<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kematian yang sia-sia&#8230;</title>
	<atom:link href="http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/</link>
	<description>Alumni Berkisah tentang Jember</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Feb 2012 09:52:44 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: faiz</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/comment-page-1/#comment-1403</link>
		<dc:creator>faiz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 06:28:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/#comment-1403</guid>
		<description>&lt;p&gt;Masalah jalan berlubang sedang jadi sorotan. Bahkan sampai ada pengamat sing ngomong &quot; Jangan bikin jalan kalau nggak bisa bikin drainase yang baik &quot; Karena mayoritas penyebab kerusakan jalan, katanya karena tidak ada drainase yang memadai. Terutama sekarang ini, dimana perbandingan volume got, resapan air dan volume air yang melintas sangat tidak seimbang. Akhirnya, dibiarkanlah air berlarian di jalanan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Bangsa kita ini sebenarnya bangsa yang mandiri dan pemaaf. Sifat itulah yang sering dimanfaatkan penguasa bila ada masalah dalam pelayanan masyarakat. Kasus jalan berlubang, biasanya berakhir dengan &quot; Diharapkan agar masyarakat lebih berhati-hati melintasi jalan X.. &quot;. Sementara dari si korban biasanya bergumam &quot; Ah, itu kan salahku yang kurang hati-2.. &quot;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kemandiriian ini juga terbukti bila terjadi banjir atau bencana, serta merta mereka berusaha mengurus hidupnya sendiri, sekalipun bantuan yang dijanjikan tak pernah sampai..&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ada benarnya kalau banyak pejabat negeri ini yang menunjukkan sifat &quot; AhlunNaar &quot;. Maaf ini bukan ndhisiki kersa, tapi label apa yang lebih tepat bila seorang yang mestinya jadi ABDI NEGARA ( bukan ABDEE NEGARA-nya SLANK.. ), justru tidak mengabdi untuk negara dan rakyatnya ? Itu kan khianat terhadap amanat yang diembankan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Inti dari semua pekerjaan sebenarnya adalah MELAYANI bukan ? Kalau cuma saling lempar kesalahan dan merasa bahwa pejabat = pemerintah = penguasa = yang cuma bisa perintah sana-sini.. Itulah yang bikin kacau tatanan kemasyarakatan kita..&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jadi buat para pejabat, kalau sekarang anda tidak melayani masyarakat dengan baik dan tidak merasa bertanggung jawab atas amanat yang anda emban, ingatlah bahwa Tuhan itu Maha Adil sak poolee.. Kealpaan anda sekarang tetap akan berbuah nantinya..&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah jalan berlubang sedang jadi sorotan. Bahkan sampai ada pengamat sing ngomong &quot; Jangan bikin jalan kalau nggak bisa bikin drainase yang baik &quot; Karena mayoritas penyebab kerusakan jalan, katanya karena tidak ada drainase yang memadai. Terutama sekarang ini, dimana perbandingan volume got, resapan air dan volume air yang melintas sangat tidak seimbang. Akhirnya, dibiarkanlah air berlarian di jalanan.</p>

<p>Bangsa kita ini sebenarnya bangsa yang mandiri dan pemaaf. Sifat itulah yang sering dimanfaatkan penguasa bila ada masalah dalam pelayanan masyarakat. Kasus jalan berlubang, biasanya berakhir dengan &quot; Diharapkan agar masyarakat lebih berhati-hati melintasi jalan X.. &quot;. Sementara dari si korban biasanya bergumam &quot; Ah, itu kan salahku yang kurang hati-2.. &quot;.</p>

<p>Kemandiriian ini juga terbukti bila terjadi banjir atau bencana, serta merta mereka berusaha mengurus hidupnya sendiri, sekalipun bantuan yang dijanjikan tak pernah sampai..</p>

<p>Ada benarnya kalau banyak pejabat negeri ini yang menunjukkan sifat &quot; AhlunNaar &quot;. Maaf ini bukan ndhisiki kersa, tapi label apa yang lebih tepat bila seorang yang mestinya jadi ABDI NEGARA ( bukan ABDEE NEGARA-nya SLANK.. ), justru tidak mengabdi untuk negara dan rakyatnya ? Itu kan khianat terhadap amanat yang diembankan.</p>

