Liburan kemaren aku antar istri ke pasar Kranggan di Jogja …ini agak istimewa..biasanya my wife ini kalo ke pasar gak pernah ngajak aku…karena tau biasanya aku males ..he..he..he
Pasar Kranggan ini adalah salah satu pasar utama di Jogja…kondangnya hanya kalah ama Pasar mBeringharjo….di Pasar dekat Tugu Jogja ini yang paling banyak dijual sebenarnya aneka kembang untuk ritual nyekar ke kuburan ….pagi itu tujuan utamanya adalah beli Ayam Kampung, Bumbon,Bawang putih, dan Lele…serta brotowali untuk Ica….Begitu memasuki gerbang pasar maka suasana hiruk pikuk ..hilir mudik manuasia .lengkap dengan lantai becek dan tumpukan barang dagangan yang gak beraturan..langsung menguasai aura pagi itu…..Pasar adalah bentuk nyata dari sebuah emansipasi karena sebenarnya penguasa pasar adalah para mbok-mbok bakul…kaum adam hanya hadir untuk pekerjaan yang berat ato yang butuh mental lebih..misalnya jadi kuli angkut ato jagal daging…di Kranggaan dominasi kaum wanita nyata sekali..mulai dari yang jual bumbon..ayam sampek arang ,,kaum hawa dari berbagai usia…dengan pakaian khas jawa….kebaya dan jarit …menjadi actor-aktor utama ekonomi…makin siang hiruk pikuk semakin tak terperi…keringat sudah membasahi kaosku…sementara itu kita harus menyesuaikan posisi diri untuk memiringkan badan ke kiri ke kanan jikalau ada kuli angkut lewat…..
Di Kranggaan…nilai rupiah begitu terhormat…jika Rp.500 di luar pasar hanya untuk parker motor ato beli relaxa….di Kranggaan ..banyak barang bisa dibeli dari Rp. 500 itu…bisa bumbon (sekerat kunci,kunyit,laos dan sere)…cabe rawit…tomat…atau cebisan bunga kol…berharga sekali…mungkin diantara kita dah lama tidak berurusan dengan Rp.500 ini dalam transaksi dagang harian except bayar parker ato bayar Kamar mandi umum untuk sekedar buang air kecil…( bahkan pengamen aja melirik ganas kalo kita beri Rp.500 ini..)…Di Kranggaan kita tiba-tiba merasa kaya dengan uang Rp.5.000 ato Rp.10.000 yang gak berarti banyak di Carreffour,Giant,ato Hypermart….terus terang ke pasar krangaan adalah perjalanan batin yang menyejukkan untuk selalu bersyukur dengan nikmat Allah SWT yang kadang kita anggap remeh..semisal.. Rp.500 tadi…
Pergi ke pasar sebenarnya ritual biasa bagiku..dulu…ketika masih SD dan SMP aku sering menemani Mbah Putriku untuk belanja..terutama pada minggu ato saat mau lebaran….kalo hanya harian sih biasanya kita dulu belanja di pasar krempyeng(darurat) yang ada di Kampung Ledok …karena namanya pasar darurat maka yang diualpun jauh daripada lengkap….biasanya yang aku incar saat di ajak belanja adalah jajanan pasar..kayak Cenil,ketan,Gatot,Thiwul dll….saat itu harganya luar biasa murah..kalo ke los ikan yang paling tak recommend ama si Mbahku adalah iwak Nous (cumi-cumi) sama ikan Lemuru yang saat itu sekilo hanya seribu…tapi biasanya si Mbah agak ogah-ogahan kalo aku nunjuk ikan Lemuru….walopun rasanya lezat…namun baunya amis bianget….he..he..he..he
Kalo lebaran dan butuh barang agak berkualitas biasanya beliau menyempatkan beli umbo rampe lebaran..kayak tepung terigu,essence untuk buat sirup,kismis,daging sampi,dll di Pasar Tanjung….sekaligus membelikan baju ato sarung untuk alm.Eyang kakung….PASAR TANJUNG adalah ikon jember pada tahun 1970-1980an…pasar modern pada jamannya ini terkenal dengan pagarnya yang dari aluminium…bahkan dulu saat awal dibuka ..di atas bangunan pasar terdapat arena bermain anak-anak kayak time zone jaman sekarang..tentu dengan versi Old Skool…dermolen dan ombak segoro… Sebagai pasar sentral di kota Jember ..Pasar Tanjung menyediakan kebutuhan yang sangat lengkap dari makanan,sayuran,buah-buahan,pecah belah,elektronik, garmen and fashion bahkan obat kuat juga ada….pokoknya one stop shopping….masing-masing komiditi menempati bloknya sendiri-sendiri sehingga nuansa tertib dan teratur sangat terasa..itu duluuuu…kalok sekarang wah kayaknya acakadut tuh di dalamnya….
