Archive for November, 2007

MAU DENGERIN LAGU LAGU HITS DI MASA SEKOLAH ?

November 29th, 2007

sAlAm kEnAl……

AKU LULUS SMPN1 JEMBER TAHUN 1984 DAN SMAN 1 JEMBER TAHUN 1987. AKU HAMPIR CAPEK MUTER-MUTER NAIK GOOGLE MENCARI YANG NAMANYA ALUMNI SMAN 1 JEMBER ATAU SMPN 1 JEMBER BARANGKALI ADA WEBSITE ATAU BLOG ATAU APALAH SEMACAMNYA ITU YANG JADI AJANG REUNI VIA DUNIA MAYA, SEKALIAN CARI INFORMASI TEMAN – TEMAN SESEKOLAH DULU APA KHABAR KALIAN ? SEKARANG AKU JADI RINDU MASA MASA SEKOLAH DULU DI ERA 80an SUNGGUH MASA YANG TAK MUNGKIN TERLUPAKAN. SOLUSI SEMENTARA SEBELUM AKU KETEMU KALIAN AKU COBA – COBA MULAI IKUTAN MILIS ATAU YANG SEJENISNYA. DI SITU AKU BISA SHARING SEGALA SESUATU YANG BERBAU 80an DIANTARANYA SHARING MP3. LUMAYANLAH AKU BISA MENDENGARKAN LAGI LAGU-LAGU TOP PADA SAAT ITU HE..HE..HE.. SELERA JADUL YA..? NGGAK APALAH YANG PENTING RINDUKU DI MASA ITU SEDIKIT TEROBATI, SOALNYA LAGU-LAGU MASA ITU UENAK TENAN… SIAPA SIH YANG NGGAK KENAL UENAKNYA KUMPULAN LAGU “LOVE SONG” DI MASA ITU. BELUM LAGI LAGU-LAGU POP KREATIF ATAU BAHKAN LAGU-LAGU MASA ITU YANG DIANGGAP NGGAK KREATIF SEMACAM LAGU CIPT. RINTO HARAHAP DKK. KALAU DIDENGARKAN SEKARANG WEH… KOYO’E MAK NYUS NING ATI…

MAU GABUNG…. MONGGO…..

(eh, mana yang alumni 87 ?)

Popularity: 40% [?]

Setahun + 179 hari

November 25th, 2007

Menurut berita Jawa Pos tadi pagi, hari ini genap setahun + 179 hari bencana lumpur di Porong Sidoarjo sudah berlangsung. Setelah sekian lama, kira-kira seminggu yang lalu aku berkesempatan ‘jalan-jalan’ ke lokasi bencana. Diantar seorang teman baik, aku diajak berkeliling menyusuri lokasi bencana mulai dari sisi utara, timur, barat dan selatan. Sangat terbengong-bengong, karena tidak pernah membayangkan sampai separah dan sedemikian besar kerusakan yang terjadi. Pokoke serem, mengenaskan, memilukan…wah udan tangis pendeke…hehehe..

Cerita2 tentang bencana tsb. kupikir sudah banyak yang tahulah. Aku hanya berbagi cerita lewat beberapa gambar yang sempat kuambil. Silakan membayangkan sendiri kesedihan yang terjadi di sana. Jika ada yang singgah ke Sidoarjo, aku bersedia menjadi guide yang baik hati dan tidak sombong…..wkk…wkk….

Ini ada beberapa foto yang sempat kuambil gambarnya.

p1010085-edr.jpgp1010089-edr.jpgp1010092-edr.jpgp1010103-edr.jpgp1010108edr.jpgp1010130-edr.jpgp1010138-edr.jpg

Popularity: 24% [?]

GENK SEKOLAH……(Awas Bullying)

November 24th, 2007

TAWURAN….Genk Sekolah

Beberapa hari belakangan persoalan Genk meraja di media massa kita….diawali dengan perang POLDA Jabar dengan Genk Motor Bandung…yang telah bikin berang KomJen Soenarko..karena tingkat kebrutalan genk-genk motor ini dah mencapai perbuatan yang kriminal berat. Baru reda sebentar muncul kasus penindasan (bullying) kakak kelas terhadap adik kelasnya di SMA 34 Pondok Labu Jakarta. Usut punya usut ternyata pelaku bullying adalah para Jeger/brengos…yang tergabung dalam Genk Sekolah….Aku pribadi selalu mendua jika ditanya tentang keberadaan genk sekolah ini..di satu sisi sebagai ortu..keder juga melihat kebrutalan mereka ( sampek tangannya tugel rek….di idak-idak..huiiii..) tapi di sisi lain aku pernah juga ngegang saat sekolah dulu walo intensitas dan kenakalannya gak separah mereka-mereka ini…bahasa kerenya coba empati lah…Saat ini Genk telah bertransformasi dari genk-genk yang bergerak diluar Sekolah menjadi genk sekolah…beberapa yang exist antara lain sbb.

Warriors

Di Jakarta… Genk anak-anak SMA 70 Bulungan…ini bahkan Genk sekolah secara tradisi terbentuk setiap angkatan dan anggotanya adalah mayoritas angkatan itu misalnya LEGIUN (Angkt.2003), Salvozesta (2006),GARNIZOON (98),SPORADIZ (2006) …mereka ini selain menebar pesona lewat grafiti juga melalui Jacket angkatan..ato Blogger..Friendster bahkan Web khusus..gila…. Genk anak SMA 6 nama genknya GOR @ SIX….. Genk anak SMA 34 yang lagi bermasalah adalah REZTEAM (Rese Timpuk) kemudian GAZPER dengan inisial angkatan jadi ada GAZPER I sampek GAZPER X..mereka juga punya Web dan Friendster..hampir semua SMA punya Genk… alasan pendirian genk intinya sama…membentuk solidaritas untuk menghantam/tawuran dengan sekolah lain…walaupun mereka berkilah dengan bahasa-bahasa eufi,isme saat diinterview TV

Di Jogjakarta… Genk sekolah dibikin hanya oleh sebagian kecil murid-murid sekolah tersebut jadi sifatnya lebih kearah Genk murni, namun karena sifat keanggotaan eksklusif pada murid sekolah tersebut maka nama genk tersebut secara umum dimaknai sebagai “GENK SEKOLAH” . Berdasarkan prasasti dan iklan mereka di tembok-tembok se antero Jogja dan diskusi dengan beberapa pengamat Genk Jogja maka identifikasi adalah sebagai berikut… SMA 2 Jogja — NoCaZta SMA 4 Jogja —-, S M C SMA 5 Jogja — Roever SMA 6 Jogja— DEPAZTER (Depan Pasar Terban) sekarang ada yang baru G N B SMA 8 Jogja –CanteenBoyZ SMA 9 Jogja —GaNZa SMA 11 Jogja — SMUTEN SMA 11 Jogja — R E M

