SEBUAH KERINDUAN

(Malam Jumat 20 Maret 2008)

Merinding aku dibuatnya ,ketika wajah wajah syahdu itu melantunkan -sebuah doa, berjamaah, dan penuh makna …… Tampak tatapan mereka seolah-olah jauh kesana. Menatap sebuah kerinduan………….. Kerinduan atas kekasihnya, yang telah membentangkan cahaya keimanan. Dari madinah bahkan terasa sampai di ujung timur pulau Jawa,Maka Selawatpun mengema………….. Terbayang olehku siroh perjalanannya. Terbayang olehku penghambaanya………

Ketika pintu syurga telah terbuka seluas luasnya sebagaimana dijanjikan Alloh Swt untuk baginda. Beliau masih sempat berdiri, rukuk dan sujud diwaktu sepi dimalam hari. Meski kakinya menjadi bengkak untuk kemahuan jiwanya yg tinggi Sayidatina Aisyah pernah bertanya, “Ya Rasululloh, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?” Dengan kelembutannya beliau bersabda, “Ya Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba Nya yang bersyukur.”

Subhanalloh…

(mudah mudahan kita bisa mencontohnya……….)

Terbayang sekali lagi olehku akhlaknyaYang ketika pakaiannya koyak, beliau menambal tanpa menyuruh istrinya Sayidatina Aisyah Ra pernah bercerita, “Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.” Jika mendengar Adzan beliau segera ke Masjid & segera kembali sesudahnya.

Dan pernah suatu ketika beliau pulang kerumah dalam kondisi yg lapar tapi tak menemukan apa-apa, maka Nabi bertanya, “belum ada sarapan ya Khumairoh?” Aisyah Ra pun menjawab, “Belum ada apa-apa ya Rosululloh.” Lantas Nabi berkata, “Kalau begitu hari ini aku puasa.” Tanpa sedikitpun tergambar rasa kesal di wajahnya. Karena Nabi pun pernah bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap istrinya.” Subhanalloh… (mudah-mudahan termasuk kita…)

Tersadar olehku sepotong hadist, “Sampaikan pesanku walau sepotong ayat.”

Dan saat ini Ya Rosululloh aku telah menyampaikanya walau lewat sepengal cerita

Selawat dan Salam untuk mu.

(ROFIQ BALUNG)

13 thoughts on “SEBUAH KERINDUAN”

  1. rindu kami padamu yaa rasul…matur nuwun cak, wis dielingno akan kecintaan pada rasul kita Muhammad SAW… emang itulah kualitas Rasul kita…malu rasanya kita ngaku jadi umatnya tapi belum tergerak untuk banyak meneladaninya… rasul melakukan qiamul lail sampai kakinya bengkak sebanyak sebelas raka’at tanpa pernah dia tinggalkan semalam pun,,,LAYAK SEKALI KALAU BELIAU BISA MERUBAH DUNIA HANYA DALAM WAKTU 23 th… lantas kita? yang belum pernah rutin qiyamul lail, berapa tahun akan bisa merubah dunia?… rindu kami padamu yaa rasul…rindu tiada terkira

  2. berapa jarak, darimu ya Rasul Serasa dikau di sini….

    Aku yang sering mendengar namanya dari semula aku suka nguping waktu di SD (karena memang gak boleh keluar), yang kemudian berlanjut menjadi kegiatan aneh ketika menyentuh SMP dan SMA dengan perilaku teman2 yang mengimaninya..sampai kadang yang kutahu bahwa semuanya gak jauh dari identiknya islam dengan tahlilan2 yang tak mampu kupahami.

    Dapatkah kami, membalas cintamu, secara sewajarnya….Lahirnya ternyata membawa banyak berkah buat alam semesta, Dakwahnya cukup luar biasa, kelembutan dan kecintaannya pada umatnya mengesankan…dan perlahan aku belajar mencintainya…meski belum sepenuhnya mampu meneladaninya secara utuh tuh…

    at least…aku bisa merasakan kehadirannya dalam kehidupanku karena cinta Illahi

  3. Mumpung momentumnya pas.. Maulid Nabi Muhammad SAW.. mari kita memperbanyak shalawat atas nabi Muhammad SAW, dan senantiasa mentauladani apa yang sudah dicontohkan beliau sesuai konteks keislaman dan kemasyarakatan saat ini.

    last but not least.. Selamat Hari Raya Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ..khususnya bagi muslimin/muslimat yg merayakannya (..soalnya ada juga faham/ madzhab yg mengharamkannya)

  4. Allohumma sholih ala Muhammad wa ala ali Muhammad, ayo rek podo ilinggo, waktu kita mungkin sudah beranjak siang atau mungkin sudah mendekati senja. kesuwon Cak

  5. Waah, tulisan bagus, Rofiq…..!!. Mudah2an kita bisa mendapat lebih dari sekedar membaca, tetapi juga berusaha menerapkan. Kalau dikembangkan, bisa jadi Kang Abik 2 ini.

  6. Jazakumulloh Khairon, mudah – mudahan banyak manfaat disetiap pertemuan kita ini.Salam untuk Semuanya. Wss

  7. Weeee…kang abik2..bisa nambah tema perfilman islanm kita entar, karena kabarnya bakal ada film baru lagi, menyusul ayat-ayat cinta yang cukup fenomenal…dan semoga tetep fenomenal juga…Terusno fiq

  8. Terimakasih, Bu Ika dan Bu Wido, mudah-mudahan diberikan kesabaran, ketenangan dan keluasan hati, karena luasnya dunia tidak menjamin keluasan hati kita.

  9. semoga dengan kerinduan kita bertemu dengan Rosulullah menambahkan keimanan kita dan keistiqomahan kita dalam ISLAM dan Jalan Dakwah… tetap semangat saudaraku… Allahu Akbar

    salam ukhuwah dan silaturahim dari lampung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *