Archive for March 27th, 2008

SEBUAH KERINDUAN

March 27th, 2008

(Malam Jumat 20 Maret 2008)

Merinding aku dibuatnya ,ketika wajah wajah syahdu itu melantunkan -sebuah doa, berjamaah, dan penuh makna …… Tampak tatapan mereka seolah-olah jauh kesana. Menatap sebuah kerinduan………….. Kerinduan atas kekasihnya, yang telah membentangkan cahaya keimanan. Dari madinah bahkan terasa sampai di ujung timur pulau Jawa,Maka Selawatpun mengema………….. Terbayang olehku siroh perjalanannya. Terbayang olehku penghambaanya………

Ketika pintu syurga telah terbuka seluas luasnya sebagaimana dijanjikan Alloh Swt untuk baginda. Beliau masih sempat berdiri, rukuk dan sujud diwaktu sepi dimalam hari. Meski kakinya menjadi bengkak untuk kemahuan jiwanya yg tinggi Sayidatina Aisyah pernah bertanya, “Ya Rasululloh, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?” Dengan kelembutannya beliau bersabda, “Ya Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba Nya yang bersyukur.”

Subhanalloh…

(mudah mudahan kita bisa mencontohnya……….)

Terbayang sekali lagi olehku akhlaknyaYang ketika pakaiannya koyak, beliau menambal tanpa menyuruh istrinya Sayidatina Aisyah Ra pernah bercerita, “Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.” Jika mendengar Adzan beliau segera ke Masjid & segera kembali sesudahnya.

Dan pernah suatu ketika beliau pulang kerumah dalam kondisi yg lapar tapi tak menemukan apa-apa, maka Nabi bertanya, “belum ada sarapan ya Khumairoh?” Aisyah Ra pun menjawab, “Belum ada apa-apa ya Rosululloh.” Lantas Nabi berkata, “Kalau begitu hari ini aku puasa.” Tanpa sedikitpun tergambar rasa kesal di wajahnya. Karena Nabi pun pernah bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap istrinya.” Subhanalloh… (mudah-mudahan termasuk kita…)

Tersadar olehku sepotong hadist, “Sampaikan pesanku walau sepotong ayat.”

Dan saat ini Ya Rosululloh aku telah menyampaikanya walau lewat sepengal cerita

Selawat dan Salam untuk mu.

(ROFIQ BALUNG)

Popularity: 20% [?]

Nakalnya ABG, arhhh

March 27th, 2008

Beberapa minggu lalu, rumah kami kebobolan maling. Si pencuri beraksi di siang hari, masuk dari halaman belakang lalu, memecah kaca jendela toilet. Beberapa benda hilang. Berapa bulan lalu, tetangga sebelah juga dibobol maling. Lewat modus yg sama. Katanya, kebanyakan maling di sini adalah anak-anak ABG nakal, yang mulai ketergantungan sama obat-obatan, minuman dan sejenisnya. Karena hidup yang cukup susah, biaya hidup yg pas-pasan, membuat beberapa anak –anak ABG yg ketergantungan ini mencuri milik tetangganya. Ya, sudahlah saya ikhlas. Merenung kejadian ini, saya teringat waktu masa – masa ABG saya. Lulus dari SMPN favorit di kota Jember. (semoga saudara Eko mengakui kehebatan SMP kami). Masuk ke SMAN 1 Jember, yang katanya favorit juga. Mulai merasa apa itu arti „perbedaan“. Berasal dari keluarga menengah ke bawah, saya dapat uang saku yang cukup untuk naik bus kota dari jompo ke sumbersari. Jadi kalau mau makan bakso atau apa di warung SMA jember, ya pulangnya mesti jalan kaki atau buka celengan. Yang saya ingat, saya sering pulang sekolah jalan kaki, uang busnya ditabung.

“Perbedaan”: waktu smp yg naik sepeda motor bisa dihitung dengan mudah. Sedangkan waktu SMA, jelas beda banget, halaman belakang sekolah penuh dengan sepeda motor. Teman-teman sudah banyak „gandengannya“, berkat sepeda motor. Saya tidak mengeneralisasi, kalau kaum hawa adalah kaum yang materialistis loh. Cuma dari pemantauan saya yang sempit ini, banyak yang gampang dapat gandengan berkat sepeda motor. Dengan sepeda motor, bisa hunting ke gladak kembar, kebonsari, talangsari dll dengan cepat. Bahkan ada yang masih ingat, jenis-jenis sepeda motor temannya.

“Perbedaan”: ada juga yang bisa ikutan kegiatan ekstrakurikuler, misalnya pencinta alam. Untuk kaum kelas bawah, biaya sekolah aja susah, boro-boro mau bilang ikutan pencinta alam, nanti nambah biaya lagi.Meskipun berbeda, saya tetap bahagia, masih ada beberapa teman yang minim fasilitas, bahkan mungkin lebih minim lagi. Suatu hari saya dimarahi orang tua, karena ketahuan saya dan beberapa teman mengamen di kampung orang lain. Kebetulan saya bisa bermain guitar, pas malam minggu, lidah lagi sepet (alias ora ono duit buat tuku rokok), teman saya punya ide untuk ngamen. Semenjak itu, guitar saya tidak boleh keluar rumah.

“Perbedaan“ ini akan menjadi awal kehancuran atau kemenangan buat orang yang fasilitasnya terbatas. Orang yang mengalami „perbedaan“ bisa mengakhiri dengan kegiatan kriminal. Atau bisa juga „perbedaan“ menjadi semangat untuk berkarya.

Surya D. Pandita

(lagi liburan, tapi tetap diminta untuk kerja)

Popularity: 44% [?]