PASAR…dimana rupiah dihargai…

21 February 2008 by ekoz_guevara Nostalgia

pedagang bawang pasar tanjung Liburan kemaren aku antar istri ke pasar Kranggan di Jogja …ini agak istimewa..biasanya my wife ini kalo ke pasar gak pernah ngajak aku…karena tau biasanya aku males ..he..he..he

Pasar Kranggan ini adalah salah satu pasar utama di Jogja…kondangnya hanya kalah ama Pasar mBeringharjo….di Pasar dekat Tugu Jogja ini yang paling banyak dijual sebenarnya aneka kembang untuk ritual nyekar ke kuburan ….pagi itu tujuan utamanya adalah beli Ayam Kampung, Bumbon,Bawang putih, dan Lele…serta brotowali untuk Ica….Begitu memasuki gerbang pasar maka suasana hiruk pikuk ..hilir mudik manuasia .lengkap dengan lantai becek dan tumpukan barang dagangan yang gak beraturan..langsung menguasai aura pagi itu…..Pasar adalah bentuk nyata dari sebuah emansipasi karena sebenarnya penguasa pasar adalah para mbok-mbok bakul…kaum adam hanya hadir untuk pekerjaan yang berat ato yang butuh mental lebih..misalnya jadi kuli angkut ato jagal daging…di Kranggaan dominasi kaum wanita nyata sekali..mulai dari yang jual bumbon..ayam sampek arang ,,kaum hawa dari berbagai usia…dengan pakaian khas jawa….kebaya dan jarit …menjadi actor-aktor utama ekonomi…makin siang hiruk pikuk semakin tak terperi…keringat sudah membasahi kaosku…sementara itu kita harus menyesuaikan posisi diri untuk memiringkan badan ke kiri ke kanan jikalau ada kuli angkut lewat…..

Di Kranggaan…nilai rupiah begitu terhormat…jika Rp.500 di luar pasar hanya untuk parker motor ato beli relaxa….di Kranggaan ..banyak barang bisa dibeli dari Rp. 500 itu…bisa bumbon (sekerat kunci,kunyit,laos dan sere)…cabe rawit…tomat…atau cebisan bunga kol…berharga sekali…mungkin diantara kita dah lama tidak berurusan dengan Rp.500 ini dalam transaksi dagang harian except bayar parker ato bayar Kamar mandi umum untuk sekedar buang air kecil…( bahkan pengamen aja melirik ganas kalo kita beri Rp.500 ini..)…Di Kranggaan kita tiba-tiba merasa kaya dengan uang Rp.5.000 ato Rp.10.000 yang gak berarti banyak di Carreffour,Giant,ato Hypermart….terus terang ke pasar krangaan adalah perjalanan batin yang menyejukkan untuk selalu bersyukur dengan nikmat Allah SWT yang kadang kita anggap remeh..semisal.. Rp.500 tadi…

Pergi ke pasar sebenarnya ritual biasa bagiku..dulu…ketika masih SD dan SMP aku sering menemani Mbah Putriku untuk belanja..terutama pada minggu ato saat mau lebaran….kalo hanya harian sih biasanya kita dulu belanja di pasar krempyeng(darurat) yang ada di Kampung Ledok …karena namanya pasar darurat maka yang diualpun jauh daripada lengkap….biasanya yang aku incar saat di ajak belanja adalah jajanan pasar..kayak Cenil,ketan,Gatot,Thiwul dll….saat itu harganya luar biasa murah..kalo ke los ikan yang paling tak recommend ama si Mbahku adalah iwak Nous (cumi-cumi) sama ikan Lemuru yang saat itu sekilo hanya seribu…tapi biasanya si Mbah agak ogah-ogahan kalo aku nunjuk ikan Lemuru….walopun rasanya lezat…namun baunya amis bianget….he..he..he..he

Kalo lebaran dan butuh barang agak berkualitas biasanya beliau menyempatkan beli umbo rampe lebaran..kayak tepung terigu,essence untuk buat sirup,kismis,daging sampi,dll di Pasar Tanjung….sekaligus membelikan baju ato sarung untuk alm.Eyang kakung….PASAR TANJUNG adalah ikon jember pada tahun 1970-1980an…pasar modern pada jamannya ini terkenal dengan pagarnya yang dari aluminium…bahkan dulu saat awal dibuka ..di atas bangunan pasar terdapat arena bermain anak-anak kayak time zone jaman sekarang..tentu dengan versi Old Skool…dermolen dan ombak segoro… Sebagai pasar sentral di kota Jember ..Pasar Tanjung menyediakan kebutuhan yang sangat lengkap dari makanan,sayuran,buah-buahan,pecah belah,elektronik, garmen and fashion bahkan obat kuat juga ada….pokoknya one stop shopping….masing-masing komiditi menempati bloknya sendiri-sendiri sehingga nuansa tertib dan teratur sangat terasa..itu duluuuu…kalok sekarang wah kayaknya acakadut tuh di dalamnya….

