Aku menginjakkan kaki pertamakali di Makasar th. ’92. Ikon pantai Losari yang terkenal dengan restoran terpanjang di Indonesia, menjadi daya tarik yang kuat waktu itu. Tentu saja berfoto siang hari di tepi pantai menjadi agenda utamaku (sedikit narsisistik memang), dan menikmati sore hari di tepi pantai sambil makan pisang eppe’ dan nun di ufuk barat langit semburat merah mengantar mentari tenggelam, adalah pemandangan yang amat berkesan dan indah. Sangat natural…..
Tapi itu duluuuuu, kenanganku 15 tahun yll. Losari yang kukunjungi lebaran kemarin adalah Losari yang tetap indah, tapi tidak natural. Terlalu banyak make up justru menghilangkan inner beauty-nya. Mungkin dengan dalih pembangunan, revitalisasi atau apalah istilahnya. Sekarang , tidak ada lagi penjual pisang eppe’, ikan bakar, es degan di sepanjang tepian pantai. Mereka direlokasi di satu tempat tidak jauh dari pantai Losari, yaitu di Tanjung Bunga. Kemudian ditepi pantai dibangun taman dari beton yang menjorok ke laut, cukup luas sehingga bisa jadi tempat pentas musik. Tapi buatku yang bukan orang Makasar, agak sedih mungkin. Karena kenangan 15 tahun yll amatlah berkesan.
Popularity: 12% [?]
