Archive for April, 2008

Mellow.. dari masa ke masa..

April 19th, 2008

Kemarin saya melongok ke forum tetangga sebelah. Yang sedang diomongkan adalah booming band-band sekarang. Sebut saja nama Matta, Peterpan, Drive, Kangen Band, Pilot, Kapten, Vagetos, D’Masiv, Letto dan masih segudang nama lagi yang nggak bisa saya ingat, karena saya nggak punya albumnya dan nggak tertarik untuk mendengarkan lagunya.

Tahun 80-an dulu, kita semua ingat saat JK Records begitu berjaya dengan sederet wanita cantik sebagai artisnya. Mengusung lagu bertema cinta yang mendayu, merupakan senjata utama yang terbukti laris manis dibeli oleh konsumen musik kala itu. Bila diwawancara, para artis ini jujur mengakui bahwa lagunya melankolis dan cengeng, karena aransemen musik yang mengiringi mereka tidaklah se-kompleks musik sekarang.Tapi kepolosan dan kejujuran ini, membuat orang yang tidak suka dengan lagu-2 cengeng, juga memberi pengakuan tentang eksistensi musik dari artis-2 JK Records ini. Selain JK Records, janganlah dilupakan peran Rinto Harahap yang dengan gigih membawa panji-panji Lollipop. Meskipun diserang bahkan dicerca karya-2-nya, tapi Bang Rinto berani terus melaju dengan lagu-2-nya.

Memang, di masa-2 itu, agak susah untuk mendapatkan produser yang mau merekam dan mengedarkan album-2 lagu yang terbilang idealis. Kurangnya dukungan skill sound mixer di studio rekaman, membuat kualitas rekaman di Indonesia seperti tidak berkembang. Saya sering membandingkan, meski cuma membayangkan, tentang teknologi rekaman tahun 70-an dan 80-an ini. Anggap saja teknologi yang dipunyai studio-2 musik 80-an itu sama dengan studio musik di luar negeri tahun 65 – 70-an, ternyata mutu rekaman yang dihasilkan tidak bisa optimal. Karena saya ini penggemar musik Rock, otomatis yang jadi ukuran adalah suara gitar , keyboard dan gebukan drum. Ketiga instrumen ini yang dominan mewarnai sebuah lagu rock.

Rekaman tahun 80-an, apa pun lagunya, sentuhan sound mixer-nya masih mengacu pada sentuhan pop. Vokal penyanyi paling ditonjolkan, sementara instrumen lain ditampilkan dengan suara lamat-2 atau malu.. Pokoknya nggak boleh melebihi level suara Vokalisnya. Bagi yang punya kaset Nicky Astria-Jarum Neraka dan Tangan-tangan Setan, God Bless-Semut-Cermin dan Semut Hitam, SAS-Sirkuit dan sebangsanya, tentu merasakan bahwa lagu-2 rock direkam tidak terasa sangar dan menggempur. Suara gitarnya melempem dan mendhelep, Drum-nya berbunyi nanggung.. masih lebih mantap rekaman Kendhang Kempul.. :)

Seiring berjalannya waktu, musik Indonesia akhirnya semakin membaik baik kualitas maupun kuantitasnya. Rekaman Rock yang saya anggap punya standar Internasional dalam hal olah suaranya adalah Album “Jabrik”-nya Edane.. simak deh. Edane betul-2 eddaaannn.. Perbaikan kualitas ini merata di berbagai jenis musik, nggak cuma rock. Saat ini saya bilang, mutu rekaman lagu lokal sudah berani bersaing di level regional atau pun internasional. Lagu-2 lokal bakal meledak atau tidak, selanjutnya lebih tergantung dari kemampuan manajemen artis untuk mengelolanya.

Lalu apa kaitan intro tulisan ini dengan paragaraf lanjutannya ? Sekarang sudah Jaman Reformasi, dimana kebebasan Hak Azasi begitu dikedepankan, bahkan terkesan tidak lagi peduli dengan hak azasi orang lain. Mengacu pada kebebasannya orang-2 di barat sana, yang kadang dipahami secara mentah oleh orang-2 kita, membuat orang ingin menonjolkan diri ” It’s me.. Ini saya dan ini musik saya. Musik saya adalah musik saya, bukan musik seperti si A, si B dan si C…”

Nah band-2 kini sering malu-2 kucing untuk mengakui bahwa mereka ini sebenarnya band-2 cengeng seperti artis-2 era JK Records tadi. Hampir sama dan sebangun dalam pilihan rasa dan tema lagu. Kalau ditanya, kebanyakan akan ngakoni kalau musiknya itu ” Pop Rock ” atau ” Musik kami, ya musik kami.. ” :)

Yang meresahkan buat saya, banyak lagu-2 mereka yang seperti tema melegalkan “Selingkuh”. Cerita cinta antara pria dan wanita, dimana si Pria ternyata masih menaruh hati pada wanita selain pasangannya atau pun sebaliknya.. begitu umum untuk kita temui. Meski saya nggak bisa nyebut satu persatu, coba anda simak (bila sempat).. Mungkin  satu ayng bisa saya sebut lagunya Astrid ” Jadikan aku yang kedua.. ” atau Achmad Dhani dengan cuplikan lirik ” skali lagi maafkanlah aku, karena cinta kau dan dia.. “.. Saya tak hendak ngomong tentang poligami lho, tapi bila direnungkan.. Cinta terkesan jadi satu hal yang main-2 dan jauh dari tanggung jawab..

..ahh, pusiingg…. :(

Popularity: 25% [?]

Obat Jerawat Alternatif

April 17th, 2008

Cerita ini bisa merusak reputasi seorang teman sesama lulusan SMA satu, jadi tolong disebarluaskan he he. Caveat lainnya adalah cerita ini agak jorok, mohon maaf kalau menyinggung pembaca yang norma susilanya lebih ketat dari saya.

