Garut, Kota Wisata di Jawa Barat.

Akhir tahun 2007 penuh dengan cuti bersama, sekalipun sebenarnya gak ngaruh buatku karena tuntutan profesiku (libur gak libur diatur sendiri he..he..) tapi lumayan buat refreshing buat menyegarkan pikiran. Dari awal bulan Desember rencana disusun. Target ditetapkan Cipanas, Garut. Sekalian Bapak-Ibu mertua akan didatangkan dari Semarang supaya bisa ikut bersantai sejenak. Beberapa hotel di telepon, untuk  booking bungalow. Eh… ternyata pada penuh sampai 1 Januari….. Untung masih dapat 1 bungalow di Hotel Cipanas Indah (asli masih blank..gak tahu  itu hotel bagus apa gak…soalnya biasa di Kampung Sumber Alam).  Kamar didapat, DP ditransfer, dan dikonfirmasi. Siap untuk tanggal 29-30 Desember. 

Pada hari H, semua dipersiapkan. Bapak-Ibu mertua  datang pagi-pagi naik KA Harina, so pas subuh harus cabut dulu ke Stasiun Hall, Bandung. Jam 9 pagi kita cabut, rencana lewat jalan Cijapati, lewat daerah perkebunan sambil cuci mata lihat pemandangan…Eh salah jalan, akhirnya lewat jalan biasa, Rancaekek, Nagrek terus Garut. Nah…yang mengejutkan.. ditengah jalan.. Gus Faiz  nelpon  sambil berfatwa..”Zal, CD Mp3 Kartolomu wis siap, saiki lagi tak kirim nganggo Kilat Khusus bil Khusus…”. Alhamdulillah, tambah seneng atiku, jalan-jalan, ditelpon Gus Faiz pisan..he..he.. danau-dariza.JPG

Nah saiki cerito soal Garut dan ojek wisatanya. Tempat wisata paporit (soalnya yang cerito wong sundo he..he..) di Kab. Garut (+/- 65 km Tenggara Bandung) adalah Cipanas. Daerah ini di kaki gunung Guntur, dan memiliki banyak sekali pemandian air panas. Kalo ditempat lain paling hanya ada 1 sumber /kolam air panas (misal, Ciater-Subang,  Ciwalini-Ciwidey Bandung) maka kalo di Cipanas, kolam renang air panasnya saambreg, akeh banget. Tinggal pilih, di hotel kelas melati (ato bahkan kelas kembang tembelek-tembelekan..he..he..) ato di Hotel kelas bintang 3. Pokok sak kuat kantong panjenengan. Dari yang bentuknya losmen, sampai bungalow (spt Kampung Sumber Alam), atau kamar-kamar di atas danau (Danau Dariza), ada, pokok komplit. Untuk sarana rekreasi selain berenang biasa, masih ada water boom, sepeda air, flyng fox dll. 

Cuma itu tempat wisatanya…. Eit sabar dulu… Selain Cipanas, Garut punya tempat wisata yang lain. Mulai dari Gunung, Danau, Kebun teh, Candi sampai pantai. Untuk gunung, sebut saja Gunung Papandayan, dengan naik mobil kita bisa sampai di dekat puncak/kawah Papandayan. Jaraknya sekitar 27 Km dari kota Garut, tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Soal pemandangan, gak kalah dengan Tangkuban Perahu yang kondang itu. Kawah Derajat, Cuma 16-17 Km dari Garut, tempat explorasi panas bumi PT Chevron, juga ada Kampung Sampireuen yang terkenal itu. Danau, Garut punya Situ Cangkuang (terkenal dengan Candi Cangkuang dan Kampung Pulo, kampung adat seperti Kampung Naga di Tasikmalaya),  Situ Bagendit dan situ-situ lainnya (disini Danau atau Ranu disebut dengan Situ). 

Pantai di Garut juga indah, emang tidak seterkenal Pangandaran, Carita dll, tapi cukup bagus dijadikan tujuan wisata, misalnya pantai Ranca Buaya, Pameungpeuk, Leuweng Sancang, pantai Santolo dan lain-lain. 

Untuk informasi lebih lengkapnya mungkin tidak ada salahnya buka di www.garut.go.id . Informasinya jauh lebih lengkap dibandingkan pemkabjember.go.id yang menurutku lebih banyak nampilin wajah pejabatnya.. Ada yang berminat melancong ke Garut, sekalian  mensukseskan Tahun Kunjungan Wisata 2008 he..he.. Pokok mau pantai, gunung, hutan, semua ada di Garut. Perlu pemandu, silahkan kontak diriku.(Wis dulu, kepalaku gatel, mau tak garut dulu eh..digaruk dhink….) 

10 thoughts on “Garut, Kota Wisata di Jawa Barat.”

  1. wuiih, ternyata Garut tidak hanya punya Kampung Sampireun aja, ya……?!. Dan Cipanas, ternyata tidak hanya ada di Cianjur. Moga suatu saat iso mlaku2 mrene. Nice story, mas Rizal……!!. Blog ini rasanya semakin lengkap dan berwarna saja.

  2. Cerita perjalanan yang menarik…. Garut adalah tantangan bagi para mantan anggota MAPALA (mahasiswa Pecinta Alam) ato MAPALAGA (Mahasiswa Pecinta Alam Ghaib)..he,,he,,he… lha masak ada danau bernama Situ bagendit..hiii..hii…apa tempat kumpulnya para Dhemit yo…wkkkkk…wkkkk….

    di foto nomor dua Danau Dariza (namanya genit juga)..kok ada rumah gadang ala padang?..itu penginapan ato rumah makan Padang?…

    suwun Zal….nice posting

  3. Dik Rizal ( jarene Rizal terharu lek tak panggil dik…hehehe), jare sampeyan niku wong jember, lha kok ngaku wong sunda …

  4. Maksude niru wong kene nek cerito, biar lebih menjiwai, gitu lho…. Jadi pake kata paporit, bukan vavorit…. Kalo ngaku Jember sedang yang diceritain Garut, wong-wong yo podho gak percoyo he..he..

  5. Nah, durung opo-opo wis OOT.. Zal, iki kan mbahas Potensi Pariwisata Garut, kok melenceng nang Tata Bahasa Indosneisa, sih..

  6. wah.. info yg menarik, soal garut selama ini yg sy tahu cuman dodol nya (inget dodol garut PICNIC).. sama kalo di bekasi/ jakarta profesi barbershop kelas Rp. 5.000 – 10.000, dikuasai org2 dr Garut ( biasanya di etalasenya tertulis ASGAR/ asli garut) Ulasan dik riZal ttg potensi pariwisata di garut, kapan2 bisa dicoba .. apalagi ada pantai Kartolo segala disana… he3

  7. Malu akuw,, Aku yang notabene orang garut (baru 3 thn di garut tapi asli keturunan garut) aja belum pernah kemana-mana, except ya ke papandayan,, Kalau mau ke papandayan tinggal jalan aja,, heeee,, Lam kenal,

  8. Ho.ho.ho…. Mudah mudahan kita bisa lebih mengenal apa yang kita punya, soalnya coba liat wisata yang lain yaitu Gunung Cikura Garut, selain indah alamnya masih asli juga di puntjak Gunung ada sesuatu yang gak pernah dibayangkan ..

    Punten, pesen akang di kebon teh, upami ngaraos kasasar omat ulah Geruh, cobi istighfar & tenang.

    salam, Kabayan saba nagara ti Dubai Thea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *