Jaka Sembung Naek Onta..kagak nyambung tapi bikin tertawa..hua..ha..ha…

    kalo Yan Mintaraga..”serine” jenengnya Bango Samparan…salah satu episode yang kuingat yang berjudul “Puncak Chulmo Lungma” dan “tanduk menjangan merah”..

    @Mbak Sungkawaningsih…
    wah ponakan-ponakan suka baca ya..calon arek pinter iku plus kreatif..dan kabarnya dah punya blog dewe?..alamate ngendi?…tak sambangi mengko…

    @ Faiz Sahly..
    iki onok cara wiridan anyar ta?…Sholat Jum’atan sambil moco Sapta Siaga…
    aku juga penggemar novel aksi-aksian kayak
    “Lima sekawan” “sapta Siaga” by Enid Blyton…”Trio Detektif” by Alfred Hitchock?..dan juga jagoan lokal “Noni” karya bung Smas…yang terakhir ini koleksine bojoku…dan saat moco rasane ada kedekatan denga settingnya..lha jelas lha wong si Noni asline krapyak Semarang..terus settingnya..Gedong Batu,Simpang Lima, Candi Lama dll….anakku kadang sukak nanyak-nanyak daerah yang dijajah Noni itu pas puter kota semarang…

    @ Sudjak
    be..be..be..mon lakar acretaa..jek kebenyaken meker..tak deddih kanak…
    pokokna etoles beih..degik kan e be tambei bik nak kanak se laen….engak komik reyah….
    (mon engkok abenta Medhurena ..bek-bek tak lancar..jek tak tao e gebbei….)

    for all…
    yang perlu diingat dari blog ini adalah sedang mengumpulkan ingatan kolektif…misalnya soal toko Roti Sentral by Mas Anton..bisa ditambahi soal Toko roti Jeannette (sianet) ato Wina Barkeri..(kerine ning enak je…) dll….
    juga soal dolan ndek Kali..isok Bedadung..isok mbahas kali Jompo..kali Bondoyudo…malah OOt nang Kalimantan yok gak po..po…

    Selamat bekerja dulurrrrr….

    PS.. MU -Arsenal : 2-1…duek setung….

    14. April 2008 - ekoz_guevara
  8. eh onok komentare mas Anton to….

    iyok Mas aku sing inget yok Jenderal Tapioca…
    si Al Cazar opo yo ancestornya Mauro Zarate playernya Birmingham yo?…

    sayang aku gak sempat pinjem yang Karl may bertualang di Eropa Tengah dan Turki itu….

    aku malah beli Karlmay yang menceriterakan perjalanannya di Kutaraja (bandaaceh)dan Penang…tapi kok malah rasanya gak enak mocone yo…aneh banget…deskripsi daerah dan dialognya ..garing gitu…judulnya “dan damai di Bumi”?..

    Tintin mo difilemin?….
    opo iyo bisa selucu komiknya..terutama tokoh kapten Haddock…..”sejuta topan badai….”.
    aku agak skeptis…sama kayak komik Asterix difilemin….gak isok bikin ketawa-ketiwi…

    14. April 2008 - ekoz_guevara
  9. Bila sdh baca komik/bukunya, Jangan nonton filmnya. bila sdh nonton filmnya, gak usah baca bukunya. banyak kecewanya, krn gak cocok dg imajinasi kita.. :-(