<p>Inti dari semua pekerjaan sebenarnya adalah MELAYANI bukan ? Kalau cuma saling lempar kesalahan dan merasa bahwa pejabat = pemerintah = penguasa = yang cuma bisa perintah sana-sini.. Itulah yang bikin kacau tatanan kemasyarakatan kita..</p>

<p>Jadi buat para pejabat, kalau sekarang anda tidak melayani masyarakat dengan baik dan tidak merasa bertanggung jawab atas amanat yang anda emban, ingatlah bahwa Tuhan itu Maha Adil sak poolee.. Kealpaan anda sekarang tetap akan berbuah nantinya..</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: afton</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/comment-page-1/#comment-1398</link>
		<dc:creator>afton</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 23:35:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/#comment-1398</guid>
		<description>&lt;p&gt;@cak ekoz  
karena sudah kadung di &#039;suudz dzon&#039;i, yo wis tak metungul ae.. :)&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;@for all 
sebagai sesama wong jabodetabek, gue (..caile) sangat bisa memahami &#039;jeritan hati&#039; mas ivan khusyairi. memang disono Pemkot, Pem prov dan Dep PU biasanya saling lempar bola, jika ada protes masyarakat ttg jalan2 yg rusak. warga jabodetabek sudah sangat kreatif menyikapi jln2 yg berlubang2 ini, dalam sebuah demo di Tangerang, lubang2 itu dicemplungi lele dan ditanam gedebog pisang, demo di Bekasi bahkan menggelar &#039;happening art&#039; berupa lomba renang di lubang lubang besar tersebut. sebuah refleksi yang sanggup membuat kita yg lewat menahan geli sekaligus menahan sedih. 
tapi by the way, masih ada yang belum berubah di jakarta, kalo di sekitar daerah mas Ivan banyak Jalan yang Berlubang-lubang,  di daerah Parung, Mangga Besar ,Binaria atau &#039;redlight area&#039; lain di jakarta masih banyak Lubang yang Berjalan-jalan... hehe&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;@ivan 
salam buat mas Anton&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@cak ekoz  
karena sudah kadung di &#039;suudz dzon&#039;i, yo wis tak metungul ae.. <img src='http://sma1jember.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>

<p>@for all 
sebagai sesama wong jabodetabek, gue (..caile) sangat bisa memahami &#039;jeritan hati&#039; mas ivan khusyairi. memang disono Pemkot, Pem prov dan Dep PU biasanya saling lempar bola, jika ada protes masyarakat ttg jalan2 yg rusak. warga jabodetabek sudah sangat kreatif menyikapi jln2 yg berlubang2 ini, dalam sebuah demo di Tangerang, lubang2 itu dicemplungi lele dan ditanam gedebog pisang, demo di Bekasi bahkan menggelar &#039;happening art&#039; berupa lomba renang di lubang lubang besar tersebut. sebuah refleksi yang sanggup membuat kita yg lewat menahan geli sekaligus menahan sedih. 
tapi by the way, masih ada yang belum berubah di jakarta, kalo di sekitar daerah mas Ivan banyak Jalan yang Berlubang-lubang,  di daerah Parung, Mangga Besar ,Binaria atau &#039;redlight area&#039; lain di jakarta masih banyak Lubang yang Berjalan-jalan&#8230; hehe</p>

