Di salah satu tahun — saya agak lupa tatkala kelas 3 SMP atau sudah tahun pertama di SMA, yang berarti sekitar 1984/1985 — di salah satu gedung sebelah Kantor Pos Jember, depan alun-alun (jika saya tak keliru: salah satu gedung di kompleks Pengadilan Negeri waktu itu) diselenggarakan pameran buku. Sepeda hitam Phoenix yang saya gunakan selama kos di Jember mengantarkan saya menjenguk acara tersebut.
Sebuah buku berukuran sedang menarik perhatian saya: bersampul hitam, di atasnya kuning, dan judul berwarna putih, Pemrograman BASIC. Rincian buku tersebut sudah terlupakan — hanya saya ingat terbitan Gramedia, barangkali warisan dua puluh tahun lalu itu masih tersimpan di perpustakaan keluarga saya di Balung, Jember, entah, belum saya periksa lagi.
Setelah saya beli dan membacanya lamat-lamat di tempat kos, saya
tambah terpikat. Sebuah statemen yang ditulis Y = 4 * X ** 2 + 5
* X + 8 untuk y = 4x² + 5x + 8 rasanya tidak terlalu
sulit dipahami. Kemudian pembuatan IF untuk pemeriksaan
benar/salah juga relatif mudah diikuti. Demikian pula setelah masuk
ke pengulangan (loop) dengan FOR dan
WHILE: alangkah mudah menyuruh-nyuruh komputer
mengerjakan puluhan atau ratusan perhitungan.
Tidak ada komputer tempat saya mencoba saat itu!
Walaupun demikian, itulah buku komputer pertama yang membuka wawasan saya bahwa pemrograman itu mengasyikkan. Beberapa hal yang selama ini saya ketahui dari matematika di sekolah, seperti pemakaian fungsi, deret hitung dan deret ukur, dapat dibuatkan programnya dengan menyenangkan.
Buku hitam tersebut saya baca berkali-kali karena memang hanya itu “fantasi” yang dapat saya bayangkan tentang komputer.
Jika penjurusan fisika (A1) di SMA adalah salah satu berkah yang saya anggap sebagai kemujuran saat mulai masuk sekolah lanjutan atas, pemrograman seperti “pintu berikutnya” yang memudahkan saya memilih bidang studi antara mata pelajaran matematika dan “kerekayasaan” (impian anak-anak pada masa itu menyebutnya sebagai, “menjadi insinyur”).
Tentu saja di awal masuk SMA saya sama sekali belum membayangkan ada “sekolah khusus komputer” di perguruan tinggi, saya pikir paling bagian dari matematika karena kedekatan bagian-bagiannya. Barulah setelah mulai diperkenalkan dengan PMDK dan persiapan Sipenmaru, saya mendengar nama yang lebih pas: Teknik Informatika.
Jurusan teknik yang “masih asing” saat itu. Salah satu anggota keluarga saya yang menjadi dosen di Unej bertanya balik: apa informatika itu? Menjadi juru penerang informasi? Soalnya Departemen Penerangan sudah punya kantor juru informasi di Jalan Jawa.
Yang menyenangkan pula: saya angkatan pertama dari SMA 1 Jember yang memilih jurusan Teknik Informatika. Entah alasannya, setelah itu jurusan ini selalu dipilih oleh adik kelas hingga — sepengetahuan saya — angkatan masuk kuliah 1991.
Demikianlah kisah sebuah buku hitam BASIC…
Popularity: 24% [?]


Tahun 85-86, saat SCOMPTEC mulai ekspansi ke SMA 1. Pertamakali diperkenalkan dengan program Basic serta bergam perangkat kerasnya. Satu yang masih kuingat punya merk Texas Instrument.
