Permen dari masa ke masa

22 January 2008 by sevi Nostalgia

Pernah lihat acara Lemon Tea di SCTV tiap sore? Itu loh acara “arek cilik2″ jaman sekarang. Ada yang namanya Cinta Monyet, Pacar Pertama, CLBK, deelel. Satu hal yang menarik di acara tsb- yang mengingatkan aku akan cerita masa kecil, adalah permen. Di acara Lemon Tea itu, di akhir acara biasanya cewek atau cowok yang dipilih diberi permen Kiss, dan di bungkus permen itu ada macam2 tulisan yang menggambarkan jawaban dari “lakon”nya. Unik dan lucu2 tulisannya, misalnya capeee deh, I love you, cute abizzzz, forever love, temenan aja…..etc. Ini gaya komunikasi anak sekarang, menurutku asik juga lo. Tinggal beli satu bungkus permen Kiss, tinggal pilih tulisan apa yang ingin kita sampaikan pada teman atau ojob, itulah ungkapan hati kita. Tak pikir sah-sah saja kalau ingin memberikan suatu kejutan yang manis buat pasangan kita. Aku sih pengennya, ojobku memberikan permen Kiss yang bertuliskan “Cute abizzz” hehehe….(dasar narsis…)

Duluuuuu, jaman aku masih SD sekitar th 70an, aku suka sekali beli permen cecek dan permen bubuk. Yang namanya permen cecek itu, sebenarnya kedelai yang dilapisi gula2 warna warni. Satu bungkus sebesar jari kelingking, isinya sekitar 10-15 butir, harganya mungkin Rp. 5 - 10an. Nah, kalau permen bubuk itu, sebenarnya hanyalah gula bubuk yang diwarnai saja, kemudian direntengi dalam plastik kecil2 dan dilengkapi dengan sendok plastik yang imut banget. Jenenge arek cilik, barang legi yo mesti enak ae.

Selain yang manis-manis, aku juga suka sekali manisan mangga dan cerme. Kalau manisan mangga, sepertinya masih ada dijual di toko2 makanan, tapi rasanya gak ada yang mengalahkan permen manggaku jaman kecil dulu. Oh iya, permen mangga itu dulu tak arani juga permen upil, karena secara morfologis tidak beda jauh, hanya ukurannya lebih gede…Kalau permen cerme, dikemas dalam kotak2 kecil warna kuning, wis enak tenan rek.

Kalau permen atau manisan atau gula2 yang dijual di sekolah waktu SD, beda lagi. Ada yang namanya gelali. Biasanya ditaruh diatas baki kayu, warnanya seperti gula gosong atau karamel, trus diatasnya ditaburi wijen. Kalau kita beli, satu porsinya hanya seukuran kotak korek api, ditaruh di atas kertas. Boleh langsung dimakan, atau kalau pengen dimakan nanti2 bisa disimpan dan gulanya jadi mengeras serta warnanya berubah menjadi coklat pucat. Rasanya? Tetep enak….Kalau pengen makan permen sambil main seruling bisa juga. Manisan ini, warnanya orange menyala, ditaruh dalam wajan. Kita bisa beli manisan tsb dengan macam2 cetakan yang tersedia. Ada bentuk burung yang bisa ditiup seperti suling, bunga, binatang dan lain2. Rasanya lebih enak daripada gelali.

Permen memang selalu enak untuk dinikmati, paling tidak buatku. Permen karet juga menjadi salah satu favoritku juga. Masih TK, aku suka permen karet Pusan. Selain karena permennya empuk, enak dan gampang ditiup, juga karena dibungkus bagian dalamnya ada tatoo air. Tinggal basahi tangan pake ludah, tempel bungkus Pusan, ditekan2 sebentar…taraaaaa…!!! jadilah gambar tatoo di tangan. Asiiik kan?

Permen karet memang melegenda. Waktu SMA tahun 80an, di majalah HAI booming serial Lupus yang identik dengan jahil, slebor, cuek dan PERMEN KARET!! Sampai2 ikon Lupus digambarkan sedang meniup permen karet sampai guede. Aku gak tahu apakah kita2 waktu itu juga tergila-gila sama permen karet karena ngefans sama Lupus. Permen karet sekarang ini sudah banyak macamnya, baik rasa, kemasan, manfaat dan kandungan di dalamnya, tinggal pilih yang kita mau.

