Makasar

25 October 2007 by sevi Perjalanan

Pantai Losari

Aku menginjakkan kaki pertamakali di Makasar th. ‘92. Ikon pantai Losari yang terkenal dengan restoran terpanjang di Indonesia, menjadi daya tarik yang kuat waktu itu. Tentu saja berfoto siang hari di tepi pantai menjadi agenda utamaku (sedikit narsisistik memang), dan menikmati sore hari di tepi pantai sambil makan pisang eppe’ dan nun di ufuk barat langit semburat merah mengantar mentari tenggelam, adalah pemandangan yang amat berkesan dan indah. Sangat natural…..

Tapi itu duluuuuu, kenanganku 15 tahun yll. Losari yang kukunjungi lebaran kemarin adalah Losari yang tetap indah, tapi tidak natural. Terlalu banyak make up justru menghilangkan inner beauty-nya. Mungkin dengan dalih pembangunan, revitalisasi atau apalah istilahnya. Sekarang , tidak ada lagi penjual pisang eppe’, ikan bakar, es degan di sepanjang tepian pantai. Mereka direlokasi di satu tempat tidak jauh dari pantai Losari, yaitu di Tanjung Bunga. Kemudian ditepi pantai dibangun taman dari beton yang menjorok ke laut, cukup luas sehingga bisa jadi tempat pentas musik. Tapi buatku yang bukan orang Makasar, agak sedih mungkin. Karena kenangan 15 tahun yll amatlah berkesan.

Popularity: 10% [?]

Print This Post Print This Post

3 Responses

  1. Wah..wah…pulang dari Makassar kok bu doktor jadi mellow gitu sih…he..he..he
    Ya saat ini atas nama eforia otonomi daerah dan demi penguasaan yang sustainable ..maka PEMKOT dan PEMDA berlomba-lomba bikin proyek-proyek fisik yang kalo bisa yang mega structure gitu…selain jadi petilasan jaman berkuasa..kan proyek gede..nyipratnya komisi juga gede tuh….wkkk..wkkkk

    gak heran ..kalo diseluruh Indonesia..para walikota dan bupati berlomba..tiba-tiba jadi keranjingan ilmu landscape dan arsitek ato civil…segala jenis bangunan baru ato revitalisasi bangunan tiba-tiba menyedot porsi utama dari APBD..tapi anehnya mereka keranjingan ama bangunan-bangunan yang gak penting..kayak..tugu batas kota,bikin kantor DPRD ato PEMDA yang supermewah…ato kasus makassar versi bu dokter..betonisasi pantai Losari yang gak membuni (karena mengusir daen-daeng pisang eppe’ ….padahal ini aseeknya nongkrong di Losari saat sunset….kayaknya sebangun tuh..dengan Iraqisasi taman adipura depan Masjid Al Baitul ameen di Jember sana…kata Ika sih..kenapa gak sekalian dibikinin patung onta di sono…wkkk…wkkk…wkkkk
    Kenapa mereka gak keranjingan bikin sekolah yang bagus..puskresmas yang modern ato jalan-jalan dibikin mulus….

    jadi problemnya klasik banget…para Bupati/walikota saat menjabat ingin…
    1. Membuat petilasan/tetenger bahwa dia pernah berkuasa di kota/kabupaten itu…kalo di Jember Sjamsul Aripin bikin revitalisasi wisma Pemda..MZA jalal bikin taman Iraq di depan Baitul ameenn…kayak kita dulu waktu masih punya Gank…sukanya melakukan grafiti nama genk …ada MZA (manza-manusia Zahannam)..Alpena (anak Liar Pemakan Anjink)..di tembok-tembok…ato batu gede..sekadar sebagai tetenger kita pernah sampe kesana….

    1. Menunjukkan bahwa ada keberhasilan instan yang kasat mata..maklum sebagian masyarakat kita masih terkagum-kagum ama sesuatu yang negastructure dan instan….

    by the way…cerita wisata kulinernya mana?…

    25. October 2007 - ekoz-guevara
  2. kayaknya ini menjadi salah satu kontributor dalam pemanasan global kali ya Sev..kayaknya kita (orang Indonesia) memang suka yang artifisial.. tempat-tempat yang secara alami sudah indah, malah dibuat seolah-olah indah dengan beton-beton, pohon-pohon palem buatan.. yang mungkin selintas nampak indah (malam hari).. tapi tidak mampu untuk memproduksi O2.. sehingga suhu semakin panas.. panaaas..panaaass (lagunya Gigi)

    25. October 2007 - ivan
  3. “Saya kaget setelah kemarin ke kota jember dibandingkan 5 tahun lalu.
    Melihat keindahan Kota yang dulu dengan sekarang.
    “Wahai Orang-orang Muslim Jember Lihat & sadarlah …!”
    Apakah pantas Rumah Allah seperti itu ?
    Sebenarnya MZA. Jalal tsb tidak pantas dijadikan Bupati Jember. Para Ulama’ Jember dibodohi dengan beralasan membuat area sholat di depan Masjid Baitul Amin yang dulunya Indah malah sekarang hanya dihiasi dengan Tempat Parkir Umum, orang-orangnya Djalal dan yang tidak habis pikir;depan masjid dibuat pacaran dan cangkru’an.
    Gimana muslim jember ko’diam aja, jangan takut kalau demi kebaikan dan melestarikan Rumah Allah ….

    28. September 2008 - azzain Musthafa

Leave a Reply