Bertempat di jalan Sunan Kalijogo pojok. Seminggu sekali (nek gak kliru), peserta kursus digilir untuk belajar mengenal komputer dan logika-2-nya.. Terus terang, aku gak nyandhak dengan bahasa pemrograman. Nyatanya sampe sekarang agak susah untuk belajar tentang pemrograman. Yang aplikatif barangkali lebih cocok denganku, seperti misal Corel, Photoshop, Audacity, Soundforge..
Tapi, semua memang harus mulai dari awalnya. Tanpa dasar, tak akan ada pijakan untuk masa depan. Tanpa BASIC, tak akan ada Corel dan kawan-kawannya.. ( Tanpa “BASIC INSTING”, tak akan ada Catherine Trammel.. wk.wk.wk.wk.. wis nonton. Koz..? )
BASIC…..iku bukune anggel bianget yo cak…bagi aku sih…
emang buku yang paling bisa menginfluence kayaknya yang didapat saat-saat SMA ya….
satu.buku bekas dari toko loak di dekat Bioskop Sampoerna ..yang berjudul “Pengantar Sosiologinya karangan Soerjono Soekanto”…membuat saya begitu menggemari cerita yang berbau sosiologis..kayak “Santri.Abanngan” karya Clifford Gertz….perjumpaan saya dengan ilmu Sosiologi adalah saat kuliah di Fakultas pertanian…baik saat di Unej maupun UGM…khusus mata kuliah sosiologi Pedesaan saya jarang mbolos..dan dua-duanya dapet ” A “….
walopun akhirnya saya gak jadi sosiolog…tapi saya suka buku-buku yang bertlatarbelakang sosiologi..kayak karyanya Gertz,George MT Kahin,Audrey Kahin, Hermawan Sulistyo, Umar kayam,sampai “Carok :konflik kekerasan dan harga diri orang Madura” karya Dr.A Latief Wijaya
sampai saat ini buku-buku sosiologi yang paling banyak tak koleksi bahkan dibanding buku-buku Pertanian maupun Ekonomi Perbankan….
aneh yo?….aku dewe bingung kok atas seleraku yang aneh ini…..
Perkenalan pertamaku dg komp yo sama kaya Cak Faiz, di SCOMPTEC yang ada di Talangsari, dan pindah ke Jl. Imam Bonjol ( Gajah Mada saat ini ).
Yang aku bingungkan saat itu adalah, tak pikir “les komputer” itu mudah dan menyenangkan, gak tahunya hampir tiap pertemuan kami disuguhi pelajaran “matematika” lha piye wong pelajarane ttg angka-angka dan logika, bilangan binair, looping dsb. Padahal sejujurnya aku berharap dengan komputer aku bisa “main game” yg lebih canggih dari sekedar main “Donkey Kong” di Game Watch. So setiap kali ujian aku gak tau lulus… Lha wong pelajaran matematika aslinya aja aku wis eneg!
Merek komputer saat itu yang paling aku senengi adalah Apple II, selain TI ( Texas Instrument, Radio Shack, NEC. Layarnya warna hijau, bahkan ada satu komp yang aku lupa namanya, monitornya jadi satu sama CPU nya, koyo kalkulator besar ! Embuh opo sik ono merek2 seperti itu sekarang ya…
Pelajaran BASIC aku dapatkan kembali di Perikanan saat semester 4. Praktis selama 3 bulan, kami tidak belajar apapun, karena dosennya sakit. Setelah mid semester, barulah beroleh dosen pengganti. Dengan paket kejar tayang, dapat C sudah untung.
Saat itu (tahun 90-an) mulai bermunculan rental di sekitar kampus-2. Primadona program saat itu adalah WS 3.0 - 5.0 serta penantang seriusnya Chi Writer. Dalam penggarapan tugas kuliah, kedua kubu ini bersaing untuk menjaring penggemar.
WordStar dikenal dengan variasi editing dan lay out yang mumpuni. Tapi kita mesti menghapalkan beragam perintah untuk ngetrik selembar dookumen. Buat yang kreatif, biasanya menyiapkan 1 file kosong yang sudah berisi beragam perintah untuk pengetikan. Naskah tinggal diketik, maka hasilnya akan mengikuti template yang dibuat. Lumayan hemat waktu..
