Jember Trip 2008

10 January 2008 by faiz_sahly Perjalanan

Menjelang tanggal 31 Desember 2007, aku sedikit was-was. Rencana ke Jember untuk sowan orang tua dan njemput anak terancam gagal sebagai akibat banjir yang melanda wilayah Jateng dan Jatim. Luapan air Bengawan Solo yang makin menyebar, membuat jasa transportasi antar kota terganggu. Setelah cari info sana-sini, akhirnya tak tekati mabur dari Jogja ke Surabaya.

Senin jam 13.15 waktu Surabaya. Angin sejuk menerpa, sedikit mendung membuat suasana kota Surabaya terasa nyaman. Nggak seperti biasanya.. puanass. Aku nelpon Dr. Sevi dan Cak Ariek untuk melaporkan kehadiranku di Jawa Timur setelah hampir 2 tahun meninggalkannya. Tepat jam 2 siang, Bis Patas TJIPTO mengantarkan aku dan istri melalui kota “setengah mati” PORONG.

Miris rasanya melihat Porong yang dulu gegap gempita dengan beragam aktivitas sosial ekonominya. Kini sebagian sudah dibiarkan terbengkalai oleh penghuninya dan entah kapan mereka akan kembali membangunnya. Debu tebal menempel di tembok-tembok toko atau rumah di tepian jalan raya Porong. Semakin menguatkan isyarat “kematian” akan datang ke kota ini.

Selepas dari Gempol, perjalanan lancar-lancar saja. Menjelang jam 7 tepat, kami menapakkan kaki di Terminal Tawang Alun Jember. Yang terpikir, sesaat setelah masuk mobil adalah perut belum diisi. Wah enaknya beli Martabak Malabar di Jalan Trunojoyo. Kami mampir untuk beli Martabak Legendaris ini, yang konon punya “konstruksi” berbeda dibanding martabak lainnya.

Biasanya martabak dibuat dengan kulit yang cukup lebar sebagai bungkusnya dan diisi adonan telur daging didalamnya. Martabak semacam ini, akan keras bila digoreng atau dipanaskan kembali. Tapi Martabak Malabar tersusun dari kulit di tengah dan diapit oleh adonan telur daging tersebut. Tebal dan menggugah selera.. Bila dipanaskan kembali, nggak mengeras karena kulitnya di tengah. Bisa dibilang inovatif.

Sembari menunggu Martabak selesai, hujan deras mulai mengguyur. Aku kembali teringat daerah Porong. Jebolkah tanggulnya kalau hujan begini derasnya ? Bagaimana di Bojonegoro? Tuban, Gresik atau longsorkah di Wadaslintang ? Malam Tahun Baru kali ini betul-2 diliputi perasaan was-was dalam hati. Berita Tivi yang memaparkan kondisi terkini di daerah bencana, masih belum menunjukkan kemajuan yang berarti buat para pengungsi.. Air..air.. air dimana-mana, menggenangi dan menenggelamkan harapan sebagian saudara kita… Detik-detik peralihan Tahun kulewatkan dengan tidur lelap.. capek dan penat.. setelah perjalanan panjang tadi siang.

Selasa malam esoknya, aku janji mau ke Rumah Yusi dan Yennie, tapi sebelumnya aku sempatkan dulu cari makanan lawas yang telah lama tidak aku nikmati. Kupang Lontong dan Sate Kerang di sebelah selatan BRI Alun-alun dalam sekejap pindah ke perutku. Ketika lewat depan alun-alun tampak banyak orang sedang mempersiapkan sebuah acara. Ternyata Kota Jember akan di-Ulang Tahuni ke-79. Alun-alun Jember sekarang tampak lebih terawat. Lebih cantik atau tidak, tergantung yang nyawang. Deretan Pohon Kelapa yang tertanam rapi di sebelah utara alun-alun bermandikan cahaya lampu, menambah gemerlapnya suasana malam di alun-alun.. (Omong-2.. Tagihan Listrik Pemda mestinya melonjak juga nih.. Lha Listriknya dipanjer terus..)