Waktu itu kami bertiga lulusan SMA1 baru diterima di UGM. Saya dan teman ini, sebut saja H main ke tempat kos seorang teman SMA1 lainnya, Rico Amanto yang juga pernah tampil di blog ini, di daerah Pogung Baru.

Dasar mahasiswa pemalas kurang kerjaan, kami akhirnya main kartu dg beberapa teman lain. Si H waktu itu sedang penuh jerawat dan sering mengeluh bahwa segala macam pengobatan ternyata tidak mujarab. Entah bagaimana Rico kemudian nyeletuk, Ke’ono kathok jerone arek wedho…iso waras, sambil terus main kartu.

Si H langsung menjawab “Mari, wis” , …kami semua terperangah mendengar jawabannya karena Rico setahuku cuma bergurau. Mari di sini dipakai dalam pengertian Jember, bukan dalam pengertian Yogya yang berarti sembuh. Si H waktu itu wajahnya masih seperti permukaan bulan.

Permainan kartu terhenti dan si H kemudian bercerita panjang lebar bagaimana dia mencuri celana dalam dari jemuran rumah kos campurnya. Rupanya dia meminta dua orang kawan sekosnya untuk berjaga-jaga sementara dia dengan gerak cepat menyambar jemuran. Bagi yang kenal kota Yogya, dia waktu itu kos di samping RS Sarjito di sebuah rumah yang kebanyakan dihuni mahasiswi berjilbab.

Aku jadi ingat cerita ini lagi karena baca posting Rico di salah satu halaman ini dan tertawa sendiri. Please excuse my immature sense of humour.

Jadi kalau anda pernah kehilangan jemuran, jangan-jangan dipakai si pencuri untuk pengobatan alternatif.

Oh ya, saya sudah lama sekali nggak ketemu si H tapi saya lumayan yakin dia gak akan marah karena cerita ini saya sebarkan.

Popularity: 21% [?]

DJEMBER …jaman Voor de Oorlog….

April 13th, 2008

Kantor Pos Jember Jaman Belanda Saat mampir di site multiplynya Johny Alfian Khusyairi (http://jalfian.multiply.com)….adiknya Anton Timur Alifandi dan Ivan Syahbana Khusyairi..ketemu tulisan bagus dengan gaya bahasa yang sangat jadul..voor de orloog…jaman Blendhe….atas Djasa baik daripada beliaow dapatlah cerita masa silam di upload… (katanya di dapat dari Suara Soerabaia tahun 1920 …check this out…

ini liputan wartawan soera soerabaia tentang kantor post Jember Tiong Gwan toelis:

Keadaan kota Djember sekarang ini keliatan bagoesnja. Di sini soedah banjak sekali didirikan roemah2 baroe, begitoelah roemah jang paling modern.Selainja itoe, semoea roemah bedak sekarang pada dirombak dan dibikin baroe. Kantoor post, jang kita tempo doeloe pernah oesik lantaran kotornja, hingga tiada pantes diseboet postkantoor, sekarang ini djoega tiada maoe ketinggalan. Tempo doeloe bila orang ada keperloean di kantor post selaloelah moesti saling mendesak, sebab tempatnja ada terlaloeh ketjil, tetapi sekarang aken diadaken anem local dan roeangannja aken lebih loeas lagi.

Tetapi sedang keadaan roemah2 pada berobah mendjadi baikan, adalah straatnja Djember selaloeh tinggal membikin poebliek poenja tjomelan. Bila ada toeroen oedjan ketjil sadja, soedah tjoekoep membikin straat Djember berobah mendjadi laoetan loempoer. Tetapi bila tiada toeroen oedjan, lantas itoe laoetan loempoer mendjadi kebon deboe, hingga bila ada angin sedikit sadja, lantas itoe deboe mengeboel ke antero djoeroesan. Ini tentoe sadja meroegikan bagi prikesehatan.Terlebih lagi bila ada auto djalan, wah, djangan harap orang bisa bernapas, bila tiada maoe makan deboe.Betoel sekarang ini di tepi-tepi straat orang moelain adaken solokan, tetapi tiada begitoe dalem, hingga satoe kali ada toeroen oedjan, aernja bila mengalir di sitoe solokan soedah tertoetoep loempoer poela.

Kita harep sadja ini keada’an bisa berobah.

sedangkan ini tentang masuknya listrik di Djember

Penerangan electris

Correspondent kita wartaken dari Djember. Semalem djoestroe taon baroe imlik bagi bangsa Tionghoa, antero lampoe electris di Djember lantas dikasi menjalah, jaito boeat pertama kalinja ini penerangan diadaken di Djember. Antero pendoedoek brada sanget girang dengen adanja ini verassing dari B.E.M. jang telah pilih hari begitoe djitoe boeat moelain kasi njalah penerangan terseboet.

Oeang abonement dari ini penerangan akan direken moelain 1 Maart j.ad. hingga itoe penerangan sedari sekarang dikasi dengan prodeo.

Dengan adanja ini lampoe electris didoega sang maling nanti mati koetoenja, sebab lama Djember memang terkenal ada tempatnja

yang paling menarik dari tulisan tentang Jember pada masa silam adalah bahasanya…yang sangat nostalgik…

kalo pengen liat Jember pada jaman koeno check this site… http://132.229.193.133/kitlv/servlet/proxy

Popularity: 27% [?]

Menyesal di Roti Sentral

April 13th, 2008

Sebagai selingan pecel dan sambel tempe, waktu kecil dulu dangkadang saya disuruh ibu beli roti di Toko Sentral di Jalan Raya.  Saya bicara zaman pra Wina Bakery ini, tapi waktu belum begitu banyak saingan pun, Roti Sentral gak gitu enak. Agak manis dan tak begitu padat berisi. Maaf kalau ada sodara pemilik Toko Sentral di komunitas ini. 

Ragam sajian roti Sentral saya sudah lupa tapi penjualnya saya ingat sampai sekarang.  Waktu itu dia sudah setengah tua dan tidak terlalu banyak bicara. Di tembok samping  terpampang foto berpigura ketika dia masih muda, dengan celana pendek putih dan kaos gelap menjabat tangan Presiden Sukarno.

Menurut bapak saya,  dia adalah The San Liong (Tee San Liong, nggak jelas ejaan yang betul).  Dari tulisan koran-koran, saya kemudian tahu bahwa dia adalah salah satu trio maut PSSI tahun 1950an,  Ramang-Djamiat Dalhar-San Liong.

Beberapa tahun lalu saya dengar/baca bahwa San Liong sudah meninggal dunia.  Sebagai penggemar sepakbola, saya menyesal tidak pernah berkenalan atau paling tidak berjabat tangan dengan dia.

Ketika saya ketik di Google, ternyata tidak banyak tulisan tentang dia, masih lebih banyak tentang  Phua Sian Liong alias Januar Pribadi.  Mungkin kawan-kawan di sini ada yang lebih tahu tentang dia?

Saya kira dia merupakan salah satu tokoh besar asal Jember. Kalau meminjam analogi Manchester United, Ramang-Djamiat-San Liong ibarat holy trinity Denis Law-George Best- Bobby Charlton.

Orang Jember lainnya yang saya ingin kenal adalah Mulyadi alias Ang Tjing Siang, finalis All England tahun 1973 pemain Piala Thomas. Juli nanti sambil pulang ke Jember, sesudah makan pecel lele di Lestari, saya ingin berfoto sama dia.

Popularity: 21% [?]

KOMIK……gak ada matinya….

April 12th, 2008

Godam ” …maka dipadang pembantaian itu bergabung seluruh kekuatan baik dan jahat di dunia untuk menuntaskan demdam kesumat antara ,mereka….di faksi kebaikan tampak Godam,Gundala,Maza,Aquanus,Kapten Mlaar yang dibantu jagoan-jagoan dari negara manca seperti Superman,Batman,Robin,Captain America,Sun Go Kong,Wonder Woman mempersiapkan serangan terakhir ke kubu kejahatan yang dimotori oleh Lex Luthor,Penguin,Octopus dan semua tokoh kejahatan. yang ada di dunia……”

itulah secuplik ingatan tentang perang dahsyat yang penghabisan dari sequel GODAM yang berjudul”BRUTAL”….aku begitu terlarut dari kedahsyatan aura permusuhan yang muncul dari gambar-gambar komik tersebut…sementara teman-temanku menggeloso di lantai rumah budeku yang dingin…Jember 1985 siang yang panas pada bulan puasa…adalah saat yang paling enak untuk membaca bareng-bareng komik-komik yang kami pinjam dari persewaan komik keliling yang 2 kali dalam seminggu menyambangi rumah budeku di Jl.Hassanudin Tugu itu…saat-saat berjuang menahan lapar tak terasa lagi…kaena larut dari kedahsyatan cerita-cerita dari komik tersebut….

Persewaan komik keliling adalah sebuah rombong ukuran 1 meter X 3 meter yang penuh sesak dengan berbagai macam komik,novel,buku cersil…dengan roda gerobak warna biru..sementara mas yang mempunyai persewaan adalah sosok umur 30 tahunan dengan baju lengan panjang,celana jeans cutbray ato kadang celana corduroy yang aksi…dipadu padan dengan kacamata rayban yang keren….rambutnya sebahu dengan gaya mumbul…kayak gaya penyanyi vicky vendy ( penyanyi top pada taun itu dari Sorbejeh)….dengan kesabaran yang luar biasa dia akan melayani kami-kami yang banyak maunya tetapi seret duitnya..he..he..he…

Kalo hari Rabu ato kamis siang (bubar sekolah) dari jauh terlihat …rombong warna biru ber gethebang-gedhebang mendekati Tugu Hassanudin..maka kita bersicepat merogoh kantong celana,ato lemari bahkan merengek kepada orang tua kami untuk diberi recehan buat urunan sewa komik…kita ber enam (aku dan 5 sepupuku) selalu urunan untuk bisa menyewa komik-komik kesenangan kita….soal siapa yang baca duluan ..dilakukan dengan bergilir…befitupun yang menentukan mo pinjam apa hari itu juga bergilir…… komik favorit kami adalah komik superhero asli Indonesia kayak Gundala,Godam,Maza,Aquanus dan Kapten Mlaar yang dibesut Hasmi….sayang aku lupa apa saja yang menjadi favoritku Beberapa yang jadi favorit lainnya adalah

Serial Si Tolol dan Jaka Sembung…karangan Djair…walau gambar komiknya gak sebagus Wid NS ato Jan Mintaraga tetapi ceritanya yang bersetting jaman VOC cukup menggetarkan dan membius kita-kita semua… “jaka sembung naik ojek…” pantun yang terkenal ini menunjukkan seberapa banyak fans jagoan dari Kandanghaur itu…

Serial silat dengan gambar romantik karangan Jan Mintaraga..aku lupa tokohnya…yang aku ingat dia mempunyai ilmu :P ukulan Tanpa Wujud”..gambar komiknya luarbiasa indah..

Serial Si Buta dari Goa Hantu dan Mandala dari ganes TH.. pokoknya kita begitub terhanyut dalam cerita-cerita yang menegangkan tersebut….kehebatan Ganes TH melakukan deskripsi daerah di tanah air membuat penasaran..allhamdulillah akhirnya aku sempat liat Kota Donggala yang menjadi setting cerita “PRAHARA di DONGGALA”..kota pelabuhan terkenal di teluk Palu ini memang menyimpan bangunan-bangunan kuno seperti yang digambarkan oleh beliau…wah….hebat pokoknya…

Kesukaannku pada komik bisa dibagi dalam beberapa episode…

Saat SD ..bacaan favoritku adalah Album Cerita Ternama…cerita-ceritanya sangat bermutu dengan gambar yang begitu mempesona …antara lain…Taras Bulba, Quo Vadis, The Three Musketeers, petualangan Old Shaterhand, Spartacus dll…..selain itu juga menyenangi komik yang ada di majalah seperti Kerajaan Trigan,STORM ato Coki Si pelukis cepat yang ada di majalah HAI..ato jagoan bola Roel Dijkstra….juga Deni si manusia ikan yang ada di majalah BOBO

saat SMP..bacaan favoritku adalah komik seperti Godam,Si Buta dari Goa Hantu,Mandala,Deni Manusia ikan dll…Selain itu udah mulai merambah ke komik mancanegara seperti Lucky Luke ..ato Petualangan Tin-Tin.karya Herge…dari “Harta Jarun Racham Merah”..”penerbangan 714″ yang bersetting Indonesia….sampai “Lotus Biru”….Sejuta topan badai adalah ungkapan favorit kami dari serial Tintin ini….pada saat SMP aku juga jadi anggota Perpustakaan Daerah yang di mesjid lama AL Baitul Amiin..disini aku pinjam Novelnya Karl May seperti petualangan Old Shaterhand dan Winnetou, Kara Ben Nemsi, dll…..

Saat SMA…mulai meninggalkan komik dan beralih kebacaan yang lebih banyak tulisannya dibandingkan gambarnya…kayak cersilnya Kho Ping Hoo…mulai Bu Kek Siansu, Bu Punsu dll…sehingga saat kita ngobrol dan bercanda mulai memasukkan idiom-idiom kho ping hoo misalnya kalo ada temenku yang play boy…pasti dipanggil Jay Hwa Cat (durjana pemetik Bunga)..kalo ada temanku ditolak cewek..maka cewek itu disebul MO Li (iblis wanita)..hua..ha..ha pada jaman SMA ini juga..mas si pemilik persewaan keliling membolehkan kita untuk meminjam novel Nick Carter atao novel dewasa lainnya kayak Marga T atau Ashadi Siregar yang novelnya “Cintaku di Kampus Biru” menndorongku untuk kuliah di UGM…he..he..he

Saat kuliah di UGM..bacaan favoriku adalah komik komik Jepang (Mangga) kayak Kungfu Boy, Slam Dunk, dll…komik adalah sarana pelepasan kejenuhan yang mengasyikkan pokoknya..disamping bacaan novel berat kayak Suro Bulldog,Forsythe,dll..yang kupinjam din persewaan depan Fotocopy Apollo di Jl.Kaliurang…..

Bagaimana serunya jaman komik yang mengharu biru jaman 1980an … ini ada kutipan dari TEMPO

Pembaca komik penghujung tahun 1960-an hingga awal 1980-an sangat mengenal nama Wid N.S., bersanding dengan nama-nama komikus besar semacam Yan Mintaraga (Rhapsody Dalam Sendu), Teguh Santoso (Sandhora ), Ganes T.H. (Si Buta dari Goa Hantu), Hans Jaladara (Panji Tengkorak), Hasmi (Gundala Putra Petir). Nama Wid kondang lewat seri komiknya, Godam. Saat itu Godam mencuri perhatian pecinta komik yang umumnya remaja, dari judul seri Tirani Biru di Negeri Godam, Black Magic, Sang Kolektor, Bocah Atlantis, Mentjari Djedjak Majat, hingga Mata Sinar X Godam.

Demam tokoh Superman di Amerika Serikat merambah ke Indonesia, salah satunya lewat sosok Godam. Tapi, Wid tak larut dengan kecenderungan menggarap bentuk figur superhero yang terinspirasi figur komik Amerika, semacam Superman atau Spiderman, dengan proporsi bentuk fisik Eropa: dada bidang, wajah cenderung muda. Wid justru menjadikan sosok Godam dan tokoh di dalam komiknya dengan bentuk fisik Asia. “Godam adalah superhero Melayu dengan fisik Melayu,” kata Hasmi, komikus dan sekaligus sobat kental Wid. Tak heran figur Godam terasa lebih membumi dan berhasil memuaskan fantasi remaja pecandu komik superhero berjubah yang membasmi kejahatan. “

kalo sekarang,…aku sih masih senang komik…tapi yang bernilai edukasi ..kayak Tele tubbies,dll…he..he..he..maksudnya harus suka karena itu adalah komik kesukaan Icha yang setiap saat disodorin ke aku…untuk dibacakan sebagai teman mo tidur…jika terdengar suara Icha ” ..apak..apak… abbies..abbies..lalaa..pooo…” sambil menyeret komik Teletubbiesnya…itu berarti tugas mulia untuk membacakan komik yang telah berulang-ulang kita bacakan …mesti dibaca ulang.lagi..untuk kesekian kalinnya..he..he..he…

kayaknya anakku akan meneruskan hobby baca komik….sehingga bapaknya bisa ngampung moco…hidup komik……..

komik opo favoritmu duluuuuuurrrrrrrrr ?????????

Popularity: 36% [?]

Sekilas info ‘Stroke’ terkini

April 3rd, 2008

Tulisan ini sekedar berbagi informasi tentang Stroke, yang merupakan manifestasi gangguan fungsi tubuh yang disebabkan kelainan di otak dan timbulnya tiba-tiba. Juga terinspirasi oleh tulisan mbak Wiwid yang luar biasa menyentuh, suatu pengalaman hidup yang mengharu biru dan cerita yang sangat sering saya dengar dari keluarga pasien yang mengalami serangan stroke.

Tanpa basa basi, beberapa hal yang perlu diketahui sebagai faktor resiko stroke adalah:

  1. Faktor resiko yang tidak dapat diubah, yaitu
    • genetik, artinya orang yang mempunyai riwayat keluarga menderita stroke berpotensi untuk terkena stroke;
    • orang yang sudah pernah kena stroke, beresiko terkena stroke lagi (berulangnya dalam kurun waktu 5 tahun mencapai 15%-40%);
    • usia yang bertambah tua cenderung lebih beresiko.
  2. Faktor resiko yang dapat diubah, artinya dapat dikelola dan diperbaiki, misalnya pola hidup yang tidak sehat dan tidak seimbang seperti kurang olahraga, merokok, obesitas, minum alkohol berlebihan, penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kolesterol tinggi dan kencing manis/diabetes. Dari faktor-faktor di atas, yang tersering menimbulkan serangan stroke adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, diabetes dan merokok.

Waspadai gejalanya. Satu ciri khas gejala stroke adalah timbul mendadak tanpa ada keluhan sebelumnya. Beberapa gejala yang perlu dikenali adalah rasa baal/lemah di wajah, kaki, tangan yang timbul mendadak, terutama pada satu sisi tubuh (kadang hal ini tidak disadari oleh penderita), sulit memakai alas kaki, sulit memakai pakaian atau tiba-tiba terjatuh. Bicara menjadi pelo, sulit mengerti pembicaraan dan sulit bicara, mulut mencong, gangguan penglihatan, nyeri kepala hebat, tidak sadar atau kehilangan keseimbangan (beberapa gejala dialami oleh suami mbak Wiwid). Pada keadaan tertentu, bisa juga disertai muntah hebat dan mengompol.

Stroke merupakan kasus gawat darurat, sehingga harus segera ditangani. Karena semakin dini mendapatkan penanganan medis maka kerusakan otak yang sifatnya berat dapat dihindari. Periode waktu 3 jam setelah serangan adalah periode emas untuk melakukan penanganan stroke, karena masih ada kesempatan waktu untuk menyelamatkan kerusakan sel otak yang terjadi.

Perlu diketahui juga bahwa anggapan jika stroke adalah milik mereka yang usia tua adalah tidak tepat, karena usia mudapun termasuk rentan terkena stroke. Waspadalah!

Istilah mencegah lebih baik daripada mengobati adalah suatu hal yang amat mungkin dilakukan. Tak perlu biaya mahal untuk mencegah stroke, cukup dimulai dari hal sederhana dalam aktivitas sehari-hari, misalnya:

  1. Periksa rutin tekanan darah, kadar gula, kolesterol darah secara rutin. Sesekali pemeriksaan jantung.
  2. Jika sudah menderita penyakit-penyakit tersebut di atas, pastikan untuk selalu rutin kontrol ke dokter dan mengkonsumsi obat secara teratur.
  3. Stop merokok saat ini juga.
  4. Hindari alkohol.
  5. Olahraga rutin, dianjurkan yang ringan namun rutin, bukan yang berat namun jarang.
  6. Konsumsi makanan sehat yang rendah lemak, rendah garam, tinggi serat.
  7. Jika obesitas, mulailah program diet, kalau perlu konsultasi dengan dokter. (Lain waktu aku akan menulis pengalaman melawan obesitas, ‘the true story’ )
  8. Waspada dan kenali gejala stroke seperti di atas, jika terjadi segera cari pertolongan dokter.

Inti dari tulisan di atas adalah mencegah dan mengelola faktor resiko merupakan cara yang paling tepat untuk mencegah serangan stroke. Semoga bermanfaat buat semua. Jaga nikmat kesehatan yang sudah diberikan Allah buat kita. Dan semoga sehat selalu buat kita dan orang-orang terdekat yang kita cintai. Amin.

(disarikan dari ‘Dokter Kita’, Jan 2008)

Salam dari Sidoarjo.

Popularity: 21% [?]

STROKE NYARIS MERENGUT NYAWA SUAMIKU (by: Triani Widowati)

April 1st, 2008

Penyakit stroke sebenarnya telah aku kenal jauh sebelum aku menikah, karena bapakku (almarhum) pernah terserang stroke sampai 3 kali. Namun sungguh aku tidak pernah menyangka kalau penyakit itu juga akan menyerang suamiku.

Kejadiannya memang sudah sekitar 3 tahun lalu, tapi dampaknya sungguh luar biasa pada suamiku, hingga saat ini dia belum pulih 100%, namun kami sungguh sangat beruntung karena Allah masih memberi kesempatan suamiku untuk sembuh, tetap hidup, dan lebih dekat dengan-Nya.

Sejak awal semestinya kami harus hati2, karena beberapa kali kalau suamiku salah makan, tensinya akan naik. Kalau tidak enak badan, kami pergi ke dokter, nebus obat dan sembuh. Sebenarnya beberapa dokter telah menyarankan agar selalu minum obat untuk mengontrol hipertensi. Namun suamiku menganggap enteng dan sempat marah2 karena dia tidak mau tergantung dengan obat apalagi kalau harus minum obat setiap hari. Mungkin karena dia merasa akan bisa jaga makanan dan mengimbangi dengan olah raga cukup.

Akan tetapi saat kami “didapuk” jadi panitia di acara pernikahan famili pada hari minggu tanggal 1 Mei 2005 di Graha Sativa Dolog Jatim, suamiku bener2 tergoda dengan secara diam2 (tanpa sepengetahuanku) makan daging kambing (kambing guling).

Setelah acara tersebut, besoknya (hari senin) suamiku masih bisa mengantar adikku ke Juanda untuk kembali ke Jakarta. Dan sempet menjemput aku di kantor. Akupun sudah pesankan tiket untuk suamiku ke Jakarta pada hari minggu Tanggal 8 Mei 2005 {sudah janjian sama kakaknya suamiku (yang juga berprofesi pelukis) untuk ikut bantu2 di acara pameran lukisan kakak di Jakarta dan sekalian ingin survei / cari tempat untuk pameran lukisan suamiku}.

Semestinya kami harus waspada atau pergi ke dokter saat hari selasa malam & rabu malam suamiku bilang kakinya kram2 (padahal ternyata maksud suamiku itu kakinya kesemutan). Dan agak aneh juga karena tidurnya pulas banget seperti orang kecapean. Tapi sama sekali kami tidak menyadari akan adanya bahaya yang mengancam. Hari Kamis saat dia jemput aku di kantor (jam 6 sore) dia bilang kepalanya pusing. Akupun santai aja, aku fikir dia lagi manja dan aku bilang kalau kepalaku juga pusing (emang lagi pusing sih he3) dan langsung nyelonong ke parkiran. Kami pun sempat mengisi bensin. Namun saat melaju beberapa saat (sampai depan bioskop Surabaya Teater) suamiku bilang kalau pusing banget dan akupun baru sadar kalau suamiku bener2 pusing berat. Akhirnya kamipun berhenti didepan bioskop Surabaya Teater. Akupun mulai memperhatikan dia dan tanya2 makan apa tadi, badannya panas apa enggak dll. Setelah berhenti sejenak, suamiku bilang kalo sudah mendingan dan ngajak langsung pulang aja. Baru beberapa meter melaju, mobil kami sudah nyrempet kendaraan lain untung yang kami srempet nyantai aja dan meneruskan perjalanan. Tapi feelingku sudah tidak enak, aku bilang ke suamiku “jangan pulang dulu, kita ke DKS (Dewan Kesenian Surabaya) aja” (pikirku kan kalau istirahat di sana lebih aman, dan disana banyak teman kalau ada apa2 kan banyak yang nolong). Akhirnya suamiku tidak jadi ambil jalur kanan (ke arah tol) namun jalan terus. Aku mulai panik saat suamiku nyetirnya oleng lagi aku pun memutuskan untuk berhenti lagi. Sedih juga rasanya kenapa aku nggak bisa nyopir dan selama ini nggak mau belajar nyopir. Tapi suamiku bilang nggak papa kan DKS dah deket. Tapi waktu tak bilang ya udah pakai sabuk pengaman lagi, anehnya suamiku kayak orang bingung cari2 di dashboard dan bicaranya dah gak jelas. Aku panik banget dan bilang kita naik taxi aja. Tapi suamiku bilang gak papa pelan2 aja, dan terus nyetir sambil tak bantu pegang setir karena takut oleng lagi. Lega banget ketika kami sampai DKS tapi ternyata waktu mau masuk ke DKS situasinya pas ramai sedangkan kondisi suamiku dah kelihatan lemas, akhirnya tak putuskan kami terus sedikit dan masuk ke parkiran Gedung DPRD tingkat II (sebelahnya DKS/ sebelah Bioskop Mitra). Begitu mobil berhenti, suamiku langsung pingsan. Akupun lari cari bantuan ke satpam Gedung. Akhirnya suamiku digotong masuk Gedung dan akupun mulai nelpon keluargaku sambil nangis dan panik luar biasa. Posisi kakakku ternyata dah sampai rumah (Sidoarjo), adikku masih di Kantor (Gresik), akupun telpon kakak suamiku yang untungnya posisinya pas berada di Surabaya. Alhamdulilah tidak begitu lama kakak iparku datang dan langsung mengantar ke PUSURA (yang baru aku sadar kalau hanya berada di seberang jalan). Begitu aku lapor, suster langsung membawakan kursi roda, namun baru aja masuk Pusura, suster bilang “Bu, bapak ini sudah lumpuh separuh, bapak terkena serangan stroke, sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapat penanganan serius” rasanya seperti tersambar petir bener2 aku shock luar biasa, namun aku harus berusaha tetep tenang dan berpikir cepat untuk menyelamatkan suamiku.

Aku putuskan ke Rumah Sakit terdekat (Dr Sutomo) dan langsung ke Unit Terpadu. Alhamdulilah ada 2 dokter yang langsung menangani suamiku dengan serius , akupun hanya bisa menangis, berdo’a dan memohon dokter untuk menyelamatkan suamiku. Untung dokternya sangat cekatan dan berbaik hati memberikan penjelasan tentang kondisi suamiku, memberikan saran2 dan menenangkan aku. Ternyata suamiku memang kena serangan Stroke (pendarahan di otak). Dokter bilang untung suamiku segera dibawa ke Rumah Sakit kalau sampai terlambat sedikit saja bisa fatal akibatnya dan penyembuhan akan lebih baik dilakukan dengan cara pengobatan, cuman kami harus bersabar karena itu membutuhkan waktu agak lama dan suamiku harus dirawat di rumah sakit paling tidak 3 mingguan untuk pengobatan dan memantau pendarahan otaknya. Jika dilakukan Operasi, resikonya bisa lebih besar apalagi suamiku masih relatif muda (waktu itu 39 tahun). Agak lega juga karena ada harapan suamiku bisa sembuh dan kami akhirnya mendapat kamar di Unit Stroke (Khusus untuk penderita Stroke) dan adikku pun datang menenangkan aku, membantu mengambilkan mobil yang kami parkir di depan Gedung DPRD tingkat II dan mengambilkan uang. Kakak Ipar dan keluarganya pun pulang ke Tuban dan adikku tak minta pulang aja karena besoknya dia kan harus ngantor, meski ngeri juga sebenarnya tinggal sendirian nunggui suami sakit di kamar rumah sakit yang besar. Tapi aku harus tetep tegar dan kuat.

Besoknya, aku pulang ke rumah diantar adikku ambil barang2 yang diperlukan di rumah sakit (biar gak riwa riwi). Satu minggu aku ambil cuti. Dan selanjutnya, rumah sakit menjadi rumah ke dua, karena berangkat ke kantor dari rumah sakit & pulang kantor langsung ke rumah sakit termasuk aktivitas mandi, makan, tidur dll. Untungnya Sibu (Ibu Mertua) yang sangat aku sayangi dan sangat menyayangi aku, datang dari Pacitan (dikabari kakak) dan ikut menemani di Rumah sakit. Ibuku sendiri sengaja tidak kami kabari dulu (takut kaget) karena juga memiliki Hipertensi dan posisi beliau pas berada di Jakarta.

Alhamdulilah kami mendapatkan dokter yang sangat baik dan telaten “Prof.dr. Saiful Islam” specialist syaraf, juga dokter lain dan para perawat yang ramah dan baik hati. Dua minggu suamiku tidak boleh duduk ataupun berdiri (hanya berbaring saja). Sehingga akupun harus sigap mengurus mandinya (seka), buang air kecil ataupun besar. Repotnya, suamiku tidak bisa bicara (pelo) dan ternyata lupa akan istilah2 dan nama2 benda. Seringkali kalau mau buang air kecil (pipis) dia hanya kaget dan kasih isyarat sampai aku harus mengajari untuk bisa bilang “pipis” atau (maaf) “pup/eek” karena sungkan ama suster karena sering ganti sprei. Tapi ya tetep aja belum bisa bilang pipis atau eek jadinya aku harus menunjukkan 2 alat penampung untuk bisa dipilih. Aku paling seneng kalau yang bagian mandiin pas cowok, jadinya aku bisa istirahat dan mengurus yang lain. Kalau dimandiin cewek, kasihan suamiku, dia pasti sungkan banget. He3.

Trenyuh juga waktu dokter Saiful datang dan kasih salam “Assalamuaikum”, suamiku hanya bisa tersenyum dan menjawab “ya”. Ditanya nama, apalagi alamat, sama sekali tidak bisa menjawab. Masih alhamdulilah suamiku masih bisa kenal aku dan bisa menyebut “istri saya”. Dia juga masih mengenal keluarga namun tidak bisa menyebut namaku maupun nama2 yang lain. Ada kejadian lucu, waktu dokter nunjukin gambar kelinci dan Tanya “gambar apa ini pak ?” suamiku jawab “istri saya” begitu juga waktu menunjuk foto lukisan kuda, suamiku jawab “istri saya” ha3 jadinya dokter, perawat, dokter2 muda dan kami semua pada tertawa. Ternyata suamiku hanya bisa ngomong “Ya” & “istri saya” dan ajaibnya beberapa hari kemudian suamiku bisa melafalkan surat “alfatikah” dengan lengkap dan bisa memanggil aku “adhek” (kebiasaannya memanggil aku dengan adhek). Tapi tetap saja tidak bisa menjawab salam dari dokter (baru sadar kalo kami di rumah memang tidak terbiasa mengucap salam. He3).

Meskipun perkembangan memory suamiku sangat lambat, namun aku sangat bersyukur karena hampir tiap hari ada perkembangan baik. Karena suamiku juga hobi menyanyi kami diminta bawa Tape recorder dan membawa kaset2 kesukaan suami. Kalau dari kamar pasien lain sering terdengar suara tangisan (ada yang meninggal) atau pengajian atau teriakan. Tapi dari kamar kami sering terdengar lagu “You raise me up” atau “kasih tak sampai (padi)” dari Tape Recorder yang diikuti dengan paduan suara dari para dokter muda & suster yang membimbing suamiku untuk mengingat lagu2 kesayangannya. Usaha dokter lumayan berhasil, suamiku bisa menirukan notasinya (tapi cuman hem4) tanpa bisa melafalkan kata2 nya.

Ada juga pengalaman cukup menakutkan, pada tengah malam atau dini hari suamiku terkadang ketakutan dan tak lama kemudian ada suara teriakan dan tangisan dari kamar lain (pasti ada yang meninggal). Akupun harus pinter2 menenangkan dan menutup pintu kamar rapat2. Kalau ada pasien yang sudah gawat, perawat akan kasih tau ke aku untuk siap2 ada suara2 jeritan dari kamar lain, dan biasanya aku akan menutup kamar rapat2 dan menghidupkan lagu dengan volume kecil untuk suamiku, sekedar mengalihkan perhatiannya. Biasanya yang meninggal itu pindahan dari rumah sakit lain (rumah sakit lain sudah angkat tangan) atau pasien stroke yang terlambat dibawa ke rumah sakit (dengan kasus pendarahan otak dengan cc yang sama dengan suamiku ada yang meninggal).

Setelah 2 minggu lebih, suamiku boleh duduk, boleh jalan2 aku dorong pakai kursi roda lihat2 sekeliling rumah sakit dan harus menjalani latihan terapi jalan. Alhamdulilah dengan susah payah bisa jalan tapi tetap harus kami papah jangan sampai jatuh. Hampir sebulan di Rumah Sakit, akhirnnya suamiku diperbolehkan pulang oleh dokter.

Oh ya, selama kami di rumah sakit, kendaraan kami terpaksa ikut nginep disana dan karena atas kemurahan hati pihak rumah sakit, kendaraan bisa kami pindahkan di dalam rumah sakit ikut parkir di parkir khusus dokter2. he3 (karena di rumah sakit ternyata tidak boleh parkir/ninggalin mobil terus menerus).

Kami pulang pakai kendaraan kami sendiri disopiri kenalannya kakak yang bekerja di rumah sakit.