Ada satu peristiwa masa SMA yang masih tak ingat betul. Kala itu aku di kelas 2 Bio 3, dan lagi seru2nya Beng-beng beriklan di televisi dengan iklan yang menggoda, yaitu 1 batang Beng-beng digigit di masing2 ujungnya oleh cewe dan cowo. Wiih, tentu saja adegan yang bikin seeer buat anak SMA. Karena godaan iklan, dan  termasuk permen jenis baru masa itu, wah yang namanya Beng-beng laris manis di koperasi OSIS. Sepertinya ketinggalan jaman deh kalau belum makan Beng-beng. Karena tahu begitu tingginya animo beli dan makan Beng-beng, si Ekos sampai2 rela menawarkan diri untuk mentraktir teman2 cewek beli Beng-beng, dengan syarat makan Beng-bengnya harus seperti di iklan TV. Sayangnya, penawaran Ekos yang luar biasa ini tidak mendapatkan sambutan hangat dari cewek2 di kelasku, termasuk aku…..hiks…hiks…Sori Kos.

Permen tak selamanya manis. Karena gara-gara permen juga, saat ujian EBTANAS SMP aku harus belajar di ruang tunggu dokter gigi karena mesti antre untuk menambal gigiku. Gak enak tenan sakit gigi itu, pengennya marah kalau dengar orang ngobrol atau ada suara2 keras, pokoke gak enak blas!!! Mungkin pencipta lagu “……lebih baik sakit gigi, daripada sakit hati….” (opo judul lagune ?) gak tahu ngrasakno loro untu rek!

Karena aku suka permen yang rasanya manis, legit dan nyam nyam itu , makanya aku tetap maniezzzz sampai sekarang.  Oops…….glodhaaag!…….praaaaang!!!…….buuuuugg!!!! hahaha…(Hidup narsis…!!!)

Salam manis….

Popularity: 25% [?]

Print This Post Print This Post

24 Responses

  1. hahahaha…. saya sampai ketawa sendiri membacanya, terutama di bagian yang menceritakan kisah ekoz dan penawaran beng2 nya.. sori mas eko..

    sharing aja nih, klo permen yg saya sukai dari jaman saya belum sunat, sampai sekarang adalah permen Haw Flakes (bentuknya kayak koin, tapi tipis sekali, setipis kertas karton)yang dijejer2 dan dibungkus kertas, warnanya coklat tua kemerahan, rasanya hampir mendekati cerme(?). bungkus kertas nya sebesar rata2 jempol kita, dengan warna kuning dan merah jambon/ pink.

    moga2 tulisan jeng sevi ini dibaca oleh obbie mesakh dan meggy z selaku pencipta dan penyanyi lagu Sakit Gigi… hehe

    23. January 2008 - afton
  2. Kalo gak salah Haw Flakes itu permen dari China yang bungkusnya merah muda kan Cak Afton. Di warung deket rumahku masih ada tuh yang jual permen itu, ternyata istriku juga penggemar berat permen itu.
    Tapi kemarin sempat denger di TV (atau nonton di TV ya, tapi yg pasti gak mbaca di TV) pas rame-rame razia produk makanan Cina, permen itu masuk yang dicurigai mengandung formalin….jadi gak pernah beli lagi deh..
    Tapi jaman dulu, gak peduli formalin, sumarlin nonformalin. yang penting sikat.. la wong enak.

    Soal permen upil Bu Dokter, kalo secara morfologi sama, kalo secara rasa, apa sama antara permen upil dengan upil yang dijadiin permen? :)

    23. January 2008 - Rizal
  3. yang saya ingat lagi waktu SMA di Bio-2 itu pernah demam makan kwaci, diawali dari kwaci yang item-item dari biji semangka, makannya agak susah..aku eling kalo lagi pelajaran deretan bangku belakang sibuk ngonceki kwaci, sampek neng ngisor bangku karo njero mejo kebak kulite kwaci, terus si Tomi (arek Mayang) ngawali tuku kwaci sing werno putih, lebih gede dan lebih mudah makannya, apalagi kalau yang ngajar biologi pak singgih, makannya kwacinya tambah asik, karena pak singgih biasanya nggak peduli dengan murid-muridnya yang dibelakang, pak singgih ini ang aku ingat lagi orangnya katanya pantang untuk belok kiri, makanya kalau naik sepeda motor biasa diawali muter nggawe ongko 8 (wolu) baru budhal …..