Istriku kalo pulang ke Jember paling seneng belanja di Pasar Bungur…ini adalah relokasi pasar darurat (krempyeng)..dengan mengokupasi lapangan sepakbola kebangaan arek-arek Hassanudin….pasar dekat pabrik Tehel ini lumayan rame ..di depan ada kios permanent yang menjual sembako dan dibelakangnya lapak-lapak dan meja panjang tempat para bakul meletakkan barang dagangannya…..barang yang dijual di pasar itu adalah bahan yang sangat segar dan baru maka jangan heran jika berangkat ke pasar jam 08.00 wib ..kita gak akan dapat apa-apa lagi….semuanya ludesss….harganyapun bikin istriku betah….gimana gak harga tomat segar Rp.1.000/kg….harga sayuran (bayem,mronngih,sawi,slada air-arnong …(kayak arnong swazeneggerrr…),kacang panjang,,buncis ) rata-rata Rp.500 – Rp.1000, …cabe merah bahkan hanya Rp.2.000…dan di pasar Bungur …Rp. 1.000 udah dapat sop-sopan (satu ikat seledri,kentang,wortel,gobis,bawang prei…) murah sangadh…apalagi iwak wader,,,iwak berkong..iwak lele..yang seger-seger itu sangatlah mura disbanding di Krangaan Jogja sekalipun….jadi dengan Rp.15.000- Rp.20.000 kita bisa masak lengkap untuk hari itu….murah sangadhhhh kan…makanya kalo pulang Jember kita selalu makan-makanan nostalgia..kayak sambel dengan lalapan Arnong,..lauknya iwak wader dan berkong….tempe dan tahu…wuahhhhhh enak sangadhhhh…..kayaknya merdeka betul yang hidup di Jember ..lebih murah dari hidup di Jogja,Semarang apalagi Balikpapan…

Pasar legendaries lainnya yang sering tak kunjungi kala masih remaja dahulu adalah.. 1.Pasar Conthong…dekat stasiun KA serta dekat betul dengan SMP 2 untuk beli jajan pasar sebelum sekolah

2.Pasar nGebang….segala makanan untuk burung ada kroto,pur,pisang..juga dijual sdegala macam ikan hias dan makanannya….serta merangkap pasdar buah..lokasi di bekas Misbar…

3.Pasar Lawed Ngebang…pasar loak legendaries yang menempati bekas terminal..untuk tukar tambah celana jeans ato spion dengan karcis bioskop…he..he..he aku pernah dapat helm half face standar SNI ..dengan harga murah …maybe hasil colongan kok murah sangadh

4.Pasar Johar lama….pasar loak untuk beli majalah bekas (Hai,Gadis,Aktuil,Selecta,Intisari) dan buku bekas ..disini aku dapat beli buku Pengantar Sosiologi karya Soerjono Soekanto

5.Pasar GNI..kalo ini kita lewati jikalau jalan kaki dari SMA1 ke Gebang..namanya aku lupa daerah apa/…

Gitu kawan pengalaman dengan pasar di Jember…ada banyak nostalgia yang tertinggal di beceknya los-los pasar…dan kerinduan akan gaya bicara keras-keras para bakul itu ..dan yang penting…di Pasar kita belajar menghargai Rupiah…

Popularity: 30% [?]

Print This Post Print This Post

41 Responses

  1. Itulah mangkanya istri2 kita atau mungkin bu dokter kita jeng sevi diana, kalo ngenyang (nawar), mlipit banget, ngacek Rp. 500 ae direwangi padu disik..

    kalo baca tuisan di atas, cak eko keto’ e pantes juga dadi Mantri Pasar.. haha

    cilikan ku mbiyen yo sobone pasar krempyeng di nggebang (di sepanjang bantaran Rel KA)itu, ngetutno mBok ku blonjo.
    skr klo aku pas mudik ke jember paling yo ke pasar tanjung, wong home base nya udah gak di nggebang. sing digoleki biasane yo sing gak ono di jakarta, koyo sayur klenthang (mirip bambu kecil2 beruas, lunak tapi isi dan bijinya.. mak nyuus), buah kenitu (sebagian komunitas arodam menyebutnya Manecu), dan jajan pasar semacam orog2, tiwul, lupis, cenil dkk.
    o ya cak eko, klo di Semarang, pasar semacam ini yg aku sering kunjuni adala pasar Prembaen, di deket jl wahid hasim.

    21. February 2008 - afton
  2. Aku lek neng pasar gak tahu nawar2 rek. Soale tak pikir regane mesti luwih murah tinimbang supermarket, lan maneh lek ndek pasar modern regane larang yo dituku ae. Tapi kadang lek ndik pasar regane kebacut larang, aku biasane ngomong ndek bakule kok regane ngalah2i supermarket. Bar iku biasane regane langsung mudhun.

    21. February 2008 - sevi
  3. hehe … alternatif lain cara menawar..

    21. February 2008 - afton
  4. Pasar memang berjuta critanya….
    @.Cak afton….
    aha Kenitu utowo manecu…heran juga di Jogja ama Semarang kak kenal kosa kata iki..istilahnya malah Sawo Bludru…ckk..ckkk..ckkk sajak ningrat banget nganghgo bludru….
    Klenthang…I know juga..yang dalemnya kayak Gambas

    kalo di Semarang sih…
    1.Pasar Pedurungan…cedhek omah

    2.Pasar nDargo …beli beras yang murah

    3.Pasar Gang baru..pasar legendaris Chinatown Semarang di daerah gang Lombok itu..kualitasnya buaguss banget..apalagi iwak Manyungnya itu…waktu anakku masih kecil kita bela-belain beli ke sono…

    yen Pasar Prembaen?…iki daerah ngendi yo Cak…Semarang atas yo?

    @ Sevi….
    lho awaknya situ ke pasar apa di nDarjo sana?..diceritakno pok o…lha kalok ndek Jember kayaknya pasar tradisional di daerah Tegal Boto gak onok yo?

    21. February 2008 - ekoz_guevara
  5. Pasar GNI a.k.a Pasar Kepatihan. Tiap pulang ke Jember, mesti belanja ke sana nganter ibuku. Fotonya pernah aku muat di Galeri dengan fokus Jajan Pasarnya. Meski hanya menempati gang segitiga, masuk dari 3 pintu, pasar ini cukup lengkap dan barang-2-nya berkualitas bagus. Aku lebih senang belanja di sini karena areanya gak luas, sehingga gampang menemukan barang yang kita cari. Dibanding Pasar Tanjung, yang segitu ombone..

    Waktu kecil dulu, pasar Tanjung belum megah seperti sekarang, becek dan kumuh. Kalau diajak ke pasar luwih akeh mangkele, ketimbang senenge. Paling-2 agak senang kalau bulan Ramdhan diajak ke pasar, bisa minta jajan ini itu buat buko.

    Pasar Tanjung pancen arena bermain yang menyenangkan. Jaman masih sekolah di MIMA KH Siddiq dulu, kalau pulang sekolah gasik, biasane langsung nggeblas ke sana. Lihat-lihat orang jualan itu pancen nyenengke. Yang aku seneng itu di bagian jualan kamera, radio, jam tangan serta buku-2 novel dan komik. Letaknya di pasar Tanjung sebelah utara, dibawah jalan naik keatas.

    Jaman itu sing ngetop adalah novel AXE Special Agent NICK CARTER. Meski baru SMP kelakon baca Nick Carter, tapi resensinya atau sinopsis sering aku dengar dari saudaraku yang getol banget baca NC itu. Pancen seru banget petualangn NC itu, gak kalah karo Mr. Bond (dudu Bondhet-nya Jawa Pos..)..

    Selain itu, dulu di depan IAIN Sunan Apel lama, kalau malem digelar pasar. Dan atraksi serunya adalah Mr. Medicine Man alias Tukang Obat. Yang selalu menawarkan thrilling show.. Berbekal kemampuan ngomong yang gak ada habisnya, barang-2 aneh nan sangar serta sentuhan-2 magic dan didukung pula oleh “COMBE” yang terlatih, jadilah pertunjukannya seperti sang maestro Mentalist Deddy Corbuzier.. he.he.he…

    Ada novel bagus judulnya “PASAR” karya (Alm)Kuntowijoyo. Menarik, sarat dengan satire dan ironi tapi sangat menghibur. Cocok dibaca oleh komunitas ini.. he.he.

