Bedu Jadi Bupati Jember

14 March 2008 by ariek Jember, rek!

Serial Asbun

“Selamat Pagi, semua…….! Perkenalkan, nama saya Bedu Harikoe. Selama lima tahun kedepan, saya akan menjadi Supervisor bapak-bapak semua ”. Itulah kalimat pertama Bedu yang diucapkan didepan semua Kepala Dinas di lingkungan Kabupaten Jember. Yaa…. sekarang Bedu sudah jadi Bupati Jember untuk periode 2010-2015. Meski sehari-harinya dia hanyalah seorang Supervisor sebuah Perusahaan Obat, tetapi dengan sistem politik saat ini, yang memungkinkan adanya Calon Independent, menjadikan dia punya kesempatan jadi Bupati. Tentunya ini juga buah dari pohon investasi politik Bedu selama belasan tahun. Hampir setiap hari, selama belasan tahun itu, Bedu mengurusi “Partai Independent”-nya menjadi partai politik “beneran”. Setelah pulang dari kerja, dia rajin mengunjungi temen-temennya masyarakat Jember (dia selalu menyebut Masyarakat Jember dengan ‘Teman-temannya’). Dari satu desa bergerak ke desa yang lain, begitu setiap hari…. sampai tuntas 12 tahun tidak ada satu desa-pun di kabupaten Jember yang belum dikunjunginya. Di setiap desa yang dikunjungipun, dia hanya menemui orang-orang yang tidak beruntung disitu, karena miskin materi, sakit, panen gagal bahkan orang yang mau dicerai suami/istrinya. Mereka diajak ngobrol, berhaha-hihi….. karena memang hanya itulah yang dia bisa dan mampu dilakukan. “Bapak-bapak semua, mulai hari ini, setiap pagi dan sore kita briefing… ” Setelah briefing pagi, bapak-bapak akan jalan ke lapangan sesuai rute yang sudah saya siapkan. Menemui orang-orang yang sesuai dengan bidang tugas bapak-bapak”. Contoh, bapak yang jadi Kepala Dinas Pendidikan, harus mengunjungi sekolah-sekolah SD-Perguruan Tinggi yang tersebar di seluruh Jember ini. Setiap hari harus mengunjungi minimal 20 sekolah dengan tingkat kesuksesan kunjungan 50%. Sukses yang dimaksud adalah bapak berhasil mengatasi masalah di setiap sekolah yang dikunjungi itu.” “Bapak-bapak akan saya bekali dengan lembar kerja harian yang berisi nama-nama orang atau pihak-pihak terkait yang dikunjungi.” Bedu menunjukkan selembar kertas ukuran kwarto yang berisi kolom-kolom yang harus diisi. “Di bagian kolom yang paling kanan, jangan lupa untuk minta tanda tangan dari orang yang bapak kunjungi.” Karena dunia Bedu adalah dunia Sales, maka yang dia tahu ketika diangkat menjadi Bupati adalah bahwa semua PNS, dari staff sampai Kepala Dinas adalah “Salesman” dia. Apa yang dilakukannya selama jadi Supervisor, dia terapkan saja ketika jadi Bupati. Dengan umur yang hampir masuk setengah abad, praktis dia sudah hampir 30 tahun ‘berkarir’ di dunia jual menjual barang itu. Setelah 25 tahun bekerja jadi Salesman, dia diangkat jadi Supervisor. Itupun sebenarnya karena bossnya kasihan saja melihat Bedu. Lha wong temen-temen Bedu sudah ada yang jadi Manager, bahkan direktur di beberapa perusahaan. Bedu tetap aja jadi Salesman. Dan yang mengherankan bossnya, dia tidak pernah mengeluh dengan kerjaannya itu. Makanya sebagai bentuk penghargaan, 5 tahun lalu, Bedu diangkat jadi Supervisor. Sekarang genap 1 bulan Bedu jadi Bupati Jember. Semua Kepala Dinas melaksanakan apa yang sudah diprogramkan Bupatinya. Mereka nggak ada pilihan lain, karena Bupati Bedu tidak ada kompromi. ” Take it or Leave it…..!”. Itu kalimat satu-satunya yang diucapkan sang Bupati kalau ada keluhan dari KaDinas-nya (karena itulah satu-satunya kalimat Inggris yang dia tahu). Persis seperti yang selalu diucapkannya saat jadi Supervisor ke Salesmannya. Sekarang para Kepala Dinas diminta untuk menyampaikan hasil kunjungan ke seluruh pelosok Jember. Dan hasilnya memang bervariasi. Ka-Dinas Pertanian, misalnya, dia benar-benar bisa menceritakan dengan detail apa sebetulnya yang diharapkan Petani selama ini. Bahkan dia juga bisa menyebutkan nama-nama petani tersebut, seolah dia sudah kenal lama. Dia juga bisa membedakan, mana petani beneran, petani penggarap, petani pengusaha (atau pengusaha petani), petani jadi-jadian (yang hanya muncul pada saat ada bantuan subsidi pupuk dari Pemerintah) dan buruh tani. Ka-Dinas Perdagangan, bisa mencatat dengan persis, siapa biang keladi fluktuasi harga sembako yang buat rakyat Jember sengsara. Tapi, ketika ditanya, apa yang akan dilakukan setelah ini, dia hanya senyam senyum, “Aaah…….Pak Bupati, kayak nggak tahu aja…..?!”. Dan, senyam senyumnya berubah semakin keras, menjadi tertawa terbahak-bahak. Nggak berhenti……!!. Oalah……….!!, pak Ka-Dinas sepertinya sudah hidup didunia lain….. dunia dimana antara kenyataan dan khayalan sudah tidak bisa dibedakan. Bupati Bedu hanya bisa mengelus dada……!!. Apa yang terjadi dengan Jember dimasa pemerintahan Bedu…..?. Apakah rakyatnya semakin makmur atau bahkan semakin kacau balau…..?. Aaah…. Bedu sendiri tidak terlalu peduli. Sang Bupati terus menjalankan kebijakannya. Siapa suruh Supervisor jadi Bupati. He…he….he…….