kantor-pemda.JPG

Sekitar 2 jam aku ngobrol dengan Yusi dan Yenie. Ragam cerita tentang nasib baik dan tidak baik kawan-kawan lama meluncur dari mereka. Melu bungah kanggo sing kasil.. Melu prihatin kanggo sing nandhang sungkowo.. Sepulang dari Tegal Besar, aku jeprat-jepret foto di Pasar Tanjung, Jembatan Kali Jompo, Al Baitul Amien dan Jembatan Semanggi. Semua padhangdan terang oleh gemerlap lampu kota.. Aku nggak bisa ngomong apa-2 selain menikmati suasana malam dari sadel motor..Keinginan untuk makan Ketan Ayu di Cokroaminoto nggak kelakon, kalah dengan pesona nostalgia Jember In The Night.

baitul-amin.JPG

Rabu pagi diajak ayah ke Situbondo. Pulangnya beli Soto Madura Asli di Panji. Ambune.. wuahhhh.. nggregesi, Cak. Di desa Traktakan Bondowoso beli Wader Goreng. Waduh sing iki yo marai ngiler tenan wiss.. Acara malam kulewatkan dengan menikmati soto dan wader yang dibeli siang tadi. Weteng dadi seseg mergane wareg.. terus keturon.. Dalam tidurku, aku mimpi datang ke SMA 1 Jember.. ketemu para guru dan kawan-2.. Ehh, tahu-2 adzan subuh terdengar.. Mak gragap.. tangi ndang adus. Dandan rapi, trus mangkat nang sekolahan.. Sebelum ke sekolah, aku mampir beli karcis untuk pulang. Tiket Mutiara Siang sudah kugenggam. Pinginnya sih mau motret Stasiun Jember, mumpung sudah di sana. Tapi kok nek disawang-sawang, Stasiune norak banget, nggak serasi dengan lingkungan sekitarnya.. Maunya pilih cat yang bergaya posmo, eh.. kok malah kebablasen. Kesan lawas dan elegan menjadi hilang. Akhirnya kubatalkan niat untuk memotret Stasiun Kereta Api di Jember itu.. Gak sreg blass.Mass Destructionnnn….

Beberapa menit kemudian, sampailah aku di SMA 1 Jember. Aku melewati kawasan Gunung Batu Permai. Jepret.jepret.. dapat 2 gambar proses penghancuran bukit batu di jalan Karimata tersebut. Mungkin 1 - 2 tahun lagi, ketika melintas disitu, aku sudah nggak bisa menemukan bukit itu lagi. Lha wong tiap hari digali dan dikepras untuk pembangunan kota.. Semoga saja nggak ada yang punya (duit dan) ide gila untuk mengepras Gumuk Kerang untuk dijadikan area penambangan galian tipe C. Bisa semakin hilang “Trade Mark” kota Jember pada tahun-tahun mendatang.

sma-1-jember.JPG

Setiba di SMA 1 Jember, disambut oleh Satpam. Sesaat aku perhatikan deretan depan bangunan tua SMA 1 ini. Secara fisik tidak dirubah, hanya cat-nya berganti warna biru. Fungsi ruang pun juga berganti. Mulai dari barat, yang dulunya kelas 2 Biologi 1 (dekat WC), sekarang diubah menjadi Ruang Bimbingan dan Konseling. Pak A.A. Rasyid yang bermarkas di sana. Sebelahnya, yang dulu Ruang BP dan Kepala Sekolah, difungsikan sebagai Ruang Tata Usaha yang dikomandani oleh Bu Titik. Sebelah pintu masuk, sekarang menjadi Ruang Kepala Sekolah (d/h 2 Biologi 2) dan eks 2 Biologi 3 menjadi Ruang Wakil Kepala Sekolah. Sementara yang di pojok (eks 2 Biologi 4) nggak begitu jelas untuk apa.. Soale gak tak inguk.