    21. February 2008 - faiz_sahly
  6. @Faiz
    Bojubuneng….pancen sing jenengnya putune kyai gede iku pancen..nakal gak katokan..he..hhe…lha sek SMP wis kenal karo NicK Carter alias agen AXE yang senjatanya Hugo Stilletto itu….padahal aku aja kenal Nick Carter baru sejak..SD..hua..ha..ha,,ha
    (ada pengalaman yang gak terlupa…aku kenek sweeping Pak Hisyam (SMP2) karena bawa 1 set Bu Kek Siansu (20 jilid) dan 1 buku NC judulnya “Musuh dalam selimut” busyeeeetttt…….iki kelas 2 SD…padahal aku Wkl.Ketua Kelas pisan..uisinnnya rek…

    Kalo Pasar Kepatiham biasane kita lintasi aja…naik dari arah Jembatan Kali mBedadung…tembus GNI..terus rumahnya TOTO…terus Rumahnya Gede..sampek BVioskop Indra…baru ngalor…sampek nGebang…

    Kalo kata-kata penjual jamu depan IAIN lama (sekarang depan Matahari Johar)…yang paling terkenal..adalah..unttuk iklan obat kuat
    ” dipegang-pegang Bangun…di dorong-dorong Malintoooootttt…” sambil tangannya seolah-olah hiptonis dia punya COMBE…..penontonnya rame…bianget…alternatif malam mingguan yang paling top….

    21. February 2008 - ekoz_guevara
  7. huahahaha …. cak ekoz sik iling ae,
    saya inget betu itu, setelah “dipegang2 bangun.. dst” trus combe2 kecil itu memperagakan gerakan erotis, bhs medurane “anyotnyot”.. hahaha
    Penjual yg plg ngetop wkt itu namanya P.Ruslan dr comboran (aku iling, soale bapake koncoku SD, nah temenku SD ini salah satu “combe”nya)

    21. February 2008 - afton
  8. @Faiz,
    nek Nick Carter, aku gak pernah tahu ceritone, wong sing tak woco langsung bagian “banyolan”e thok… hehe
    nek pas kuliah ada bacaan sejenis NC dgn setting lokal, judulnya enny arrow.. (cak ekoz pasti tahu.. hehe)

    21. February 2008 - afton
  9. Hua..ha..ha….aku sampek nguakak lemes..krungu bahasa “aNyot-nyot..” ..hua..ha..ha
    PASAR emang punya sejuta cerita

    21. February 2008 - ekoz_guevara
  10. Wah Cak Eko ternyata penggemar Iwak Manyung juga?
    Iku salah satu Iwak ter-enak di Semarang. Ning Jember maenku ning Pasar Patrang, sing dituku yo jajanan pasar. Pasar Tanjung, wis suwe gak mlebu-mlebu rono.
    Nek balik ning Pamekasan ARUDAM, mlaku-malkune ning Pasar Sore, jl Diponegoro, Alm Mbah duwe kios dodol jamu maduro, Saiki pindah ning daerah Kol Pajung.
    Ning Semarang, chedak omah ono Pasar BK, chedak Kimia Farma, tapi paling asyik nek dolan ning Pasar Karang Ayu opo Pasar Bulu. Sing jenenge urang gedhe-gedhe, cuma 30rb perkilo… walah-walah… murah tenan.

    21. February 2008 - Rizal
  11. @ Rizal….
    wuikkkh..dolannmu ypk adao yo..tekan Pasar mBulu stalan depan Rumah dinas Gupernur alias pinggirnya Tugu Moeda…sayangnya disitu kakean copet zal dadine gak sip…

    kalo Pasar Kurang Ayu..he..he..he sering tak samperin yen tuku tiket utowo voucher hotel..disitu ada markasnya KH-tel travel…

    kirimonno jamu Arudam po’oo le Cak Afton iku..ben isok “anyot-nyot”..hua..ha..ha..ha cak afton iki kosa katane pancen lucu bianget…” Anyot-nyot”…wkkkkkkkkk…wkkk….