    14. April 2008 - faiz
  10. Wah Cak Eko emang kreatif melempar idenya…
    Enak-e urip ning perumahan dosen Unej ning Patrang.. banyak anak dosen yang buka persewaan buku/komik. Ada anaknya Pak Humaidi (si Bedjo) yang bikin perpus kecil, tapi bkunya ya buku anak-anak lah…kayak Deni si manusia jukok, dan yang paling asyik menurutku malah cerita wayangnya RA Kosasih, soalnya Semar dan anak-anaknya diceritakan sangat sakti (la wong aslinya memang dewa, Betara Ismaya), dan mengobrak-abrik kayangan..
    Kalo superhero.. setju kalo Godam dan Gundala diidolakan, pernah ada juga lho yang namanya Captain Indonesia (versi lokalnya Captain America)..
    Kalo cerita silat aku minjamnya di Wijaya Taylor (penjahit merangkap persewaan buku, sekarang pindah dekat PGSD jl Kalimantan).
    Enaknya baca SI Buta dari Gua Hantu, sekalian belajar geografi, Kabut Larantuka, Bencana Tinombala, Badai Teluk Bone, Prahara Borobudur, dll bikin lupa waktu kalo baca. Sayangnya kadang ada tokoh aneh yang super jenius yang bikin tank atau apalah lah yang bikin jadi gak nyambung.
    Cerita silat plus pelajaran geografi ini di tiru sama Bastian Tito di Wiro Sableng, sekalipun tidak se-explisit judul SI Buta.
    Buat yang suka berburu komik ato novel lama, kayaknya http://www.bukudedo.com bisa jadi tempat mampir. Ato ke Jalan Semarang Surabaya (deket stasiun pasar Turi) ada toko penyebar ilmu yang menyediakan Komik Trigan, Arad dan Maya, Storm dll…
    Sorry promosi…
    Thx Cak Eko.. topiknya seru banget…

    14. April 2008 - Rizal
  11. @ Rizal…
    dengaren gak OOT…commentnya bar sholat dhuha ta?..

    14. April 2008 - ekoz_guevara
  12. @Cak Eko..
    Nek OOT rugi Cak, soale topike seru pisan…. Sik eling wae karo Jendral Alcazar, Profesor Calculus, Madame Castafiore, dll.
    Nek novel ada yang suka novel-e Abdullah Harahap gak.. yang spesialis cerito serem-serem… versi awal-awal novele sih asyik. tapi tambah ke belakang tambah gak karuan, masih ada gak ya novelnya yang terbaru? Kalo gak salah dulu beberapa ceritanya diangkat jadi sinetron di Almarhum LaTivi.

    14. April 2008 - Rizal
  13. ” Tintin mo difilemin?….
    opo iyo bisa selucu komiknya..terutama tokoh kapten Haddock…..”sejuta topan badai….”.
    aku agak skeptis…sama kayak komik Asterix difilemin….gak isok bikin ketawa-ketiwi… “

    Ada film kartun Tintin yang lucu banget, kalau gak salah judulnya ” Tintin dan Danau Hiu “. Sampai kepingkel-pingkel nonton videonya waktu itu, versi VHS lagi.. :) Setelah buku komiknya dijual, saya nggak tertarik lagi untuk baca. Soale nanti nggak marem kayak pas nonton film-nya.

    Kalau VCD Tintin, saya ada 2 di rumah, yaitu : “Tawanan Dewa Matahari” dan “Tintin dan Picaros”. Dibanding komiknya, film-2 Tintin sebenarnya cukup bagus, tapi karena imajinasi kita dipasung dengan harus mengikuti gambar demi gambar yang berlalu.

    Pengalaman nonton film yang diadaptasi dari komik atau novel, selalu berakhir dengan ‘ Ah.. sik asyik moco bukune.. ” Karena memang sulit untuk sutradara menyalin buku yang tebal ke dalam pita seluloid dengan durasi hanya 1.5 jam. Bahkan adaptasi itu sering dibelokkan dengan selera pasar. Satu yang paling kentara adalah sekuel “Hannibal” yang dimampatkan sedemikian rupa, sehingga alur di buku dan film berbeda dan di film-nya sangat jelas cita rasa Hollywood-nya..
    Lain lagi kalau dibuat dalam serial yang panjang, biasanya lebih bisa mendekatkan gambaran dalam buku dengan film itu sendiri..

    15. April 2008 - faiz.sahly
  14. senenganku biyen Tin Tin, Deni Manusia Ikan karo Trigan rek..
    liyan2e sing disebut nang tulisan iku yo seneng pisan..
    wow..kok sik nggado nang cergam…?
    (podo karo sing ngomong)

    16. April 2008 - omdhe
  15. @Dhek Ekoz, kalau kesenenganmu baca komik nurun ke putrimu, yo ora kaget kan ada pepatah mengatakan “anak ora ninggal lanjaran” & “buah jatuh tidah jauh dari pohonnya” he3.

    @Waktu SD, aku masih suka baca komik, tapi kok yo dah pada lupa judulnya. Makanya baca ceritamu disini jadi memicu ingatan lagi. kalau sekarang, kadang2 kalau kumpul2 aku saingan juga sama ponakan2 ikutan baca komik (ala jepang), cuman aku lebih suka baca novel. Untungnya kakakku yang mbarep (lulusan SMA kita juga tahun 1983) dulu kalo mudik oleh2 nya novel dan sampai sekarang dia kolektor novel dan karya sastra, jadinya aku suka pinjam deh. Murah Meriah khan he3. Aku dah cerita ke dia kalo ada blog ini lha kok dia malah nitip salam dan pesen sama temen2 disini katanya kalo kangen sama berita jawa timur, bisa akses korannnya dia di internet : “http://www.beritajatim.com” dasar wartawan he3. Oh ya nama kakaku “Dwi Eko Lokononto” panggilannya Lucky. Dia dulu jurusan IPA (tapi aku lupa IPA berapa). Ada yang kenal? Lho kok malah promosi kakaku dan korannya. hi3.

    16. April 2008 - triani widowati
  16. @ Mbak Wiwied,
    Badhe paring paleresan kangge paribasan ingkang panjenengan serat. Ingkang leres kados makaten : Kacang ora ninggal lanjaran.. :) Nuwun..

    16. April 2008 - faiz.sahly
  17. @ Faiz
    mbak wiwid lagi bikin plesetan kok malah dibenerin lho…..

    @ Mbak Wiwid….
    kalo novel aku suka S Mara Gd..yang detektif dengan setting Suroboyo iku…sedep banget..mengasyikkan…

    17. April 2008 - ekoz_guevara
  18. @ Ha3 aku gak nyalahno dhek Faiz emang aku gak konsisten. Yang kedua mau tak plesetkan juga tapi gak tego, lha mosok anak jatuh tidak jauh dari bapaknya. lak yo mesakne ICHA. he3.

    17. April 2008 - triani widowati
  19. kalo saya dibesarkan pada jaman komik Jepang mulai merajai dunia (jrieng…… ~pake musik latar biar seru~)

    komik favorit : Doremon (seri biasa dan seri petualangan), dan Conan (cerita detektip-e itu lho…)

    dr dulu pengen ngoleksi komik, tp sejak saya memiliki keinginan tersebut (kelas 5 SD sampe saya sekrg meh lulus kuliah) baru 3 komik Doremon yg berhasil saya kumpulkan wakakaka….

    sebenrnya komik yg pingin bgt bisa saya koleksi itu komik macam Tintin, Lucky Luke, Agent 212, ama Asterix…
    yg saya suka dr komik2 tersebut ialah betapa dalam 1 kotak gbr, selalu ada detil2 yg bisa kita nikmati… misal suasana yg menjadi banckgroundya, dan ceritanya sedrhana tp menghibur sangat…

    kalo komik Jepang kan selalu terfokus pd gambar karakternya, dan kadang abot nemen ceritane…

    19. April 2008 - imil
  20. ada yg suka ngikuti komiknya sawung kampret?
    bisa g ya di donlot? :D

    19. April 2008 - imil
  21. @ ekoz_guevara : kamu lulusan tahun brp? maklum aku baru2 aja buka. Ke blog anakku aja.
    izzah-lutchu.blogspot.com (anak pertama) atau, furqon-man.blogspot.com
    aku teman sebangku wiwid waktu di sma

    19. April 2008 - sungkawaningsih
  22. @Imil
    setuju mil komik jepang emag kalah di detil…bandingkan engan titin…di seri penerbangan 217..itu Bandara Kemayoran isok digambar nganti detil …sak pager ram-ramanya onok…Sawung kampet ada versi mayanya?…infokan ke pakdhe ya Mil…

    @Mbak Ningsih…
    aku angkatan 88 he..he..he

    20. April 2008 - ekoz_guevara
  23. @ Imil,
    Komik/Kartun dari Jepang memang punya klasifikasi untuk tiap segmen penggemarnya. Ada yang kategori anak, remaja dan dewasa (..parno..).
    Komik jepang punya gaya yang khas dengan cara bertutur yang beda pula dengan komik eropa/amerika.

    Seperti contohnya komik Crayon Shin Chan, yang di Jepang masuk kategori remaja. Entah saking bodohnya SDM RCTI, yang tega-2-nya memasukkan kartun ini untuk konsumsi anak. Padahal dari 1-2 kali nonton, kita sudah tahu seperti apa isinya. Apalagi jika sudah dikaitkan dengan budaya dan tata krama lokal, tentu bikin dahi berkerut.. :( Budaya paternal yang kuat di Jepang pun memunculkan pula komik Hentai alias komik berbau porno untuk konsumen (yang katanya) dewasa..;)

    Komik Jepang lebih menonjolkan bahasa gambar yang menampilkan ekspresi para tokohnya ketimbang detil adegan secara keseluruhan yang melibatkan komposisi gambar tokoh dan latar belakangnya. Aku pribadi lebih suka komik konvensional (eropa/amerika) yang lebih menarik dari segi penuturan ceritanya..

    20. April 2008 - faiz.sahly
  24. @Cak Eko
    Yang di tintin bener penerbangan 217? perasaan penerbangan 714? (ngono wae dibahas yo).
    @Cak Faiz
    Nek komik superhero macem Superman, Batman, Legion of Super Heroes, The New Teens Titans (yang ada raven, robin, cyborg, wondergirl dll) seneng gak? Ndisik aku biasa beli di Toko Buku Samudra jalan Sultan Agung (jaman iku sekitar 200-300 rupiah.. tapi nilai sakmono wis larang nggo aku) seneng gak sampeyan Cak? kan komik amerika…

    21. April 2008 - Rizal
  25. @ rizal,
    Iyo.. ralat kanggo Ekoz : Penerbangan 714 sing bener, cak..
    Nek komik Superhero aku yo seneng, tapi sing Legion of Super Heroes karo The New Teen Titans aku gak seneng, soale aku gak langganan, isone moco nyilih sing tuku, sing disilih tukune yo gak langganan dadine bingung karo crita-2-ne..

    Nek The Titans, seneng ra, Zal ?

    21. April 2008 - faiz_sahly
  26. For Rizal and Faiz…
    kalok komik Amrik yang paling tak senengi adalah THE PUNISHER….mantab….

    24. April 2008 - ekoz_guevara
  27. Saya alumni 92, 3 F 4. Ada anak 92 laen nggak?

    22. July 2008 - iis
  28. Wah bagaimana dengan majalah komik ? bgus gak

    kioskomik.blogspot.com

    30. July 2008 - ratno
  29. wah,asikny obrolanny,

    meskipun aku tau hampir semua judul komik2 jadul yg disebut, cuma beberapa yg baca: si buta dr gua hantu,tintin, lucky luke, 5 sekawan, trio detective, Musashi (dulu serial,ya aku puny yang sudah digabung jd 1 buku tebel, bagus)

    bagi mbak sevi,yg suka detective conan dan penggemar manga (cara bacany ma-ng-ga) bisa dibaca online,dalam bhs inggris, di
    http://www.onemanga.com

    sebab yg d indonesia jauh ketinggalan dengan disini.

    dimana bisa download komik2 masa kejayaan komik indonesia dulu?

    30. August 2008 - abc

Leave a Reply