Yang pertama kutemui adalah Pak Dja’i dan ternyata beliau belum lupa dengan wajahku. Kebetulan juga Bu Nunik ada sikelas-3-bio-1.JPG samping beliau. Saat melihat Kostum yang kukenakan, Bu Nunik berujar ” Wah, apik kaose..” Aku mengutarakan niatku datang ke sekolah adalah untuk mencari data lama angkatan 88. Karena saat itu masih ada tamu, Pak Dja’i menyarankan aku untuk menghadap pak Rasyid. Kami saling bertukar cerita. Dari pak Rasyid, sudah banyak guru-2 kita yang telah memasuki masa pensiun. Antara lain Pak Imam, Pak Dzulkifli, Bu Prang, Pak Ramli. Pak Turasman sekarang sudah menjabat sebagai Kepala Sekolah. Di mana tepatnya aku nggak tanya. Sementara itu, Pak Jono Biologi dan Pak Mulyani Matematika sudah wafat. Pak Rasyid sendiri menyatakan akan pensiun tahun 2009 nanti. Beliau tampak senang dengan kehadiran murid-murid angkatan lama ke SMA 1 ini Aku melanjutkan melihat-lihat situasi sekolah dulu. Lapangan tanah yang biasa untuk upacara bendera, sekarang telah dirapikan dengan pemasangan Paving Blok. Sehingga bisa juga berfungsi sebagai lapangan Basket.

terasnya-3-bio-4.JPG

Secara umum, gedung bagian depan sampai belakang (deretan kelas 3 Biologi 3 sampai 3 Sosial 2) masih sama. Yang banyak berubah adalah deretan Lab. Fisika, Lab. Bahasa, Perpustakaan dan Rumah Dinas Kepala Sekolah dulu. Semua sudah jadi gedung berlantai 2. Bagian bawah berfungsi sebagi ruang kelas dan ruang kegiatan macem-2.

Parkiran masih berfungsi sama, hanya nggak ada lagi pohon Apukat rindang yang menaungi motor-2 disitu. Sebelum pulang, aku tengok lagi deretan depan kelas 3 Fisika 1 dulu. Kebetulan ada Bu Kartini sedang mengajar. Kami ngobrol sejenak dan berfoto di depan kelas (foto-foto lainnya aku pajang di Gallery).

lorong-gelap-2-f1.JPG

Akhirnya aku masuk ke Ruang TU untuk mendapatkan data angkatan 88. Saat disodori buku Induk Siswa, aku jadi tersenyum memandang wajah-2 lama teman kelas 1-1. Segera saja aku salin ke dalam kamera digital. Melihat begitu tebalnya buku induk, wah.. rasanya perlu waktu 1-2 hari untuk menyalin semua berkas itu. Aku hanya sempat menyimpan data lengkap kelas 1-1. Sementara data siswa 88 kudapatkan dari daftar pengambilan STTB. Nah justru ini yang kita cari.. Daftar seluruh siswa angkatan 88 berdasarkan kelas masing-2… Aku pulang dengan perasaan puas.

Malam harinya, aku ketemu Cak Roen di Alfa. Kuceritakan kalau aku habis dari sekolahan. Saat aku katakan kalau data lengkap angkatan 88 ada dalam buku induk yang cukup tebal, Cak Roen berencana (semoga kelakon) untuk meng-kopi semua data dari buku induk tersebut.

Jumat pagi aku bersiap pulang ke Magelang. Hujan mengguyur kota Jember sejak pagi. Pukul 11 siang tiba di Stasiun dan dari jauh tampak sepi-2 saja. Nggak tahunya, Kereta Api cuma bisa jalan sampai Bangil, karena rel-nya terendam air bercampur lumpur sebagi akibat jebolnya tanggul di daerah Porong. Waduh.. mumet jadinya. Setelah berembug dengan keluarga di rumah, aku sekeluarga diantar naik mobil ke Surabaya. Dari Arik, aku dapat kabar kalau kawasan Krian-Mojosari siang itu macet total. Dalam hati aku berharap agar genangan air sudah mulai surut setiba di kawasan Porong nanti.

Alhamdulillah, meski merambat saat memasuki jalan alternatif di desa Prambon, kami sampai juga di penginapan pada pukul 22 WIB (Terima kasih buat Om Marbaie dan Cak Heri yang telah mengantar kami).

Pukul 7.15 WIB kami sudah siap di Stasiun Gubeng menanti Kereta diberangkatkan. Cuaca hari Sabtu pagi cerah sekali. Langit tampak biru dan angin sepoi-2 siap menemani perjalan pulang kali ini. Magelang .. kami pulang..

two-towers-madiun.JPGstasiun-gubeng.JPG

Ahh.. meski diwarnai keraguan, akhirnya perjalanan pulang ke Jember benar-2 menyenangkan. Semoga di Idul Fitri Oktober nanti, kami bisa kembali.. Jember, sambutlah kami kembali.

Popularity: 31% [?]

Print This Post Print This Post

19 Responses

  1. Aduh, senengnya Cak Faiz bisa menengok almamater kita. kalo aku biasanya hanya lewat depannya aja, memang secara fisik masih spt jadul, apalagi setelah liat foto foto yg sampeyan ambil kok kayaknya paggun beih… memang untungnya itu gak bikin asing kalo kita melongok ke sana. sayang sekali Cak Faiz ga juga ambil hal-hal yang unik di sma kita misalnya, baksonya Pak Rie (meminjam istilahnya Cak Eko ini bakso legendaris lho buat kita).. trus warungnya Pak Buralim…masih ada gak ya ?

    Mengenai guru guru, aku jadi ingat sekali sama penampilan Bu Prang, guru selebritis yg selalu berpenampilan mecing dari ujung rambut sampai ujung kaki. hiasan rambut pink, baju dominan pink, tas cangklong pink, sepatu pink, weleh pokoke ngabege tenan gayane (lho, aku kok dadi ngrasani…. maaf Bu Prang aku cinta padamu… you’re the best performance…hehehehe… bener ta rek inggrise?)

    10. January 2008 - omdhe
  2. Cak Faiz memang oye, terutama kunjungannya ke SMA 1 Jember. Gimana caranya melihat foto-foto cak faiz di galery. Saya sudah mencoba masuk ke galery dan menggunakan username dan password yg diberikan ke saya. Tapi ora isa eh.

    Mampir ke SMA 1, ehmm, cuma di luarnya aja. Kalau saya berkunjung ke rumah saudara yg tinggal di kapuran sumbersari, saya sering makan gado-gado dan es kelapa muda di depan SMA 1 Jember.

    Apakah cak faiz sempat promosi website ini ke SMAN 1 jember? Siapa tahu guru-guru kita tersebut kangen sama bekas murid-muridnya yg dulu? Misal kangen sama cak Omdhe

    11. January 2008 - surya
  3. Iz, sing ndik foto iku kelasku 3 bio 3 ta? Duh iz, kudu nangis aku ndeleng kelasku jaman biyen hiks… Eling2 biyen lek guyon, gepuk2an, ngrumpi, ngintip konco sing seger2…..Jian kangen tenanan rek. Ayo po’o reunine di mantepno. Ayo Iwan go…go…!!!

    11. January 2008 - sevi
  4. Salut buat Cak Faiz, ceritane sungguh menggugah. Lebaran kemarin aku gak ke Jember, tapi selalu kelewat moment untuk ambil gambar. DIantaranya yang aneh di alun-laun pas malem Takbiran akeh sing men layangan, terus banyak mobil luar kota sing parkir nin galun-alun dho cangkrukan. Cuma yo iku bodohe Rizal, lali gak nggowo kamera.

    Pak Jono & Pak Mulyani sudah meninggal ya, semoga semua jasa beliau menjadi amal jariyah yang selalu mengalir buat beliau berdua….