    21. February 2008 - ekoz_guevara
  12. Lho justru Pasar Mbulu tergolong paling deket rumahku. Tinggal keluar lewat Gedong Batu, Kali garang, terus ke RS Dr Karyadi,bleok kiri sampe Tugu Mudho (eh tugu muda) belok kiri lagi.. sampek deh….
    Mosok ning kono akeh copete Cak? Pernah nyopet ning kono?..(maksude kecopetan he..he..)
    Nek ning Bandung kene, yo pasar bale endah, sing dari tempat berburu kebutuhan dapur… cuma gak bisa sering saiki, soale Istri lagi sibuk sekolah (dadi jarang belonjo ning pasar) and kadang susah dibedakno iki pasar opo sawah… cuma bedo nek sawah ono parine, nek pasar bale endah wis dadi beras (saking beceke nek udan..)

    21. February 2008 - Rizal
  13. @All
    Tadinya aku mau nyebut mantra sakti The Medicine Man, tapi ora tego.. Berhubung wis ono sing mewakili.. yo wiis.. kari melu ngguyu.. hua..ha..ha..ha..ha…
    Sampek salah-salah olehe ngetik, gara-2 mantra sakti ” Anyot-nyott…”.. buahhh.. berrrr…

    @Lik Afton
    Nek sedulur sing tak maksud, sing nang Indosat iku lho, Lik. Kan penggemar NC.. Coba ae sampeyan takoni, lhak ngaku.. Biyen wis tak undang mlebu mrene, tapi embuh ,mungkin sibuk ngurusi Dian Sastro.. hi..hi..hi…

    21. February 2008 - faiz
  14. cak rizal juga pamekasan..manabi kauleh maenna e pasar bugih (smangken)..se kasebut pasar tujuh belas dimen sema’en kantor penjara teros pinda ka bugih..otabeh maen ka pasar gurem (sema’ kalaben roma) smangken pinda e di’en gledek gere manjeng..dimen semak smp tung jl abd. azis

    21. February 2008 - sujak
  15. @ Cak Sudjak….
    abooo takerjet kanak..lakar abit odik e Solowesi ..gik pelak abenta Medhureh…..

    a For All….
    kalo mo terjemahannya mohon kontak Cak Sudjak ama Cak Rizal..(iku boso Medhureh tingkat tinggi…)

    21. February 2008 - ekoz_guevara
  16. Mak gubrak…. nek boso medure enake dirungokno, nek ditulis marakno stress.. angl nulise..:) Cak Sujak berarti di deket Pasar Gurem lama rumahnya.. wah deket rumah Mbahku yang di Parteker, deket Gladak Jalan Cokroatmojo. Masku, Mbakku, Bapakku, Pakdeku, Om, Bulek, Sepupuku alumni SMP 1 Pamekasan Jl Abdul Azis.
    Terakhir ke sana, akhir 2002, dan yang khas dari sana adalah SAWO KECIK yang warna warni, perasaan ning Jember gak onok sing dodol sawo kecik.

    21. February 2008 - Rizal
  17. Huahahahaha….anyotnyot kosa katane lucu puoool!
    Aku jadi eling tadi baca resensi film Extra Large, di situ ada cucu ke 17 Mak Erot, namanya Mak Siat (diperankan Sarah Sechan), kayaknya nyambung banget lek digabung karo ‘anyotnyot’
    Jaman SMA aku sering boncengan karo bapakku neng pasar loak daerah Gebang lek dina minggu. Seringkali ngeliat orang tukang obat cuap cuap ngecap. Tapi sueer rek, bukan karena itu yang menginspirasiku menjadi dokter…hehehe…
    Di nDarjo pasarnya biasa aja seperti yang lain, cuma di sini ada pasar ikan, soale kan daerah tambakan. Sembarang ikan ada, seger2, harganya konon lebih murah, tapi tibane yo padhe bei…

    21. February 2008 - sevi
  18. … bu sevi sering nonton anyotnyot ya…?

    Yang berkesan dari pasar tradisional menurutku spt disebut Cak Afthon.. cenil, lupis, orock orock, gempo, sawot, ireng ireng,tiwul, jenang abang, jenang sapar, blendong,
    sampe sekarang aku masih suka dan sedikit ketagihan…

    (saol pasar kesusu diposting pdhl PPR masih seru cak..)

    21. February 2008 - omdhe
  19. … bu sevi sering nonton anyotnyot ya…?

    Yang berkesan dari pasar tradisional menurutku spt disebut Cak Afthon.. cenil, lupis, orock orock, gempo, sawot, ireng ireng,tiwul, jenang abang, jenang sapar, blendong,
    sampe sekarang aku masih suka dan sedikit ketagihan…

    (saol pasar kesusu diposting pdhl PPR masih seru cak..)

    21. February 2008 - omdhe
  20. nyot-nyot an, artinya apa ya??? nonton extravaganza di youtube, juga ada desa bojong kenyot. apakah konotasinya jelek ya??
    Pasar kampung ledok, jadi kangen sama pecel nasi jagung nya. Dulu jadi salah satu menu sarapan pagi, dan yang ngantri panjang banget.

    Kalau buat “cak Eko penunggu gebang darwo”, ke pasar kampung ledok berharap ketemu si Rahmat Noeljono.

    21. February 2008 - surya
  21. kalau nggak salah dan menurut kebiasaan “anyotnyot” itu dilontarkan untuk anak2 yang nggak berhenti makan seperti “anyotnyot maloloh”, tapi kalau untuk gerakan tari biasanya aliut-aliut, alekser-alekser atau akethek lek-akethek lek

    21. February 2008 - sujak
  22. waah.. cak sujak ini selain piawai dalam dunia intelijen ternyata juga seorang linguist atawa munsyi atawa ahli bahasa… salut cak..

    tapi tukang jual obat kuat kreator istilah ini mungkin punya ‘niat baik’, supaya tidak terkesan vulgar, dipilihlah istilah ‘anyotnyot’ yang masih relevan dengan dunia anak (sesuai umur ‘combe’2nya) utk diasosiasikan dengan gerakan erotis ‘maju-mundur’yg biasanya dilakukan org dewasa (sesuai produk yang dia jual)…

    22. February 2008 - afton
  23. @Rizal..
    oh iya yah situ rumah di Semarang di deket Gedong Batu ya…kadang aku tertukar ingat..bahwa rumahmu di Semarang Atas (ini kan rumahnya Cak Afton)..kalo Gali di Pasar mBulu Stalan itu semuannya TRD (tretan dhibik) hua..ha..ha..ha
    asyiknya blog ini adalah menerapkan trilinggual…Indonesia..Jowo..Meduro…persis dengan situasi bahasa di Jember tercinta…sehingga akan muncul kata-kata kejutan kayak ” anyot-nyot” via Cak Afton…

    @Omdhe…terpaksa pasar meluncur Omdhe..lha yang di PPR dadine podo mbulet koyok benang layangan ..maka perlu sedikit relaksasi di sini ..siapa tahu setelah baca “anyot-nyot”..para PPR akan langsung testimony…

    @ Sudjak..kalo “aliut-liut” “alekser-lekser” itu kosa kata khas kampung Kopian..the Dewi Persik hometown..( iki penanggung hak siar Dewi Persik –Ariek Ceria- kok dengarn gak mencungul)

    @ Surya..kalo Rachmat Noelyono ini saat SD malah jadi musuh bebututanku…bahkan sejak kelas 5-6 kita “satruan” gitu…kan jaman itu sering tejadi “satruan berjammaah” kalo aku satru ama si X lalu Ludi satru ama si Y..karena aku dan Ludi sohib maka…jargon “musuh sohibku adalah musuhku berlaku”…itu baru selese saat mo lulusan…dulu pernah ada model “satruan” yang paling ganas…yang dikenal dengan “jegugan”…jadi kalo kita bersatruan dengan seseorang kita harus selalu menaruh tangan di punggung..kalo kita lupa..bisa-bisa punggung kita dihantam keras (dijegug) ole lawan satru kita….hiii..hiii..iii.ni ekstrim…jadi cak surya kalo ke Kamp Ledok aku gak mngkin lewat rumah si RN….dan saat SD si RN,si NK (selebritis-2) angkatanku masih belum menemukan bentuk tercantiknya…biasalah…umbelen juga sih..tapi begitu kedua temen SDku itu ketemu lagi di SMAN 1…wuahhhhh….mereka langsung masuk jajaran Top Forty dan punya PPR yang bayak…hebat-hebat…lho iki kok malah OOT…

    @ Cak Afton….
    yok opo yen kosa kata “anyot-nyot” dipatenkan aja.menjadi uluk salam khas blog ini….”mara kanak anyot-nyot geluh”..hua..ha..ha..ha..

    22. February 2008 - ekoz_guevara
  24. Bu Dokter kok bahasane mengarah terus ke ‘hal-hal yang diinginkan’. Di sebelah ngomongnya Basic Insting.. disini ngomongnya Extra Large sama Mak Erot, apa gara-gara ada salam ‘Anyot-nyot’ ya?

    22. February 2008 - Rizal
  25. @cak ekoz
    kalo dipatentkan jadi uluk salam, ntar kirain orang ini blog nya jamu kuat.. hahaa

    sedikit ralat: saya bukan Semarang atas, tp jl Hasanudin (deket Imam Bonjol), pasar Prembaen ya deket deket situ cak..

    22. February 2008 - afton
  26. Tapi asyik juga lho cak afton…..setiap ketemuan di darat..dari jauh dah saling berteriak ” Cak Afton…anYot-nyot….”…ditanggung wong sekitar kita akan noleh dan geli…apanah se ea nyot-nyot cong?…hua..ha..ha

    Oalah Prembaen iku sing arah ke Tanah Mas ta?…yo berati langganan banjir rek…eh tapi semua daerah Semarang Bawah bianjir yo cak…

    For all….
    Pernah dengar pasar Maling?…itu sebenarnya nicknamenya Pasar Loak nGebang yang menempati bekas terminal bis lama….
    ada pengalaman temanku…anak satu kampung tapi beda sekolaan..waktu siang hari dia mendapati bahwa Astrea Starnya kehilangan Thothok putih/perak..di bagian depan motor..yang ada tulisannya astrea star itu…dan ini favorit dicolongi maling amatir alias koncone dhewek…begitu pulang sekolah….sekalian dia pulang ke nGebang dia mampir dulu ke Pasar Ngebang…ealah ..thotok putih itu dah menthingkring di salah satu lapak….walaupun dah dikomplain karena ada tanda khasnya….pedagangnya gak ngreken..dan ketika suasana tegang mulai memuncak beberapa pedagang setempat membantu kawannya untuk menekan kawan saya ini…maka dengan dongkol maka thothok putih itu di tebusnya ….
    jadi jangan heran kalo temen-temen yang kehilangan aksesoris motornya maka dia akan bersicepat pergi ke Pasar nGebang…sopo reti…aksesoris motornya di LaweTh ndek situ…

    tiap daerah pasti punya pasar maling ini…dan emang daerahnya agak menyeramkan gitu….
    jadi Waspadalah…waspadalah…!!!!

    22. February 2008 - ekoz-guevara
  27. ngomong2 soal semen…..! eeeh… pasar…, target PPR iku yo diindikasikan sering mencungul neng pasar koyo ngene lho dhisik…..! contone NK ning psr Nggebang, RN psr Kpg Ledhok, NKR psr Arjasa. Lha yok opo gak mencungul, lha wong omahe ning kono. he…he… sorry, rek…. rodho di pas-pasno….!!.
    Tapi, pancen tantangane adalah yok opo carane pasar koyo ngene tetap exist…. opo sing nggawe wong males teko kudu disingkirno. Wis akeh buktine, Pasar Tebet Barat nang Jkt, Pasar Wonokromo Sby. Dadi pasar sing huebat, tanpa kehilangan unsur tradisionalnya. Wong uaakeh sing teko, termasuk selebritis, target PPR…..uuuaaalaaah….!! mlebu mrono maneh….!!!!

    22. February 2008 - ariek
  28. aku nge-test…wis ditrimo gak comment ku…

    22. February 2008 - Ramasari
  29. Lanjut mbakyu Sari…ceritakan tentang Pasar…

    22. February 2008 - ekoz_guevara
  30. pengalamanku cuma pasar arjasa & pasar tanjung….dudu blonjo cumak ngeterno ibu blonjo…dadi soal tawar-menawar….AKU NYERAH!!!!

    Sing tak eling ….tuku lombok…imbuh godong jeruk…tuku bawang…imbuh godong salam…..pokoke godong2 an gak tuku….njaluk..idep-idep njaluk imbuh…

    22. February 2008 - Ramasari
  31. Another teknik berbelanja hemat….imbuh style…yen tuku ayam imbuh ndog isok…enak juga itu….
    (mbakyu ijin foto Andrea tak uplod yo…ndek Gallery)

    22. February 2008 - ekoz_guevara
  32. sing enak yo tuku endog, imbuh pitik…. hahaha

    22. February 2008 - afton
  33. Iso ae cak afton pean tuku endog imbuh pitik, tapi di kon melok bakule endog 3 wulan, gelem ta? :-D Guyon cak…

    22. February 2008 - sevi
  34. nek bakule sik prawan tur ayune koyo RN, NK atau SD (maksude SeviDiana) yo monggo kerso mbak… :))

    22. February 2008 - afton
  35. piye cak afton, tuku endok jaluk embuh pitik. Ngomong2 pitik, aku tahu ngedol pitik nang bakul pitik pasar gebang. Wektu di gebang, duwe pekarangan lumayan buat ngingu pitik. Asalnya dikasih oleh teman 1 pitik jago bangkok, lalu tuku 2 pitik kampung wedok. Berhubung pitik bangkok e ngak pernah diadu, pitik bangkok jadi lelaki sejati, 2 pitik wedok kewalahan, ngendoke lancar dan anak pitih akeh. Setiap 4-5 bulan, aku dodolan 10 hingga 15 pitik blasteran. Saat itu, thn 80 an, bakul pitik ambil untung sekitar 500 rupiah per ekor dari harga beli.

    22. February 2008 - surya
  36. wah… pitik jagonya cak surya pasti sering nonton bakul jamu ‘anyot-nyot’…. hehe

    tahu nggak, bunyi ayam babon setelah digituin jago :
    …. ogok-ogok thooook.. ogok-ogok thoooook… :)

    23. February 2008 - afton
  37. @ Cak surya
    Pstt..opo ndik Birmingham UK kono yok onok tukang obat yo Cak…lek gak onok ..bisa juga kita adakan pertukaran budaya antara Birmingham dan Comboran…jadi Pak Ruslan isok ketemu karok Pak Perguson opo Pak Wenger ngono…dan membicarakan secara ilmiah hubungan antara gerakan “anyot-nyot” dengan gerakan selebrasi terciptanya Gol yang banyak diadopsi pemain bal-balan ndek Liga Premiere Inggris….ingat gaya anyot-nyotnya Roger Milla di pojokan lapangan…..

    @ Afton..lek unine ngono berarti tyam jagone durun ngombe Blue Moon opo viagra iku..he..he..he..sisan OOT

    @ All….
    koyoknya walaupun dikasik posting tandingan..tentang Pasar….luk-diluk komentarnya nyebut-nyebut inisial…opo sik penasaran dari akhir perjalanan posting PPR yo? opo meneh jenenge Arik…yok opo situ testimony dulu…baru aku….soal PPr ..he..he…he

    @ Sevi…cak Afton ojok mbok pancing soal dikongkon melok pedagang endog pitik…ojok meneh telung ulan…kon ndekemi bakule endog setaun..gak kathik protes rek..hue..he..he..lha sobone ae Prembaen….( Red Light districk iku..)

    23. February 2008 - ekoz-guevara
  38. huahahaha lucu mas ada istilah anyot-nyot
    alekser-lekser dan aliut-liut
    kaya’nya perlu di bikin footnote di hal bawah arti kata2 itu hihi..lucu pol

    10. March 2008 - egah
  39. kok g ada yang nyinggung pasar patrang? gak terkenal yoo? marine arep jual kupon daging sapi segar murah lho…. piye??? ono sing minat ora?? lek minat pesen nang aku. ato lek sempat maen nang tokoku, tak kasih diskon

    17. April 2008 - tyas
  40. omdhe skarang tinggal di mana? Main2 ke pasar patrang yo… lek bosen cerita pasar juga bisa cerita PERSID, hehehe… suamiku pemain PERSID cak!!! tapi skarang ikut Kutai,tenggarong.

    Mas eko, samean hobi nulis yo? angkatan tahun piro di SMA 1 Jember?

    17. April 2008 - tyas
  41. @ Egah….
    foot note…he..he..he…
    ndolek definisine kanggo deskripsine angel “anyot-nyot” “allekser” mbek “aliut-aliut”..intinya itu gerakan tarian erotis humoris gaya tukang obat jember tempo doeloe..

    @Tyas..
    oh ya?…di Kutai Tenggarong?..berarti Ps.Mitra Kukar dong??…wah sayang gak sempat ndelok rek…cobak reti tak delok waktu musuh PERSIBA..

    ekoz
    sudah di Oslo per 23-4-2008..
    (Allhamdulillah…..)

    24. April 2008 - ekoz_guevara

Leave a Reply