    23. January 2008 - sujak
  4. Seviiiii…..kan…lho,,kok….trus..wuadduhhh..he..he..he…malah dadi bahan postingan kik……

    Afton dan Rizal…sukak Haw flakes…permen sing gak mBois Blassss……kecut rek……

    kalo hubungan Kwaci dengan pak Singih emang dah seperti komplementer gitu….

    sebenarnya ada juga permen yang terkenal pada saat itu..karena hadiahnya yang hebat…
    1. Cocorico…dengan undian kacamata carrera yang mbois itu

    1. Pindypop…ini Si Ramos Klonal situmorang pernah menggemparkan SMAN 1 karena dari pengiriman pindypop dia dpat Honda astrea

    2. Trebor..ini umum saja..tapi dadi kenangan karena dari satu kupon aku dapat hadiah Jam dinding ..lumayan

    4.Zuuper …ini permen jebakan ..yang manis pada awalnya kecut abissss pada endingnya..biasanya yang bawak adalah Satryo Murdock Yoyok….

    1. Chelsea …yang mesti dibagi karena begitu diambil dari tas…secara otomatis dari arah kiri dan kanan teracung tangan-tangan para “peminta-minta”

    yang paling enak ya tetep aja..BENG-BENG….

    23. January 2008 - ekoz-guevara
  5. Eh onok maneh lo permen sing asik juga. Arane permen disco. Bentuknya bubuk tapi agak kasar, trus kalau sudah ada di lidah, permennya mlethek mlethek, sensasinya seperti kesetrum, dadi rodo pencolotan.
    Trus ada permen sarmento produksi Nimms, yang merupakan adaptasi dari permen sarparela jaman cilik biyen. Tapi sarmento sepertinya ga begitu sukses di pasaran, jadi gak ada lagi sekarang. Padahal rasane enak dan khas banget, itu loh seperti rasane rootbeer di A&W.

    23. January 2008 - sevi
  6. Waah, kalo ngomong permen masa lalu dan sekarang masih tetap rutin tak konsumsi, yo…. permen asem. Biasane permen iki gak ada mereknya. Diatasnya dikasih sedikit taburan gula putih. Enak diemut kalo abis makan atau kalo mulut sepet dan perut eneg. Wis…. gak ono sing ngalahno……!!. Meski kadang rodho bengkerengan karo bojo, krn dianggap ngajari kebiasaan jelek ke anak. Iso ngrusak untu jarene. Mosok sampe ngono sich, bu dokter…..?!.

    24. January 2008 - ariek
  7. wah, kali ini gak ngomentari permene. Cuma mencoba inget-inget rasa permen yang telah diulas satu per satu.

    Pesene wong tuwo biyen : ” Le, nDhuk, ojok ma’em permen ae. Engkok gigis untumu.. ” Ini adalah nasehat konvensional yang masih terjaga sampai kini. Jangan lupa gosok gigi setelah mengulum permen atau makan Beng-Beng. Tapi, nasehat dokter, kita gak boleh segera gosok gigi setelah habis makan ya ? Harus menunggu beberapa saat setelah proses penguraian makanan dalam mulut selesai. Bener gak, Bu Dokter ?

    Ada yang pernah baca novel karya Roald Dahl yang telah difilmkan yaitu ” CHARLIE AND THE CHOCOLATE FACTORY “. Bintangnya Johnny Depp, disutradarai oleh Tim Burton. Kolaborasi keduanya bisa anda saksikan juga dalam ” Edward Scissorhands “. Di ” Cahrlie..”, berkisah tentang seorang anak yang terobsesi untuk bikin pabrik coklat nomor satu, sebagai cara mewujudkan “dendam”-nya atas masa kecil dulu yang gak diperbolehkan makan permen atau coklat oleh ayahnya yang seorang dokter gigi. Tonton/baca, deh.. Asyik punya lho..

    24. January 2008 - faiz
  8. Aneh yo ? Tadi pagi, sebelum tiba di waduk, aku mampir ke warnet di Purworejo. Sempat kirim posting ke topik ini. Tapi, siang ini aku buka blog, postingane nggak ada ? Opo digondhol dhemit, yo ? Tak baleni wae lah, olehe nulis postingan. Timbangane ngarani dhemit nglakoni sing ora-ora, ndhak mengko dhemite nesu, terus blog-e dhewe malah di orak-arik…

    Aku nggak ngomentari permen-permen yang sudah diulas diatas. Tapi nyoba inget-2 rasa permen-permennya aja..

    Nasehat wong tuwo jaman biyen : ” Le, nDhuk, nek ma’em permen ojok akeh-akeh. Engkok gigis untumu ”
    Nasehat konvensional ini masih laku sampai sekarang. Jangan lupa gosok gigi setelah makan permen atau cokelat. Khususnya coklat, yang kata dokter gigi, lebih “ganas” daya rusaknya dibanding permen.

    Ada sebuah Novel karya ROALD DAHL, pengarang cerita anak-2 kondang dari Norwegia, yang telah difilmkan oleh sutradara Tim Burton dan dibintangi oleh Johnny Depp. Judulnya “Charlie And The Chocolate Factory”. Berkisah tentang obsesi seorang bocah, yang di masa kecilnya begitu dikekang tidak boleh makan permen atau coklat.

    Ayahnya yang dokter gigi begitu keras melindungi putranya bahkan meng-kawat gigi putranya agar tetap sehat dan rapi nantinya. Kenangan atas kekangan ini mendorong semangat si bocah untuk bermimpi kelak menjadi pemilik pabrik coklat nomor satu. Tonton/baca, deh.. Menarik sekali.

    24. January 2008 - faiz_sahly
  9. kalo saya permen yg saya inget adalah :
    1. permen Nano-Nano, permen abadi sepanjang masa, ket biyen sampe saiki jik payu ae….

    1. permen karet Yosan, yg kalo dikumpulin bungkusnya dan bisa menyusun hurup “Y-O-S-A-N” bisa dapet hadiah Tamiya. Dan secara ajaib selama 6 taun sekolah SD, tak satupun pernah saya temui anak mendapat bungkus bertuliskan hurup N

    2. permen jagoan Neon, di-emut2 lidah bisa berwarna-warni. Pewarna kimia memang nikmat!!!

    3. permen coklat Choki-choki, tp saya ndak suka, sebab bikin pusing alias mblenek.Ilat ndeso g cocok mangan coklat.Apalagi kalo coklatnya cap Ayam Jago, beh….. iso semaput aku…

    24. January 2008 - imiL
  10. hidop permen opel,,,
    bungkuse plastik pote, ono gambare pao karo tulisan chino,
    bu sevi boloku……., liyane mosoku….

    24. January 2008 - omdhe
  11. ga rek, goroan… aku isek kancane awake sampeyan sampeyan iki, brarti ga atek sirah….!!!???

    eh, permen sing tak senengi nganti saiki yo sik tetep permen opel, alasanku….. enak, trus nggarai “mercing”, ngrasakno kecute…
    onok rong macem sing garing karo sing teles,
    aku luwih seneng sing garing, luwih awet,
    dadi iso luwih ngirit…..mergane mangan upile dhewe……

    nyuwun duko sedoyo… monggo dilanjuak…

    24. January 2008 - omdhe
  12. Sing dimasud permen disco mungkin kamsude permen poprock, ditebar ning ilat, trus meletup mak plethak-plethak.
    Super Zuper… weh itu permen idolaku, hanya orang-orang dengan daya tahan tinggi sanggup makan permen itu (maksude doyan kecut..)
    Kalo permen baheula, jangan lupa permen TICTAC, cup-achup (bener gak nulise), menthos, hexos, brengos.. mledhos… mrongos, tonggos…wis tambah ngawur… maap wis sore, awake rodho panas pisan…

    25. January 2008 - Rizal
  13. koyo biasane.. OOT..

    25. January 2008 - faiz
  14. Biasa.. menjelang akhir pekan, virus OOT menampakkan keganasannya. Rizal adalah korban pertama hari ini.. wk.wk.wk…

    25. January 2008 - faiz_sahly
  15. Permen yg saya sukai permen susu (mudah2 an benar nyebutnya), tingting kacang, brem suling.

    Kalau panganan lainya, yaitu tape baik singkong atau ketan, apalagi kalau dimakan dingin2 alias ditambah es batu. Uenak e

    buat ibu dokter sevi: apakah betul kalau banyak makan tape, bau kentutnya akan berkurang???

    26. January 2008 - surya
  16. aduh, di setiap postingan kok selalu ada peringatan OOT ya, jadi kurang “bebas” nih ngomongnya…,
    namanya juga cangkru’an serunya kan di sana…
    yg penting ga nyinggung SARA

    cak faiz piiiiiiiiiiiiiiiizzzzzz………..

    26. January 2008 - omdhe
  17. kalo permen favouritku :
    1. Permen susu rabbit yang dah ga bole beredar karena ditengarai berbahaya. padahal permen nya enak, bungkus lapisan dalam yang dari agar-agar enak banget pas dikenyot ama permen nya.
    2. Permen yang biasanya dijual di bioskop johar plasa dulu pas aku kecil,katanya om rizal permen poprock yang dilidah bisa meletus-meletus. Nonton ga afdhol kalo ga nyamil permen poprock
    3. Permen Milton, permen khas dengan bentuknya yang segitiga dan bungkus bunder alumunium nya yang sampai sekarang ga berubah.
    4. Permen Fisherman Friends, berhubung saya suka minum air es, tapi waktu kecil suka dilarang minum es, cari pelampiasan dengan ngemut permen fisherman friends terus minum air putih(sensasi dingin seperti minum air es)
    5. Permen Karet Legendaris YOSAN dan Juicy Fruit
    6. Permen sepanjang zaman NANO-NANO
    Hidup permen !!

    27. January 2008 - imiL
  18. yang posting diatas saya(Jaka) bukan imiL. maklum pinjem komputer imiL.

    27. January 2008 - Jaka
  19. Cak Omdhe,
    Ojo di pek ati.. OOT adalah ciri khas blog iki.. wk.wk.wk.wk…

    27. January 2008 - faiz
  20. Wah ada ilmu baru dari Cak Surya, kalo banyak makan tape, bau kentutnya berkurang?.. bisa dicoba tuh.. tapi kalo kentut gak pake bau khan seperti rokok gak pake asep… opo enake yo..
    Ohya Trebor, yaang bikin enak bubuk putih yang ada ditengahnya… manis asem seger.
    Ngomong-omong soal permen, dan biasanya permen gak bisa jauh dari coklat.. kebetulan kampusku deket pabrik Colkat Silper Kueen, wah kalo angin berhembus kearah kampusku… mak brenggg, tercium harum coklat memenuhi udara sekitar… (kalo coklatnya dah dimasak, tapi nek pas coklate mentah. yo mambu kecut rek…)
    Sisi lainnya, ada beberapa warung yang jual produk BS dari pabrik itu, contohe wafer coklat top yang belum dilapis coklat, atau coklat silper kuween yang pecah-pecah dibungkusi setengah kiloan. Semua masih layak konsumsi dan rasanya tidak kalah dengan produk yang dikemas rapi.
    harganya.. terjangkau rek, dari 6 ribu sampai 20 ribu, sak kantong plastik. Pokok nek pengen maem cokklat sak muntahe.. dolano ning nggonku, tertarik?
    Cukup ketik reg spasi coklat spasi enak… kirim ke 9889, jawaban langsung dari HP-ku.. :)

    28. January 2008 - Rizal
  21. Zal,
    Suk nek sido reuni, produk-2 BS-e dikirim wae nang panitia Reuni. Ditulisi : Sumbangan dari Rizal.. wk.wkk.wkk.wkk.. Sing penting kan enak dan murah, koyo bakso cilok nang ngarepe gedung DPR Jember..

    28. January 2008 - faiz_sahly
  22. zal, kalo makan silper queen BS, kentutnya bau coklat nggak?… hehe

    28. January 2008 - afton
  23. Cak surya, baru ini aku tahu kalau makan tape bau flatusnya (kentut-red/ben alus dikit-istilah medis)bisa berkurang. Setahuku sih, malah bisa bikin perut kembung dan kurang baik buat yang punya sakit maag.
    Rizal crita silper kuin, aku jadi ingat pernah dikasi 5 batang silper kuin gede2 sama teman kuliah gara2 dia minta aku bikinkan tanda tangan dosen killer (malsu maksude)jane iki rahasia rek. Tindakan ilegal. Ojo rame2 yo…
    Kalau coklat, aku ga begitu suka, biasa ae. Tapi karena aku suka bentuk dan bungkusnya yang lucu2 biasanya aku beli aja, trus tak bagi2 ndik konco2ku.
    Setuju karo Faiz, ditunggu sumbangan silper kuin teko Rizal, gpp masiyo BS, lek sampe muntah opo mencret, obate akeh kok ga usah kuatir…hehehe

    29. January 2008 - sevi
  24. BUat Cak Afthon, kalo makan silper kween BS, bukan flatusnya yang bau coklat, (he..he.. niru istilahe bu dokter Sevi)… tapi kalo BS-nya kecemplung got… coklatnya yang bau filatus..
    Cak Afthon jadi kapan-kapan maen ke pantai Kartolo, pantai Basman, pantai Sapari, pantai Kacil dan pantai Sidiq Wibisono…
    Walah,..walah… mentang pans berat Ludruk.

    30. January 2008 - Rizal

Leave a Reply