    Terakhir aku ke SMA 1 bulan Mei 2007, ketemu Pak Rasyid, Pak Arief Purwanto, secara umum SMA kita tidak banyak berubah… dan gak kepikir aku buat ngopy buku induk siswa… wah iso tak tiru idene Cak…

    11. January 2008 - Rizal
  5. Galeri foto memang disediakan “hanya untuk kalangan sendiri.” Sejauh ini yang sudah disediakan di sana untuk alumni tahun 1988, soalnya yang punya hajat di ranah maya ini (hehehe…). Alumni lain belum disediakan karena memang belum ada permintaan.

    Nah, di diskusi kami (alumni 1988) di milis disepakati bahwa foto-foto tersebut “dilindungi” tidak dibuka begitu saja kepada khalayak, jadi perlu punya akun di Galeri. Nah, akun Galeri berbeda dengan yang digunakan di blog ini, karena memang dua aplikasi berbeda dan tidak ada proyek integrasi yang menghubungkan keduanya.

    Selain itu, hingga saat ini baru anggota dari alumni 1988 yang sudah terdaftar di sana.

    Apakah nantinya di Galeri perlu pengelompokan per angkatan, atau dilepas untuk semua anggota terdaftar, hingga hari ini belum disusun kebijakannya.

    Yang jelas, inilah risiko Faiz memasang foto di tempat tertutup, akibatnya orang lain yang ingin melihat jadi terhalang, hehehe… ;-)

    13. January 2008 - Amal
  6. Wadduh..wadduh..aku speechles….mengko ae…tak nulis koment..sak iki speecchless….moto wis mbrabangi iki…kangen karo jember…kangen karo SMA siji..kangen karo guru..guru..karo konco..konco kabeh…
    suwun cak Faiz…suwun banget…

    14. January 2008 - ekoz-guevara
  7. Wuahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh (unjal ambegan)….
    setelah merenung-renung ini respon untuk pilgrimage journey Faiz ke almamater…..

    Tentang Pembangunan JEMBER
    kayaknya MZA Jalal terobsesi untuk memperindah kota Jember..dan sampai sejauh ini cukup berhasil…kalo mo greng lagi harusnya PEMDA Jember belajar pada PEMKOT Suroboyo yang berhasil menyulap kota Suroboyo menjadi lebih manusiawi ( salut untuk ibuk alumni ITS yang dadi Ketua dinas Pertamanan..jenengnya lali…)
    tapi kalo kemudian..ada ide jahil meratakan Gumuk Kerang…? wah..wani tawur ae yo gak cak…karena Gumuk Kerang inilah landscape terindah yang dekat dengan kota Jember….kelingan jaman SD ..dijak nDayatuk (pembina PRAMUKA paling die hard sak Indonmresia mungkin) jelajah alam disono…terus duk-duduk dibawah kerimbunanpohon jambu mete…diiringi lagunya ucie Bing Slamet..” bukit berbungga,tempat yang indah..aaaaa..disana kita sering datang bersama di bukit gumuk kerang…..” sambil lirik-lirikan karo cem-ceman jaman SD….

    Foto Pager SMAN 1….
    itu pager yang “menimbulkan trauma” saat SMP kelas satu…aksi-aksi tirok-tirok arek SMA Widyatama…lompat pagar …eh malahan aku tersangkut dan robeklah celana abu-abu yang baru nitu..hu..hu..hu…pulang kerumah ambik ganti diiringi tertawa cekikikan teman-teman

    Foto No.6
    kalo gak keliru ini diambil dari depan kelas 1-6 dulu..deket WC legendaris yang sangat mirip pabrik amoniak…dan diujung lorong itu…adalah Kelas 3 Bio 3 (jaman 88)..oh my lovely Chernobyl Tribes….

    foto No.7
    kayaknya reverse angle dari No 6 diambil dari ujung koridor yang perempatan legendaris..ke kiri parkiran..ke kanan R Guru (lama)..ke depan terus belok kiri Rombongnya Pak Rie…

    Banyak juga our lovely teachers yang passed away yo…
    Pak Sempai Sembiring..Pak Singgih..Pak Jono (nderek belo sungkowo Nang..aku baru tau…)..Pak Mulyani (the Quite Mathematician)..semoga Allah memberikan sisi terbaik di sorga…

    and berita gembiranya..Mr.Turasman AKA xerxes AKA Mr. Sentolop jadi kepala sekolah….woaaahhh..what a surprise?…gak mbayangin beliau dadi Kepsek ..ya..isok kepingkel-kepingkel aku…aku selalu happy menatap wajah gembira beliau jika menjelaskan tentang kehebatan raja persia Xerxes dalam menaklukkan Yunani dan Itali…hidup XerXEs…aku baru melihat filem 300 spartans..dan disitu ada raja xerxes ..spontan aku bilang “oalah iki to raja xerxesnya Pak Turasman itu..?”…wuaaaa…dadi nominator Mr.Happy Principles of the year dia…woooo ha ha..ha Mr.Sentolop dadi Kepsek…congratulation!!!!!!
    For Cak Faiz..suwun atas ceritanya…

    Untuk Cak aroen….yok kita siapkan Reuni besar itu….

    PS. Foto Lapangan Basketnya ada gak?…

    14. January 2008 - ekoz-guevara
  8. Wah faiz jan cinta mati karo sma siji… salut is!!

    selamat buat pak Turas ’sentolop’ man (wah, gak ilok iki,.. eko), aku pas baca postingnya faiz masih berusaha mengingat2 pak turasman iki sing ndi yo.., begitu moco commentnya ekoz, langsung inget ‘keyword’ atau ‘tag’nya.. ya sentolop… hahaha (mohon maaf pak turasman, muridmu yg ‘kodo’ ini..)

    14. January 2008 - afton
  9. Baru tau saya kalo Pak Turasman punya julukan Mr. Sentolop. Guru-guru senior sekarang tinggal sedikit. Paling Bu prang dan Budhe Teguh(guru biologi) aja. Sisanya munkin alumni 77 seangkatan bapak saya seperti Bu Nuniek(guru matematika). kalo lihat fotonya om faiz, foto ke 5 itu nge shoot ke kelas 2.1 pas jaman saya sekolah(2000-2003). Foto ke 6 itu kalo ga salah diambil dari deket kamar mandi “legendaris” ya om? kelas pojok sebelah kamar mandi itu kelasku (1.4) lho. Terus foto ke 7 itu reverse dr foto ke 6 dimana kelas saya dulu(1.4) kelihatan di belakng om faiz moto itu ada kelas saya juga(kelas 2.4) dimana sekarang bersebelahan ma musholla. Hiks, pengen pulang ke jember minggu depan. kangen

    15. January 2008 - Jaka
  10. Jaka …kalok mulih nJember…ojok lali liputan terkini soal kehidupan sosial-politik-ekonomi ndeksana ya….

    lebih baik kalo mampir ndek SMAN 1 JEMBEr…foto-fotoan sudut-sudut nostalgiknya…
    Rombong Pak Rie…Lap Basket…Rumah Kepsek..Gerbang Belakang…WC legendaris…mading…dan lain-lain…

    Si Imil Sackimil dijak mole pisan…kesuen ndek Suroboyo…tambah parah mengko…( sorry Mil…wkkk…wkk…wkkk…aku moco blog dia ..isine…jan lucu tok… dia emang parah…)

    15. January 2008 - ekoz-guevara
  11. waduh cak faiz paling jago mengenangkan yang telah lam berlalu, membuat aku serasa masih di SMA dulu, wektu awakmu ngeling-ngeling jaman candradimukane sispena aku dadi kangen poooooll, karo awakmu kang, gak nyongko yen awakmu isih kelingan sakdetil-detile, kangen cak..kangen cak. Edi pras saiki ono ndi yo aku kilangan jejak hampir sejak sma, tulung cak faiz yen duwe laca’ane

    16. January 2008 - sujak
  12. Cak Faiz, suwun latest update nya ttg SMA 1. Foto-foto sampean nggarai aku pengen muleh nang Jember. Aku juga agak suprise dengan kondisi dalam sekolah kita, syukur wis ono perubahan tambah apik… udah pake lantai porselen, taman dan rumputnya kelihatan terawat.
    Pak Rie, isi dhodolan bakso ta? gorengane top-markotop!!!

