Archive for December, 2007

Galarama, variety show pertama yang saya lihat

December 17th, 2007

Kembali ke tahun 1978 – 1987 an saat saya masih di jember mengambil program S3 (SD-SMP-SMA), tepatnya saat SD menjelang SMP, hiburan yang meriah dan murah (bahkan gratis) adalah nonton TV.

Waktu itu channel TV belum sebanyak sekarang , belum ada yang namanya Anteve, TPI, Indosiar, RCTI, SCTV, Gombal TV, Lativi, Trans 7, Trans TV, Metro TV dan TV2 lokal … adanya cuman TVRI stasiun Surabaya thok , itu pun jam on-air nya dari jam 17.00 diawali berita daerah, penyiarnya yang masih saya ingat, Arie Purnomo Adji, Rini Sugiyono dan Pungky Runkat (konon menurut kartolo, artinya mumPUNG saiKI duRUNG berangKAT… artinya waktu lahir dia ditinggal bapaknya transmigrasi .. hehe) dan diakhiri jam 12.00 dengan film2 favourite waktu itu semacam The Six Million Dollar Man, Bionic Woman, Chips, Barnaby Jones, Canon, Starsky and Hutch lan sak panunggalane..

Salah satu acara favorit saya di Prime Time jam 19.30 (sehabis warta berita nasional dan garuda pancasila .. ayo.. maajuu… majuuu..) adalah, Galarama ( menurut seorang produser TVRI Sby saat itu Agus Alfa, artinya adalah seGALA iRAMA) memang disitu ditampilkan segala irama lagu yang lazim ditampilkan waktu itu, ada jazz, pop dan sedikit ndangdut…. dan di tengah2 acara (ini biasanya yang ditunggu2) ada acara lawak oleh grup lawak lokal surabaya, yang pada waktu itu memang lagi banyak2nya.

Sejumlah penyanyi Galarama yang sempat saya ingat adalah Rita Monica (parasnya yg sendu selalu terngiang2) Johan Untung, Atik Choirul Bahri (ini juga sudah go nasional), Priyo sigit, Alm. Vicky Vendy dan alm Gombloh, di lapis kedua ada yulie koesnoe, Maharani Kahar, Dian Fakih dan Tyas Drastistiana (bukan daratista lho..), untuk jazz, yan masih saya inget , ada Bubi chen dan Mus Mujiono, untuk ndangdut ada Ida Sanjaya, Anna Sanjaya, Agus Helm, Khalik Dan sebagainya.

Grup Lawak yang saya ingat pernah dan rajin tampil di Galarama adalah Srimulat Surabaya (Asmuni, Isye, Edi Geyol, Bambang Gentholet, Pete, Tikno, Tessy, Toto Hidayat, Bandhempo, Bowo dan lainnya yang saya gak inget ), Surya Group (Alm Jalal, Hery Koko, Susy Sunaryo, Suprapto Wibowo/ esther dan George Sapulette), Kwartet S (Bambang, Jati, Joko dan Bagong), Semanggi Group (Blontang, Roy Markun, Mety, Dandy), Buana Grup (Tatang Gundul cs), dan group lawak lainnya yang ngetopnya dibawah yang sudah saya sebut di atas.

jam 20.30 Galarama sudah selesai, dilanjut Manasuka Siaran Niaga (commercial break berdurasi penuh 1/2 jam), trus Dunia Dalam Berita (program ini s/d sekarang masih ada di TVRI) dan setelah itu biasanya saya ketiduran… groookk.. groookkk..

Popularity: 33% [?]

Radio kita….”kacepot gule’na mera…”

December 8th, 2007

“..be’de kereman laguh de’ri Pak Marjuk ambik Bu’Marjuk..e…duson krajan Mayang…kanguy pak Sane’man..e duson panti..de’rema kabbare kakeh..ma’tak tao rem-kereman lagu pole…de el.el..”..akhirnya” kangguy ca kanca kabbih ..kaule Bang Jali abik Bang Same’on apameteah ge’lu….kacepot gule’na merah salah lopot kaule ambik bang Same’on nyo’oon sappora..”….

kemudian jreng..suara bang haji Rhoma Irama mengalun deras dari radio merek Telesonic..” dibalik kerudung..wajahmu tersembunyi…kau cantik alami anugerah Illahi…jreng-jreng”….

inget kan sama sapaan legendaris ini dari penyiar lagu-lagu dangdut yang kondang tahun delapan puluhan ( tapi aku agak lupa..ini di Radio Suara Akbar ato Radio Kartika ya?”….saya yakin mayoritas temen disini sangat familiar dengan kosa kata dan gaya bicara para penyiar radio di Jember…kombinasi bahasa Indonesia dicampur Madura..menelurkan sub genre bahasa Madura yang sangat Jember..( kalo orang-orang pasar pasti sangat hapal dengan gaya bahasa ini…ek-arek Gang Panili,Talangsari,Etan Pasar,Kp.Ledok,Kas-kasan..de el el…pasti sering terpapar gaya bahasa ini)…jika bahasa gaul semacam itu muncul di radio-radio AM kota Jember..maka yang tersisa di kita adalah senyum simpul geli yang asyik punya…( sulit gambarinnya)..Jaman itu Radio AM adalah sarana komunikasi antar warga yang sangat efektif dan meluas…salim kirim salam dan request lagu baik via surat ato via kupon salam-salaman dan request lagu yang bersifat Pra Bayar…kupon request lagu ini mesti beli di stasion Radio yang kita demenin..( ini kayaknya yang menginspirasi voucher pra bayar HP sekarang ya?..wkk..wkk..)..adalah episode yang sering ditunggu…oleh masyarakat Jember begitu juga kita remaja-remaja Jember….

Saat itu Radio FM belum ada di Jember…udara Jember dikuasai oleh The Big Three…Radio Suara Akbar…Radio Kartika dan Radio Khusus Pemerintah Daerah (RKPD) milik PEMDA….di urutan buncit seprti biasa R R I. Masing-masing mempunyai andalan acara untuk menggaet pangsa iklan segajah-gajahnya.untuk itu..segmentasi menjadi hal yang penting…karena mayoritas pecinta radio adalah masyarakat pedesaan yang senang membawa-bawa Radio di sawah-sawah dan kebetulan mayoritas adalah etnis Madura seperti Pak Marjuk dan Bu Marjuk yang sangat masyur itu maka program acara dikuasai oleh progam lagu-lagu dangdut dan kirim-kiriman salam via kupon pra bayar itu…dimana pembawa acaranya berbicara dengan bahasa Meduro pasar..yang gabungan antara Bahasa Medureh dan Bahasa Indonesia….di acara seperti itu ..para pengiklan berebut..sehingga tak terkadang terjadi blocking time spot iklan pada program-program yang favorit..jaman itu yang terkenal adalah iklan “Pil Kita” produksi Marguna Tarulata APK Farma…. obat dewa yg legendaris karena bisa menyembuhkan semua penyakit dari capek,encok,pilek ..sampek pusing-pusing karena ditolak gebetan..wkk.wkk..mana dikasik bonus tambahan energi kuat sehat lelaki..lagi..e el el…)..ya blocking ime ini karena pil itu untuk pasar para petani,nelayan,pedagang,sopir,tukang Kaceb dll…maka kombinasi antara lagu dangdut dan iklan-iklan “Pil Kita ” yang sangat deras menggelontor kuping pemirsa ini berhasil mempersuasi para pembaca untuk beli itu daripada pil…Penyiar acara semacam ini yang paling top Markotob adalah Bang Jali dan Bang Same’on tadi itu….

Kalo stasion Radio yang mendapat julukan avant garde bagi life style anak-anak muda Jember maka Radio Suara Akbar adalah nama legendarisnya…radio yang awalnya bermarkas di Jl.Truno joyo ( sebelah rumah Dr.Jakfal)…dan kemudian pindah ke Jl.Kartini di depan komplek SD Jember Kidul VI-IX….bisa dibilang sebagai market leader…selain influencenya pada kehidupan anak muda via lagu-lagu ato game or quiz saat acara diputar…RSA ini juga sangat dikenal sebagai Event Organizer konser-konser musik baik itu Rock ( kayak kerjasamanya dengan Log Zhelebour),Dangdut (sering jadi co promotor Rhoma Irama)..bahkan..untuk acara-acara PEMDA seperti publikasi acara Gerak Jalan Tradisional Tanggul Jember juga dijabanin ama Radio ini…

Acara yang paling aku sukai dari Radio ini tentu saja ” Rest and Relax Music “.yang diasuh oleh Kak Nana yang suaranya betul-betul membuai itu…acara yang durasinya 1 jam sejak jam 13.30 WIB ini ..adalah referensi utama remaja-remaja Jember…untuk lagu dan istilah-istilah yang lagi hype…acara itu jadi ajang saling kirim-kiriman salam untuk teman dan gebetan…apabila salah seorang dari kita kupon ato suratnya dibaca kak Nana maka bisa dipastikan besoknya ada respon dari teman-teman…selain suara mendayu kak Nana yang pas banget dengan jadwal leyeh-leyeh after School Hour itu…lagu-lagu yang dipilihnya juga top banget dan semua lagu barat….aku paling seneng kalo yang diputar lagunya Chicago “Hard To Say I’m Sorry”..Lionel Ritchie “Three Times Lady”..Rod Stewart “I Don’t Want To Talk about it”…lagu kesayangannya Tristina ” Love of My Life” dari Queen…..ato lagu kesukaan Ludi dari RockWell “Knife”….

Pada acara Rest and Relax music itu..kita juga jadi ngeh..siapa-siapa yang lagi pengen aksion dan PDKT ama para selebritis sekolah….juga jadi ngerti siapa-siapa saja para selebritis SMP1,SMP2,SMP3…ato SMA1,SMA2..dll…acara-acara kiriman lagu juga ajang promosi terselubung dari genk ato clique sekolah…tahu siapa aja anak-anak Lheytherrz…anak-anak Ethiopianz…anak-anak Candouraq…anak-anak TR..anak-anak Destroyer…Dhayax…Alpena..Bareta (Barisan Remaja Tampan) dlll….kalo hal unik lainnya adalah nama-nama pengirimnya aneh banget dan catchy…kayak Agus Arjamel..keren kan..tahu artinya Agus Arek Jalan Melati…ato…Omdhe Argedar (arek Gebang Darwo)..wkk..wkk..sorry cak guyon…. kalo yang termasuk aktif salam-salaman diangkatanku kayaknya yang teringat cuman Onix..ato..Reno Sari Palupi itu…terus Indra Lemkari de el el…aku sih gak pernah kirim-kiriman gitu….cuman pendengar saja…

Pengalaman laen yang teringat adalah..ketika aku saat SMA ikut lomba penyiar radio…dan aku melakonkan sebagai penyiar laga tinju nasional….saat itu sih masih hangat-hangatnya kehebatan para petinju Indonesia seperti Yani Hagler Dokolamo…Ellyas Pical..Dobrak Arter…Sambung.de el el..Maka aku ngikut lomba dan beraksi seolah-olah sedang menyiarkan langsung pertandingan tinju antara Yani Hagler Versus Dobrak Arter….nah saat paginya aku disamperin Pak Sudja’i (guru BePe)..beliau berkata “..ko ..kamu sukses nipu aku”..akh aku kaget ” apa pak?”…” itu semalam, aku pikir ada siaran tinju beneran di Radio Suara Akbar,,e alah,,ternyata kamu melu lomba penyiar olahraga to?…”…”..aku cuman tertawa kecut..”..Iya pak tapi kalah..wkk..wkk..” kayaknya karena aku terlalu serius memerankan seorang komentator tinju kayak Syamsul Anwar…yang menang malah yang bikin siaran lucu-lucuan….e alah…dikadali Radio Suara Akbar…

Kalo Chalengger marketnya Radio Suara Akbar adalah Radio Kartika yang di Jl. Kartini ujung di depannya Sekolah Pendidikan Guru (SPG)…radio in banyak menyiarkan sandiwara radio dan dangdut…cuman ada satu acara yang selalu saya tunggu pada Minggu malam…yaitu acara yang menyiarkan lagu-lagu Rock yang lagi hit…nama program acaranya aku lupa….di acara itu bener-bener di geber abis lagu-lagu rock yang lagi hits ato yang legendaris..kayak..”Final Countdown”nya Europe…” Runaway” Bon Jovi..” Smoke on The Water”nya Deep Purple ato “Tom Sawyer” Rush dan “In Trance” Scorpion…entah siapa mempengaruhi siapa…lagu-lagu yang dipilih biasanya yang sering muncul si scene-scene ato gig-gig musik di Jember.terutama yang dinyanyikan oleh La Villa dengan Anang Hermansyah sebagai vocalisnya (sekarang kuat gak dia nyanykan itu lagu ya?)..ato La Villa yang memilih lagu-lagu itu sebagai playlist konsernya … karena lagu-lagu itu sering diputar di Radio Kartika….

RKPD adalah Radio yang banyak mengulas masalah pembangunan dan acara penyuluhan pertanian…yang aku sangat inget cuman ..di pagi hari RKPD punya acara musik pengantar kerja yang penyiarnya punya suara Bariton yang sangat ciamik gak kalah dengan suara pak Sambas dari RRI Bandung yang kemudian jadi komentator TVRI itu….

kalo RRI sih acara yang paling hebat adalah…” Selamat Sore Bapak…Selamat Sore Ibuk…di sini Mas Rizal akan menyanyi..”..wkkk..wkkk…yap betul sekali acara yang menyiarkan anak-anak TK menyanyi dan berdeklamasi…bagi yang sodaranya ato tetangganya akan siaran pasti deh dah terjadi kehebohan selama seminggu itu…lagu yang terkenal adalah” Slamat sore pak..slamat sore bu..slamat sore semua…satu.dua..tiga..”..heboh..heboh..hayo siapa yang pernah siaran.TK di RRI tunjuk tangan….. RRI juga punya acara sandiwara radio yang sangat legendaris yaitu..” Butir-Butir Pasir di Laut ..episode Seribu Lima Ratus Limapuluh Lima..)..sandiwara Radio yang ceritanya mbulet gak karu-karuan dengan pengisi suaraa Maria Oentoe itu..entah sampek episode kapan berakhirnya….

Programa Radio yang juga menginfluence tentu saja Sandiwara Radio…sejak Saur Sepuh…Brama Kumbara…Mak Lampir de e el..aku gak pernah seneng sih…paling ikutan nimbrung saat drama seri yang isinya memedi alias horror itu…kalo yang ini porsinya Faiz Sahly yang tau rinci….

Saat mau kuliah di UGM.baru muncul radio FM swasta pertama di Jember..Prosalina FM..yang di deket Kodim itu..aku saat itu gak mantau banget..tapi katane sih sejak munculnya Prosalina lambat laun kejayaan The Big Three di kota Jember mulai pudar…jaman itu aku gak terlalu perhatiin…apalagi gaya bahasa yang diusung Prosalina FM gak nyenengin…para penyiarnya bergaya Jakartaan..dengan Lu-lu dan Gue-Gue gitu deh..dan..dong…gak nyenengin..mengusik kebanggaan sebagai anak Jember asli..dan aku gak merasa itu Radio bagi komunitas Jember..cuman..Prosalina FM hanya radio slundupan kapitalis media asal Jakarta yang gak ngerti tata krama bahasa ala Jember..kesellllll….banget…….lha wong Radio Suara Akbar gak gitu-gitu amat…tapi anehnya dia eksis juga lho…arek Jember emang berubah…wkk..wkk..wkk…

lagian aku juga dah jarang pulang…dan..lagi asyik asyiknya dengerin Geronimo FM,Unisi FM dan Retjo Buntung …ya iyalah…di Jogja..he.he..he..

tore tan tretan sedejeh…Kacepot Gullena mera..salah lopot kaule nyo’oon sappora

Popularity: 34% [?]

Serunya ulang tahun…..

December 5th, 2007

Hari sabtu, 1 Desember kemarin, aku ngalup ke jember. Perjalanan seperti biasa , sambang ortu dan kakak. Kebetulan juga anakku yang kecil mau ultah yang ke 7, jadi sekalian dirayakan di sana sekalipun sekedar makan malam di RM. Lestari. Dan kebetulan yang menyenangkan juga, pas nunggu pesanan datang aku bisa ketemu sama Iwan Taruna dan ojobnya. Bersay hello, ngobrol dan hahahihi sebentar. Justru Ekos yang heboh, minta foto bersama segala. (lho kok ketemu Ekos pisan?)

Ngomong-ngomong soal ultah, pasti kita punya cerita seru tentang acara paling di tunggu-tunggu itu, apalagi kalau ada yang memberi kado di hari ultah. Aku ingat waktu jaman SD, saat itu musim kotak pensil yang pake magnit, trus ada kaca kecilnya, ada tempat khusus penggaris dan bahkan rautan pensilpun menyatu di kotak tsb. Bentuknya ada model2 binatang, kartun cantik warna pink…..duuuuh pokoke cute banget. Sayangnya, kotak pensilku sekalipun pake magnet, tapi yang kecil dan bentuknya kotak saja, maklum anak bapakku banyak jadi ga kuat kalau beli kotak pensil yang gede dan cute.  Sampai suatu ketika, saat ultah yang ke 10 , aku mengundang beberapa sahabat dekatku makan siang di rumah. Dan tahu nggak, beberapa hadiah ultah yang aku terima adalah kotak pensil warna pink, yang gede, cute, gambar kartun putri cantik… pokoknya impiankulah, dan jumlahnya gak tanggung-tanggung…ada 5 rek! Jadilah aku yang kegirangan , ganti2 kotak pensil tiap hari……nggaya tenan!

Saat aku klas 6 SD, aku punya wali kelas yang cantik, lembut dan sabar, wajahnya mirip foto ibu Kartini. Namanya bu Jum. Wah, aku dan teman sekelas sayang banget sama guruku satu itu. Sampai suatu hari aku dan konco dekatku, mencari tahu hari ultah bu Jum di kantor TU. Setelah tahu tgl ultahnya, aku sampaikan rencanaku ke teman sekelas kalau ingin merayakan ultah bu Jum. Teman2ku setuju kabeh, dan kami serkiler/urunan sak ikhlase, lek gak salah rata2 urunan 50 rupiah (jaman iku rek). Uang yang terkumpul dibelikan satu set gelas plus teko-nya, warnanya hijau muda yang harganya waktu itu Rp. 1500an (aku eling banget, soale aku karo ibuku sing tuku). Pas hari H-nya kami memberi kejutan, saat beliau masuk kelas kami spontan menyanyikan lagu ‘Selamat ulang tahun’ dan ‘Happy Birthday’ sambil memberikan kado ultah untuk beliau. Aku ingat sekali, bu Jum sampai berlinang airmata, tersenyum haru dan bicara terima kasih dengan suara tersendat-sendat. Kamipun puas dan ikut terharu, terlebih lagi beberapa waktu kemudian, aku tahu bahwa beliau menyimpan kado kami di lemari kaca ruang tamunya. Semoga beliau tetap sehat sekarang (aku tidak mendengar kabar terakhir beliau).  Setelah acara selesai, bu Jum mengajari lagu baru buat kami, judulnya ‘Amboina’ (itu lagu baru aku tahu dan lagunya indah sekali).

Kira2 begini liriknya : Duduk termenung di tepi pantai, nikmati malam purnama yang indah permai. Seakan beta ada di sana, di pantai Ambon dengan pasir putihnya….. Siang jadi kenangan, malam menjadi impian. Di pantai Amboina yang kukenang dan kucinta……hiks…hiks..hiks..

Masa SMP, sepertinya gak ada cerita tentang ultah. Nah…., yang seru itu acara ultah saat SMA. Tahu sendiri kan, saat klas II SMA, banyak teman2 cewek yang merayakan sweet seventeen. Sekalipun aku tidak merayakan ultah ke 17 ku, tapi waktu itu aku banyak sekali dapat undangan acara ultah 17an, hampir tiap minggu ada undangan ultah.

Ada satu acara ultah yang berkesan banget (dari segi menu yang terhidang…hehehe, dasar perut karet). Waktu itu klas II SMA, aku lupa nama yang ngundang (Eli apa ya?) sori lali jenenge, soale ga sekelas sih.  Rumahnya di daerah Kaliwates daerah PTP situ. Hari minggu siang itu, setelah rapat sispena aku meluncur ke rumah Eli bareng Sri Hidayati. Setelah masuk dan duduk lesehan, snack pertama keluar yaitu kue spiku dan  donat kentang guede-guede nan menggoda…., comot satu. Lalu ngobrol2, acara makan mulai. Menunya bakso pak Sabar (yang lagi top2nya), gado2, ayam goreng…..pokoke akeh banget dan enak2 tenan, tak incip kabeh menunya sekalipun dikit2. Habis makan ada acara potong kue tart, jane wis wareg tapi kue tart-nya menggoda juga, dimakan juga akhirnya. Tak pikir wis entek acara makannya, eh lha kok masih ada acara rujak manis, endi maneh irisan buahnya gede2, buahnya seger2, bumbune sawangane enak  banget…….yaaa sayang kalau dicuekin, makan lagi juga. Untungnya, celana panjang yang kupake model pinggangnya pake karet, jadi muat2 saja. Sri ini yang kerepotan karena mesti nyopot sabuk dan kancing celana jins-nya…..Alhasil saat pulang, gak iso ngadheg, mergo kekenyangan. Dan aku tidak makan sama sekali di rumah sampai besok paginya……

Di kelasku 3 Bio 3, acara ultah yo gak kalah seru rek. Aku dan bolo2, punya daftar ultah arek2 sak kelas. Biasanya beberapa hari sebelum seseorang ultah, aku dan bolo2 ngompori arek yang mau ultah, dan H-1 biasane aku nulis woro-woro gede2 neng papan tulis, kalau besok si A ultah, siap-siap jangan makan pagi atau makan siang karena ada traktiran dari A (bernada provokatif ….hehehe), dan diakhiri tanda tangan Sevi (menteri ulang tahun jare arek2). Macam2 yang dibawa saat ada yang ultah, sekedar makan bakso rame2 di pak Ri, bagi2 coklat fullcream (iki acarane Jovita), bawa  biscuit kaleng atau kacang kulit dll.

Ada satu yang berkesan dan aku ingat betul. Waktu itu si Oon (Wismadi Laksono, saiki jarene dadi camat di pulau garam) mau ultah. Seperti biasa aku provokasi dia untuk menyiapkan acara ultah. Karena responnya ’malu-malu’, no comment dan senyum2 saja, aku tidak berharap banyak sakjane, sekalipun ritual menulis woro2 tetap kulakukan seperti biasa. Eh lha kok pas hari H-nya, si Oon datang pagi2 ke sekolah bawa 2 kardus ukuran indomie, trus diserahkan ke aku. Katanya ini tolong dibagi ke anak2 untuk acara ultahnya.  Weeee….gantian aku yang surprise banget! karena di dalam kardus ada sudah terdapat banyak paket lemper dan satu kue lagi (lupa) yang dibungkus plastik dan diberi tissue kue , persis acara arisan ibu2 PKK. Jujur, waktu itu aku nyesel juga karena jadi ngrepoti ibune Oon sekaligus kudu ngguyu. Btw, tengkyu kuenya On!

Saat kuliah, aku punya genk cewek2 beranggota 6 orang.  Genk sekedar tempat curhat, diskusi, jalan2 atau ngumpul2 saja. Ritual ultah anggota genk-ku lumayan juga, ya karena faktor usia jadi acara ultah biasanya kami isi dengan wisata kuliner, mencoba tempat makan yang enak2 yang belum pernah di kunjungi (tentu saja yang ultah mbayari rek),  kado tetap saja model serkiler, tetapi tema untuk kado berubah tiap tahunnya. Jadi kalau tahun ini temanya tas, ya kadonya mesti tas semua. Kalau tahun depan temanya baju/kain, kadonya juga sesuai tema. Dan asiknya, tema yang diambil selalu kami diskusikan sebelumnya, juga berapa budget yang mesti dikeluarkan untuk beli kado. Artinya, kalau kami terima kado ya tahulah berapa kira2 harga kadonya dan beli di mana. Lha wong belanjanya mesti rame2 minus yang mau ultah , tahun ke tahun yo muter ae kayak susur…….

Popularity: 59% [?]