Agak lega kami dah bisa berada di rumah. Namun perjuangan ternyata masih berat karena harus melatih suami menyebut benda2 yang ada di rumah. Mulai ini tembok, meja, kursi, piring, gelas dll, juga agar mengingat namanya sendiri (Hary Soebagyo) dan alamat rumah, dan karena suamiku berubah menjadi sangat sensitive dan emosional rasanya duniaku jadi terbalik-balik. Kami harus rutin kontrol ke dokter dari seminggu sekali, dua minggu sekali dan akhirnya satu bulan sekali. Juga kontrol ke labaratorium. Sudah tak ku hitung lagi berapa banyak biaya yang telah kami keluarkan apalagi kami harus riwa riwi naik taxi. Tapi melihat perkembangan suamiku semakin membaik ada rasa puas dan bersyukur yang luar biasa.

Dengan berjalannya waktu, dr,Saiful memintaku untuk melatih suamiku lebih mandiri lagi. Akhirnya kalo mau kontrol dokter, aku ijinkan dia ke kantorku sendirian naik Taxi atau bemo (jadi aku gak perlu pulang dulu dan bisa menghemat waktu dan uang taxi). Awalnya suamiku diantar sama pembantu. Lalu diantar pembantu sampai Joyoboyo. Lama2 bisa mandiri.

Ada banyak kejadian lucu, waktu aku dikantor, tiba2 suamiku telpon tanya aku sambil panik “dhek, tempat berkumpulnya bemo2 itu apa ya “? Untung aku cerdas “ Joyoboyo ta” ? Suamiku langsung seneng dan bilang oh ya, ya,ya langsung nutup telpon. Ternyata dia habis beli cat lukis dan bingung cari bemo jurusan joyoboyo tapi dia lupa namanya. He3. Dia juga jadi takut sama hujan dan petir. Kalo nyebut hujan “air yang jatuh” kalo menyebut pesawat “ yang terbang di atas” tapi giliran Tanya “tempat berkumpulnya pesawat” (maksudnya juanda) dia bisa ingat kata pesawatnya he3.

Sekitar satu setengah tahun kemudian, suamiku sudah banyak kemajuan akupun memberanikan diri bilang ke dokter kalo tabungan kami dah menipis gimana solusinya mengingat obatnya suamiku yang sangat mahal itu. Alhamdulilah dokter tidak marah dan beliau memberikan obat generik untuk darah tinggi dan kolestrolnya. Untuk obat syarafnya tidak bisa generic tapi dicarikan yang lebih murah. Demikian juga untuk vitamin mata.

Aku senang sekali waktu suamiku bisa sms lagi, meski kalau nulis atau balas sms masih lama banget. Diapun mulai bisa menyanyi meski sepotong-sepotong. Lagu pertama yang berhasil dia ingat dan dinyanyikan dengan lengkap adalah “ Tanah Airku” yang syairnya : “Tanah air ku tidak kulupakan, kan terkenang selama hidupku, biarpun saya pergi jauh dst” terharu juga karena bisa jadi itu bukti kalo dia cinta banget sama negeri ini. He3. Dia juga sudah bisa nyetir lagi, awalnya seputar perumahan, meningkat ke supermall (dekat rumah), ngantar aku ke kantor, ke sidoarjo dan ke gresik. Tapi terus terang aku sebenarnya kalo boleh memilih jangan nyetir dulu, tapi gimana lagi kan dia juga perlu memulihkan kepercayaan diri lagi. Cuman kalo malam hari, dia harus hati2 karena ternyata ada gangguan di luas pandangannya (penyempitan luas pandang). Kamipun agak lega karena suamiku tidak ada penyakit kencing manis. Semoga saja penglihatan suamiku bisa pulih total. Amin.

Setelah hampir tiga tahun suamiku berjuang melawan dampak stroke, alhamdulilah, kesabaranku mulai berbuah. Dia sudah mulai lebih sabar, bicara sudah lancar, lebih bersemangat hidup, aktif melukis lagi dan yang lebih penting, jadi rajin sholat. Secara fisik sepertinya dia sudah sehat namun masih ada kelemahan di memorynya. Memory yang lama2 ingat duluan. Memory yang baru2 ada beberapa yang belum pulih misalnya sampai sekarang dia belum bisa menyanyikan lagu2 favoritnya yang dia sukai sebelum stroke. Dia juga belum bisa ambil uang di ATM, dan meski membaca sudah mulai lancar, namun masih dieja seperti anak SD. He3. Tapi kami tidak boleh putus asa, kami yakin seiring berjalannya waktu, semuanya akan semakin membaik. Amin Ya Robbal Alamin.

Dikesempatan ini ijinkan sekali lagi kami mengucapkan syukur yang tak terhingga kepada Allah yang masih memberikan kesempatan suamiku hidup, terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dr.Syaiful Islam, para dokter, perawat dan petugas di RS Dr.Soetomo, Satpam di gedung DPRD II Surabaya, Petugas/suster di Pusura, keluarga besarku, keluarga besar suamiku, dewan direksi kantorku yang meluangkan waktu bezuk dan memberi obat china, rekan2 kantorku, rekan2 pelukis, beberapa kolektor lukisan, dan semua pihak yang sudah mencurahkan perhatian, bantuan, dorongan semangat dan doanya. Semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah diberikan kepada kami. Amin.

Banyak hikmah yang bisa kami ambil dari pengalaman tersebut a.l Kami semakin dekat dengan-Nya, aku semakin perhatian dan sayang ke suamiku (he3), kami lebih berhati2 menjaga makanan kami, aku lebih mandiri dan menjadi wanita yang kuat, aku jadi lebih berani naik bemo kemana-mana. Semoga pengalaman hidup kami ini, bisa bermanfaat buat pembaca & rekan2 semua untuk lebih berhati-hati. Wassalam.

Popularity: 45% [?]