Genk SMA swasta SMA Muhamadiyah 1 — JOXZIN (Joko Sinting)…sekarang OESTAD SMA Muhamadiyah 2 — RANGER SMA Muhamadiyah 3 — GriXer SMA Muhamadiyah 7 — Respect SMA Kolese De Britto — LBD , LPZ (Laki-laki Penuh Doza), HIPPIES SMAK BOPKRI I —- NIGHT BOY SMAK BOPKRI II —- PASTOER , BOZER

Genk daerah sub urban kota Jogja SMA Banguntapan Bantul — B G Z SMA 1 Kalasan — SOC’S SMA 2 Ngaglik Sleman — D B Z SMA 2 Depok Sleman — BBC dan masih banyak lagi..laennya… Mereka mudah dikenali dari jacket dan sticker pada motor-motor mereka serta grafiti yang ditorehkan di tembok-tembok..insiden yang terjadi antara lain saling Menimpa (ngebom) Grafiti lawan di tembok-tembok kota Jogja…beberapa perkelahian yang terjadi biasanya bersifat “tradisi” pasca pertandingan sepakbola atau Basket ..BOPKRI 2 – PASTOER versus Muhamadiyah Satu (Muhi) OESTAD ..rebutan cewek misalnya anak-anak HIPPIES (Debritto) Vs anak-anak NIGHT BOY (BOPKRI I) ..berebut cewek-cewek SMA Katolik Stella Duce ..biasanya pasca sekolah ato pasca malam perpisahan (Prom nite)…

Kalo JEMBER gimana?….. Fenomena genk ini sudah ada sejak lama…bahkan jauh sebelum aku Sekolah dSMP ato SMA…dan ini merata di seluruh dunia kayaknya (eh..apa di Arab ada Genk juga ya?…wkkk..wkkk..). Bapakku (STM tahun 1965-1968) pernah cerita pada jamnnya udah ada genk-genk gondrong dengan celana cutbray ..yang dinamakan Crossboy ato Crossgirl. Kerjaannya pesta dan kebut-kebutan…beberapa juga terlibat perkelahian…di Jember itu..pada tahun 1960-1970 yang terkenal antara lain genk “Kelelawar hitam” sama ” Hantu Malam-HTM”..bapakku sih gak ikutan (ngakunya sih…) tapi cuman tau gitu….dan lewat posting ini coba kita refleksikan kehidupan Genk jaman kita dulu….

Tahun 1980an….. Sama dengan anak muda di daerah lain..keinginan selalu berada dalam kumpulan besar teman sebaya juga ada di Jember…bahkan sejak aku masih SD fenomena Genk ato kumpulan ini juga dah ada….saat itu emang sih saat itu aku sekedar meliat aja..dan gak terlibat bener…paling-paling ikutan ngumpul para anggota genk yang lagi latihan barbel ato push up…dan ikut dengerin rumpian yang sangar-sangar. Ciri khas anggota gank saat itu adalah berasal dari satu kampung aja…gak banyak yang berasal dari komunitas beda kampung ..biasanya pakek nama-nama lucu dengan modifikasi huruf yang aksi..misalnya MOHRNANKZ (dibaca “mornang”..bahasa madura yang artinya apa ya…jadi warna yang timbul saat Bisul(udun) mau pecah gitu…ini genk anak Gebang Darwo Timur)..ato GERPHAZ ( “gerpas’…bahasa meduro..artinya memukul dengan batang pohon..ini genk anak Kreyongan)..rata-rata pakek Z untuk kata-kata S ato J…misalnya JEMBER dadi ZHEMBER….gitu lah…kegiatan mereka ya gak jauh dari aksi-aksian aja..malam minggu cangkruk di Alun-alun ato depan Hotel Mars disebelah bIoskop Jaya…duduk-duduk aja..ngobrol…kalo ada kelompok lain ..saling liat…kalo gak lagek mabuk sih aman aja…tapi kalok pas gak pas maka yang terjadi adalah tawuran…saat itu gak ada yang pakek senjata tajam…pakek tangan kosong..maksimal pakek “rante Kalung” ato karakeling.Unjuk gigi kelompok ini biasanya muncul saat Gerak Jalan Tradisional Tanggul-Jember (Tajem), berlomba-lomba mereka tampil se aksi mungkin….kalo Mohrnank..pakek kaos putih lengan panjang dengan gambar wanita bugil memperlihatkan bagian dada yang MOHRNANK…wkkk…wkkk Kelompok lain juga tampil abis-abisan…pada saat itu belum tercatat keributan besar antar gang terjadi…..

Tahun 1982-1985…. ini masa-masa aku SMP…saat kelas satu sih belum ada yang ikut ato bikin Genk…tapi menginjak kelas 2 mulailah terbentuk komunitas-komunitas kecil lengkap dengan informal leadernya (jeger)..masing-masing sekolah pasti punya …di SMP 2 Jember..angkatanku saat itu punya beberapa informal leader yang paling menonjol adalah Yusap Marhaendra Putra ( tonggoku di Gebang..saat itu dia anggota Mohrnank yang dekat dengan genk besar di Gebang yaitu NYAMUK) dan Indra Lemkari ( anggota Destroyer yang dekat dengan anak-anak ALPENA Tegal Boto)….Selama di SMP 2 yang pernah terjadi adalah Tawuran dengan SMP1 yang juga banyak anggota Destroyer (basis genk destroyer emang di SMP 1)..saat itu kami gak tau persis apa masalahnya..tapi si Indra dan Yusap kayaknya diminta bantuan anak-anak kelas 3 yang lagi tawur dengan anak-anak SMP 1 ..kebanyakan anak-anak kelas 2 (termasuk aku) gak tau kalo terjadi tawuran itu..kita baru ngeh..setelah saat pulang banyak guru-guru SMP 2 dan SMP 1 berjaga-jaga di sekitar PEMDA dan alun-alun mengantisipasi bentrokan antar kedua sekolah mengingat saat itu berkembang isu akan ada saling serang…..selebihnya adalah perkelahian sporadis antar siswa yang masing-masing membawa backing anak=anak genk…tapi biasanya banyak yang berakhir damai…karena sejatinya antara masing-masing jeger Genk besar seperti NYAMUK(Gebang) dengan Halim sebagai panglima perang, ALPENA (anak Liar Pemakan Anjing-Tegalboto) dengan ketuanya Yanthit (saat ini anggota DPR) dan Jules, GenK ORETA (Talangsari) dan BESI TUA (talangsari) saling mengenal dan menghormati..jadi kalo ada pertikaian biasanya diusahakan selesai dengan damai…tapi kalo toh gak bisa didamaikan biasanya antar anggota yang bertikai di adu sampek gempor…… Pada saat itu juga telah muncul kelompok kecil (Klik-Klik) diantara para murid SMP..sehingga muncul Genk seperti Destroyer,Ethiopianz (SMP 2),Candourack (Makan tidur Berak-genk para orang tajir), Lheytherzz (another kelompok tajir) dll Disisi lain juga muncul genk-genk Sepeda BMX yang juga gak kalah banyak anggotanya ..yang terbesar antara lain KECHOVACX (baca Kecoak) yang mayoritas berasal dari Kebonsari dan Tegal boto…dan rivalnya MANZAZ (Manusia Jahanam) mayoritas Gebang-Kampungledok-kampungtengah dll….biasanya rivalitasnya terjadi saat ada minicross tapi juga sering bentrok saat konvoi malem mingguan..aku sempet gabung dengan anak-anak MANZAZ ini dan kami biasanya kumpul di alun-alun ato MARS…saat itu yang paling asyik adalah mengejar-ngejar anak yang lagi pacaran di alun-alun ato mahasiswa pacaran di sekitar kampus…woahh..saat mereka terbirit-birit lari kita kejar ( ± 100-200 sepeda) rasanya seneng banget gitu…kalo ditanya aku ikut karena apa..ya..karena ikut-ikutan aja..tapi sebenarnya juga karena saat itu kami iri aja ama anak-anak yang bersepeda motor ato bermobil…karena mayoritas anggota adalah dari kelompok ekonomi pas-pasan yang kemana-mana naek sepeda ontjhel….iri tanda tak mampulah…saat itu ada benih-benih perjuangan kelas rupanya..wkk..wkk..wkkk…

tahun 1985-1988 Pada periode SMA ini cerita tentang genk ini mesti dipilah menjadi 2 bagian satu Genk Sekolah dan kedua Genk Motor Pada tahun itu genk sekolah muncul bukan sebagai genk sekolah yang kayak Gazper ato Garnizoon di Jakarta itu..tapi yang muncul adalah dua macam bentuk genk… gen pertama adalah genk kelas yang muncul semata-mata hanya sebagai penanda/ato identitas belaka misalnya di angkatan 88 muncul Chernobyl Tribes (Bio 3),Mirage (Bio 4),Krokus(Bio1),Gymcata (F3),Social kinder (Sos1) de el el…kegiatannya ya jauh lah dari kegiatan tawuran ato sebagainya…yang agak kriminal ya..mungkin kegiatan tarohan bal-balan yo…. kemudian ada genk-genk pergaulan lainnya….yang biasanya untuk nongkrong tapi bilamana perlu ya berujung ama tawuran gitu..antara lain… ALPENA (Anak Liar Pemakan Anjing) —Tegal Boto Nyamuk — Gebang dan sekitarnya ORETA — Talangsari Gerphaz — Kreyongan SKR –genk anak kolong (ABRI) dari Sukorejo Besi Tua — Talangsari dan Chondro mayoritas Medureh Lheytherz — Socialite TR — gabungan anak SMA 1 dan SMA 2… banyak lagi sebenarnya tapi dah lupa sebagian… kalo saat di SMA ini banyak kejadian yang berujung tawuran…antara lain..

Insiden Zaenooll dengan anak-anak Widyatama

Insiden Cuk Dwi Sukoco — dengan anak-anak Widyatama..terus akhirnya anak-anak Widyatama disamperin satu persatu di rumahnya…dan Cuk mbawa Clurit….( ayo rik crito)

Insiden Dasuki — dengan anak-anak SMA 3…ini sampe berujung ke kepolisian karena timbul korban luka parah….

sebenarnya banyak juga insiden yang terjadi tapi undercover gitu…. tapi dari semua insiden tidak ada yang bersifat bullying pemerasan dan lain-lain yang dilatar belakangi relasi penindasan senior ama yunior (seperti kasus SMA 34)..rata-rata adalah kasus pribadi-pribadi dan biasanya cepet selesai….

kalo Genk Motor di Jember sih gak banyak..karena gak ada yang nyebut namanya secara jelas..kalopun ada biasanya dadi satu dengan aktivitas lainnya seperti Genk TR, Genk Destrouyer ato RX King Club yang dikomandani wandy ..biasanya isinya hanya trek-trekan dengan totoan di Jl.Diponegoro..ato..Bondowoso-Jember saat malam weekend…ato aksi nekat turun dari Rembangan tanpa lampu dan Rem,,,, insiden maut yang kuingat adalah Tabrakan 5 motor saat trek-trekan di depan hotel Mars yang menewaskan 2 orang dan 3 orang luka berat salah satunya adalah Benny (SMP 1) adik kelasku saat SD anak Gebang…..yang luka berat dan hampir ” selesai” ….

Cerita genk ini saat ini hanya sebagai pengingat masa silam yang jangan sampek nular ke anak-anak cucu kita ….dan yang terpenting dan yang perlu kita waspadai adalah genk sekolah saat ini lebih ganas dan tanpa batasan norma lagi..kriminal..itu kata yang tepat…so hati-hati..

Bullying (tindakan kekerasan antar siswa dalam sekolah) secara perlahan mulai terkuak dalam pendidikan di Indonesia mulai tingkat SD ( ada anak SD di BALI yang membunuh kawannya karena gak di beri contekan), Tingkat SMA ( kasus GAZPER -SMA 34 Jkt dan Blasius Adi murid Kolese Pangudi Luhur yang melapor kepada polisi karena dianaiaya seniornya …tapi setelah itu dia dimusuhi hampir oleh seluruh murid PL..sehingga harus keluar dari PL)… tingkat Mahasiswa (STPDN/IPDN beberapa mahasiswa tewas…san STTKD Curug –satu orang tewas). Kita mesti waspada karena selain tayangan kekerasan mudah di akses…sebagian orang tua tidak mau terlibat dalam mengawasi secara detil perilaku anak-anaknya ..kelakuan “pembiaran” atao menganggap masalah bullying adalah hal wajar dsb ..akan menyuburkan perilaku bullying ini. Apalagi anak-anak jaman sekarang secara fisik telah berbeda jauh dari generasi kita…mereka lebih kekar,besar.tinggi dan bandel…orangtua yang gak mau menegur perilaku hiperaktif ato perilaku “kasar” anakknya hanya agar tidak terlihat seperti mengekang ekspresi anak..sebenarnya hanya menanam bom waktu terjadinya bullying…terserah pada posisi apa anak berperan..sebagai pelaku bullying ato korban bullying…dan kalo itu terjadi situasinya akan sama saja…kita sebagi nortu akan rugi besar…wuikkk malah ceramah iki…he..he..he.. intinya satu JANGAN SAMPAI ANAK KITA MENJADI KORBAN atau PELAKU BULLYING itu saja…

WASPADALAH…WASPADALAH….

Popularity: 100% [?]

NONTOK PILEM……Influence

November 11th, 2007

Poster The Warriors Beberapa waktu silam aku beli DVD di amazon.com…pilem lawas banget dibuat tahun 1979 dan tak tonton di Jember sekitar 1980-1981an (SD kelas VI)…judulnya The Warriors..cerita tentang sebuah Gank bernama The Warriors di NY yang difitnah oleh lawannya sehingga dikejar-kejar oleh seluruh gank di NY..filem seru banget…akibat nontok pilem iki (di Bioskop Jaya) aku ambek temen-temenku ngawe pentungan yang dibuat mirip stick softball (yang dalam filem tersebut dipake oleh Gank tersebut) …klambi dikuntungi lengannya (seolah-olah rompi)terus gegernya digambari tengkorak lengkap dengan nama the Warriors …hampir sebulan penuh ..kita blebar-bleber di kampung dan jalanan Jember dengan atribut yang menyeramkan tersebut…..filem ini sangat hip…sehingga jadi pembicaran di kampungku..dan entah kebetulan pada saat itu di Jember sedang trend pakek sepatu canvas merk Warrior..ato dikenal sebagai sepatu “Warrior” (semua pasti punya)…nah temenku dengan pedenya mengatakan bahwa sepatu “Warrior” yang made in RRT (Republik Rahajat Tjina) yang dipakai oleh Michael Becks dan kawan-kawannya…kita saat itu percoyo aja (karena mana sempet kita nontok pilem di kelas 3 sambil ngamatin sepatu para pemainnya ….setelah 27 tahun kemudian tak tamatno tenanan…mereka emang pake sepatu kanvas tapi merknya Converse….wkkk..wkkk…

KarateKid Eh ndilalah Malam tadi di HBO disetel filem legendaris lainnya the Karate Kid (1984) yang dibintangi Ralp Machio,Elizabeth Shue dan Pat Morita…film teenager yang sangat menghibur saat itu..akibat filem tadi banyak anak-anak kemudian belajar ilmu beladiri entah karate,silat etc…kalo kita cukup belajar dewek di depan musholla kampung…pengaruh lainnya adalah di kampung kami akhirnya senang pake ikat kepala dari kain yang digambari motif jepang dengan spidol….kayaknya dulu jaman kita tuh yang namanya ritual nontok pilem adalah sesuatu yang mesti dilakukan…sesuatu yang jadi hiburan kolektif gitu….

Sejak SD aku sudah gemar sekali nonton filem….gara-garanya sampai usia 9 tahun keliling-keliling di perkebunan, yang gak ada bioskop kecuali layar tancap saat 17 agustus ato saat panen raya di perkebunan usai, nonton bioskop adalah kemewahan yang selalu di tunggu…kita sekeluarga nonton apabila mudik ke Jember dan itu saat-saat lebaran…bapakku kan sangat Rhoma Irama ..sehingga kalo pun nonton ya …pilem-pilem Wak Kaji dangdut itu…kayak “Begadang…” “Penasaran” dlll…dan ada lagi satu pilem sedih…”Ratapan Anak tiri” ato “Cinderella”..biasanya kalo gak di Sampurna yo Kusuma…Setelah sekolah di Jember..yang sering ngajak adalah kakek dan nenekku..dan favoritnya adalah Filem India…Amitabh Bachan,Hema malini,Keluarga Khapoor…..aku sih manut aja..lha wong gak ada preferensi lainnya…apalagi setelah nontok puilem ..Simbahku itu ngajakin “andok” (ato makan di warung)…biasanya Kupang Lontong dekat Toko Buku Handayani ato Soto ayam Gang Dahlok yang mak nyuss itu………….

Saat SMP kegemaran nontok pilem ini gak juga surut malah menjadi…biasanya kita nonton bareng teman sekolah tapi yang paling sering nonton sama teman sekampung…..waktu favorit kita adalah Sabtu siang saat bioskop mengadakan student show jam 13.00 ..asyik karena karcisnya setengah harga….biasanya saat pulang sekolah jam 12.00 aku dah ngibrit pulang..kalo sempat sih pulang dulu ke Gebang …ganti baju baru breeettttttttttt lari ke gedung bioskop…biasanya beberapa teman telah menunggu disono….Pilem yang paling menginfluence pada jaman SMP apa lagi kalo bukan “Breakdance” yang dibintangi Lucinda Dickey (kelly),Adolfo Quinones (ozone) dan Michael Chambers (Turbo) …sekejap saja deman tariuan breakdance meledak di Jember..bahkan seluruh Indonesia (liat e-mail Ivan tentang 80′s)…dari pojok-pojok kampung…alun-alun…tempat cangkrukan..bahkan sekolah..banyak anak yang mengerumuni Mini Compo yang menggelontorkan lagu-lagu rancak kayak…” Freakshow On The Dance Floor”, by The Bar-Kays ….”Reckless”,by Ice-T och Chris Taylor..dan tentu saja “Breakin’… There’s No Stopping Us”, oleh Ollie & Jerry….wah saat itu berlomba memakai gears yang mirip mereka….celana training gombrong…kaos..bandana dan sneakers syukur-syukur yang merk Nike ato Adidas kalo gak punya ya..kembali ke “Warrior” ato “Gazelle” deh…..anak-anak belajar berbagai jurus breakdance mulai gaya “Egyptian-King Tut” yang patah-patah….”Worm” yang berkelojotan di lantai…sampai yang paling berbahaya…”Head Spin”…(sampe ada larangan khusus dari rezim Orde baru untuk jurus yang satu ini…diperngeri ada rumour Michael Chambers AKA Turbo matek gara-gara leher patah saat head spin hiiii…hiiii…) pokoknya saat itu semua pengen bisa ngebreakdance..gak bisa breakdance berarti gak gaul…bahkan lomba breakdance banyak diadakan… fenomena Breakdance ini kembali muncul akhir-akhir ini ..tapi kalo anak sekarang tekniknya banyak yang bersifat akrobatik dan sangat berbahaya..bahkan Head Spin yang dulu merupakan jurus pamungkas yang paling top markotop..dan menunjukkan kedigdayaan seorang breakers…sekarang sih dianggap jurus cemen (cumak appetizer aja katanya) ..coba liat acara Lets Dance di Global TV…bahkan breaker sekarang kalo ada yang bawain “Robotix” “Egyptian-kingtut” “Head Spin” dibilang…oom-oom itu mah jurus OLD SKOOL…sialan….. setelah itu banyak film lainnya muncul kayak “Breakdance II”…”Bodyrock”…bahkan “Tari Kejang” yang sangat katrok itu…..

Btari Karlinda Kalo zaman SMA lain lagi….saat itu kan sudah jamannya namanya hormon testosteron mulai banyak-banyaknya sehingga giliran pilem-pilem romantis remaja…dan romantis dewasa yang jadi incaran…dulu itu bintang film yang paling hip adalah Edwige Fenech….si penggoda dari Italia…wah kalo ada filem ini kita dah mulai kasak kusuk ,o nonton…saat itu karena peraturan pembatasan umur sangat ketat..jangan cobak-cobak deh…kita mesti banyak bersiasat..kalo filemnya di Bioskop Jaya aja sih mudah baja karena penjaganya adalah pelatih bal-balan kita sehingga asal kita sudah macak gede (lengkap dengan topi dan brengos ditebelin) lolos aja…tapi kalo di Sampoerna sangat ketat ..filem saat itu yang hip adalah “Emanuelle” terus “Emanuelle & Mandinggo” de el el . kalo pilem yang teenager sih kayak “Catatan si Boy” ..anak-nak kemudian berduyun-duyun pake gaya rambut si Boy..dan bertingkah mBagusi…sok tampan semua..mulai pake sabun pembersih muka…dan shalat tepat waktu..wkk..wkk…yang punya mobil ..kaca spion tengah dikasih tasbeh…saking senengnya ama ini pilem …aku sampek 3 kali nonton ini pilem ..bukan tertarik sama ceritanya…tapi karena ada pemunculan (special appearance) gebetanku yakni. si Btari Karlinda mon amie yang berperan sebagai adiknya si Boy…pokoknya nonton tujuannya mo nketemu doski..Btari ..Btari…. yang lain adalah “Perkawinan Dini” disini yang mencuat adalah sosok Gladys Soewandi yang mata beloknya begitu menghipnotis……

Pilem laen yang meng influence adalah Arnold Swarzenegger dengan “Terminator”…saat itu tiba-tiba banyak anak yang pake kacamata hitam yang ditempeli schotchlite CS100…jaket kulit ato kulit imitasi hitam..numpak montor mbek ngebut….wajah dipasang keras bin sangar ala Arnold…koyok preman seminggu gak nguntal uwong…Kalo pilem RAMBO selain menginspirasi munculnya warung cangkrukan para demit-demit SMAN 1 di belakang sekolah….saat itu anak-anak pengen badannya kekar kayak Stallone…maka di kampungku diadakan Gymnasium ala Gebang..dengan bekal Barbel dan dumbel buatan dewek dari kaleng susu dan Cat yang diisi semen dan batu…lalu mbangun “Kerekan dengan pemberat batu” yang berfungsi sebagai pembentuk dada menjadi bidang….aku melok-melok rek..tapi efeknya baru dirasakan 15 tahun kemudian..akibat maen barbel dan kerekan yang tanpa teknik yang benar maka…saraf tulang belakangku kecepit ato dikenal sebagai Hernia Nucleus Purpolsus (HNP) yang menyebabkan aku gak bisa jalan…dan mesti di operasi..hiiii…hiii….( Boys don’t try this at home….)

Sebenarnya banyak perniknya soal nontok pilem ini…tapi aku pengen ada sharing dari tan tretan lainnya…tentang pilem..dan pengaruhnya.. berikut ini ada beberapa tulisan teman-teman tentang Perpileman di Jember yang tak comot dari milis angkatan 1988..check this out…

ini dari Ivan 13 Pebruari 2007 “aku eling ndisik pas kelas 3..nek gak salah iku pas sak wis e rapotan atau ujian.. pelajaran sik durung mulai.. dinone sabtu.. koncoku Heri Dwi Subagyo (akabri AD), anak e tentara, nduwe pas kanggo 2 orang nang kusuma..hari sabtu iku dinone abri nonton gratis ndik kono..kiro-kiro jam setengah sewelas aku karo Heri budal..tentara2 wis podo nang njero kabeh..tekan ngarepe pintu pemeriksaan, pas e diperikso.. irungku koq rodo2 mambu aroma gak pati enak..napas megap megap..e..e.. tiba’e jare Heri, nek para tentar iku sektas olah raga langsung nonton nang kono.. dadi gak sempat adus utowo semprot semprot nganggo cologne langsung happy-happy ria.. wah bayangno ae, khan ruangan biskop khan tertutup koyok ngono.. pohong ae iso langsung dadi tape ndik kono..ha..ha.. Tapi yo untunge aku karo Heri sik nganggo seragam, dadi gak oleh melbu.. selamat dah..he..he..paru paru tidak jadi kontaminasi

Hebat juga Kusuma iki sik onok nganti saiki.. nek gak salah jare Bapakku ndisik Kusuma iki jenenge Ambasador..cmiiw

Ivan

ini yang dari Firman kurniawan Kusuma memang potongan waktu masa lalu kita.Pas aku sik kelas 4-5 diajak Mas ku nonton film “Ateng The Godfather”. Dhuwit ngepas kanggo nonton kelas 3. Untuk nonton di gedung itu, pasti masih ingat, penonton dipisah berdasarkan kekuatan kantong : kelas 1, 2 dan 3. Kelas 3 paling murah, paling deket sama bintang filmnya dan nontonnya sambil ndangak. > > Untuk mengatasi ketidaknyaman itu Mas ku dhuwe ide, yok opo mbayare kelas 3 tapi kenikmatane kelas 1 ? Yuk tuku karcis dhisik, engkuk tak akali. Ya udah, setelah beli karcis kelas 3, diperiksa petugas dan diijinkan masuk, aku masuk mencari tempat duduk sesuai no karcis. > > Sementara jeda menunggu penonton memadati gedung, aku gerilya bareng Mas ku. Brobos ngisore kursi, baris demi baris. Aku gak ingat persis ada berapa baris kursi antara kelas 3 sampai kelas 1. Pokok e kesel banget. > > Deretan kursi kelas 3 terlampaui, brobos lagi baris-demi baris sambil mengincar tempat di kelas 1 yang kosong. Dengan penuh stamina dan ketabahan kelas 2 terlampaui. Pekerjaan belum usai, sebentar lagi sampai. > > Akhirnya perjuangan dan ketabahan berbuah sesuai usaha. Aku berdua dapat tempat yang layak di kelas 1. Saatnya menikmati. Tapi sayangnya tak lama menikmati buah yang manis, pemilik kursi yang berhak, datang. “Dik no piro?” tanyanya. “Yo, nomer iki”, jawab Masku, gak kurang galak. Karena orang tsb gak mau ribut, dia panggil petugas untuk mempertahankan haknya. Tibalah petugas yang berwajah kereng. “Dik koen mau lak nggowo karsis kelas 3 se,….Kok iso tekan kene. Koen mesti brobos yo…Ayo liwat ngisor opo meloncati kursi ?” Wah melayanglah kenikmatan kursi kelas 1. Urusannya gak sampai di situ, bukannya aku dan Mas ku dikembalikan ke kelas3, tapi malah gak oleh nonton, dikongkon mulih. “Koen gak usah nonton, opo tak wadulno wong tuwomu ?” Begitu ancam petugas pemeriksa karcis. Ya kepekso mulih ae….. > > Nah dengan ditayangkan gambar bioskop sampurna wingi di Koran Tempo, aku dadi kelingan. Ada potongan kisah hidup yang tersimpan di gedung tua itu. Walaupun tak mesti terjebak dalam kemasalaluan, sayang rasanya kalau gedung itu harus hilang, atau dialihfungsikan untuk penggunaan yang lain. Kusuma adalah gedung bioskop, yang pasti juga menyimpan penggalan-penggalan kisah yang lucu, mengharukan, menyebalkan dsbnya…dsbnya. > > Yok opo rek nek membentuk konsorsium pembiayaan gedung Kusuma, supoyo berfungsi kembali ? Cak Ekos, Yanar…gudange dhuwit ? Lurah Jember..Iwan taruna, Bagus ?

ini dari faiz Iwak Nila Nek mbahas dunia perbioskopan kota Jember, kudune ono sing luwih kompeten, tapi sayang masi wis dikontak bolak balik sik gak gelem mencungul.. Ndhy.. Andhyy.. metu Ndhy… Awakmu kan mbiyen dadi pusat info perfilman Jember, lha wong sing paling getol nyewo majalah “RIA FILM” nang sewan komik yo Andhy.. hi..hi..hii.. 8-)

Kusuma, Jaya, Sampurna, GNI/Jember Theater dan Indra.. adalah napak tilas perfilman masa lalu. Nek di kon crito, mesti duwe crito sing asik-asik jaman mbiyen.. Pancen cocok nek dilebokno nang Blog.. Piye Cak Mal..? Ditambah koleksi foto masa lalu.. tambah romantis..

Van, Heri “ABRI” sak iki nang endi ?

Wassalam, Faiz

Popularity: 31% [?]

Hari Pahlawan, Pahlawan-Pahlawan Lokal Jember

November 9th, 2007

Rasanya semakin hari kita (tepatnya aku.. he..he..) semakin lupa kalo tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan (soalnya gak tanggal merah). Kalo dulu pas jaman sekolah, kita dipaksa inget karena dipaksa upacara. Yang terbayang saat mempringati Hari Pahlawan adalah semangat perjuangan Arek-Arek Suroboyo yang heroik, tapi mosok cuma arek-arek Suroboyo aja sing heroik. Di tulisan ini aku pengen sedikit sharing tentang Arek-Arek Jember gak kalah heroik, banyak peristiwa kepahlawanan lokal yang sebenarnya bisa menjadi kebanggan kita sebagai Arek Jember. Mohon kalo ada yang punya informasi lebih, bisa dibagi di blog ini.

  1. Moehamad Seroedji — Kalo ke Patrang dari arah kota, pasti lewat jalan yang namanya Jl Muhamad Seruji. Nama ini diambil dari nama Letkol Muhamad Seruji, pimpinan perjuangan di jaman perang kemerdekaan. Aku gak punya lengkap tentang beliau, tapi setahuku minimal ada 5 tempat yang berkaitan dengan beliau.

    • Jalan Muhamad Seruji, di Patrang;
    • Patung Muhamad Seruji, di depan kantor PEMDA Jember, Jl. Sudarman no 1, depan alun-alun;
    • Makam Muhamad Seruji, Pemakaman Umum Kreyongan, bisa dicapai dari jalan Jambu (Tepbek) atau masuk dari jalan Belimbing (dr Jl Sudirman). Makamnya di atas bukit dan ada bangunan yang cukup menonjol di sana;
    • Patung Pahlawan di Kaliwates (ujung double way), di prasasti yang tercantum ditulis bahwa Letkol M Seruji meninggal di desa Karang Kedawung, Mumbulsari;
    • Monumen di desa Karang Kedawung, Mumbul Sari, monumen ini relatif kecil dan letaknya di pinggir jalan desa dekat kebun tebu. Konon beliau gugur setelah berhari-hari dikejar pasukan Belanda, route gerilya beliau biasanya tiap tahun dinapaktilasi oleh Pramuka UNEJ dengan nama kegiatan NALASUD (Napak Tilas Muhamad Seroedji), acaranya biasa dilakukan pada awal bulan Agustus, diawali dengan ziarah ke makam beliau di Kreyongan, dilanjutkan dengan long march dari Desa Manggisan (Tanggul), menyusuri lereng barat Argorpuro, ke Sukorejo (Bangsal), sampai Sumber Rejo (Ambulu), Tempurejo terakhir di Karang Kedawung (Mumbul Sari) selama 3 hari 3 malam. Aku gak tahu apakah kegiatan ini masih ada apa gak, soalnya dulu waktu SMA kelas 2 (tahun ‘93) sempat ikutan acara itu (lumayan.. bolos 3 hari, pokok heroik banget deh..maksud’e heroik mbolose).
  2. dr Soebandi — Nama beliau ini menjadi nama jalan dimana Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soebandi terletak. Aku gak tahu bagaimana kiprah beliau di jaman perjuangan, tapi setahuku beliau sejaman dengan Muhamad Seruji. Makamnya di TMP jln Slamet Riyadi (Baratan), urutannya termasuk paling depan (nomer 2 atau 3). Sayang tidak ada informasi tentang perjuangan beliau, tidak seperti dr Karyadi (namanya diabadikan sebagai nama RS di Semarang) yang terlibat dalam peristiwa pertempuran 5 hari di Semarang.

  3. R. Sudarman-Notohadinegoro — Nama R. Sudarman diabadikan sebagai nama jalan dimana kantor PEMKAB Jember yang dihiasi patung Letkol Muhamad Seruji. Awalnya aku gak tahu siapa beliau ini, kok namanya bisa dijadikan menjadi nama jalan yang sangat penting di Jember. Ternyata beliau adalah bupati Jember ketiga yang memerintah tahun 1943-1947. Sedangkan Notohadinegoro, yang namanya diabadikan menjadi nama stadion kebanggan warga Jember, (markasnya PERSID Jember, si Macan Sangar..) adalah bupati pertama Jember 1929-1942 (http://pemkabjember.go.id/v2/selayangpandang/kepala_daerah.php). Sayangnya lagi tidak ada juga informasi yang cukup tentang beliau berdua. Tapi yang pasti beliau adalah pahlawan-pahlawan buat masyarakat Jember.

  4. Palagan Djoemerto — Kalo di Ambarawa terkenal dengan Palagan Ambarawa, nah Jember punya cerita heroik dengan nama Palagan Jumerto. Desa Jumerto masuk ke wilayah Kecamatan Patrang, bisa dijangkau dari perempatan Gebang Poreng lurus ke arah Jumerto (binung aku, utara apa selatan), bisa juga dari Cangkring deket Stadion (sebelum Gudang Garam). Disini terjadi pertempuran antara pasukan Brimob dari Kepolisian (jaman itu polisi kan ikut perang juga) yang sedang dari perjalanan dari Kediri (atau Blitar?) menuju Bondowoso. Di Jumerto ini, pasukan ini dilindungi oleh warga sekitar dari kejaran pasukan Kumpeni. Hasilnya beberapa puluh warga dan beberapa pejuang gugur. Nama-nama mereka tercantung dalam monumen yang letaknya tidak jauh dari kantor kepala desa Jumerto. Di dekat monumen ada makam dan masjid Assyhuhada. Gak tahu apakah mereka yang gugur dimakamkan di makam di belakang monumen. Sayang lebaran kemarin gak sempat photo tempat itu.

  5. Sogol — Sogol ini mirip Sakera-nya Bangil. Jadi mungkin sedikit kayak mitos, aku juga tahunya dari sebuah majalah terbitan Surabaya (Liberty) yang sempat tak konfirmasi ke Mbah-mbahku yang kebetulan aslinya di daerah Desa Kasiyan, Puger. Sogol ini beroperasinya di daerah Grenden, Puger dan daerah sekitarnya. Gak tahu bentuk perjuangannya seperti apa, tapi yang jelas biasalah pendekar jaman dulu, single fighter. Meniggalnya di Kali Mayang yang bermuara di Puger (opo bener ya), makamnya di belakang Panti Wreda di desa Kasiyan (dekat pertigaan Puger-Gumuk Mas). Katanya dulu Panti Wreda itu dulunya penjara (soalnya bapaknya Mbah Buyutku, berarti Canggah ya, itu pegawai penjara). Salah satu peninggalan Sogol ini sumur gumuling, di pinggir jalan Ambulu menuju Watu Ulo. Cuma memang kalo cerita kayak gini nyampur dengan legenda.

Mestinya masih banyak pahlawan Jember yang lain, kalo mo nyari lagi, coba cari nama jalan yang pake nama orang tetapi bukan pahlawan nasional. Mestinya beliau punya jasa besar sehingga namanya dijadikan nama jalan. Aku pribadi sik penasaran karo nama Imam Syafi’i. Nama ini pernah dijadikan nama jalan yang sekarang jadi jalan Diponegoro (almarhum Bioskop Sampurna), mestinya beliau juga pnya jasa besar (bukan mentang-mentang nama Bapakku Syafii juga. Atau nama Pasar Johar (sebelum jadi Matahari Johar Plasa), nama Johar ini dari nama pohon Johar atau nama orang. Kalo gedung Sutarjo, itu nama rektor Unej (1968 – 1978) kebetulan tonggoku ning Patrang (meninggal tahun 78, so aku gak sempat kenal beliau). Nah ada cerita yang lain soal pahlawan Jember?

Popularity: 23% [?]

Politik anak SMA…Anak SMA berpolitik

November 3rd, 2007

Demonstrasi pelajar SMA Lincoln -East LA Jum’at siang kemarin 1 November 2007, seribu lebih anak SMA se Jabodetabek menyerbu Kantor Depdiknas melakukan demonstrasi menolak ujian nasional 6 mata pelajaran, mereka menuntut Depdiknas untuk menggembalikan kebijakan UNAS hanya untuk 3 mata pelajaran saja. Demo serupa secara paralel terjadi di Surabaya dan Medan. Menurut wartawan Kompas Cyber Media..ada satu pelajar ditangkap karena memaki polisi…dan dari pengakuan para siswa mereka berkumpul tanpa pemimpin dan hanya disatukan oleh perasaan senasib yang ditularkan dari sms antar pelajar yang telah beberapa hari beredar di kalangan mereka. Terlepas dari pro kontra yang terjadi seputar isu yang diangkat ( bahkan salah satu penelopon Metro TV..mengatakan bahwa demonstrasi itu adalah bukti ketidak percayaan diri dan kemalasan di kalangan pelajar..sama UNAS aja takut…padahal passing gradenya sangat rendah 5,6 saja)…yang patut dicermati adalah….para pelajar saat ini sangat paham sekali akan hakikat sebuah media/event untuk mengangkat dan mewacanakan sebuah isu melalui demonstrasi yang diliput luas oleh media….namun demo kemarin itu sekaligus menunjukkan bahwa pengkaderan pemimpin sejak dini /SMA tidak berhasil ..karena tidak ada satu orang atau pihakpun yang berani menjadi pemimpin atas ribuan siswa itu…sehingga demopun berjalan tanpa arah dan target pencapaiannnya hanya sekedar untuk melontarkan wacana penolakan itu…..enough….padahal dalam memperjuangkan sebuah ide selain dilontarkan dalam bentuk wacana juga perlu diingat bahwa mengawal ide-ide itu agar tak mati dikalangan pelajar dan juga para pengambil keputusan adalah yang terberat, sampai tuntutan untuk mengembalikan UAN hanya untuk 3 mata kuliah saja tercapai….. Yang terjadi di Demo kemaren itu ya berhenti pada wacana saja…dari sisi itu nampaknya mereka perlu banyak belajar …bagaimana memainkan peran politiknya sehingga menjadi kekuatan yang diperhitungkan…Padahal saat mereka bisa mengumpulkan seribu pelajar untuk turun berdemonstrasi menunjukkan kemampuan yang luarbiasa untuk menggerakkan rekan-rekan satu ide…sayang sekali momentum itu terlepas begitu saja….

Sekarang coba kita bandingkan dengan yang terjadi ditahun 1968..di East Los Angeles terjadi demonstrasi besar-besaran (20.000) para pelajar SMA yang berasal dari etnis Latino atau dikenal sebagai Chicano (keturunan Mexico,Kuba,Dominika,Philipina dll) atau para pelajar yang bahasa ibunya Spanyol…Mereka melakukan protes setelah didiskriminasi oleh Dinas Pendidikan Los Angeles antara lain..tidak boleh berbahasa spanyol di lingkungan sekolah…dilarang memakai WC saat jam istrirahat….demonstrasi ini berhasil menghapus diskriminasi bagi para pelajar Chicano….keberhasilan itu sendiri terjadi karena para pelajar itu ada yang memimpin yaitu para formal dan informal leader SMA yang mayoritasnya Chicano…..cerita ini telah difilmkan oleh HBO dengan judul Walk Out…….

Perbandingan ini ditunjukkan betapa kita sangat ketinggalan dalam menumbuhkan semangat untuk selalu membela kebenaran dan melawan ketidakadilan yang dirasakan oleh pelajar..atau bahasa singkatnya…pelajar Indonesia kalah jauh dibandingkan rekan sebayanya di US dalam menyadari dan memperjuangka hak-hak politiknya…walaupun dibandingkan jaman kita dulu..apa yang dicapai pelajar SMA saat ini jauh lebih baik dalam hal kesadaran akan hak-hak politisnya maupun cara implementasi hak itu pada saat kepentingannya dilanggar siapapun…..Tapi tetap aja tak ada pemimpin pelajar yang lahir demonstrasi itu…

Harus diakui bahwa Rezim Orde Baru telah begitu berhasil menanamkan doktrin dahsyat dalam membendung hasrat azasi pelajar untuk mengenal politik…..berbagai gaya indokstrinasi seperti Penataran P4 yang simultan (SMP,SMA,PT dan saat mo kerja),harus hapal 36 butir-butir pancasila, sampai pelajaran PSPB lalu PMP masih ditambah hormat bendera sebelum pelajaran…pokoknya semua diarahkan meningkatkan jiwa”Nasionalisme” dan rasa cinta tanah air ….dan nasionalisme itu sendiri kemudian melebar menjadi….dokrin bahwa “Politik itu kotor”..”menentang Orde Baru berarti aNasionalis dan a pancasialis”..”Ikut organisasi pelajar diluar yang disediakan pemerintah adalah a nasionalis” saat itu organisasi yang direstui pemerintah adalah OSIS, Pramuka (yang baik hati dan tidak sombong itu), PMR, dan PA …semuanya itu akhirnya berhasil membentuk generasi yan apolitis dan anti aktivitas politik..kalopun ada yang begerak di OSIS tidaklah bener-bener sadar bagaimana membuat OSIS sebagai kendaraan aspirasi siswa…OSIS saat itu adalah sebuah Panitia Besar dengan masa tugas satu tahun….karena para pengurusnya akhirnya terjebak pada kepanitian peringatan agama, panitia upacara bendera,panitia lomba-lomba olahraga antar kelas,panitia persiapan Gerakjalan,panitia persiapan lomba PBB dsb coba kita lihat nama-nama departemen/seksi dalam osis kala itu….ada Seksi Penanaman rasa Kebangsaan dan Cinta tanah air (dibaca seksi PBB dan Upacara bendera)..ada Seksi Budi pekerti luhur ( dibaca Seksi Kerohanian dll) Seksi Pembentukan Jiwa dan Jasmani Luhur (ato seksi Olahraga dan Seni) …nama-nama aneh yang sangat ORDE BARU..dan kita gak bisa apa-apa lha wong saat kita SMA adalah saat jaya-jayanya ORBA (penganugerahan Bapak Pembangunan dll) maka semuanya ditelan aja….akhirnya jarang sekali dari kita dapat mengingat apa saja yang asyik dari OSIS kita ato sebutkan 10 orang pengurusnya aja mungkin gak apal…paling yang diingat ketua OSISnya Yanar wakilnya Firman Kurniawan…saat itu betul-betul deh kita itu….

Tapi bukan berarti gak ada riaknya lho kehidupan SMA kita…satu peristiwa yang paling aku ingat…saat aku kelas 1..ada kakak kelas 3 yang tidak mau melakukan hormat bendera baik saat di kelas sampai saat upacara…kalo gak salah namanya Gani ( adiknya namanya Gaston-1987 dan adiknya lagi Geigy-1990) anaknya seorang dokter terkenal di Tegalboto…wah pihak sekolah saat itu seperti kebakaran jenggot dan bertindak reaksioner untuk mencegah aksi politik yang termasuk berani untuk ukuran anak SMA tidak diikuti oleh murid lainnya..keberanian kakak kelas kita itu konon sebagai dampak munculnya kesadaran politik setelah bergabung dengan sebuah organisasi pelajar extra sekolah…malah denger-denger mas Gani dan ortunya sampe dipanggil oleh POLISI dan Intel Kodim….tapi ya itu tadi akibat doktrin yang kuat dan sikap totaliter pihak sekolah akhirnya aksi itu hanya dicatat sebagai bentuk “kegenitan” anak SMA aja……selain itu gak ada lagi aksi politik yang sejenak membuat kita menyadari ada yang salah dalam kehidupan masa sekolah kita itu…

Hal ini bukan berati gak ada sama sekali murid SMA 1 yang tertarik sama kehidupan politik dan organisasi lho.. saat SMA itu aku tau bahwa beberapa teman kita sebenarnya telah mempunyai basis pengetahuan politik dan organisasi yang lumayan…banyak teman-teman kita yang telah menjadi anggota dan aktif diberbagai organisasi pelajar extra sekolah seperti IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putra Putri nahdatul Ulama) tapi aku lupa orang-orangnya …maklum mereka bergerak secara klandestin (diam-diam) dan tidak melakukan perekrutan dan pengkaderan anggota secara terbuka di sekolah kita…. entah alasannya apa…mungkin takut dibilang anti pancasila….atau anasionalis….sehingga dampak ikutnya mereka dalam organisasi extra itu dalam memberdayakan OSIS kita gak terasa…

secara umum Rezim ORBA telah berhasil menciptakan kader-kader yang betul-betul apolitis..dan dampaknya sampai sekarang lho..he..he..he…banyak teman-temanku alergi jika saat kongkow-kongkow mulai membahas isu-isu politis….baik yang ditingkat lokal perusahaan…apalagi daerah dan Nasional…gak aja deh kata mereka….

Kekurangan pengalaman organisasi dan politik ini saat kentara saat aku bergaul dengan kawan-kawan mahasiswa di UGM…banyak dari mereka yang langsung tune in dalam berbagai aktivitas mahasiswa dan aktivitas politik mahasiswa tanpa canggung…sedang aku pada awalnya selalu ragu bergerak…gak ada inisiatip kata mereka….ternyata memang sebagian besar telah mendapatkan bekal yang cukup kala mereka SMA baik dari OSIS yang cukup terbuka dan organisasi extra sekolah yang agresif dalam melakukan pengkaderan…

Jadi apa yang dilakukan rekan-rekan Pelajar Jabodetabek kemaren..terlepas dari isu yang prematur..namun keberanian seribuan orang pelajar untuk menggunakan hak politisnya secara terbuka patut diacungin jempol…”keberanian bergerak”…adalah salah satu keberhasilan pembelajaran politik pada zaman reformasi….tinggal saja dilakukan pendampingan yang baik dari para guru saya yakin energi hak politik mereka akan bisa disalurkan untuk menghasilkan karya-karya yang berguna bagi pendewasaan sikap dan penumbuhan semangat Leadership….. semoga saat anak kita beranjak SMA..gak ada lagi model indoktrinasi kayak ORDEBARU..biarkan saja mereka mempelajari kehidupan organisasi dan aktivitas politik ala SMA namun tentu saja kalo kita gak kepengen ada apa-apa kita harus selalu ada saat mereka bertanya ato meminta saran atas kegelisahan tertindasnya hak-hak politik mereka di sekolah…..Karena kebebasan demokrasi adalah prasyarat utama lahirnya generasi pemimpin bangsa ini…dan semoga mereka itu adalah anak-anak kita…

Jadi seberapa asyik Politik SMA kalian saat itu?….kalo aku hanya bisa nyesel karena hanya menjadi bagian dari pelajar yang terindoktrinasi menjadi insan apolitis sejati……pelajar yang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan dasar kepemimpinan sejak dini…..

Popularity: 14% [?]