    17. January 2008 - budi_90
  13. Jaka …kalok mulih nJember…ojok lali liputan terkini soal kehidupan sosial-politik-ekonomi ndeksana ya….

    – Siap ndan

    Si Imil Sackimil dijak mole pisan…kesuen ndek Suroboyo…tambah parah mengko…( sorry Mil…wkkk…wkk…wkkk…aku moco blog dia ..isine…jan lucu tok… dia emang parah…)

    – Memang rada edan teman saya yang satu itu, yang saya ta habis pikir seorang imil memiliki bapak KADEPAG jember. /swt

    17. January 2008 - Jaka
  14. Cak Soedjak,
    Eddie Pras sudah gabung dengan milis kita, tapi belum pernah muncul di blog ini..

    21. January 2008 - faiz_sahly
  15. Alhamdulilah, aku terharu banget bisa nemuin dan baca cerita tentang SMA kita tercinta. lama sekali aku kehilangan kontak ama temen2. Mungkin karena aku pendatang di Jember. Aku jauh2 dari desa di pelosok banyuwangi selatan (silirangung-pesanggaran) datang ke jember tuk bisa sekolah di SMA 1 Jember yang harum namanya itu. Aku kuliah di unair surabaya, kerja dan tinggal di surabaya. Sementara keluarga di banyuwangi telah pindah rumah, dan saat ini kumpul di Surabaya. Benar2 aku dah kehilangan kontak. Sampai sampai masa SMA sering datang dalam mimpi-mimpiku. bener2 masa SMA penuh kenangan. Aku pernah nraktir temen2 satu kelas bakso & es waktu aku ultah. he3.Itu karena kebaikan hati bapakku almarhum. aku dan teman2 pernah mejeng dan foto2 an di depan sekolah (ya yang di foto itu. Rekaman di laboratorium nyanyiin lagu bahasa inggris dari bu prang “forever young, ect”, rujakan di depan kelas, pingsan saat latihan gerak jalan TAJEM, njarem semua setelah gerak jalan Tajem, aktif di SISPENA, pramuka, dan sesekali ikutan aero modeling sama temen2 yang pinter2. he3. Thanks ya bagi2 critanya. siapa tau aku bisa nemuin juga temen2 ku yang dulu.

    Triani (wiwid)
    I D, II IPA4, III IPA4
    (anggkatan 2003, lulusan 2006)

    21. February 2008 - triani (wiwid)
  16. sory, yang bener, angkatan 1983 lulusan 1986. maklum sangking semangatnya. (Triani-wiwid)

    21. February 2008 - triani (wiwid)
  17. sayang bakso pak ri gak di foto
    trus mak lontong juga udah gak ada di smusa
    saya juga baru tau pak turasman jadi kasek
    pasti anak buahnya di ajari ndagel
    sama ndengerin campur sari

    10. March 2008 - egah
  18. Angkatan 87 kok adem ayem wae? padahal pada badung loe pade..hehehehe

    12. June 2008 - MEGH !!!
  19. Assalamu’alaikum…

    Salam kenal dari aku… Q ankatan 2004 luluz tahun 2007…. Q g nyangka bisa nemuin halaman ini…
    jujur ja, q kangen bgt ma smasa… ma temen2,, nak 1.2,,2 ipa 5,,3 ipa 5,, nak paskibra angk. 17,, nak geronemo,, nak Selam Kos,, guru2 tercinta,, temen2 tercyng,, kakak ma adek klaz,, pokokna cmua warga SMASA deh….

    Thankz buat smua…

    Sukses buat smuanya…

    Wassalamu’alaikum…

    30. August 2008 - dikz_dream

Leave a Reply