Jogjakarta, 14 Mar 2008. Jam 22.00

Disclamer : tulisan diatas adalah fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, waktu dan tempat adalah kebetulan belaka. Maafkan daku……!! Namanya juga Asbun. Asal Bunyi.

Popularity: 30% [?]

Print This Post Print This Post

10 Responses

  1. Tulisan iki iso jadi inspirasi buat para medrep yang sering berkunjung ke tempatku. Siapa tahu rutinitas kunjungan ke dokter bisa jadi awal buat mereka untuk meniti karir di dunia politik.
    Thanks Rik, tulisane mantap, menggelitik, mengena banget. Jangan2 iki rintisanmu untuk jadi cabup Jember periode 5-10 tahun lagiya?. Tak dukung wis…
    Kayaknya karena bantingan mbayar hosting, arek2 sekarang jadi lebih suka menulis mergo wis kayak omahe dewe.

    15. March 2008 - sevi
  2. @Bu Sevi
    Setuju… jadi tambah rame wae

    @Cak Ariek
    Mengutip komentar Cak Faiz disebelah, banyak pejabat yang seharusnya menjadi abdi negara, melayani masyarakat lakok malah membuat masyarakatyang harus melayani dirinya. Kalo alumni SMA kita akan melakukan hal yang sama gak ya?
    Setahuku dari Radar Jember beberapa waktu lalu, salah seorang alumni SMA angkatan 92 (Abdullah Azwar Anas, anggota DPR dari PKB) sempat didengung-dengungkan akan dijadikan Bakal Calon Wakil Bupati Bondowoso, tapi gak tahu perkembangan selanjutnya. Rasanya gak terlalu jauh mimpinya kalo suatu saat nanti teman-teman kita ad yang jadi Bupati Jember.

    15. March 2008 - Rizal
  3. ….kak rizal…saingan sareng kauleh toreh acalon bupati mekkasan…sae kak…
    nyara misami mamakmuragi pedagang kripik tangguk, kripik tette ben pethes mera..

    15. March 2008 - sujak
  4. @Kak Sujak
    Kauleh tak andik ambisi deddi Bupati Mekkasan.. sabab Bupati puneka cuman cocok kanggui oreng bini’… menabi oreng lake’ se cocok deddi Pakpati.. tak..iye..

    17. March 2008 - Rizal
  5. aku melu wae rik…soale ketoke bedu ne yo wis jelas heehee…buat masukan juga buat teman2 yang sekarang pejabat dan menjabat semoga bisa mengambil hikmah dari tulisanmu yg luar biasa itu, at least untuk dirinya sendiri

    18. March 2008 - ika
  6. Kebayang nek Bupatine koncone dewe…Ngko nek programe gak jalan opo mulai macem-macem sing nggak genah.. Awake dewe tinggal telepon opo SMS… “Cuk..ngomongmu wae gedhe pas kampanye..Iki dalan mbok dibenakno sing bener..”
    Enak tenan… muring-muring ning bupati….

    19. March 2008 - Rizal
  7. Tulisan yang luar biasa…
    another Umar Kayam Style….
    mau dibilang Chauviistis ato gimana…aku sangat-sangat bermmpi ada alumni SMA 1 Jember jadi bupati di Jember…
    dsan dia akan jadi pemimpin yang membaanggakan…
    kayak Gamawan Fauzi (Solok skrg Gub Sumbar), Rustrinngsih (Kebumen) ato Untung Saroyo (Sragen) yang dapat menjadikan daerahnya begitu “berbeda” dibanding pwndahu;unya tanpa ada isu jelek diseputar mereka…..
    semoga aaaaaada BEDU sing bener yang akan jadi bupati Jember….
    jangan terjadi tragedi Beddu Amang (kabulog) yg masuk penjara karena kasus GORO…..

    dari Yogya warnet

    19. March 2008 - ekoz_guevara
  8. Coba baca jawapos hari ini http://jawapos.co.id/index.php? act=detail&id=10249 betapa kaya dan lugunya Jember kita ini

    01. April 2008 - Rizal
  9. @Rizal
    itulah zal, kalo kebiasaan “ganti menteri, ganti kurikulum” juga diterapkan di daerah..
    lha investor Lapter itu kan Abah Samsul, mana mungkin cak Jalal mau nerusin…. ya udah buat njemur gabah ae, .. gitu aja kok repot..

    01. April 2008 - afton
  10. Tempat njemur gabah termahal di dunia… Tak iye Cak…

    02. April 2008 - Rizal

Leave a Reply