<p>@ivan 
salam buat mas Anton</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sujak</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/comment-page-1/#comment-1385</link>
		<dc:creator>sujak</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 11:13:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/#comment-1385</guid>
		<description>&lt;p&gt;hek..hek..hek...saiki jenenge dudu sate lalak maneh wis cak rizal....sate mankoman...sing dodol podho loro moto kabeh wis....mergo kakean mendelik nyunduki satene...&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hek..hek..hek&#8230;saiki jenenge dudu sate lalak maneh wis cak rizal&#8230;.sate mankoman&#8230;sing dodol podho loro moto kabeh wis&#8230;.mergo kakean mendelik nyunduki satene&#8230;</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizal</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/comment-page-1/#comment-1381</link>
		<dc:creator>Rizal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 08:57:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/#comment-1381</guid>
		<description>&lt;p&gt;@ Cak Sujak 
Wah ternyata Cak Sujak sangat peduli dengan kesejahteraan para penjual sate.. 
Wisata sate di Jalan Niaga Pamekasan apa masih rame  Cak? ... Ukuran Sate lalernya apa masih kecil, jangan-jangan udah jadi sate nyamuk saking mahalnya bahan baku-nya....jadi diperkecil...&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Cak Sujak 
Wah ternyata Cak Sujak sangat peduli dengan kesejahteraan para penjual sate.. 
Wisata sate di Jalan Niaga Pamekasan apa masih rame  Cak? &#8230; Ukuran Sate lalernya apa masih kecil, jangan-jangan udah jadi sate nyamuk saking mahalnya bahan baku-nya&#8230;.jadi diperkecil&#8230;</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sujak</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/comment-page-1/#comment-1376</link>
		<dc:creator>sujak</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 01:19:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/#comment-1376</guid>
		<description>&lt;p&gt;...sing paling repot wong dodol sate van...berok2 &quot;te..satte sappolo kak&quot; durung mari rombonge malek dhisik kenek bolongane dalan...wong piro sing nangis nang omah mulih gak nggowo duit.....&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;sing paling repot wong dodol sate van&#8230;berok2 &quot;te..satte sappolo kak&quot; durung mari rombonge malek dhisik kenek bolongane dalan&#8230;wong piro sing nangis nang omah mulih gak nggowo duit&#8230;..</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ivan</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/comment-page-1/#comment-1366</link>
		<dc:creator>ivan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 17:11:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/#comment-1366</guid>
		<description>&lt;p&gt;Mumpung aku lagi pengen serius nich. Ini artikel yang tempo hari aku kirimkan di milis angkatan, tulisan oleh mas Andre Vitchek, komplitnya lihat di websitenya aja..&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;JAKARTA, INDONESIA - A SINKING GIANT?   &lt;a href=&quot;http://www.worldpress.org/Asia/2875.cfm&lt;/p rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&quot;&gt;www.worldpress.org/Asia/2875.cfm&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;potongan-potongannya (highlight)seperti ini: 
&#8230; 
Disaat hampir semua kota-kota utama lain di Asia Tenggara menginvestasikan dana besar-besaran untuk transportasi publik, taman kota, taman bermain, trotoar besar, dan lembaga kebudayaan seperti museum, gedung konser, dan pusat pameran, Jakarta tumbuh secara BRUTAL dengan berpihak hanya pada PEMILIK MODAL dan TIDAK PEDULI akan nasib mayoritas penduduknya yang MISKIN. 
&#8230;. 
Sepertinya Jakarta tidak punya perencana kota, hanya ada pengembang swasta yang tidak punya respek atau kepedulian akan mayoritas penduduk yang miskin (mayoritas besar, tak peduli apa yang dikatakan oleh data statistik yang seringkali DIMANIPULIR pemerintah). Kota Jakarta praktis menyerahkan dirinya ke sektor swasta, yang kini nyaris mengendalikan semua hal, mulai dari perumahan hingga ke area publik. 
&#8230; 
...Bus-bus kuno yang berpolusi sudah sepenuhnya dilarang beroperasi di Hanoi , Singapura,  Kualalumpur, dan Bangkok . Jakarta ? Berkat korupsi dan pejabat pemerintahan yang tak kompeten, Jakarta tenggelam dalam kondisi yang berkebalikan dengan kota-kota tersebut&#8230;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kalo memang kayak gini mau ngomong gimana nich pemdanya?..&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mumpung aku lagi pengen serius nich. Ini artikel yang tempo hari aku kirimkan di milis angkatan, tulisan oleh mas Andre Vitchek, komplitnya lihat di websitenya aja..</p>

<p>JAKARTA, INDONESIA &#8211; A SINKING GIANT?   <a href="http://www.worldpress.org/Asia/2875.cfm</p rel="nofollow">&#8220;></a><a href="http://www.worldpress.org/Asia/2875.cfm" rel="nofollow">http://www.worldpress.org/Asia/2875.cfm</a></p>