Sedang Chi Write merupakan salah satu program olah kata yang bisa menampilkan hasil cetaknya nanti saat dokumen diketik atau dikenal dengan WYSIWYG.
Sedangkan untuk spreadsheet, Lotus 123 belum tertandingi. Setelah muncul Windows 3.1 dengan Excel versi awal, mulailah Lotus pelan-2 ditinggalkan. Apalagi ketika Windows menjadi sistem operasi yang paling banyak di-instal, praktis pengolahan kata dan data memakai buatannya Pakdhe Bill Gates itu..
Di Aquafarm, Lotus 123 5.0 masih terus dipakai, karena terbukti masih mumpuni untuk mengolah data produksi. Biar Jadul, yang penting unggul.. he.he.he..
Lek aku yo luwih asik nonton Basic Insting-nya Sharon Stone
Whua ha ha ha….!!!
Wis nonton “BASIC INSTING 2″ sisan, Bu ?.. Waduh OOT panas iki…
Utowo iki “BASIC” Samuel L. Jackson.. full dar der dorr sisan.. he.he.he..
Mulai..cing mancing….lha bahasan yang kayak gini kok yo sik tego OOT…dasar-dasar…wuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..
Zaal.. Rizaall..
Iki wis mulai OOT.. ayo metu, Zaal
Cak Amal..angkatan 88 sing ITB selain Panjenengan,Alm.Anggowo, ..sopo meneh yp?…dan dimana mereka sekarang?…
Iki yang dibahas opo tho, buku, milih nggon kuliah, opo komputer, opo nonton pilem?
Tapi nek gak OOT, yo gak seru Cak, Mbakyu…
Oh Cak Amal ternyata IF ITB, tak pikir elektro.
@Ekoz
Ishak Handriansyah van Matematika ITB, Koz.
@Rizal
Keragaman “hayati” perlu dilestarikan, Zal. Mangkane angger ono posting, respone iso teko macem-2 bidang studi.. tergantung sing nyawang masalahe.. he.he.he…
Basic instict 2 apa wis metu DVD/VCD-ne ta? Lek wis tak golekane neng rental rek!
Arep belajar anatomi opo Histologi, Bu ? Kok antusias golek Basic Insting 2 hi..hi..hi…
Ekos,
Selain Amal dan alm. Anggowo di ITB juga ada Ishaq Handriansyah.. keberadaannya saat ini belum jelas.. masih masuk ‘grey area’..haha..
@Ivan…yups Ishaq..aku sempet keyemu accoun FSnya istri beliau..btw kayaknya sibuk sekali beliau…
aku perneh dengar nama Ibnu Sutatwo..iki ITB juga kan?…areknya yang kayak apa ya?
@Cak Amal..
yen perkenalanku dengan komputer termasuk sagat terlambat..baru mau lulus aja aku belajar wordstar dan lotus..itupun dengan jengkel…lha wong gak mudeng-mudeng…sampai akhirnya keluarlah keluarga Wicrosoft Office…kayak Word,excel,dan powr point…lainnya blas gak nguasai…jangjange pengen juga bisa Coreldraw atau Photoshop…tapi belajar otodidak teryata huangel bianget….dan juga Visual Basic…kayaknya cool kalok bisa ini program….
@Sevi ….wuah koleksi tontonanmu hebat juga yo…Basic Instinct 2 bajakannya banyak..di Video Rental jga banyak….
@ Faiz…Dr.Sevi akan mendalami split personalitynya Chaterine Tranmmer…he..he..he
Bos sinau Basic iku biyen aku paling mwales nggarai mules, enakan nglukiss.. tapi mari ngono buri2 getun pisan gak sinau Basic temenn.
klu memang komputer ngak perlu anti virus trus gimana cr nya menghapus virus di komputer tnpa anti vitus!!!