Istriku kalo pulang ke Jember paling seneng belanja di Pasar Bungur…ini adalah relokasi pasar darurat (krempyeng)..dengan mengokupasi lapangan sepakbola kebangaan arek-arek Hassanudin….pasar dekat pabrik Tehel ini lumayan rame ..di depan ada kios permanent yang menjual sembako dan dibelakangnya lapak-lapak dan meja panjang tempat para bakul meletakkan barang dagangannya…..barang yang dijual di pasar itu adalah bahan yang sangat segar dan baru maka jangan heran jika berangkat ke pasar jam 08.00 wib ..kita gak akan dapat apa-apa lagi….semuanya ludesss….harganyapun bikin istriku betah….gimana gak harga tomat segar Rp.1.000/kg….harga sayuran (bayem,mronngih,sawi,slada air-arnong …(kayak arnong swazeneggerrr…),kacang panjang,,buncis ) rata-rata Rp.500 – Rp.1000, …cabe merah bahkan hanya Rp.2.000…dan di pasar Bungur …Rp. 1.000 udah dapat sop-sopan (satu ikat seledri,kentang,wortel,gobis,bawang prei…) murah sangadh…apalagi iwak wader,,,iwak berkong..iwak lele..yang seger-seger itu sangatlah mura disbanding di Krangaan Jogja sekalipun….jadi dengan Rp.15.000- Rp.20.000 kita bisa masak lengkap untuk hari itu….murah sangadhhhh kan…makanya kalo pulang Jember kita selalu makan-makanan nostalgia..kayak sambel dengan lalapan Arnong,..lauknya iwak wader dan berkong….tempe dan tahu…wuahhhhhh enak sangadhhhh…..kayaknya merdeka betul yang hidup di Jember ..lebih murah dari hidup di Jogja,Semarang apalagi Balikpapan…
Pasar legendaries lainnya yang sering tak kunjungi kala masih remaja dahulu adalah.. 1.Pasar Conthong…dekat stasiun KA serta dekat betul dengan SMP 2 untuk beli jajan pasar sebelum sekolah
2.Pasar nGebang….segala makanan untuk burung ada kroto,pur,pisang..juga dijual sdegala macam ikan hias dan makanannya….serta merangkap pasdar buah..lokasi di bekas Misbar…
3.Pasar Lawed Ngebang…pasar loak legendaries yang menempati bekas terminal..untuk tukar tambah celana jeans ato spion dengan karcis bioskop…he..he..he aku pernah dapat helm half face standar SNI ..dengan harga murah …maybe hasil colongan kok murah sangadh
4.Pasar Johar lama….pasar loak untuk beli majalah bekas (Hai,Gadis,Aktuil,Selecta,Intisari) dan buku bekas ..disini aku dapat beli buku Pengantar Sosiologi karya Soerjono Soekanto
5.Pasar GNI..kalo ini kita lewati jikalau jalan kaki dari SMA1 ke Gebang..namanya aku lupa daerah apa/…
Gitu kawan pengalaman dengan pasar di Jember…ada banyak nostalgia yang tertinggal di beceknya los-los pasar…dan kerinduan akan gaya bicara keras-keras para bakul itu ..dan yang penting…di Pasar kita belajar menghargai Rupiah…
Popularity: 25% [?]