<p></p>

<p>potongan-potongannya (highlight)seperti ini: 
&hellip; 
Disaat hampir semua kota-kota utama lain di Asia Tenggara menginvestasikan dana besar-besaran untuk transportasi publik, taman kota, taman bermain, trotoar besar, dan lembaga kebudayaan seperti museum, gedung konser, dan pusat pameran, Jakarta tumbuh secara BRUTAL dengan berpihak hanya pada PEMILIK MODAL dan TIDAK PEDULI akan nasib mayoritas penduduknya yang MISKIN. 
&hellip;. 
Sepertinya Jakarta tidak punya perencana kota, hanya ada pengembang swasta yang tidak punya respek atau kepedulian akan mayoritas penduduk yang miskin (mayoritas besar, tak peduli apa yang dikatakan oleh data statistik yang seringkali DIMANIPULIR pemerintah). Kota Jakarta praktis menyerahkan dirinya ke sektor swasta, yang kini nyaris mengendalikan semua hal, mulai dari perumahan hingga ke area publik. 
&hellip; 
&#8230;Bus-bus kuno yang berpolusi sudah sepenuhnya dilarang beroperasi di Hanoi , Singapura,  Kualalumpur, dan Bangkok . Jakarta ? Berkat korupsi dan pejabat pemerintahan yang tak kompeten, Jakarta tenggelam dalam kondisi yang berkebalikan dengan kota-kota tersebut&hellip;</p>

<p>Kalo memang kayak gini mau ngomong gimana nich pemdanya?..</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: faiz_sahly</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/comment-page-1/#comment-1354</link>
		<dc:creator>faiz_sahly</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 13:57:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/#comment-1354</guid>
		<description>&lt;p&gt;Kepada warga blog, mari rapatkan barisan, tundukkan kepala dengan khidmat, sejenak kita renungkan bersama peristiwa di sekitar kita, sambil melantunkan :&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Tuhan kirimkanlah kami, 
Pemimpin yang baik hati,  
yang punya hati nurani, 
yang peduli kami,&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Terima kasih, 
Sekian..&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada warga blog, mari rapatkan barisan, tundukkan kepala dengan khidmat, sejenak kita renungkan bersama peristiwa di sekitar kita, sambil melantunkan :</p>

<p>Tuhan kirimkanlah kami, 
Pemimpin yang baik hati,  
yang punya hati nurani, 
yang peduli kami,</p>

<p>Terima kasih, 
Sekian..</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ekoz_guevara</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/comment-page-1/#comment-1353</link>
		<dc:creator>ekoz_guevara</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 13:05:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/#comment-1353</guid>
		<description>&lt;p&gt;opo Zal..sak nDayak Koprak?...hua..ha..ha... 
kudune ..wong sak taeknya ndayak koprak...gitu lhoa..hua..ha..ha jok pan-mesopan sampiyan... 
hua..ha..ha....&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;(sorry zal setiap membaca komentnya the three mas kenthir...aku selalu pakek  senyum-senyum MODE ON)&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>opo Zal..sak nDayak Koprak?&#8230;hua..ha..ha&#8230; 
kudune ..wong sak taeknya ndayak koprak&#8230;gitu lhoa..hua..ha..ha jok pan-mesopan sampiyan&#8230; 
hua..ha..ha&#8230;.</p>

<p>(sorry zal setiap membaca komentnya the three mas kenthir&#8230;aku selalu pakek  senyum-senyum MODE ON)</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ivan</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/comment-page-1/#comment-1352</link>
		<dc:creator>ivan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 12:18:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/#comment-1352</guid>
		<description>&lt;p&gt;@Sev.. 
hahaha..gak tau ngerti aku serius yo.. iki mergo gregetan ae..Sebenarnya ini berkaitan erat dengan kehidupan kita berbangsa dan bernegara 10, 20, 30 dst tahun kedepan.. sudah bukan jamannya lagi negara mempermainkan kata &quot;hak &amp; kewajiban&quot; seperti pada pelajaran PMP, P4, PSPB dsb..yang seringkali lebih dititik beratkan pada kata kewajiban warga negara..  
Kalo pimpinan tidak peka terhadap hak-hak rakyatnya dan kewajiban yang harus diemban sebagai seorang pimpinan.. mau dibawa kemana negara ini 10, 20, 30 tahun mendatang.. globalisasi sudah menjalar kemana-mana, bahkan Cina &amp; Vietnam yang pada saat jaman kita SMP dan SMA (80an) kita pandang sebelah mata sekarang sudah sangat maju (terutama China) karena niatan mensejahterakan rakyatnya.. 
Belum lagi ngomongin investasi negara lain.. tanpa insfrastruktur yang memadai? Sekarang semua negara berusaha mengundang investasi dari luar negeri yang diharapkan menciptakan banyak lapangan kerja.. 
Belum lagi..? 
Belum lagi..? 
aaah..banyak dech..&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Sev.. 
hahaha..gak tau ngerti aku serius yo.. iki mergo gregetan ae..Sebenarnya ini berkaitan erat dengan kehidupan kita berbangsa dan bernegara 10, 20, 30 dst tahun kedepan.. sudah bukan jamannya lagi negara mempermainkan kata &quot;hak &amp; kewajiban&quot; seperti pada pelajaran PMP, P4, PSPB dsb..yang seringkali lebih dititik beratkan pada kata kewajiban warga negara..  
Kalo pimpinan tidak peka terhadap hak-hak rakyatnya dan kewajiban yang harus diemban sebagai seorang pimpinan.. mau dibawa kemana negara ini 10, 20, 30 tahun mendatang.. globalisasi sudah menjalar kemana-mana, bahkan Cina &amp; Vietnam yang pada saat jaman kita SMP dan SMA (80an) kita pandang sebelah mata sekarang sudah sangat maju (terutama China) karena niatan mensejahterakan rakyatnya.. 
Belum lagi ngomongin investasi negara lain.. tanpa insfrastruktur yang memadai? Sekarang semua negara berusaha mengundang investasi dari luar negeri yang diharapkan menciptakan banyak lapangan kerja.. 
Belum lagi..? 
Belum lagi..? 
aaah..banyak dech..</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizal</title>
		<link>http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/comment-page-1/#comment-1350</link>
		<dc:creator>Rizal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 11:30:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sma1jember.info/2008/03/kematian-yang-sia-sia/#comment-1350</guid>
		<description>&lt;p&gt;Cak eko wis berburuk sangka karo aku.. 
padahal aku sudah berniat hanya akan berkometar kalo memang perlu.....(Baru niat.lho.. jangan diartikan lebih.. maksude opo iku yo). 
Aku setuju dengan Mas Ivan... kalo dijalan pas berangkat kerja atau jalan-jalan terus lewat jalan yang rusak, pasti aku misuh-misuh, dan menurutku orang lain juga akan berbuat yang sama. 
Dalam &#039;misuhku&#039; aku kadang mikir/berdoa &quot;Ya, Allah, semoga orang yang berkuasa tapi tidak tergerak hatinya untuk segera memperbaiki jalan yang rusak ini, sehingga mengganggu hajat hidup sedemikian banyak orang, Kau berikan imbalan yang setimpal&quot;. 
Nek cuma Rizal sing ndungo, mungkin gak ono artine, tapi wong sak ndayak koprak (akeh banget maksude).. berdoa hal yang sama, dalam kondisi terhina dan teraniaya, ..Wah apa jadinya ya? 
Katanya orang yang teraniaya dan dan berjamaah, doanya makbul...(Mohon fatwa-nya kepada Gus Faiz)&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cak eko wis berburuk sangka karo aku.. 
padahal aku sudah berniat hanya akan berkometar kalo memang perlu&#8230;..(Baru niat.lho.. jangan diartikan lebih.. maksude opo iku yo). 
Aku setuju dengan Mas Ivan&#8230; kalo dijalan pas berangkat kerja atau jalan-jalan terus lewat jalan yang rusak, pasti aku misuh-misuh, dan menurutku orang lain juga akan berbuat yang sama. 
Dalam &#039;misuhku&#039; aku kadang mikir/berdoa &quot;Ya, Allah, semoga orang yang berkuasa tapi tidak tergerak hatinya untuk segera memperbaiki jalan yang rusak ini, sehingga mengganggu hajat hidup sedemikian banyak orang, Kau berikan imbalan yang setimpal&quot;. 
Nek cuma Rizal sing ndungo, mungkin gak ono artine, tapi wong sak ndayak koprak (akeh banget maksude).. berdoa hal yang sama, dalam kondisi terhina dan teraniaya, ..Wah apa jadinya ya? 
Katanya orang yang teraniaya dan dan berjamaah, doanya makbul&#8230;(Mohon fatwa-nya kepada Gus Faiz)</p>]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

